Pedoman Membaca Undang-Undang Cipta Kerja

“Itu yang demo Omnibus Law, sudah baca isinya belum?”

– Netizen Kelas Menengah

Begitu kalimat yang sering kita dengar ketika ada demo menolak pengesahan RUU Cipta Kerja. RUU ini di kemudian hari mendapat nomor 11. Mirip nomornya Mo Salah. Apakah Omnibus Law ini adalah suatu ke-Salah-an? Nggak tahu juga.

Liverpool Funny GIFs | Tenor

Yang menarik adalah orang-orang yang nanya “sudah baca isinya belum?” itu ya sebagian juga belum baca juga. Bukan apa-apa, membaca RUU–dan kemudian UU–Cipta Kerja ini ternyata tidak sederhana.

Naskah finalnya UU Cipta Kerja yang saya unduh dari situsweb Setneg adalah 1.187 halaman. Setahu saya sih belum pernah ada UU setebal ini di Indonesia. Makin pelik lagi karena mayoritas isinya, kecuali pasal 6 dan kemudian Bab X serta Bab XII ke belakang, adalah perubahan Undang-Undang lain. Namanya perubahan, yang diubah cuma sebagian alias sisanya masih berlaku. Ya, kecuali mungkin UU yang dibatalkan melalui UU ini seperti Undang-Undang Gangguan yang hadir sejak 1926 alias zaman penjajahan Belanda itu.

Kebetulan saya kemarin mendapat tugas dari Pak Dosen untuk bedah UU Cipta Kerja. Belum dibedah sih, tapi kelas saya isinya orang-orang sibuk jadi saya mencoba menyusun sedikit upaya membagi adil jumlah pasal per orang per kelompok, sembari saya mendalami format UU ini.

Oke, berikut ini sedikit pedoman untuk membaca UU Cipta Kerja agar lebih tertata.

Pemetaan Klaster

Ada yang bilang UU ini terdiri dari 11 klaster, tetapi kalau menurut pasal 4, hanya ada poin a sampai j. Kalau a sampai j berarti 10. Oke, mari fokus ke angka 10 aja, seperti nomornya Lautaro Martinez.

TORO!

Lautaro Martinez GIF - Lautaro Martinez Inter - Discover & Share GIFs

Jadi, 10 klaster itu adalah:

  1. Peningkatan Ekosistem Investasi dan Kegiatan Berusaha

Ini adalah klaster utama. Lebih dari separo UU Cipta Kerja adalah klaster ini. Klaster ini dimulai pada halaman 6 dan berakhir pada halaman 533. Klaster ini juga dibagi-bagi lagi. Nanti pembahasannya ada di bawah.

  1. Ketenagakerjaan

Meskipun menjadi salah satu isu yang paling memicu demonstrasi, tetapi sebenarnya muatan tentang ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja ini cukup sedikit, tapi pasal-pasal penting. Klaster Ketenagakerjaan ada di halaman 533 sampai 572 untuk mengubah UU 13/2003 (Ketenagakerjaan), UU 40/2004 (Sistem Jaminan Sosial Nasional), UU 24/2011 (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), dan UU 18/2017 (Perlindungan Pekerja Migran Indonesia).

  1. Kemudahan, Perlindungan, serta Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

Sejumlah pejabat menyebut bahwa UU ini peduli UMKM. Boleh jadi demikian, akan tetapi muatan untuk klaster ini cukup belasan halaman saja dari halaman 573 sampai 589 untuk mengubah UU 25/1992 (Perkoperasian), UU 20/2008 (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), dan UU 38/2004 (Jalan). Khusus yang terakhir ini lebih kepada memberi ruang pada UMKM di rest area jalan tol yang memang lagi banyak-banyaknya di negeri ini.

  1. Kemudahan Berusaha

Boleh jadi karena kemudahan lain untuk UMKM diatur dalam klaster ini. Klaster kemudahan berusaha adalah klaster terbesar kedua di UU Cipta Kerja ini, sehingga boleh dibilang bahwa UU Cipta Kerja ini ya Klaster 1 dan 4 saja intinya. Klaster kemudahan berusaha ada di halaman 589 sampai 687. Yang diubah ada banyak UU yaitu UU 6/2011 (Keimigrasian), UU 13/2016 (Paten), UU 20/2016 (Merek dan Indikasi Geografis), UU 40/2007 (Perseroan Terbatas), menyatakan Staatsblad Tahun 1926 Nomor 226 tidak berlaku, UU 36/2008 (Pajak Penghasilan), UU 42/2009 (Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan PPnBM), UU 16/2009 (Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan), UU 28/2009 (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah), UU 7/2016 (Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam), UU 3/1982 (Wajib Daftar Perusahaan), UU 6/2014 (desa), serta UU 5/1999 (Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat).

  1. Dukungan Riset dan Inovasi

Kalau pembaca blog ini kebetulan kuliah dan ada yang mengusulkan pembagian pembahasan UU Cipta Kerja ini per klaster ya boleh-boleh saja. Asalkan kita dapatnya klaster kelima ini. Bukan apa-apa, isinya hanya mengubah 2 UU dan jumlahnya juga hanya 10 halaman lebih sedikit dari halaman 687 sampai 698 untuk mengubah UU 19/2003 (BUMN) dan UU 11/2019 (Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

  1. Pengadaan Tanah

Klaster penting juga, tetapi posisinya juga sedikit dan berada dari halaman 689 sampai 710 untuk mengubah UU 2/2012 (Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum) dan UU 41/2009 (Perlindungan Lahan PErtanian Pangan Berkelanjutan).

  1. Kawasan Ekonomi

Klaster ini memiliki jumlah kurang lebih sama dengan klaster sebelumnya dengan berada pada halaman 710 sampai 734 untuk mengubah UU 39/2009 (Kawasan Ekonomi Khusus), UU 44/2007 (Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas), dan UU 37/2000 (Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang).

  1. Investasi Pemerintah Pusat dan Percepatan Proyek Strategis Nasional

Klaster ini agak berbeda dengan yang lain karena sifatnya tidak mengubah UU lain, jadi ini satu dari sedikit bagian UU Cipta Kerja yang isinya mirip UU pada umumnya.

