Orang Jual Rumah di Tangerang Harga 300 Jutaan, Masih Ada?

Hunian Tangerang makin banyak diburu sebab lokasinya terbilang relatif dekat dengan Ibu Kota Jakarta yang bakal pindah itu. Toh, yang pindah kan mestinya para PNS duluan, masih ada 9 juta manusia lainnya yang kerja di Jakarta dan tinggal di kota-kota penyangga, termasuk Tangerang yang juga merupakan salah satu kota satelit yang menunjang keberadaan Ibu Kota. Tiada heran kalau banyak orang mencari rumah dijual di Tangerang sebagai solusi kebutuhan akan hunian.

Hal lain yang membuat rumah di Tangerang diburu tentu saja harganya yang terbilang masih murah dan tidak bikin vertigo sambil kayang seperti harga rumah Jakarta yang makin hari makin mirip mantan terindah datang tiba-tiba minta dinikahi alias tak masuk akal.

Dengan harga 300 jutaan saja, berikut ini ada beberapa perumahan Tangerang yang bisa dijadikan pilihan dalam mencari hunian yang tentu saja nyaman dan aman. Rumah dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas, bukan mimpi, lho!

Graha Aquila, Perumahan Cluster Harga Mulai 300 Juta

Perumahan Cluster Graha Aquila

Via Aquila Land

Siapa yang jual rumah di Tangerang harga 300 jutaan? Salah satunya adalah Aquila Land. Aquila Land sendiri menyediakan hunian bagi masyarakat dari berbagai segmen sekaligus dalam rangka mendukung program pemerintah dalam penyediaan kebutuhan hunian.

Sejak awal berdirinya, pengembang ini memiliih lokasi strategis dimana pembangunan pemukiman sedang dipusatkan. Tentunya dengan memperhatikan aspek aksesibilitas yang tinggi sehingga sangat mudah untuk dijangkau dan punya nilai Investasi yang sangat menjanjikan.

Saat ini, ditawarkan 3 tipe rumah di Graha Aquila. Yang pertama adalah Tipe Candra, lalu ada juga Tipe Cakra dan Tipe Kartika.

Tipe Candra memiliki luas bangunan 32 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi. Dilengkapi dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, dapur, serta halaman. Harga jual rumah di Tangerang tipe ini senilai Rp369 juta, dengan DP 15%, alias sekitar 13 jutaan. Masih cocok sama simpanan keluarga muda seperti Bapak Millennial.

Lalu ada juga Tipe Cakra yang dibanderol harga agak lebih tinggi, yaitu Rp417 juta. DP-nya sekitar 15 jutaan. Rumah ini bertipe 36/66 dan memiliki 2 kamar tidur serta 1 kamar mandi. Yang termahal adalah Tipe Kartika senilai Rp518 juta yang merupakan rumah tipe 42/78.

Fasilitas yang ditawarkan oleh perumahan ini antara lain masjid, playground, sport area, one gate system, dan keamaan 24 jam dengan CCTV. Untuk spesifikasi bangunannya, sebagaimana tertera di bawah ini:

Pondasi batu kali dan beton bertulang, dinding hebel/bata ringan (double dinding), atap bajar ringan genteng flat, lantai homogenius 60×60, kusen aluminium, pintu Solid Panel, pintu kamar double teakwood, plafon rangka hollow dan gipsum, sanitary kloset duduk Toto, plus daya listrik Token 1300 Watt.

Keunggulan lokasinya antara lain adalah dekat dengan beragam fasilitas yang pastinya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contohnya, Stasiun Serpong, AEON Mall, pintu tol BSD, ITC BSD, dan tempat-tempat lain di sekitarnya dapat diakses dalam waktu kurang dari 30 menit saja.

Panorama Bali Residence, Rumah Etnik Di Bawah 300 Juta

Panorama Bali Residence

Via 99.co Indonesia

Yang kedua adalah Panorama Bali Residence. Pengembang ini bahkan jual rumah di Tangerang harga di bawah 300 juta, tepatnya Rp243 juta saja! Panorama Bali Residence seluas 70 Ha mengusung konsep rumah hunian bernuansa Bali dengan Green Living dan dengan harga terjangkau.

Perumahan ini juga memiliki lingkungan perumahan yang asri dengan udara yang sejuk serta didukung oleh taman bermain alias playground yang memudahkan keluarga untuk bisa melakukan aktivitas bersama-sama.

Perumahan ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas untuk menunjang kebugaran penghuninya. Ada kolam renang untuk segala usia mulai dari anak-anak sampai yang dewasa, sport center yang nyaman, club house dan fitness center yang lengkap untuk memanjakan penghuni perumahan tersebut.

Ada beberapa tipe yang menjadi unggulan dari Panorama Bali Residence. Diantaranya, Tipe 30/60 Singaraja, Tipe 36/72 Kintamani, Tipe 40/84 Bedugul, dan Tipe 50/90 Tampak Siring. Perumahan ini sempurna bagi anda yang mengidamkan hunian asri dengan sentuhan gaya Bali dalam arsitekturnya.

Masalah aksesbilitas? Tiada perlu khawatir, hanya perlu waktu kurang lebih 30 menit untuk menjangkau pintu tol BSD, Stasiun kereta Rawa Buntu, BSD, UIN dan UMJ, serta Kota Bogor.

Beberapa sarana pendidikan juga tersedia di sekitar perumahan antara lain SDN Ciseeng I, SD Terpadu Bina Ilmu Parung, SMPN 1 Parung, SMPN 1 Ciseeng, SMAN 1 Parung, Yayasan Al-Mukhlisin—ini tempat saya beli kandang ayam buat acaranya Isto turun tanah—, Sekolah Internasional Madaniyah Kahuripan, dan Sekolah Tinggi Sandu Negara Ciseeng.

Terdapat pula 4 fasilitas kesehataan terdekat yang bisa diandalkan pada saat-saat darurat, yaitu Puskesmas Ciseeng dan Parung, Rumah Sehat Terpadu Jampang, Rumah Sakit Dhuafa Kahuripan, serta RSIA Citra Insani Lebak Wangi.

Bumi Tigaraksa Residence, Jual Rumah di Tangerang Harga 300 Jutaan DP Ringan

Selanjutnya, ada juga Bumi Tigaraksa Residence dari pengembang PT. Lika Dermawan yang menawarkan hunian minimalis yang cocok untuk keluarga milenial seperti saya. Dengan suasana nyaman dan aman plus lokasi strategis, harga jual rumah di Tangerang untuk perumahan ini masih terbilang sangat terjangkau.

Anda bisa dapatkan unitnya mulai dari harga Rp375 juta. Yang dipasarkan adalah tipe 38/72 dan 40/92 dengan spesifikasi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu yang pastinya luas, dapur cor beton dan dinding keramik, carport, air bersih sumur bor dengan mesin jet pump, serta daya listrik 1300 Watt.

