7 Cara Mengatasi Anak Susah Makan Versi Bapak Millennial, Nomor 5 Bikin Wisuda!

Waktu remaja, masalah terbesar hidup adalah SMS tidak dibalas. Begitu menua dan punya anak, masalah baru muncul. Yha, sepele tapi krusial: anak nggak mau makan. Atau versi moderatnya, mau tapi susah untuk makan. Atau versi halusnya lagi, mau tapi sedikit.

Perkara begini, biasanya mamak-mamak yang baperan. Ya iyalah, bangun sudah pagi, makan sudah buka-buka Instagram, anaknya tutup mulut. Bapaknya? Kalau lagi sial, bisa kena amarah juga. Amarah istrinya Frans Lingua.

Screenshot_1649

Menghadapi anak yang ogah makan memang susah-susah tampan, eh, gampang. Susahnya dua kali. Gampangnya sekali. Dan anak susah makan juga kayak mantan yang adalah tetangga nikah duluan. Bikin emosi.

Mamaknya emosi itu wajar, karena gizi anak adalah yang utama. Cuma, emosi terus anaknya dimarahi, nah itu jadi perkara. Kalau sudah begitu, salah-salah anak merasa bahwa momen makan itu adalah momen mengerikan, bukan mengenyangkan. Lebih berabe lagi.

Nah, sependek pengalaman saya sebagai bapak 1 anak, sebenarnya ada beberapa metode untuk mengatasi anak susah makan. Nggak selalu berhasil, tapi lumayan untuk alternatif jika anak sulit makan. Karena bagaimanapun, kan memberi makan anak itu kewajiban orangtua.

Screenshot_1650

Nyoh!

1. Waktu Makan Bukan Waktu Berantem

Karena sudah dimasakin susah-susah dan anak nggak mau, waktu makan jadi horor. Mamak yang lelah jadi marah, dan, yha, anak jadi tambah ogah makan. Bahkan malah jadi takut makan di kemudian hari.

Tentunya jadi sabar itu tidak mudah. Padahal Jokowi saja bilang:

Image result for mbok sabar

Sumber: yogyadise.com

Jadi ya lakukan pelan-pelan. Memang makan banyak waktu, tapi ya harus demikian. Saya pernah harus menggotong bayi saya yang sudah 8 kilogram menuju tempat soang tetangga, karena dia di rumah ogah makan tapi makan dekat soang mau. Jadi, pertama-tama ya turuti dulu kalau sederhana. Kalau anak mintanya makan sama Jokowi ya susah, kalau sudah yang begini ini barulah kita bisa pakai teknik kedua. Continue reading

Advertisements

How To Work At Factory?

HOW TO WORK AT FACTORY_

The sad news about the death of the founder of my first office was the subject of this paper. Really, I feel condolences and salute to the father for being firmly and smoothly leaving a company to the second generation. And actually the third generation was almost ready, just returned from London. Even though I was not in the company and preferred to carry out gallon lifting activities, actually I was still following their development. After all, according to the OOM ALFA book, the pharmaceutical industry environment is very narrow.

The second thing that made me a little itchy lately, besides being rarely bathed, is the comments that go into my writing about PPIC. There are those who agree, there are those who share, some actually feel down. If just read this blog, your already feel scared, what if you are chasing by Mr. Eko because there is Cefadroxil coming in as much as 600 kilograms? From the post, plus the search engine terms that underlie people straying there, I tried to find out that there were still many would people who did not understand about the structure in the factory, how their behavior was, what positions were in the factory, and so on.

Image result for working factory gif

I was a little confused when I made the title of this post because it was as if it would refer to a pan factory. Even though I means factory in the manufacturing process, but this diction is too magical to use. If you want to use the word ‘industry’, it also feels less interesting. So, yes, because actually what I wanted to explain is also relevant to pan factories, cement factories, but not children’s factories. In essence, the factory here is a place that is used to process raw materials into products. Continue reading

Mencoba Memahami Tantrum Si Bayi

Ada hal baru yang dilakoni Isto–anak saya–beberapa pekan terakhir. Biasanya jika menunjuk sesuatu yang tidak dituruti (yakali dia nunjuk Camry lalu saya turutin beli!), dia hanya menangis biasa. Sekarang, Isto akan menurunkan tubuhnya ke lantai, lalu ngesotlah, guling-gulinglah, dll. Tidak lama, sih. Tapi kemarin kejadiannya di Senayan City. Jadi bikin agak seru.

Yup, itulah tantrum.

