Category Archives: Soal Sesuatu

Sesuatu kata itu selalu ada tentangnya..

Standar Kompetensi Manajerial Aparatur Sipil Negara: Mengelola Perubahan

Standar Kompetensi Manajerial untuk Aparatur Sipil Negara terdiri dari 8 aspek yakni integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.

Mengelola perubahan didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang baru atau berubah dan tidak bergantung secara berlebihan pada metode dan proses lama, mengambil tindakan untuk mendukung dan melaksanakan inisiatif perubahan, memimpin usaha perubahan, mengambil tanggung jawab pribadi untuk memastikan perubahan berhasil diimplementasikan secara efektif.

Pada level 4 secara sederhana seorang ASN dituntut untuk memimpin perubahan pada unit kerja. ASN didorong memiliki perilaku yang dapat mengarahkan unit kerja untuk lebih siap dalam menghadapi perubahan termasuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi. Hal ini adalah peningkatan dari level 3 yang terbatas pada membantu orang lain dana melakukan perubahan. Di level tertinggi, ASN dapat membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong perubahan yang berdampak pada pencapaian sasaran prioritas nasional.

Komik bertuliskan “ASN SIAP HADAPI PERUBAHAN & MITIGASI RISIKO!” dan “ASN memiliki perilaku yang dapat mengarahkan unit kerja untuk lebih siap dalam menghadapi perubahan termasuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi”. Beberapa ASN berdiskusi di ruang kerja dengan komputer, grafik, peta dunia, dan papan “Rencana Aksi”. Dialognya berbunyi “Tim, kita harus antisipasi pergeseran regulasi dan tren teknologi baru!”, “Saya sedang membuat rencana mitigasi untuk potensi gangguan layanan digital!”, “Siap!”, dan “Bagus, Bu!”. Teks penutup: “KOMIK EDUKASI ASN BERANI BERUBAH, CEGAH RISIKO!” serta “BERANI BERUBAH, CEGAH RISIKO!”

Di level 4, ASN juga didorong untuk memastikan perubahan sudah diterapkan secara aktif di lingkup unit kerja secara berkala dan tidak terbatas pada penyesuaian prioritas kerja secara berulang-ulang jika diperlukan seperti dinyatakan di level 3. ASN pada level 5 memiliki perilaku menggalang dan menggerakkan dukungan para pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan perubahan yang telah ditetapkan.

ASN pada level 4 juga diharapkan memiliki perilaku memimpin dan memastikan penerapan program-program perubahan selaras antar unit kerja. Sedangkan di level 3, standanrya adalah ASN berperilaku mengantisipasi perubahan yang dibutuhkan oleh unit kerja secara tepat serta memberikan solusi efektif terhadap masalah yang ditimbulkan oleh adanya perubahan. Pada tingkat 5, ASN secara berkelanjutan mencari cara-cara baru untuk memberi nilai tambah bagi perubahan yang tengah dijalankan agar memberi manfaat yang lebih besar bagi pemangku kepentingan.

Berdasarkan uraian tersebut, kompetensi mengelola perubahan pada level 4 menempatkan ASN sebagai pemimpin transformasi yang tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan, tetapi juga mengarahkan, mengendalikan, dan memastikan perubahan tersebut berjalan efektif di tingkat unit kerja. ASN dituntut untuk menyiapkan organisasi menghadapi dinamika lingkungan, mengidentifikasi dan memitigasi risiko perubahan, serta memastikan implementasi perubahan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, ASN perlu mengoordinasikan dan menyelaraskan berbagai inisiatif perubahan antar unit kerja agar mendukung tujuan organisasi secara terpadu. Dengan demikian, esensi kompetensi mengelola perubahan pada level 4 adalah kemampuan memimpin dan mengorkestrasi proses perubahan secara sistematis sehingga organisasi menjadi lebih adaptif, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sebagai landasan menuju level 5 yang berfokus pada penciptaan kebijakan dan gerakan perubahan berdampak luas bagi instansi maupun prioritas nasional.

Standar Kompetensi Manajerial Aparatur Sipil Negara: Pengembangan Diri dan Orang Lain

Standar Kompetensi Manajerial untuk Aparatur Sipil Negara terdiri dari 8 aspek yakni integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.

Pengembangan diri dan orang lain dipahami sebagai kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menyempurnakan keterampilan diri; menginsipirasi orang lain untuk mengembangkan dan menyempurnakan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan dan pengembangan karir jangka Panjang, mendorong kemauan belajar sepanjang hidup, memberikan saran/bantuan, umpan balik, bimbingan untuk membantu orang lain untuk mengembangkan potensi dirinya.

Lima pendidik membahas Program Pengembangan Jangka Panjang 2024–2029; teks utama mencakup peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, monitoring dan evaluasi, strategi pembelajaran modern, serta e-learning system.

Pada level 4, ASN dituntut untuk menyusun program pengembangan jangka panjang dalam rangka mendorong manajemen pembelajaran dengan sejumlah indikator perilaku yakni menyusun program pengembangan jangka panjang bersama-sama dengan bawahan, termasuk di dalamnya penetapan tujuan, bimbingan, penugasan, dan pengalaman lainnya, serta mengalokasikan waktu untuk mengikuti pelatihan/Pendidikan/pengembangan karir dan kompetensi. Hal ini sudah di atas level 3 yang memberikan tugas-tugas yang menantang pada bawahan sebagai media belajar untuk mengembangkan kemampuannya. Untuk level 5, ASN dituntut menciptakan situasi yang mendorong individu, kelompok, unit kerja untuk mengembangkan kemampuan belajar secara berkelanjutan di tingkat instansi.

