Custom Tshirt dan Hadiah LDR Lainnya

Sesungguhnya, saya masih heran dengan manusia-manusia yang menjalani Lelah Dikibulin Relationship alias LDR. Bagaimana mungkin menjalin kisah kasih di selokan dengan seseorang yang nggak mesti ada di sisi? Tapi, ya gitu. Ada saja yang memilih jalan itu, dan ada banyak sekali yang sukses. Tentu saja karena visi hubungan LDR itu rapi dan mantap seperti para pengusaha kaos custom. Contoh suksesnya, ya setidaknya saya setahun LDR London-Jakarta, dan baek-baek saja, seperti kata Kak Pinkan Mambo.

Nah, namanya LDR itu harus ada esensi kejutannya. Tentu saja kejutan yang dimaksud bukan saja tiba-tiba kirim design kaos undangan pernikahan yang isinya antara dia dan orang lain. Namun kejutan berupa hadiah-hadiah sederhana nan kece merona yang dapat membuat pasangan seolah-olah ada di sisi dan bisa dikecup.

Muach!

Terus apa dong yang bisa dijadikan hadiah LDR? Ini ada beberapa yang bisa saya sarankan. Oh, iya, mungkin saya bisa minta tolong dipahami bahwa LDR dalam tulisan ini tidak termasuk LDR Beda Rumah Ibadah, yha! Seriusan.

Bunga Bank
Ini khusus untuk diberikan kepada cewek. Tentu saja, kalau cowok mah lebih doyan diberikan kado berupa gadis bernama Bunga. *kemudian ditabok mbak pacar*.

bunga

Memberikan bunga itu sepintas sulit, apalagi bagi yang LDR-nya luar ngeri negeri. Namun enaknya dunia masa kini adalah banyak hal yang bisa di-online-kan, selain titip teman. Maka, dengan lancar dan bahagia saya pernah berhasil mengirimkan bunga kepada pacar di London, dan alhamdulilah dianya klepek-klepek. Uhuk!

Postcard
Yah, lagi-lagi ini khusus LDR luar negeri, soalnya kalau di Indonesia agak kurang biasa. Wong saya nyari kartu pos itu setengah mati, malah lebih mudah nyari Print Tshirt, lho. Padahal jelas-jelas saya nyari di kantor pos. Pos satpam.

images

Kado ini menarik apalagi ketika yang LDR-nya lagi di Eropa. Lagi di Hungaria tinggal mampir ke kantor pos, tinggal kirim deh ke Indonesia. Lagi di Roma, juga tinggal melakukan hal yang sama. Postcard itu boleh dibilang hadiah yang menarik untuk menandakan sedang LDR. Soalnya kalau nggak LDR, ngapain juga kirim-kiriman kartu pos?

Video
Merekam kegiatan sehari-hari dengan model tertentu lantas diunggah ke YouTube atau dikirimkan personal ke kekasih yang lagi jauh di mato juga adalah ide menarik. Lagipula di era kekinian, ngedit video itu semudah kita mencari Online Tshirt Creator.

images (1)

Semisal potongan-potongan 1 detik tapi di tempat-tempat yang berbeda, kirimkan testimoni atau ungkapan rindu kepada kekasih via video itu dan niscaya bakal bikin mbrebes mili yang air matanya dapat dihapus dengan kaos custom si kekasih.

Custom Tshirt
Nah, selain beli kembang online, kita juga bisa melakukan design Tshirt online. Dan lebih dari sekadar design your own Tshirt, kita juga bisa melakukan print kaos sekalian. So, desain dan print, lalu bayar dan kemudian pakai, deh. Semuanya itu bisa kita lakukan via utees.me

Di utees.me ini kita dapat memilih desain-desain kece seperti yang bisa kita simak disini. Namun kalau pengen desain Tshirt sendiri, itu juga bisa. Bahkan kalau desain kita laku dibeli orang, kita malah dapat reward sebesar 1,11 Dollar. Nah loh, lumayan bisa ngaku ke calon mertua kalau kita dibayar pakai Dollar, kayak ekspatriat.

