Category Archives: Soal Sesuatu

Sesuatu kata itu selalu ada tentangnya..

Minggat Dong Corona, Saya Mau ke Jogja

Minggat Dong Corona, Saya Mau ke Jogja – Dulu sekali ketika saya masih jadi penjaga gudang di pabrik, ada rasa bosan dengan aktivitas yang hanya tentang kantor dan kosan. Plus, di kantornya itu ya antara ruang office dan gudang saja. Begitu kemudian pindah, pergerakannya langsung meningkat ekstrem. Suatu hari pada tahun 2018, saya pagi-pagi berangkat dari Serpong, rapat di Jakarta, kemudian siangnya rapat lagi di Bogor, dan kemudian malamnya balik lagi ke Serpong.

Pernah pula pada suatu pekan saya balik dari Denpasar dan mendarat kurang lebih jam 10 pagi, balik ke kantor di Jakarta, terus jam 3 pulang dulu ke Serpong untuk kemudian jam 11 malam naik kereta ke Bandung untuk acara di ITB keesokan harinya. Acara di ITB selesai jam 2, saya lalu bergegas balik ke Serpong untuk bersiap-siap karena hari Jumat pagi buta saya ada penerbangan ke Jogja.

Ya, sebelum pandemi, saya pernah segesit itu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan begitu ada pandemi saya betul-betul jadi bapak rumahan seutuhnya. Sebagai gambaran paling jelas mari kita lihat pergerakan saya pada akhir 2018 dan pada bulan Agustus 2021.

Sayangnya memang, tahun 2018 itu adalah terakhir kali saya ke Jogja. Sebuah kota yang punya banyak cerita dalam masa lalu saya. Sebagai bapack muda, sesungguhnya mengajak anak semata wayang saya jalan-jalan ke Jogja adalah salah satu mimpi yang sebenarnya biasa, tapi sejak Maret 2020 berasa jadi mimpi yang terlalu liar. Itu 1 tempat baru di Agustus 2021 bahkan sebenarnya hanyalah Indomaret dekat rumah yang memang baru buka. Artinya, ya saya memang tidak kemana-mana…

Sebenarnya, sih, anak saya yang sekarang berusia 4 tahun ini bukan kali pertama ke Jogja. Pertama kali dia naik pesawat malah ke Jogja di tahun 2017. Masih bayi 5 bulan, lho. Kami ke Jogja karena ada acara pernikahan sepupu. Ya namanya juga acara nikahan, yang dibawa juga masih bayi 5 bulan, dibawa jalan-jalan pasti nggak berasa.

Ketika kemudian anak saya sudah paham mengenai ‘apa itu main?’ tentu ingin rasanya mengajak dia jalan-jalan ke pantai-pantai di Gunungkidul yang dahulu kala menjadi tempat saya dan teman-teman dolan jauh-jauh dari Sleman. Ingin pula mengajaknya ke Taman Pintar, Alun-Alun, Kaliurang, Penting Sari, atau bahkan sekadar main di kampus.

Padahal, ketika tahun 2019 saya kuliah lagi dan betul-betul off dari pekerjaan, berbagai perjalanan itu juga sudah ada dalam perencanaan. Selalu ada keinginan untuk jalan-jalan singkat sama anak, ya sekadar naik bis lintas Jawa yang cakep-cakep atau kereta api untuk datang ke tempat-tempat saya pernah bertumbuh di Jogja dan sekitarnya.

Lagipula dalam pengalaman saya, semakin besar anak, urgensi untuk harus menginap di hotel dengan fasilitas ekstra seperti kolam renang atau tempat bermain yang luas menjadi minim karena toh kita memang ingin jalan-jalan. Satu-satunya yang menjadi penting adalah kamar yang nyaman dan tentu saja terjangkau harganya. Kayak waktu di Bogor beberapa waktu sebelum pandemi, kami menginap di RedDoorz dekat Kebun Raya. Durasi di kamarnya tentu saja minim karena kami lebih asyik main ke Taman Topi atau Istana Bogor buat kasih makan rusa.

Yang paling penting, begitu balik ke hotel, kasurnya bersih, tivinya oke, AC-nya adem, dan bisa tidur dengan nyenyak. Walhasil saya sebagai bapack nan qiqir bisa mengalihkan anggaran untuk makan yang lebih enak atau sekalian dikonversi jadi tiket di tempat bermain. Dan pada dasarnya kebutuhan tersebut sudah tersedia di RedDoorz. Saya malah jadi ingat dulu pas masih pengantin baru ada kalanya staycation di hari kerja, ya di RedDoorz. Cari-cari di sekitar Setiabudi atau Bendungan Hilir agar dekat kantor istri dan bisa terjangkau ke kantor saya. Seru saja sih buat variasi hidup. Dan yah, lagi-lagi yang model begitu semakin tidak bisa terlaksana karena selain faktor anak, ya faktor Corona juga.

Sudah terbayang sebenarnya ketika suatu masa sesudah pandemi ini berakhir, maka saya akan ke Jogja bersama anak dan istri, lalu menginap di hotel di Yogyakarta yang tidak jauh-jauh dari Stasiun Tugu dan Malioboro. Dari situ, kami akan naik andong menuju Taman Pintar dan kemudian menghabiskan cukup banyak waktu di berbagai wahana pendidikan yang ada. Sore menuju malam, kami akan menghabiskan waktu di daerah Nol Kilometer sembari memperlihatkan kepada anak saya rupa-rupa kelakuan bapaknya kala masih muda belia. Habis itu ya balik ke RedDoorz dan terlelap untuk keesokan harinya.

Tempat berikutnya mungkin adalah kampus tempat saya kuliah 4,5 tahun lamanya di utara Jogja yakni Kampus III Universitas Sanata Dharma di Mrican. Tempatnya asri dan asyik buat bocah main-main apalagi lari-lari. Dan sebenarnya selain tadi pantai sampai Kaliurang, ada begitu banyak destinasi baik yang hits maupun yang penuh kenangan yang ingin saya bagikan sensasinya ke anak saya pada suatu hari nanti. Terutama ketika herd immunity sudah tercapai dan yang paling utama adalah saya masih diberi kehidupan.

Berkaca pada Spanish Flu tahun 1918, akan ada masanya virus Corona-nya hilang. Apalagi di masa kini sudah ditunjang dengan ikhtiar vaksinasi. Walau mungkin akan lebih susah karena saya sudah harus kembali bekerja, tapi ya bisalah diluangkan waktu cuti jika memang hendak jalan-jalan. Setidaknya untuk memberikan reward kepada Kristofer yang selama 1,5 tahun benar-benar setia di rumah saja sesuai anjuran pemerintah.

Semoga Corona benar-benar cepat minggat, yha, karena saya sudah ngebet mau jalan-jalan ke Jogja~

Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Cacar Air Paling Ampuh

Penyakit cacar air sudah sangat lazim diderita di kalangan mayoritas masyarakat. Konon katanya, setiap orang akan mengalami penyakit ini satu kali seumur hidup entah itu ketika kecil, dewasa, dan bahkan saat sudah lanjut usia. Cacar air memang tidak membahayakan, tetapi bekasnya biasanya sulit dihilangkan selama beberapa waktu.

