Kalau Doktor dan Profesor Saja Mempercayai Hoax, Siapa Lagi yang Bisa Kita Harapkan?

Pertama-tama, saya mohon maaf kalau tulisan kali ini rada serius, dan semoga tidak meninggalkan ariesadhar.com sama sekali. Serial Lost in Bangka masih akan berlanjut sesudah ini, kok. Tenang saja, nanti akan dilengkapi kesegaran kisah dari Palu juga.

Tadi sepulang dari Palu, saya membaca dinding Facebook. Sejujurnya saya sudah jengah dengan linimasa ini karena yang disebar makin lama makin banyak kebohongan. Ya, seperti sering saya bilang, karena jempol jauh dari otak jadi kadang nge-share berita nggak sempat dipikir dulu, jempolnya langsung jalan. Share dahulu, pikir belakangan.

Tadinya saya pikir, fenomena ini adalah semata-mata kelakuan orang yang nggak berpendidikan atau setidaknya orang berpendidikan yang baru kenal Facebook dan nggak tahu bahwa tombol SHARE itu bisa berdaya ungkit tingkat tinggi. Masih begitu isi pikiran saya sampai kemudian muncul shareshare gawat tentang obat dan makanan yang berkali-kali saya tulis di blog ini klarifikasinya. Mulai dari beras plastik, air minum dalam kemasan, hingga biskuit yang bisa terbakar.

Eh, sekarang rupanya nge-share yang semacam itu sudah tidak laku. Paling enak zaman sekarang adalah nge-share tentang agama dan Tiongkok. Sudah deh, itu jamak sekali yang nge-share. Nggak peduli benar atau tidak. Mulai dari tulisan tentang siapalah petinggi Republik Rakyat Tiongkok yang katanya ingin menyelamatkan etnis Tionghoa di Indonesia hingga foto-foto yang diyakini sebagai korban Rohingya. Padahal, ya kali pimpinan pemerintah di RRT mikirin rakyat Indonesia, lha wong di sana saja penduduknya kurang lebih 3-4 kali Indonesia. Belum lagi masalah foto kekejaman Rohingya yang sejauh bertahun-tahun silam sudah diklarifikasi sebagai foto kecelakaan atau foto penangkapan biksu di Tibet.

Continue reading

Lost in Bangka (2): Depati Amir

lostinbangka-depatiSebelum membaca kisah ini, ada baiknya saudara-saudari sekalian membaca kisah awal perjalanan yang akan sangat panjang serinya ini di Lost in Bangka (1). Bukan apa-apa, lumayan buat kasih saya traffic. Maklum, rejeki dollar saya dari blog sedang kena traffic jam. Heuheu.

Dalam perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta, ada sedikit insiden perihal taksi online. Alkisah, saya sedang melaju manja menggunakan Honda Mobilio dari sebuah taksi online terkemuka di Asia Tenggara. Entah bagaimana kisahnya, yang kemudian terjadi adalah tetiba saya status pemesanannya di ponsel saya yang bermerk Evercoss itu jadi cancel. Lah, saya bingung bukan kepalang. Salah-salah saya diturunkan-diturunkan-diturunkan di pintu tol terdekat. Penyelesaiannya agak njelimet, tapi intinya adalah kalau naik taksi online kita kudu bersiap dengan aneka pengalaman ciamik.

Dalam waktu yang cukup singkat, saya dan istri sampai di Terminal 1C. Berhubung ini perjalanan mandiri dan mengandalkan diskon dari startup yang baru, sudah pasti kami naiknya adalah adiknya Garuda. Lumayan, minimal di badan pesawatnya sudah ada tulisan Garuda.

Satu hal yang menarik dari pesawat yang bernama Citilink itu adalah adanya iklan model unik yang tempelan stiker besar di penutup bagasi yang ada di atas. Dan bagian paling tepat bagi saya dan istri adalah bahwa yang kebetulan berpormosi di dalam pesawat itu adalah…

Continue reading

Lost in Bangka (1): Reservasi

lostinbangka_reservasi

Niat suci mulia jadi travel blogger agaknya terbilang sulit untuk dilakoni. Maklum, saya anaknya nggak enakeun karena kebanyakan jalan-jalannya justru dibiayai oleh kesulitan rakyat. Pedih, kak. Heu. Tetiba, vlogger nyaris terkenal, Rian Chocho–yang bisa ditemui di rianchocho.xyz–mengajak saya berlibur bersama ke Pangkal Pinang.