Jadi, ketika melakukan desain Tshirt online via utees.me untuk kaos custom yang hendak kita hadiahkan kepada kekasih hati nun jauh disana, kita bisa pilih model. Kalau mau yang model biasa, reguler. Kalau pacarnya cewek, pilih Female. Nah jika pacarnya punya anak bocah, ambil Kids.

utees1

Dan jika kita agak keder kalau bikin kaos custom sendiri, bisa lho bikin desain kaos dengan template-template menarik yang sudah ada. Bisa juga mengunggah gambar sendiri, atau jika sekadar hendak berkata-kata bisa insert Text.

utees2

Oh, jangan lupa, kalau habis pasang template, nongol mbak-mbak kece ini:

utees3

Begitu desain selesai, kita bisa Save and Publish, atau kalau masih malu-malu unyu atau desainnya adalah foto kekasih ya tinggal Save As Private.

utees4

Soal privacy ini, begitu kita sumbit, muncul lagi si mbak-mbak kece untuk memberi peringatan tentang desain Tshirt online yang kita miliki:

utees5

Begitu selesai dan pengen diorder, harganya cukup 144 ribu rupiah saja. Itu kurang lebih setara uang harian PNS-PNS yang pada diklat di Cimory Ciawi. Jadi yah masih terjangkau, pokoknya.

utees6

Kita sudah berhasil difasilitasi untuk mengirimkannya kepada kekasih hati tanpa perlu repot-repot ke mamang-mamang sablon dengan kemungkinan kena minimum order dan kita pulang dalam tangis sambil membawa desain kaos yang sudah dibuat dengan sepenuh hati. Kan syedih. Hiks.

Buat yang LDR, nih contoh karya saya. Heuheu.

utees7

Nah, tunggu apalagi, berikan kejutan berupa Custom Tshirt yang kamu desain sendiri melalui online Tshirt creator kepada kekasih hati, niscaya LDR kamu bakal awet, alias bakal LDR terus. Eh, salah doa, yha?

Advertisements

Kajian Manajemen Risiko Terhadap LDR

Minggu lalu saya habis ikutan training tentang Manajemen Risiko. Ini ilmu yang lagi ngehits banget di dunia manapun, kecuali di negara yang rakyatnya hobi ngeshare berita cuma dari baca judul doang, lalu maki-maki orang di Pesbuk–padahal kenal juga kagak. ISO paling umum, 9001:2008, sedang mengarah ke 9001:2015 dengan penekanan Manajemen Risiko. Jadi ke depan, nggak akan ada auditor internal kacrut sok galak yang kemudian menemukan sebuah form yang tidak ditandatangani, kemudian mengenakan klausul 4.2.2 dan 4.2.3 sebagai temuan. Yang ada, pendekatannya, ketika form tidak ditandatangani, risikonya apa? Nah, itu baru bener.

word-cloud-risk-management-related-items-32680353

LDR? Selengkapnya, nih!

Kajian Lirik Lagu ‘Dekat Di Hati’ RAN Menurut Jenis-Jenis LDR

Jadi ceritanya dua minggu yang lalu saya dan kawan-kawan karaokean di Ekalokasari Plaza alias Elos, tepatnya di salah satu karaokean keluarga yang kurang terkenal namanya, apalagi jika dibandingkan dengan Inul Vista, Happy Puppy, Nav, dan Diva. Tapi nggak apa-apa, karaokean terkenal tidak menyediakan karaoke 2 jam bonus 1 jam.

Nah, salah satu lagu yang dinyanyikan ketika itu adalah ‘Dekat Di Hati’ dari RAN. Kenapa bisa ada? Karena saya yang milih. Kenapa saya pilih? Karena nada dasarnya pas. Kalau saya pilih lagunya Aerosmith, sesudah karaoke saya bisa masuk RSUD Ciawi karena salah urat. Pas lagu itu diputar, eh, ada kawan saya yang LDR Jakarta-Ambon mendadak gundah gulana. Lagu ‘Dekat Di Hati’ ini memang sedang dinobatkan sebagai lagunya anak LDR.

sumber: youtube.com

sumber: youtube.com

Berhubung saya juga lagi LDR Jakarta-London, saya juga lumayan sering menyanyikan lagu ini entah sambil pipis, sambil kerja, sambil menggalau melihat awan di pesawat kalau lagi dinas, hingga sambil nunggu gaji naik. Sesudah ditelaah ternyata lagu ‘Dekat Di Hati’ ini tidak sepenuhnya relevan dengan seluruh jenis LDR. Ah, kok bisa? Bisa saja, makanya saya mau membuktikan dengan melakukan kajian terhadap potongan lirik lagu ‘Dekat Di Hati’ dari RAN ini yang disesuaikan terhadap 5 Jenis hubungan jarak jauh alias LDR.