  1. Pelaksanaan Administrasi Pemerintahan

Klaster krusial ini justru ada di belakang dengan muatan hanya belasan halaman dari 749 sampai 764, yang diubah tentu saja UU 23 dan 30 tahun 2014 masing-masing tentang Pemerintah Daerah dan Administrasi Pemerintahan.

  1. Pengenaan Sanksi

Ini judul dari pasal 4, tapi kalau mau digabung dengan bab seperti ketentuan lain-lain, ketentuan peralihan, dll maka jumlahnya hanya 6 halaman dari 764 sampai 769.

Pemetaan Klaster Peningkatan Ekosistem Investasi dan Kegiatan Berusaha

Sudah disebut sebelumnya bahwa UU Cipta Kerja ini intinya adalah klaster pertama karena isinya mayoritas di klaster ini. Secara umum klaster ini ada pembagiannya, jadi 4 yaitu:

  1. Penerapan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
    Bagian ini tidak mengubah UU manapun, isinya mirip yang dipelajari dalam sertifikasi Manajemen Risiko.
  2. Penyederhanaan Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha
    Nanti ya dijelaskan lagi di bawah~
  3. Penyederhanaan Perizinan Berusaha Sektor
    Dari ratusan halaman klaster pertama, mayoritasnya ya di bagian ini, jadi saya akan beberkan lagi di bawah~
  4. Penyederhanaan Persyaratan Investasi Sektor Tertentu
    Hadir di halaman 527 sampai 533 untuk mengubah 3 UU yaitu UU 25/2007 (Penanaman Modal), UU 10/1998 (Perbankan), dan UU 21/2008 (Perbankan Syariah).

Oke sekarang kita fokus ke bagian 2 dan 3 ya. Untuk bagian 2 adalah Penyederhaan Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha, isinya ada 3 bagian besar yaitu:

Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang
Ada di halaman 11 sampai 72, mengubah UU 26/2007 (Penataan Ruang), UU 1/2014 (Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil), UU 32/2014 (Kelautan), dan UU 4/2011 (Informasi Geospasial).

Persetujuan Lingkungan
Ada di halaman 73 sampai 97, mengubah khusus UU 32/2009 (Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan).

Persetujuan Bangunan dan Sertifikat Laik Fungsi
Ada di halaman 98 sampai 121, mengubah UU 28/2002 (Bangunan Gedung) dan UU 6/2017 (Arsitek).

Untuk bagian 3 yaitu Penyederhaan Perizinan Berusaha Sektor, total jenderal ada LIMA BELAS sektor yang diatur dan menyangkut banyak UU lainnya, sektor-sektor itu adalah:

Kelautan dan Perikanan
Ada di halaman 122 sampai 145, mengubah UU 45/2009 (Perikanan).

Pertanian
Ada di halaman 145 sampai 187, mengubah UU 39/2014 (Perkebunan), UU 29/2000 (Perlindungan Varietas Tanaman), UU 22/2019 (sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan), UU 19/2013 (Perlindungan dan Pemberdayaan Petani), UU 13/2010 (Hortikultura), dan UU 41/2014 (Peternakan dan Kesehatan Hewan).

Kehutanan
Ada di halaman 187 sampai 220, mengubah UU 19/2004 (Kehutanan) dan UU 18/2013 (Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan).

Energi dan Sumber Daya Mineral
Ada di halaman 220 sampai 226, mengubah UU 22/2001 (Minyak dan Gas Bumi), UU 21/2014 (Panas Bumi), UU 30/2009 (Ketenagalistrikan), dan yang paling menarik adalah mengubah UU yang juga masih fresh yaitu UU 3/2020 (Pertambangan Mineral dan Batubara).

Ketenaganukliran
Ada di halaman 266 sampai 270, mengubah UU 10/1997 (Ketenaganukliran).

Radioactive GIFs - Get the best GIF on GIPHY

Perindustrian
Hadir di halaman 270 sampai 279 untuk mengubah UU 3/2014 (Perindustrian).

Perdagangan, Metrologi Legal, Jaminan Produk Halal, dan Standardisasi dan Penilaian Keesuaian
Hadir di halaman 280 sampai 310 untuk mengubah UU 7/2014 (Perdagangan), UU 2/1981 (Metrologi Legal), dan UU 33/2014 (Jaminan Produk Halal).

Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Ada di halaman 310 sampai 365 untuk mengubah UU 1/2011 (Perumahan dan Kawasan Permukiman), UU 20/2011 (Rumah Susun), UU 2/2017 (Jasa Konstruksi), dan UU 17/2019 (Sumber Daya Air).

Tansportasi
Salah satu perubahan yang dominan dalam UU Cipta Kerja ini hadir pada halaman 365 sampai 450 untuk mengubah UU 22/2009 (Lalu Lintas Angkutan Jalan), UU 23/2007 (Perkeretapian), UU 17/2008 (Pelayaran), dan UU 1/2009 (Penerbangan).

Kesehatan, Obat, dan Makanan
Jadi, kesehatan sama Obat dan Makanan adalah ruang lingkup terpisah? Heuheu. Hadir pada halaman 450 sampai 484, bagian ini mengubah UU 36/2009 (Kesehatan), UU 44/2009 (Rumah Sakit), UU 5/1997 (Psikotropika), UU 35/2009 (Narkotika), dan UU 18/2012 (Pangan).

Pendidikan dan Kebudayaan
Ini mungkin nama klaster besarnya saja kali ya, sebab yang diubah pada halaman 484 sampai 487 itu hanya UU 33/2009 (Perfilman).

Pariwisata
Dari halaman 487 sampai 492, bagian ini juga hanya mengubah UU 10/2009 (Kepariwisataan).

Keagamaan
Ini juga judul saja yang global karena pengaturan pada halaman 492 sampai 505 sepenuhnya mengubah satu UU saja yaitu UU 8/2019 (Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah).

Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran
Ada pada halaman 505 sampai 517, UU ini mengubah UU 38/2009 (Pos), UU 36/1999 (Telekomunikasi), dan UU 32/2002 (Penyiaran).

Pertahanan dan Keamanan
Ada di halaman 517 sampai 526 untuk mengubah UU 16/2012 (Industri Pertahanan) dan UU 2/2002 (Kepolisian).