Uniknya, anda bisa DP “suka-suka” dalam membeli unit di sini, dengan minimal hanya Rp10 juta saja. Iya, sepuluh juta kalau beli rumah mah murah banget. Dengan booking sebesar Rp3 juta, berkas pembelian bisa langsung diproses. Sebagaimana biasanya, tentu saja ada syarat dan ketentuan berlaku untuk DP ringan ini.

Selain bonus 1 unit AC—benda wajib keluarga masa kini, beberapa hal yang menarik lagi adalah kita akan terbebas dari biaya balik nama SHM, BPHTB, PPN, juga IMB. Gaes, uang untuk mengurus segala singkatan itu tadi bisa buat beli beberapa sepeda motor, lho. Mayan, kan?

Kawasan bebas banjir ini berlokasi sangat strategis juga karena berada di pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang. Berada di belakang Masjid Agung Al-Ajat, dekat pula ke Polres, Kejaksaan, dan BPN Tangerang.

Hanya membutuhkan waktu 15 menit dari pintu keluar tol Balaraja dan Talaga Bestari, 10 menit dari stasiun Daru, 15 menit dari stasiun Tigaraksa, serta 5 menit dari area komersil yang dapat memenuhi segala kebutuhan harian anda, membuat perumahan ini menjadi pilihan menarique.

Selain itu, Bumi Tigaraksa Residence juga dekat dengan sarana prasarana lain seperti sekolah, sarana ibadah, sarana bermain anak, rumah sakit, kampus, juga pasar modern dan tradisional.

Bagaimana dengan spesifikasi untuk harga jual rumah di Tangerang harga 300 jutaan ini? Pondasinya adalah batu kali dengan dinding hebel. Lantai keramik 40×40, rangka atap baja ringan, atap genteng beton, kusen alumunium, kloset duduk, dapur meja dan carport beton.

Griya Permai Legok, Perumahan Murah Dekat Pusat Kota

Griya Permai Legok

via 99.co Indonesia

Lalu ada juga Griya Permai Legok yang jual rumah di Tangerang harga 300 jutaan. Dipatok harga Rp362 juta, hanya dengan uang 2 juta rupiah, kita sudah dapat memilih unit hunian tipe 30/60 yang memiliki pintu gerbang langsung di pinggir jalan utama.

Perumaan Griya Permai Legok merupakan perumahan yang strategis dan asri yang terletak di kawasan berkembang di Tangerang.  Lokasinya berdekatan dengan beberapa pengembang besar seperti Lippo Karawaci, Sinarmas alias BSD City, Summarecon Serpong, dan Paramount Serpong.

Akses jalan yang mudah dan tersambung langsung dengan jalan nasional Legok Parung Panjang (rencana Row 23) tentunya memudahkan aksebilitas ke kawasan perumahan. Dari sini, akses ke wilayah BSD hanya sekitar 10 menit lewat Jalan Raya Pagedanganm 15 menit ke Lippo Karawaci dan Summerecon Mall Serpong. Atau yang mau beli rumah anak kereta? Tenang, stasiun KRL terdekat hanya berjarak 4 kilometer dari perumahan.

Dibukanya unit baru di perumahan Griya Permai Legok adalah untuk memenuhi permintaan akan hunian yang strategis dan mudah diakses dengan berbagai sarana transportasi publik seperti Commuter Line via stasiun Rawa Buntu atau Transjabodetabek (BSD-Grogol), serta tentunya dengan harga yang bersahabat.

Selain dengan transportasi massal, daerah Serpong ini juga mudah diakses melalui jalur jaringan jalan tol yang sudah beroperasi yaitu Serpong-Jakarta dan juga ada tiga jalan tol yang dalam tahap pembangunan yaitu tol Serpong-Kunciran (yang ini nggak lama lagi kelar, wong saya lewat tiap hari), Serpong-Cinere, dan Serpong-Balaraja.

Berikut spesifikasi rumah di Griya Permai Legok ini: dinding habel double, 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, dapur dengan meja kompor—ini lumayan irit jadinya, plafon dengan rangka besi holo dan gypsum, keramik 40 x 40 lantai utama, keramik kamar mandi 30 x30, keramik fasad menyerupai batu alam, atap baja ringan dengan genteng beton, dan lain-lain.

Masih banyak lagi, lho, orang jual rumah di Tangerang harga 300 jutaan. Untuk pilihan yang lebih variatif, boleh lho kunjungi www.99.co/id untuk mencari tipe rumah apa saja sesuai preferensi sendiri, calon istri, maupun calon gebetan.

Ingat, beli rumah itu sama dengan cari jodoh. Harus cocok, baru deh dijadikan. Selamat mencari, ya!

Advertisements

Pentingnya Memiliki Asuransi Dari Sudut Pandang Orang Tua

Pentingnya Memiliki Asuransi Dari Sudut Pandang Orang Tua

Percaya atau tidak, ketika seseorang berubah status dari lajang menjadi menikah, sebenarnya nggak banyak hal yang berubah. Paling ya nggak bisa lagi menggebet anak orang sesukanya, karena kan sudah punya pasangan yang terikat secara resmi secara agama dan negara.

Akan tetapi, begitu statusnya berubah menjadi orang tua, nah, barulah perubahan besar terjadi. Bagaimanapun, orang tua baru itu diberi tanggung jawab untuk menangani sebuah kehidupan baru–yha, kecuali anaknya kembar, sih.

affection baby baby girl beautiful

Photo by J carter on Pexels.com

Apalagi di zaman edan seperti sekarang, ketika kemudian banyak orang tua yang tidak bisa mengawal anaknya sampai tua karena berbagai hal. Kadang karena perceraian akibat tidak akur, namun banyak juga kasus orang tua yang meninggal muda.

Sungguh, saya suka sedih kalau melihat postingan FB dari teman-teman yang sudah menghadap Yang Maha Kuasa, apalagi kalau ada foto anaknya. Hiks.

Sesudah menjadi orang tua, persoalan hidup itu menjadi agak pelik, setidaknya kalau lagi melihat anak saya yang lagi lucu-lucunya. Maksud saya, kalau zaman dulu membujang, yang dipikirkan masa depannya ya diri sendiri. Kalau sudah ada anak, maka yang dipikirkan adalah bisakah saya mengawal dia sampai lepas landas kelak? Atau kalau nggak, bagaimana saya bisa menjamin anak saya tetap bisa “jadi” di masa depan?

Profil paling cocok tentu saja kalau kita nonton film ‘Sabtu Bersama Bapak’, ketika seorang bapak yang tahu bahwa akan meninggal muda karena suatu penyakit, sudah menyiapkan segala hal untuk kehidupan keluarganya kelak.

Sesungguhnya, bagi siapapun orang tua, yang dilakukan oleh si Bapak di film yang diangkat dari novel tersebut bisa ditiru. Cara yang paling mudahnya tentu saja adalah dengan memiliki asuransi jiwa.

Ada salah seorang kenalan yang meninggal dalam usia cukup muda karena sebuah penyakit. Mana anaknya masih kecil-kecil, pula. Belum lagi, ternyata istrinya tidak bekerja. Tentunya menjadi pemikiran bagaimana nasib anak-anaknya kelak.