Gejala Penyakit Cacar Air

Cacar air adalah penyakit kulit yang menimbulkan kulit terjadi ruam merah dan bisul yang di dalamnya berisi cairan. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Sebelum benar-benar timbul cacar pada kulit tubuh, biasanya ada beberapa gejala yang ditimbulkan meliputi sebagai berikut:

  • Badan terasa panas dan demam
  • Penderita mengalami pusing
  • Tubuh terasa lemas dan tidak nafsu makan
  • Tenggorokan terasa nyeri
  • Terjadi ruam merah pada kulit yang biasanya nampak di punggung, perut, lengan, dan selanjutnya bisa menyebar ke seluruh tubuh penderita

Penyebab Terjadinya Cacar Air

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Varicella Zoster. Penularan virus tersebut bisa menular melalui kontak ludah serta kontak langsung dengan cairan cacar yang berasal dari ruam yang dimiliki oleh penderita. Oleh sebab itu, cacar ini merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan dari siapa saja selama terjadi kontak dengan ludah dan cairan cacar. 

Di samping murni karena penularan virus, terdapat beberapa faktor lain sehingga manusia bisa mengalami cacar air yakni sebagai berikut:

  1. Belum pernah mendapatkan imunisasi cacar
  2. Belum pernah mendapatkan vaksin cacar air khususnya bagi ibu hamil sehingga anak nantinya bisa berpotensi mengalami cacar
  3. Bekerja di tempat-tempat umum yang rawan akan penyebaran berbagai macam virus
Photo by Kristina Nor on Pexels.com

Cara Mencegah dan Mengobati Cacar Air Paling Ampuh 

Cacar air bisa diobati dengan jalan kedokteran maupun dengan cara tradisional. Pengobatan cacar ini tidak bisa secepat kilat langsung sembuh, tetapi membutuhkan proses selama beberapa waktu hingga cacar dan bekasnya benar-benar menghilang.

1. Minum Air Putih dengan Cukup

Cara pertama untuk mencegah sekaligus mengobati cacar air yang paling mudah yakni dengan meminum banyak air putih. Dengan banyak minum, maka tubuh akan terasa lebih dingin dan mmeungkinkan kinerja virus akan segera melemah. 

2. Tidak Menggaruk Ruam Cacar

Cacar air memang akan membuat kulit terasa panas dan sangat gatal. Namun, menggaruknya supaya rasa gatal hilang harus dihindari sebisa mungkin karena malah akan memperburuk kondisi cacar semakin parah. Jika digaruk, cacar yang belum sepenuhnya sembuh akan mengeluarkan cairan dan selanjutnya tumbuh ruam kembali. Ini akan memperlambat proses penyembuhan. 

3. Mengenakan Pakaian dengan Bahan Lembut dan Adem

Saat menderita cacar air, usahakan menggunakan pakaian yang lembut dan adem. Kain yang direkomendasikan untuk pakaian tersebut adalah kain katun rayon yang sangat adem jika dipakai. Dengan begini, kulit yang terasa panas akibat cacar perlahan-lahan bisa ternetralisir dengan pakaian yang dingin. 

4. Memakai Parutan Jagung Muda 

Salah satu cara tradisional yang bisa mendinginkan kulit yang terasa gatal dan panas akibat cacar air adalah dengan memakai parutan dari jagung muda. Parut beberapa biji daging jagung muda dan oleskan secara merata pada kulit yang terkena cacar. Jagung tersebut juga membuat cacar tidak akan membekas pada kulit. 

Informasi mengenai penyakit cacar air, gejala, penyebab, dan cara mengobatinya tersebut semoga menambah wawasan para pembaca. Walaupun penyakitnya tidak membahayakan, tetapi sangat disarankan untuk tetap melakukan pencegahan sebisa mungkin. Dengan begitu, penyakit cacar air bisa Anda antisipasi dengan lebih maksimal. 

Mengapa Pinjaman Online Harus Terdaftar di OJK?

Selalu ada cerita tentang pinjaman online alias pinjol di sekitar kita. Kemajuan teknologi memunculkan perusahaan finansial teknologi atau fintech dengan pinjol sebagai produknya.

Pinjol memfasilitasi publik untuk memperoleh pinjaman dana dengan waktu yang lebih singkat dan proses yang lebih mudah, dibandingkan dengan meminjam di bank, misalnya. Menjadi wajar jika kemudian pinjol semakin diminati masyarakat.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Kalau dilihat-lihat, sebenarnya ada kesamaan antara pinjol dengan makanan, terutama dalam urgensi regulasi. Produk makanan bisa dengan mudah dijumpai, dijual di berbagai tempat, tapi akan menjadi beda maknanya ketika dia didaftarkan ke Dinas Kesehatan atau BPOM. Saat didaftarkan, boleh jadi ada kandungan zat-zat yang harus dibatasi, misalnya kandungan Bahan Tambahan Pangannya. Konsumen jadi lebih terlindungi karena pembatasan zat-zat tersebut didasarkan atas kajian keamanan berbasis bukti.

Sama halnya dengan pinjol. Jumlahnya mungkin banyak sekali, tetapi ketika sudah terdaftar OJK, maka suatu pinjol akan berada di level yang berbeda. Peraturan yang utama adalah Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Ketika sudah terdaftar, otomatis suatu pinjol juga berada dalam operasional yang resmi dan pada saat yang sama diawasi oleh OJK itu sendiri. Secara administrasi publik, registrasi semacam ini bermanfaat untuk semua pihak dan sesungguhnya yang paling dilindungi adalah masyakarat.

Sederhananya, kalau cuma berpikir ala-ala New Public Management (pola pikir pelayanan menuju kuno yang menyamakan layanan pemerintah semata-mata kayak kita datang ke bank), registrasi-registrasi macam ini kurang cocok. Orang yang datang ke bank adalah pinjol yang datang ke OJK, sementara teller banknya anggaplah OJK-nya. Sudah dong, urusannya cuma mereka berdua itu.

Padahal, dengan proses pendaftaran itu ada pihak lain yang jadinya lebih terlindungi ketimbang kalau pendaftaran itu tidak ada. Namanya citizen alias masyarakat. Kalau pakai contoh orang datang ke bank, masyarakat nggak kelihatan perannya, padahal justru mereka yang diuntungkan. Pada titik inilah sudah semestinya kita mengedepankan pendekatan New Public Service.

Salah satu contoh pinjaman online yang sudah terdaftar adalah Tunaiku, yang merupakan produk dari Amar Bank. Amar Bank sendiri merupakan salah satu fintech pertama di Indonesia yang menyediakan pinjaman uang secara daring tanpa agunan sejak tahun 2014.

Tunaiku sendiri merupakan produk dari Amar Bank. Pada tahun 2018, Amar Bank meraih penghargaan Indonesia Best Banking dari Warta Ekonomi. Amar Bank juga memperoleh penghargaan sebagai TOP SME LENDER 2019 (UMKM) kategori Buku 2 dari Majalah Infobank pada tahun 2020.

Bank Amar sebagai induknya Tunaiku sendiri merupakan bagian dari perusahaan multinasional TOLARAM yang sudah berdiri lebih dari 60 tahun dan bidang bisnisnya cukup banyak di Eropa, Asia, hingga Afrika dengan kantor pusatnya di Singapura.

Kantor dari Tunaiku dan Amar Bank sendiri cukup jelas dan tentu saja hal itu memiliki relevansi dengan keamanan dan transparansi produk itu sendiri. Pinjol dari Tunaiku memungkinkan untuk dipantau statusnya dengan mudah, kapanpun dan dimanapun. Oya, saat ini, Tunaiku juga telah melakukan pengembangan dengan memiliki fitur tabungan dan deposito online melalui Tunaiku Invest.