Jadi, kurang lebih begitu ya teman-teman. Terutama mahasiswa yang diminta dosennya untuk bagi-bagi kelompok maupun orang-orang yang ingin memperdalam. Catatan khusus bahwa yang saya tulis adalah UU terbaru. Dalam hal UU 3/2020 yang mengubah sebagian UU Minerba lama, yang saya tulis UU 3/2020-nya bukan UU sekian sebagimana diubah beberapa kali bla-bla-bla. Bukan apa-apa, saya kan banyak kerjaan juga…

Mengubah Alokasi Dana Investasi di Asuransi AXA Mandiri

Di Indonesia, beredar cukup banyak asuransi dengan manfaat asuransi atau lebih akrab dikenal sebagai unit linked. Tidak terkecuali asuransi AXA Mandiri yang juga memiliki unit linked. Seringkali terjadi jika nasabah mengeceknya dalam jangka waktu pendek, tampak bahwa dana yang kita miliki tidak berkembang atau malah menurun.

Dalam posisi ini, banyak orang merasa tertipu maupun merasa dirugikan, lalu kemudian mengambil langkah tergesa-gesa yang boleh jadi kurang apik dampaknya di kemudian hari. Soalnya, yang namanya membeli asuransi unit link tidaklah sama dengan tabungan maupun jika kita berinvestasi sendiri.

Kalau mau dananya berkembang tentu saja lebih baik berinvestasi langsung. Elemen penting dari unit link adalah unsur perlindungan sebagai karakteristik asuransi. Sehingga, investasi pada unit link memiliki relevansi untuk mempertahankan pertanggungan asuransi itu sendiri.

Mengubah Alokasi Dana Investasi di Asuransi AXA Mandiri

Jadi, kalau nasabah AXA Mandiri memilih untuk mengambil dana investasi karena merasa dananya tidak bertumbuh, hal itu akan berdampak dengan usia asuransinya. Salah-salah, nilai investasinya malah jadi nol.

Apa Itu Asuransi Unit Link di AXA Mandiri?

Begini, di asuransi unit link maka ada dana kita akan ditempatkan oleh perusahaan asuransi ke instrumen reksadana. Jadi, bertumbuhnya akan dari situ. Lantas bedanya dengan kalau kita berinvestasi sendiri? Bedanya adalah karena margin dari manfaat investasi itu digunakan untuk memperkuat manfaat dari jaminan kita di asuransi.

Dengan demikian, sangat boleh untuk punya beragam lapak untuk menempatkan uang di tempat-tempat yang memadai. Jadi, investasi yang main sendiri bisa jalan. Investasi yang berkorelasi dengan jaminan seperti di asuransi unit link juga dimungkinkan. Semua tergantung pengaturan keuangan kita sendiri.

Prosedur Mengubah Alokasi Dana Investasi berupa Switching

Berkaitan dengan investasi tersebut, asuransi AXA Mandiri ada prosedur untuk mengubah alokasi dana investasi berupa switching maupun redirection.

Switching merupakan perubahan/pengalihan dana yang telah berhasil dihimpun, alias uang yang memang sudah dibayarkan. Atau kalau biasa terjadi kalau ada orang-orang mengecek uang yang telah “disimpan” di asuransi. Sedangkan kalau redirection adalah perubahan untuk alokasi dana yang akan dibayarkan kemudian. Jadi, seperti ada cut-off-nya gitu.

Selain itu, ada juga langsung switching and direction atau perubahan untuk keduanya alias dana yang sudah dihimpun maupun yang bakal dibayarkan selanjutnya. Jadi baik dana yang sudah dihimpun maupun yang akan dibayarkan bisa diatur pengalihannya.

Alokasi investasi merupakan salah satu hal yang menentukan seberapa besar dana kita akan berkembang atau tidak, dan seberapa besar perkembangan itu. Ketika alokasi dana investasi ada di Money Market atau Pasar Uang maka dana kita akan bertumbuh tapi tidak sebesar kalau ditempatkan di Equity. Cuma, kalau di Equity, fluktuasinya lebih tinggi.

Pengalihan dan perubahan alokasi dana investasi juga dapat dilakukan, salah satunya jika kita hendak fokus ke instrumen yang bersifat Syariah karena pilihan pribadi juga dimungkinkan.

Beberapa pengaturan penting adalah pengalihan dana investasi minimum 1 juta rupiah. Untuk total persentase pasca perubahan adalah 100 persen. Demikian pula untuk minimum penempatan dana investasi 10 persen per jenis transaksi.

Caranya adalah dengan mengisi formulir dana investasi, melaporkan kartu identitas, untuk kemudian dikirimkan ke Kantor Pusat PT AXA Mandiri, bagian Policy Owner Service (POS). Proses perubahan akan aktif dan efektif 5 hari kerja sesudah dokumen diterima oleh bagian POS. Demikianlah sedikit banyak penjelasan tentang prosedur perubahan alokasi dana investasi alias switching / redirection di AXA Mandiri. Cukup mudah dan fleksibel bagi pemilik dana sekaligus untuk menentukan nasib dananya sendiri dalam kaitannya dengan kepemilikan asuransi berikut jaminan yang diberikan.

Asuransi AXA Mandiri

Our Lady of Fatima: Church With Chinese Nuance in Jakarta

I visited this Church in July 2015. Five years ago, I tried to reach all churches at the Roman Catholic Archdiocese of Jakarta in #KelilingKAJ project. And I failed because only visit about 20 Churches before I became a father. When you became a father, you can’t spend time going around and forget your son. Haha.

This Church is also known as Toasebio Church, and the nearest TransJakarta bus stop is Glodok. From this bus stop, look for the black gated road. From there, walk and follow the instructions: the Ricci school signboard.

After walking for a few minutes, we will arrive at the Vihara. From there, turn left, then follow the road, and then you will see the Ricci school on the right side. The Toasebio Church is right next to the Ricci school. At first glance, the building is not much different from the Vihara.

The Toasebio Church building may be one of the oldest church buildings in Jakarta because it has been built since the 19th century. At that time, the building belonged to the Tjioe family. The building was purchased in 1950 and used as a church in 1955. The gold and red tabernacles are the former places of respect for the ancestors of this family. Its architecture is typical of Fukien (South China) so that it has been used as a cultural heritage since 1972. Being a cultural heritage is indeed a double meaning that the government recognizes. Still, then if you want to change its shape, you must have a permit—for example, the Bukittinggi Catholic Church. The building is also cultural heritage, but it doesn’t need to be renovated because there are not too many Catholic people.