Tenang. Ini bukan berdua saja. Tentunya bersama istri kami masing-masing.

Sejak 1,5 bulan sebelumnya, trip ini telah direncanakan dengan kurang matang, mengingat kesibukan Rian Chocho bakulan serbuk obat dan saya sendiri dengan fotokopi yang menumpuk. Walhasil, tidak ada jadwal pasti tentang trip ini kecuali keberangkatan tanggal 22 Oktober 2016.

Tadinya, trip ini akan disertai oleh manajer kondang pabrik curcuma. Apa daya, sang istri yang justru telah lebih dahulu mengajukan cuti justru diminta ikut seminar yang pada akhirnya membatalkan keikutsertaan mereka dalam trip yang tadinya tanpa judul ini. Dengan demikian, hanya ada dua pasang manusia yakni vlogger nyaris terkenal, blogger kurang terkenal, serta istri masing-masing.

Kenapa Pangkal Pinang?

Continue reading

Dibekap Dinginnya Danau Toba di Hotel Mutiara Balige

kaver2

Danau Toba kini menjadi salah satu fokus pengembangan kawasan wisata di Indonesia, bersama Tanjung Lesung, Labuan Bajo, dan lain-lain yang dikemas dalam terminologi ‘Bali Baru’. Menurut saya, Danau Toba layak untuk dikembangkan seluas-luasnya. Pertama, karena pemandangannya memang cantik luar biasa, sedangkan kedua adalah karena Danau Toba itu luasnya minta ampun dan punya banyak ruang untuk dikembangkan. Garis pantai Danau Toba yang 294 kilometer itu nggak kalah panjang dengan banyak pulau di Indonesia.

Nah, seperti saya kisahkan dalam hikayat singkat di Danau Toba, saya menyempatkan diri menikmati Danau Toba via Balige, sebuah kota kecil di tenggara danau raksasa di Indonesia itu. Nah, demi kelangsungan hidup di perjalanan pulang, saya memutuskan untuk menyewa hotel dengan 3 kamar, satunya Mamak dan (calon) istri, satunya Bapak sama saya, satunya lagi supir. Biar sekali-kali supir menikmati kamar hotel, gitu.

Hasil pencarian dari informasi yang terbilang sedikit membuat saya mengarahkan pilihan ke Hotel Mutiara Balige. Pilihan agak bertaruh karena review-nya juga belum banyak. Saya hanya berpatokan bahwa hotel itu terbilang baru dan dari peta letaknya persis di pinggir Danau Toba.

Continue reading

6 Perbedaan Bermain Futsal Kala Usia Belasan Dengan Umur Tiga Puluhan

img_8463_monkey_monkey

Dalam sebulan ini, alhamdulilah, saya berhasil melaksanakan dua kali pertandingan futsal tingkat dunia. Bermain futsal di usia saya yang sekarang ini sesungguhnya butuh perhatian khusus, karena–sungguh–nggak satu-dua kali saya mendengar kabar seseorang yang meninggal habis main futsal. Lagipula, main futsal di usia segini jelas adalah sebuah bentuk kemewahan dari banyak sisi. Jelas beda dengan jaman muda dahulu, kala setiap hari bisa futsal. Kalau pas kere, ya tinggal nyelip di lapangan voli kampus dan main sampai telapak kaki terkelupas dan berjalan tertatih-tatih hingga 3 pekan lamanya.

img_8516_monkey

Nah, membandingkan main futsal tahun 2016 dengan tahun 2004, ternyata saya mendapati banyak fakta menarik dan layak untuk diteliti lebih lanjut hingga benjut.

Ini dia!

Continue reading

Lebih Jelas Melihat Uang Makan PNS

Jadi begini, tiba-tiba hari ini saya membaca berita dengan judul nan bombastis “Uang Makan PNS dan TNI/Polri Diusulkan Naik Jadi Rp45.000 per Hari”.

screenshot_61

Terima kasih kepada Bapak Wartawan yang telah begitu cerdas menulis judul semacam ini, sehingga menelurkan komentar yang juga kece seperti ini:

screenshot_64

Bahkan sampai bawa-bawa tax amnesty, sungguh keren!

screenshot_65

Melalui postingan ini, perkenan saya menulis sesuatu untuk sedikit lebih memperjelas dan mengurangi dosa orang-orang yang komentar duluan tapi nggak tahu konteksnya dengan tepat. Kasian, kak, hidup sudah berat, dosa kok nambah.