Ternyata, dia sudah menyiapkan diri dengan asuransi jiwa. Sehingga, ketika meninggal, ada sejumlah uang yang bisa digunakan untuk kelanjutan hidup keluarganya dan rentang waktu yang cukup.

Saya sendiri adalah seorang PNS yang sebenarnya sudah punya cukup fasilitas untuk masa depan anak. Pertama, BPJS kelas I untuk saya ditanggung negara, plus anak saya juga demikian. Kedua, ada pensiun kelolaan Taspen. Pensiun di Indonesia ini baik betul karena kalau Pensiunan meninggal, maka istri/suami masih dapat meskipun hanya 70-an persen. Ketika selanjutnya orang tua yang ini meninggal juga, maka anak–asal belum 25 tahun–juga bisa dapat walaupun memang hanya sepertiga.

Meski demikian, dengan tuntutan hidup yang semakin menggila, kepemilikan asuransi jiwa tetap menjadi penting bagi saya. Terlebih, pekerjaan saya sudah mewajibkan untuk melakoni perjalanan kesana kemari yang tentu saja meningkatkan risiko kenapa-kenapa di jalan.

silhouette photography of people

Photo by Ricardo Esquivel on Pexels.com

Pertanyaannya sekarang, bagaimana memilih asuransi jiwa yang pas? Sementara, pendapatan pun pas-pasan? Ini beberapa tipsnya.

1. Memiliki Asuransi Jiwa Itu Bukan Berharap Meninggal, Tapi Justru Sayang Keluarga

Masih banyak mindset bahwa kalau yang punya asuransi jiwa itu adalah orang-orang yang punya penyakit parah. Padahal, kalau sudah kadung parah, biasanya juga asuransi jiwa jarang yang berkenan.

Selain itu, masih banyak yang enggan punya asuransi jiwa karena dianggap mempersiapkan diri untuk meninggal. Padahal, sebenarnya yang terjadi adalah mempersiapkan modal yang cukup untuk kelanjutan hidup keluarga.

2. Pilih Polis Dengan Nilai Tertinggi dan Premi Bulanan Terendah

Dengan memulai semuda mungkin, seseorang yang ingin punya asuransi jiwa akan memperoleh premi yang cukup rendah, dibandingkan jika mulainya di usia 40 tahunan. Pada begitu banyak produk yang beredar di pasaran, penting untuk kita selalu mencari dan rajin memetakan polis tertinggi dengan premi bulanan yang paling rendah.

man holding brown leather bi fold wallet with money in it

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

3. Asuransi Bukan Dari Sisa Pendapatan

Perlu diperhatikan bahwa asuransi beda dengan investasi. Investasi pun masih banyak orang yang keliru dengan mengalokasikannya dari sisa pendapatan, padahal seharusnya justru dari sekian pendapatan harus rajin dialokasikan ke investasi. Demikian pula dengan asuransi. Anggaplah asuransi ini sama wajibnya dengan bayar listrik atau bayar iuran perumahan, yang kalau tidak dilakukan akan mengganggu kenyamanan hidup kita.

4. Pilih Perusahaan Asuransi Yang Handal

Ini kan ceritanya kita menitipkan uang kita secara rutin setiap bulan/semester/tahun ke sebuah perusahaan yang nanti ketika ada apa-apa, uangnya bisa dicairkan. Untuk itu, perusahaan asuransi dengan reputasi tertinggi dan niat baik finansial di pasaran menjadi sangat penting. Untuk membandingkan perusahaan-perusahaan itu, salah satunya dapat menggunakan Lifepal yang memiliki fitur-fitur ciamik untuk menyeleksi asuransi yang tepat untuk orang-orang yang akan mengambil asuransi.

Jadi, kira-kira demikian manfaat asuransi. Jadi ya meskipun kadang pas membayarnya agak terasa berat, tapi kalau dipikirkan manfaatnya bisa jadi ringan lagi. Hehehe~

Memutar Kenangan Antara Solo dan Jogja

Memutar Kenangan Antara Solo dan Jogja

Solo dan Jogja, setidaknya menurut saya, adalah dua kota dengan sejarah unik. Paling gampang tentu saja jika kita menyebut Kraton sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi di dua kota ini. Kebetulan pula, meskipun saya nyaris 8 tahun tinggal di Jogja, saya malah pernahnya mampir ke Kraton Solo dalam sebuah perjalanan epik yang akan selalu dikenang sebagai kelakuan masa muda. Itu terjadi tahun 2005.

Kini, akses antara kedua kota tersebut boleh dibilang lebih mudah. Memang, jalanan yang terbilang lebar dan mulus untuk was-wis-wus itu agak lebih macet dibandingkan 14-15 tahun silam. Namun pada saat yang sama, ada alternatif Kereta Api yang lebih beragam opsinya dibandingkan dahulu kala. Ada bahkan teman saya yang walaupun sudah menikah dan tinggal di Jogja, tetap saja kerjanya di Solo. Perkara akses memang cukup menarik, ternyata. Kalau begitu, yuk cobain perjalanan dari Kota Solo ke Jogja dengan kereta!

Kembali pada kelakuan anak muda harapan bunda. Sesudah memuaskan hasrat naik KA Solo-Jogja, saya bersama 14 teman lain yang berada dalam satu perjalanan terus kebingungan di Stasiun Solobalapan. Ha, piye, uang juga pas-pasan namanya mahasiswa zaman segitu. Mau jalan? Nggak ada referensi, tahun segitu Google baru ada di warnet, belum di genggaman tangan.

Untung kemudian datanglah Dewi Penyelamat kami. Andri, namanya, yang memang asli Solo. Dia datang menggunakan Kijang Super berwarna merah yang disetiri oleh saudaranya.

Eh, sik-sik. Dia datang bahwa Kijang Super dengan saudaranya untuk menjemput kami yang jumlahnya LIMA BELAS ORANG dan itu semua mahasiswa semester 3. Terus bagaimana mau jalan-jalan? Namanya juga anak muda, tanpa berpikir panjang, kami semua masuk ke dalam mobil itu. Bertumpuk-tumpuk dalam posisi yan tidak karuan. Semakin absurd lagi ketika dari 15 orang itu ada Boris. Paling tinggi, tapi baru keluar dari rumah sakit karena dengkul mlingse. Jadinya, yang paling tinggi itu justru duduknya di bangku depan.

Screenshot_1916

Ketika 17 orang jadi 1 dalam Kijang Super. Sumber: Kenangan~

Sungguh, hingga belasan tahun kemudian, saya masih suka geli mengingat betapa nekatnya kami ketika itu. Plus, betapa tangguhnya ban mobil merah tersebut. Rupanya, karena mahasiswa, kebanyakan masih pada kurus-kurus cenderung kurang gizi jadi masih bisa diangkut. Coba sekarang~

Antara Solo dan Jogja lainnya adalah sebuah perjalanan atas nama kegabutan. Ketika itu tanggal merah, seorang teman datang ke kos untuk mengajak saya motoran ke Solo, sekadar melihat pabrik Konimex. Untuk apa? Nggak ada alasan yang pasti. Pengen jalan saja, sih.

