Tips Berlibur Menyenangkan di Bandung

Pentingnya Memiliki Asuransi Dari Sudut Pandang Orang Tua (1)

Bandung merupakan salah satu destinasi wisata yang nyaris selalu ramai ketika akhir pekan sehingga tips berlibur menyenangkan di Bandung selalu jadi hal yang diperlukan. Selain dari kota-kota di sekitarnya, pengunjung Bandung tidak lain dan tidak bukan adalah orang-orang Jakarta. Sebagian memang ke Bandung karena mudik, sebagian lagi karena pengen berlibur saja. Nah, berikut ini saya kasih tahu beberapa tips agar liburan kita di Bandung menjadi lebih menyenangkan. Dasar hukumnya adalah karena saya sekarang KTP Jawa Barat, tepatnya Bandung Barat. Plus, Istoyama juga lahirnya di Bandung. Heuheu.

Rental Mobil

Betul sekarang banyak taksi online, selain taksi argo yang banyak juga kita temukan di begitu masuk kota Bandung di Pasteur. Betul juga untuk area sekitar Bandung saja, yang online-online itu cukup berfaedah. Menjadi masalah ketika kita pengen ke tempat yang agak jauh, misalnya ke Lembang dan sekitarnya. Seringkali, kita bisa sampai ke Lembang-nya, tapi terus nggak bisa turun karena nggak bisa order. Jadi, sewa mobil adalah salah satu pilihan menarik agar kita nggak ribet kalau liburan. Kalau bisa menyetir, kita bisa kok lihat harga rental mobil lepas kunci di kota Bandung di berbagai sumber.

Screenshot_1969

Kelola Risiko

Fotografer saya waktu prewed cerita bahwa suatu hari dia pernah memotret pasangan yang keukeuh pengen foto di sebuah resto kondang, tapi pas long weekend. Apa jadinya? Yo, bubar. Restonya jelas penuh dan mencari spot untuk prewed jadi setengah mati. Biaya yang sudah dikeluarkan untuk foto sekali seumur hidup itu—yang sama sekali tidak murah—jadi terbilang sia-sia. Semata-mata karena tidak ada identifikasi terlebih dahulu terhadap masalah-masalah yang akan timbul ketika hendak prewed di tempat wisata di Bandung yang notabene kondang bakal rame ketika weekend. Apalagi long weekend.

Jadi, maksud saya, Bandung di akhir pekan itu ada risiko-risiko seperti itu. Kalau kita tidak mau kena zonk, kita harus pikirkan antisipasinya terlebih dahulu. Semata-mata supaya liburan kita bukan jadi malah tambah stres karena antre makan dua jam bonus gelut sama yang lagi sama-sama ngantre, misalnya.

Update Tempat Baru

Data BPS Kota Bandung per 2016 dengan update terakhir 2018 menyebut bahwa ada 396 restoran dan 372 rumah makan di Bandung. Ada juga 14 kafe dan 13 bar. Data ini akan selalu baru karena di Bandung itu pergerakan kuliner—dan fashion—begitu kencang. Jadi, sebelum ke Bandung, harus dicari dulu tempat-tempat yang asyik buat dituju. Seperti dahulu saya bisa keliling kuliner di Braga dan Cibadak, semuanya berbekal perencanaan yang matang terlebih dahulu sehingga tidak kebingungan. Pada mayoritas kondisi, liburan terencana itu biasanya lebih menyenangkan.

Rencanakan Pergi dan Pulang Dengan Baik

Satu lagi adalah seringkali terjadi menuju Bandung dari Jakarta bisa 8 jam gara-gara kondisi tol lagi pembangunan. Ini bisa terjadi juga sebaliknya. Sampai Bandung kadang sudah butek duluan, eh pulang dari Bandung lebih butek lagi. Nggak ada faedah liburan kalau begitu. Jadi, penting sekali untuk merencanakan liburan, bisa dengan memilih tanggal yang tidak ramai, atau pakai Kereta Api, atau cara-cara lain yang tidak bikin stres. Demikian pula dengan pulangnya.

Bagaimanapun, liburan itu adalah bentuk re-fresh. Tidak ada gunanya ketika momen liburan justru tidak bikin fresh karena perkara-perkara yang sebenarnya bisa kita kelola dan kendalikan. Ini mentang-mentang Certified Risk Management, sedikit-sedikit bicaranya Risk Management ajah. Mohon maaf, ya Netizen. Ya, ndapapa. Ini ilmu bagus dan untuk traveling pun sebenarnya sangat berguna dan saya memang ingin membumikan ilmu yang sebenarnya secara natural sudah kita miliki tersebut.

Jadi, siap berlibur ke Bandung?

Advertisements

Petualangan Murah Meriah di Hong Kong

1

Hong Kong dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di Asia dan dunia. Sebenarnya tidak hanya karena wisata, namun kunjungan bisnis juga jamak dilakukan ke Hong Kong, mengingat banyak perusahaan multinasional memiliki markas di Hong Kong ini.

Resminya, Hong Kong adalah Daerah Administratif Khusus dengan sejarah panjang. Pasca kekalahan Tiongkok di Perang Opium Pertama (1839 sampai 1842) dari Kerajaan Inggris, Hong Kong diserahkan ke Inggris oleh Tiongkok, termasuk di dalamnya Semenanjung Kowloon serta New Territories.

Sempat diduduki Jepang pada Perang Dunia II, Hong Kong kembali dikontrol oleh Inggris hingga pada tahun 1997–sesuai dengan “penyewaan 99 tahun New Territories” pada tahun 1898–Hong Kong menjadi Daerah Administratif Khusus di Tiongkok.

Secara umum, Hong Kong memang dikesankan mahal. Ya, memang mahal, sih. Hong Kong juga memberikan profil sebuah kota yang sibuk dan penuh dengan kelelahan. Berjalan-jalan di Stasiun Central, kita akan menemukan para pekerja yang berjalan kencang demi bisa masuk ke kantor. Sebenarnya, nggak beda-beda amat dengan Jakarta.

Malah sebenarnya Hong Kong lebih padat, ditandai dengan bangunan tinggi dimana-mana sebagai pemukiman. Dengan lahan hanya seluas 1.104 kilometer persegi, ada sekitar 7 juta jiwa manusia yang tinggal di dalamnya.

Nah, karena posisinya yang demikian itulah, Hong Kong menjadi menarik buat saya untuk dikunjungi.

Tapi, budget terbatas. Bagaimana dong cara menikmatinya?

Gampang sekali.

Pertama-tama, tentu saja tiket. Kita nggak mungkin naik ojek online dari Indonesia ke Hong Kong, jadi ya pasti naik pesawat. Tiket pesawat ke Hong Kong sendiri bisa kita peroleh antara lain melalui PegiPegi.