Untuk level 4, ASN ditekankan untuk dapat melaksanakan manajemen pembelajaran termasuk evaluasi dan umpan balik pada tataran organisasi. Di level yang lebih advanced pada tingkat 5, ASN dapat merekomendasikan atau memberikan penghargaan bagi upaya pengembangan yang berhasil, memastikan dukungan bagi orang lain dalam mengembangkan kemampuan dalam unit kerja di tingkat instansi. Dengan demikian perilaku di level mengamati bawahan dalam mengerjakan tugasnya dan memberikan umpan balik yang objektif dan jujur termasuk melakukan diskusi dengan bawahan untuk memberikan bimbingan dan umpan balik yang berguna bagi bawahan masih ada di level 3.

Di level 4, ASN juga dituntut untuk mengembangkan orang-orang di sekitarnya secara konsisten termasuk dengan melakukan kaderisasi posisi-posisi di unit kerja. Nah untuk level 5, ASN perlu memberikan inspirasi kepada individu atau kelompok untuk belajar secara berkelanjutan dalam penerapan di tingkat instansi. Dengan demikian, perilaku mendorong kepercayaan diri bawahan, memberikan kepercayaan penuh pada bawahan untuk mengerjakan tugas dengan cara sendiri, serta memberi kesempatan dan membantu bawahan menemukan peluang untuk berkembang masih ada di level 3.

Berdasarkan uraian tersebut, kompetensi pengembangan diri dan orang lain pada level 4 menuntut ASN untuk berperan tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran dalam organisasi. ASN diharapkan mampu menyusun program pengembangan jangka panjang yang terstruktur, melaksanakan manajemen pembelajaran secara sistematis melalui bimbingan, evaluasi, dan umpan balik, serta memastikan tersedianya kesempatan pengembangan kompetensi bagi pegawai.

Selain itu, ASN dituntut secara konsisten mengembangkan talenta dan menyiapkan kader untuk mengisi peran-peran strategis melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, esensi kompetensi pengembangan diri dan orang lain pada level 4 adalah kemampuan membangun sistem pembelajaran dan pengembangan SDM yang terencana, terukur, dan berkelanjutan di tingkat organisasi, sehingga tercipta sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap mendukung pencapaian tujuan organisasi di masa depan.

Standar Kompetensi Manajerial Aparatur Sipil Negara: Pelayanan Publik

Standar Kompetensi Manajerial untuk Aparatur Sipil Negara terdiri dari 8 aspek yakni integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.

Pelayanan publik sendiri memiliki definisi kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kegiatan pemenuhan kebutuhan pelayanan publik secara profesional, transparan, mengikuti standar pelayanan yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok/golongan/partai politik.

Pada level 4, ASN didorong untuk mampu memonitor, mengevaluasi, memperhitungkan, dan mengantisipasi dampak dari isu-isu jangka panjang, kesempatan, atau kekuatan politik dalam hal pelayanan kebutuhan pemangku kepentingan yang transparan, objektif, dan profesional.

ASN menganalisis isu jangka panjang dan pelayanan publik

ASN ditetapkan untuk memahami dan memberi perhatian kepada isu-isu jangka Panjang, kesempatan atau kekuatan politik yang mempengaruhi organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar, memperhitungkan dan mengantisipasi dampak terhadap pelaksanaan tugas-tugas pelayanan publik secara objektif, transparan, dan profesional dalam lingkup organisasi. Hal ini tentu lebih kompleks dari level 3 yang terbatas pada pemahaman untuk mendeskripsikan pengaruh dan hubungan/kekuatan kelompok yang sedang berjalan di organisasi (aliansi atau persaingan), dan dampaknya terhadap unit kerja untuk menjalankan tugas pemerintahan secara profesional dan netral serta tidak memihak. Adapun untuk level 5, tatarannya sudah pada kemampuan untuk menciptakan kebijakan pelayanan publik yang menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok/partai politik.

Pada level 4, ASN juga didorong untuk mampu menjaga agar kebijakan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh instansinya selaras dengan standar pelayanan yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok/partai politik. Hal ini sedikit lebih kompleks daripada level 3 yang mengedepankan penggunaan keterampilan dan pemahaman lintas organisasi untuk secara efektif memfasilitasi kebutuhan kelompok yang lebih besar dengan cara-cara yang mengikuti standar objektif, transparan, profesional, sehingga tidak merugikan para pihak di lingkup pelayanan publik unit kerjanya. Adapun level 5 untuk elemen ini adalah menginternalisasi nilai dan semangat pelayanan publik yang mengikuti standar objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, transparan, tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok kepada setiap individu di lingkungan instansi/nasional.

Pada level 4, ASN juga didorong untuk menerapkan strategi jangka panjang yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan pemangku kepentingan dalam Menyusun kebijakan dengan mengikuti standar objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, transparan, tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok. Hal ini tentu di atas level 3 yang mendorong ASN untuk mengimplementasikan cara-cara yang efektif untuk memantau dan mengevaluasi masalah yang dihadapi pemangku kepentingan/masyarakat serta mengantisipasi kebutuhan mereka saat menjalankan tugas pelayanan publik di unit kerjanya. Adapun level 5 untuk elemen ini adalah menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok/partai politik.