Tantrum seperti yang dilakukan Isto, dilakukan oleh oleh Rafathar, El Barack, maupun oleh Gempita serta sebentar lagi akan dilakukan oleh Raphael Moeis. Al, El, dan Dul pada zamannya juga pernah tantrum. Jadi, selow saja, setiap anak-anak usia prasekolah punya masalah umum bernama tantrum. Pada kisaran usia 1-4 tahun ini, anak belum cukup bisa mengekspresikan keinginannya. Walhasil, manifestasinya adalah dengan meronta, makan teman, berteriak, menangis, tidur di sidang DPR, menjerit, ngeshare hoax, atau menghentakkan kedua kaki dan tangan ke lantai. Continue reading

8 Cara Ampuh Lolos Seleksi Administrasi LPDP

Sesudah ratusan purnama, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP nan paling hits se-Indonesia Raya. Bagaimanapun saya punya teman anak LPDP angkatan awal sekali dan bahkan saya pernah membantu mereview beberapa esai orang yang akan daftar LPDP (termasuk yang kemudian jadi Mama Isto). Saya juga dalam proses mendaftar LPDP ketika kemudian gawean lain yang bernama ngabdi negara malah nyangkut duluan.

Untuk itu, biar kayak anak LPDP lainnya yang punya blog, maka saya mencoba membagikan pengalaman saya lolos LPDP dalam tahap demi tahap. Semoga bisa membantu teman-teman yang ingin menjadi Ksatria Cendekia yang siap berkarya dalam beragam peran satu tujuan bersinergi membangun Indonesia.

1. Perhatikan Daftar Dokumennya

See the source image

Pendaftaran LPDP dilakukan melalui website dan dokumen-dokumen yang menjadi syarat administrasi juga diunggah via website, bukan dikirim manual. Jadi, harusnya tidak akan terjadi yang namanya ketlingsut lupa dikirim karena akan ada status “Sudah Diunggah” dan “Belum Diunggah”. Selalu pastikan bahwa kalau memang ada yang “Belum Diunggah” itu bukan dokumen wajib. Misalnya, dalam konteks saya adalah LoA. Kalau dokumennya scan ijazah ya kalau belum diunggah yo bubar wae. Jadi, perhatikan bagian ini baik-baik.

2. Perhatikan Waktu

See the source image

Dokumen untuk seleksi tidak banyak-banyak benar, tapi butuh waktu untuk mendapatkannya. Misalnya scan hasil IELTS atau TOEFL yang masih berlaku, itu tentu harus dipastikan duluan. Kalau perlu sudah ada sebelum tes LPDP dibuka. Surat-surat rekomendasi juga pasti butuh waktu untuk nodong atasan atau dosen kesayangan. Termasuk juga tes kesehatan. Saya hampir batal daftar LPDP karena tes kesehatan ini dan mungkin nanti akan saya kisahkan terpisah.

3. Tahu Diri

See the source image

Bagian ini jelas penting sekali karena misalnya kayak saya pemilik TOEFL ITP hanya 533 ya harus tahu diri untuk tidak mendaftar LPDP luar negeri, tapi bisa masuk LPDP jalur dalam negeri. Atau ketika saya PNS tapi di Kantor saya tidak membuka atau menyosialisasikan seleksi jalur afirmasi, ya jangan mendaftar ke jalur itu. Selagi bisa daftar reguler ya ikut reguler saja. Atau kalau kamu yakin dia nggak sayang sama kamu, ya tahu dirilah, jangan dipaksakan. Continue reading

Cara Cepat Mengumpulkan Modal Investasi yang Bisa Kamu Coba Agar Bisa Cepat Mulai Menyimpan Dana

Cukup sering pastinya Kita mendengar orang-orang berkata bahwa mereka ingin berinvestasi, namun tidak punya modal. Sebenarnya hal ini merupakan hambatan secara psikologis, terutama bagi mereka yang belum pernah atau baru saja memutuskan untuk terjun ke dunia investasi terutama investasi online.

Padahal, orang sering kali menunda keputusannya untuk berinvestasi bukan karena hanya tentang modal investasi yang tidak ada, melainkan juga ketidaksiapan dana tersebut untuk dialokasikan. Meskipun modal investasi mungkin saat itu memang tidak ada karena masih ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi, di artikel ini, Kamu bisa mengetahui beberapa tips-tips investasi untuk mengumpulkan modal agar tujuan keuangan Anda bisa tercapai.

Sisihkan dan Manfaatkan Sisa Pendapatan

Cara pertama untuk mengumpulkan modal investasi adalah dengan memanfaatkan pendapatan yang Kamu punya dan sebelumnya sudah disisihkan. Biasanya, setelah menerima gaji atau pendapatan bulanan, hal apa yang pertama kali sekali harus Kamu penuhi? Urai dan penuhilah semua kebutuhan yang harus Kamu penuhi setiap bulannya dan selalulah sisihkan minimal 10% dari pendapatan yang Kamu dapatkan untuk diinvestasikan.

numbers money calculating calculation

Photo by Breakingpic on Pexels.com

Atau dengan cara lain, Kamu juga bisa menyisihkan terlebih dahulu 10% dari total pendapatan kemudian sisanya barulah Kamu gunakan untuk memenuhi segala kebutuhan. Bila memang keadaan ekonominya memungkinkan, tambahkan persentase pendapatan yang didapatkan untuk diinvestasikan sebesar 10% tersebut menjadi 20%, 30% dan sebagainya untuk diinvestasikan.