Mencari tiket pesawat ke Hong Kong, kalau lewat PegiPegi itu, baik via Desktop, aplikasi, maupun mobile site biasa, sama-sama mudahnya. Misalnya begini:

Screenshot_174

Mau pakai aplikasi? Bisa juga:

Screenshot_176

Yang unik, di PegiPegi itu ada kalender promo seperti gambar di atas! Jadi, dengan hanya menginput asal, tujuan, dan bulan keberangkatan yang kita inginkan, maka akan muncul tanggal, hari, berikut harga paling menarik yang bisa kita dapatkan. Jadi, hal ini sangat membantu pencarian harga tiket paling sesuai dengan kantong.

Satu hal yang penting, biasanya tiket murah itu ya pas weekdays. Jadi, luangkan cuti yang cukup untuk bisa mengeksplorasi Hong Kong dengan leluasa. Oh, dan jangan lupa, untuk harga terbaik, kadang ada konsekuensi transit begitu lama. Jadi, ya harus disiapkan juga. Saya sendiri mengalami kemarin itu transit di Singapura sampai bisa dapat 4-5 film di bioskop mini gratisannya itu~

Transportasi Umum

Begitu sampai Hong Kong, jika ingin murah, tentu jangan naik taksi. Belilah tiket Kereta Bandara. Kalau saya kemarin, karena tujuannya ke Wan Chai di Hong Kong sisi Island, bukan sisi Cina Daratan, jadi saya turun di Hong Kong, bukan di Kowloon. Nah kalau di Hong Kong ini sebagai jarak terjauh ongkosnya adalah HK$110 untuk sekali jalan. Cukup murah untuk sebuah perjalanan 24 menitan yang kuencanggg tapi nyaman.

Bukan apa-apa, bandara Hong Kong itu letaknya di Pulau Lantau, yang jaraknya sekitar 40 kilometer. Jadi kalau pakai taksi ya bangkrut di awal kitanya.

Nah, di Hong Kong, lantainya atas bawah dengan Central Station. Central ini adalah kunci dari segala kunci MRT di Hong Kong. Kalau diibaratkan ke KRL Jabodetabek ya Manggarai-nya. Dari Central inilah kita akan kemana-mana di Hong Kong~

Begitu sampai di Central, segera beli kartu Octopus. Satu keunggulan di Hong Kong, Octopus ini bisa dipakai untuk naik MRT, naik bis, hingga naik kapal. Jadi mau diisi langsung banyak juga nggak masalah, karena nantinya juga bisa di-redeem sebelum pulang.

Hong Kong Museum of History

Wisata gratis paling utama ya museum ini, diantara banyak museum lain di Hong Kong yang juga gratis-gratis itu. Melalui Museum of History, kita langsung bisa melihat Hong Kong secara keseluruhan di satu tempat.

2

Penyajian history-nya sangat urut, bahkan mulai dari zaman Dinosaurus. Tradisi kuno juga ada satu lantai sendiri, demikian pula dengan masa Perang Opium itu tadi. Di bagian akhir, kita juga jadi tahu ihwal pembangunan masif dari Hong Kong ini. Jadi betul-betul disajikan dengan flow terbaik.

Jalan Kaki dan Bis

IMG_20181109_111146

Oya, karena judulnya adalah murah meriah, saya harus kasih tips utamanya di awal. Kita harus siap banyak-banyak jalan kaki. Hehe. Jangan sedikit-sedikit naik taksi, kecuali situ Sultan. Untuk jarak yang agak jauh, sebenarnya bisa naik MRT, namun setelah saya bandingkan, sebenarnya lebih murah naik bis. Ya, kelemahannya adalah agak lama. Namun positifnya, turunnya ya di pinggir jalan, bukan bawah tanah. Jadi kalau pas macet ya sekalian menikmati pemandangan, dah.

Tsim Sha Tsui

5

Tsim Sha Tsui adalah kawasan yang sangat identik dengan turis, kalau di Hong Kong. Memang ada banyak taman juga di Hong Kong, namun yang ada di Tsim Sha Shui yang menjadi menarik karena letaknya tidak terlalu jauh dengan pelabuhan Star Ferry. Tsim Sha Tsui Promenade, namanya, juga berdekatan dengan Hong Kong Space Museum dan Hong Kong Miseum of Art. Bahkan kalau hari Minggu ada hiburan internasional gratis. Pas saya ke sana, yang lagi tampil adalah…

…Tari Piring.

Ketemunya orang Padang, lagi. Saya sendiri sebenarnya nemu Tsim Sha Tsui Promenade karena ingin melihat lokasi Avenue of Stars tapi lokasinya ditutup karena sedang renovasi. Eh, di Tsim Sha Tsui-nya salah malah nemu taman bagus dan tentu saja (karena hari Minggu) ketemu banyak orang Indonesia.

4

Pasar Mong Kok

Mau cari oleh-oleh ya harus di Mong Kok. Soalnya, tidak ada yang semurah disini dan tidak ada yang lebih paham Bahasa Indonesia selain disini. Berasa belanja di Pasar Bugis Singapura, lah, karena sebagian pedagangnya ngerti Bahasa Indonesia sedikit-sedikit.

6

Untuk itu, menawar sedikit-sedikit juga diperlukan di tempat ini. Mediumnya? Kalkulator! Baik penjual dan calon pembeli akan mengetikkan angka di kalkulator untuk kesepakatan. Pengalaman saya menemani delegasi luar negeri waktu konferensi internasional, walaupun Bahasa Inggris kita dan dia cukup cas-cis-cus, kalau sudah urusan duit ya belibet juga.

Victoria Peak

Menurut saya, kalau tidak mampu ke studio-studio mahal, sebaiknya kesini saja. Victoria Peak adalah salah satu spot yang paling-hong-kong. Lebih Hong Kong daripada Hong Kong itu sendiri.

Jika ingin murah, ya jangan naik tram yang antreannya mengalahkan antrean sembako itu. Naiklah bis. Tapi, kalau naik bis, pergilah ke awal perjalanan bis itu supaya dapat tempat. Bis di Hong Kong ini kalau sudah penuh nggak maksa harus masuk semua. Saya menunggu dekat Wan Chai, 2 jam hanya untuk dilewati bis nomor 15 berkali-kali. Hiks.

Untuk bisa naik ke bagian teratas gedung memang harus membayar, tapi itu sajalah pengeluaran termahal. Kalau kepepet ya bisa pakai kartu kredit Indonesia, diterima kok dengan lapang dada.

