PPIC Itu Ngapain Aja Sih?

PPIC Ngapain Aja

Tidak terasa sudah empat tahun saya berkecimpung kemplang kemplung di dunia per-PPIC-an. Oke, ini dusta. Sebenarnya ya terasa sekali, terutama karena saya itu sama sekali nggak bisa memaksa orang untuk berbuat sesuai kehendak saya. Kalau saya bisa, mending juga saya ikut MLM yang itu tuh, dalam 4 tahun katanya sih sudah dapat kapal pesiar atau liburan ke Paris.

Melalui posting ini saya hanya hendak membagi pengalaman yang saya punya, utamanya untuk anak-anak muda yang hidupnya sedang labil karena sudah lulus dan belum bekerja dan lihat lowongan PPIC di koran.

Sebenarnya PPIC itu apa sih?

PPIC sebenarnya hanya istilah standar untuk bagian rantai pasokan. Temannya PPIC itu banyak. Kayak tempat saya dulu menggarap ladang, ada namanya Demand Supply Planning, ada yang namanya Demand Planning, ada yang namanya Supply and Planning, yang jelas tidak ada Wedding Planning.

Percayalah, orang PPIC itu bahkan tidak bisa merencanakan weddingnya semudah mereka merencanakan produksi.

PPIC bukan kependekan dari Pria Pria Ingin Cinta atau Pura Pura Ingin Curhat, PPIC adalah kependekan dari Production Planning and Inventory Control. Dari definisinya ada 2 pekerjaan besar yaitu perencanaan produksi dan pengendalian persediaan.

Kerjaannya cuma dua itu kan?

Ada yang bilang begitu?

Sini saya sambit pakai sepatu safety.


BACA JUGA:
Mencoba Memahami Pekerjaan di Pabrik
99 Fakta Unik Karyawan Pabrik
8 Prinsip PPIC Untuk Kehidupan


Tugas dasar PPIC sebenarnya simpel, yakni menyediakan kebutuhan (marketing) dengan tepat waktu, tepat barang, dan tepat jumlah. Cumaaaaa, berhubung ini persoalan rantai pasokan yang peliknya tidak kalah dari cinta segitiga dan cinta diam-diam, maka tiga tepat itu menjadi tidak sederhana.

Kita ke proses industri ya. Jadi masyarakat itu punya kebutuhan, sebut saja butuh es teh manis. Kemudian muncullah perusahaan es teh manis untuk melayani kebutuhan masyarakat itu.

Kalau jomblo butuh kasih sayang, kok nggak ada perusahaan penyedia kasih sayang sih?

Nah, dalam rangka meladeni masyarakat tadi, muncul juga divisi penjualan alias marketing. Ini adalah ujung tombak dari perusahaan. Namanya juga ujung tombak, jadi yang nusuk ya dia. Kalau pas nusuk ketemu tembok besi, ya dia juga yang kena.

Marketing ini kemudian memperkirakan berapa banyak es teh manis yang akan dijualnya, tentunya berdasarkan kemauan masyarakat. Pada akhirnya dia punya angka dan estimasi. Ini yang disebut ramalan penjualan alias…

…forecast.

images (1)

Nah, forecast yang jelas-jelas angka ramalan dan estimasi ini kemudian dilempar ke PPIC dengan pesan utama “gue mau jualan segini”. Begitulah, orang PPIC hidup berdasarkan ramalan, makanya banyak diantara mereka yang percaya ramalan bintang.

Karena ini adalah marketing es teh manis dan bukannya teteh-teteh manis, jadi es teh manisnya harus ada dong? Itulah tugas pabrik–secara umum–untuk menyediakannya.

Si pabrik mau bikin es teh manis berapa banyak?

Pertanyaan itu harusnya hanya bisa ditanyakan ke PPIC, karena mereka yang menerima forecast dari marketing dan kemudian membuat perencanaan produksinya.

Ya, sesudah menerima nasib sial berupa forecast tadi, si PPIC akan menggabungkan angka itu dengan data-data lainnya. Salah satunya adalah data stok. Ada berapa banyak sih es teh manis yang masih tersedia di gudang? Kalau di gudang masih ada 1000 gelas, dan marketing mau jualan 300 gelas, ngapain juga perlu produksi?

Sedangkan kalau di gudang masih ada 1000 gelas, tapi marketing mau jualan 3000 gelas, maka PPIC harus mulai merencanakan produksi. Umumnya perintah produksi itu dinamakan WO alias Work Order, dan tentu saja bukan Wedding Order. Dan bagian ini dinamakan Production Planning.

Ya sudah, tinggal produksi aja toh?

Ndasmu…

Produksi kan butuh bahan baku. Es teh manis kan butuh es, teh, dan wajahmu yang manis. Jadi, sebelum memutuskan untuk produksi, harus dipastikan dulu bahwa di gudang sudah ada es, teh, dan gadis-gadis yang manis, agar bisa membuat es teh. Kita nggak mungkin memaksa bikin es teh kalau teh nya nggak ada. Itu nanti jadinya air manis, semacam pantai di Padang. Pantai kok manis?

Proses hitung menghitung kebutuhan material untuk produksi ini dinamakan Material Requirement Planning alias Perencanaan Kebutuhan Material. kalau di gudang ada 100 karung teh dan produksi butuh 200 karung teh, maka proses MRP akan menghasilkan kebutuhan 100 karung teh untuk diorder ke Purchasing.

Ya udah toh, tinggal minta Purchasing buat beli kok. Susahnya dimana?

Nanya terus, tak sambit forklifkt lho.

download

Namanya hidup itu ada-ada aja masalahnya. Mulai dari gula yang dicokot semut di tengah jalan, atau truk pengangkut teh terjebak nostalgia di jalan, atau pengiriman teh nyasar ke Zimbabwe. Dan segala masalah lainnya. Belum lagi kalau marketing lagi jaya dan jualan sukses, mereka akan minta jualan lebih besar dari forecast.