Zaman segitu, belum ada Google Maps atau Waze atau apalah. Kami hanya berbekal ngeprint sebuah peta dari Geocities di warnet, dengan mengira-ngira posisi pabrik Konimex. Yang tentu saja kemudian keliru.

Terus berangkat ke Solo dan perjalanan dari Solo ke Jogja naik apa?

Sepeda motor. Anak kos banget, pokoknya. Berbekal sepeda motor saya yang terbilang baru beli, kami bertiga (saya, Yoyo, dan Robert) berangkat ke Solo untuk sebuah aktivitas yang kalau dipikir-pikir lagi dengan segala teori Manajemen Risiko betul-betul unfaedah.

DIGITAL CAMERA

Muka Aing 10 Tahun Berlalu. Sumber: Masa Lalu Biarlah Masa Lalu

NGAPAIN COBA JAUH-JAUH KE SOLO CUMA MAU BERFOTO DI DEPAN GEDUNGNYA PABRIK OBAT???

Sesudah dari Konimex, kami memang menyempatkan diri berjalan-jalan di Kawasan Solo Baru, hingga kemudian ke Solo Grand Mall. Solo Grand Mall sendiri juga merupakan tempat yang kami kunjungi dalam rombongan pesakitan di mobil merah beberapa tahun sebelumnya.

Mengenang antara Solo dan Jogja juga menjadi sedemikian lengkap ketika sekarang adik saya yang cewek satu-satunya menikah, tinggal, dan bekerja di Solo, plus orangtua saya juga dalam proses untuk pindah ke Solo pasca pensiunnya Mamak saya. Jogja sendiri tentunya tetap istimewa mengingat dan menimbang bahwa saya bertumbuh besar selama 8 tahun di kota tersebut.

Satu hal lagi yang menurut saya cukup menarik di Solo adalah namanya nggak ada di peta karena pengakuannya Solo itu adalah Kota Surakarta. Plus, Solo itu begitu mepet dengan kabupaten lain di sekitarnya–yang notabene jauh lebih besar. Sehingga Surakarta dan sekitarnya adalah Jabodetabek versi mini.

Solo itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sragen, dan Sukoharjo. Sekadar gambaran saja ketika saya hendak tilik keponakan saya dengan naik pesawat maka saya akan turun di Bandara Adi Soemarmo yang terletak di Boyolali. Kemudian, saya akan melintasi Kota Surakarta untuk sampai di rumah adik saya yang sebenarnya sudah masuk Kabupaten Sukoharjo. Semuanya bahkan bisa dicapai dalam waktu hanya satu jam. Asyik, bukan?

Jadi, kapan mau main ke Solo dan ke Jogja?

Yang Nikmat di Bandung, Martabak Nikmat Andir

martabak-nikmat-andir

Sewaktu menulis tentang Markobar–yang sejak masuk Mata Najwa, ramainya makin hore, tapi kemudian mulai disaingi oleh Sang Pisang, saya juga mengutip sedikit perihal sejarah martabak. Nah, dari sejarah yang saya kutip tampak korelasi dengan martabak di Bangka dan Bandung hingga muncul nama martabak San Fransisco.

Maka, ketika kebetulan lewat di daerah Buah Batu, saya dan pacar (iya, tulisan ini adalah draft ketika masih pacaran–sekarang anaknya sudah bisa manjat) mampir ke martabak San Fransisco yang bercampur dengan food court lain. Apa daya, si pacar yang lagi ulang tahun itu sedang nggak pengen martabak yang premium.

Mungkin dia tahu pacarnya hanyalah PNS kere, atau memang kebetulan sedang ingin kembali ke selera asal. Martabak nan sederhana, sebelum coklat premium menyerang. Ketika ditanya pisang keju dan di San Fransisco Buah Batu itu pisang keju nggak ada, maka tujuan berikutnya langsung ditetapkan. Menurut mbak pacar, martabak paling enak di Bandung itu adanya di Andir. Saya yang nggak tahu apa-apa tentang martabak di Bandung langsung melajukan sepeda motor disertai cubitan. Hedeh.

Berlokasi di Jalan Sudirman yang satu arah, menemukan martabak dengan nama lengkap Martabak Nikmat Andir ini bukan hal sulit. Letaknya di kiri jalan dengan papan nama terkini alias neon box yang cukup besar dan mencolok. Jalan satu arah ini cukup ramai dan cukup bikin pusing kalau parkir apalagi di malam minggu. Sepeda motor yang saya pakai digesar-geser sana sini demi kepentingan kapasitas parkir. Tenang saja, persaingan di martabak ini sehat. Yang naik motor dan naik mobil seimbang bin setara. Kaya dan kere sama-sama antre martabak. Maka, selain parameter ekonomi seperti saya jelaskan di posting tentang martabak 65A, martabak juga menjadi simbol kesetaraan. Luar biasa! Continue reading

Petualangan Murah Meriah di Hong Kong

1

Hong Kong dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di Asia dan dunia. Sebenarnya tidak hanya karena wisata, namun kunjungan bisnis juga jamak dilakukan ke Hong Kong, mengingat banyak perusahaan multinasional memiliki markas di Hong Kong ini.

Resminya, Hong Kong adalah Daerah Administratif Khusus dengan sejarah panjang. Pasca kekalahan Tiongkok di Perang Opium Pertama (1839 sampai 1842) dari Kerajaan Inggris, Hong Kong diserahkan ke Inggris oleh Tiongkok, termasuk di dalamnya Semenanjung Kowloon serta New Territories.

Sempat diduduki Jepang pada Perang Dunia II, Hong Kong kembali dikontrol oleh Inggris hingga pada tahun 1997–sesuai dengan “penyewaan 99 tahun New Territories” pada tahun 1898–Hong Kong menjadi Daerah Administratif Khusus di Tiongkok.

Secara umum, Hong Kong memang dikesankan mahal. Ya, memang mahal, sih. Hong Kong juga memberikan profil sebuah kota yang sibuk dan penuh dengan kelelahan. Berjalan-jalan di Stasiun Central, kita akan menemukan para pekerja yang berjalan kencang demi bisa masuk ke kantor. Sebenarnya, nggak beda-beda amat dengan Jakarta.

Malah sebenarnya Hong Kong lebih padat, ditandai dengan bangunan tinggi dimana-mana sebagai pemukiman. Dengan lahan hanya seluas 1.104 kilometer persegi, ada sekitar 7 juta jiwa manusia yang tinggal di dalamnya.

Nah, karena posisinya yang demikian itulah, Hong Kong menjadi menarik buat saya untuk dikunjungi.

Tapi, budget terbatas. Bagaimana dong cara menikmatinya?

Gampang sekali.

Pertama-tama, tentu saja tiket. Kita nggak mungkin naik ojek online dari Indonesia ke Hong Kong, jadi ya pasti naik pesawat. Tiket pesawat ke Hong Kong sendiri bisa kita peroleh antara lain melalui PegiPegi.