Sedangkan kalau ingin foto yang prima, sebenarnya kita bisa sedikit berkorban dengan menggunakan jasa fotografer resmi. Ya, memang, mahal. Tapi menurut saya cukup sepadan dengan kualitas fotonya, dan ya mumpung sekali-kali ke Hong Kong. Tips iritnya adalah nggak usah dicetak, apalagi pakai frame, cukup diemail saja. Itu sangat jauh lebih murah, toh ya tujuannya diupload, kan?

7

Sementara kalau hanya foto-foto pakai HP biasa, tenang saja, saya malah saling bantu foto keluarga dengan sesama orang Tangerang Selatan. Bah~

Liburan itu pilihan, dan karena sumber daya kita baik waktu dan uang terbatas, mahal kita harus memilih. Tempat-tempat tadi adalah pilihan saya dan istri, meskipun kami jadinya ya melewatkan beberapa museum dan juga Victoria Park, tapi ya namanya juga ada keterbatasan.

Ah, jadi pengen ke Hong Kong lagi…

Screenshot_175

Naik LRT Jakarta yang Menyenangkan

1

Sesudah Moda Raya Terpadu alias Mass Rapid Transit (MRT), di Jakarta sudah ada juga moda transportasi baru nan ngehits lainnya. Namanya adalah Light Rapid (atau Rail, yak?) Transit alias LRT. Katanya Ustadz Hilmi dalam status FB saya, LRT itu di-anjungan tunai mandiri-kan sebagai Lintas Raya Terpadu.

Karepmulah.

LRT Jakarta ini sejatinya baru sebagian kecil dari LRT Jakarta yang direncanakan. Letaknya juga agak ajaib yakni dari Pegangsaan Dua Kelapa Gading ke Velodrome Rawamangun. Iya, hanya sekitar 6-7 kilometer, kalau tidak salah.

NAIK OJOL JUGA NGGAK SAMPAI 10 RIBU, GAES~

Ya, tadinya LRT Jakarta–yang berbeda dengan LRT-nya BUMN besutan Adhi Karya dkk di sekitar Sentul ke Dukuh Atas–fase 1 ini direncanakan untuk menunjang Asian Games 2018.

Apa daya, nggak terkejar. Walhasil, rangkaian kereta yang sejak 1-2 bulan sebelum Asian Games 2018 sudah ada di Kelapa Gading itu belum terpakai. Jadi, rencana dia sebagai fase 1 yang dibuat untuk menunjang event besar gagal total.

Untungnya LRT di Palembang nggak gagal juga. Heuheu.

Di bawah Anies Baswedan, LRT Jakarta ini disebut tidak buru-buru, demi bisa maksimal persiapannya. Karena saya juga mengalami bahwa MRT yang sudah uji publik lama sekalipun, ketika ada gangguan KRL dan banyak yang migrasi ke MRT, banyak ketidaksiapan juga.

Saya sendiri memprediksi bahwa LRT Jakarta ini akan kurang laku, karena sebagaimana M. Taufik dari Gerindra bilang bahwa nggak jelas siapa yang akan naik jurusan ini, apalagi toh jaraknya sangat terjangkau dengan ojek online. Meski demikian, rupanya LRT Jakarta sangat mempersiapkan diri dengan baik.

7

Saya mendapat kesempatan mencoba LRT Jakarta tersebut beberapa hari yang lalu. Saya naik dari Halte Velodrome setelah terlebih dahulu mendaftar online. Stasiun Velodrome letaknya pas di depan Velodrome Rawamangun. Jadi, persis di depan Arion Rawamangun. Stasiun ini terkoneksi dengan Halte Pemuda Rawamangun. Pas saya ke lokasi, jembatan konektornya sedang dalam progress dengan tanda-tanda akan dibuat Instagram-able seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Sudirman.

8

Koneksi ini penting dan boleh jadi akan memperkuat peran jalur TU Gas/Pulo Gadung – Dukuh Atas yang selama ini termasuk jalur yang banyak dibantu rekayasanya, terutama di sekitar Jalan Proklamasi yang muacettt itu.

Operasi LRT dalam uji publik ini baru pakai 2 rangkaian saja. Bahkan lebih pendek dibandingkan operasional LRT di Palembang. Stasiun LRT Jakarta sendiri dikondisikan untuk lebih dari jumlah itu. Ya, nggak apa-apa, namanya juga uji publik.

Satu hal yang unik dan pasti disadari adalah bahwa pemandangannya pasti tidak menarik karena jalur yang dilintasi sebenarnya adalah perumahan. Jadi, isinya ya atap-atap-atap begitu saja. Lajunya juga sama pelannya dengan LRT Palembang. Mungkin memang LRT itu ya demikian kecepatannya.

5

Stasiun LRT ini menurut saya bagus-bagus, sih. Pindah jalurnya harus lewat atas, berbeda dengan MRT yang dari bawah. Ada eskalator, ada juga tangga. Continue reading

Staycation Menyenangkan di Swiss-Belhotel Pondok Indah

Staycation Menyenangkan di Swiss-Belhotel Pondok Indah

Libur lebaran dan tidak pulang kampung ke Bandung maupun Bukittinggi memang agak runyam. Saya sebagai PNS pasti libur, sedangkan istri saya hanya libur pas tanggal merah alias 5 dan 6 saja. Pengalaman berkata bahwa membawa bocah hanya untuk perjalanan 2 hari untuk kemudian balik lagi lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Jadi, ya sudah, stay saja di Jakarta.

Berhubung habis pulang dinas dari Surabaya, sesudah dipotong anggaran beli Spikoe dan beli Sei Aroma, ada sisa uang sedikit yang dikolaborasikan dengan promo besar dari online ticket agency kondang, maka saya dan istri memutuskan untuk melakukan staycation saja di Jakarta.

Salah satu target liburan kami adalah membawa Isto naik Mass Rapid Transit alias Moda Raya Terpadu alias MRT. Ya, meskipun dia juga nggak ngerasa, tapi lumayan sebagai seorang bocah kalau punya kisah naik moda transportasi paling ngehits se-Jakarta saat ini. Dengan demikian, lokasi staycation mengerucut ke tidak-jauh-jauh-dari-stasiun-MRT.

Dari beberapa pilihan, akhirnya kami memilih untuk menginap di Swiss-Belhotel Pondok Indah. Dulu, sih, pernah hampir ngereview makanan di hotel ini tapi karena hal yang saya sudah lupa, nggak jadi. Alasan utama sih karena posisinya yang dekat dengan halte TransJakarta serta kolam renang yang tampaknya paling menarik dibandingkan hotel-hotel di sekitarnya.

Lagipula, karena saya sudah cukup kenal dengan Swiss-Bel di berbagai kota–termasuk di Palangkaraya sebagai hotel terbaik di kota itu–jadi seharusnya tidak akan terlalu mengecewakan.