Sekali lagi, seperti halnya makanan banyak tapi kita bisa memilih yang akan kita beli dan makan, maka demikian pula dengan pinjol. Pinjol memang banyak tetapi jika memang pada akhirnya harus pakai pinjol, utamakan pinjaman online yg terdaftar ojk ya, tentunya demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Gotong Royong Mendukung Vaksinasi Guna Mengakhiri Pandemi COVID-19

“…Saya dengan sengaja memakai perkataan gotong royong oleh karena perkataan gotong royong ini adalah perkataan asli Indonesia yang menggambarkan jiwa Indonesia yang semurni-murninya…”

Kalimat tersebut adalah kutipan pidato Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno pada tahun 1957. Konteks peristiwanya memang era Demokrasi Terpimpin. Walau demikian, pernyataan itu tentu tidak serta merta kehilangan muatannya. Gotong royong bahkan merupakan bagian dari pemikiran monumental Bung Karno untuk Indonesia, terutama pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945, yang di kelak kemudian hari diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Salah satu momentum perihal fenomenalnya gotong royong adalah ketika Bung Karno menawarkan Ekasila sebagai alternatif untuk Pancasila—bersama-sama dengan Trisila. Untuk memeras begitu banyak nilai yang terkandung pada Pancasila, Bung Karno memilih kata gotong royong. Perlu diingat bahwa Pancasila, Trisila, hingga Ekasila bukanlah konsep yang benar-benar berbeda. Doktor PJ Suwarno—beliau ini fenomenal sekali untuk urusan Pancasila dan secara keren pernah mengajar bapak saya dan di kemudian hari juga mengajar saya—menggarisbawahi pada pidato 1 Juni 1945 tersebut, Bung Karno tetap menekankan agar Pancasila diterima dan demikianlah realitanya kemudian.

Sebagai buah pikir yang mendarah daging di Indonesia, gotong royong jelas menjadi salah satu hal yang menarik untuk diteliti oleh akademisi baik dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah John R. Bowen, yang menulis artikel berjudul On the Political Construction of Tradition: Gotong Royong in Indonesia pada The Journal of Asian Studies tahun 1986. Oleh Bowen, gotong royong dipahami sebagai saling bantu yang saling menguntungkan. Gotong royong disebut olehnya berasal dari bahasa Jawa ngotong—atau dalam bahasa Sunda disebut sebagai ngagotong—yang bermakna sejumlah orang mengerjakan sesuatu bersama-sama. Bowen sendiri pada artikel tersebut meyebut bahwa dirinya tidak mendapati makna dari kata ‘royong’ sehingga cenderung menyebut bahwa kata tersebut adalah tambahan yang menyesuaikan rima.

Di sisi lain, sejumlah publikasi juga menyebut bahwa sejatinya gotong royong juga merupakan terminologi yang hadir pada negara tetangga serumpun seperti Malaysia dan Singapura. Kata gotong royong bahkan hadir di judul buku yang ditulis oleh Josephine Chia ‘Kampong Spirit Gotong Royong: Life in Potong Pasir, 1955 to 1965’ yang mengisahkan tentang kehidupan Singapura pada periode tersebut. Oleh Chia, ditekankan bahwa dalam gotong royong terjadi hubungan saling bantu tanpa adanya motif personal, tetapi sepenuhnya untuk kebaikan komunitas.

Pengertian Gotong Royong Menurut John R. Bowen dan Josephine Chia

Satu hal yang menarik adalah perkembangan dari gotong royong itu sendiri. Pada tahun 1979, melalui buku Sistem Gotong Royong Dalam Masyarakat Pedesaan Daerah Khusus Ibukota Jakarta terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah diidentifikasi bahwa sejumlah bentuk gotong royong sudah punah atau lenyap dari kebudayaan suatu masyarakat. Artinya, jika di era sekarang kita seolah mendapati bahwa gotong royong tampak hilang di masyarakat, sejatinya fenomena itu sudah ditangkap sejak 30 tahun yang lalu.

Selayang Pandang COVID-19

Secara umum, dunia sepakat bahwa pandemi COVID-19 adalah kondisi bencana. Pada akhir Januari 2020, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan Keputusan Kepala BNPB Nomor 9A Tahun 2020 tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia. Lebih lanjut lagi, pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Hal ini sebelumnya telah didahului dengan penetapan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 30 Januari 2020.

Tanggal Penting Perkembangan COVID-19

Faktanya pula, sampai sekarang status pandemi belum diturunkan sama sekali oleh WHO dan seluruh negara di dunia. Bahwa kemudian ada yang bilang bahwa pandemi ini bukan pandemi COVID-19 tapi pandemi tes PCR, atau juga yang bilang bahwa pandemi ini sebagai PLAN-demi dan narasi lainnya, ya itu preferensi masing-masing yang sayangnya agak tidak terlalu tepat dengan konsep gotong royong itu sendiri.

Satu hal yang pasti, asal muasal COVID-19 masih berada dalam penelusuran. Ketika kemudian disebut sebagai senjata biologis yang bocor atau apapun, seharusnya hal itu tidak mengurangi kewaspadaan kita mengingat situasi yang terjadi di sekitar. Memahami dan meyakini bahwa COVID-19 mungkin adalah bagian dari konspirasi pada kenyataannya tidak membuat kita kebal jika virusnya mampir ke tubuh. Mau dari apapun asalnya si virus, kondisinya sekarang adalah secara genomik sudah dibuktikan bahwa virusnya ada dan bahkan sudah bermutasi jadi banyak tipe.

Sohrabi, Alsafi, O’Neill dan kawan-kawan pada publikasi yang berjudul World Health Organization declare global emergency: A review of the 2019 novel coronavirus (COVID-19) menyebut bahwa permasalahan utama pada penanganan wabah ini adalah TRANSPARANSI. Sebagaimana ditulis oleh kenalan saya yang lama tinggal di China bernama Novi Basuki, Li Wenliang pada 3 Januari 2020 justru diminta oleh kepolisian setempat untuk menyebarkan rumor perihal penyakit yang mirip SARS. Padahal, itulah titik kuncinya. Komite Kesehatan Kota Wuhan baru membuka kondisi riil terkait segala yang terjadi pada pertengahan Januari 2020. Itu sejak dr. Zhong Nanshan ditunjuk oleh Komisi Kesehatan Nasional China untuk menginspeksi Wuhan.

Intinya, sih, kondisinya sekarang sudah kadung. Virusnya kadung menyebar dan kadung bermutasi. Sejumlah negara yang awalnya cukup sukses menghalau pandemi, pada akhirnya juga harus berhadapan dengan gelombang demi gelombang kasus baru dengan varian baru. Negara-negara seperti New Zealand, Taiwan, maupun Vietnam terbilang cukup sukses menahan laju penyebaran karena KEPATUHAN warga negara pada kebijakan pemerintah, terutama mengenai protokol kesehatan, setidaknya demikian menurut Lokuge, Banks, Davis, dan teman-teman pada publikasi ini.

Lantas apa hubungan antara gotong royong dengan COVID-19?