Ketika Kamu sudah mulai terbiasa untuk menyisihkan pendapatan Anda sebagai modal awal untuk investasi, Kamu pun bisa mulai untuk berinvestasi setiap bulan dan pada akhirnya bisa mencapai tujuan finansial yang telah Kamu buat.

Freelance atau Part Time

Pada zaman sekarang, buka hal awam lagi jika tuntutan untuk pekerja profesional di berbagai bidang sangat tinggi, terutama karena adanya peningkatan jumlah startup atau bisnis baru yang membutuhkan tenaga profesional dengan cara outsource. Apabila Kamu memiliki keahlian di bidang yang spesifik, misalnya desain grafis, manfaatkan keahlian Kamu untuk di jual bagi klien yang membutuhkan. Dari setiap proyek yang Kamu sepakati dan selesaikan bersama klien tersebut, biasanya akan diberikan fee yang ditawarkan sangat lumayan. Biasanya besaran fee tergantung pada keahlian yang Kamu punya dan kesepakatanmu dengan klien. Klien biasanya memilii budget tertentu bagi pekerjanya, Kamu bisa langsung menyetujui atau bernego dengan klien.

two person in formal attire doing shakehands

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Dari pendapatan tersebut, Kamu bisa menyisihkan sedikit atau jika bisa sebagian pendapatan itu sebagai modal investasi hingga tabungan atau bahkan bisa juga untuk memenuhi segala kebutuhanmu yang sebelumnya belum sempat terpenuhi.

Mulai Bisnis Sampingan

Mulailah bisnis sampingan atau menekuni bisnis yang sudah ada. Pada prosesnya, Kamu akan terus membutuhkan modal bisnis. Tapi, apabila bisnis yang Kamu miliki tersebut sudah berjalan dan secara konsisten mampu memberikankan pendapatan dengan nilai yang baik, Kamu bisa mulai untuk menyisihkan pendapatan tersebut untuk diinvestasikan. Sisihkan pula sedikit dari pendapatan tersebut sebagai modal usaha demi terus mengembangkan bisnismu.

Jual Barang yang Tak Terpakai

Serupa dengan mengumpulkan modal bisnis, apapun yang mungkin bisa dikonversi menjadi uang, kebanyakan orang akan lebih memilih untuk menjual barang yang sudah tidak terpakai agar bisa dikonversi dan digunakan sebagai modal bisnis. Sama dengan mengumpulkan modal investasi, Kamu juga bisa menjual barangmu yang sudah tidak terpakai kepada mereka yang berminat. Hasil penjualan itulah kemudian tentu saja bisa digunakan sebagai modal investasi.

Sewakan Ruangan di Rumahmu yang Memang Kosong

apartment chair clean contemporary

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jika Kamu memiliki sebuah rumah kosong, dari pada dibiarkan saja berdebu atau hanya dijadikan sebagai gudang, lebih baik ruangan kosong yang ada di rumah Kamu disewakan. Kamu bisa menjadikannya ruangan sewa untuk kamar menginap atau coworking space. Cara memasarkannya hanya dengan mempromosikannya lewat berbagai marketplace penyewaan kamar di internet. Dengan menyewakan ruangan kosong di rumahmu, bisa memberikan Kamu passive income, selain itu bisa pula menjadi metode untuk mengumpulkan modal investasi.

Teruslah Berhemat

Hitunglah berapa besar uang yang bisa Kamu hemat dalam waktu seminggu. Apa yang bisa Kamu hemat adalah pengeluaran demi pengeluaran yang mungkin tidak perlu Kamu keluarkan secara rutin, seperti nongkrong di kafe, nonton bioskop, makan di restoran yang mahal, dan sebagainya.

Coba Kamu hitung berapa rata-rata pengeluaran yang Kamu butuhkan setiap minggunya dan catat untuk keperluan apa saja pengeluaran tersebut dilakukan. Lalu Kamu bisa mengevaluasi catatan tersebut, kemudian mulailah berhemat dengan mengurangi pengeluaran untuk keperluan-keperluan yang tidak perlu Kamu keluarkan rutin.

Kemudian, manfaatkan hasil penghematan Kamu tersebut sebagai modal investasi. Itulah cara efektif untuk mengumpulkan modal investasi yang bisa Kamu terapkan di keseharianmu setiap minggunya.