Masih ada pula masalah yang bernama Minimum Order. Untuk produksi es teh hanya butuh 100 balok es, misalnya, eh si pemasok punya minimum order 1000 balok es. Terkadang mau nggak mau PPIC harus beli 1000 balok es itu walaupun balok es itu belum akan habis ketika dia resign dan pindah ke pabrik lain.

Tugas PPIC adalah memastikan bahwa kebutuhan Marketing terpenuhi. Kalau Marketing minta tambahan mendadak? Ya, itu adalah tugas PPIC untuk menguber-uber Purchasing sampai ke alam mimpi. Jadi biarkan mimpi orang Purchasing berisi revisi PO. Kalau PPIC sudah bisa masuk ke mimpi Purchasing, dia sukses jadi PPIC.

Terus kalau barang sudah datang ke pabrik, ya PPIC juga harus memastikan bahwa suatu barang itu segera masuk ke Produksi. Mulai dari memastikan bahwa Gudang sudah mencatat barang yang baru datang itu ke dalam stoknya. Juga memastikan Quality Control sudah mengambil sampel dan memeriksa barang yang baru datang. Ini untuk menjamin kualitas produk yang dibuat. Dalam contoh ya teh manis.

Jadi, kalau semua sudah lengkap, turunlah titah PPIC yang bernama Work Order itu. Produksi akan bekerja membuat es teh manis berdasarkan WO itu. Jadi, sekarang tugas PPIC adalah ongkang-ongkang kaki menunggu produk kelar.

MAKSUD LO?!?!

PPIC harus memastikan bahwa produksi berjalan sesuai jadwal, kapan kelarnya, kapan bisa lepas ke pasarnya. Jadi silakan tanya orang Produksi dan pastikan juga apakah di dalam mimpi mereka sudah ada orang PPIC. Kalau sudah ada orang PPIC, maka PPIC tersebut sudah sukses dalam kariernya.

Orang PPIC sudah menjadi pihak rese bagi orang Purchasing karena suka ngubah-ngubah PO. Orang PPIC juga tampak rese di mata QC karena suka maksa buru-buru memeriksa barang baru datang. Plus, orang PPIC jelas rese di mata Produksi yang berasa dikejar-kejar setan kalau lagi produksi. Oh, jangan lupa, PPIC-lah penentu lembur di pabrik. Tanggal merah? Tetap masuk kalau target belum masuk.

50052967

Nasib.

Begitu sudah sampai ujung, maka PPIC akan berhadapan dengan Quality Assurance bagian perilisan produk. Disini yang dikejar adalah agar produk segera rilis dan segera bisa dijual. Cuma kadang orang QA menemukan masalah yang perlu diinvestigasi dan menyebabkan rilis tertunda. Tugas seorang PPIC yang baik adalah memastikan produk itu bisa rilis dan dijual, jadi jangan heran kalau orang PPIC yang sukses adalah orang yang mampu membuat mimpi orang QA nggak tenang.

Dalam banyak kasus, menjadi PPIC adalah menjadi antagonis dalam siklus manufaktur. IMHO. Tapi kami-kami ini mengejar-ngejar sampai ke dalam mimpi itu kan bukan tanpa alasan, soalnya kami-kami juga dikejar-kejar Marketing. Bagaimanapun inti dari seluruh proses industri kan terjualnya produk dan kemudian menghasilkan pendapatan. Iya kan? Jadi, sudah menjadi suratan takdir bahwa orang PPIC kerjanya ya memastikan kebutuhan Marketing terpenuhi. Kalau disuruh memilihpun, kami-kami ini juga nggak akan memaksa orang sepabrik kok. Memaksa itu nggak enak lho rasanya.

Perkara sudah dipenuhi, tapi Marketing nggak achieve 100%, itu adalah saat PPIC marah-marah ke Marketing.

“SUDAH DIBUATIN SEGINI KOK NGGAK HABIS?!”

images

Yah, kapan lagi bisa marah-marah sama Marketing? Biasanya juga kalau lagi meeting PPIC sama Marketing itu rasanya sebagai manusia paling bersalah sedunia. Dan dalam hal mendukung Marketinglah, PPIC selalu menjadi orang yang diteropong QA karena suka semena-mena merusak tatanan. Misalnya lead time pemeriksaan 2 hari, karena Marketing butuh, si PPIC lalu berpesan agar seluruh pabrik “MENGGELAR KARPET MERAH KARENA ADA PRESIDEN MAU LEWAT”. Ya kali presiden mau lewat kudu gelar karpet segala.

Terus apalagi?

Garis besarnya demikian. Sepintas gampang, tapi menjadi kompleks kalau produknya tidak hanya es teh manis. Ya 1 siklus itu berlaku untuk 1 produk, sementara ada perusahaan yang produknya sampai 800 dan harus diurus semua. Makanya jangan heran orang-orang PPIC akan kelihatan kurang kerjaan karena duduk melulu di meja. Mereka nggak lagi main ONET atau buka DETIK, mereka lagi mikir perencanaan produksi.

Sekadar pengalaman, di akhir era saya menjadi Inventory Planner, saya bahkan sudah bisa menggunakan intuisi tentang bahan apa yang sebentar lagi akan bermasalah ketika saya melihat suatu nama material via scroll. Itu tandanya sudah mendarah daging. Jadi kalau begitu saya scroll tahu-tahu nongol SUKROSA, kira-kira dua jam lagi akan ada info bahwa ada perubahan planning produksi yang membutuhkan gula sehingga stok yang di gudang akan menjadi kurang. Bayangkan saja 800 produk, kalau 1 produk terdiri dari empat komponen, maka ada 3200 jenis material yang harus dikelola. Itu artinya kalau di Excel, 3200 baris ke bawah. Makanya jangan heran kalau orang PPIC itu mukanya kayak kotak-kotak Excel. Soalnya yang dilihat sebanyak itu sih. Dan jangan heran juga kalau orang PPIC bisa lebih hafal nomor kode material daripada namanya sendiri. Jadi ketika ditanya, “siapa namamu?”, maka dia akan menjawab…

…”10789, bisoprolol…”

Rekor saya sendiri adalah jari kelingking yang bergetar alias tremor karena digantung seharian di atas mouse. Apapun yang digantung itu nggak enak, apalagi hubungan.

