7 Fakta Tentang Jakarta Aquarium, Nomor 6 Bikin Kayang!

 

7 Fakta Tentang Jakarta Aquarium, Nomor 6 Bikin Kayang!.jpg

Jadi ceritanya, sepulang dari dinas di Surabaya, mamanya Isto mengajak main. Mainnya lengkap sama Eyang-eyangnya Isto plus Om-nya juga. Supaya ngehits, kami main ke Jakarta Aquarium. Alasannya, tentu saja ingin mengedukasi bayi yang (kala itu) belum setahun terhadap laut. Siapa tahu jadi lebih mencintai laut. Mengingat laut adalah bagian dari tanah air. Tsah.

Nah, sudah cukup banyak review tentang Jakarta Aquarium, baik di blog maupun di Instagram. Untuk itu, saya nggak mau ngereview yang biasa saja. Jadi, saya mau menyimpulkan kunjungan ke Jakarta Aquarium tersebut dalam TUJUH FAKTA MENGEJUTKAN DAN MENCENGANGKAN TENTANG JAKARTA AQUARIUM. Jangan lupa, NOMOR ENAM BIKIN MELONGO!1!11!

1. Memindahkan Laut ke Mal

Pertama-tama, Jakarta Aquarium ini bukan tipu-tipu. Benar-benar berupa akuarium dan benar-benar letaknya di tengah kota Jakarta, tepatnya di Mal Neo Soho dengan akses masuk di Lower Ground. Artinya, itu ikan-ikan hidup di dalam mal. Sepanjang waktu! Ikan-ikan (dan hewan-hewan lainnya) sungguh lebih milenial daripada para milenial yang nge-mall.

Jadi kalau lagi pertemuan piranha, maka piranha dari Jakarta Aquarium bisa sombong sama piranha dari Sungai Amazon. “Gue sih tinggalnya di mal. Kawasan premium. Emang situ, tinggal di hutan?”

Yiha!

JA7

Suasana laut, termasuk juga penataan cahayanya sangat dipikirkan. Jadi, kira-kira ya serupa dengan di bawah laut. Makanya Jakarta Aquarium ini bukan berupa ruangan terang benderang belaka, tapi remang-remang sebagaimana di bawah laut situ. Sudah jelas juga suhunya diatur sedemikian rupa. AC-nya juga. Dan dengan demikian, seluruh kegiatan itu menyebabkan fakta kedua! Continue reading

Advertisements

Pertarungan Cebok di AEON

Pertarungan Cebok di AEON

Hari libur, Mama Isto lagi pengen makan sushi, katanya. Kebetulan, kontrakan kami nggak jauh-jauh benar dari mal yang begitu hits dengan hal-hal berbau Jepang, AEON. Jadilah kami memutuskan untuk dolan ke mal yang pada jam sibuknya itu bahkan lebih tidak manusiawi daripada sekadar ITC tersebut. Dolan membawa anak bayi. Yiha.

Benar saja, begitu sampai dan mengarah ke tempat makan AEON, kami gagal mendapatkan bangku. Banyak bangku kosong, sih, tapi diakui oleh bapak atau ibu di sebelahnya sebagai ‘ada orangnya’, meskipun saya pantau 10 menit ya nggak ada orang sama sekali yang menduduki kursi tersebut. Yha, mungkin tuyul mereka yang ikutan makan sushi.

Jadilah kami minggir ke sisi lain AEON yang boleh disebut sebagai food court-nya. Tempat diperoleh, makanan dipesan, hidup bahagia. Lebih bahagia lagi karena Istoyama makannya lahap sekali. Sampai ramen yang notabene buat bapaknya diembat juga. Padahal ramennya spicy sekali, tapi dia tampak tidak gentar sama sekali.

salted pasta

Photo by Dana Tentis on Pexels.com

Kalau lagi bertiga saja, saya dan Mama Isto memang makan bergantian. Salah satunya akan fokus pada Isto. Entah menyuapi, entah sekadar mengajak main. Ketika jatah ramen saya tandas, tentu gantian dengan mamanya. Saya lalu membawa Isto ke sebuah kereta dorong milik seorang bayi lainnya yang sedang terlelap di meja sebelah. Dalam hal ini, AEON memang termasuk salah satu mal paling ramah. Masalahnya, pengunjungnya warbiyasak banyaknya. Jadilah, baik stroller maupun kereta dorong yang banyak itu habis juga.

Baru dua langkah Isto napak di AEON, saya mencium bau yang cukup familiar. Sigap, saya mengangkat pantatnya dan mencium aroma yang memang familiar.

Yeah, bayi ini pup, saudara-saudari.

Bagi saya, tempat-tempat yang dipilih Istoyama untuk pup memang mengagumkan. Sebelumnya, kami pernah lari-lari di Living World karena dia juga pup dan bocor. Tentu juga termasuk di langit sebagaimana kisah sebelumnya. Masih ada juga di Gereja ketika momen paling sakral. makanya, ini mah biasa saja.