Apakah benar demikian? Continue reading

8 Hal Penting Dalam Menulis Esai LPDP

Beasiswa LPDP Tahun 2019 sudah dibuka. Dalam waktu yang cukup terbatas untuk periode pertama, mungkin ada yang masih bingung dalam menulis esai. Dulu waktu membantu proses LPDP pacar–kemudian jadi istri–esai LPDP itu ada 2 yaitu “Peranku Bagi Indonesia” dan “Sukses Terbesar Dalam Hidupku”.

Nah, yang saya alami pada tahun 2018 esainya itu diberi nama Statement of Purpose, yakni esai paling banyak 1000 kata yang menjelaskan rencana kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas.

Nanti akan saya beri bocoran esai yang bikin saya berhasil mendapatkan beasiswa LPDP dalam 1 kali percobaan. Pertama-tama, tentu harus dipahami dulu hal-hal yang biasanya luput dari pembuatan esai sehingga mengurangi kemungkinan diterima LPDP.

Yuk~

1. Esai Itu Personal

Dalam definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), esai itu sifatnya adalah berasal dari sudut pandang penulis. Ini penting karena banyak orang yang asal copy-paste esai-esai yang beredar di media seperti blog ini, sehingga menghilangkan unsur sudut pandang personalnya.

Jadi, nyontek esai itu dimungkinkan. Minta tolong edit ke teman yang paham tata bahasa atau suka menulis juga tidak masalah. Hanya saja, pertahankan sudut pandang personalnya dengan cara: pertama kali buat esai sendiri sampai selesai, sejelek apapun itu. Kemudian berangkatlah dari esai itu untuk perbaikan ke depannya. Niscaya, esai akan menjadi sebuah masterpiece.

2. Buka Dengan Tidak Biasa

Ini contoh pembukaan saya dalam statement of purpose yang saya submit ke LPDP:

Saya selalu mengalami masalah ketika ada pertanyaan, “kamu orang mana?”. Bukan apa-apa, saya adalah anak seorang pria Jawa asli dan seorang wanita Batak tulen. Saya lahir dan tumbuh hingga remaja di Bukittinggi, Sumatera Barat. Saya seorang Katolik sejak bayi, yang punya saudara dekat beragama Islam dan Kristen Protestan. Saya kemudian membentuk pola pikir dalam pendidikan Jogja dan lantas memulai karir di Kota Palembang untuk kemudian hengkang ke Jabodetabek sebagai pekerja muda lainnya.

Apa coba urusan tempat lahir sampai agama nyambung ke esai LPDP? Ya, bisa saja disambungkan. Namanya juga tulisan, pasti bisa bagaimana caranya. Saya sendiri hendak mengarahkan latar belakang itu pada kecintaan untuk Indonesia.

Pembukaan semacam ini akan memberikan nilai tambah bagi yang–siapa tahu–akan bingung dalam menentukan kamu lolos atau tidak.

3. Jelaskan Yang Sedang Kamu Lakukan

Ini sebab kalau sudah jadi PNS, maka LPDP itu akan sedikit lebih mudah cara masuknya. Tentunya, karena kita sudah mengerjakan sesuatu. Saya sendiri PNS, tapi mendaftar lewat jalur reguler, karena kebetulan instansi tempat saya bekerja tidak membuka pendaftaran untuk afirmasi PNS. Walhasil, saya harus bersaing dengan orang-orang yang syarat TOEFL dan berbagai nilai dasar lainnya sudah tinggi.

Kalau lagi nganggur, jelaskan yang telah kamu lakukan. Btw, IMHO, kalau betul-betul nganggur tapi hanya nunggu LPDP itu menurut saya ada yang aneh. Bukankah bisa melakukan banyak hal dalam aktivisme dan voluntarisme?

4. Jelaskan Kontribusi Dari Hal Yang Sedang Kamu Lakukan

Kalau kamu aktivis, maka jelaskan yang memang betul-betul sudah dilakukan dan hubungkan dengan kontribusi pada negeri ini. Kontribusi itu, sekecil apapun tetap bisa ditulis sebagai kontribusi. Wong, berita nggak benar sama bisa digoreng seolah jadi benar, toh?

Begitulah tulisan. Namun, sebagai calon anak LPDP harus berintegritas dari awal. Tulis saja apa yang kamu sedang lakukan atau kerjakan. Jika kebetulan habis lulus belum ngapa-ngapain, ya jelaskan yang pernah dilakukan.

Kalau PNS? Ya, sesimpel apapun pekerjaanmu, itu kan membantu negeri ini. Jadi, percaya diri saja dengan yang kita kerjakan sehari-hari, kecuali keseharian kamu adalah main Zuma, yha.

5. Jelaskan Permasalahan

Menjadi anak LPDP itu sebaiknya paham permasalahan negeri ini, atau setidaknya permasalahan kontekstual dan terkini dari bidang keilmuan kita. Nah, itu yang dituangkan dalam penjelasan permasalahan.

6. Hubungkan Dengan Sekolah Sebagai Upaya Solusi

Nah, dari nomor 5, segera sambungkan dengan kenapa LPDP perlu membiayai kamu sekolah. Tentu saja jualannya adalah supaya kamu bisa jadi pembantu penyelesai permasalahan. Bagian ini agak tricky, terutama bagi yang lintas bidang. Namun kalau saya yang pindah dari eksakta ke sosial, itu bisa jadi aspek yang lebih menjelaskan~

7. Bahasa Agak Absurd Tidak Apa-Apa

Pada salah satu bagian esai, saya menulis bahwa “…PNS sudah kerja keras bagai kuda…”, karena waktu itu lagi hits. Pakailah kalimat-kalimat sederhana yang lagi hits meskipun sebenarnya agak absurd, sekadar untuk bisa membuat pembaca tidak bosan pada ke-aku-an yang memang lagi kita jual dalam esai.

8. Cek Karakter, Cek Typo, Cek Ejaan

Ini standar, tapi sering sekali tidak diperhatikan. Sebelum dipindah ke form isian LPDP, sebaiknya cek jumlah karakter, cek berulang-ulang kesalahan penulisan, hingga ke ejaan. Esai yang jelas di awal, bersih dari kesalahan, akan membuat pembaca/pereviu lebih berminat meneruskan, alih-alih esai yang jorok dan penuh kesalahan mendasar, meskipun isinya sebenarnya bagus.

Nah, bagi yang ingin melihat esai saya tahun lalu, bisa DIUNDUH DISINI. Selamat mencoba~

Surga Wisata Mall di Bekasi

Screenshot_1893

Bekasi sempat disebut-sebut sebagai sebuah planet yang untuk mencapainya harus menggunakan roket. Hiruk pikuk kemacetan di jalanan menuju Bekasi menjadi salah satu penyebabnya. Sebab kedua adalah karena Bekasi itu panas. Padahal, ya, panasnya sama Tangerang juga 11-12. Depok pun demikian.