Berdasarkan uraian tersebut, kompetensi pelayanan publik pada level 4 menuntut ASN untuk tidak hanya memahami dan merespons kebutuhan pemangku kepentingan saat ini, tetapi juga mampu mengantisipasi berbagai isu strategis, peluang, dan dinamika eksternal yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan di masa depan. ASN diharapkan mampu memastikan kebijakan dan penyelenggaraan pelayanan publik tetap selaras dengan prinsip objektivitas, netralitas, profesionalisme, transparansi, serta bebas dari pengaruh kepentingan pribadi maupun kelompok. Selain itu, ASN dituntut menerapkan perspektif jangka panjang dalam merancang strategi dan kebijakan pelayanan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Dengan demikian, esensi kompetensi pelayanan publik pada level 4 adalah kemampuan menjaga kualitas dan integritas pelayanan melalui pengelolaan isu strategis, pengawasan kesesuaian kebijakan, serta penerapan strategi jangka panjang yang berorientasi pada kepentingan publik, sebagai fondasi menuju level 5 yang berfokus pada penciptaan kebijakan dan budaya pelayanan publik yang unggul di tingkat instansi maupun nasional.

Standar Kompetensi Manajerial Aparatur Sipil Negara: Orientasi Pada Hasil

Standar Kompetensi Manajerial untuk Aparatur Sipil Negara terdiri dari 8 aspek yakni integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.

Orientasi pada hasil dipahami sebagai kemampuan mempertahankan komitmen pribadi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas, dapat diandalkan, bertanggung jawab, mampu secara sistematis mengidentifikasi risiko dan peluang dengan memperhatikan keterhubungan antara perencanaan dan hasil untuk keberhasilan organisasi.

Pada level 4, ASN ditetapkan untuk mampu mendorong unit kerja mencapai target yang ditetapkan atau melebihi hasil kerja sebelumnya. Pada bagian ini, seorang ASN diminta mendorong unit kerja di tingkat instansi untuk mencapai kinerja yang melebihi target yang ditetapkan. Hal ini di atas level 3 yang terbatas pada penetapan target kinerja unit yang lebih tinggi dari target yang ditetapkan organisasi namun masih di bawah level 5 yang terkait pemastian kualitas yang sesuai standar dan keberlanjutan hasil kerja organisasi yang memberi kontribusi pada pencapaian target prioritas nasional.

Di level 4, ASN juga dipatok untuk mampu memantau dan mengevaluasi hasil kerja unitnya agar selaras dengan sasaran strategis instansi. Hal ini di atas level 3 yang terbatas pada pemberian apresiasi dan teguran untuk mendorong pencapaian hasil unit kerja, namun masih di bawah level 5 yang sudah berada pada tahap pemastian ketersediaan sumber daya organisasi untuk menjamin tercapainya target prioritas instansi/nasional.

Comic showing Indonesian officials pushing a target wheel toward 150% success
A dynamic Indonesian public-service team breaks through performance barriers to achieve ambitious targets.

Pada level 4, ASN juga ditetapkan untuk mampu mendorong pemanfaatan sumber daya bersama antar unit kerja dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian target organisasi. Hal ini lebih kompleks daripada pengembangan metode kerja yang efektif dan efisien untuk mencapai target kinerja pada level 3 namun masih di bawah level 5 yang berada pada level pembuatan kebijakan untuk menerapkan metode kerja yang lebih efektif-efisien dalam mencapai tujuan prioritas nasional. Poin bagian ini adalah metode kerja yang efektif dan efisien.

Berdasarkan uraian tersebut, kompetensi orientasi pada hasil pada level 4 menuntut ASN untuk tidak hanya fokus pada pencapaian target, tetapi juga mampu mengarahkan, memantau, dan mengoptimalkan kinerja unit kerja agar memberikan hasil yang lebih tinggi dari standar yang telah ditetapkan. ASN diharapkan mampu memastikan setiap kegiatan dan hasil kerja tetap selaras dengan sasaran strategis instansi melalui proses pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Selain itu, kemampuan mendorong pemanfaatan sumber daya secara bersama antar unit kerja menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan. Dengan demikian, esensi orientasi pada hasil pada level 4 adalah kemampuan menggerakkan unit kerja untuk mencapai kinerja unggul melalui pengelolaan kinerja yang terukur, pengawasan yang berkesinambungan, dan optimalisasi sumber daya lintas unit, sebagai fondasi menuju level 5 yang berfokus pada keberlanjutan hasil dan kontribusi terhadap pencapaian prioritas strategis instansi maupun nasional.

Standar Kompetensi Manajerial Aparatur Sipil Negara: Kerja Sama

Standar Kompetensi Manajerial untuk Aparatur Sipil Negara terdiri dari 8 aspek yakni integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.

Definisi untuk kerja sama adalah kemampuan menjalin, membina, mempertahankan hubungan kerja yang efektif, memiliki komitmen saling membantu dalam penyelesaian tugas, dan mengoptimalkan segala sumber daya untuk mencapai tujuan strategis organisasi.

Pada level 4, ditekankan pada kemampuan membangun komitmen tim dan sinergi. ASN didorong untuk membangun sinergi antar unit kerja di lingkup instansi yang dipimpin. Hal ini masih di bawah dari penciptaan hubungan kerja yang konstruktif dengan menerapkan norma, etos, nilai-nilai kerja yang baik di dalam dan luar organisasi serta meningkatkan produktivitas dan menjadi panutan organisasi yang ada di level 5. Namun demikian juga sudah lebih advanced dari pada sebatas melihat kekuatan/kelemahan anggota tim, membentuk tim yang tepat, mengantisipasi kemungkinan hambatan, serta mencari solusi yang optimal. Jadi penekanannya adalah sinergi antar unit kerja.

Government staff collaborating in an office beneath banners about interagency synergy and successful teamwork
Government staff collaborate around strategic plans to strengthen coordination across agencies.