Karena mama Isto masih makan dan cari bangku di AEON itu susahnya kayak cari politisi jujur, jadilah saya putuskan untuk mengeksekusi pup ini seorang diri. Dalam bayangan saya, toilet difabel pasti sepi dan sebagaimana di bandara, saya bisa menguasai keadaan dengan cepat dan menuntaskan pup ini dengan bahagia.

Kuwi kan karepmu, Cuk.

Begitu ditemukan, ternyata toilet difabel–apa toilet family kali, yha–antre! Ada 2 bayi yang tampaknya juga pup sedang diantrekan oleh orangtuanya. Pada saat yang sama, polah Isto yang sudah tyda nyaman semakin menjadi. Saya tidak akan bisa menanti 3 bayi kelar cebok dengan bayi di tangan kelakuannya mirip Demian. Melepaskan diri wae kerjanya.

Nah, saya kemudian memilih membawa Isto ke toilet cowok. Sepengalaman saya, jarang ada bapak-bapak bawa bayi ke toilet cowok, jadi mestinya tidak akan ngantre.

Untunglah ini AEON, toiletnya ternyata ciamik. Di sudut, toiletnya dua kali lipat luas sebelahnya, dengan sebuah bangku anak. Toilet semacam ini sungguh saya apresiasi karena mendukung bapak millennial kayak saya.

Screenshot_1496

Begitu mendapat ladang perang yang terang, segera Isto saya eksekusi. Bocornya sudah lumayan menyebar dan baunya juga asyik. Bau asyik? Hmmm.

Masalahnya adalah karena dia benar-benar bertingkah dengan gerakan yang tiada kunjung berhenti. Apalagi ternyata di toilet bagus ini, semprotannya bukan yang pakai selang, melainkan pipa kecil bawah s*lit. BAGAIMANA COBA SAYA MAU NYEMPROT EEK YANG BERTEBARAN DI SEANTERO PANTAT?

white toilet paper

Photo by hermaion on Pexels.com

Ini gunanya jadi orangtua, banyak-banyak belajar! Dengan sedikit pemahaman dan pemaksaan, saya bisa membuat Isto diam di kloset untuk kemudian saya semprot pelan-pelan pakai semprotan bawah sil*t itu. Ngucur hanya sedikit, pula. Heu.

Jadi, akhirnya tangan juga yang bermain. Ya nggak apa-apa, memang eek anak sendiri bukan dosa, cuma jorok aja. Akan tetapi daripada ampas-ampas feces itu berceceran ke lantai, jadi ya sudah. Kerjakan!

Selesai membersihkan pantatnya, PR lanjutan adalah mengenakan pampers dan pakaian pada bayi yang menemukan WC luas ini sebagai arena merangkak yang tepat. Dua pria, satu tua satu muda, saling berkejaran di dalam toilet. Itu kalau bapak/ibu yang saya audit sehari-hari tahu, citra saya sebagai auditor kejam bisa luntur seketika.

Begitulah, bayi belum setahun itu tangguhnya minta ampun. Jadi malah bapaknya yang lelah. Sesudah bertarung setengah mati, diapers dan celana akhirnya terpasang sempurna. Pada saat yang sama, WC AEON ini jadi berantakan tiada terkira. Untuk itu, biarkan saja dia mainan terlebih dahulu. Bapaknya yang uzur ini tarik nafas dulu:

Screenshot_1497

BAPAK MACAM APA MEMBIARKAN ANAKNYA DUDUK DI TOILET? LAPOR KAK SETO! Yowes, karepmu. Yang jelas, daripada dia malah merambah diapers penuh pup? Daripada dia masuk ke kloset? Daripada dia tidak mengakui saya bapaknya?

Asli, pengalaman ini seru sekali. Keliling Indonesia, ketemu Sekretaris Daerah beberapa Provinsi, menemukan kekurangan volume pekerjaan, dll tiba-tiba nggak ada apa-apanya dibandingkan sebuah aktivitas sederhana: menangani bocah yang pup di mal. Punya anak dan kemudian menjadi orangtua memang hal yang luar biasa.

Untuk menutup momen indah itu, akhirnya kami mengambil pose wefie dengan bahagia seraya berkata, “Sampai jumpa, wahai Netizen, pada kisah-kisah bapak millennial selanjutnya.”

Screenshot_1498

Ketika Rakyat Jelata Naik Kereta Api Kelas Priority

KETIKA RAKYAT JELATA NAIK

Menjelang arus mudik dimulai, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan sebuah gerbong mewah yang dikenal dengan kereta sleeper. Banyak rakyat jelata yang sekadar kagum pada liputan televisi maupun media mainstream, soalnya harganya memang tinggi, sebagaimana biaya hidup keluarga kalau anak di daycare.