The name Ricci for the school in the premises refers to Matteo Ricci, a Jesuit priest who spread Catholicism in mainland China. When you enter the church building, at first, it doesn’t feel like a church because the nuance is very typical of Chinese, including there are two lion statues on the front of the Church. Likewise, the red and gold ornaments that fill the building. The building is smaller than the Canisius College chapel, and certainly much smaller than in Mangga Besar. This Church is a form of inculturation with culture because of this Church located in Jakarta’s Chinatown.

Even though the building is ancient, the Toasebio Church cannot be separated from modernization. I didn’t see a microphone on the altar, but the Pastor’s voice was unmistakable. Then you can see a kind of CCTV camera at the top of the altar and the center of the Church. There is no need for a person to take a video because it is there and settled. There is also an LCD placed roughly above Jesus and the Blessed Mother. AIR CONDITIONING? Of course, there is.

wpid-photogrid_1435680310793.jpg

In regular times, before the COVID-19 pandemic, mass in Toasebio was offered on Saturdays at 6:00 p.m., and Sundays at 6:00 a.m., 7:30 a.m., 9:30 a.m., and 6:00 p.m. In Toasebio, there is also a Mass at 4:15 p.m. for Mass in Chinese. Similar to the Sacred Heart Church in Palembang, which also has a Chinese version.

Maria Cave is in the churchyard with a vast size. The building covers the story of Maria de Fatima, including the three children who got the vision depicted in the size of a real child. The Toasebio Church grounds are also car-free; most likely, the car park is in Ricci school.

wpid-photogrid_1435680400044.jpg

After mass in Toasebio, there are exciting choices for culinary noodles. Again, it reminds me of Palembang. When I finished a mass, you immediately went hunting for Jalan M Isa noodles. Glodok is indeed the center for culinary noodles. That’s the story five years ago. Jakarta’s current position is, on average, still online, or even if there is a mass, access is minimal. Yes, we hope the COVID-19 pandemic will pass soon.

4 Ciri Aplikasi Pinjol yang Aman

Bicara soal kemiskinan dan kekurangan uang saya adalah jagonya. Heuheu. Akan tetapi, ya syukurlah sampai hari ini masih survive. Memang butuh ditempa keadaan untuk bisa tangguh, termasuk menghadapi pandemi yang mempengaruhi dompet banyak orang sejauh ini.

Salah satu alternatif untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat adalah pinjaman online alias pinjol. Cuma, cap yang diterima pinjol zaman sekarang agak kurang pas karena salah satunya kehadiran pinjol-pinjol yang tidak aman.

Paling kentara tentu seperti beberapa SMS yang saya peroleh:

“Sampaikan kpd Xxxxxxx agar dibayarkan hutangny. Anda sdh di jadikan penjamin oleh Ybs. Jgn nnti anda yg kami cari. Thx.”

Atau yang ngetiknya agak absurd:

“Haelo, boleh brtny apakach inji keiluarga Xxxxxxx, tlzh menghutang dk! perusahaan kam1, mohon smpaikan pdanya segera melakukan perlunaszan atau membantru membayarkan hutangnya, yapng pennt1ng membayzarkan ulang pokok kita untuk menghapuskaqn hutangnya.”

Sebal? Pasti. Lha ketemu terakhir saja 10 tahun lalu kok ya saya dijadikan penjamin buat ngutang?

Photo by Gratisography on Pexels.com

Nah, untuk itu, ketika memang harus menggunakan pinjol pertama-tama kita harus mengetahui tentang ciri-ciri pinjol yang aman. Setidaknya agar kita cukup merepotkan hidup kita dengan mencari uang guna membayar utang dan bukan justru repot oleh hal-hal lainnya sebagaimana SMS yang saya dapat tadi.

Bunga Masuk Akal

Perlu diingat bahwa karakteristik pinjol adalah ketiadaan jaminan sehingga risiko gagal bayar dipenuhi antara lain dengan bunga yang tentu saja lebih tinggi dari KPR maupun kredit khusus PNS, misalnya.

Beberapa literatur menyebut bahwa umumnya pinjaman di bank itu bunganya 0,7-2 persen per bulan. Nah, seringkali pinjol angkanya jauh dari itu meskipun menawarkan kecepatan pencairan. Jadi, pertama-tama bandingkan dulu bunga.

Terdaftar di OJK

Tampak klasik ya, tapi memang demikian adanya. Dan terdaftar itu kita juga ngecek ke situsweb OJK-nya ya. Jangan percaya embel-embel “terdaftar di OJK” dari satu pihak.

Logika dari terdaftar di OJK itu sama dengan produk makanan terdaftar di BPOM. Mendaftar ke negara itu terkait dengan tanggung jawab negara. Dalam hal produk makanan misalnya, ketika BPOM mengeluarkan izin edar, maka ada jaminan kualitas dari produk makanan karena ada dokumen yang diberikan dan ada pengawasan selama periode izin berlaku. Demikian pula dengan jasa keuangan, kurang lebih sama.

Keaslian Alamat dan Situsnya Jelas

Selain aplikasi, biasanya ada situs dan otomatis ada alamat kantor. Bagian ini harus kita pastikan terlebih dahulu. Kalau perlu cek media sosial sampai ke google maps. Paling penting, emailnya bukan gratisan. Perusahaan yang ingin kredibel nggak akan bikin email di yahoo atau gmail. Apalagi perusahaan pinjol.

Salah satu pinjol yang jelas adalah Tunaiku, yang salah satu situs dan aplikasi pinjol paling awal di Indonesia karena sudah ada sejak 2014. Hal yang cukup membedakan Tunaiku dengan sejumlah aplikasi pinjol lain adalah posisinya sebagai produk dari Amar Bank. Amar Bank sendiri sebagai sebuah entitas bank sudah ada di Indonesia sjak tahun 1991. Tunaiku dan Amar Bank berada di bawah Tolaram Group, sebuah perusahaan multinasional dengan headquarter di Singapura dan mengelola 19 brands serta memiliki bisnis di 75 negara.