Continue reading

5 Situs Pesan Tiket Pesawat Paling Murah

situs-pesan-tiket-pesawat

Beberapa tahun silam, waktu masih LDR Palembang-Jogja, yang kemudian bubar itu, saya adalah pelanggan setia travel yang berlokasi di Palembang Trade Center (PTC). Setiap periode tertentu bolak balik guna memastikan tiket murah agar bisa pacaran. Capek naik motornya, capek juga cari parkirnya, belum lagi jalan dari parkiran ke lokasi penjualan tiketnya. Lama-lama capek juga.

Untungnya di era kekinian telah muncul aneka ria situs tempat kita memesan tiket pesawat. Sudahlah menghemat waktu bagi kita alih-alih datang ke loket penjualan tiket, tersedia aneka promo yang kadang-kadang diskonnya nggak masuk akal, sampai 100 ribu rupiah. Lumayan buat ngopi-ngopi di Terminal 3 Ultimate.

Nah, jadi apa saja situs pesan tiket pesawat dengan harga yang murah? Ini dia.

Continue reading

5 Tempat Makan Dengan Sajian Berkuah di BSD

5-tempat-makan-dengan-sajian-berkuah-di-bsd

Makanan itu ada macam-macam, kan? Ada yang digoreng, ada yang mentah, ada yang direbus, ada yang dikenang, dan ada juga yang berkuah. Menikmati daging maupun mi atau sekadar ayam dalam balutan kuah pasti menyajikan kesegaran tersendiri. Apalagi dalam era musim nggak jelas begini, tiba-tiba hujan, berarti pula kita tiba-tiba butuh sesendok kuah empal gentong hangat. Ah!

Nah, bagi yang berumah di KotaTangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan khususnya di sekitar BSD, mencari makanan berkuah tidaklah sulit. Masih lebih sulit mencari jodoh, karena jodoh pasti bertamu. Ada banyak pilihan dan ariesadhar.com menyajikan lima yang paling yahud versi ariesadhar, tentu saja, bukan versi Jessica Kumala Wongso.

Ini dia!

Soto Betawi Haji Mamat

screenshot_50

Meskipun sudah tidak Betawi, namun kita tetap dapat menemukan makanan khas Betawi ini di sekitar BSD. Nah, salah satu yang ada adalah Soto Betawi Haji Mamat yang mudah dilihat dengan warna hijaunya. Terletak di jalan utama, parkiran tempat makan ini selalu penuh dengan mobil. Kita dapat menikmati sajian khas daging yang bercampur dengan kuah khas Soto Betawi, yang bisa juga dipesan tanpa santan maupun tidak. Jadi salah juga jika dibilang bahwa Soto Betawi itu pembawa kolesterol, toh kan bisa memilih.

Ebisoba Ichigen

screenshot_51

Salah satu penghuni Ramen Village di AEON, mal ngehits sekitar Cisauk dan BSD. Namanya juga ada di Ramen Village sudah barang tentu Ebisoba Ichigen ini menyajikan sate padang ramen. Ada yang bilang bahwa kuah ramen di tempat ini pakai rebusan ebi, sebuah terobosan ramen yang berbeda tentu saja. Nggak ada salahnya menyempatkan mencicipi kuah ramen khas di tempat ini setelah mengarungi derasnya arus pengunjung di AEON.

Bakso Atom

screenshot_52

Bicara makanan berkuah sudah barang tentu tiada bisa mengabaikan bakso. Walaupun menurut saja bakso paling enak itu tetap Ati Raja di Makassar, namun bakso atom alias bakso sehat ini juga merupakan pilihan menarik bagi yang ingin merasakan kesegaran makanan berkuah. Apalagi ada jenis-jenis bakso yang langka untuk ditemukan di tempat lain seperti bakso buntel, bakso burger, hingga bakso telur ayam kampung. Selain ada di beberapa tempat lain di Jakarta, tidak ada salahnya bagi yang di BSD untuk merapat pula.