Sebelumnya, sejak Maret 2018, PT. KAI telah menelurkan varian baru dalam layanannya. Sebuah gerbong dengan kapasitas hanya 30 orang, seat yang lega—tidak seperti hati oposisi yang kalahan, hiburan yang, enggg, yang penting ada hiburan. Seluruh layanan itu berada di kelas Priority, dengan harga dua kali lipat kelas eksekutif.

Sebagai rakyat jelata yang mendapat Tunjangan Hari Raya (THR), sudah tentu saya ingin mengembalikan uang yang saya terima untuk memperkuat negara. Salah satu bentuk kontribusi yang bisa saya lakukan adalah dengan menggunakan produk BUMN. Supaya fix masuk ke negara, maka saya gunakan layanan satu-satunya BUMN yang memonopoli jalur rel di Indonesia, PT. KAI. Supaya sumbangannya banyak, ya saya pilih harga yang paling mahal dong. Nah, karena kereta sleeper yang hits itu belum tersedia untuk rute mudik ke rumah Eyangnya Isto, jadi saya ambil kelas Priority.

KETIKA RAKYAT JELATA NAIK (1)

Soal kelas-kelas di kancah perkeretaapian itu sebenarnya nisbi belaka kok. Nyatanya, untuk KA Argo Parahyangan, rangkaian ekonomi, eksekutif, hingga Priority jadi satu rangkaian. Semuanya berangkat pada waktu yang sama dan sampai pada waktu yang sama. Pemandangan ciamik sepanjang Cimahi-Purwakarta dan sebaliknya juga sama. Hanya pegal kaki yang berbeda. Jadi ini bukan soal waktu yang diutamakan, tetapi pelayanan.

Gerbong Priority ini hanya ada 1 dalam rangkaian KA Argo Parahyangan. Letaknya di ujung pula. Secara prinsip benar, sih, bahwa gerbong Priority ini privat. Nggak boleh ada orang lewat kecuali penumpang yang punya tiket. Hanya saja, menjadi masalah ketika naiknya dari Stasiun Cimahi karena peron beratapnya tidak panjang. Masak sudah beli tiket mahal-mahal harus kepanasan di peron? Saya, misalnya, naik dari tengah rangkaian, tepatnya gerbong ekonomi terakhir, melewati restorasi, lanjut lewat 4 gerbong eksekutif, barulah sampai ke Priority. Dalam penghayatan, ini ibarat kehidupan: bersusah-susah dahulu, Priority kemudian.

woman wearing maroon velvet plunge neck long sleeved dress while carrying several paper bags photography

Photo by bruce mars on Pexels.com

Suasana luks di gerbong Priority sudah tampak dari bordes. Sudah berkarpet dan dindingnya penuh ornamen kayu. Mungkin karpetnya juga berperedam sehingga kebisingan khas bordes juga kurang. Makanya, kalau ada yang berisik-berisik—baik cangkem maupun tweetnya—Itu mbok ya diberi peredam biar tenang.

Begitu masuk, saya langsung merasakan tatapan heran dan takjub penumpang lain. Mungkin merasa kagum ada orang bermuka susah, pakai kaos ‘I Hate Mojok’, bisa beli tiket kelas Priority. Beuh, mereka mana tahu kalau tiket itu saya cicil melalui skema 0% selama 12 bulan melalui Tokopedia. Artinya, saya bayar 600 ribu, cicil 50 ribu sebulan, itu juga sudah dapat cashback 60 ribu yang sudah dipakai untuk membeli popok. Terima kasih, promo!

Bangku di kelas ini sungguh lapang, jelas berbeda dengan kelas ekonomi yang terbilang sempit seperti himpitan ekonomi. Bangku itu juga ditunjang dengan on-board entertainment berupa layar monitor di masing-masing seat. Hiburannya memang baru sekadar film dan audio. Ada Wi-Fi, tapi begitu dicoba kurang memuaskan juga.

KETIKA RAKYAT JELATA NAIK (2)Pada bagian belakang gerbong—kalau dari Bandung—ada minibar yang menyediakan free kopi, teh, dan makanan ringan. Free? Wong mbayar dua kali lipat kok free. Minibar ini sekaligus bisa menjadi tempat PDKT, lobi politik, hingga pembahasan makar kalau memang bernyali. Minibar ini juga menjadi penanda penumpang memang rakyat yang kaya atau sok kaya. Yang sok kaya, melihat kopi dan gula sachet bertebaran bisa dipastikan akan ngembat beberapa buah untuk bekal di rumah nanti. Yang kaya beneran, bahkan ke minibar saja tidak. Yang jelata kayak saya, cukup minum 3 gelas kopi selama 3 jam perjalanan. Lumayan, gratis dan tetap jujur.

Penumpang juga berhak atas sekotak makanan ringan yang terdiri dari roti basah dan sebotol air mineral. Rotinya juga nggak sembarangan: merk terkemuka, bukan pendukung penista agama, dan jumlahnya tiga biji pula. Rakyat jelata pasti senang mendapatkan jatah seperti ini.

