Rest In Peace, Romo Ardi

Hari Sabtu sore, saya baru pulang kondangan. Siapa sangka pada waktu saya sedang mencari kepala hijau untuk istri, salah seorang pastor keren yang saya kenal justru lagi meregang nyawa. Ya, beberapa jam kemudian melalui posting Mas Adven, teman dahulu sama-sama berkomunitas, saya mengetahui bahwa Sabtu, 8 April 2017 pukul 17.30, Romo Aloysius Maria Ardi Handojoseno, SJ dipanggil Tuhan.

Sejujurnya, saya tidak percaya.

Apalagi ini era hoaks dan sejauh saya pernah mengenal beliau 13 tahun yang lalu, tidak tampak faktor risiko untuk mengaitkan sosok yang kala itu saya kenal sebagai Frater Ardi itu dengan serangan jantung. Badan ideal, merokok sejauh saya kenal juga tidak, usia juga belum tua-tua benar. Dan lagi, sejauh saya kenal pula, selain hobi naik motor lanang, setahu saya (kala itu) Frater Ardi juga hobi berjalan kaki.

Kok bisa? Ya, embuh. Sungguh sulit bagi saya untuk mengerti.

Perkenalan saya dengan (kala itu) Frater Ardi sesungguhnya singkat. Dimulai saat saya masuk Universitas Sanata Dharma tahun 2004 dan langsung mlipir masuk ke Cana Community dengan kebetulan Frater Ardi sebagai pendampingnya. Waktu itu, saya agaknya sama persis dengan masa kini: goyah iman.

Continue reading

Advertisements

Catatan Sepekan Jadwal Baru KRL Commuter Line

Sudah tiga bulan saya menjelma. Tadinya pemotor yang saban pagi menembus jalan Gatot Subroto, Saharjo, hingga perempatan Matraman, plus baliknya meresapi setiap jengkal Jalan Sudirman hingga gang-gang selebar motor di belakangnya. Kini saya adalah commuter sejati, yang bangun pukul 4 lewat dan pastinya belum ketemu matahari. Pulangnya? Sama juga, nggak ketemu matahari. Saya jadi penasaran bagaimanakah wujud matahari di Tangerang Selatan?

Awalnya, saya berangkat dari rumah pukul 5 pagi. Sumpeh, pagi bener. Yang dikejar adalah Trans Bintaro untuk istri saya. Lama-lama, lelah juga, coy. Mulai berangkat 5 lewat 10, lewat 20.

Nah, di hari Senin, dengan jadwal perdana, 3 April 2017–yang merupakan ulang tahun mantan–saya kebetulan harus menangani atap rumah yang bocor terlebih dahulu. Jadilah saya berangkat dari rumah pukul 6. Baru kali itu saya berangkat dalam naungan sinar mentari meski masih lamat-lamat sekali. Karena sudah ngeh akan terlambat, maka saya memutuskan turun di Palmerah untuk kemudian menyambung perjalanan dengan ojek online.

Saat sedang menanti ojek online, tetiba Dhila, teman kantor satu rute, bilang di grup bahwa dirinya belum terangkut oleh KRL dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Kramat. Ujung-ujungnya, saya tiba terlebih dahulu dibandingkan dia. Padahal, saya berangkat dari rumah lebih belakangan.

Begitulah, sebagai commuter, sayalah yang harus menyesuaikan perjalanan. Untuk itu, akhirnya saya membuat resume dampak perubahan dan pengatasannya. Ya, siapa tahu berfaedah bagi sesama commuter. Kalaupun tidak berfaedah, lumayan buat tambah-tambah postingan.

1. Lebih Banyak Kereta, Karena Ada Kereta Rangkasbitung
Dari Jurangmangu, boleh dibilang tidak ada masalah berarti. Malahan, ada tambahan perjalanan. Ya, rute yang dulu adalah Kereta Ekonomi Rangkasbitung kini lenyap dan digantikan KRL Commuter Line juga. Jadi, kini di Rawabuntu, Sudimara, dan sepanjang relnya ada kereta per 10 menit dengan sumber keberangkatan yang berbeda-beda. Ya, kini yang isinya maksimal itu tidak lagi dari Maja, tetapi dari Rangkas.

Continue reading

Tips Pilih Restoran Sushi Enak di Jakarta

Jakarta adalah ibukota Indonesia yang memiliki pusat di Jakarta, tidak mengherankan jika saat singgah di sini, Anda akan menemukan berbagai macam tempat makan yang bisa dijumpai dengan begitu mudah. Tempat makannya pun ada beraneka ragam mulai dari makanan Indonesia hingga makanan yang berasal dari luar negeri seperti Jepang. Mungkin Anda sudah tidak asing dengan makanan seperti sushi. Untuk mencari sushi enak di Jakarta memang tidak mudah. Ada beberapa tips untuk menemukan restoran sushi yang benar-benar lezat.

Pertama, harga makanan. Biasanya ada berbagai macam harga makanan yang terpampang di restoran tersebut. Bila tidak terdapat harga di menu dan hanya terpampang gambar, Anda bisa memperkirakannya. Selain itu Anda bisa melihat harga dari website restoran. Sekarang ini banyak restoran yang telah memiliki web sendiri, mereka menggunakan website tersebut untuk melakukan promosi, sehingga besar kemungkinan terdapat paparan harga di dalam sana.

Kedua, ramai atau tidaknya orang. Sebagai orang yang masih awam dan kurang mengerti restoran tersebut adalah restoran yang enak atau tidak, Anda bisa melihat dari tingkat keramaian restoran. Seperti dengan menu makanan yang lain, jika restoran tersebut ramai ini berarti rasa makanan yang dimiliki benar-benar lezat, namun jika restoran tersebut sepi, pasti terdapat hal yang kurang berkenan entah rasa masakan atau pun harga, pasti restoran tersebut tidak ramai.

Terakhir, juru masak serta lokasi restoran. Lokasi akan menentukan kemudahan seperti apa cara mengakses restoran tersebut. Jika semakin mudah restoran tersebut dijangkau ini berarti restoran akan semakin mudah di tuju. Restoran pun menjadi favorit untuk pilihan makan. Untuk koki, koki anak menentukan rasa dari masakan yang dimasak. Untuk mendapatkan sushi dengan rasa yang lezat, koki yang digunakan harus koki yang benar-benar berkualitas. Bila sekarang ini Anda masih bingung dengan pilihan restoran jepang di Jakarta, Anda bisa memilih Ichiban Sushi. Ichiban ini merupakan restoran yang memiliki menu khas Jepang seperti sushi. Anda bisa menikmati berbagai macam sajian kuliner dari Jepang.