Meski kerap jadi bahan bercanda, nyatanya Bekasi, baik Kota maupun Kabupaten, terus berkembang. Salah satu yang menjadi tanda perkembangannya adalah dalam hal jumlah mall.

Sewaktu saya masih tinggal di Cikarang, mall hanya ada 1 saja. Mall Lippo Cikarang. Kini, jumlah mall sudah bertambah dan akan terus bertambah, termasuk dengan rencana pendirian AEON Deltamas. Jelas sekali, Bekasi memang menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh banyak pekerja Jakarta untuk tinggal.

Jangan heran pula jika selain perumahan yang terus berkembang, pertumbuhan apartemen di bekasi juga masif sama halnya dengan berkembangnya apartemen Jakarta. Apartemen murah maupun dengan harga apartemen menengah ke atas didirikan di tengah Bekasi, dekat dengan mall-mall yang sudah eksis. Apartemen Center Point Bekasi maupun apartemen Mutiara Bekasi menjadi beberapa yang kondang.

Kebutuhan akan sewa apartemen murah di Bekasi menjadi tinggi. Selain untuk hunian sehari-hari, kebutuhan sewa apartemen juga muncul karena sebagian orang punya urusan pekerjaan di sekitar Bekasi. Sebagian sisanya hendak menghabiskan waktu di mall-mall berikut ini:

Revo Town

Dahulu namanya Bekasi Square dan sempat sepi kalau dilihat dari tol Cikarang-Jakarta. Namun pasca direvitalisasi menjadi Revo Town, mall yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kav 1, Pekayon Jaya ini mulai menggeliat. Apalagi, ditunjang dengan lokasinya yang paling besar se-Bekasi dengan 4 hektar dan 4 lantai.

Gambar terkait

Sumber: jktproperty.com

Dengan tagline baru “Simply a place for togetherness and family quality time”, Revo Town menghadirkan pusat perbelanjaan tempat bersuka ria dengan keluarga dan sahabat. Salah satu tujuan wisata yang melekat dengan Revo Town adalah Snow World, sensasi kota bersalju dalam mal. Jadi, siapa bilang Bekasi panas? Wong ini ada saljunya~

Mal Metropolitan

Dikenal sebagai MM, mall ini berdiri sejak 1993 dan memang besar sekali. Luasnya mencapai 3,5 hektar dan lokasinya sangat strategis karena begitu dekat dengan akses tol. Dahulu saya turun angkot di depan MM ini. Mengadalkan slogan “Dunia Belanja dan Rekreasi”, mall ini juga tempat rekreasi yang asyik bagi pengunjungnya. Mengelilingi mall ini capek juga, kok.

Grand Galaxy Park Mall

Hasil gambar untuk grand galaxy

Sumber: MallSini.com

Dari namanya saja sudah jelas kalau mall ini ada dalam kawasan perumahan Grand Galaxy City yang tepatnya ada di Jakasetia, Bekasi Selatan. Mengusung konsep Go Green, mall ini cocok untuk nongkrong karena banyak area outdoor yang rindang dan nyaman. Luasnya sendiri mencapai 30.000 meter persegi dengan ratusan gerai plus ada function hall juga.

Bekasi Cyber Park

Bersisian dengan MM, ada juga BCP yang kesohor sebagai tempat acuan IT terbesar di Bekasi dengan lebih dari 200 tenant tempat berbelanja. Oh, bioskop juga ada lho. Jadi Bekasi itu saking hebatnya sampai ada mall-mall yang berdekatan semuanya punya bioskop~

Plaza Pondok Gede

Untuk area Bekasi mepet Jakarta, ada Plaza Pondok Gede yang sudah beroperasi sejak 1993. Gedungnya mudah dikenali karena eksteriornya yang mencolok dengan warna biru dan merah plus punya tempat parkir yang luas.

Grand Metropolitan Mall

Berdekatan dengan MM dan tampak sangat jelas dari tol adalah kekhasan Grand Metropolitan Mall. Termasuk mall baru karena beroperasi pada Desember 2013, mall ini dilengkapi fasilitas hiburan, shopping center, dan kuliner dari merchant-merchant kondang.

Summarecon Mal Bekasi

Bangunan lain besutan Summarecon selain di Kelapa Gading dan di Serpong ini sudah tentu ada di kompleks Summarecon, Bekasi Utara. Berdiri pada 28 Juni 2013 dengan luas bangunan mencapai 80.000 meter persegi, mall ini cukup kondang karena punya akses dengan hotel yang sering dipakai oleh PNS rapat. Plus juga tidak jauh dari Stasiun Bekasi. Persis di depan mall ini juga ada danau dan ada apartemen pula.

Jadi, walaupun suka dikatain planet lah, panas lah, nyatanya Bekasi juga ada sensasi surganya juga, lho. Surga mall, setidaknya.

Persaingan SPBU di Bintaro Jaya

Keeping on Track.jpg

Bintaro–atau lebih tepatnya Bintaro Jaya–adalah sebuah kawasan yang menarik karena letaknya cukup strategis dan masih sangat terbuka pengembangannya. Nah, salah satu keunikan Bintaro, utamanya Bintaro Jaya, adalah di tempat ini seperti jadi ladang persaingan orang jualan minyak alias SPBU. Ya, bisa dikatakan semua merk BBM yang beredar di Indonesia ada SPBU-nya di Bintaro. Ini dia profilnya.

1. Vivo

Gambar terkait

Dikendalikan oleh PT Vivo Energy Indonesia yang merupakan anak usaha Vitol Grup, Vivo sebelumnya ada di Afrika dengan hampir lima ribu SPBU. Salah satu nilai plus Vivo adalah menjual varian BBM dengan RON sekelas Premium. Sesuatu yang tidak dilakukan oleh pengelola SPBU selain Pertamina.

Di Bintaro, Vivo terletak di Bintaro Jaya Sektor 7, tidak jauh dari Lottemart Bintaro yang berarti juga tidak jauh dari SPBU Shell. Sebuah head to head yang luar biasa.

 

2. Pertamina

Menghadapi serbuan SPBU merk asing, Pertamina tidak sembarangan di Bintaro karena SPBU di lokasi ini langsung COCO alias milik pertamina sendiri. Itu lho, yang katanya kodenya 31, bukan 34. Jadi COCO itu kurang lebih artinya milik sendiri, dioperasikan sendiri juga.

Hasil gambar untuk SPBU COCO BINTARO sektor 9

Letaknya di dekat Total Buah dan dalam periode tertentu lumayan bikin macet karena antrean kendaraan yang akan masuk ke SPBU Pertamina ini bersisian dengan yang mau beli buah.