KETIKA RAKYAT JELATA NAIK (3)Untuk barang, bisa ditaruh di bagasi atas, sebagaimana naik kereta api pada umumnya, hanya saja desainnya pakai pintu sehingga cenderung lebih aman, tapi lebih sempit. Akan sulit untuk membawa benda-benda seperti kulkas, ayam jago, brankas, hingga tanah lima karung jika menggunakan layanan di Priority.

Satu hal yang pasti, dengan adanya gerbong Priority ini, PT. KAI sukses mengambil ceruk lain penumpang. Salah satunya adalah penumpang kepepet. Dulu, saya pernah harus ke Jogja secara dadakan. Tiket pesawat sudah habis semua, kecuali kelas bisnis. Karena memang kudu ke Jogja, terpaksa tiket yang harganya sekali gaji itu saya ambil. Ceruk rakyat kepepet semacam ini pasti selalu ada, selain ceruk rakyat yang kebetulan tajir dan selalu suka kemevvahan.

Untuk hal ini, PT. KAI telah sukses menjadi perusahaan yang cerdas dalam memberikan faedah untuk rakyat dan negeri. Jelas lebih berfaedah daripada orang-orang yang dibayar pakai uang negara tapi kerjanya nyinyir belaka.

Tips Memilih Hotel Murah Saat Liburan

Pic_ @lunastevens1.jpg

Pada saat liburan, biasanya kita menginginkan beberapa fasilitas yang bisa memenuhi kebutuhan dan kenyamanan. Termasuk tiket promo Batik Air murah ke tujuan liburan. Demikian pula halnya jika kita liburan bersama keluarga. Yang jelas, kenyamanan harus diprioritaskan jika liburan bersama keluarga. Lain lagi jika liburan sendirian atau liburan dengan teman-teman. Lebih lain lagi kalau perjalanan dinas pakai SPPD. Pokoknya lain.

Liburan bersama teman-teman biasanya akan lebih mudah untuk adanya penyesuaian dengan kondisi yang ada, berbeda dengan liburan bersama keluarga karena harus lebih memprioritaskan dan mementingkan kenyamanan keluarga. Apalagi kalau membawa anak-anak yang pada dasarnya mudah rewel dan juga mudah bosan dengan kondisi yang monoton pada saat liburan.

Dengan kondisi demikian, salah satu hal yang bisa disiasati adalah dengan memilih hotel yang sesuai dengan kebutuhan kita saat liburan. Beruntung jika ada promo hotel Bali di Reservasi yang akan menghemat bujet liburan selama berada di pulau Dewata, Bali, seperti halnya Luna Stevens pada gambar di atas, yang liburan ke Ubud bersama Sandy Walsh, kekasihnya.

clouds cloudy agriculture farm

Photo by Skitterphoto on Pexels.com

Bandingkan dan Pilih yang Sesuai Kebutuhan
Untuk mendapatkan promo hotel Bali di Reservasi, bisa berdasarkan harga ataupun fasilitas yang paling baik. Jika pencarian didasarkan pada harga hotel paling murah kamu akan mendapatkan daftar hotel murah di Bali yang bisa kamu pilih (YAIYALAH!).

Ketika memilih hotel murah di Bali juga jangan terpaku pada harganya yang murah saja, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan. Terutama jika kita membawa keluarga,  baik anak-anak atau orang tua, atau keluarga lain yang lebih banyak daripada biasanya–misal keluarga tetangga. Jika pun sangat sulit untuk mendapatkan hotel murah di Bali untuk keluarga, tentu tidak ada salahnya mengeluarkan biaya lebih mahal sedikit daripada tidak bisa mendapatkan kenyamanan untuk keluarga tercinta. Atau, nggg, nggak usah liburan sekalian.

Sesuaikan Dengan Dana yang Ada
Jika sudah mendapatkan tiket promo Batik Air ke Bali, saatnya mencari promo hotel murah di Bali melalui beberapa online travel agent ataupun melalui hotel secara langsung yang menawarkan promo liburan ataupun promo yang berkaitan dengan hari ulang tahun mereka masing-masing. Atau juga, nggg, Government Rate. YIHA!

Salah satu caranya adalah dengan mengikuti beberapa akun media sosial online travel agent yang terpercaya, atau mengikuti beberapa grup pemburu tiket murah atau pemburu diskon hotel. Grup macam ini biasanya selalu update memberikan informasi-informasi tentang diskon hotel ataupun promo tiket murah bagi para traveler yang memang sedang membutuhkan liburan dengan dana yang minimal–a.k.a kere–namun tanpa mengurangi kenyamanan. Apalagi harus memikirkan dana lain seperti menyiapkan bujet untuk tiket promo Batik Air ke tempat tujuan.