Sudah ya, semoga semakin termotivasi untuk menjadi PPIC. Amin.

233 thoughts on “PPIC Itu Ngapain Aja Sih?

  1. hahaaa…. koplak… baru kali ini saya membaca review ttg PPIC… dan itu 100% benar…….. Saya sdh 5 tahun di PPIC, sdh bnyak merasakan pahit asin asem nya….

    Like

      • ndak juga banyak kok saya sendiri nulis di blog saya. dan saat ini saya coba menghubungkan antar kawan senasib se PPIC melalui linkin semoga bisa bermanfaat kalau kita bisa berbagi rasa berbagi ilmu yang penting ndak berbagi pasangan. salam buat para penggemar PPIC

        Banjar Edi S

        Like

    • Info Loker:

      Pabrik kaleng terbesar di Bogor membutuhkan pemimpin yang mempunyai
      dedikasi & loyalitas yang tinggi untuk posisi sebagai berikut :

      1. Kepala Bagian PPIC
      2. Kepala Bagian Produksi
      3. Management Representative ISO 9001

      Kualifikasi :

      1. Pendidikan S1 Teknik dengan IPK minimal 3.00 (skala 4)
      2. Pengalaman minimal 5 tahun
      3. Mempunyai komitmen, disiplin, bertanggung jawab dan jujur
      4. Mengerti administrasi, problem solver & sistem ISO 9001
      5. Harap mencantumkan salary yang diharapkan dalam surat lamaran

      Lamaran dikirim ke : pabrikkalengbogor@gmail.com sebelum 1 Agustus 2016

      Like

  2. bagi tips dan trick donk,,untuk menjadi PPIC yang handal,,
    saya 2 tahun kerja di bagian PPIC tapi yang saya kerjakan semua sia-sia ,,
    karena di balik itu semua saya tidak ada background di PPIC tapi saya di paksa oleh keadaan untuk menjadi PPIC
    saya binggung harus KURSUS kemana biar saya bisa tenang dalam nglakuin kerjaan saya,,
    karena jujur saya seperti di hantui oleh kerjaan PPIC yang sekarang saya tekuni ini..

    Like

  3. Ga berhenti ketawa liat tulisan nyeleneh soal PPIC. Sempet2nya gitu buat nulis hahaa. By the way, saya sudah di PPIC hampir 2 tahun, 2 tahun yg terasa 2 dasawarsa (oke stop, berlebihan). Kurang lebih sama lah permasalahan soal PPIC yg diceritain di tulisan ini, bahkan lebih kompleks sebenarnya. Cuma yah, apa semua perusahaan wajib hukumnya pasti ada revisi jadwal produksi dari PPIC minimal 2 kali? Soalnya di perusahaan saya begitu. Kebanyakan makan hati sih di PPIC. Tinggal di goreng dan di sambel aja biar lebih maknyus hehee. oke deh, salam kenal yah PPIC lovers or haters😀

    Like

    • Sempet dong, saking muntab-nya.. hehehehe.. Lah, revisi 2 kali itu kayaknya sudah oke banget kan yak.. Bisa lebih dari 5 aja kadang dianggap logis.. hehe.. Salam kenal kembali..😀

      Like

  4. Pingback: 99 Fakta Unik Karyawan Pabrik | ariesadhar.com

  5. Salam PPIC…
    Sebagai Mantan PPIC… saya salut banget ada yg sanggup bertahan lima tahun di PPIC ….joss
    Emang peran PPIC bagai orang antogonis ditempat kerja. Ka
    dang bikin WO dadakan. Harus adu mulut dengan orang produksi. tapi itulah asiknya….

    Like

  6. Mohon dibantu, bagian/divisi yg ada dalam departemen PPIC, atau seorang Mgr PPIC membawahi siapa saja. Maaf br belejar Mksi

    Like

    • Itu tergantung kebijakan perusahaan. Yang pernah saya alami, manajer PPIC membawahi seorang Production Planner (MPS), Inventory Planner (MRP), Outsource Planner (Makloon). Tapi ada juga yang sampai membawahi hingga ke bagian distribusi. Di beberapa perusahaan, bagian delivery juga termasuk ke PPIC. Begitu kira-kira🙂

      Like

      • Tks pak, mhn dibantu lagi format MPS dan MRP nya kalu masih ada. Ke email saya boleh, posting juga dipersilahkan. Maaf belajar otodidak ini pak

        Like

  7. Halo.. kebetulan saya saat ini Management Trainee (MT) yg sedang ditempatkan di PPIC
    Menurut hasil pengamatan dan share dari teman2 saya.
    Sistem PPIC di setiap perusahaan itu berbeda2..
    Ada yang kompleks seperti mulai dari perencanaan produksi, bahan baku, penjadwalan mesin, inventory control, perencanaan kapasitas..
    Ada yang tidak kompleks seperti sekedar forecast, perencanaan pengadaan bahan baku, inventory control..
    Dari yang saya tangkap, intinya PPIC itu ibarat kokinya perusahaan..