 

3. Total

Masih di Bintaro Jaya Sektor 7, negeri Prancis juga turut bersaing dengan Total. Saya sendiri adalah pelanggan tetap di Total karena memang jalurnya pas. Mengandalkan produknya ‘Performance’, SPBU ini dilengkapi minimarket Bonjour serta toilet yang cukup bersih.

Hasil gambar untuk total SPBU bintaro

Posisinya sendiri di sebelah Kebayoran Arcade 3 alias di seberang Hotel Aviary. Jadi, SPBU ini laris bagi orang yang mau pulang ke arah Emerald, Discovery, hingga sektor 9 tapi lewat Arcade 3.

 

4. Shell

Hasil gambar untuk shell bintaro

SPBU kesayangan saya ketika di Cikarang, namun jarang saya kunjungi di Bintaro karena memang tidak dilewati. Posisinya cukup strategis karena di tikungan alias seberang Hari-Hari dengan sedang ada pembangunan pusat keramaian baru di sebelahnya. Yang agak unik dari SPBU ini adalah akses masuknya yang agak membingungkan.

 

5. BP

Hasil gambar untuk BP Bintaro

Pemain baru ini mendirikan SPBU di dekat Emerald, tidak jauh dari McD Emerald alias di seberang calon Pasar Modern Emerald. Lokasi ini cukup premium karena akan jadi SPBU pertama sesudah exit tol yang akan segera dioperasikan. Ada Alfamart dan ada Kopi Tuku. Kopi Tuku-nya sendiri punya tempat yang ciamik, minim kursi tapi enak buat sekadar ngopi ringan habis ngisi bensin.

Nah, sudah jelas kan, kenapa Bintaro Jaya laku keras? Wong, POM Bensin saja ada lima merk. Heuheu~

 

Peran Bapak Dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Peran Bapak Dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini bagi Bapak Millennial seperti saya itu sebenarnya sangat sederhana. Ya, setiap pukul 12 siang menerima forward-an pesan WhatsApp dari Mama Isto yang isinya adalah permainan-permainan yang dinikmati Istoyama di daycare-nya.

Lucu-lucu, lho. Nih, saya kasih beberapa diantaranya:

pendidikan-anak-usia-dini-appletreebsd-isto-1

pendidikan-anak-usia-dini-appletreebsd-isto-2.png

Wajar sekali ketika bayi yang belum 2 tahun ini jago betul soal nama-nama kendaraan. Ya tentu saja itu karena dia dididik sejak dini di tempat yang tepat. Setidaknya tepat menurut Bapak dan Mamanya.

Pendidikan Anak Usia Dini alias PAUD merupakan salah satu upaya pembinaan kepada anak-anak sejak dari lahir sampai umur 6 tahun. Secara standar, stopnya adalah ketika anak masuk ke tingkatan sekolah formal pada usia 7 tahun.

Dalam PAUD, yang hendaknya diberikan adalah rangsangan pendidikan yang dapat membantu pertumbuhan serta perkembangan jasmani dan rohani sehingga anak siap untuk masuk ke pendidikan formal itu tadi.

Kalau mau ditarik ke ujung-ujungnya konstitusi, Pendidikan Anak usia Dini itu diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28C dalam rumusan:

“Setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.”

Jadi, selain berhak mengembangkan diri, anak juga BERHAK mendapat pendidikan. Punya HAK lho, ya. Siapa yang harus memenuhinya? Tentu saja orangtuanya, Bapak dan Ibunya, Papa dan Mamanya, bukan Eyang atau Ompungnya~

Dalam perspektif saya sebagai bapak-bapak, adalah kewajiban seorang bapak untuk menjadi pemenuh hak itu tadi. Bersama-sama dengan Mama-nya Isto, kami berdua berusaha semaksimal mungkin memastikan bahwa seorang Isto sejak lahirnya telah mendapatkan hak yang digariskan oleh UUD itu tadi.

Mau jungkir balik? Ya nggak apa-apa. Kecupan si bayi di akhir hari sudah cukup untuk memulihkan tenaga~

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

PAUD diselenggarakan pada periode keemasan anak. Artinya, apapun yang akan terjadi kelak di kemudian hari adalah hasil pembentukan pada masa ini. Konsep-konsep dasar kehidupan ya dalam periode ini juga. Jadi, PAUD memang sangat sentral dalam pembangunan sumber daya manusia atau boleh dibilang sebagai fondasi dasar bagi kepribadian anak.

Anak dengan pembinaan sejak dini pada umumnya akan mampu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental. Dampak positifnya adalah pada peningkatan prestasi belajar, produktivitas, etos kerja, hingga akhirnya anak bakal lebih mandiri dan bisa mengoptimalkan potensi yang dia miliki.

Anak yang mendapatkan pendidikan secara cukup semenjak usia 0-6 tahun punya harapan lebih besar untuk berhasil di masa mendatang. Berhasil itu bukan sekadar prestasi, ya. Berhasil antre, berhasil main bersama tanpa rebutan mainan sampai nangis guling-guling, berhasil mengenali lingkungannya juga jadi patokan.

Salah satu yang saya ajarkan pula adalah berhasil mengelola kegagalan. Saya sendiri tetap berusaha mengajarkan arti kegagalan kepada Isto. Soalnya, kalau belajar soal keberhasilan, dia bisa belajar sendiri sama Mamanya. Heuheu~

Yup, sebagai bapak-bapak dengan riwayat kegagalan yang panjang, mulai dari gagal bercinta, gagal juara lomba blog, gagal jadi pegawai Unilever, hingga gagal tes PNS lebih dari sekali, saya belajar bahwa tidak semua orang bisa menerima kegagalan dengan jernih.

Saya yakin, anak saya akan menjadi jauh lebih tangguh, jika dia sejak dini sudah belajar bahwa kalau dia gagal memasukkan bola ke keranjang, maka dia harus mundur sejenak dan lantas mencoba lagi. Atau jika dia menyusun mobil-mobilan 2-3 tingkat dan jatuh, dia harus berhenti, mengevaluasi langkahnya, untuk kemudian menyusun lagi mobil-mobilannya hingga 4-5 tingkat.

Kenapa Bapaknya yang harus mengajarkan soal kegagalan? Dalam konteks saya, ya karena Mamanya sangat fasih dengan keberhasilan. Jadi, dalam usia hampir 2 tahun ini dia bisa mendapatkan contoh dan bisa meniru perilaku orangtuanya ketika menyikapi kesuksesan dan juga memaknai kegagalan.

Susah? Ya, susah. Tapi siapa suruh jadi orangtua?