Asti Mardiasmo bersama Paul Barnes pada tahun 2015 menulis tentang konteks terminologi gotong royong dalam respon terhadap bencana sebagai pedang bermata dua. Budaya gotong royong disebut mendorong elemen positif berupa dukungan komunitas. Di sisi lain, pada konteks bencana ada potensi ketika gotong royong itu menjadi kontras terhadap respon yang dibuat oleh pemerintah termasuk sampai pada aktivitas pemulihannya yang melibatkan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Apakah gotong royong bermakna jelek? Jelas tidak, sebab keduanya tetap sepakat bahwa nilai komunitas dan mekanisme tata kelola sangat mungkin dikawinkan.

Satu hal yang penting untuk dipahami, bahwa sebagaimana dikutip oleh saya sendiri pada jurnal ini dari Kashte dan teman-teman (2021) bahwa dengan kondisi yang ada, vaksin adalah satu-satunya pilihan untuk pulih dari pandemi.

Memang, tes-lacak-isolasi itu tetap penting. Masalahnya adalah di Indonesia ini levelnya sudah komunitas sehingga pada satu lingkungan, klasternya boleh jadi 0 tapi bisa jadi pula lebih dari 1. Pelacakannya butuh upaya luar biasa dan harus sangat persisten karena dampaknya adalah pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Pada bulan Desember 2020, fasilitas kesehatan di Indonesia sempat berada di kondisi gawat. Saya sendiri sempat mengalami keribetan kala mencarikan ruang ICU untuk teman sekantor. Indonesia pernah berada dalam kondisi bahwa pengaruh pejabat, orang dalam, dan apapun itu yang sejenis sudah tidak mempan dalam soal ruang ICU ini karena memang ruangnya tidak ada. Semoga sih kondisi tersebut tidak terjadi lagi.

Tingkat Keterisian ICU 2 Januari 2021
Kondisi ICU sejumlah provinsi pada 2 Januari 2021 (Sumber; CNN)

Berkaca dari kondisi tersebut, kita tidak bisa melakukan penanganan di ujung alias di fasilitas kesehatan. Pada umumnya pasien ke RS karena sudah parah dengan sejumlah kerusakan pada tubuh. Menangani hal semacam ini tidak akan kelar-kelar, kecuali obatnya sudah ada. Persoalannya kemudian, yang disebut obat untuk COVID-19 belum ada. Yang ada adalah dua jenis obat yang sejatinya bukan untuk COVID-19 tapi berdasarkan kajian ilmiah diperbolehkan untuk digunakan melalui Emergency Use Authorization oleh otoritas pengawas obat setempat, namanya Remdesivir dan Favipiravir.

Harapan sebenarnya adalah menghindari tambahan pasien, atau kalaulah memang ada yang bertambah itu datang ke RS dalam kondisi yang tidak terlalu parah sehingga masih bisa ditangani. Cara utama untuk menghindari tambahan pasien tersebut, terutama di negeri dengan level transmisi komunitas adalah dengan VAKSINASI.

Gotong Royong Mendukung Vaksinasi COVID-19

Soepomo memahami bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari seseorang yang lain maupun dunia luar. Ketika COVID-19 masih di Wuhan, sesungguhnya lockdown maupun karantina masih dapat menjadi solusi. Sayangnya, nyaris seluruh negara tidak dapat menghalaunya pada masa-masa awal pandemi. Bagaimanapun, COVID-19 menyebar dengan lebih cepat daripada flu Spanyol juga karena kemudian akses dari satu negara ke negara lain pada masa kini sehingga dunia luar dan diri kita sejatinya memang sudah sangat terhubung dengan mudah.

Pada titik inilah seperti yang disebut Soepomo: segala sesuatunya bersangkut-paut. Dan dalam ihwal vaksinasi COVID-19, sangkut-paut dan pengaruh-mempengaruhi menjadi semakin jelas. Ingat, target dari vaksinasi adalah kekebalan komunitas atau herd immunity. Namanya komunitas, pembentukan herd immunity itu tentu membutuhkan upaya bersama dari masing-masing anggota komunitas.

Pengaruh Vaksinasi Untuk Komunitas

Pada upaya mencapai herd immunity, sikap satu orang dapat mempengaruhi konstelasi di komunitas. Sederhananya, melalui vaksinasi, diharapkan anggota masyarakat dan komunitas tertentu sudah memiliki kekebalan pada suatu penyakit, dalam hal ini COVID-19. Vaksinasi memang tidak mencegah orang untuk jadi positif COVID-19, tetapi jika seseorang sudah divaksinasi, sistem imunnya sudah kenal sehingga dapat membentuk kekebalan yang diharapkan. Dengan demikian, kalaupun positif, tingkat keparahannya lebih minimal. Semakin tidak parah, kemungkinan untuk sampai meninggal semakin kecil pula.

Memang agak sulit memahami bahwa ada satu virus yang bisa menginfeksi orang tapi tidak menimbulkan gejala pada satu orang, tetapi bisa menyebabkan kematian pada orang yang lain. Hal itu sejatinya sejalan dengan kondisi individu masing-masing. Terlebih, sejak awal sudah dikenali bahwa COVID-19 cenderung lebih parah pada orang-orang dengan komorbid. Dan jangan salah, untuk Indonesia, komorbid itu masalah besar sebab Indonesia tengah bergelut dengan tingginya angka Penyakit Tidak Menular seperti diabetes maupun hipertensi. Lebih gawat lagi, Kementerian Kesehatan menyebut bahwa dari 10 orang Indonesia, hanya 3 yang tahu bahwa mereka memiliki PTM. Tujuh lainnya? Baru tahu ketika sudah komplikasi alias sudah parah. Lebih gawatnya lagi, dari 3 yang sudah tahu itu, cuma (((SATU))) yang berobat rutin.

Sekarang mari tempatkan kondisi PTM tersebut dengan laporan awal perihal case fatality rate (CFR) pada periode awal COVID-19 dari Wu dan McGoogan (2020). CFR awal adalah 2,3% tapi angkanya melonjak jadi 8% pada pasien dengan usia 70-79 tahun dan bahkan 14,8% pada pasien di atas 80 tahun. CFR pada pasien dengan hipertensi adalah 6%, lebih dari 7% pada penderita diabetes, dan mencapai 10,5% pada penderita penyakit kardiovaskuler.

Sebagai contoh, data di Provinsi DI Yogyakarta menurut dashboard covid19.go.id memang menyebut bahwa 92,2% pasien COVID-19 itu sembuh. Tetapi, mari kita lihat pula fakta kematian untuk pasien di atas 60 tahun: 60,1% meninggal. Sederhananya, kalau ada 10 pasien di atas 60 tahun, maka 6 diantaranya pasti meninggal. Jangankan itu, data yang sama juga menyebut bahwa untuk usia 46-59 tahun, persentase kematiannya mencapai 30,4%! Padahal di usia tersebut, justru banyak yang anaknya masih SMA atau kuliah sehingga tetap butuh biaya hidup. Masak ya kita membiarkan dari 10 orang berusia 46-59 tahun yang kena COVID-19, 3 diantaranya meninggal?

Vaksinasi bertujuan untuk mereduksi kematian-kematian itu. Kajian cepat dari Kementerian Kesehatan telah memperlihatkan data yang sesuai bahwa vaksinasi mampu mencegah kematian akibat COVID-19 sampai dengan 98%! Untungnya pula, pada dasarnya orang Indonesia cukup percaya pada manfaat vaksin. Survei CSIS di Jogja cukup membuktikan hal tersebut dengan angka yang lumayan tinggi, mencapai 68%. Hal itu adalah modal baik untuk masa depan vaksinasi.