Posisi sebagai bagian dari entitas bank, maka Tunaiku memilik perbedaan penting dalam hal keamanan dan fleksibilitas dibandingkan sejumlah aplikasi pinjol lainnya. Sudah tentu pengawasan OJK menjadi kunci, termasuk juga keamanan data nasabah.

Tidak Sangat Mudah Memberikan Pinjaman

Lho kok? Ya justru itu, sebagai seseorang yang pernah belajar risk management, saya diajari kalau bagaimanapun meminjamkan uang itu ada risiko gagal bayar. Pinjol yang beneran pasti akan melakukan pengecekan kelayakan dan tidak sembarangan memberikan dana pinjaman.

Soal kemudahan ini bisa juga dilakukan dengan cek ke review pada aplikasi pinjol di Playstore, ya. Biasanya testimoninya ada di situ, baik sedikit testimoni soal pencairan maupun masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam proses sebelum mendapat pencairan.

Pengecekan yang dilakukan oleh penyedia pinjaman adalah bagian dari win-win solution. Menurut pengalaman saya, sih, kalau di pengecekan ini yang penting kita bayar minimal saja deh kalau memang lagi seret. Hal itu akan membantu kinerja nama kita di mata Sistem Layanan Informasi Keuangan OJK sehingga kalau lagi mau minjem nggak ditolak-tolak amat gitu.

Oya, kalau di aplikasi, selain cek review, jangan lupa juga cek bintang. Kalau bintangnya di atas 4, sebagaimana Tunaiku ketika saya menulis post ini, lalu cek relevansi setiap review dengan bintang, maka kita dapat menyimpulkan kelayakan suatu aplikasi pinjol untuk kita gunakan sebagai solusi yang nggak akan menjadi permasalahan bagi kita di kemudian hari.

Bicara pinjol dan salah satu pinjol paling awal yaitu Tunaiku maka kita bicara pula tentang penyediaan fleksibilitas dalam bentuk fasilitas tenor yang sangat panjang dan limit yang cukup tinggi untuk ukuran pinjol yaitu tenor 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah. Tunaiku sendiri menyediakan layanan kredit pinjaman online tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, plus proses pengajuan KTA-nya bermodalkan KTP serta pengisian formulir sekitar 10 menit saja.

Demikian sedikit tips supaya kalaupun kita harus pakai pinjol, tetap aman. Satu hal yang penting, berutang itu pilihan dan bagaimanapun selagi kita tidak bisa membantu, kita tidaklah pantas menjustifikasi pilihan orang lain baik untuk berutang maupun tidak.

Photo by Tomas Anunziata on Pexels.com

Mudahnya Melakukan Permohonan Informasi di PPID Kementerian PAN dan RB

Jadi ceritanya kan saya kemarin itu bikin suatu paper. Arahnya adalah ke kinerja Kabupaten/Kota di Indonesia. Salah satu data yang tentu dibutuhkan adalah data hasil evaluasi SAKIP tahun 2018, yang dievaluasi pada 2019, dan diserahkan hasilnya awal 2020. Data SAKIP itu sungguh powerful. Dalam riset yang saya lakukan, ketika dibandingkan dengan data lain seperti Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat dari Kementerian Kesehatan misalnya ada pola yang jelas bahwa yang nilainya kecil, maka nilai SAKIP-nya ya C atau CC dan seterusnya sampai ke A.

Datanya sih bertebaran di media, tapi ya ngecer. Nggak ada suatu tabel khusus atau situsweb khusus yang berisi informasi tersebut. Ngecer maksud saya ya kabupaten A dapat nilai apa itu ada di berita, tapi paling mentok di suatu berita itu hanya ada 20 data kabupaten/kota lain. Sementara yang dibutuhkan lebih dari 500 kabupaten/kota se-Indonesia. Terakhir berita yang saya cari bikin saya trenyuh:

Kenapa saya trenyuh? Karena nilai yang diraih adalah CC. CC itu levelnya hanya ada di atas 83 kabupaten/kota yang dapat C, setara dengan 127 kabupaten/kota lainnya, di bawah 291 kabupaten/kota lain yang punya ponten A, BB, dan B. Kok bisa dibilang “HEBAT”? Bikin berita kok gitu amat. Padahal di provinsi yang sama masih ada 2 daerah yang dapat nilai B alias lebih tinggi, seharusnya kabupaten/kota ini yang hebat.

Baiklah. Skip. Dalam pikiran saya, ketika datanya sudah publik, mestinya bisa dong minta langsung ke KemenPAN-RB sebagai empunya data?

Jadi, ya saya coba saja. Apalagi kan di reformasi birokrasi itu ada aspek yang namanya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Masak sih KemenPAn-RB selaku pengawal RB tidak mengelola PPID dengan baik?

Berbekal keyakinan bahwa PPID-nya pasti baik jadi saya mengajukan permintaan informasi melalui situsweb KemenPAN-RB. Pertama-tama tentu masuk ke laman ppid.menpan.go.id. Sesudah itu, kita mengisi formulir dengan salah satu komponen utamanya adalah scan KTP. Hanya ada satu file yang boleh diunggah, ya.

Soalnya kejadian saya begini…

Pertama kali saya minta, jawabannya adalah “evaluasi sedang kami lakukan”. Ya bukan gimana ya… Saya minta ke PPID kan bukannya nggak paham sampai meminta data yang masih dievaluasi. Walhasil, saya request lagi, kali ini saya menyertakan lampiran berupa hasil kompilasi saya dari sekitar 100-an berita yang memuat nilai SAKIP sebelum kemudian saya menyerah untuk googling 400-an lagi. Pegel broh.

Biar keliatan aja sih kalau saya memang benar-benar butuh data itu untuk bikin paper.

Dan ternyata beneran lho. Dikasih! Dalam waktu 2 hari, saya langsung dikirimi file-nya dalam bentuk spreadsheet oleh salah seorang pegawai KemenPAN-RB.