Selanjutnya!

Pilihan Menjadi PNS dan Pengorbanannya

Seperti bisa dilihat di portofolio saya, salah satu prestasi yang dimiliki oleh Ariesadhar adalah sukses menjadi CADANGAN nomor 1 pada penerimaan CPNS di sebuah instansi pemerintah. Iye, cadangan nomor 1 alias kalau bahasa kerennya adalah juara harapan (a.k.a berharap juara alias berharap keterima). Maka dari itu, saya selalu prihatin bagi orang-orang yang mempergalaukan moratorium CPNS 5 tahun sebagai ketakutan nggak bisa jadi PNS, saya juga prihatin sama orang-orang yang sudah keterima CPNS tapi nggak jelas. Padahal–juga bisa dicek di portofolio–saya sudah menulis di Hipwee bahwa menjadi bagian dari birokrasi negeri ini sama artinya dengan siap berhadapan dengan keadaan semacam lagi LDR dengan pacar yang sekota dengan mantan terindahnya.

download

Barusan saya membaca sebuah blog dari seorang PNS di BPKP. Dampak dari mendaftar CPNS dan kemudian diterima plus lantas menandatangani pernyataan bersedia ditempatkan dimana saja adalah suami kerja di Jakarta, anak di Depok sama orangtua, dia di Padang. Yah, namanya kegalauan jelas terbaca dari posting-postingannya. Bayangkan, anak masih kecil harus dihadapkan pada kondisi orangtua LDR. LDR pacaran saja terhitung merana–saya paham karena sudah 3 kali melakukannya dari stok 3 mantan dan 1 pacar yang ada–apalagi LDR menikah?

Lanjut!

5 Kebijakan Pemerintah yang Dibutuhkan Oleh Pelaku LDR

Selamat jumpa kembali para pelaku LDR! Salam Nggerus! Kali ini sesudah bertapa sambil hidup sederhana di planet bernama Bekasi, saya kembali lagi untuk mewartakan beberapa usulan kepada Pemerintah. Tentu saja sekarang kan sedang marak surat edaran dan aneka kebijakan pemerintah dalam rangka reboisasi, eh, revolusi mental. Kiranya akan lebih baik jika para pelaku LDR juga dilibatkan dalam revolusi ini. Bagaimanapun para pelaku LDR alias para jomlo de facto itu adalah manusia-manusia ngenes tapi super (ingat, bukan super ngenes ya!) yang lebih sering membelai guling daripada pasangannya sendiri.

Nah, setidaknya ada lima kebijakan pemerintah yang perlu diterapkan dalam rangka mendukung kelestarian para pelaku LDR. Oh, plis dicatat sebelunya bahwa hubungan DEPOK MENTENG itu tidak termasuk LDR. Saya jadi ingat salah satu buku tempat tulisan saya pernah bernaung tentang LDR. Ceritanya oke, menarik, menguras air mata dan air keran, hingga kemudian saya mendapati bahwa LDR itu terjadi antara dua tempat yang sama-sama masih JABOTABEK. Luar biasa. Luar biasa ngawur.

Oke, ini dia kebijakan yang diperlukan! Mari disimak! Siapa tahu nanti ketika proses reshuffle dan Pak Presiden punya ide untuk membuat Kementerian Pemberdayaan Jomlo Menahun dan LDR. Saya siap melamar menjadi Inspektur Jenderal kalau ada kementerian ini, siap juga dengan fit and proper test-nya. Tenang saja.