Mencari tiket pesawat ke Hong Kong, kalau lewat PegiPegi itu, baik via Desktop, aplikasi, maupun mobile site biasa, sama-sama mudahnya. Misalnya begini:

Screenshot_174

Mau pakai aplikasi? Bisa juga:

Screenshot_176

Yang unik, di PegiPegi itu ada kalender promo seperti gambar di atas! Jadi, dengan hanya menginput asal, tujuan, dan bulan keberangkatan yang kita inginkan, maka akan muncul tanggal, hari, berikut harga paling menarik yang bisa kita dapatkan. Jadi, hal ini sangat membantu pencarian harga tiket paling sesuai dengan kantong.

Satu hal yang penting, biasanya tiket murah itu ya pas weekdays. Jadi, luangkan cuti yang cukup untuk bisa mengeksplorasi Hong Kong dengan leluasa. Oh, dan jangan lupa, untuk harga terbaik, kadang ada konsekuensi transit begitu lama. Jadi, ya harus disiapkan juga. Saya sendiri mengalami kemarin itu transit di Singapura sampai bisa dapat 4-5 film di bioskop mini gratisannya itu~

Transportasi Umum

Begitu sampai Hong Kong, jika ingin murah, tentu jangan naik taksi. Belilah tiket Kereta Bandara. Kalau saya kemarin, karena tujuannya ke Wan Chai di Hong Kong sisi Island, bukan sisi Cina Daratan, jadi saya turun di Hong Kong, bukan di Kowloon. Nah kalau di Hong Kong ini sebagai jarak terjauh ongkosnya adalah HK$110 untuk sekali jalan. Cukup murah untuk sebuah perjalanan 24 menitan yang kuencanggg tapi nyaman.

Bukan apa-apa, bandara Hong Kong itu letaknya di Pulau Lantau, yang jaraknya sekitar 40 kilometer. Jadi kalau pakai taksi ya bangkrut di awal kitanya.

Nah, di Hong Kong, lantainya atas bawah dengan Central Station. Central ini adalah kunci dari segala kunci MRT di Hong Kong. Kalau diibaratkan ke KRL Jabodetabek ya Manggarai-nya. Dari Central inilah kita akan kemana-mana di Hong Kong~

Begitu sampai di Central, segera beli kartu Octopus. Satu keunggulan di Hong Kong, Octopus ini bisa dipakai untuk naik MRT, naik bis, hingga naik kapal. Jadi mau diisi langsung banyak juga nggak masalah, karena nantinya juga bisa di-redeem sebelum pulang.

Hong Kong Museum of History

Wisata gratis paling utama ya museum ini, diantara banyak museum lain di Hong Kong yang juga gratis-gratis itu. Melalui Museum of History, kita langsung bisa melihat Hong Kong secara keseluruhan di satu tempat.

2

Penyajian history-nya sangat urut, bahkan mulai dari zaman Dinosaurus. Tradisi kuno juga ada satu lantai sendiri, demikian pula dengan masa Perang Opium itu tadi. Di bagian akhir, kita juga jadi tahu ihwal pembangunan masif dari Hong Kong ini. Jadi betul-betul disajikan dengan flow terbaik.

Jalan Kaki dan Bis

IMG_20181109_111146

Oya, karena judulnya adalah murah meriah, saya harus kasih tips utamanya di awal. Kita harus siap banyak-banyak jalan kaki. Hehe. Jangan sedikit-sedikit naik taksi, kecuali situ Sultan. Untuk jarak yang agak jauh, sebenarnya bisa naik MRT, namun setelah saya bandingkan, sebenarnya lebih murah naik bis. Ya, kelemahannya adalah agak lama. Namun positifnya, turunnya ya di pinggir jalan, bukan bawah tanah. Jadi kalau pas macet ya sekalian menikmati pemandangan, dah.

Tsim Sha Tsui

5

Tsim Sha Tsui adalah kawasan yang sangat identik dengan turis, kalau di Hong Kong. Memang ada banyak taman juga di Hong Kong, namun yang ada di Tsim Sha Shui yang menjadi menarik karena letaknya tidak terlalu jauh dengan pelabuhan Star Ferry. Tsim Sha Tsui Promenade, namanya, juga berdekatan dengan Hong Kong Space Museum dan Hong Kong Miseum of Art. Bahkan kalau hari Minggu ada hiburan internasional gratis. Pas saya ke sana, yang lagi tampil adalah…

…Tari Piring.

Ketemunya orang Padang, lagi. Saya sendiri sebenarnya nemu Tsim Sha Tsui Promenade karena ingin melihat lokasi Avenue of Stars tapi lokasinya ditutup karena sedang renovasi. Eh, di Tsim Sha Tsui-nya salah malah nemu taman bagus dan tentu saja (karena hari Minggu) ketemu banyak orang Indonesia.

4

Pasar Mong Kok

Mau cari oleh-oleh ya harus di Mong Kok. Soalnya, tidak ada yang semurah disini dan tidak ada yang lebih paham Bahasa Indonesia selain disini. Berasa belanja di Pasar Bugis Singapura, lah, karena sebagian pedagangnya ngerti Bahasa Indonesia sedikit-sedikit.

6

Untuk itu, menawar sedikit-sedikit juga diperlukan di tempat ini. Mediumnya? Kalkulator! Baik penjual dan calon pembeli akan mengetikkan angka di kalkulator untuk kesepakatan. Pengalaman saya menemani delegasi luar negeri waktu konferensi internasional, walaupun Bahasa Inggris kita dan dia cukup cas-cis-cus, kalau sudah urusan duit ya belibet juga.

Victoria Peak

Menurut saya, kalau tidak mampu ke studio-studio mahal, sebaiknya kesini saja. Victoria Peak adalah salah satu spot yang paling-hong-kong. Lebih Hong Kong daripada Hong Kong itu sendiri.

Jika ingin murah, ya jangan naik tram yang antreannya mengalahkan antrean sembako itu. Naiklah bis. Tapi, kalau naik bis, pergilah ke awal perjalanan bis itu supaya dapat tempat. Bis di Hong Kong ini kalau sudah penuh nggak maksa harus masuk semua. Saya menunggu dekat Wan Chai, 2 jam hanya untuk dilewati bis nomor 15 berkali-kali. Hiks.

Untuk bisa naik ke bagian teratas gedung memang harus membayar, tapi itu sajalah pengeluaran termahal. Kalau kepepet ya bisa pakai kartu kredit Indonesia, diterima kok dengan lapang dada.

Sedangkan kalau ingin foto yang prima, sebenarnya kita bisa sedikit berkorban dengan menggunakan jasa fotografer resmi. Ya, memang, mahal. Tapi menurut saya cukup sepadan dengan kualitas fotonya, dan ya mumpung sekali-kali ke Hong Kong. Tips iritnya adalah nggak usah dicetak, apalagi pakai frame, cukup diemail saja. Itu sangat jauh lebih murah, toh ya tujuannya diupload, kan?