Well, tentu saya mengapresiasi sistematika kerja PPID KemenPAN-Rb untuk memenuhi kebutuhan data publik ini. Dan semoga ditiru oleh kantor-kantor lainnya. Bukan apa-apa, dalam pencarian yang sama saya mendapati masih ada K/L maupun Pemda yang bahkan form permintaan datanya tidak bisa dilengkapi, atau kalau bisa dilengkapi kemudian dipencet “Kirim” jatuhnya malah error katanya golongan darah saya nggak lengkap. Mungkin mengacu ke scan KTP sih, tapi…

OPO HUBUNGANE GOLONGAN DARAH SAMA MINTA DATA?!

Mudah dan Asyiknya Mencari Kost Zaman Sekarang

Sebagai anak rantau, urusan mencari kost adalah hal yang wajib. Apalagi rantaunya Sumatera ke Jawa seperti saya plus ada pengalaman buruk ketika menumpang keluarga. Lha, saya itu ngekost pertama kali itu awal 2006. Sudah lama banget. Sudah jadi pakar ngekost karena sudah melakoninya di Jogja, Palembang, Cikarang, hingga Jakarta.

Prinsip utama ngekost itu adalah domisili yang dekat dengan tempat beraktivitas. Kalau anak kuliahan ya cari kos-kosan yang dekat kampus. Kalau pekerja newbie, ya cari kos yang dekat dengan kantor. Jadi ingat dulu waktu di Palembang, saking dekatnya tempat tinggal, saya selalu berangkat 07.55 dan 07.57 sudah sampai ke depan mesin absen. Wkwk. Kalau di Cikarang nggak bisa jalan kaki, jadi ya 07.40 sudah naik motor dan 07.55 sampai kantor.

Tapi ada kalanya juga ngekost itu mendekati teman. Saya pernah punya teman, Si Boim, yang kerja di Jakarta Barat tapi ngekost di Jakarta Timur. Agak bikin dahi berkerut, sih, tapi ternyata dia punya alasan sendiri sebelum kemudian jadinya ya lelah sendiri juga untuk kemudian resign dan pindah kota.

Nah, zaman dahulu nyari kost itu setengah mati. Apalagi kalau betul-betul buta dengan lapangan. Harus keliling, keluar masuk gang, dan tentu saja mencari tempat-tempat bertuliskan “TERIMA KOST”. Versi yang agak mendingannya adalah pakai jalur info teman. Saya sih sudah pernah menjalani semua tipe itu.

Zaman sekarang? Wah, nyari kost itu cenderung lebih mudah dan asyik. Bahkan nggak perlu panas-panasan segala. Sambil ngadem dan rebahan pun bisa.

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Beberapa platform pada masa kini dapat kita gunakan untuk mencari kost. Misalnya, infokost.id yang dikembangkan oleh PT. Mediapura Digital Indonesia. Ada beberapa tipe properti yang bisa dicek melalui platform ini, yaitu kost, apartement, villa, dan hunian lainnya. Ada juga fitur pencarian untuk durasi tinggal mulai dari harian, mingguan, bulanan, sampai dengan tahunan. Salah satu fitur yang menarik adalah adanya verifikasi dengan dua tanda centang berbunyi “Data terverifikasi” dan “Sudah dikunjungi”. Plus, lokasinya juga detail di map. Beda banget sama zaman dahulu kala~

Platform lainnya adalah yukstay.com, yang sekilas pandang lebih identik dengan apartemen, sih. Nah, kalau di platform ini ada salah satu fitur bernama Co-living. Menurut pemilik platform, co-living adalah cara dan gaya hidup baru di kota yang fokus menyediakan kenyamanan dan kemudahan dalma artian adanya kamar-kamar tidur pribadi dan ruang bersama, tapi di apartemen gitu. Pilihan lainnya adalah whole living unit.

Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Ada juga cari-kos.com. Di platform ini ada pencarian berbasis jenis kos yaitu putra, putri, dan campur. Termasuk opsi pelihara binatang, sekamar bertiga, dan banyak lainnya juga ada. Plus petanya juga cukup jelas. Sekilas pandang melihat petanya berasa sedang ngojek pakai Maxim. Platform ini dikembangkan oleh PT. Cari Kos Nusantara.

Platform berikutnya adalah BabeKost. Namanya babe, ini ada kumisnya. Di platform ini ada informasi tentang kost, apartemen, villa, juga hunian. Kontrakan di Citra Maja Raya juga ada. Ada sedikit tips sih tapi memang update terakhirnya dibuat pas Wakil Presiden masih Jusuf Kalla. Oya platform ini mencakup Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Surabaya, Tangerang, sampai Yogyakarta. Eh, ya sampai ke Lebak juga itu kan tadi ada Maja.

Kalau agak-agak tajir sedikit, maka mungkin bisa mlipir ke flokq.com. Di sini, opsinya cenderung dari apartemen-apartemen kelas atas seperti Bellagio Residence, Parama Apartment, hingga The Royal Olive Residence kalau di Jakarta. Disini ada beberapa tipe membership yaitu Master Room, Queen Room, hingga Common Room. Semuanya dengan spesifikasi masing-masing.

Platform berikutnya adalah SewaKost. Nah, kalau disini beberapa kata kunci utama adalah AC, Free WiFi, dan kamar mandi dalam. Lebih sedikit, sih dibandingkan platform lainnya yang bahkan tadi sampai ada informasi tentang boleh pelihara hewan atau tidak. Akan tetapi, di SewaKost ini pilihannya lumayan banyak juga.

Survei kost sambil rebahan dan ngadem itu tentu diperlukan karena ini adalah masa-masa pandemi. Kata WHO, mau pergi ke luar rumah itu urusan hidup dan mati. Jadi, sebisa mungkin kita meminimalkan kegiatan di luar rumah.

Lah, kalau mau survei kosan gimana?

Photo by Nathan Cowley on Pexels.com

Kan sudah dibilang tadi, bahwa zaman now ini nggak seperti 15 tahun lalu. Jadi bisa pakai cara yang menenangkan. Pertama-tama, kita dapat mendownload aplikasi RedDoorz dan bisa langsung mencari kost yang sesuai dengan kriteria.