68% Percaya Pada Kemanjuran Vaksin

Ada banyak pendapat yang cukup menyesatkan soal COVID-19. Saya sering mendapatinya di kolom komentar Instagram. Yang paling sering adalah, “Teman saya yang kena COVID-19 semua tanpa gejala, tuh! Ini penyakit biasa saja sama kayak flu.”

Jika diterjemahkan dalam konsep gotong royong, pernyataan itu jadi tidak relevan. Ingat bahwa kehidupan manusia itu pengaruh-mempengaruhi. Benar bahwa teman kita oke-oke saja, tapi temannya yang lain bahkan sampai meninggal. Dalam circle saya, ada satu orang yang sudah sempat masuk ICU dan kemudian sembuh tapi ada pula rekan yang bahkan umurnya baru 34 tahun, anaknya dua masih kecil-kecil, dan pada akhirnya harus meninggalkan dunia akibat COVID-19. Sekali lagi, dalam ruang lingkup gotong royong, pernyataan semacam itu menjadi tidak cocok sama sekali.

Hidup memang harus terus berjalan. Kita memang tidak akan dapat diam di rumah selamanya. Untuk itulah, kombinasi dari VAKSINASI dan penerapan pendekatan kesehatan masyarakat atau di Indonesia disebut sebagai PROTOKOL KESEHATAN menjadi kunci untuk bisa hidup senormal mungkin di tengah pandemi yang masih terjadi. Dan untuk membuatnya efektif, tentu saja dibutuhkan kerja bersama dari setiap individu di dalam masyarakat, yang saling menunjang satu sama lain, dengan menihilkan kepentingan pribadi sampai titik yang paling optimal, demi tercapainya tujuan bersama.

Ya, dengan gotong royong kita dapat mengakhiri pandemi COVID-19 ini. Dengan nilai-nilai dasar yang sudah kita kenal sejak lama, kita bisa mengalahkan SARS-CoV-2 dan mutasi-mutasinya. Kemungkinan itu ada, sisanya kembali ke kita sendiri: mau atau tidak?

Semoga mau, ya~



Tulisan ini diikutsertakan kompetisi dalam rangka memperingati Bulan Pancasila dengan tema Keistimewaan Pancasila: Toleransi, Berbagi, Gotong Royong yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42/PMK.05/2021 tentang Petunjuk Tekniks Pelaksanaan Pemberian THR dan Gaji Ketiga Belas Kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2021 yang Bersumber dari APBN

Jadi sudah sah ya, bahwa THR dan gaji ke-13 PNS pada tahun 2021 itu statusnya sama dengan tahun 2020. Hanya gaji pokok dan tunjangan yang menyertai. Sederhananya ya sama dengan gajian tanggal 1. Selamat Hari Raya.

Mengenal Doktor Moeldoko

Mengenal Doktor Moeldoko – Moeldoko merupakan Kepala Staf Kepresidenan Kabinet Indonesia Indonesia Maju. Hal ini merupakan periode kedua karena sebelumnya Moeldoko memegang jabatan yang sama sejak menggantikan Teten Masduki pada 17 Januari 2018.

Panglima TNI Moeldoko Resmi Bergelar Doktor Ilmu Administrasi
Moeldoko (Sumber: Detik)

Sebagaimana dijelaskan oleh Agus Mulyadi dari media kondang, Mojok, Moeldoko merupakan peraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Militer angkatan 1981. Moeldoko merupakan bagian dari Angkatan Darat. Beberapa jabatan yang pernah diemban oleh Moeldoko adalah Panglima Diisi Infateri 1/Kostrad pada tahun 2010 menggantikan Mayor Jenderal TNI Hatta Syafrudin.

Moeldoko juga merupakan Panglima Kodam XII/Tanjungpura ketika diaktifkan kembali pada tahun 2010. Sebelumnya, Kodam di Pulau Kalimantan sempat digabung menjadi 1 dalam Kodam VI/Tanjungpura di Balikpapan.

Posisi sebagai Panglima Kodam XII/Tanjungpura ini ternyata memiliki dampak panjang. Sebagaimana mungkin jarang diketahui oleh publik, Moeldoko sesungguhnya memiliki gelar Doktor yang diperoleh pada tahun 2014 dari Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Administrasi yang kala itu masih menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Beberapa waktu kemudian, bidang Ilmu Administrasi berdiri menjadi fakultas tersendiri dan pada tahun 2021 memasuki usia ke-6.

Merujuk data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, Moeldoko menjadi mahasiswa doktoral pada semester ganjil 2008 dan lulus pada 20 Januari 2014. Moeldoko sempat cuti studi pada semester ganjil 2012. Secara umum, waktu yang dihabiskan Moeldoko untuk studi terbilang cepat bila dibandingkan dengan pada umumnya mahasiswa S3 yang memang rata-rata dilakukan sambil kerja.

Pada tahun 2008 sendiri, Moeldoko memegang jabatan Kasdam Jaya. Dengan demikian, sepanjang kuliah di UI, Moeldoko berturut-turut menjadi Panglima Kostrad, Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Panglima Kodam III/Siliwangi, Wakil Gubernur Lemhannas, Wakasad, KSAD, hingga pada ahirnya menjadi doktor pada saat menjabat Panglima TNI.

Disertasi yang disusun oleh Moeldoko untuk meraih gelar Doktor berjudul “Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia (Studi Kasus Perbatasan Darat di Kalimantan)”. Promotornya adalah Prof. Dr. Eko Prasodjo, Mag.rer.publ dan ko-promotornya adalah Prof. Dr. Azhar Kasim, MPA.

Satu Harapan: Panglima TNI Terima Gelar Doktor
Sumber: Satu Harapan

Disertasi tersebut membahas tiga pokok permasalahan yakni perihal policy content pengelolaan kawasan perbatasan sesuai UU Nomor 43/2008 dan Perpres 12/2010 dan kebijakan terkait lainnya, perihal implementasi kebijakan pengelolaan kawasan perbatasan dalam upaya mewujudkan beranda negara yang aman dan sejahtera, serta mengenai skenario dan arah kebijakan pengelolaan kawasan perbatasan yang aman dan sejahtera.

Paradigma yang digunakan dalam disertasi Moeldoko adalah mixed method atau gabungan kualitatif dan kuantitatif. Paradigma kuantitatif digunakan pada penyebaran kuesioner yang menggunakan data ordinal dan nominal. Selanjutnya, Moeldoko melalukan wawancara mendalam dengan narasumber terkait. Moeldoko juga menggelar diskusi dengan pemangku kepentingan atau Focus Group Discussion.

Ada alasan menarik dalam pemilihan perbatasan Kalimantan untuk diteliti. Sebab ternyata Indonesia ini berbatasan darat dengan Papua Nugini dan Timor Leste, tapi kalau menyoal perbatasan dengan Malaysia menjadi sangat sensitif. Hal ini tentu tidak lepas dari jabatan Moeldoko di Kalimantan walau sebentar.

Sejumlah rekomendasi dibuat Moeldoko dalam disertasinya, antara lain perlunya perumusan UU yang bersifat lex specialis tentang pengelolaan perbatasan serta Peraturan Pemerintah agar amanat UU tentang Wilayah Negara dapat terlaksana dengan lebih efektif. DPR, DPD, dan Pemerintah juga direkomendasikan untuk melakukan harmonisasi terhadap sejumlah peraturan perundang-undangan pokok. Ada pula rekomendasi untuk mengembangkan Grand Design Penataan dan Pengelolaan Kawasan Perbatasan secara partisipatif.