7

Sementara kalau hanya foto-foto pakai HP biasa, tenang saja, saya malah saling bantu foto keluarga dengan sesama orang Tangerang Selatan. Bah~

Liburan itu pilihan, dan karena sumber daya kita baik waktu dan uang terbatas, mahal kita harus memilih. Tempat-tempat tadi adalah pilihan saya dan istri, meskipun kami jadinya ya melewatkan beberapa museum dan juga Victoria Park, tapi ya namanya juga ada keterbatasan.

Ah, jadi pengen ke Hong Kong lagi…

Screenshot_175

Naik LRT Jakarta yang Menyenangkan

1

Sesudah Moda Raya Terpadu alias Mass Rapid Transit (MRT), di Jakarta sudah ada juga moda transportasi baru nan ngehits lainnya. Namanya adalah Light Rapid (atau Rail, yak?) Transit alias LRT. Katanya Ustadz Hilmi dalam status FB saya, LRT itu di-anjungan tunai mandiri-kan sebagai Lintas Raya Terpadu.

Karepmulah.

LRT Jakarta ini sejatinya baru sebagian kecil dari LRT Jakarta yang direncanakan. Letaknya juga agak ajaib yakni dari Pegangsaan Dua Kelapa Gading ke Velodrome Rawamangun. Iya, hanya sekitar 6-7 kilometer, kalau tidak salah.

NAIK OJOL JUGA NGGAK SAMPAI 10 RIBU, GAES~

Ya, tadinya LRT Jakarta–yang berbeda dengan LRT-nya BUMN besutan Adhi Karya dkk di sekitar Sentul ke Dukuh Atas–fase 1 ini direncanakan untuk menunjang Asian Games 2018.

Apa daya, nggak terkejar. Walhasil, rangkaian kereta yang sejak 1-2 bulan sebelum Asian Games 2018 sudah ada di Kelapa Gading itu belum terpakai. Jadi, rencana dia sebagai fase 1 yang dibuat untuk menunjang event besar gagal total.

Untungnya LRT di Palembang nggak gagal juga. Heuheu.

Di bawah Anies Baswedan, LRT Jakarta ini disebut tidak buru-buru, demi bisa maksimal persiapannya. Karena saya juga mengalami bahwa MRT yang sudah uji publik lama sekalipun, ketika ada gangguan KRL dan banyak yang migrasi ke MRT, banyak ketidaksiapan juga.

Saya sendiri memprediksi bahwa LRT Jakarta ini akan kurang laku, karena sebagaimana M. Taufik dari Gerindra bilang bahwa nggak jelas siapa yang akan naik jurusan ini, apalagi toh jaraknya sangat terjangkau dengan ojek online. Meski demikian, rupanya LRT Jakarta sangat mempersiapkan diri dengan baik.

7

Saya mendapat kesempatan mencoba LRT Jakarta tersebut beberapa hari yang lalu. Saya naik dari Halte Velodrome setelah terlebih dahulu mendaftar online. Stasiun Velodrome letaknya pas di depan Velodrome Rawamangun. Jadi, persis di depan Arion Rawamangun. Stasiun ini terkoneksi dengan Halte Pemuda Rawamangun. Pas saya ke lokasi, jembatan konektornya sedang dalam progress dengan tanda-tanda akan dibuat Instagram-able seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Sudirman.

8

Koneksi ini penting dan boleh jadi akan memperkuat peran jalur TU Gas/Pulo Gadung – Dukuh Atas yang selama ini termasuk jalur yang banyak dibantu rekayasanya, terutama di sekitar Jalan Proklamasi yang muacettt itu.

Operasi LRT dalam uji publik ini baru pakai 2 rangkaian saja. Bahkan lebih pendek dibandingkan operasional LRT di Palembang. Stasiun LRT Jakarta sendiri dikondisikan untuk lebih dari jumlah itu. Ya, nggak apa-apa, namanya juga uji publik.

Satu hal yang unik dan pasti disadari adalah bahwa pemandangannya pasti tidak menarik karena jalur yang dilintasi sebenarnya adalah perumahan. Jadi, isinya ya atap-atap-atap begitu saja. Lajunya juga sama pelannya dengan LRT Palembang. Mungkin memang LRT itu ya demikian kecepatannya.

5

Stasiun LRT ini menurut saya bagus-bagus, sih. Pindah jalurnya harus lewat atas, berbeda dengan MRT yang dari bawah. Ada eskalator, ada juga tangga. Continue reading

Staycation Menyenangkan di Swiss-Belhotel Pondok Indah

Staycation Menyenangkan di Swiss-Belhotel Pondok Indah

Libur lebaran dan tidak pulang kampung ke Bandung maupun Bukittinggi memang agak runyam. Saya sebagai PNS pasti libur, sedangkan istri saya hanya libur pas tanggal merah alias 5 dan 6 saja. Pengalaman berkata bahwa membawa bocah hanya untuk perjalanan 2 hari untuk kemudian balik lagi lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Jadi, ya sudah, stay saja di Jakarta.

Berhubung habis pulang dinas dari Surabaya, sesudah dipotong anggaran beli Spikoe dan beli Sei Aroma, ada sisa uang sedikit yang dikolaborasikan dengan promo besar dari online ticket agency kondang, maka saya dan istri memutuskan untuk melakukan staycation saja di Jakarta.

Salah satu target liburan kami adalah membawa Isto naik Mass Rapid Transit alias Moda Raya Terpadu alias MRT. Ya, meskipun dia juga nggak ngerasa, tapi lumayan sebagai seorang bocah kalau punya kisah naik moda transportasi paling ngehits se-Jakarta saat ini. Dengan demikian, lokasi staycation mengerucut ke tidak-jauh-jauh-dari-stasiun-MRT.

Dari beberapa pilihan, akhirnya kami memilih untuk menginap di Swiss-Belhotel Pondok Indah. Dulu, sih, pernah hampir ngereview makanan di hotel ini tapi karena hal yang saya sudah lupa, nggak jadi. Alasan utama sih karena posisinya yang dekat dengan halte TransJakarta serta kolam renang yang tampaknya paling menarik dibandingkan hotel-hotel di sekitarnya.

Lagipula, karena saya sudah cukup kenal dengan Swiss-Bel di berbagai kota–termasuk di Palangkaraya sebagai hotel terbaik di kota itu–jadi seharusnya tidak akan terlalu mengecewakan.

Apakah benar demikian? Continue reading

Ayo Beli Rumah Harga Murah di Kota Ramah Anak Jawa Barat!

Kota Layak Anak (KLA) secara awam bisa dijelaskan sebagai kota yang memenuhi semua kriteria standar untuk memenuhi segala kebutuhan tumbuh kembang buah hati dari segala aspek dan sisi. Misalnya dengan adanya fasilitas serta sarana prasarana ramah anak sampai kemudahan mengurus dan mendapatkan urusan administrasi si kecil.

Tapi sayangnya, diantara sebegitu banyak kota dan wilayah di Indonesia, belum semua titik menjadi kota ramah anak disebabkan banyak faktor misal kendala uang dari pemerintah atau memang pemerintah yg belum berfokus terhadap hal tersebut. Tahun 2018 saja, baru ada sekitar 177 daerah yang mendapat anugerah kota layak anak dari pemerintah pusat.