Pada level ini, ASN juga diharapkan dapat memfasilitasi kepentingan yang berbeda dari unit kerja lain sehingga tercipta sinergi dalam rangka pencapaian target kerja organisasi. Hal ini tentu lebih kompleks daripada mengupayakan dan mengutamakan pengambilan keputusan berdasarkan usulan anggota tim/kelompok serta bernegosiasi secara efektif untuk upaya penyelesaian pekerjaan yang menjadi target kinerja kelompok dan/atau unit kerja yang dipersyaratkan di level 3. Adapun di level 5, poinnya adalah menjaga sinergi agar pemangku kepentingan dapat bekerja sama dengan orang di dalam maupun di luar organisasi. Dengan demikian, poinnya masih tentang sinergi.

Pada level 4, ASN juga didorong untuk mampu mengembangkan sistem yang menghargai kerja sama antar unit, memberikan dukungan/semangat untuk memastikan tercapainya sinergi dalam rangka pencapaian target kerja organisasi. Hal ini lebih kompleks dari level sebelumnya perihal membangun aliansi dengan para pemangku kepentingan dalam rangka mendukung penyelesaian target kerja kelompok, namun masih di bawah level 5 yang menyebut tentang pembangunan konsensus untuk menggabungkan sumber daya dari pemangku kepentingan untuk tujuan bangsa dan negara. Jadi tadi sesudah sinergi, maka di level 4 perlu adanya kemampuan mengembangkan sistem antar unit guna memastikan tercapainya sinergi.

Berdasarkan uraian tersebut, kompetensi kerja sama pada level 4 menuntut ASN untuk melampaui kemampuan membangun tim internal dan mulai berperan sebagai penggerak sinergi antar unit kerja dalam mencapai tujuan organisasi. ASN tidak hanya dituntut mampu mengelola perbedaan kepentingan dan memfasilitasi kolaborasi lintas unit, tetapi juga mengembangkan sistem, mekanisme, dan budaya kerja yang mendorong terciptanya kerja sama yang berkelanjutan.

Keberhasilan pada level ini tercermin dari kemampuan menyatukan berbagai sumber daya, membangun komitmen bersama, serta memastikan setiap unit bekerja secara selaras untuk mencapai target organisasi. Dengan demikian, esensi kompetensi kerja sama level 4 adalah menciptakan dan memperkuat sinergi lintas unit kerja secara sistematis, sebagai landasan menuju level 5 yang menekankan kemampuan membangun konsensus dan kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kepentingan strategis bangsa dan negara.

Standar Kompetensi Manajerial Aparatur Sipil Negara: Integritas

Standar Kompetensi Manajerial untuk Aparatur Sipil Negara terdiri dari 8 aspek yakni integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.

Definisi untuk integritas adalah konsisten berperilaku selaras dengan nilai, norma/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan manajemen, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, menciptakan budaya etika tinggi, bertanggung jawab atas tindakan atau keputusan beserta risiko yang menyertainya.

Untuk di level 4, kapasitas yang diharapkan adalah seorang ASN mampu menciptakan situasi yang mendorong kepatuhan pada nilai, norma, dan etika organisasi. Sedangkan di level 5, kapasitas yang diharapkan adalah seorang ASN mampu menjadi role model dalam penerapan standar keadilan dan etika di tingkat nasional.

Secara khusus untuk indikator level 4, ASN diharapkan mampu menciptakan situasi kerja yang mendorong seluruh pemangku kepentingan mematuhi nilai, norma, dan etika organisasi dalam segala situasi dan kondisi. Hal yang membedakan dengan level sebelumnya adalah pada level 3, perilakunya terkait upaya memastikan anggota yang dipimpin sesuai dengan nilai, norma, dan etika organisasi dalam segala situasi dan kondisi. Lebih lanjut pada level 5, indikatornya adalah ASN mampu mempertahankan tingkat standar keadilan dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari-hari yang dipatuhi oleh seluruh pemangku kepentingan pada lingkup instansi yang dipimpinnya. Jadi, untuk level 4 poinnya adalah penciptaan situasi kerja yang mendorong seluruh pemangku kepentingan mematuhi nilai, norma, dan etika organisasi.

Komik bertuliskan Di Balik Meja Birokrasi, standar keadilan dan etika adalah panduanku, prosedur harus diikuti tanpa kecuali, Mas, Forum Aspirasi Publik Kecamatan Jati, perkataan dan tindakan saya adalah cermin komitmen, dipatuhi oleh seluruh pemangku kepentingan, hukum adil, struktur instansi bebas korupsi, dan etika tinggi.
Komik ini menggambarkan pentingnya prosedur, etika tinggi, hukum adil, dan pelayanan publik yang bebas korupsi.

Pada level ini, ASN juga diminta untuk mendukung dan menerapkan prinsip moral dan standar etika yang tinggi, serta berani menanggung konsekuensinya. Hal ini berbeda dengan level 3 yang diatur pada level mampu memberi apresiasi dan teguran bagi anggota yang dipimpin agar bertindak selaras dengan nilai, norma, dan etika organisasi dalam segala situasi dan kondisi. Adapun untuk level 5, penekanannya adalah pada ASN yang mampu menjadi role model atau memiliki keteladanan dalam penerapan standar keadilan dan etika yang tinggi di tingkat nasional. Sehingga untuk level 4, ASN tidak sekadar memberi apresiasi dan teguran bagi anggotanya tetapi sudah di level menerapkan prinsip moral dan standar etika yang tinggi. Hal ini menarik karena sebenarnya semakin tinggi level, semakin besar peluang untuk mengalami problematika etika.