1. Area Khusus LDR

Sekarang naik TransJakarta dan naik KRL Commuter Line itu ada pembedaan karena keduanya punya area khusus wanita. Sesungguhnya pemisahan ini terbilang bagus bagi para pelaku LDR sirik karena kebijakannya yang jelas. Misal ada pasangan yang sedang dimabuk asmara naik TJ, lalu sang cewek mau duduk di area khusus wanita, sudah jelas si cowok harus berada setidaknya di dekat pintu. Aturan yang jelas sudah memisahkan dua orang yang sedang berkasih-kasihan. Masalahnya hal itu tidak berlaku kebalikan. Ketika ada pasangan yang berkasih-kasihan di TJ tapi di area bukan khusus wanita, ya mereka boleh peluk-pelukan dan ngobrol hore sambil curi-curi-cium, sementara pelaku LDR puas dengan wassapan sama pasangannya.

Ini sungguh tidak adil! Dan soal mesra-mesraan itu juga terjadi di KRL Commuter Line, kadang pasangan nan dimabuk asrama itu saling menyandarkan kepala, hati, dan masa depan satu sama lain di dalam gerbong kereta. Mereka sama sekali tidak peduli kaum LDR yang sirik, apalagi kaum jomlo menahun yang siap-siap nyemplung Waduk Pluit segera sesudah turun.

kereta-commuter-line

Continue Reading, Mbohae!

32 Fakta Tentang Ada Apa Dengan Cinta LINE

Lagi marak iklan yang pasti mahal dari LINE bertajuk Ada Apa Dengan Cinta yang disambungkan dengan kejadian 12 tahun yang lalu. Boleh cek YouTube-nya nih:

 Keren sekali konsepnya, dengan menyasar manusia-manusia yang 12 tahun lalu masih kinyis-kinyis dan belum alay. Nah, sesudah saya lihat-lihat ada beberapa fakta unik terkait iklan video dari LINE ini. Berikut faktanya:

1. Rangga masih suka berpuisi.

2. Puisi Rangga yang membuka video bunyinya begini:
Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu
    Karena cinta, waktu terbagi dua
    Denganmu dan rindu untuk kembali ke masa

3. Rangga minum minuman keras barenga kawan-kawannya

4. Canon adalah merk kameranya Rangga

5. Bosnya Rangga–atau tukang ngatur perjalanan dinasnya kali ya–namanya Emily

6. Rangga punya kipas angin di rumahnya di New York

7. Rangga bisa buka LINE padahal nggak ada paket data dan WIFI

8. Di HP Rangga cuma ada indikator sinyal sama baterai

9. Ada teman SMA Rangga yang namanya Khairul

10. Komputernya Cinta Apple cuy!

11. Cinta mungkin kurang gaul karena hanya kenal 1 orang yang namanya Rangga

12. Ladya Cheryl, si Alya, tetap jadi yang paling manis!

13. Dan tetap jadi yang satu-satunya ada di kala galau

14. Cinta adalah cewek pada umumnya, yang sudah baca pesan tapi lama beudh balasnya

15. Rangga adalah tipe cowok yang nggak suka meneror perempuan, sungguh kawinable

16. Kemungkinan besar sekali, Rangga nggak mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

17. Rangga, Cinta, dan Pak Jokowi sama-sama pakai baju putih

18. “Semua orang bisa mulai dari awal,” kata Alya. Uwuwuwuw~~~

19. Terjadi hujan di Jakarta pada tanggal 18 malam

20. Rangga dan Cinta masih sama-sama punya buku AKU, bukan OOM ALFA

21. Rangga akan duduk di seat nomor 10B

22. Boarding Pass Rangga nggak ada merk pesawatnya

23. Kemungkinan besar Rangga tidak terbang melalui terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

24. Soalnya nggak ada orang boboan manis yang makan 3-4 kursi panjang di sebelah-sebelah Rangga

25. Rangga sudah boarding, tapi duduknya bukan di ruang tunggu pintu tertentu

26. Soalnya Cinta masih bisa masuk, tuh!

27. Terus bagasinya Rangga juga masih dibawa.

28. Bagasi belum masuk kok sudah punya boarding pass, sih, Ga?

29. Perhatikan pesawat di adegan Rangga ketemu Cinta, jalannya sepelan langkah kaki

30. Rangga nggak menjawab pertanyaan Cinta soal purnama

31. Puisi di akhir cerita berbunyi begini:
Detik tidak pernah melangkah mundur
      tapi kertas putih itu selalu ada
      Waktu tidak pernah berjalan mundur
      dan hari tidak pernah terulang
      Tetapi imaji selalu menawarkan cerita yang baru
      untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab.