Padahal, KLA sangat penting tuk diwujudkan karena secara langsung maupun tidak, tumbuh kembang anak Indonesia tergantung dari kualitas serta standar – standar KLA. Sehingga sangat penting sebenarnya bagi orang tua untuk secara cermat menentukan dimana sebuah keluarga bakal bermukim, agar si kecil bisa mendapatkan fasilitas serta hak tumbuh kembang terbaik dimulai dari lingkungan sekitar.

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki titik ramah anak cukup banyak dengan ketersediaan jual beli rumah murah cukup berlimpah adalah Provinsi Jawa Barat. Tahun 2017 saja, sudah ada 15 titik yang mendapat predikat layak anak dan jumlah itu terus bertambah.

Ariesadhar.com - Pixabay

Tertarik buat melirik jual beli rumah murah di provinsi yg juga ramah anak ini? Berikut ulasan beberapa titiknya:

Bogor

Hanya berjarak sekitar 40 menit dari Ibukota, Bogor merupakan opsi utama bagi orang tua yg ingin jual beli rumah murah di areal layak anak. Sebab, meski dekat tetapi bisa dirasakan sekali perbedaannya mengenai kualitas udara dimana tingkat polusinya jauh lebih rendah dari DKI. Maka dari itu tingkat stressnya pun lebih rendah daripada Jakarta.

Stok rumah dijual di Bogor pun melimpah, tidak hanya landed house mewah saja tetapi Anda juga bisa rumah dijual di Bogor dengan harga miring dengan sangat mudah. Mau cari rumah dijual di Bogor tipe subsidi? Jangan khawatir, sebab stok hunian seperti itu juga banyak sekali.

Bandung

Dikenal sebab keindahan dan keberagaman tempat wisata, Bandung memang menawarkan sesuatu yg berbeda. Udara jauh lebih sejuk dan bersih dari Bogor. Plus setelah sempat dipimpin oleh Bapak Ridwan Kamil, makin banyak ruang terbuka serta taman yg bisa dijadikan tempat bermain buat anak. Tentunya dengan begitu aspek edukatifnya pun bakal lebih terasa.

Tapi untuk urusan jual beli rumah, tak berbeda jauh dengan rumah dijual di Bogor. Terdapat banyak opsi beli rumah serta range dan variasi landed house buat segera dimiliki. Tak peduli hunian murah maupun hunian mewah, tetap semuanya dikelilingi oleh ragam fasilitas serta infrastruktur buat mendukung segala perkembangan buah hati Anda. Ya, Bandung memang selalu istimewa.

8 Hal Penting Dalam Menulis Esai LPDP

Beasiswa LPDP Tahun 2019 sudah dibuka. Dalam waktu yang cukup terbatas untuk periode pertama, mungkin ada yang masih bingung dalam menulis esai. Dulu waktu membantu proses LPDP pacar–kemudian jadi istri–esai LPDP itu ada 2 yaitu “Peranku Bagi Indonesia” dan “Sukses Terbesar Dalam Hidupku”.

Nah, yang saya alami pada tahun 2018 esainya itu diberi nama Statement of Purpose, yakni esai paling banyak 1000 kata yang menjelaskan rencana kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas.

Nanti akan saya beri bocoran esai yang bikin saya berhasil mendapatkan beasiswa LPDP dalam 1 kali percobaan. Pertama-tama, tentu harus dipahami dulu hal-hal yang biasanya luput dari pembuatan esai sehingga mengurangi kemungkinan diterima LPDP.

Yuk~

1. Esai Itu Personal

Dalam definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), esai itu sifatnya adalah berasal dari sudut pandang penulis. Ini penting karena banyak orang yang asal copy-paste esai-esai yang beredar di media seperti blog ini, sehingga menghilangkan unsur sudut pandang personalnya.

Jadi, nyontek esai itu dimungkinkan. Minta tolong edit ke teman yang paham tata bahasa atau suka menulis juga tidak masalah. Hanya saja, pertahankan sudut pandang personalnya dengan cara: pertama kali buat esai sendiri sampai selesai, sejelek apapun itu. Kemudian berangkatlah dari esai itu untuk perbaikan ke depannya. Niscaya, esai akan menjadi sebuah masterpiece.

2. Buka Dengan Tidak Biasa

Ini contoh pembukaan saya dalam statement of purpose yang saya submit ke LPDP:

Saya selalu mengalami masalah ketika ada pertanyaan, “kamu orang mana?”. Bukan apa-apa, saya adalah anak seorang pria Jawa asli dan seorang wanita Batak tulen. Saya lahir dan tumbuh hingga remaja di Bukittinggi, Sumatera Barat. Saya seorang Katolik sejak bayi, yang punya saudara dekat beragama Islam dan Kristen Protestan. Saya kemudian membentuk pola pikir dalam pendidikan Jogja dan lantas memulai karir di Kota Palembang untuk kemudian hengkang ke Jabodetabek sebagai pekerja muda lainnya.

Apa coba urusan tempat lahir sampai agama nyambung ke esai LPDP? Ya, bisa saja disambungkan. Namanya juga tulisan, pasti bisa bagaimana caranya. Saya sendiri hendak mengarahkan latar belakang itu pada kecintaan untuk Indonesia.

Pembukaan semacam ini akan memberikan nilai tambah bagi yang–siapa tahu–akan bingung dalam menentukan kamu lolos atau tidak.

3. Jelaskan Yang Sedang Kamu Lakukan

Ini sebab kalau sudah jadi PNS, maka LPDP itu akan sedikit lebih mudah cara masuknya. Tentunya, karena kita sudah mengerjakan sesuatu. Saya sendiri PNS, tapi mendaftar lewat jalur reguler, karena kebetulan instansi tempat saya bekerja tidak membuka pendaftaran untuk afirmasi PNS. Walhasil, saya harus bersaing dengan orang-orang yang syarat TOEFL dan berbagai nilai dasar lainnya sudah tinggi.

Kalau lagi nganggur, jelaskan yang telah kamu lakukan. Btw, IMHO, kalau betul-betul nganggur tapi hanya nunggu LPDP itu menurut saya ada yang aneh. Bukankah bisa melakukan banyak hal dalam aktivisme dan voluntarisme?

4. Jelaskan Kontribusi Dari Hal Yang Sedang Kamu Lakukan

Kalau kamu aktivis, maka jelaskan yang memang betul-betul sudah dilakukan dan hubungkan dengan kontribusi pada negeri ini. Kontribusi itu, sekecil apapun tetap bisa ditulis sebagai kontribusi. Wong, berita nggak benar sama bisa digoreng seolah jadi benar, toh?

Begitulah tulisan. Namun, sebagai calon anak LPDP harus berintegritas dari awal. Tulis saja apa yang kamu sedang lakukan atau kerjakan. Jika kebetulan habis lulus belum ngapa-ngapain, ya jelaskan yang pernah dilakukan.

Kalau PNS? Ya, sesimpel apapun pekerjaanmu, itu kan membantu negeri ini. Jadi, percaya diri saja dengan yang kita kerjakan sehari-hari, kecuali keseharian kamu adalah main Zuma, yha.