Cari Lokasi yang Strategis
Lokasi strategis memang kerap kali menjadi salah satu dilema ketika memilih hotel karena rata-rata murah tapi cukup jauh dari stasiun atau terminal atau malah tempat tujuan yang mengakibatkan kita harus berjalan kaki lebih jauh. Eh, ini zaman ojek online, ding. Apalagi di Bali banyak.

woman standing on seashore

Photo by Artem Bali on Pexels.com

Tapi anggaplah kita jalan kaki beneran, kita bisa berpikir positif. Berjalan kaki lebih banyak itu lebih sehat. Cara seperti ini mungkin memang kurang bisa diterima oleh masyarakat Indonesia yang lagi liburan tapi kehidupan kaum urban luar negeri malah lebih banyak berjalan kaki daripada duduk di rumah atau di kantor dengan segudang pekerjaan yang tidak tuntas tuntas.

Cari Tahu Fasilitas yang Diberikan
Meskipun terdapat promo hotel Bali di Reservasi namun ada baiknya juga kita mencari tahu fasilitas yang akan diberikan apalagi kalau memang membawa serta anak-anak ataupun orang tua yang jelas punya kebutuhan khusus, misalnya seperti fasilitas lift sehingga lebih mudah untuk naik turun. Akses keluar masuk kamar ataupun beberapa fasilitas umum lainnya seperti playground juga berlaku. Beranda untuk orang tua yang kerap kali membutuhkan udara segar pada saat pagi hari juga bisa. Dengan pencarian terlebih dahulu, kamu bisa mengetahui fasilitas hotel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak menyesal dengan harga yang sudah ditawarkan.

Ketahui Kebijakan Hotel
Mengetahui kebijakan hotel menjadi salah satu hal yang kerap kali dilupakan. Padahal satu hal yang harus dilakukan di awal adalah mengetahui kebijakan hotel terutama jika membawa anak-anak, karena nyatanya tidak semua hotel bisa mengizinkan anak-anak menginap dengan gratis. HAREE GENEE.

two toddler wearing red and gray dresses

Photo by Artem Bali on Pexels.com

Beberapa hotel memiliki kebijakan masing-masing. Misalnya ada hotel yang mengizinkan anak usia dibawah 7 tahun bisa menginap gratis, namun ada juga hotel lain yang tidak mengizinkan anak usia diatas 7 tahun untuk menginap gratis. Informasi seperti ini perlu diketahui lebih awal agar tidak terjadi miskomunikasi ketika sudah berada di lokasi tempat menginap yaitu hotel yang dipilih.

Kebijakan hotel wajib untuk diketahui oleh para tamu hotel terutama jika kamu ingin liburan ke luar negeri seperti ke Singapura ataupun Hongkong yang memiliki kebijakan hotel masing-masing. Ini berbeda jauh dengan kebijakan hotel di Indonesia yang lebih longgar dan lebih fleksibel untuk menerima anak-anak di bawah umur tanpa harus menambah biaya extra bed.

Biarlah Murah Asal Nyaman
Tidak semua hotel menawarkan fasilitas yang sepadan dengan harga yang diberikan. Inilah fungsinya melakukan riset dan survei terlebih dahulu melalui sumber-sumber yang ada di internet seperti TripAdvisor ataupun komunitas wisata lainnya yang bisa memberikan informasi tentang hotel yang hendak dipilih ketika liburan.

woman sleeping on sofa with throw pillows

Photo by bruce mars on Pexels.com

Untuk memilih Hotel jangan pernah hanya berpatokan pada harga namun pada fasilitas yang ditawarkan. Biar murah, asal nyaman tentu tidak ada masalah yang penting anak-anak menginap dengan nyaman dan bisa beristirahat dengan tenang.

 

Balada Bayi Pup di Ketinggian 34000 Kaki Dpl

Ini sisa #IstoMudik2018 yang lalu. Bayi millennial yang satu itu sebelumnya sudah naik pesawat 2 kali. Jakarta ke Jogja pulang pergi. Jogja doang, selow. Tantangan berikutnya lebih mantap. Penerbangan 1,5 jam ke Padang. Istoyama mau paskahan di Gereja tempat Bapaknya belajar agama.

Penerbangan ke Padang dijalankan dengan sukses. Sengaja saya pilih penerbangan pukul 06.15 karena menurut jadwal Daycare, kurang lebih 06.30 sesudah mandi, Istoyama akan tidur dengan durasi ya 1-2 jam. Harusnya pas.

Keberangkatan sukses. Dengan demikian, Isto telah 3 kali terbang dengan pola ciamik. Tidur sejak take-off dan baru menggeliat saat landing. Saya cukup bangga dengan kemampuannya beradaptasi pada perjalanan.