32. Pasangan LDR beda benua itu memang enaknya pakai Free Call Line!

LOVE, LIVE, LINE.

Tiesa’s Thought: Musuh Dalam Selimut Itu Berjudul Koneksi Internet

LDR_Banner

Selamat sore waktu London, pemirsa ariesadhar.com sekalian. Salam kenal dari saya! Well, maybe perkenalan ini sangat terlambat, tapi just in case anda sekalian penasaran sama saya, boleh ditengok lagi postingan author blog ini tentang Braga Culinary Night. Yah, kira-kira saya ada di bagian dimana ongol-ongol disebutkan. Haha.

Jadi ceritanya saya sama bapak-bapak author ini sedang LDR. Ya ampun, mainstream banget ya! Gimana nggak mainstream, lagu buat kaum LDR ini sudah banyak sekali, mulai dari Mbak Raisa sampe Avenged Sevenfold aja mendedikasikan lagu mereka buat kami. Sayangnya, belum ada lagu yang didedikasikan untuk membahas salah satu poin krusial dalam LDR: koneksi internet.

Sebagai pasangan antar benua antar negara antar propinsi antar kota, komunikasi via dunia maya adalah satu-satunya cara buat kami tetap catch up satu sama lain. Terimakasih kepada semua penemu aplikasi messenger dengan fitur video call! Saya jadi bisa saling memandang sama bapak ini. Seperti sudah saya utarakan dalam surat pertama saya, saya bisa gila deh kalau cuma liat muka dia setahun sekali. Dan koneksi internet tentu saja salah satu faktor yang membuat semua komunikasi ini bisa berjalan lancar.

Sore ini saya cukup kesal karena si koneksi internet ini. Lagi kangen berat sama pacar, pengen ngobrol banyak (apalagi tadi baru dapat pengalaman kerja di hospital sini, so many things to be told to him!), pengen liat mukanya yang kaya kentang (kentang cakep), tapi hampir sejam kerjaan kami cuma mencari cara gimana bisa terkoneksi dengan baik. Pertama coba messenger S (like we always do), terus coba F, terus coba H. Semuanya nggak ada yang kece. Duuuh!

Nggak tahu juga mau nyalahin siapa. Should I put the blame to lambatnya koneksi internet di negeri tercinta (karena katanya kan ‘internet cepat, buat apa?’. Okay, I’m being sarcastic here, pardon me)? Tapi bisa juga koneksi saya yang lambat dan nggak stabil. Mungkin angin kencang (kencang!) di kota ini membuat koneksi jadi amburadul, kan bisa aja. Pada akhirnya, kami memutuskan ini bukanlah waktu yang tepat buat video call-an, and we should try it again another time (yang mana suka susah dicari karena perbedaan waktu adalah masalah kedua di LDR antar benua).

Tapi anak hebat nggak boleh menyerah sama keadaan dong! Maksudnya, gimanapun koneksi internetnya, yang penting relationship-nya. Harus tetap dijaga, di-maintain juga. Kalau katanya cinta pasti pake telepati hati juga bisa. Haha. Seburuk-buruknya, masih ada merpati pos yang siap mengantar surat saya ke Jalan Percetakan Negara Jakarta kok.

Be strong, LDR-ers dimanapun Anda berada. Salam manis dari angin-angin gelebug di kota ini!

Antara Brunswick Square dan Percetakan Negara

Halo pemirsa ariesadhar.com yang saya cintai! *cipoksatusatu*

Mungkin banyak yang suka baca tulisan tentang jomlo di blog ini. Iya, memang banyak. Sebagian diantaranya adalah curhatan pribadi. Sebagian lainnya adalah semata-mata hendak ngenyek jomlo. Iya, jelek-jelek begini saya punya pacar loh!

Terima kasih kepada Rian Chocho yang akhirnya membalas budi terhadap campur tangan saya tujuh tahun yang lalu. Kok terima kasih? Terima kasihnya karena sudah turut serta dalam kenalnya saya dengan seorang gadis yang kemudian secara tiba-tiba ada di seluruh hidup saya. Satu hal yang pertama kali dibilang oleh teman saya yang playboy itu adalah  bahwa gadis itu suka menulis. Otak saya seketika berputar dan berharap bisa kolaborasi nulis buku, laku, lalu kalau poinnya cukup bisa jalan-jalan ke Paris. #loh

Sejak punya pacar, saya nggak pernah men-state secara jelas di blog ini. Siapa sih dia? Bagaimana kami lalu bisa pacaran? Awalnya, saya cuma takut, nanti kalau (amit-amit) putus, saya bakal kerepotan menghapus semua post yang ada namanya dia. Tapi setelah melihat blogger lain dengan pede memperlihatkan kebahagiaan hubungan mereka. Kenapa saya nggak?