    Like

    • emmmm kalau saya mengibaratkan PPIC itu emilik perusahaan, dia tidak masak (kayak Koki) tapi menyuruh masak, dia tidak menghidangkan (kaya pelayan restoran) tetapi menyuruh menghidangkan, dia juga buka bagian pembelian (purchasing) tapi omongannya bisa bikin Purchasing menuruti untuk memenuhi permintaanya, bahkan jika ingin liburan PPIC bisa meminta Management untuk meliburkan karyawan HEBAT Toooo…., hebatnya lagi dengan perhitungan yang cermat PPIC boleh meminta tambahan karyawan atau bahakan mengurangi karyawan termasuk juga meminta lembur atau pengurangan jam kerja. kurang hebat apa lagi, dengan sepuluh jari ditangan PPIC bisa menyuruh karyawan lain untuk memproduksi produk yang kita inginkan sejuml;ah yang kita minta pada waktu kapan kita minta KEREN (emang), jadi kurang lebih PPIC PEmilik PERUSAHAAN (itu menurut saya)

      Like

  8. Pingback: 65 Tips Lulus Tes CPNS | ariesadhar.com

  9. ane kan orang produksi…pantesan tanggal di pabrik item mulu y trus muka jadi boros bgt gra2 betah di pabrik…oo itu kerjaanya orang PPIC y..but dengan adanya sharing tntang kerjaan PPIC jadi nambah ilmu juga tentang dunia manufacturing..mksh salam kenal

    Like

  10. Pingback: Kembali Bersama Pelangi | ariesadhar.com

  11. bahasanny bagus sekali pak!
    Mggu dpn saya (baru pertama kali) mulai bekerja sebagai ppic di pabrk food & beverage. Pengetahuan sy soal ppic minim banget. Sebelumny sy bekerja sbgai admin rempong , alias mengurusi loading barang in-out (khusus finish good) fu RO spare parts & umum, input data kas & produksi. Setelah pabrik expand, sy dimutasi ke pusat dan diminta menjadi ppic packaging , due date ny awal november hrz sdh hand over alias mulai planning. Tiap ke greja sy berdoa .. bersyukur di berikan kesemapata. .. Tp clo melihat forecast yg hampir tdk pernah terpakai. Dan plan production yg berubah2, dengan template yg semany baru sy akan pelajari (OMG) waktu training 1 bulan mna cukuup ??!!!
    Ok pak, sorry agak curcol niyh. Hehe..
    Mohon saranny, kalau bisa sharing yg banyak, soalny mentor sy disini kurang luwes ngajarinny,ay jd tambah mumet & bingung. . . .

    Like

    • tenang saja.. kalo sudah pernah jadi admin rempong, sudah bisa dipastikan tahan dengan tekanan jadi PPIC.. Oya, yang penting paham templatenya. Saya nggak bisa ngajarin, soalnya template company kan beda-beda. Hehehe… Semangat ya!😀

      Like

  12. Haha..bener banget nih..ulasan yang bagus..baru 2 tahun jadi PPIC saya. Tapi anehnya saya menikmati itu..gila memang kalau dikejar marketing..belom lagi kalau stok belom abis abis di sikat sama ED..pusingnya ga ketulungan..haha..

    Like

  13. Wah keren nich ceritany… jd senyum” sndiri..
    Bagi saya PPIC tempatnya salah dan dosa.. hehe.. kasian bnget ya..
    under presser yg pasti!!
    Jgn harap ada ketenangan hidup..
    Tiada hari tanpa galau hehe..
    2 th jd PPIC… babak belur… sakitnya tuh di sini xixi…
    tp meski demikian byk hal yg bisa kita pelajari di sana.. ada byk mbuka wawasan.. pola pikir yg lain dr biasa..
    mkasih.. tulisannya kereeeeeen…

    Like

    • ya betul sekali seperti posting sebelumnya bahwa PPIC ibarat pemilik perusahaan maka apapun yang terjadi di pabrik MAKA ITU ADALAH KESALAHAN PPIC, heheheheheh HEBAT ya PPIC karena akibatnya pasti berdampak ke PPIC, baik itu masalah kualitas, apalagi kapasitas, material kurang, material di Gudang menumpuk, pengiriman terlambat, sampai pabrik manti lampu pun imbasnya ke PPIC

      Like

  14. Pingback: 10 Renungan Sederhana di Hari Guru | ariesadhar.com

  15. Hahaha seru baca tulisan nya hahaha
    saya baru 2 minggu promosi k PPIC, jika teman” punya sesuatu yang bisa saya gunakan untuk mempelajari PPIC saya akan sangat senang sekali menyambutnya😀

    Like

  16. Salam Kenal Saya Ingin Bertanya apakah tugas PPIC sanagat berat, setelah saya baca saya sempat drop, saya baru saja interview dan ingin menjalakan training yang saya laksnakan di tempat perusahan yang saya lamar

    jujur saya tidak seberapa mahir dengan perhitungan atau matematika, mohon kaka bimbinganya karna saya galau kata anak gaul sekarang saya lanjutkan atau berhenti samapi di sini

    Like

  17. hahaha keren nh, 1000% bener banget tuh …. malahan ane udah nanemin prinsip sama tim produksi ane ” Tiada hari tanpa urgent ” …. hehehe so ane jadi di panggil panglima urgent hihii …. loyalitas tanpa batas … produksi lembur terusss hehehe anehnya hrd ama finance ngedukung2 aja lg hihi …. salam kenal🙂

    Like

  18. waah kata2 nya sungguh bermakna dan berisi serta berbobot ketika di saring pakai saringan es teh,,,,hehehehe…terima kasih atas ilmunya dan semoga bermanfaat…salam kenal n salam SEMONGKO!!!

    Like

  19. Teman2… saya lagi mau cari PPIC yang mau bergabung dengan garment yg ada di Kalimantan Barat nich… ada yang berminat engak? kalo ada tlg email ke polar70@msn.com ya…. ditunggu lho ya… thanks..

    Like

  20. hihihi……. salam kenal sesama ppic. Biasanya yg saya baca ulasan tentang ppic bahasanya njrimet senjrimet pekerjaannya. Tapi ulasan yg ini beda, jd senyum2 sendiri bacanya. Menurut pengalaman saya setelah berkecimpung selama kurang lebih 7 thn di ppic, Kadang2 ppic harus punya kepribadian ganda dalam menghantui hidup semua pendukung produksi demi tercapainya tujuan planning.