Demikian informasi mengenai pengumpulan modal guna investasi, semoga bermanfaat.

5 Syarat Smartphone Terbaru 2018 Untuk Bapak Millennial, Nomor 4 Bikin Lolos ke DPR!

Untitled design (15)

Sebagai bapak millenial (yang merangkap anak Jaksel), literally saya membutuhkan gawai alias smartphone alias HP yang bagus. Bagus itu, selain menyoal tampang anak saya, juga tentu punya kriterianya. Namanya jadi bapak di era millennial setidaknya perlu HP bagus yang keren, tahan banting, tahan uji, tahan himpitan di KRL Commuter Line, hingga tahan dari intipan istri.

Nah, berikut ini adalah 5 syarat smartphone terbaru 2018 versi Bapak Millenial. Jangan lupa, nomor 4 bikin sukses nyaleg!

1. Merk Terkemuka

Pada zaman now, ketermukaan merk menjadi cukup krusial. Saya mengalami benar ketika merk gawai saya selama beberapa periode termasuk merk tidak terkenal. Begitu dijejer dengan smartphone bapak-bapak lain di meja judi pertemuan atau di meja kafe sembari ngopi, saya agak ingin hilang dari muka bumi saking malunya.

Nah, hasil analisis dari konsultan Counterpoint Research pada tahun 2017 menyebut bahwa Huawei telah menyalip Apple dalam kompetisi smartphone global dan menjadi nomor 2 di dunia. Ada lagi data dari International Data Corporation (IDC) yang satu suara. Tercatat, pada kuartal kedua tahun 2018, sebanyak 54,2 juta unit ponsel telah dikapalkan alias setara 15,8 persen pangsa pasar dunia. Jadi, sudah jelas bahwa Huawei pasti menjadi salah satu opsi smartphone terbaru 2018 versi Bapak Millennial karena faktor merk ini.

2. Penampilan Keren

Kalau sebagai bapak sudah keren, masak handphone-nya tidak keren? Tambah malu, gaes! Sudah jelas, bahwa walaupun yang dibawa adalah HP Gaming yang belum dipencet sudah nembak duluan dan bebas nge-lag tujuh turunan, tetap saja kalau nggak cakep, pasti tidak dibawa.

Untitled design (17)

Apalagi, kalau cakepnya itu anti-mainstream. Seperti Huawei Nova 3i, misalnya. Pilihan warnanya adalah Black dan Iris Purple. Dua opsi yang sama-sama cakep dan ada unsur anti-mainstream-nya. Ditambah adanya corak warna di kaca belakang plus bingkai metal pada bagian tengah, maka pengalaman visual dari pengguna akan berbeda. Desainnya yang keren dengan gradient color ini tentu menjadi penanda HP yang bagus.

Belum lagi dimensinya pas di tangan dan di hatimu. Dengan tebal hanya 7,6 mm dan berat 169 gram termasuk baterai, gawai keren ini juga tidak akan merepotkan bapak-bapak millenial yang kudu sigap berlari mengejar bayi yang siap menyerang bayi tetangga.

3. Kamera Super Canggih Berteknologi AI

Ini salah satu alasan waktu itu saya #2018GantiHandphone! Perilaku anak saya yang saat ini usianya sudah setahun lebih, sudah tidak bisa terekam dengan kamera HP yang biasa-biasa saja. Sudah jelas, saya butuh HP yang kameranya bagus sekaligus yang menyediakan kamera jernih pada saat yang sama.

Kamera yang bagus diperlukan untuk menangkap momen-momen gerakan anak saya yang lagi lucu-lucunya dan kalau tidak tepat malah fotonya berbayang belaka. Padahal, momen lucu seperti makan kaki, makan teman, kayang, nungging setengah salto, jinjit satu kaki, dll itu boleh jadi tidak akan terulang.

Untuk hal ini, Huawei Nova 3i telah menyediakan kamera belakang dengan spesifikasi 16 MP dan 2 MP, dengan aperture f/2.2 dan autofocus (phase focus, contrast focus). Dua kamera ini akan sangat membantu untuk menciptakan foto berkualitas optimal yang siap di-like di Instagram. Permainan latar belakang blur dengan fokus pada obyek foto utama akan gampang diterapkan.

Kamera depan? Lebih dahsyat lagi dengan 24 MP dan 2 MP, aperture f/2.0 dan fixed focal length. Sudah tentu selfie, bikin vlog, hingga bikin Instagram Story jadi lebih asyik, sebagaimana hobi saya dengan si bayi di rumah.

Untitled design (16)

Satu hal yang perlu saya tekankan pada para bapak millennial. Jika anak kita memang sudah terlalu lucu, jangan lupa pula dengan ibunya. Sekali-kali, selfie jugalah dengan dia. Jangan malah selfie sama tetangga.