Singkat kata, perjalanan pulang dilakoni dengan naik travel AWR bayar 3 seat. Karena pukul 5 pagi, jadi si bayi ini statusnya juga masih lelap. Ibarat berangkat ke Daycare saja jadinya. Tapi naik mobilnya 2 jam. Continue reading

Jelajah Pulau Timor Bersama Skyscanner

Screenshot_1352

[Blog|Ariesadhar.com] Pulau Timor adalah satu dari tiga pulau di Indonesia yang berbatasan darat dengan negara tetangga. Dua lainnya adalah Kalimantan (dengan Malaysia) dan Papua (dengan Papua Nugini).

Pulau Timor yang masuk dalam Provinsi NTT ini berbatasan langsung dengan Timor Leste. Uniknya, di Pulau Timor juga, ada sempalan daerah yang menjadi bagian Timor Leste. Hasil referendum yang menyebabkan hal ini terjadi. Tadinya, seluruh Pulau Timor adalah milik Indonesia hingga kemudian Provinsi Timor Timur berubah menjadi negara sendiri, Timor Leste.

jelajah-pulau-timor-skyscanner-artflakes.jpg

Sebentar. Kok gambarnya buaya?

Heuheu. Begini, dari cerita rakyat diketahui bahwa Pulau Timor secara mitologi tidak bisa dijauhkan dari buaya. Berbagai versi berkembang, namun intinya adalah persahabatan manusia dengan buaya. Sang buaya kemudian mati dan tubuhnya menjelma menjadi Pulau Timor. Dipikir-dipikir, lekuk Pulau Timor memang nggak jauh-jauh dari buaya. Termasuk juga kerasnya tanah berbatu yang juga tidak beda dengan kerasnya kulit buaya.

Apalagi, Pulau Timor menyimpan beraneka ragam tempat wisata ciamik! Tinggal mengurutkan lokasi dari Kupang, SoE, hingga ke Atambua, kita dapat menemukan beragam tempat untuk dikunjungi dan melepas lelah.

Lantas bagaimana caranya menuju Pulau Timor?

Akses utama menuju Pulau Timor tentu saja melalui Kota Kupang yang merupakan ibukota Provinsi NTT dan berada di ujung barat Pulau Timor. Bandara di Kupang, El Tari, terbilang mudah dijangkau dan cukup dekat dengan kota serta sudah bisa disebut bandara modern.

Cukup banyak pesawat menuju Kota Kupang, ada yang transit Denpasar, ada juga yang transit Surabaya. Rata-rata, pesawat pasti mendarat di Kupang sebelum kemudian melanglang buana ke kota-kota lain di NTT. Semua rutenya bisa diperoleh lewat Skyscanner, situs pencarian tentang travel yang terdepan secara global dan merupakan tempat para petualang merencanakan perjalanan serta melakukan pemesanan langsung pada harga terbaik. Saya sendiri tiba di Kupang menggunakan Tiket Pesawat Garuda dengan pilihan penerbangan yang paling pagi dan armadanya pesawat yang tidak besar namun nyaman.

jelajah-pulau-timor-skyscanner-idcorners-info.jpg

Informasi yang kita peroleh dari Skyscanner terbilang komprehensif karena adanya teknologi unik yang menghubungkan pengguna pada semua hal yang ditawarkan oleh industri travel serta dengan adanya 1.200 partner untuk produk bisnis. Kita jadi tahu kota-kota yang ada penerbangan langsung dari Kupang–dan kota-kota lainnya juga. Dengan demikian kita bisa menghemat waktu dengan mempersempit pencarian. Lumayan waktunya bisa buat ganti pokok Istoyama.

Skyscanner sendiri telah didirikan tahun 2003, merupakan bagian dari grup Ctrip dan mempekerjakan 900 staf pada kantor-kantor yang berada di Barcelona, Beijing, Budapest, Edinburgh, Glasgow, London, Miami, Shenzen, Singapura, hingga Sofia. Seperti layaknya organisasi yang berkembang, Skyscanner memiliki visi menginspirasi para traveler di seluruh dunia untuk melakukan pencarian semudah mungkin melalui teknologi berkelas dunia.

Oya, satu hal yang menarik sebelum mendarat di Bandara El Tari adalah jika beruntung kita dapat menikmati keindahan Pulau Semau, sebuah pulau kecil di seberang Kota Kupang. Ini adalah preview sebelum kita menikmati keindahan pantai-pantai lain di Pulau Timor.

jelajah-pulau-timor-semau-skyscanner.jpg

Continue reading

Danau Linow, Tempat Nongkrong Zaman Now

Danau LinowTempatNongkrongZaman Now

Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan pada posisi tidak bisa menolak, juga pada posisi tiba-tiba bersua tempat-tempat baru. Ya begitulah kisah saya bisa nyasar sampai Danau Linow ini.

Perjalanan ke Danau Linow sebenarnya beberapa jam lebih awal daripada kisah Tunan. Hanya karena Tunan terlalu sayang untuk ditunda kisah dan keindahannya, makanya Linow harus rela ditaruh agak ke belakang.