Demikian sedikit gambaran dari Panglima TNI terakhir yang diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun. Sebelumnya ada nama Marsekal TNI Djoko Suyanto (TNI AU), Jenderal TNI Djoko Santoso (TNI AD), dan Laksamana TNI Agus Suhartono (TNI AU).

Mengenal The Hill Hotel AND Resort Sibolangit

The Hill Hotel & Resort Sibolangit – Nama Sibolangit mengemuka kembali. Sibolangit sendiri adalah salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sibolangit disebut berbatasan langsung dengan daerah tetangga yaitu Kabupaten Karo. Sebagaimana sejumlah daerah lain di Sumatera Utara yang berbukit-bukit, berhawa sejuk, dan pemandangannya indah, maka Sibolangit termasuk menjadi salah satu tujuan wisata di Sumatera Utara.

Selain itu, Sibolangit juga dikenal karena pernah menjadi lokasi Jambore Nasional Pramuka pada tahun 1977. Tiga puluh tahun sesudah Jamnas tersebut, Sibolangit kembali dikenal publik karena menjadi lokasi jatuhnya pesawat Garuda Indonesia.

The Hill Hotel & Resort Sibolangit menjadi salah satu tempat terkenal di Sibolangit. Berlokasi di Jalan Letnan Jenderal Jamin Ginting sekitar kilometer 45, hotel ini menurut TripAdvisor berjarak sekitar 33 menit dari Kuala Namu International Airport dengan menurut Wego berjarak 72,2 kilometer dari bandara tersebut. The Hill Hotel & Resort Sibolangit juga tidak jauh dari sejumlah tujuan wisata di Sibolangit lainnya seperti Gunung Sibayak hingga Air Terjun Dua Warna.

Menurut Deardo H di TripAdvisor, hotel ini memiliki area resepsionis yang baik, staf yang ramah, serta ada kebun binatang mini di dalamnya. Hotel yang berlokasi di Desa Sukamakmur ini juga memiliki lapangan tenis, fasilitas kebugaran outdoor, hingga lounge karaoke dan sebagaimana hotel-hotel pada umumnya tentu memiliki akses WiFi di seluruh hotel.

Masih menurut Wego, terdapat sejumlah resto di The Hill Hotel & Resort Sibolangit ini yakni Spring Garden Restaurant, Taipan Restaurant, Casuarina Lounge, Sky Lounge, hingga Pine Coffee Shop dan Forest Club.

The Hill Hotel & Resort Sibolangit
Sumber: lily626 (TripAdvisor)

Menurut Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang (kebayang ya kompetensi pejabat untuk jabatan ini harus sungguh sangat lengkap), The Hill Hotel and Resort memiliki 36 kamar Superior, 22 kamar Deluxe, 22 kamar Super Deluxe, dan 58 kamar Executive Deluxe.

The Hill Hotel & Resort Sibolangit
Sumber; G@lih (TripAdvisor)

Di The Hill Hotel & Resort Sibolangit sendiri juga ada Tukan, salah satu burung paling populer di dunia terutama lewat karakter ‘Toucan Sam’. Burung yang berasal dari lembah Amazon ini memiliki paruh memanjang yang memungkinkan burung tersebut untuk mencapai rongga tersembunyi di pohon.

Sejumlah tips dari TripAdvisor meyebut bahwa tempat terbaik dan ternyaman adalah Family Room dekat hutan bambu. Selain itu, disebut bahwa Deluxe Room menyediakan space terbaik. Ada pula yang bilang bahwa kamar dengan kolam renang akan dikelilingi oleh burung-burung.

The Hill Hotel & Resort Sibolangit
Sumber: Riotoga (TripAdvisor)

Pada masa pandemi, terutama di awal Maret 2021, The Hill Hotel & Resort Sibolangit masih berhasil menggaet tamu dan bahkan menurut beberapa berita, sejumlah hotel di Sibolangit juga turut penuh. Hal ini juga membuktikan bahwa Sumatera Utara tidak hanya tentang Danau Toba. Kalau ingin tahu tentang Danau Toba versi Balige tentu saja bisa dibaca di link ini.

Segari, Solusi Bapak-Bapak yang Susah Membedakan Lengkuas dan Jahe!

Segari

Segari, Solusi Bapak-Bapak yang Susah Membedakan Lengkuas dan Jahe – Saya menikah sudah hampir 5 tahun dan sebagai keluarga setara maka urusan belanja sehari-hari pun cukup sering saya lakukan. Apalagi dulu pas zaman masih di kontrakan, ada warung penjual sayur yang justru barangnya segar kalau jam 8 malam karena benar-benar baru datang. Nah, karena Mama Isto nggak bisa naik sepeda motor, jadilah saya yang belanja.

Cuma ya itu tadi, walaupun saya ini lulusan farmasi yang belajar farmakognosi dan fitokimia, tetap saja agak payah dalam urusan rimpang-rimpangan. Bagian yang paling sering keliru kebetulan sih Zingiber officinale dan Alpinia galanga ini.

Beda Jahe dan Lengkuas
Sumber Gambar: Segari

Kalau beli langsung di pasar masih bisa ngeles karena abang atau ibu pedagangnya yang mengambilkan. Nah, kalau membeli di warung langganan itu, pas ditanya, “Lengkuas ada, bu?”, si Ibu akan menunjuk suatu sudut yang isinya rimpang-rimpangan semuwa.

Mumet, wis.

Pada zaman pandemi COVID-19 ini kemudian kami mengenal beli sayur via daring. Bagaimanapun kalau di warung langganan itu kadang-kadang ada saja yang tyda pakai masker, kadang-kadang juga tyda bisa jaga jarak, dan lain-lain. Jadilah sepertinya beli Sayur Online menjadi pilihan bijak untuk setidaknya menghindari kontak dengan orang lain.

Ya, kebetulan pula setidaknya sampai Agustus 2021 saya masih bisa benar-benar di rumah saja kayak bapak rumah tangga pada umumnya. Jadi, masih bisa menerima kiriman sayuran segar pagi-pagi pas lagi segar-segarnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapati platform sayur online Segari. Dan pengalaman berbelanja di Segari juga cukup menarik untuk dikisahkan.

Pro HP Kentang: Tidak Perlu Install Aplikasi

Jadi, hal yang menarik adalah karena basisnya situsweb sehingga tidak perlu install aplikasi lagi. Bagian ini buat saya sangat krusial karena HP saya adalah kategori HP kentang yang diisi WhatsApp saja penuh dan harus dibersihkan rutin setiap hari biar ada ruang untuk pesan baru.

Kalau demi belanja sayur saya harus install aplikasi lagi, HP kentang ini sudah tidak kuat. Masak ya supaya bisa beli sayur via daring saya kudu beli HP baru?

HP Kentang

Banyak Pilihan

Kolom paling penting tentu saja pencarian. Hanya dengan mengetik ‘jahe’ dan ‘lengkuas’, maka kebingungan yang kerap saya alami di warung langganan menjadi sirna. Lumayan nggak malu sama ibu yang jualan, nggak malu juga sama istri kalau salah beli melulu.