Di level 4, seorang ASN juga didorong untuk berani melakukan koreksi atau mengambil tindakan atas penyimpangan kode etik/nilai-nilai yang dilakukan oleh orang lain, pada tataran lingkup kerja setingkat instansi meskipun ada risiko. Dengan demikian, sudah ada peningkatan dari level 3 yang terbatas pada melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan sikap integritas di dalam unit kerja yang dipimpin. Sedangkan di level 5, indikatornya adalah ASN mampu membuat konsep kebijakan dan strategi penerapan sikap integritas dalam pelaksanaan tugas dan norma-norma yang sejalan dengan nilai strategis organisasi. Dengan demikian, untuk level 4, penekanannya pada keberanian untuk melakukan koreksi atau tindakan atas penyimpangan.

Berdasarkan uraian tersebut, kompetensi integritas pada level 4 menempatkan ASN pada peran yang lebih strategis dibandingkan level sebelumnya, yaitu tidak hanya memastikan kepatuhan anggota yang dipimpin, tetapi mampu menciptakan situasi kerja yang mendorong seluruh pemangku kepentingan mematuhi nilai, norma, dan etika organisasi. ASN pada level ini dituntut untuk secara konsisten menerapkan prinsip moral dan standar etika yang tinggi, berani menanggung konsekuensi dari tindakan yang diambil, serta menunjukkan keberanian dalam melakukan koreksi atau tindakan terhadap penyimpangan yang terjadi meskipun mengandung risiko.

Dengan demikian, integritas level 4 mencerminkan kemampuan membangun budaya etis di tingkat instansi melalui pengaruh, keteladanan perilaku, dan keberanian bertindak, sebagai jembatan menuju level 5 yang menekankan peran sebagai teladan nasional dan perumus kebijakan strategis terkait integritas organisasi.

Enzo Fernandez: Dari Nomor Lampard ke Nomor De Bruyne

Penutupan bursa transfer musim panas 2026 menghadirkan reuni Enzo di Manchester sesudah Manchester City yang diasuh Enzo Maresca merampungkan perekrutan Enzo Fernández dari Chelsea dengan nilai mencapai £125 juta. Nah, dramanya tidak selesai di proses rekrutmen ini. Ada kekagetan lain ketika City lantas mengumumkan nomor punggung Enzo.

https://platform.x.com/widgets.js

Bagi para fans City, nomor 17 memiliki aura sakral karena a melekat erat pada punggung sang maestro, Kevin De Bruyne, selama satu dekade penuh kegemilangan. Keputusan City memberikan angka keramat itu langsung ke Enzo jelas melahirkan perdebatan panas antara ekspektasi tinggi dan anggapan kecerobohan dari City.

Kevin De Bruyne yang kini masih moncer di Napoli jelas tidak sekadar pemain pilar, tetapi bisa disebut juga otak di balik era keemasan klub di bawah asuhan Pep Guardiola. KDB turut serta mempersembahkan deretan gelar Premier League (termasuk four-in-row), beragam piala domestik, hingga trofi Liga Champions UEFA bersejarah dalam treble winners 2023.

KDB juga merupakan kolektor umpan yang menghasilkan gol dan menjadi landasan permainan City dari tahun ke tahun. Ketika De Bruyne mengakhiri pengabdiannya, tidak sedikit pendukung setia The Citizens yang berharap nomor 17 diistirahatkan sementara demi menghormati legasinya.

Menariknya, Enzo ini bukan tipe pemain yang nomornya harus itu. Di River Plate, Enzo memegang nomor 13 dan lalu 8 pada periode 2019-2022. Saat periode peminjaman di Defensa y Justicia, dia bahkan pernah pakai nomor 34.

Sesudah pindah Benfica, Enzo ini pakai nomor 13. Sedangkan di Chelsea dia pernah pakai nomor 5 dan 8. Nah, seperti kita ketahui nomor 8 di Chelsea ini juga termasuk sakral karena bekas Frank Lampard.

Menariknya, di panggung internasional bersama tim nasional Argentina, identitas Enzo justru ada di nomor 24. Awalnya tentu di Piala Dunia 2022 ketika masuk skuad sebagai pemain pelapis, memakai nomor 24 dan mencetak gol sensasional ke gawang Meksiko di babak grup, dan mengakhiri turnamen sebagai juara dunia sekaligus dinobatkan sebagai FIFA Young Player Award.

Kontroversi nomor 17 Enzo di Manchester City sebenarnya memiliki diskursus tertentu karena faktor ekspektasi karakteristik permainan mengingat De Bruyne adalah gelandang serang murni yang beroperasi di sepertiga akhir lapangan, menciptakan peluang langsung, dan mematikan dalam eksekusi bola mati. Sebaliknya, Enzo beroperasi lebih ke dalam yang mendikte tempo dan menginisiasi transisi dari lini belakang. Selain itu, angka £125 juta juga menuntut dampak instan. Nomor punggung warisan seorang legenda legendaris tentu meningkatkan sorotan media Inggris.

Jadi, mari kita lihat sejauh apa Enzo bisa berbuat di nomor 17.

Faktor-Faktor yang Menentukan Best Family SUV untuk Road Trip

Perjalanan menuju tempat yang belum pernah Anda kunjungi membutuhkan kendaraan dengan kemampuan berbeda dari mobil untuk rute harian. Kondisi jalan yang berubah, kabin penuh penumpang, dan durasi berkendara yang panjang membuat performa serta kenyamanan perlu dinilai bersamaan. Karena itu, Anda perlu memperhatikan sejumlah aspek sebelum menentukan best family suv untuk kebutuhan menjelajah bersama keluarga.