Soal RedDoorz sendiri tentu kita sudah cukup kenal karena merupakan salah satu jaringan manajemen dan reservasi akomodasi yang cukup kondang di ASEAN. Nah, selama ini yang saya tahu ada beberapa properti RedDoorz itu yang aslinya adalah kos-kosan eksklusif gitu. Saya kan sering pakai. Kadang-kadang kepikiran, kalau mau ngekost di tempat itu gimana ya…

Ternyata kini RedDoorz juga sudah menyediakan opsi itu. Akomodasi jangka panjang seperti kost. Pencarian dapat kita lakukan melalui Kost di RedDoorz. Ada berbagai penawaran yang menarik baik dari fasilitas maupun harga. Proses sortir di aplikasi dapat kita lakukan berdasarkan harga, fasilitas, booking, dan sebagainya.

Nah, melalui Kost di RedDoorz, kita bisa mengeksplorasi calon kost baik dari jaraknya dengan tempat kerja atau kuliah. Plus kan zaman sekarang map sudah canggih, jadi kita bisa melihat pula fasilitas yang tersedia di sekitarnya melalui peta yang tersedia. Di sisi lain, kita juga bisa melakukan pencarian berdasarkan harga. Model begini tentu tidak ada pada zaman dahulu karena minimal kita harus menelepon dulu atau datang langsung ke calon kost supaya mengetahui harganya, dan tentu saja fasilitas lain.

Salah satu yang juga menarik dari Kost di RedDoorz adalah program RedDoorz HygienePass sebagai bagian dari upaya menaati protokol kesehatan. Bagaimanapun, kita harus bisa menghindari penyakit yang belum ada obat dan vaksinnya itu.

Demikianlah kiranya mencari kost zaman sekarang itu sudah sangat lebih mudah dan lebih asyik dibandingkan pada zaman saya sekolah dan kuliah dulu. Dengan bantuan teknologi, kita jadi dipermudah, sehingga pada akhirnya kita bisa jauh lebih produktif.

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

7 Panduan Memilih Laptop: Mahasiswa Wajib Tahu, Dosennya Juga

Sejak 2009, pekerjaan saya selalu berhadapan dengan layar komputer, entah PC entah laptop. Akan tetapi, biasanya ya barangnya ditinggal di kantor. Nah, tahun lalu, kebetulan saya kan kuliah lagi plus tiba-tiba kondisinya jadi seperti sekarang ini, pada akhirnya hidup saya harus betul-betul bersama dengan benda canggih tersebut.

Ya gimana? Sejak pertengahan Maret sampai Ujian Akhir Semester 2 yang baru lewat, semua perkuliahan dilakukan online. Minggu lalu dapat kabar, katanya pendidikan tinggi masih akan tetap Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sampai Desember 2020! Walhasil, ya saya hampir pasti akan nongkrong di rumah saja terus-menerus bersama-sama dengan laptop.

Kondisi yang mirip juga terjadi pada Mama Isto. Dia karyawan yang karena kepakarannya juga merangkap dosen. Nah, siapa bilang pas PJJ begini dosen enak hidupnya? Justru bermalam-malam sepulang kerja, Mama Isto harus bergelut dengan laptop-nya untuk bikin bahan, bikin kuis, dan juga mempersiapkan diri untuk pengajaran pada kelas-kelas yang menjadi jatahnya.

Sudah jelas sekali, baik mahasiswa maupun dosen, di era PJJ seperti sekarang ini butuh perangkat yang tidak hanya tangguh, tapi juga harus dekat dengan penggunanya. Lha iya, sepanjang hari dipantengin kalau nggak sreg ya garapan juga ambyar~

Nah, berikut ini akan dipaparkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangka memilih laptop yang tepat baik untuk mahasiswa dan juga dosen, dalam menghadapi semester mendatang ketika kuliah daring tampaknya akan jalan satu semester full.

Tentukan Platform

Secara umum, laptop di pasaran terdiri dari 3 sistem operasi yaitu Windows, Chrome OS, dan MacOS. Gambaran umumnya, Windows adalah sistem operasi yang paling fleksibel dengan rentang harga yang juga sangat luas. Versi terbarunya adalah Windows 10, yang menyediakan sejumlah pembaharuan dari Windows 7 dan Windows 8. Sejak dirilis pada Juli 2015, Windows 10 secara terus menerus melakukan update, termasuk kemampuan asisten digital yang bernama Cortana. Oya, kalau menurut LaptopMag, Windows adalah satu-satunya mesin yang dipertimbangkan oleh gamer.

Untuk MacOS kurang lebih sama dengan Windows 10, namun ada beberapa perbedaan signifikan. Antara lain, MacOS tidak dibuat untuk fungsi touch screen. Sedangkan untuk Chrome atau yang dikenal dengan Google OS terbilang sederhana namun memang kemampuannya terbatas. Interface-nya mirip Windows tapi dasarnya memang browser Chrome.

Tentukan Ukuran Yang Tepat

Di kantor, saya sering mendapati keluhan dari beberapa orang perihal laptop kantornya yang kekecilan. Canggih, sih, tapi kecil. Rupanya, kecanggihannya tidak relevan dengan ukurannya. Jadi, ukuran ini sangat penting.

Jika memang kita ingin unit yang anteng di meja sepanjang hari, maka ukuran 17-18 inchi dapat menjadi pilihan. Apabila ingin yang ukuran agak besar tapi tidak hendak dibawa-bawa secara konstan, maka ukuran 15-16 inchi dapat dipakai. Apabila ingin yang paling enteng tentu saja pilihannya 11-12 inchi.

Adapun yang paling seimbang antara kemudahan dibawa serta penggunaannya adalah ukuran 13-14 inchi.

Cek Keyboard dan Touchpad

Spesifikasi seimpresif apapun kalau tidak ergonomis ya ujungnya tidak akan produktif. Jarak yang ideal untuk pekerjaan yang intens di laptop adalah 1-2 milimeter. Touchpad-nya sendiri sangat krusial untuk mencegah kursor yang melompat-lompat, serta tentu saja sangat membantu untuk desain yang butuh zoom in-zoom out.

Tentukan Spesifikasi

Bagian ini agak panjang karena menyangkut beberapa bagian. Pertama tentu saja CPU alias otak dari komputer yang hendak membantu kita bekerja. Kalau mau kelas yang paling atas maka ada Intel 10th Gen serta Intel Core i9. Umumnya harganya tentu premium sekali dan banyak digunakan di perangkat game kelas tinggi.