4. Kapasitas Simpan Besar

Masih dalam upaya mengeluh sebagai bapak millenial. Saya itu hobi bikin video bareng anak dan anak kok ya kalau lagi saya syuting itu banyak lucunya. Akan tetapi, namanya video kan besar sekali makan kapasitas gawai. Pernah saya merekam dia mandi sambil ngekek setengah mati habis 1 GB sendiri padahal cuma 6 menit. Memori sekadar 32 GB saja ternyata kurang, gaes.

Untitled design (3)

Maka, ketika Huawei Nova 3i menyediakan 128 GB dengan Micro SD hingga 256 GB, sudah jelas para bapak millenial akan sangat terbantu. Jangan lupa, rata-rata bapak millenial itu punya banyak grup WA dan sering menampung WA lucu maupun video lucu WhatsApp serta video yang agak nyerempet saru. Belum lagi kalau ada foto selingkuhan maupun foto mantan terindah. Semua itu butuh memori.

5. Smartphone berperforma gaming dengan GPU Turbo

Sebagai commuter, saya sangat memahami bahwa hidup ini keras. Sesudah mengantar anak ke daycare, maka saya harus masuk ke Commuter Line yang kerapatan manusia di dalamnya melebihi atom-atom dalam benda padat. Ada masa menunggu kereta datang maupun waktu kosong di dalam kereta. Banyak kaum commuter yang menghabiskan waktunya dengan bermain game.

Bagi bapak millenial, main game itu rupanya nggak bisa disebut “hanya”. Game itu penting sekali, sebagaimana saya dan bapak-bapak ngalor ngidul yang rata-rata anaknya 2 sudah main Fantasy Premier League selama 7 musim. Dulu juga waktu masih di kantor lama, kami main Perang Kaum alias Tribal Wars itu sampai email-emailan koordinasi pakai email kantor, termasuk juga pembahasan di grup WA. Bahkan ada lho yang sembari nunggu giliran pas futsal atau badminton, tetap kencang game online-nya.

Untitled design (18)

Nah, karena nggak sembarangan, otomatis ketika main harus lancar. Kalau nge-lag, game yang tadinya buat hiburan malah jadi bikin emosi. Cicilan hutang saja sudah bikin emosi, eh pas nyari hiburan malah tambah emosi. Repot sekali. Dengan RAM 4 GB yang jelas lega sekali kayak kos-kosan kosong, jeroan HUAWEI menggunakan prosesor Kirin 710 yang mendukung GPU Turbo sehingga hampir bisa dipastikan bahwa bapak-bapak tidak akan ada keluhan dalam nge-game. Apalagi, baterainya juga 3.340 mAh yang notabene bisa nyala seharian dengan nge-game tipis-tipis dan baru akan isi daya lagi malam hari.

Ehm, mungkin jadinya yang mengeluh, ya, ibu-ibunya.

Nah, bagaimana? Jadi mau #2018GantiHandphone? Kebetulan ini ada Oom Boy Punya Gawe Berhadiah Huawei. Foto-foto ciamik di blog ini juga disediakan sama empunya gawe. Wokeh, kalau jadi ganti HP, jangan lupa lapor sama istri tetangga, yha! Ciao!

Rok sebagai Fashion Items yang Wajib Dimiliki oleh Para Wanita

Lambang feminisme seringkali dilambangkan dengan rok, bahkan lambang dari toilet wanita pun demikian, membentuk siluet orang yang menggunakan rok. Penggunaan rok memang sudah menjadi keseharian yang melambangkan jati diri wanita seutuhnya. Rok itu sendiri terdiri dari berbagai macam tergantung dari panjang dan pendeknya. Pecinta rok merasa kurang lengkap tanpa kehadiran fashion items yang satu ini dan faktanya hampir semua wanita pasti pernah merasakan mengenakan rok atau malah memilikinya meski hanya satu. Semua itu dikarenakan wajibnya penggunaan rok untuk perempuan di sekolah negeri. Berikut alasan yang bisa dijadikan alasan kuat untuk selalu mengenakan rok dalam kegiatan sehari hari.

woman standing beside fire extinguisher

Photo by antas singh on Pexels.com

Melambangkan Wanita Seutuhnya
Sejak zaman dahulu, penggunaan rok memang sudah dibiasakan oleh para wanita. Bahkan wanita jawa dahulu menggunakan sehelai kain batik yang dijadikan bentuk rok untuk menutupi tubuh bagian bawah. Tidak aka nada orang yang salah mengenal Anda sebagai pria saat mengenakan rok. Untuk informasi tambahan, rok juga digunakan sebagai pakaian adat untuk negara skotlandia yang dikenakan pada pria pula.