Gubug Makan Mang Engking Serpong

screenshot_53

Tempat makan yang ternama karena memang cabangnya dimana-mana. Terkenal dengan aneka menu, namun untuk yang berkuah kita bisa menyantap aneka sop yang disediakan mulai dari Sop Buntut, Sop Gurame, hingga Sop Bandeng Bumbu Kuning. Terletak di tempat ngehits BSD, The Breeze, sudah barang tentu Mang Engking menjadi pilihan jika sedang nongkrong hits di BSD. Atau kalau memang lagi sama bini yang ngidam berkuah tapi kita tidak lagi pengen makan berkuah, Mang Engking juga menyediakan olahan ayam maupun ikan lainnya, sehingga makan disini bebas berantem.

Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD

Ternama dengan hidangan ayam tulang lunak, namun restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini berbeda. Kita dapat menemukan makanan berkuah nan penuh kesegaran di tempat ini dalam rupa Empal Gentong dan Empal Asem!

Empal Gentong

Terletak tiada jauh dari Stasiun Rawabuntu dan De Latinos, serta juga Soto Betawi Haji Mamat, kita akan disuguhi tempat yang cukup luas dan pelayanan yang baik hati dan tidak sombong.

Daging yang beneran daging menjadi komposisi utama dari kedua jenis empal ini. Versi saya, Empal Asem di tempat makan ini juara karena menawarkan kesegaran sebenar-benarnya untuk makanan berkuah. Ditambah lagi penyajiannya menggunakan wadah khusus dengan pemanas sehingga menjamin bahwa hidangan akan tetap hangat walaupun kita makannya lama karena sambil mengenang mantan.

Empal Asem

Tempat makan yang berdiri kurang lebih enam bulan ini juga masih menyediakan promo-promo menarik setiap harinya, mulai dari gratis nasi dan teh, serta diskon-diskon menawan pada tanggal-tanggal tertentu. Plus bagi yang suka bingung dengan tempat makan dan rokok, di Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini disediakan dua tempat. Ruangan utama untuk yang ber-AC sehingga dijamin adem jika makan empal gentong sembari kepedesan nikmat, serta ruangan di belakang untuk smoking area sembari menyimak gurame yang berenang menanti berubah wujud menjadi gurame bakar.

Jadi, tunggu apa lagi? Bagi kamu-kamu yang berumah dan berumah tangga di sekitar BSD, sila dipilih-pilih opsi-opsi untuk merasakan kesegaran dari makanan berkuah yang terserak di sekitar tempat tinggal.

Ciao!

Cerita dari Cideng

Oke, kita memasuki waktu dunia bagian semakin jarang #KelilingKAJ. Proyek dua setengah tahun silam ini memang semakin tersendat namun bukan bermakna saya tidak berkeliling dengan baik dan benar. Hanya post-nya yang agak tertunda-(tunda). Heuheu.

Dalam perjalanan #KelilingKAJ kali ini–yang saya lakoni beberapa waktu silam–sungguh penuh dengan drama. Berangkat dari kos-kosan dengan ayam, eh, awan mendung menggantung sembari menggunakan teknologi Gojek, akhirnya air yang nongkrong di langit itu tumpah kala saya dan Mang Gojek melewati sekitar Bank Indonesia. Untunglah saya anaknya well-prepared sehingga dengan bahagia bisa memberi tahu kepada Mang Gojek bahwa saya bawa mantel.

Hujanlah yang membuat saya agak terlambat untuk tiba misa di tempat tujuan #KelilingKAJ kali ini, namun tentu tiada mengurangi kekhusukan doa. Bayangkan rasanya berdoa dalam kondisi celana basah total plus AC Gereja nan dingin. Cocok dan sudah mirip di Sendang Sri Ningsih.

cideng3

Tempat tujuan #KelilingKAJ nan penuh air ini adalah Gereja Maria Bunda Perantara atau yang lebih dikenal dengan Paroki Cideng, tentu saja karena terletak di Cideng, tepatnya Jalan Tanah Abang II Nomor 105, satu jalur dengan kantor suatu bagian tentara yang saya lupa. Bangunannya terbilang tiada mirip Gereja karena memang terletak persis di pinggir jalan besar dan ramai serta dijepit perkantoran dan rumah tinggal. Parkiran tentu saja menjadi problema, meski tidak seekstrim Gereja Santa.