    Like

  21. Pingback: My Awesome Boss | ariesadhar.com

  22. haha.. penjelasannya kocak tapi sumpah gua ngerti banget,, sebagai pemula di bidang PPIC ini sangat menginspirasi.. tanks yah!

    Like

  23. Pingback: (Mencoba) Menelaah SKP Apoteker | ariesadhar.com

  24. wah gw pernah tuh jd manajer PPIC di perusahaan kertas ya baru berkembang, tiap hr isinya adu mulut melulu sama bagian produksi sama marketing, udh gt tiap hr hrs dtng kantor lbh awal plg pling akhir. tgl merah sama minggu juga masih masuk lg, gt masih kena semprot bos melulu yg pasti klo udh masuk PPIC hrs tahan uji tingkat tinggi, btw gw cm bertahan 6 bulan doank, skg di design grafis 2 th, ada rcn mau masuk PPIC lg di perusahaan rokok gede.. doain moga2 lancar dah😀

    Like

  25. hahahhaha….judulnya Lika-Liku jadi PPIC……. “Planning Product Inventory Control”….. 4 kata yg sederhana, tp maknanya tak sesederhana itu….. sudah cukup kenyang juga jd PPIC….. and next project baru to develop system & SOP PPIC….. sukses daahhh….. ^_^

    Like

  26. Pingback: Enam Senja di Papua | ariesadhar.com

  27. tulisannya ngena banget!! aku freshgraduate baru kerja 3 bln di ppic salah satu garmen dan skrg aja udh punya niatan mau abisin kontrak aja hahahah.. emang ppic berhubungan dgn segala pihak ya.. mana di sini ppic yg handle semuanya.. dr placing order smpe ngeliatin eta RM, jadwal produksi ampe delivery pun ppic yg atur hufff.. dan yang pasti selalu bentrok sm purchasing😂… salam PPIC!! minta tips nya dong biar rada betah jd ppic hehe😆

    Like

  28. Pingback: Mencoba Memahami Pekerjaan di Pabrik | ariesadhar.com

  29. Suka banget ama tulisan ini, udah 1 tahun jadi ppic dan fiks jadi hantu di mimpi orang produksi dan purchasing tapi di hantui sama marketing. paling ngerasa bersalah kalo material kurang dan overstock😦

    Like

  30. Ane mau tanya.
    ane kerja di manufacturing yg buat mobil
    Di tempat ane g ada PPIC tp adanya spec ctr. Ane juga ngurus maker lokal ama impor. Part yang dipake di pabrik. Tp g ngrus forecast cost n control produksi. Itu masih dalam satu lingkup supplay chain ato PPIC bukan?maklum ane newbie….hehe

    Like

  31. wahh..salah nulis kayaknya om..saya gak pandai brantem apalagi sampai masuk ke alam mimpi partner kerja lain (asik kalo ketemu cewe, kalo cowo..brantem lg dimimpi :v ) . Mundur sebelum berperang lah, soalnya sy gak bisa multitasking kek smartphone sekarang..makasi om tulisannya sangat men demotivasi saya :v ..mimpi indah om :v

    Like

  32. Wahh kerenn nih tulisan jadi paham deh tugas PPIC… saya pernah baca artikel PPIC tapi ndak begitu mudeng.
    Makasih om tulisannya sangat bermanfaat sambil senyum” sendiri bacanya😀
    Semakin tertantang besok mau interview PPIC

    Like

  33. Pingback: Kajian Audit Terhadap Pasangan Yang Diduga Selingkuh | ariesadhar.com

  34. wah bagus bgt postinganya pak jd asik bacanya hahah.
    pak saya mau tanya kalo bagian deman planning di perusahaan logistik gambaran pekerjaan perencanaan yang akan mereka buat sperti apa ? apa lbh ke PPIC atau smp ke pingiriman barang. Terima Kasih

    Like

  35. Tulisannya keren kak,,, Saya mahasiswa semester 3 Jurusan TIP dan bru 3 minggu dapat matkul PPIC,,, Saya jadi tambah paham kerjaanya PPIC,,, He
    Makasih

    Like

  36. Pingback: Sederhana di Santa Clara | ariesadhar.com

  37. Pingback: God, What Do You Want Me To Do? | ariesadhar.com

    • Info Loker:

      Pabrik kaleng terbesar di Bogor membutuhkan pemimpin yang mempunyai
      dedikasi & loyalitas yang tinggi untuk posisi sebagai berikut :

      1. Kepala Bagian PPIC
      2. Kepala Bagian Produksi
      3. Management Representative ISO 9001

      Kualifikasi :

      1. Pendidikan S1 Teknik dengan IPK minimal 3.00 (skala 4)
      2. Pengalaman minimal 5 tahun
      3. Mempunyai komitmen, disiplin, bertanggung jawab dan jujur
      4. Mengerti administrasi, problem solver & sistem ISO 9001
      5. Harap mencantumkan salary yang diharapkan dalam surat lamaran

      Lamaran dikirim ke : pabrikkalengbogor@gmail.com sebelum 1 Agustus 2016

      Liked by 1 person

  38. Tadi baca di blog lain tentang PPIC tapi masih kurang paham.
    Trus baca disini penjelasanya menyenengkan sekali baca langsung paham😀
    makasih ya mas

    Like

  39. Pingback: siapa yang membuat soal cpns 2013Download Materi Presentasi | Free PDF Files, eBook, and Document Sharing | Download Materi Presentasi | Free PDF Files, eBook, and Document Sharing

  40. Gila ya mas Arie gosong….. salut buat pengalamannya…thanks. Saya baru 2 tahun di PPIC, masih hrs banyak belajar. Untuk sekarang sih saya belum bisa sampai masuk ke dalam alam mimpinya tuh orang-orang produksi-QC-QA-purchasing, ……tapi saya tahu kok, kalau mereka lagi melamun bengong, mesti lagi mikirin saya.
    Btw, memang pada kenyataannya masalah di PPIC selalu ada ada aja…ga semudah teorinya. Sukses selalu mas bro!!!