Lebih Nyaman Dikenakan Oleh Wanita
Perempuan merasa lebih nyaman menggunakan rok hampir sama seperti apa yang pria rasakan saat mengenakan celana dan sarung. Fakta tersebut menjadikan penggunaan rok tidak pernah mengalami penurunan meski dunia fashion terus berkembang.

beach couple dawn dusk

Photo by Adam Kontor on Pexels.com

Bahan yang Beraneka Ragam

Wanita memang paling ahli dalam memilih bahan terbaik untuk dikenakan. Begitu pulang dengan fashion items yang satu ini. Banyak bahan yang bisa dipilih untuk menyesuaikan dengan selera pengguna. Mulai dari katun biasa hingga baloteli yang tidak mudah kusut. Bisa pula ditambahkan beberapa kantung tambahan untuk menaruh ponsel atau barang barang kecil di dalamnya.

Penggunaan rok dalam kehidupan sehari-hari membuat banyak pemakainya seolah lupa akan kesibukan karena kenyamanan yang dirasakan. Untuk menghindari bau badan, Anda bisa menggunakan deodorant roll on pemutih. Rutin membersihkan wajah dengan micellar water oil control yang bagus untuk wajah yang cerah bersinar.

Tips Termudah Lulus Sertifikasi Manajemen Risiko (CRMO)

Camping.png

Sekarang ini memang aneh-aneh. Banyak sekali sertifikasi yang dibuat. Sampai-sampai Kementerian Agama mau ikutan. Sertifikasi dipandang penting untuk menjamin kompetensi. Apalagi di era pasar bebas, nyatanya kompetensi memang jadi yang paling utama. Nah, salah satu ilmu ngehits masa kini adalah MANAJEMEN RISIKO.

Tentu kita sering mendengar tentang manajemen risiko. Istilah kekinian yang juga dikenal dengan risk management adalah salah satu prasyarat hidup di persaingan industri nan kian ketat kek celana renang. Maka jangan heran kalau yang namanya sertifikasi manajemen risiko alias sertifikasi risk management menjadi suatu advantage. Apalagi, seiring perkembangan teknologi, sistem, regulasi, maupun pasar, semakin berkembang juga kesempatan tapi juga ancaman pada setiap pelaku aktivitas. Untuk itu, siapapun harus dapat menjaga stabilitas dan sustainability sehingga manajemen risiko mengambil peran yang sangat penting.

Di Indonesia, sertifikasi manajemen risiko dikelola oleh LSPMR alias Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko. Nah, level pertama sertifikasinya bernama Certified Risk Management Officer (CRMO). Tenaga profesional di bidang manajemen risiko dibentuk mula-mula dari tahap ini.

Menurut LSPMR, CRMO ini akan menghasilkan output berupa para profesional yang mempunyai cara pandang dan persepsi yang sama tentang risiko, bisa membedakan risiko dengan kesempatan dan masalah, bisa memahami proses hingga kerangka kerja Enterprise Risk Management bisa menentukan kriteria dalam penilaian besaran risiko, dapat membuat peta risiko, hingga mampu membuat risk register yang informatif.

Sertifikasi CRMO ini dilakukan dalam 1 pekan yang terdiri dari 3 hari pelatihan dan 1 hari ujian. Materi CRMO terdiri dari Basic Risk Management, Proses dan Teknik Manajemen Risiko, dan Business Quantitative. Hanya ada 3, tapi njelimetnya lumayan.

Oya, bagi yang lagi mampir di blog ini, jangan salah paham ya. Namanya manajemen risiko itu ilmu generik dan nggak hanya diterapkan di perusahaan asuransi maupun manajemen keuangan doang. Bahkan bisa diterapkan dalam pencarian jodoh! Nanti ada postingan sendiri soal itu.

KALAU INGAT. HEUHEUHEUHEU~~

Dari 3 materi di 3 hari itu akan ada 3 jenis ujian. Yang pertama adalah Business Quantitative. Kedua, Risk Management Technique. Ketiga, presentasi–yang tentu saja include wawancara.

Oke, karena judulnya bombastis, maka saya harus jelaskan bahwa itu keperluan biar orang nyasar masuk sini saja. Jadi, yang saya maksud dalam tulisan ini adalah tips buat lulus CRMO. Nanti, sesudah CRMO, kita bisa ambil level berikutnya yakni Certified Risk Management Practices (CRMP) yang lebih advanced. Sekarang, kita fokus pada bagaimana cara lulus dari ujian CRMO. Jangan lupa, nomor 2 bikin melongo!

1. Punya Uang

round silver and gold coins

Photo by David McBee on Pexels.com

Ini penting! Kalau nggak punya uang, bagaimana mau ikut pelatihan? Ya, minimal uang kantorlah. Kecuali kita konsultan yang memang butuh sertifikasi risk management untuk pekerjaan kita, baru keluar sendiri.