Hasilnya sejauh ini cukup baik. Jika diajak berkompetisi, Isto menjadi anak yang selow dan nggak ngoyo, tapi tetap menuntaskan kompetisinya. Suatu kali dia ada lomba balapan merangkak dengan Alex, teman sepergaulannya di daycare. Dia berhasil melaju duluan mendekati garis finish. Eh, menjelang garis finish, dia malah lebih asyik mengamati garis finish-nya sehingga tersalip oleh Alex. Dia baik-baik saja ketika kalah balapan dan itu membuat saya sebagai orangtua merasa lebih baik.

Mendidik seseorang untuk menang itu akan lebih mudah jika sebelumnya dia sudah paham tentang menerima kekalahan.

Nah, dalam keadaan Bapak Millennial dan Mamanya harus kerja, maka ada alternatif untuk melaksanakan pendidikan anak usia dini tersebut sehingga tujuan untuk mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan fisik, intelektual, moral, hingga agama secara optimal dapat diselenggarakan dalam lingkungan yang kondusif.

Salah satunya adalah di Apple Tree Pre-School BSD, yang menggunakan Adopted Singapore Curriculum dalam pembelajarannya.

pendidikan-anak-usia-dini-apple-tree-1

Sumber: Apple Tree BSD

Terutama bagi orangtua yang pakai ART di rumah, saya sangat menyarankan untuk tetap menggunakan jasa pre-school seperti ini. Bukan apa-apa, anak yang biasa diajari untuk berbagi mainan, biasa untuk bermain dengan rekan sebayanya, mengenali satu demi satu temannya, itu akan jauh lebih siap menghadapi masa depan, lho. Saya mendapati banyak contoh anak-anak yang ketika diterjunkan ke lokasi berisi banyak anak lainnya malah takut-takut atau malah jadi tampak egois dengan merebut semua mainan yang ada. Kan, nggak oke ya~

Sekarang, setiap hari saya bertanya pada anak saya tentang nama teman-temannya, dan dia bisa mengucapkan 11 nama dalam wujud suku kata terakhir dengan 4 nama tanpa perlu saya pancing suku kata pertamanya. Jadi saya hanya tinggal bilang, “Temen Isto namanya siapa?”, dan dia akan dengan lancar menyebut nama 4 temannya plus kemudian menyambung dengan tepat 11 nama lain yang saya sebutkan seperti “Khan…sa, Nada…ra, Ama….ra, dst”.

Sebagai seseroang dengan masa kecil sangat pemalu, saya merasakan itu sebagai sebuah kerugian dan sebagai Bapak saya mengharapkan hal yang sama tidak terjadi pada Isto. Dan, ah, sekarang lancar sekali. Apalagi kalau dia sudah ketemu yang namanya Ichsan. Bisa bubar itu daycare~

Jadi, peran Bapak itu nggak cuma cari duit lho ya. Masih banyak peran bapak yang bisa dilakukan sebagai sebaik-baiknya ikhtiar orangtua pada buah hatinya, terutama pada Pendidikan Anak Usia Dini.

pendidikan-anak-usia-dini-apple-tree-2

Sumber: Apple Tree BSD

#appletreebsd

8 Kiat Sukses Lolos Seleksi Substansi LGD LPDP

Rekor, Perpanjang SIM di Mal Pelayanan Publik Hanya 16 Menit Saja!

Sesudah lolos seleksi administrasi dan seleksi berbasis komputer maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah seleksi substansi. Dalam seleksi substansi itu sebenarnya ada 3 bagian besar. Akan tetapi, biar postingnya jadi banyak, ya saya pisahkan begini aja. Harap maklum, otak sudah susah dipakai mikir~

Tiga bagian besar yang saya maksud adalah verifikasi berkas, Leaderless Group Discussion (LGD), dan wawancara. Postingan ini khusus membahas LGD. Soalnya, bagian ini yang termasuk paling banyak dicari di Google. Entah kalau di Geevv.

1. Pahami LGD LPDP

Bagian pertama, kita kudu pahami teknis LGD LPDP ini. Dalam seleksi ini, kita akan ditempatkan sekitar 10 orang (plus minus) dalam 1 kelompok diskusi. Topik hanya diberikan sesaat sesudah masuk ruangan, dan boleh baca 5 menit.

Image result for 5 minutes gif

Oya, bonus kertas corat-coret juga, deh. Biasanya, pada soal, diberikan juga peran-peran yang dibutuhkan. Jadi, dalam LGD, kita akan berperan jadi seseorang/sesuatu, misal perwakilan pemerintah, perwakilan pelaku usaha, dll.

Nah, selanjutnya dalam 30 menit diskusi akan berjalan tanpa dibuka oleh 2 panitia merangkap penilai di dalam ruangan. Tinggal kreasi peserta dalam 30 menit yang menjadi koentji~

2. Pahami Konsep Dasar Tes LGD Yang Baik

Saya sudah menghitung bahwa dalam 30 menit itu, waktu ideal untuk ngomong adalah 1,5 menit (saja!). Dengan durasi ini, setiap orang bisa mengutarakan pendapatnya 2 kali dalam 1 sesi LGD. Kalau sudah melenceng, pastilah ada yang dirugikan. Itu pasti.

Kemudian, pastikan peran-peran yang ada di soal itu dibagi rata. Inilah seninya, gimana membagi rata peran itu dengan baik sedangkan kenalan saja belum. Heuheu~

Screenshot_1775

Kemudian, pastikan bahwa jawaban kita tidak menggantung tanpa kesimpulan karena itu akan mempersulit peran lain yang mau nyamber sesudah kita. Jangan juga bikin pendapat yang nyeleneh sehingga common sense orang lain terganggu. Ingat, disini kita bukan debat atas nama cebong kampret, kita hanya ingin lolos beasiswa. Continue reading

Bincang Nggak Santai Dengan Asus Zenfone Max M2, Smartphone Mevvah Yang Murah Meriah

bincang nggak santai dengan

“Woy, gimana sih ini ibu-ibu main dorong.”

Pintu KRL tujuan Rangkasbitung menutup. Jeder. Sementara kalimat barusan masih terus diulang-ulang oleh kumpulan pemuda tanpa harapan yang naik di Stasiun Palmerah ini.

Apakah benar ada ibu-ibu yang mendorong? Nope, itu mereka sendiri yang saling dorong dan kemudian bercanda sarkas nggak sopan macam begitu. Dan percayalah, pemandangan seperti itu hanya ada di KRL tujuan Rangkasbitung saja.

Sementara itu, di sudut lain gerbong, tampak seorang pria terpekur gundah oleh sebuah problematika krusial berupa ini:

screenshot_1744

Gawainya digoyang-goyangkan berlawanan arah dengan laju kereta. Sekilas berhenti, kemudian lanjut lagi. Itu hape apa nomor arisan, dikocok wae~

“Misi, Om.”