Kendaraan yang sesuai bukan hanya mampu membawa seluruh anggota keluarga, tetapi juga menjaga perjalanan tetap nyaman hingga tiba di tujuan. Lantas, apa saja aspek yang menentukan kenyamanan dan performa best family SUV? Berikut ulasannya.

1. Tenaga Dan Respons Mesin 

SUV dapat berubah karakter ketika seluruh kursi terisi dan bagasi dipenuhi barang. Hal ini karena bobot tambahan membutuhkan tenaga lebih besar, terutama saat Anda berakselerasi, menanjak, atau menyalip di jalan dua arah. 

Torsi yang tersedia sejak putaran rendah membantu kendaraan merespons tanpa harus menunggu mesin berputar terlalu tinggi. Lebih dari itu, kombinasi mesin bensin dan motor listrik memberi dorongan instan pada kecepatan rendah, kondisi yang sering ditemui ketika menuju lokasi wisata.

2. Kestabilan Suspensi 

Perjalanan jauh sering membawa Anda melintasi kondisi jalan yang berubah-ubah, dari aspal mulus sampai permukaan beton yang tidak rata. Suspensi yang mumpuni bertugas meredam getaran itu agar bodi mobil tidak ikut berguncang berlebihan, aspek yang cukup krusial pada SUV berpostur tinggi. Tingkat keseimbangan juga perlu diperhatikan saat kabin membawa muatan penuh, sebab titik berat kendaraan ikut bergeser.

Kabin yang mampu menahan getaran membantu penumpang di baris belakang tetap bisa beristirahat selama perjalanan. Aspek ini menjadi bagian penting ketika Anda mencari best family SUV untuk perjalanan dengan jarak tempuh panjang. 

3. Kenyamanan Jok

Busa jok menentukan apakah punggung tetap tertopang setelah beberapa jam duduk, atau justru mulai terasa nyeri. Ruang kaki di setiap baris juga berpengaruh terhadap keleluasaan penumpang mengubah posisi tanpa mengganggu anggota keluarga lain. Karena itu, ada baiknya memeriksa ruang duduk semua baris, bukan hanya kursi depan.

Kursi yang dapat direbahkan hingga posisi rileks berguna ketika Anda beristirahat di rest area maupun di lokasi tujuan. Akses menuju baris ketiga yang mudah juga mengurangi kerepotan, terutama pada perjalanan dengan banyak pemberhentian.

4. Fitur Driver Assists

Mengemudi di jalan antar kota saat road trip menuntut perhatian lebih karena Anda belum mengenal karakter tikungan, lebar jalan, maupun area parkirnya. Oleh karena itu, fitur-fitur driver assists menjadi sangat baik untuk dimiliki. 

Keberadaan fitur seperti Blind-spot Collision-avoidance Assist, misalnya, sangat membantu memantau area yang tidak terlihat oleh mata. Begitu pula dengan Smart Cruise Control yang secara otomatis mengatur jarak aman dengan kendaraan lain, sehingga intensitas kelelahan pengemudi dapat berkurang secara signifikan saat harus melintasi rute jalan tol yang membentang panjang.

All-New SANTA FE Hybrid, Best Family SUV dengan Fitur Lengkap 

Memilih best family SUV perlu mempertimbangkan tenaga mesin, kestabilan, peredaman, ruang kabin, dukungan jok, visibilitas, dan fitur bantuan pengemudi. Keempat aspek di atas baru terasa maksimal ketika diterapkan pada kendaraan dengan spesifikasi yang mendukung. Setelah memahami apa yang perlu diperhatikan pada best family SUV secara umum, langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana atribut tersebut diimplementasikan pada model spesifik.

The All-New SANTA FE Hybrid memakai mesin 1.6 T-GDi Hybrid yang memadukan mesin bensin berturbo dengan motor listrik. Kombinasi tersebut memberikan respons instan saat Anda bermanuver pada kecepatan rendah. Varian tertinggi juga dilengkapi Premium Relaxation Seat di kursi depan untuk posisi duduk yang lebih rileks ketika beristirahat.

Kabinnya membawa dual panoramic display, Captain Seat dengan One Touch Walk-in, USB-C charging port di setiap baris, serta dual wireless charging pad. Hyundai SmartSense mencakup Smart Cruise Control, Lane Following Assist, Forward Collision-avoidance Assist, Blind-spot Collision-avoidance Assist, dan Surround View Monitor. 

Sebelum memilih, pelajari lengkap rincian varian dan kelengkapan fitur di https://www.hyundai.com/id/id. Kemudian, kunjungi dealer resmi Hyundai terdekat untuk jadwalkan test drive dan rasakan sendiri respons mesin serta kenyamanan kabin, sekaligus berdiskusi tentang perbedaan spesifikasi antara Prime, Calligraphy, dan XRT untuk kebutuhan perjalanan keluarga Anda. 

Panduan Mulai Beli Saham FUTR Lewat Makmur, Aplikasi Saham Terbaik

Saham FUTR merupakan salah satu emiten berkapitalisasi kecil yang bergerak di sektor teknologi informasi. Sebelum membeli saham ini, investor perlu memahami profil bisnis, perkembangan perusahaan, serta berbagai indikator fundamental yang dapat membantu menilai potensi investasi.

Selain memahami karakter perusahaan, memilih platform investasi yang tepat juga penting untuk mendukung proses transaksi saham. Anda dapat mulai mempertimbangkan saham futr melalui aplikasi saham Makmur aman dan Terbaik, yang menyediakan kemudahan transaksi saham serta fitur analisis untuk membantu investor memahami berbagai informasi sebelum mengambil keputusan investasi.