2. Belajar

Ujian CRMO kan ada 3 yakni Business Quantitative, Risk Management Technique, dan Presentasi/Wawancara. Si BQ dan Risk Management Technique tadi berlangsung masing-masing 30 menit dan diselenggarakan berurutan. Jadi totalnya ya 1 jam. Patut diingat bahwa dua ujian itu punya karakteristik yang sangat berbeda. Risk Management Technique bicara definisi, sedangkan BQ separuhnya ada hitungan. Jadi, mau sepintar apapun kita, belajar itu penting adanya.

3. Kalkulator

person holding black and grey pen

Photo by Pixabay on Pexels.com

Waktu saya ujian, LSPMR menyediakan kalkulator. Tapi saya juga bawa kalkulator. Kalkulator jenis apapun terserah, asal bisa pakainya. Disarankan sih scientific karena akan ada fungsi akar pangkat dalam soal BQ. Jadi, miliki kalkulator terlebih dahulu.

4. Jangan Jauh-Jauh
Ini yang paling sulit diamalkan dan bikin orang banyak kandas di presentasi karena dibilang BELUM KOMPETEN. Biasanya, yang dikirim pelatihan CRMO adalah orang-orang yang mengelola manajemen risiko perusahaan. Jadi, begitu diminta membuat presentasi berwujud risk register lengkap dengan 2-3 risiko, ya pakailah risk register milik perusahaan sendiri dan pilih yang kita paham. Jadi misal kita orang teknik, jangan pakai risiko keuangan–kecuali kita benar-benar paham. Ditanya bisa pening nanti itu. Malah jadi risiko di dalam manajemen risiko. Bahlul.

5. Percaya Diri

woman standing in front of sitting people

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Membawakan tahapan manajemen risiko itu mudah, kalau kita paham dan ada modal percaya diri. Pengujinya juga tidak galak kayak Valak. Yang penting, kita paham dan kita pede. Karena dengan pede, informasi penting yang kita punya bisa dialirkan secara masif kepada penguji. Demikian pula dengan ujian BQ dan RMT yang tertulis dan pakai LJK, waktunya total hanya 60 menit untuk 60 soal. Artinya, kalau kita tidak pede, isinya hanya akan hapus menghapus kertas dari jawaban belaka. Kan susah.

Dengan menggunakan tips di atas, saya punya sertifikasi manajemen risiko untuk tahap pertama ini. Masih cupu, jelas, apalagi untuk bisa CRMP itu masih jauh levelnya, ibarat saya merindukan Dian Sastro. Sastro Jepang. Garing. Kriuk.

Tulisan ini saya persembahkan kepada pada calon peserta CRMO yang deg-degan karena takut nggak lulus–yang berarti akan membuat kita utang pada perusahaan yang mengongkosi. Itu tadi, nggak perlu takut. Amalkan 5 hal penting di atas–yang penting cuma 4, sih–dan niscaya kita akan dapat surat dari LSPMR tentang kompetensi kita. Oya, untuk CRMO sertifikatnya bertahan 2 tahun. Kayak masa pacaran anak SMA semata~~

7 Fakta Tentang Jakarta Aquarium, Nomor 6 Bikin Kayang!

 

7 Fakta Tentang Jakarta Aquarium, Nomor 6 Bikin Kayang!.jpg

Jadi ceritanya, sepulang dari dinas di Surabaya, mamanya Isto mengajak main. Mainnya lengkap sama Eyang-eyangnya Isto plus Om-nya juga. Supaya ngehits, kami main ke Jakarta Aquarium. Alasannya, tentu saja ingin mengedukasi bayi yang (kala itu) belum setahun terhadap laut. Siapa tahu jadi lebih mencintai laut. Mengingat laut adalah bagian dari tanah air. Tsah.

Nah, sudah cukup banyak review tentang Jakarta Aquarium, baik di blog maupun di Instagram. Untuk itu, saya nggak mau ngereview yang biasa saja. Jadi, saya mau menyimpulkan kunjungan ke Jakarta Aquarium tersebut dalam TUJUH FAKTA MENGEJUTKAN DAN MENCENGANGKAN TENTANG JAKARTA AQUARIUM. Jangan lupa, NOMOR ENAM BIKIN MELONGO!1!11!

1. Memindahkan Laut ke Mal

Pertama-tama, Jakarta Aquarium ini bukan tipu-tipu. Benar-benar berupa akuarium dan benar-benar letaknya di tengah kota Jakarta, tepatnya di Mal Neo Soho dengan akses masuk di Lower Ground. Artinya, itu ikan-ikan hidup di dalam mal. Sepanjang waktu! Ikan-ikan (dan hewan-hewan lainnya) sungguh lebih milenial daripada para milenial yang nge-mall.