Danau Linow terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Tomohon diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Jelas, seperti Bukittinggi, namanya diapit gunung pasti ujungnya adalah sejuk. Kesejukannya begitu terasa karena jendela mobil dibuka, mengingat jalanannya yang naik turun bak hubungan Dilan dan Milea. Sesekali, sebelum tiba di Kota Tomohon dari Manado, kita akan melihat kebun bunga. Wajar, Tomohon punya julukan Kota Seribu Bunga.

Jarak Danau Linow dari Kota Manado kurang lebih 30 km atau sekitar 1 jam perjalanan versi teori. Di Manado yang macetnya lumayan, bisa menjelma jadi 1,5 jam. Danau Linow sendiri berada 3 km arah barat dari Kota Tomohon.

 

“Itu gunung apa, Pak? tanya kami kepada Pak Martin yang bawa mobil.
” Gunung Lokon.”
“Aktif?”
“Aktif.” Continue reading

Mengenang Mantan di Pantai Oetune

pantai_oetune_6

“Pokoknya, apik, Mas. Nggak rugi.”

Demikian salah satu rayuan gombal yang saya terima dalam kaitannya dengan pantai-pantai di sisi selatan Pulau Timor. Pria-pria zaman now memang suka terjebak urusan menggombali dan digombali. Akan tetapi, saya tentu tidak meragukannya, karena Indonesia adalah surganya pantai. Terlebih ini laut selatan, yang memang dikenal ganas. Ganas indahnya tapi juga ganas ombaknya.

Apalagi, pembangunan di NTT sudah cukup lumayan. Bahkan jika dibandingkan dengan kali pertama saya menginjakkan kaki ke NTT, tepatnya di Kota Kupang. Maka, ketika ada kesempatan untuk melihat pantai di selatan Pulau Timor, tentu saya tidak akan mengabaikannya.

Ada beberapa pantai cakep di selatan Pulau Timor. Akan tetapi, saya hanya sempat menginjakkan kaki di dua pantai saja. Dua pantai yang karakteristiknya benar-benar berbeda: Oetune dan Kolbano.

Pantai pertama yang saya kunjungi adalah Pantai Ouetune. Pantai ini terletak di Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Pantai Oetune menawarkan kombinasi hamparan pasir putih yang lembut, gelombang ombak yang pecahnya agak berbeda–mungkin karena pantai selatan–, Pohon Lontar yang berdiri dalam rentang 6 hingga 8 meter, plus padang pasir yang cukup luas untuk sekadar ambil foto Instagram. Dalam sudut pandang foto tertentu, apalagi kalau bisa menghadirkan unta kita sudah bisa berpose seolah berada di Timur Tengah. Semuanya dilindungi oleh langit yang birunya menenangkan.

pantai_oetune_2

Tidak perlu khawatir akan hujan karena NTT sendiri adalah provinsi dengan curah hujan yang rendah. Tapi khawatirlah bisa pipis dengan higienis atau tidak di pantai ini. Ah, nanti di bawah saya kisahkan. Continue reading

Menikmati Benang Setokel dan Benang Kelambu di Geopark Rinjani

Menyebut Rinjani adalah membincang kemewahan, sebuah profil gunung yang bisa mempengaruhi apapun. Belum lekang dari ingatan tentang abu vulkanik Rinjani yang sampai bikin jalur penerbangan ditutup. Rinjani yang seolah paku yang memantek Pulau Lombok agar tidak kemana-mana itu memang punya pesona yang tiada tandingnya.

Maka, pada suatu siang, saya melangkahkan kaki ke kaki Rinjani. Cukup kakinya dulu, Rinjaninya yang benar mungkin nanti saja. Kurang lebih 1 jam perjalanana dari Senggigi, saya dan teman-teman tiba di GeoPark Rinjani.

Mau apa di kaki Rinjani? Ah, percayalah sobat, bahwa kakinya saja sudah luar biasa. Satu set perjalanan singkat telah diatur agar kami bisa merasakan hawa segar kaki Rinjani plus rasa segar air yang mengalir di sekitar Rinjani.

Dari pintu masuk GeoPark Rinjani, kami diarahkan ke sebuah rumah. Rupanya ara harga yang harus dibayar untuk menikmati kesegaran mewah Rinjani. Kurang lebih 10 ribu per orang, pastinya saya lupa. Selepas kena todong tarif mengejutkan di Anyer pekan sebelumnya, angka-angka di tempat wisata lain sungguh menjelma jadi receh belaka.

Di tempat itu pula kami diberi informasi bahwa ada beberapa air terjun yang bisa dikunjungi di GeoPark ini. Dua yang utama adalah Air Terjun Benang Setokel dan Air Terjun Benang Kelambu. Continue reading

Liburan Akhir Tahun di Tengah Kota Jakarta

Apakah hal yang lebih menyebalkan daripada Dora yang bertanya terus menerus padahal jawabannya sudah kelihatan di layar televisi? Yup! Rencana libur yang gagal. Seperti yang saya–dan beberapa teman–alami akhir tahun ini.