Selain itu, pencarian juga dapat dibagi menjadi Buah, Sayuran, Daging (termasuk ikan dan ayam), Makanan Siap Saji, hingga Bahan Pokok. Sejauh saya beli, kualitas barangnya terbilang premium dan nyaris tidak ada masalah berarti saat tiba di rumah.

Segari

Selain itu, kemasan terutama untuk produk yang wajib dingin juga cukup baik. Selain ada ice gel, juga dibungkus kembali dengan bubble wrap plus plastik. Kalau saya lihat-lihat, plastiknya adalah tipe yang bisa hancur sendiri, jadi ya sedikit banyak masih bisa membantu untuk urusan sayang alam.

Pembayaran Mudah

Setelah masuk via situswebnya, kita tinggal pilih barang dan masuklah ke jendela pembayaran. Selain transfer, ada pilihan yang lebih mudah yakni menggunakan OVO dan Gopay. Artinya, selagi saldo di OVO atau Gopay cukup, kita tidak perlu transfer lagi, walaupun ya sebenarnya transfer pada zaman now terbilang sudah cukup mudah.

Menarik, kan? Tanpa pakai aplikasi, tapi pembayaran langsung terkoneksi ke OVO atau Gopay sesuai nomor handphone yan kita input. Benar-benar bisa dikerjakan sambil ngepel, setrika, maupun aktivitas khas bapack rumah tangga lainnya, termasuk rebahan.

Oya, dalam beli-beli daring begini saya selalu menghindari pembayaran dengan COD. Bukan apa-apa, kadang pas kurirnya datang, saya lagi webinar, bimbingan, atau anak lagi bobo sehingga tentu nggak bisa ditinggal untuk mengambil dan membayar paket. Di sisi lain, saya juga nggak punya banyak internet banking supaya tyda boros. Jadilah kalau ada opsi yang pakai fintech, saya sangat senang sekali. Walau demikian, jangan khawatir karena Segari juga menyediakan opsi untuk COD kok.

Segar dan Bergaransi

Sesudah pembayaran terkonfirmasi, kita akan segera mendapat pesan WhatsApp dari Segari perihal konfirmasi waktu pengiriman. Ada note yang penting bahwa ‘Segari berkomitmen hanya mengirimkan kualitas yang terbaik. Jika ada kualitas produk yang kurang, cukup 3 langkah mudah: Foto, WhatsApp, Ganti! #SegariBergaransi’.

Cuma ya karena sejauh ini barangnya masih oke semua jadi saya belum pernah minta ganti. Kualitas ini dimungkinkan karena untuk menjaga kesegaran terbaik, Segari menekankan soal 15 jam dari panen ke rumah. Termasuk packingnya juga cukup baik sehingga membantu untuk menjaga kualitas barang yang dikirim.

Ini sebagai tester kesegaran produk, saya langsung memasak edamame yang barusan datang dan dengan kecepatan tinggi langsung tamat. Lebih cepat makannya daripada masaknya~

Gratis Ongkir

Bagian ini juga sangat menarik, apalagi untuk bapack-bapack rumah tangga yang tentu harus perhitungan. Dengan mininum belanja Rp30.000, tidak ada ongkos kirim yang dikenakan oleh Segari. Walau begitu, kalau saya sih belanjanya tetap di kisaran lebih dari 100.000 karena sekalian buat seminggu dimasak oleh Mama Isto.

Bersyukurlah saya juga tinggal di Tangerang Selatan sehingga masih masuk area beredar Segari. Dan walaupun gratis, pengirimannya juga terbilang cepat dan tepat waktu. Pada pengiriman pertama, saya bahkan baru bangun tidur ketika dapat WhatsApp dari kurir bahwa pesanan sudah tiba.

Kalau dikisahkan, perjalanan order di Segari sampai pada hari paketnya diantarkan ke rumah adalah sebagai berikut:

Oya, kebetulan pas saya belanja sempat dapat Sambal Bu Rudi Khas Surabaya yang biasanya hanya bisa dibeli kalau pas sedang dinas ke ibukota Jawa Timur tersebut. Plus, pada beberapa produk juga tersedia promo-promo menarik setiap harinya yang sayang jika dilewatkan.

Semoga kualitas Segari tetap selalu menyegarkan dan bergaransi sehingga semakin banyak bapack-bapack millennial di Jakarta dan Tangerang Selatan maupun kota lain tempat Segari akan beroperasi kelak menjatuhkan pilihan memperoleh sayuran, buah, maupun daging segar di Segari. Kebetulan tadi ngambil di satpam, ternyata ada tetangga yang order Segari juga bahkan dengan kardus lebih besar. Ini berarti pertanda, bahwa besok-besok saya harus order lebih banyak lagi biar tyda kalah sama tetangga~

Cara Terbaik Mencintai Lambung

Halodoc

Cara Terbaik Mencintai Lambung – Sebagaimana seluruh bagian tubuh, lambung memiliki fungsi yang spesifik dan tiada tergantikan oleh bagian lain. Lambung sendiri berperan untuk menyimpan serta memecah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Mengingat peran penting itu, sudah tentu kesehatan lambung wajib dijaga.

Apabila tidak terjaga dengan baik, akan muncul sejumlah penyakit lambung yang tentu saja nggak enak. Kalau gatal, masih kelihatan dari luar. Proses sembuh atau tidaknya kelihatan. Kalau lambung? Cuma ada rasanya saja, bentuknya tidak terlihat.

Salah satu hal yang sering kita alami dalam kaitannya dengan lambung adalah naiknya asam lambung. Asam yang biasanya ada di lambung dapat naik dengan bebas ke kerongkongan untuk kemudian memicu rasa panas, nyeri dada, sampai kemudian mulut yang asam, mual, muntah, atau yang cukup kentara dan khas bapack-bapack 30-an: sendawa terus menerus~

Faktor Risiko dan Penyebab Penyakit Asam Lambung

Ada sejumlah hal yang menjadi faktor risiko dan penyebab dari penyakit asam lambung. Pada faktor-faktor risiko ini, ada kencenderungan otot pengunci tadi yang bernama lower esophageal sphincter (LES) melemah, yakni obesitas, usia lanjut, dan hamil. Ya, tiga kondisi ini memang khusus. Kalau usia lanjut, ya sebagaimana barang-barang sekalipun kalau organ tubuh dipakai terus-menerus tentu ada capeknya dan ada rusaknya. Kalau hamil, hal itu terkait kondisi tubuh yang memang berbeda dengan kondisi normal. Demikian pula pada obesitas, karena tanggung jawab dan beban hidup yang ditanggung oleh tubuh juga lebih besar.

Pada obesitas sudah tentu kaitannya merupakan faktor kelebihan berat badan. Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang tidak hanya ada pada orang-orang yang obesitas saja, yang kurus juga bisa. Pertama, konsumsi makanan berkadar lemak tinggi yang terlalu banyak. Kedua, konsumsi kopi, miras, maupun rokok dan cokelat yang terlalu banyak. Tentu saja ini merupakan peringatan bagi anak senja. Salah-salah jadinya bukan ‘kopi-senja-puisi-kenangan’ tapi malah jadi ‘kopi-senja-asam lambung’.

Kan ambyar, yha~

Sebenarnya, ada sejumlah pendekatan yang bisa dilakukan dalam menyiasati asam lambung, terutama pertama-tama sebelum mengonsumsi obat. Pendekatan paling utama tentu pengaturan pola makan.