Sang pria celingak-celinguk dan mendapati sebuah gawai berbodi 158 mm x 76 mm x 7.7 mm kedip-kedip mau ngajak ngobrol. Sementara Santos dalam posisi one on one begitu nggak nendang-nendang juga. Lag kayaknya, bisa karena koneksi, bisa karena ponselnya memang hang.

“Kalah ya, Om?”
“Apaan? Ini ntar lagi gol, kalau nggak stop!”
“Lha kalau waktu habis ya nggak gol dong, Om.”

Tidak lama kemudian, game lanjut kembali dan status kemenangan sudah ada di tim lawan dengan status saya disconnected. Ealah, nge-game itu biar terhibur lha ini kok malah bikin pikiran selain cicilan.

Gambar terkait

“Ngapa lu?” tanya Sang Pria kemudian.

“Kalau mau ngegame mah nggak usah jauh-jauh, Om. Pakai saya aja. Cukup 80 juta.”
“Lu kata gaji PNS banyak? Itu 80 juta bisa buat gajian 2 tahun.”
“Nah ini contoh yang nggak pengen debat dan malah nyalahin orang. Dicoba dulu dong. Itu si 80 juta mah canda.”
“Memangnya ngana bisa apa?”

Dengan angkuh, si gawai berceloteh, “Om, saya itu HP pertama di Indonesia yang pakai Chipset Qualcomm Snapdragon 632.”

untitled design (19)

“Ha, njuk?”

“Aduh, Om-nya kebanyakan rapat tanpa hasil, nih, jadi nggak sempat baca. Chipset Snapdragon 632 itu sederhananya punya keunggulan sehingga meningkatkan kemampuan gaming, pengambilan video 4K, mendukung teknologi AI, hingga konektivitas LTE yang lebih maksimal.”

“Apa bedanya sama saya hapus-hapus memori mantan di HP?”

“Yaelah, Om. Perpaduan CPU dan GPU pada ASUS Zenfone Max M2 kek saya ini bisa meningkatkan kinerja sampai 40 persen. Kalau saya PNS, tunjangan saya sudah naik. Ha wong jelas berkinerja. Nggak kayak situ, makan konsumsi rapat wae.”

Hasil gambar untuk eat lot gif

“Mahal, dong? PNS mah nggak sanggup.”
“Lha ini~ Dari tadi sudah dibilang kalau terjangkau, kok. Nggak percayaan! Hih! Semua laki-laki sama saja!”
“Jadi, saya sama kayak Samuel Zylgwyn?”

“Nggak. Lebih mirip Jakub Błaszczykowski. Jadi, Om, chipset Snapdragon 632 itu hasil pengembangan dari Snapdragon 625 dan Snapdragon 626 yang terkenal punya performa tinggi, hemat daya, dan tidak panas. Ngana harusnya kenal kalau yang dua itu hemat daya. Jadi sama Qualcomm, saya dikembangkan lagi sampai semakin hemat daya.”

“Kamu nyindir saya biar hemat?”
“Asem ik, suudzon wae.”
“Hehe~”
“Jadi kalau mau main PUBG apa Free Fire udah bisa. Apalagi cuma Score Hero, kalahan pula. Duh.”
“Eh, eh. Maksudnya?”

Kereta berhenti sejenak, menghirup nafas di padatnya Kebayoran, stasiun angkuh di tengah-tengah pasar yang menua.

screenshot_1743

“Anak berapa, Om?”
“Satu. Kenapa?”
“Suka difoto nggak?”
“Yah, kek orangtua milenial pada umumnya aja.”

“Nah, saya sebagai ASUS Zenfone Max M2 punya kamera belakang lengkap dengan EIS untuk menjaga kestabilan hati, eh, video. Saya juga bisa lho merekam video hingga resolusi 4K.”

“Pakai apa?” tanya pria itu.
“Pakai seblak, Bambang!”
“Loh….”

“Ya pakai kamera lah. Kalangan ASUS Zenfone Max M2 kek saya juga bisa mengenali 13 scene yang berbeda, soalnya didukung oleh buzzer politik teknologi AI. Bahkan juga bisa menjaga kestabilan video kalau merekam pakai kamera depan.”

Gawai itu menyambung, “Jadi kalau Oom pengen jadi vlogger, lebih enak, soalnya kamera depannya lebih ciamik dengan kamera 8MP. Om, kan yang cita-citanya jadi vlogger tapi nggak kondang-kondang itu kan?”

“Asem.”

“Eh, ngana otak, eh, layar jernih nggak?”
“Sembarangan, Lu, Om. Saya ini punya Layar HD+, ukuran 6,26 inchi, rasio 19:9. Kurang lega apa? Mau ngegame juga hayuk! Nonton film, siap. Nonton video Om yang nggak laku itu juga lanjut aja.”

“Hmmmmm. Hmmmmm.”
“Apalagi, Om?”
“Kuat dan lahan lama nggak? Butuh sildenafil nggak?”
“Heh, asbak Rajaratnam! Dikata saya alat kelamin?”
“Baterai, coy. Baterai.”

“Wah, meragukan saya lagi si Om. Baterai saya 4000mAh. Kurang gede apa? Itu sudah bisa ngegame 8 jam nonstop. Apalagi cuma nonton sama scroll-scroll doang. Bisa 21-22 jam.”

Hasil gambar untuk super electric gif

“Kalau main Score?”

“Yaelah. Sampai habis paketnya situ di modem, baterai saya juga nggak habis. Sukanya ngeremehin, nih, Om. Jangan lupa, saya itu pakai pure Android Oreo 8.0, tanpa micin, tanpa perubahan sedikitpun. Tahu nggak?”

“Nggak.”
“Tahunya apa?”
“Fotokopi.”

“Geblek. Sederhanya, disebut Stock Android yang berarti ada jaminan update selama dua tahun. Jadi pasti bakal dapat jaminan update ke Android 9 Pie kelak plus lebih ringan bebas dari bloatware yang biasanya membebani kehidupan saya sebagai smartphone.”

“Wah, jeroannya situ mewah juga, yha?”

“Pokoknya,siapapun yang nyari HP terjangkau tapi kualitas dan kinerjanya baik buat komunikasi sehari-hari, plus juga buat gaming dan entertainment, saya sebagai ASUS Zenfone Max M2 adalah pilihan tepat. Spek mevvah, harga murah meriah. Jadi, coba saya, yha, Om?”

“Baiklah. Eh, lah, kebanyakan ngobrol sama ente, saya harusnya turun Jurangmangu.”
“Ini sudah Rangkasbitung, Om. Situ bablasnya kejauhan~”

“Duh!”

the distance between the sun and the

Tulisan ini diikutsertakan pada BOY-Zenfone Max M2 Writing Competition-nya, Oom Yahya. #ZenFoneMaxM2_ID #NextGenerationGaming