    Like

  41. Mas aku senin besok da interview buat posisi admin planner di perusahaan logistic apakah kerjaan nya sama dengan ppic ? Terima kasih

    Like

  42. Terimakasih tulisannya sangat bermanfaat. Besok sya ada interview untuk posisis ppic. Tolong bagi tips n trick buat lolos interview dong pak.

    Like

  43. Hallo salam kenal mas Aris.. Kata2nya gampang bgt dimengerti mas apalagi dikasih contoh jadi cepet paham ada plesetannya lagi haha makasih loh infonya 😆
    Saya jadi takut buat interview setelah baca komen2 yg lain hehe apalagi saya lulusan baru trus gak ada basic yg berhubungan dg ppic lagi. Tapi kayanya disitu sih tantangannya hehe

    Like

  44. Halo Mas, saya sudah 5 bulan ini berkecimpung di dunia PPIC. Bener banget semua yang ditulis hahaha kayaknya saya udah jadi nightmare buat orang Purchasing karena kerjaan saya tiap hari ngeributin kenapa barang saya belom didatengin. Jadi nightmare juga buat orang Produksi karena saya selalu ngoceh kalo produksi gak berjalan sesuai dengan yang saya planningin. Jadi nightmare juga buat orang QC karena sering ngoceh kalo customer butuh barang urgent tapi barang dihold QC. Sedih ya jadi salah satu pihak yang paling nyebelin satu pabrik hahaha apa daya tuntutan pekerjaan mewajibkan saya buat jadi antagonis demi kelancaran dan kesejahteraan bersama..

    Like

  45. mas saya lagi keadaan mau PKL di industri, makasih udah bikin saya ga terlalu kikuk ntar pas PKL yaaaaa hahahaha

    Like

  46. kocak tulisannya. tapi benar. saya sdh 10 tahun jadi ppic. pertama2 mmg slalu sport jantung apalagi kalo ada masalah di lapangan atau sesuatu di luar dugaan. tapi lama2 saya menikmatinya. yang jelas jadi PPIC itu di tempat saya kerja menjadi di anggap orang paling tidak berperasaan karena selalu menanyakan progress dan mengejar target. apalagi saya sering menegur kalo progress lambat dan membuat orglain jadi lembur krn target saya. orangPPIC itu tidak di senangi orang produksi.

    Like

  47. Saya baru lulus dr kuliah, saya mau ngelamar jadi PPIC, tapi setelah baca artikel diatas kok seperti menegangkan gitu ya? Apa PPIC seperti itu, jadi takut sendiri. Karena saya sama sekali ga ada pngalaman atau background di bidang PPIC.
    Apa saya perlu coba atau tidak ya kakak2?

    Like

  48. Pingback: Sebuah Godaan Untuk Menjadi Orang Baik | ariesadhar.com

  49. Kerennn… penyajian yang anti mainstream mengenai pekerjaan ini, pekerjaan yang hampir membuat saya depresi dan putus asa..🙂 artikelnya terlihat begitu indah dan menggemaskan, semoga banyak orang yang tertarik dan memasuki keadaan yang sebenarnya…🙂 semangat terus buat teman-teman yang sepropesi…..😉

    Like

  50. terima kasih kakak postingannya mantappp😀
    mau tanya donk PPIC sm PPC itu sama tugasnya atau gimana??
    saya jadi merasa tertantang ini buat ngelamar kerja di bagian itu hehehe

    Like

  51. mantap postingannyaa kakaaa (y) thumbs
    btw saya mau nanya apakah PPIC dan PPC itu jobdesknya sama??
    setelah baca postingannya saya jadi merasa tertantang buat ngelamar kerja dibagian itu hehehe

    Like

  52. penjelasan yg kayak gini ni yg mudah ane cerna, thx y pk, dr penjelasan bpk saya jd tau gambaran dasar krj’y org ppic, krn saya lulusan t.mesin jd masih 0 pengetahuan sy tentang ppic, dan semoga mental saya kuat di ppic.

    Like

  53. Hmm, menarik postingan mengenai PPIC di blog ini. Saya sudah 7th 6bln bercengkrama dengan dunia ini di perusahaan multinasional (U.S) di Jakarta. Sehingga sudah merasakan manis pahitnya, Saya bertahan hingga waktu yang lama bgtu bukan karena gaji yg lumayan cukup namun alhamdulillah saya mencintai dan loyal dengan kerjaan saya walau terkadang pernah perusahaan tidak loyal dengan saya.😦

    Like

    • Namanya perusahaan sih gitu, nggak akan loyal-loyal benar sama karyawan. Tapi karyawan yang loyal itu kunci organisasi yang kece. Tetap semangat, dan kalau ada peluang lompat, lompatlah. Hehe.

