Mengenang Mantan di Pantai Oetune

pantai_oetune_6

“Pokoknya, apik, Mas. Nggak rugi.”

Demikian salah satu rayuan gombal yang saya terima dalam kaitannya dengan pantai-pantai di sisi selatan Pulau Timor. Pria-pria zaman now memang suka terjebak urusan menggombali dan digombali. Akan tetapi, saya tentu tidak meragukannya, karena Indonesia adalah surganya pantai. Terlebih ini laut selatan, yang memang dikenal ganas. Ganas indahnya tapi juga ganas ombaknya.

Apalagi, pembangunan di NTT sudah cukup lumayan. Bahkan jika dibandingkan dengan kali pertama saya menginjakkan kaki ke NTT, tepatnya di Kota Kupang. Maka, ketika ada kesempatan untuk melihat pantai di selatan Pulau Timor, tentu saya tidak akan mengabaikannya.

Ada beberapa pantai cakep di selatan Pulau Timor. Akan tetapi, saya hanya sempat menginjakkan kaki di dua pantai saja. Dua pantai yang karakteristiknya benar-benar berbeda: Oetune dan Kolbano.

Pantai pertama yang saya kunjungi adalah Pantai Ouetune. Pantai ini terletak di Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Pantai Oetune menawarkan kombinasi hamparan pasir putih yang lembut, gelombang ombak yang pecahnya agak berbeda–mungkin karena pantai selatan–, Pohon Lontar yang berdiri dalam rentang 6 hingga 8 meter, plus padang pasir yang cukup luas untuk sekadar ambil foto Instagram. Dalam sudut pandang foto tertentu, apalagi kalau bisa menghadirkan unta kita sudah bisa berpose seolah berada di Timur Tengah. Semuanya dilindungi oleh langit yang birunya menenangkan.

pantai_oetune_2

Tidak perlu khawatir akan hujan karena NTT sendiri adalah provinsi dengan curah hujan yang rendah. Tapi khawatirlah bisa pipis dengan higienis atau tidak di pantai ini. Ah, nanti di bawah saya kisahkan. Continue reading

Advertisements

Efek Kemo yang Siksa Penderita Kanker Rahim

Kanker rahim adalah kanker yang dapat menyerang organ vital kewanitaan yaitu mulut Rahim seorang wanita. Maka dari itu kanker ini memang hanya menyerang seorang wanita. Pengobatan untuk kanker ini hanya kemoterapi, belum ada obat yang mampu benar–benar membasmi kanker ini. Sedangkan kemoterapi memiliki efek yang mengerikan bagi seorang wanita. Karena sejak terkena kanker Rahim penderita kanker ini sudah harus mengalami hal berat di karenakan harus menjalani kemoterapi. Untuk itulah, kita wajib mengetahui pemicu kanker Rahim. Semua ini sangat berat ketika efek dari kemoterapi ini menghilangkan hal yang sejatinya dimiliki oleh semua wanita :(. Berikut ini beberapa efek dari kemoterapi, di antaranya adalah:

1. Menghilangkan Rambut Secara Perlahan

pixabay.com

Karena kerasnya zat yang diberikan ketika kemoterapi kepada penderita kanker rahim, maka hal tersebut berimbas besar pada rambut. Rambut yang sejatinya menjadi mahkota kecantikan seorang wanita, kini harus menghilang secara perlahan dan membuat penderita kanker rahim menjadi botak, tentunya akan begitu sangat menyiksa. Hal ini akan menjadikan penderita kanker rahim melihat dirinya bak monster botak yang sudah tidak lagi cantik. Kondisi ini lah yang diawal begitu sangat menyiksa penderita kanker rahim.

2. Kulit Kering
Bagi wanita kulit bisa menjadi suatu modal untuk kecantikannya, dan ketika wanita itu menderita kanker rahim kemudian ia harus menjalani kemoterapi yang lambat laun mengeringkan dan mneggosongkan kulitnya. Hal ini juga merupakan siksaan bagi penderita kanker rahim selain rasa sakit yang terus menjalari kulitnya terutama kulit selangkangannya.

3. Kurus Kering
Memang menjadi kurus adalah idaman bagi setiap wanita. Tidak ada wanita yang menginginkan menjadi gemuk. Namun siapa pula wanita yang ingin menjadi kurus dan kering diakibatkan oleh rasa sakit yang hebat yang merenggut kebahagiaannya sebagai wanita. Kekurursan yang seperti ini tentu sangat tidak diharapkan sebagaimanapun seorang wanita menginginkan dirinya terlihat langsing.

Itulah beberapa efek dari menjalani kemoterapi bagi seorang wanita yang terkena kanker Rahim . Dan kita harus mengetahui jenis makanan pemicu kanker rahim, dan akan ada efek lain ketika stadiumnya terus meningkat.

Menikmati Benang Setokel dan Benang Kelambu di Geopark Rinjani

Menyebut Rinjani adalah membincang kemewahan, sebuah profil gunung yang bisa mempengaruhi apapun. Belum lekang dari ingatan tentang abu vulkanik Rinjani yang sampai bikin jalur penerbangan ditutup. Rinjani yang seolah paku yang memantek Pulau Lombok agar tidak kemana-mana itu memang punya pesona yang tiada tandingnya.

Maka, pada suatu siang, saya melangkahkan kaki ke kaki Rinjani. Cukup kakinya dulu, Rinjaninya yang benar mungkin nanti saja. Kurang lebih 1 jam perjalanana dari Senggigi, saya dan teman-teman tiba di GeoPark Rinjani.

Mau apa di kaki Rinjani? Ah, percayalah sobat, bahwa kakinya saja sudah luar biasa. Satu set perjalanan singkat telah diatur agar kami bisa merasakan hawa segar kaki Rinjani plus rasa segar air yang mengalir di sekitar Rinjani.

Dari pintu masuk GeoPark Rinjani, kami diarahkan ke sebuah rumah. Rupanya ara harga yang harus dibayar untuk menikmati kesegaran mewah Rinjani. Kurang lebih 10 ribu per orang, pastinya saya lupa. Selepas kena todong tarif mengejutkan di Anyer pekan sebelumnya, angka-angka di tempat wisata lain sungguh menjelma jadi receh belaka.

Di tempat itu pula kami diberi informasi bahwa ada beberapa air terjun yang bisa dikunjungi di GeoPark ini. Dua yang utama adalah Air Terjun Benang Setokel dan Air Terjun Benang Kelambu. Continue reading