Continue reading

Saat Empal Bertemu Ayam di Restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD

neapolitan

Dahulu kita mengenal tiga kebutuhan pokok manusia yaitu sandang, pangan, dan papan. Adapun yang terakhir telah bergeser sehingga rumusannya jadi sandang, pangan, dan colokan. Untungnya, yang nomor dua belum diganti. Namanya manusia butuh pangan selain butuh pasangan.

Dalam rangka memenuhi hasrat kunyah-mengunyah, aneka rupa makanan telah muncul di dunia ini dan salah satu favorit saya adalah olahan ayam dalam rupa ayam tulang lunak. Simpel, sih. Namanya makan ayam itu biasanya ada tantangan untuk menggerogoti daging-daging yang menyelimuti tulang. Masalahnya, kadang tulang itu kayak hidup: keras, bung! Saya ingat cerita Bapak saya kala dijamu orang kaya nan berumah di BSD. Bapak yang hobi menggerogoti daging ayam hingga tulang-tulangnya, tetiba ditanyai oleh seorang anak kecil, “kok tulangnya dimakan?”

Makan tulang memang nggak biasa dan cenderung ribet, belum lagi kalau keselek pecahan tulang. Kenikmatan makan jadi terganggu layaknya mantannya gebetan muncul tiba-tiba di muka pintu. So, keberadaan ayam tulang lunak menjadi terobosan abad ini.

Salah satu brand ayam tulang lunak yang paling nge-hits tentu kita kenal bersama: Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk. Dengan cabang yang beredar di beberapa kota di Indonesia, Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk menjadi salah satu pilihan hidup nan mumpuni.

ATL HW

Kembali ke urusan kebutuhan pokok, salah satu area ngehits untuk memenuhi urusan papan adalah Tangerang Selatan. Ya, Bintaro, Serpong, dan sekitarnya. Tentu saja karena adanya perumahan seperti sekitar BSD City, termasuk jugakarena ada mall cakep seperti AEON Mall BSD maupun The Breeze BSD.

Well, mari menyambungkan urusan pangan dan papan tadi. Ayam tulang lunak dan Tangerang Selatan itu ternyata bersatu padu dalam wujud satu restoran kece bernama Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk Bumi Serpong Damai (BSD). Jos!

Saya dan istri berkesempatan menyambangi restoran ini beberapa waktu silam. Letaknya sangat strategis, Jalan Rawa Buntu Raya Nomor 25, Tangerang Selatan, tidak jauh-jauh dari Stasiun Rawabuntu dan perumahan De Latinos. Cukup mlipir dari Rawabuntu ke sebelah kanan, pelan-pelan kemudian sampai. Akses Rawabuntu ini kan terbilang salah satu jalur utama di Serpong. Jadi untuk mencapai tempat ini, tentunya kagak sulit. Begitu sampai, tampaknya kita nggak perlu khawatir untuk tempat parkir karena area yang tersedia lumayan luas. Pas masuk, ruangan yang ada juga cukup luas.

Apalagi disambut sama pelayan yang membukakan pintu. Jelas nggak sumpek, dah. Belum lagi untuk yang mau merokok, disediakan tempat berupa ‘smoking area’ di bagian belakang. Cukup luas juga, pun.

Smoking Area, nggak khawatir kehabisan tempat.

Smoking Area, nggak khawatir kehabisan tempat.

Mungkin yang sempit di tempat ini adalah hatimu, kak, yang kepenuhan kenangan akan mantan. Uhuk. So, saatnya memesan!

Mengingat ayam tulang lunak adalah favorit saya, jadi otomatis saya hendak memesan sapi tulang lunak ayam tulang lunak. Eh, begitu disimak ternyata variannya banyak sekali. Plus ada yang baru pula. Sesudah mengadakan rapat dan perundingan keras dengan istri, maka kami memutuskan untuk memesan Ayam Sambal Matah dan Ayam Presto Telur Asin.

Menu idola semua bangsa.

Menu idola semua bangsa.

Yang Ayam Presto Telur Asin ini tentunya sudah sangat terkenal di seluruh Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk, sedangkan yang pakai sambal matah ini baru pisan.

Ayam Sambal Matah, nih. Ngiler nggak?

Ayam Sambal Matah, nih. Ngiler nggak?