      Like

  54. Hai.. Salam kenal. Saya seorang PPIC Textile Industry di Solo. Selama 4 tahun saya ‘nyasar’ jadi PPIC, karena waktu kuliah Teknik Kimia cuma diajari PPIC 2 sks (1 mata kuliah) saja hahaha jadi saya bilang saya ‘nyasar’ masuk departemen ini. Ini pekerjaan pertama saya setelah lulus kuliah th 2012, kebetulan saya menangani marketing pasar domestik. Nopember 2015 kemaren saya dipindahtugaskan menangani marketing pasar Asia Tenggara.
    Secara kebetulan saat galau melanda karena pressure yang semakin berat, saya menemukan tulisan anda. Saya baca dari atas sampe comment2 nya, ternyata memang benar adanya.😀
    Musuh saya buaaaanyak buaaanget dari purchasing, marketing, logistic, produksi, hampir di setiap lini perusahaan membenci saya, saya yg lemah lembut ini dibilang galak, egois, tidak berperikemanusiaan. Tapi daripada mikirin haters mending mikirin gincu itulah prinsip saya hahaha, atau drpd mikirin jatuh cinta mending mikirin jatuh tempo. Jadi PPIC ituuu harus siap jadi antagonis tapi perannya penting, nafas perusahaan ada di kita. Saat ini saya sedang drop2nya mungkin (orang galak juga bisa ngedrop :D), tantangan order pasar Asia Tenggara sebelum lebaran diluar perkiaraan saya. Kalau dulu bayangan saya ‘mitos baju lebaran’ cuma ada di Indonesia, ternyata tidak benar. Ngga cuma karena lebaran, bahkan salah satu negara Asia Tenggara yang sebentar lagi pemilu pun menambah beban order saya. Kok saya jadi curhat???😀
    yowes mas pokoknya saya sedang galau, tapi ternyata disini punya banyak teman seperjuangan, mungkin ada juga yg senasib galaunya. tambahan, sepertinya bidang ini lebih banyak diminati oleh lelaki daripada wanita, mungkin lelaki lebih ngga gampang galau atau gimana entahlah😀 maaf sudah membuat blog didalam blog anda.😀 Trimakasih

    Like

  55. kerjaan ppic itu penuh warna,,,kuncinya komunikasi dan mampu dalam berkoordinasi, lihai dalam aplikasi yg serba sistem…insya alloh,,,tidak ada konflik/benturan dgn piihak produksi/marketing,, beranggapan kalo kita semua tim yg tujuannya adalah memajukan perusahaan

    Like

  56. Pas kaget juga baca ulasan ini ternyata emang PPIC itu mumet. Saya baru satu tahun jadi PPIC sekalian nyambi jadi Admin Produksi :’D Paling pusing emang kalo lagi banya order dari Marketting, apalagi kalo Marketing minta barang urgent tiba”. Sesuatu banget… (y)

    Like

    • Info Loker:

      Pabrik kaleng terbesar di Bogor membutuhkan pemimpin yang mempunyai
      dedikasi & loyalitas yang tinggi untuk posisi sebagai berikut :

      1. Kepala Bagian PPIC
      2. Kepala Bagian Produksi
      3. Management Representative ISO 9001

      Kualifikasi :

      1. Pendidikan S1 Teknik dengan IPK minimal 3.00 (skala 4)
      2. Pengalaman minimal 5 tahun
      3. Mempunyai komitmen, disiplin, bertanggung jawab dan jujur
      4. Mengerti administrasi, problem solver & sistem ISO 9001
      5. Harap mencantumkan salary yang diharapkan dalam surat lamaran

      Lamaran dikirim ke : pabrikkalengbogor@gmail.com sebelum 1 Agustus 2016

      Like

  57. jatuh cinta sama review PPIC diatas. hahahaaaaaa… benar sekali. saya newbie sih baru empat bulan cuma kayaknya udah membuat proyeksi jika bertahun tahun kedepan masih stay di ppic makin gereget kayaknya hahaa. dalam kenal bang bro ppic. (pura pura ikut cerius)

    Like

  58. halo salam kenal..
    saya sukaaaa sekali reviewnya, mas..

    saya kebetulan sudah hampir 9 tahn berkecimpung di dunia PPIC, mas..
    dengan 3 tipe perusahaan yang berbeda..

    kalo orang bilang kerjaannya cuma 2 aja? cuma ada di depan komputer??
    itu tok??
    Sambit pake parang aja apa pake golok sekalian, mas..

    hahahhha..

    buat para PPIC, tetep semangat walaupun hati galau.. Majuuuu terus walaupun badai datang..
    Ganbateeee !!!

    Like

  59. Eh buka artikel ini lagi, gra2 ada tmn yg kepo sma PPIC.
    yg nulis masih aktif aja ni.. salut..

    Salam kenal semua para PPIC.
    Sayapun PPIC, alhamdulillah 4 thun berjalan, berkecimpung dgn PO, Forcast dll.
    Dari mulai delivery, warehouse sampai sekarang planning.

    Favorit klo udah turun ke jalur, tangan tuh berasa jadi super bgt, dengan beberapa coretan maka produksipun berubah… he..he..he.. =D =D =D

    Like

  60. lumayan bisa bkin sdkit pham tntang dunia perPPICan,soalnua ane bru aja dpt twaran buat mlmar pkrjaan jdi ppic, tpi msih buta dn sma sekali blum brpengalaman.. mklum..sbelumnya cma jdi operator produksi..
    klo bleh tau, rmus excel apa sja yg sring digunakan di bidang ini..atau ada rekomendasi bku atau smcamnya..sya di ksih wktu stu blan untuk belajar..
    mohon bantuannya

    Like

  61. Mkasih gan, postingannya Lumayan bisa bkin sdkit pham dunia perPPICan..
    Ane bru dpt twaran buat nglmar krja di bgian ini.. tpi msih buta dn sma skali blum brpngalaman di bidang ini..
    Klo bleh tau, rumus excel apa sja yg pnting dn sring di gunakan.. atau ada rkomndasi buku atau smcamnya buat bljar.. biar bsa lncar nnti wktu test..
    Sngat mhon bntuannya gan, ane di ksih wktu stu blan buat bljar..