Kebetulan, pacar saya sedang sekolah di London. Gile, saya seumur-umur mimpi paling tingginya sekolah di UGM, si pacar malah sudah kuliah di London, di sebuah universitas yang mirip sekolahannya Harry Potter. Iya, memang dekat sama stasiun tempat si Potter berangkat itu loh. Tanah Abang.

*kemudian hening*

Saya merasa sayang saja kalau cerita LDR ini tidak didokumentasikan. Ehm, ngomong-ngomong LDR, kok berasa ditakdirkan akrab dengan LDR ya. Cuma sekali saya nggak LDR, sisanya ada bau-bau LDR. Cerpen saya di buku antologi pertama juga berhawa LDR. Karin, tokoh di cerpen itu, adalah cewek yang LDR sama Barlian. Buku antologi ketiga saya malah judulnya ‘Curhat LDR’. Sudah terang benderang begitu judulnya.

Yah, dalam rangka mengabadikan momen hubungan yang dipastikan tidak mudah ini, maka mari kita sambut segmen baru di blog ariesadhar.com ini. Namanya harus kece kayak pacar saya: Antara Brunswick Square dan Percetakan Negara! Ini mengacu pada tempat kami sehari-hari menghabiskan waktu. Oh iya, dua tempat yang jadi judul itu sama-sama dekat stasiun berawal huruf K. Brunswick Square dekat dengan King’s Cross, Percetakan Negara dekat dengan…

Kramat. Anggap saja setara. *ngampet ngguyu*

So, kalau ada posting yang diawali dengan banner ini:

LDR_Banner

Maka itu cerita kami. Semoga pembaca ariesadhar.com yang terkasih bisa memetik sesuatu, menghina saya (karena LDR), atau apapun asal jangan ngegodain pacar saya, kalau ngegodain saya sih boleh.

Selamat membaca!

Beberapa Cara Mendapatkan Jodoh

Ada lagu yang bilang bahwa jodoh itu pasti bertemu. Pepatah lama juga bilang kalau namanya jodoh pasti nggak akan kemana. Nah, waspadalah di dunia yang sudah terbalik-balik seperti sekarang ini, kedua kalimat di atas juga bisa kebalik. Jadi Afgan akan nyanyi “jodoh pasti kemana”, dan pepatah anti mainstream akan bilang bahwa “kalau namanya jodoh pasti nggak akan bertemu”.

keep-calm-because-jodoh-pasti-bertemu

Well, jodoh adalah perkara besar. Misterinya sama dengan kelahiran dan kematian. Seperti juga pernah saya tulis bahwa orang yang suka bertanya “kapan kawin?” akan setimpal jika ditanyai “kapan mati?”. Kira-kira demikian. Nah, posting sotoy ini akan mengulas beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan jodoh.

Oya, satu hal yang pasti, saya selalu percaya bahwa jodoh itu akan ketemu kalau dicari. Kalau hanya diam di kamar sambil merapalkan doa jodoh, yang datang biasanya bukan jodoh, tapi cicik kos menagih bayaran kos. Jadi, apa saya yang bisa dilakukan untuk mendapatkan jodoh?

Apa dong?

[Review] Tulang Rusuk Susu – Indra Widjaya

Setelah dibawa kemana-mana, akhirnya buku “Tulang Rusuk Susu” ini kebaca juga. Fiuh. Ada untungnya juga buku ini saya bawa ke Jogja, karena akhirnya terbaca juga sembari menunggu jodoh bis Pahala Kencana di Terminal Jombor. Saking lamanya menunggu, saya hampir mengganti nama bisnya jadi PHP Kencana.

picture008Memang si Tristan nggak pernah jago kalau disuruh motret, jadinya ya kayak gambar di atas ini deh.

YUK!