Tidak lupa, saya juga memesan makanan tambahan lainnya dalam wujud toge sebagai perwakilan sayur-sayuran dan Gurame Bakar sebagai representasi pokemon makhluk air.

Tetiba doyan sayur, kak!

Tetiba doyan sayur, kak!

Siap dicuil.

Siap dicuil.

Sungguh, begitu memesan saya langsung teringat perut. Apa daya, sesudah melihat menu yang terhidang, saya mendadak amnesia sama lingkar perut. Baiklah, dietnya besok saja.

Kalau ingat.

Oya, ngomong-ngomong, ikan gurame yang ada di Restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini baru dimasak ketika diorder. Sebelum kita order, guramenya masih hidup dengan tentram. Bisa disaksikan sendiri kehidupan mereka di bagian belakang restoran.

Guramenya masih hidup.

Guramenya masih hidup, kayak kenangan mantan.

Saat menikmati ayam tulang lunak yang telah tiba di depan mata, saya kemudian dikasih tahu bahwa khusus untuk Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini ada menu khas. Namanya Empal Gentong dan Empal Asem.

Waiki.

Tanpa tedeng aling-aling, saya dan istri kembali menambah pesanan dengan dua menu spesial Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini. Lah, mau gimana, wong enak. Namanya juga empal, daging dalam Empal Gentong dan Empal Asem di Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini empuk. Idola saya, sih, Empal Asem! Kesegaran kuahnya yang cenderung jernih dan rasanya asam itu sungguh juara. Yah, dalam perjalanan ke beberapa ibukota provinsi, baru kali ini saya nemu Empal Asem.

Buat yang rindu cirebonan, maupun yang ingin mencoba Empal Asem, boleh pesan di Restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini. Soalnya, baik Empal Gentong maupun Empal Asem merupakan menu khas yang memang hanya ada di Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD doang.

Empal Asem yang segar.

Empal Asem yang segar.

Kedua empal ini isajikan dengan wadah khusus, sehingga panasnya terjaga. Hayo, yakin nggak mau nyoba?

Diet. Hmm. Apa itu?

Diet. Hmm. Apa itu?

Nah, sesudah kenyang dengan makanan yang nikmat-nikmat, saatnya merambah minuman. Kebetulan dalam hal ini, mazhab saya dan istri berbeda. Saya doyan durian, sementara bagi istri durian adalah sejenis radioaktif. Walhasil, istri saya memesan Es Kopyor saja–alias EKO, sedangkan saya memesan menu yang judulnya Es Kopyor Durian, dengan nama lain EKODU.

Es Kopyor (saja)

Es Kopyor (saja)

Mantep, toh? Ini memang menu andalannya Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk, kok.

Es Kopyor pakai duren. Waiki. Waiki!

Es Kopyor pakai duren. Waiki. Waiki!

Ehm, selain Empal Gentong dan Empal Asem, khusus di Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini ada menu khas yakni Yamz, Talas Stick Khas Pontianak, yang disediakan di atas meja dan bisa dinikmati dengan menambahkannya ke dalam bill. Heuheu. Asli Pontianak, lho!.

Yamz

Selain menawarkan ayam tulang lunak nan anti ribet serta kesegaran Empal Asem, Restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini juga menyediakan ruang cukup lega untuk pertemuan-pertemuan. Jadi kalau mau arisan, mbribik, nge-prospek, meeting, dan lain-lain, bisa banget menggunakan tempat yang ada di Restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini.

Ruang Meeting

Satu lagi, berhubung Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini masih muda belia, jadi masih banyak promo-promo nan menarik. Misalnya, pada hari Senin hingga Jumat ada free nasi dan teh, serta sederet promo lain yang hanya akan diketahui kalau kita mampir ke lokasi.

Jika memang sibuk kayak pejabat eselon dan tiada sempat menuju lokasi barang sekejap, teknologi telah menyediakan yang namanya Delivery Order di nomor (021) 75876570 maupun (021) 75876571.

Tuh, sudah ada di Grab.

Tuh, sudah ada di Grab.

Sekarang kan juga sudah ada teknologi ojek online, dan Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD ini bisa diorder via GrabFood. Kurang apa lagi, sih?

So, sahabat-sahabat saya yang lapar perutnya, kapan kita kemana dan mampir ke Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk BSD?