Seorang teman yang bekerja di kantor pemerintah tiba-tiba diminta masuk kantor pada 27-28 Desember untuk membuat laporan yang katanya akan diserahkan kepada Presiden Jokowi. Teman yang lain diminta membatalkan cuti yang sebelumnya telah disetujui karena ada pertemuan mendadak. Pertemuan yang menurut terawangan akan batal juga. Kasihan pokoknya. Oh, kasihan dan menyebalkan pada saat yang sama karena sebenarnya kegiatan-kegiatan semacam ini bisa direncanakan jauh-jauh hari. Sejauh harapan untuk balikan dengan mantan.

Namun, apapun yang terjadi, semua harus berjalan. Dan salah satu caranya adalah untuk tetap berlibur akhir tahun meskipun pada akhirnya perencanaan kota-kota seperti Jayapura, Semarang, Bandung, Pangkal Pinang, dan lain-lain itu berubah signifikan menjadi… Jakarta. Deuh.

Nah, lantas apa saja yang harus diperhatikan dan dapat diperbuat dalam rangka liburan akhir tahun di tengah kota Jakarta?

Tur Museum

Jakarta sebagai kota yang terbilang maturitasnya tingkat tinggi, juga dikenal dengan warisan budaya nan tiada duanya. Salah satunya adalah sederet museum yang letaknya tidak saling berjauhan dan bahkan berada di sekitar Jakarta Pusat. Artinya, dalam satu hari saja, kita bisa keliling ke beberapa museum sekaligus menikmati kenangan-kenangan tentang sejarah masa silam kehidupan di Jakarta–yang tambah lama tambah bikin penat itu.

Museum Taman Prasasti (Kompas.com)

Beberapa museum yang dapat dituju antara lain Museum Sejarah Fatahillah, Museum Taman Prasasti, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Kebangkitan Nasional, hingga Museum Sumpah Pemuda dan Museum MH Thamrin. Dua nama yang disebut belakangan bahkan bisa dicapai dengan jalan kaki saja.

Bagaimana? Menarik, bukan?

Tur Mal

Jakarta juga dikenal sebagai kota tempat mal bertumbuh dengan begitu hebat. Mal-mal baru selalu ada dan muncul meski kemacetan di sekitar mal lama sudah begitu padat. Nah, di tengah Jakarta yang mungkin sepi karena musim liburan, sebenarnya kita bisa berkunjung ke beberapa mal penting. Salah duanya adalah Grand Indonesia dan Plaza Indonesia yang depan-depanan serta berdekatan dengan Bundaran Hotel Indonesia. Kata teman saya yang tinggal di Jerman sana, isi Grand Indonesia itu kayaknya satu kota dia di sana. Heuheu.

Kota Kasablanka (Tripadvisor.com)

Selain itu, di tengah Jakarta kita bisa bersua dengan mal-mal unik seperti Kota Kasablanka (Kokas) yang terkenal ngehits, Plaza Senayan yang dikenal dengan jam jogetnya, hingga Mal Taman Anggrek yang punya layar LED berukuran raksasa, mengalahkan ukuran gabungan beberapa lapangan futsal.

Dekat Kantor

Nah, karena ini statusnya adalah disuruh masuk kerja pada saat seharusnya libur, maka penting bagi kita memilih tempat berlibur akhir tahun di tengah kota Jakarta yang dekat dengan kantor. Pemilihan tempat yang dekat dengan Sudirman atau Kuningan dapat menjadi pilihan. Niatnya adalah sepulang kerja tidak perlu ribet lagi naik KRL Commuter Line atau bis atau motor untuk menikmati hidup. Tinggal order yang online-online pada jarak dekat dan kita sudah bisa pura-pura bahagia di tengah kota meski gagal libur ke tempat yang jauh.

Harga Bersaing

Nah, di tengah kota itu apakah berarti harus di hotel nan bagus-bagus dan tinggi-tinggi? Tidak juga! Meski berada di tengah kota, kita bisa kok mendapatkan penginapan dengan harga bersaing. Salah satunya adalah dengan menggunakan RedDoorz. Untuk kepentingan kita yang akan tur museum dan tur mal namun nggak boleh jauh-jauh dari Sudirman dan Kuningan, maka RedDoorz Near Perbanas Jakarta menjadi salah satu opsi yang ciamik untuk dieksekusi.

Saya sendiri adalah pelanggan lama RedDoorz dan sudah berulang kali berhasil menginap di tengah kota Jakarta dengan anggaran yang minimalis tetapi tidur yang maksimal. Saya sudah, bagaimana dengan kamu? Selamat berlibur walaupun nggak jadi boleh cuti, yha. Nikmatilah. Heuheu.