Mengenal Profil Bisnis Saham FUTR

holding energi hijau. Perusahaan ini fokus pada sektor energi baru terbarukan (EBT), termasuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan panas bumi (geothermal). Saham FUTR memiliki karakteristik sebagai emiten berkapitalisasi kecil dengan fokus bisnis yang perlu dipahami secara menyeluruh sebelum berinvestasi. Investor dapat memperhatikan berbagai indikator seperti laba per saham (Earnings Per Share/EPS), rasio harga terhadap laba (Price to Earnings Ratio/PER), rasio harga terhadap penjualan (Price to Sales Ratio/PSR), serta rasio harga terhadap nilai buku (Price to Book Value/PBV).

Dari sisi valuasi, PSR tercatat sebesar 116,92 dan PBV berada di angka 12,2. Indikator tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan investor dalam melihat hubungan antara harga saham dengan kinerja serta nilai perusahaan.

Selain itu, margin laba kotor FUTR berada di angka 20,74%, yang menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan setelah memperhitungkan biaya produksi utama. Investor dapat menggunakan informasi ini untuk memahami karakter bisnis perusahaan serta mempertimbangkan kesesuaiannya dengan profil investasi masing-masing. Selain itu, Anda juga bisa memperhatikan informasi fundamental lainnya sebelum berinvestasi.

Cara Membeli Saham FUTR Melalui Aplikasi Makmur

Jika Anda tertarik untuk membeli saham FUTR, proses transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi investasi saham seperti Makmur secara bertahap. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti.

1. Unduh dan Pasang Aplikasi Makmur

Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi Makmur melalui toko aplikasi resmi di perangkat Anda, seperti Google Play Store atau Apple App Store. Pastikan koneksi internet stabil agar proses pemasangan aplikasi berjalan dengan baik. Menggunakan aplikasi resmi Makmur membantu menjaga keamanan data pribadi serta memberikan akses ke berbagai fitur investasi yang tersedia.

2. Daftar dan Lengkapi Verifikasi Data

Setelah aplikasi terpasang, Anda perlu membuat akun dan melengkapi proses verifikasi data. Siapkan dokumen identitas seperti KTP serta informasi pendukung lainnya sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Pengisian data yang sesuai akan membantu proses verifikasi berjalan lebih lancar. Tahap ini juga menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan dan kepatuhan proses transaksi investasi.

3. Tunggu Rekening Efek Aktif

Setelah seluruh data berhasil diverifikasi, Anda perlu menunggu proses aktivasi rekening efek selesai. Ketika rekening efek sudah aktif, Anda dapat mulai melakukan transaksi saham melalui aplikasi. Rekening efek yang aktif menjadi akses utama untuk melakukan pembelian maupun penjualan saham, termasuk saham FUTR.

4. Setor Dana Awal

Setelah rekening efek aktif, Anda dapat melakukan penyetoran dana awal sesuai kemampuan investasi. Memulai dengan nominal kecil dapat menjadi strategi bagi investor yang ingin membangun portofolio secara bertahap. Anda juga dapat menyesuaikan jumlah investasi secara berkala sesuai dengan rencana keuangan dan tujuan investasi yang ingin dicapai.

5. Cari Kode FUTR lalu Kirim Pesanan Beli

Langkah terakhir adalah mencari kode saham FUTR melalui fitur pencarian di aplikasi Makmur. Setelah saham ditemukan, tentukan jumlah lot dan harga pembelian sesuai strategi investasi Anda. Sebelum mengirim pesanan, pastikan kembali detail transaksi agar jumlah saham dan harga beli sudah sesuai dengan rencana investasi.

Saham FUTR memiliki karakteristik sebagai emiten berkapitalisasi kecil yang perlu dianalisis berdasarkan profil bisnis dan fundamental perusahaan. Dengan memahami informasi perusahaan serta menggunakan platform investasi yang sesuai, investor dapat menjalankan proses pembelian saham secara lebih terencana.

Investasi Saham Lebih Tenang Bersama Makmur

Makmur dikembangkan oleh para pakar teknologi dan finansial yang berpengalaman dari Silicon Valley serta Wall Street, dengan teknologi analisis berbasis data yang membantu Anda menyusun rencana kekayaan jangka panjang.

Kepercayaan tersebut turut diperkuat melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.

Lebih dari satu juta pengguna telah menggunakan aplikasi Makmur dengan rating 4,8. Sistem Makmur juga aman dan telah tersertifikasi ISO 27001 untuk menjaga keamanan data serta transaksi pengguna.

Anda dapat memulai investasi saham dari nominal kecil secara bertahap sambil memanfaatkan fitur analisis di aplikasi saham terpercaya ini untuk membantu menentukan pilihan investasi.

Museum Wayang Jakarta: Sejarah dan Kekayaan Pewayangan Indonesia

Museum Wayang merupakan salah satu destinasi budaya paling menarik di kawasan Kota Tua Jakarta. Museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan berbagai koleksi wayang dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi pusat pelestarian warisan budaya yang telah diakui dunia. Bagi pecinta sejarah, seni, dan budaya Nusantara maupun awam pada umumnya, Museum Wayang dapat memberikan pengalaman yang unik untuk memahami perjalanan panjang seni pewayangan yang telah berkembang selama berabad-abad.

Sejarah Museum Wayang Jakarta

Gedung yang saat ini digunakan sebagai Museum Wayang awalnya merupakan sebuah gereja yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1640 dengan nama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Belanda Lama). Bangunan ini kemudian mengalami renovasi pada tahun 1732 dan berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandsche Kerk (Gereja Belanda Baru).