5. Jelaskan Permasalahan

Menjadi anak LPDP itu sebaiknya paham permasalahan negeri ini, atau setidaknya permasalahan kontekstual dan terkini dari bidang keilmuan kita. Nah, itu yang dituangkan dalam penjelasan permasalahan.

6. Hubungkan Dengan Sekolah Sebagai Upaya Solusi

Nah, dari nomor 5, segera sambungkan dengan kenapa LPDP perlu membiayai kamu sekolah. Tentu saja jualannya adalah supaya kamu bisa jadi pembantu penyelesai permasalahan. Bagian ini agak tricky, terutama bagi yang lintas bidang. Namun kalau saya yang pindah dari eksakta ke sosial, itu bisa jadi aspek yang lebih menjelaskan~

7. Bahasa Agak Absurd Tidak Apa-Apa

Pada salah satu bagian esai, saya menulis bahwa “…PNS sudah kerja keras bagai kuda…”, karena waktu itu lagi hits. Pakailah kalimat-kalimat sederhana yang lagi hits meskipun sebenarnya agak absurd, sekadar untuk bisa membuat pembaca tidak bosan pada ke-aku-an yang memang lagi kita jual dalam esai.

8. Cek Karakter, Cek Typo, Cek Ejaan

Ini standar, tapi sering sekali tidak diperhatikan. Sebelum dipindah ke form isian LPDP, sebaiknya cek jumlah karakter, cek berulang-ulang kesalahan penulisan, hingga ke ejaan. Esai yang jelas di awal, bersih dari kesalahan, akan membuat pembaca/pereviu lebih berminat meneruskan, alih-alih esai yang jorok dan penuh kesalahan mendasar, meskipun isinya sebenarnya bagus.

Nah, bagi yang ingin melihat esai saya tahun lalu, bisa DIUNDUH DISINI. Selamat mencoba~

Surga Wisata Mall di Bekasi

Screenshot_1893

Bekasi sempat disebut-sebut sebagai sebuah planet yang untuk mencapainya harus menggunakan roket. Hiruk pikuk kemacetan di jalanan menuju Bekasi menjadi salah satu penyebabnya. Sebab kedua adalah karena Bekasi itu panas. Padahal, ya, panasnya sama Tangerang juga 11-12. Depok pun demikian.

Meski kerap jadi bahan bercanda, nyatanya Bekasi, baik Kota maupun Kabupaten, terus berkembang. Salah satu yang menjadi tanda perkembangannya adalah dalam hal jumlah mall.

Sewaktu saya masih tinggal di Cikarang, mall hanya ada 1 saja. Mall Lippo Cikarang. Kini, jumlah mall sudah bertambah dan akan terus bertambah, termasuk dengan rencana pendirian AEON Deltamas. Jelas sekali, Bekasi memang menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh banyak pekerja Jakarta untuk tinggal.

Jangan heran pula jika selain perumahan yang terus berkembang, pertumbuhan apartemen di bekasi juga masif sama halnya dengan berkembangnya apartemen Jakarta. Apartemen murah maupun dengan harga apartemen menengah ke atas didirikan di tengah Bekasi, dekat dengan mall-mall yang sudah eksis. Apartemen Center Point Bekasi maupun apartemen Mutiara Bekasi menjadi beberapa yang kondang.

Kebutuhan akan sewa apartemen murah di Bekasi menjadi tinggi. Selain untuk hunian sehari-hari, kebutuhan sewa apartemen juga muncul karena sebagian orang punya urusan pekerjaan di sekitar Bekasi. Sebagian sisanya hendak menghabiskan waktu di mall-mall berikut ini:

Revo Town

Dahulu namanya Bekasi Square dan sempat sepi kalau dilihat dari tol Cikarang-Jakarta. Namun pasca direvitalisasi menjadi Revo Town, mall yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kav 1, Pekayon Jaya ini mulai menggeliat. Apalagi, ditunjang dengan lokasinya yang paling besar se-Bekasi dengan 4 hektar dan 4 lantai.

Gambar terkait

Sumber: jktproperty.com

Dengan tagline baru “Simply a place for togetherness and family quality time”, Revo Town menghadirkan pusat perbelanjaan tempat bersuka ria dengan keluarga dan sahabat. Salah satu tujuan wisata yang melekat dengan Revo Town adalah Snow World, sensasi kota bersalju dalam mal. Jadi, siapa bilang Bekasi panas? Wong ini ada saljunya~

Mal Metropolitan

Dikenal sebagai MM, mall ini berdiri sejak 1993 dan memang besar sekali. Luasnya mencapai 3,5 hektar dan lokasinya sangat strategis karena begitu dekat dengan akses tol. Dahulu saya turun angkot di depan MM ini. Mengadalkan slogan “Dunia Belanja dan Rekreasi”, mall ini juga tempat rekreasi yang asyik bagi pengunjungnya. Mengelilingi mall ini capek juga, kok.

Grand Galaxy Park Mall

Hasil gambar untuk grand galaxy

Sumber: MallSini.com

Dari namanya saja sudah jelas kalau mall ini ada dalam kawasan perumahan Grand Galaxy City yang tepatnya ada di Jakasetia, Bekasi Selatan. Mengusung konsep Go Green, mall ini cocok untuk nongkrong karena banyak area outdoor yang rindang dan nyaman. Luasnya sendiri mencapai 30.000 meter persegi dengan ratusan gerai plus ada function hall juga.

Bekasi Cyber Park

Bersisian dengan MM, ada juga BCP yang kesohor sebagai tempat acuan IT terbesar di Bekasi dengan lebih dari 200 tenant tempat berbelanja. Oh, bioskop juga ada lho. Jadi Bekasi itu saking hebatnya sampai ada mall-mall yang berdekatan semuanya punya bioskop~

Plaza Pondok Gede

Untuk area Bekasi mepet Jakarta, ada Plaza Pondok Gede yang sudah beroperasi sejak 1993. Gedungnya mudah dikenali karena eksteriornya yang mencolok dengan warna biru dan merah plus punya tempat parkir yang luas.

Grand Metropolitan Mall

Berdekatan dengan MM dan tampak sangat jelas dari tol adalah kekhasan Grand Metropolitan Mall. Termasuk mall baru karena beroperasi pada Desember 2013, mall ini dilengkapi fasilitas hiburan, shopping center, dan kuliner dari merchant-merchant kondang.

Summarecon Mal Bekasi

Bangunan lain besutan Summarecon selain di Kelapa Gading dan di Serpong ini sudah tentu ada di kompleks Summarecon, Bekasi Utara. Berdiri pada 28 Juni 2013 dengan luas bangunan mencapai 80.000 meter persegi, mall ini cukup kondang karena punya akses dengan hotel yang sering dipakai oleh PNS rapat. Plus juga tidak jauh dari Stasiun Bekasi. Persis di depan mall ini juga ada danau dan ada apartemen pula.

Jadi, walaupun suka dikatain planet lah, panas lah, nyatanya Bekasi juga ada sensasi surganya juga, lho. Surga mall, setidaknya.