Jadi kalau lagi pertemuan piranha, maka piranha dari Jakarta Aquarium bisa sombong sama piranha dari Sungai Amazon. “Gue sih tinggalnya di mal. Kawasan premium. Emang situ, tinggal di hutan?”

Yiha!

JA7

Suasana laut, termasuk juga penataan cahayanya sangat dipikirkan. Jadi, kira-kira ya serupa dengan di bawah laut. Makanya Jakarta Aquarium ini bukan berupa ruangan terang benderang belaka, tapi remang-remang sebagaimana di bawah laut situ. Sudah jelas juga suhunya diatur sedemikian rupa. AC-nya juga. Dan dengan demikian, seluruh kegiatan itu menyebabkan fakta kedua! Continue reading

5 Cara Bikin Meme Lucu

5 CARA BIKIN MEME LUCU

Hidup sekarang dipastikan nggak bebas dari meme, karena sebenarnya hidup kita lebih lucu dari meme. Nggak di Facebook atau di Instagram atau bahkan di WhatsApp sekalipun kita pasti sering menerima atau mengirimkan meme. Sayangnya, seringkali meme itu kek kerupuk. Garing. Garing Nidji. Bah.

Sebenarnya, bikin lucu itu susah-susah gampang. Sebagaimana banyak pelawak justru meninggal bunuh diri, sebenarnya memikirkan komedi itu adalah hal yang sangat-sangat serius. Lantas, bagaimana cara bikin meme lucu agar tidak bunuh diri? Berikut 5 hal yang kayaknya bisa membantu. Kalau nggak membantu? Ya, tinggal order Gojek. Go-Meme.

1. Template Meme

Ini adalah cara paling mudah yang disediakan pula oleh banyak aplikasi. Gambar-gambar meme seperti Leo Di Caprio, Yao Ming, hingga Nicholas Cage hanya tinggal ditambahi kata-kata yang relevan lucunya. Atau kalau kita agak (((niat))), kita bisa kok menggunakan foto sendiri yang ditambahkan caption yang ciamik. Kayak punya Om-nya Isto ini misalnya:

Screenshot_1516
Kata saya, sih, lucu. Nggak tahu sih kalau nanti sore.

2. Topik Viral

Supaya pas lucunya, kita bisa mengambil topik yang sedang viral. Misalnya pas zaman Bowo Tiktok atau pas era film AADC2 turun ke pasar atau ketika Dilan dan Milea sedang asyik-asyiknya balapan liar. Kata-kata yang biasa, jika ditampilkan bersamaan dengan momen yang tepat, ya bisa lucu juga.

3. Ambil dari Percakapan Sehari-Hari

Seringkali di obrolan warung kopi atau bahkan chat WhatsApp dan LINE banyak yang lucu. Nggak tabu juga jika kita mengambilnya untuk dijadikan meme lucu-lucuan. Tapi ingat, ini bukan mengunggah screenshot percakapan di grup, yha!

Supaya lucu, pastikan kita ambil satu bit dan satu punchline. Ya kira-kira mirip teka-teki deh. Misalnya, ada obrolan tentang kondangan mantan, lalu percakapan jadi panjang. Kita bisa ambil Bagian “Hal paling seram itu adalah datang ke kondangan mantan.”

cake celebration dairy product decorate

Photo by Ana Paula Lima on Pexels.com

Supaya greng, berikan punchline yang singkat dan sangat padat: SENDIRIAN atau TANPA GANDENGAN. Atau malah BAWA GENDONGAN. Sila dipilih saja yang cocok dengan suasana hati.

4. Ambil dari Postingan Orang Lain

Status FB yang lucu itu nggak ada royaltinya, lho. Jadi ketika ada status orang yang berisi kata-kata lucu kek gini, terus kalian tempel dan jadikan meme, ya nggak akan kena tuntut. Cuma demi etika bahwa ada orang yang susah-susah berpikir buat ngelucu, lebih baik kita mencantumkan sumbernya. Komik tenar Gump n Hell selalu menuliskan bahkan jika suatu status menjadi sumber inspirasi.

5. Ditunjang Desain Yang Ciamik

woman in brown scoop neck long sleeved blouse painting

Photo by bruce mars on Pexels.com

Nah, walaupun sudah ada banyak aplikasi meme, kadang-kadang kita perlu juga buat desain meme sendiri. Atau misalnya lagi kesambet dan pengen posting kata-kata bijak. Kalau saya, misalnya, termasuk untuk bikin header blog ini, pakainya aplikasi Canva yang interface-nya lumayan mudah dan sederhana.

Nah, bagaimana? Sudah mau bersiap bikin meme? Monggo, silakan. Tapi jangan lupa kerja atau sekolah ya, hidup itu bukan buat bikin meme soalnya~~