    Like

  62. artikelnya bikin ngakak, guling2, keren, ulasannya 100 persen betul, saya 15 tahun di PPIC pabrik kosmetik yang materialnya bejibun but i loved it, setahun ini terpaksa resigned karena anak, hiks…hiks…

    buat saya pekerjaan PPIC sangat menyenangkan…sekarang lagi hunting kerjaan PPIC lagi, hehehe….

    salam PPIC

    Like

  63. Sumpah ngakak udah kaya baca komik komedi ajaa, hha btw ak jg sbelum nya pernah di ppic selama dua taun, dan itu isinya kaya curhatan aku semua hha thank you sudah menghiburr😀

    Like

  64. Wkkkk..bntul bnged neh.saya kerja di ppic udh kurang lebih kurang 4th dr awalnya di kep gudang smpe jadi di ppic,itu pun di tarik-tarik biar masuk ppic klo gak di tarik keqnha kaga bakal jadi di ppic.di ppic sering bikin kesel c soal revisi,udh di planning mateng eh tibatiba revisi dongkol bukan maen..cuma ya gak bisa apaapa terima nasib aja plan ulang..hehe
    2 mgu lagi ppic ini tinggal kenangan karna saya mau resign,mau ngadu nasib di bidang laen.smoga sukses para ppic yg masih setia dng jari bergantung di mouse dan muka yg smakin kotak-kotak..GBU…

    Like

  65. dalam beberapa jam kedepan saya akan beradaptasi dengan staff PPIC lainnya. Pengalaman pertama bekerja sebagai staff PPIC..Semoga lancar..

    Like

  66. Pingback: Badan POM dan Bebiluck: Simpati yang (Seharusnya) Sama | ariesadhar.com

  67. ehm.. ehm..

    Dikarenaken 8 urat saraf saya tiba2 ketarik2…,jadi tertawa lebar smp kuping, disebabken review anda yg gemes2 nyebelin gimana gitu…, maka saya putuskan utk…”mencoba bertahan sekuat hati… jalani hidup sbg ppic lagi…”

    sekian
    terimakasih

    *matikan mic*

    best regards
    kader PPIC rindu tempat tidur

    Like

  68. salam kenal om, saya baru 4 bulan jadi admin PPIC, jujur saya belum ada pengalaman mengenai ini, kalau boleh tanya apakah PPIC juga menentukan penambahan atau pengurangn jumlah karyawan ? dan bagaimana cara menetukan upah dari tiap bagian, bagaimana rumusnya, msksih

    Like

    • Di beberapa tempat PPIC berhubungan dengan jumlah karyawan karena perencanaan produksi mencakup perencanaan SDM, tapi di tempat saya itu komunikasi bagian produksi dengan HRD. Termasuk dengan finance dengan upahnya. Mohon maaf kalau rumus itu sesuai kebijakan masing-masing perusahaan terkait SDM dan keuangannya.

      Like

      • Wahh.. bener banget nihh.. 😆😆😆😆
        Saya udah 2 taun jd PPIC d perusahaan garment.. dan itu bener2 menguras tenaga, hati dan pikiran bangett. kalo di film bawang putih bawang merah PPIC itu ibarat si bawang merahnya.. alhasil makin banyak hattersnya..
        Duhh hampir nyerah jadi PPIC.. tp karna tuntutan hidup yasudah di jalanin ajaa lagii.. tipsnya apa si biar hati tenang menjalani profesi inii?? 😆😆😆😆

        Like

  69. Salam kenal sesama PPIC, saya sudah menjadi PPIC selama 4 tahun baru kali ini baca blog tentang PPIC dan mendeskripsikan kerjaan PPIC secara detil saya jadi terbawa suasana dimana setiap celotehan blog ini saya sudah mengalami semua nya dan persis sekali seperti itu haha ketawa-ketawa sendiri. Benar benar pekerjaan yang memang gampang gampang susah, kadang orang lain melihat pekerjaan PPIC itu hanya duduk diam saja. Padahal mereka tidak tau begitu rumit nya PPIC ketika harus mempersiapkan order dari awal persiapan produksi sampai akhir produksi. Dan yg paling menyebalkan lagi jika order itu tidak sesuai harapan atau terjadi problem si PPIC pasti selalu di bawa bawa. Kerjaan berjalan baik PPIC aman kerjaan ada problem PPIC harus siap mental ya ^^
    Setelah 4 tahun menjadi PPIC saya merasa nyaman dengan pekerjaan ini, pekerjaan ini hanya butuh waktu untuk menyesuaikan dengan banyak orang dan menghafal segala macam bahan baku dari perusahaan tersebut, setelah itu dengan menggunakan intuisi kita sudah bisa menghandle nya dengan mudah.
    Semangat untuk para PPIC lain dan calon PPIC ^^

    Like

    • Duduk diam tapi kok lama banget, ya. Haha. Sudah gitu kalau geser dikit pasti karena lagi pengen marah-marah. Haha. Dan kalau kerjaan aman, PPIC nggak pernah dipuji, selip dikit dicaci😀
      Ah, berarti nggak cuma saya yang pakai intuisi. Haha.

      Like

  70. Tulisannya tentang PPIC sangat menarik dan mudah dipahami. Kebetulan saya bekerja di bagian Tax & Accounting di sebuah perusahaan FMCG tapi tertarik untuk memahami operasional perusahaan di departemen lainnya utk nambah ilmu. Mana tau besok lusa ada peluang di bidang tersebut hehe…

    Terima kasih telah berbagi. Ilmunya sangat bermanfaat. Salam…

    Like

  71. jadi merinding saya. soalnya bsok hari pertama saya masuk jd admin ppic. belum ada pengalaman sama sekali. bru selesei kuliah. di kasih training 1 minggu buat belajar. apakah cukup dengan waktu segitu untuk memahami ppic untk org awam seperti saya?

    Like

  72. Dapet tawaran ppc dari perusahaan manufactur. Jadi mikir 27 kali kalo kek gini.. bukanya banyak temen malah banyak haters -_____-‘

    Like

  73. kak aku mau nanya, kebetulan aku ngelamar di perusahaan yg bergerak di bidang heat treatment services di posisi PPIC dan kebetulan jg dpt panggilan buat interview nah bagian HRD nya ksh bocoran dikit buat interview ntar supaya saya pelajarin tentang prinsip FIFO dalam PPIC. bisa bantu ga itu maksudnya gmn? dan jawabannya apa hehe makasih

    Like

  74. Pingback: Lost in Bangka (2): Depati Amir | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s