Makan Tepat Waktu

Kalau teman-teman periksa ke dokter, berikut tenaga kesehatan yang menyertainya, nasehat ini klasik. Tapi ya dalam pengalaman saya sebagai apoteker KW, makan tepat waktu di fasilitas kesehatan itu agak merupakan nasehat untuk pasien saja karena yang menasehati suka terlambat makan juga~

Perhatikan Porsi

Salah satu yang sering dilupakan oleh orang-orang dalam makan adalah porsi. Waktu masih mahasiswa mungkin nggak masalah karena lambungnya masih remaja dan masih kuat. Akan tetapi, kalau dipaksa ya capek juga lambungnya. Apalagi kalau sudah punya penyakit lambung, ketika makan dalam porsi lebih banyak dari biasanya dapat memicu refluks lambung.

Jangan Banyak-Banyak Air Putih Saat Makan

Kebanyakan minum pas makan berpotensi mencairkan asam lambung. Dampaknya kemudian adalah makanan yang masuk jadi lebih sukar untuk dicerna. Lebih lanjut lagi, kalau kebanyakan minum itu sebenarnya hanya mendorong makanan ke dalam lambung padahal belum dilumat sempurna oleh gigi. Artinya, lambung jadi berbeban lebih berat karena mendapatkan makanan yang belum cukup hancur oleh gigi.

Kadangkala, asam lambung naik ketika kita tidak siap dengan persediaan obat. Beda dengan istri yang memang sedang on therapy, saya sendiri hanya kadang-kadang bermasalah dengan pencernaan. Ketika suatu kali kena, tentu butuh obat dan saya tentu tidak bisa main ambil obatnya istri.

Lambung

Pada kondisi tersebut kita dapat memanfaatkan Halodoc. Untuk penyakit lambung ada begitu banyak artikel yang tersedia. Kalau masih ada pertanyaan, bisa chat dokter dengan dokter berpengalaman dan terverifikasi sehingga kita bisa memperoleh penjelasan dan saran medis yang akurat dapat dapat dipercaya.

Lebih lanjut lagi, ketika memang butuh terapi, kita bisa beli obat melalui Halodoc. Pada pengalaman saya, penggunaan Halodoc bukan hanya untuk beli obat lambung, tapi sering juga untuk vitamin anak yang hanya ada di apotek tertentu sehingga nggak ada di apotek dekat rumah. Kalau pakai Halodoc tinggal ketik di aplikasi lalu pesan kemudian bayar, kita tinggal menanti produknya tiba di depan pintu.

Seru kan?

Manfaat Menggunakan Asuransi HP untuk Perlindungan yang Maksimal

Tidak bisa dipungkiri bahwasannya saat ini handphone pintar atau yang lebih dikenal dengan smartphone telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat luas. Handphone memang sudah tidak dianggap sebagai barang mahal lagi, tetapi  juga sebagai tempat menyimpan berbagai dokumen penting di dalamnya. Maka dari itu, asuransi HP sangat penting untuk dimiliki.

Asuransi Handphone AXA Mandiri
Sumber: Anserve.com

Manfaat Bergabung dengan Asuransi Handphone

Dengan adanya asuransi HP, berbagai resiko yang bisa menyangkut keamanan HP dan data penting di dalamnya bisa lebih terjamin. Inilah berbagai manfaat menggunakan asuransi HP selengkapnya.

1. Memulihkan Data Berharga di Handphone

Jika HP mengalami error dan data-data yang ada di dalamnya tidak bisa diakses dengan instant oleh pengguna, dalam hal ini jika HP tersebut diasuransikan, maka semua akan teratasi dengan mudah. Pihak perusahaan asuransi akan memberikan rekomendasi teknisi yang dapat memulihkan data tersebut serta menanggung biaya perbaikannya menurut syarat dan ketentuan perusahaan.

Jika memang nasabah memakai teknisi dari luar, maka hal tersebut diperbolehkan dan biaya pertanggungjawaban kerusakan akan tetap dicairkan mengikuti alur dan tahapan tertentu. Akan tetapi, proses ini lumayan lama jika dibandingkan melakukan perbaikan dengan teknisi yang telah disediakan oleh pihak perusahaan asuransi.

2. Melakukan Penghematan Uang

Manfaat berikutnya dengan mendaftar asuransi HP yakni nasabah akan lebih hemat dalam hal mengeluarkan uang. Hal ini bisa terjadi karena asuransi bisa mengcover biaya kerusakan perangkat HP yang terkadang bisa mencapai nominal jutaan rupiah. Bayangkan saja, jika HP sering rusak, bisa dipastikan bahwa pengguna akan kewalahan untuk mengeluarkan biaya perbaikannya.

Oleh sebab itu, mendaftar asuransi HP sangatlah direkomendasikan. Dijamin keuangan akan tetap stabil dan aktivitas menggunakan HP pun akan tetap aman dan nyaman. Pilihlah asuransi yang tepat dan terpercaya yakni seperti halnya di AXA Mandiri yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun.

3. Melindungi Layar dan Motherboard Handphone

Komponen layar dan motherboard handphone adalah 2 komponen utama yang rawan terhadap kerusakan dan harganya juga sangat mahal. Untuk satu kali kerusakan, pengguna bisa menghabiskan uang jutaan rupiah. Oleh karena itu, jika mempunyai handphone mahal dan komponen perangkat keras di dalamnya juga terhitung mahal, lebih disarankan untuk mendaftarkan HP tersebut pada layanan asuransi HP.

Dengan begitu, jika ada permasalahan terhadap LCD dan motherboard, pengguna akan tenang karena semua biaya pelayanan akan dicover oleh pihak perusahaan asuransi selama nominalnya masih berada pada jumlah dana pertanggungjawaban maksimal. Mendaftar asuransi tidak akan pernah membuat nasabah rugi, tetapi hal itu akan mendatangkan kemanfaatan yang sangat banyak bagi mereka.

4. Mengganti Kehilangan Handphone

Jika HP nasabah hilang karena sebab pencurian atau jatuh di jalan, hal tersebut juga akan diganti menggunakan biaya yang dipertanggungjawabkan oleh asuransi HP yang dimiliki. Sistem penggantian ini adalah biaya yang diberikan akan sama dengan biaya pembelian baru HP yang hilang dan sudah terdaftar dalam asuransi tersebut.

Jika ingin membeli HP dengan tipe dan merk lain juga diizinkan. Akan tetapi, harganya maksimal harus sama dengan pembelian baru HP yang hilang. Jika nasabah memilih HP yang nominalnya melebihi biaya pertanggungjawaban asuransi maksimal, hal tersebut tidak akan dicover oleh biaya asuransi dan mereka wajib membayar secara pribadi biaya kelebihan tersebut.

Asuransi Handphone AXA Mandiri
Sumber: blog.tracfone.com

Itulah beberapa manfaat memiliki asuransi HP. Mengingat peran dan fungsi HP yang sudah semakin vital saat ini, asuransi untuk menjamin HP dari resiko kerusakan dan kehilangan sangat penting untuk dipertimbangkan. Anda bisa memilih asuransi HP dari AXA Mandiri yang terpercaya.

Selain karena produk asuransinya yang menyediakan layanan berkualitas, AXA Mandiri direkomendasikan karena bisa fleksibel. Fleksibilitas dalam hal perubahan polis dan pembayaran premi itulah yang nantinya akan memudahkan nasabah asuransi itu sendiri.