Pada tahun 1912, bangunan tersebut dibangun kembali dengan gaya arsitektur Belanda dan dimanfaatkan sebagai gudang milik perusahaan Geo Wehry & Co. Beberapa tahun kemudian, gedung ini ditetapkan sebagai bangunan bersejarah dan sempat digunakan sebagai Museum Batavia Lama. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan gedung berpindah tangan hingga akhirnya menjadi bagian dari aset budaya Pemerintah DKI Jakarta.

Gagasan pendirian Museum Wayang muncul pada awal tahun 1970-an ketika Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, melihat pentingnya pelestarian seni wayang sebagai warisan budaya bangsa. Setelah melalui berbagai persiapan, Museum Wayang resmi dibuka untuk umum pada 13 Agustus 1975. Sejak saat itu, museum ini menjadi pusat dokumentasi, konservasi, dan edukasi terkait seni pewayangan Indonesia.

Keberadaan Museum Wayang memiliki nilai yang penting mengingat wayang bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga media pendidikan, penyebaran nilai moral, sejarah, filsafat, dan budaya Indonesia. Hingga kini, museum terus berupaya memperkenalkan wayang kepada generasi muda agar kesenian tradisional ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Lokasi Museum Wayang

Museum Wayang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Kota Tua, Jakarta Barat, tepat di kawasan Taman Fatahillah yang menjadi pusat wisata sejarah Jakarta. Lokasinya sangat strategis karena berada di tengah kompleks museum lainnya seperti Museum Sejarah Jakarta dan Museum Seni Rupa dan Keramik.

Akses menuju museum cukup mudah. Pengunjung dapat menggunakan berbagai moda transportasi umum seperti TransJakarta, KRL Commuter Line dengan tujuan Stasiun Jakarta Kota, maupun kendaraan pribadi. Dari Stasiun Jakarta Kota, pengunjung hanya perlu berjalan kaki beberapa menit untuk mencapai kawasan Kota Tua dan Museum Wayang.

Selain mudah dijangkau, lingkungan sekitar museum juga menawarkan suasana yang khas. Bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial, jalur pedestrian yang cukup nyaman karena kan daerah situ memang area khusus pejalan kaki, serta berbagai aktivitas seni dan budaya membuat kunjungan ke Museum Wayang semakin menarik.

Koleksi dan Hal Menarik yang Bisa Dilihat

Salah satu daya tarik utama Museum Wayang adalah koleksinya yang sangat kaya. Museum ini menyimpan ribuan koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia serta beberapa negara lain. Jumlah koleksi museum mencapai lebih dari 5.000 benda yang terkait dengan seni pewayangan.

1. Wayang Kulit

Wayang kulit merupakan jenis koleksi yang paling terkenal di museum ini dari berbagai versi daerah di Indonesia. Pengunjung dapat melihat berbagai tokoh dari kisah Mahabharata dan Ramayana yang dibuat dari kulit kerbau dengan detail ukiran yang sangat rumit. Setiap tokoh memiliki bentuk wajah, warna, dan atribut yang mencerminkan karakter tertentu.

2. Wayang Golek

Selain wayang kulit, terdapat pula koleksi wayang golek dari Jawa Barat. Wayang berbentuk boneka tiga dimensi ini memiliki kepala, tangan, dan tubuh yang dapat digerakkan saat pertunjukan berlangsung. Koleksi wayang golek menampilkan berbagai tokoh rakyat Sunda dan cerita pewayangan klasik.

3. Wayang Klitik dan Wayang Beber

Museum Wayang juga menyimpan koleksi wayang klitik yang terbuat dari kayu tipis, serta wayang beber yang berbentuk lukisan pada gulungan kain atau kertas. Koleksi ini memperlihatkan keberagaman bentuk seni wayang yang berkembang di berbagai daerah Nusantara.

4. Wayang dari Mancanegara

Menariknya, museum tidak hanya memamerkan wayang Indonesia. Pengunjung juga dapat menemukan koleksi boneka dan wayang dari berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Tiongkok, India, hingga Kamboja. Koleksi tersebut menunjukkan bahwa seni pertunjukan boneka berkembang di banyak kebudayaan dunia.

5. Koleksi Dalang dan Peralatan Pertunjukan

Museum ini juga menampilkan berbagai perlengkapan pertunjukan wayang, termasuk gamelan, lampu blencong, kotak wayang, hingga perlengkapan dalang. Melalui koleksi ini, pengunjung dapat memahami bagaimana sebuah pertunjukan wayang tradisional diselenggarakan.

6. Makam Jan Pieterszoon Coen

Salah satu daya tarik sejarah yang unik adalah keberadaan sisa kompleks makam tokoh kolonial Belanda, Jan Pieterszoon Coen, yang berada di area museum. Makam ini menjadi bagian dari sejarah panjang bangunan yang pernah berfungsi sebagai gereja pada masa Batavia.

Dokumentasi Pribadi

Penutup

Museum Wayang Jakarta merupakan salah satu pusat pelestarian budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan edukasi tinggi. Berlokasi di kawasan Kota Tua Jakarta, museum ini berdiri di bangunan bersejarah yang telah mengalami berbagai perubahan fungsi sejak abad ke-17. Dengan koleksi ribuan wayang dari berbagai daerah dan negara, pengunjung dapat mempelajari kekayaan tradisi pewayangan sekaligus memahami perjalanan sejarah bangsa.

Kunjungan ke Museum Wayang bukan hanya sekadar wisata, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia. Melalui museum ini, generasi masa kini dapat terus menjaga dan menghargai nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.