Sekali lagi, penggunaan akan sangat menentukan. Ngapain punya otak pintar-pintar kalau misalnya kebutuhannya tidak setinggi itu? Maka, sebenarnya yang umum digunakan alias mainstream adalah Intel Core i5 dan Intel Core i7. Saingan level ini adalah AMD Ryzen 4000.Nah, di bawah itu tentu saja ada Intel Core i3, Intel Pentium/Celeron, maupun AMD A, FX, atau E.

Untuk RAM, mungkin bisa pakai yang 4GB, akan tetapi idealnya sih sekurang-kurangnya 8GB supaya nggak terus berasa lemot pada periode penggunaan tertentu. Sedangkan untuk Storage Drive, sebisa mungkin cari notebook yang sudah Solid State Drive (SSD) daripada hard drive, sebab kecepatannya bisa tiga kali lipat, lho.

Sekarang ke Display. Menurut LaptopMag, spesifikasi yang disarankan untuk display adalah sekurang-kurangnya bisa jalan di 1920 x 1080 atau sering dikenal dengan Full HD (FHD). Untuk yang high-end memang sih ada yang sampai 3840 x 2160 segala.

Berikutnya adalah Graphics Chip. Spesifikasi tinggi diperlukan jika laptopnya akan dipakai untuk memainkan game PC, membuat objek 3D, maupun mengedit video dengan resolusi tinggi. Akan tetapi, untuk pemakaian mahasiswa pada umumnya dapat menggunaan NVIDIA MX250 atau GTX 1650 GPUs.

Salah satu yang bikin laptop atau notebook berasa besar adalah ruang untuk port. Mau nggak mau, port ini penting apalagi buat mahasiswa karena akan sangat membantu distribusi data. Jadi, sebaiknya sih jangan beli yang nggak ada port-nya. Notebook pada ummumnya akan memiliki USB 3.0 dan HDMI out. Yang terakhir itu tentu saja buat presentasi kalau kuliah sudah offline lagi. Nah, belakangan sudah mulai banyak port yang kompatibel untuk USB Type-C sesuai dengan arah ketersediaan USB flashdisk maupun spesifikasi semakin banyak telepon genggam. Akan tetapi, kalau adanya hanya type-C doang juga berabe masih banyak perangkat yang belum support. Idealnya sih ada beberapa pilihan tentu saja.

Jangan Abaikan Baterai

Notebook besar untuk game tentu saja akan diletakkan di singgasana, sehingga akses listriknya juga tidak masalah. Nah, kalau buat notebook khusus untuk kuliah, tentu tidak seperti itu. Di kampus saya misalnya, belum semua ruangan memiliki akses colokan berlimpah. Padahal, kuliah zaman sekarang menurut saya sih lebih baik mencatat di laptop saja toh kemudian tugas-tugasnya kan paper demi paper juga.

Ada Harga, Ada Rupa

Sebenarnya, kalau urusan laptop itu rentangnya panjang sekali. Dari harga 2 jutaan juga sudah ada, sampai ke atas ada banyak sekali lapisnya. Nah, untuk setiap harga tentu ada spesifikasi yang menyertainya. Jadi, balik lagi, semakin rendah harga maka ekspektasi harus disesuaikan. Dan semakin banyak kebutuhan, berarti estimasi harga juga harus disesuaikan.

Brand Adalah Koentji

Kalau soal restoran, biasanya kita akan memilih tempat yang ramai. Sebab, ramai adalah salah satu parameter bahwa makanan yang disajikan enak. Pola pikir yang sama dapat kita terapkan pada konteks memilih laptop. Semakin laris laptop, tentunya itu pertanda bahwa banyak yang cocok. Ya cocok harga, cocok spesifikasi, dan cocok manfaat juga.

Pada awal 2019 misalnya, lembaga riset Gfk melaporkan bahwa brand laptop nomor satu di Indonesia untuk laptop consumer dikuasai oleh Asus dengan 41,8 persen. Beberapa produk andalan yang mendorong kondisi tersebut adalah laptop gaming berbasis Nvidia GTX, ZenBook, dan VivoBook.

Ngomong-ngomong soal jenis yang terakhir itu, ASUS baru saja meluncurkan notebook ASUS VivoBook S14 S433 dengan spirit Dare To Be You. Launchingnya secara digital karena lagi pandemi begini. Dan tentu saja sangat cocok untuk rupa-rupa gawean digital yang sedang melanda nyaris semua bidang pekerjaan pada hari-hari ini.

Ringkas dan Beragam Pilihan Warna

Notebook ASUS VivoBook S14 (S433) hadir dengan 4 pilihan warna yang tidak biasa yaitu Indie Black, Gaia Green, Dreamy Silver, dan Resolute Red. Nih, bisa dilihat sendiri:

Gaia Green maupun Resolute Red kalau menurut terawangan cocok untuk pemuda-pemudi yang memiliki kepribadian berwarna dan tegas. Untuk desain yang lebih elegan bisa ambil Dreamy White atau Indie Black.

Untuk menambah unsur personal, ASUS menghadirkan stiker eksklusif. Jadi, kalau nanti sudah bisa balik lagi ke kampus, maka dipastikan bakal jadi pusat perhatian karena memang beda sendiri. Hal ini pula yang menyebabkan tulisan ASUS VivoBook-nya tidak di tengah-tengah, melainkan ke pinggir. Jadi di tengah bisa dipasang stiker personal itu tadi.

Sebelumnya sudah kita bahas perihal penting tidaknya processor. Nah, VivoBook S14 (S433) memiliki Intel Core 10th Gen Processor yang tentu saja lebih gesit dan hemat daya dibandingkan pendahulunya. Pengujian performa menunjukkan bahwa dengan prosesor Intel Core i5-10210U konfigurasi 4 core dan 8 thread, vivoBook S14 (S433) berhasil meraih skor yang cukup tinggi untuk pengujian dengan Cinebench R20 dan PCMark 10.

Kita juga sudah membahas ukuran dan untuk hal tersebut VivoBook S14 (S433) menawarkan spesifikasi yang sangat menarik. Bobotnya hanya 1,4 kilogram dan tebalnya hanya 15,9 milimeter.

Saya jadi ingat waktu kondangan ke Jambi, karena balik hari, jadi memang Jakarta-Jambi hanya bawa laptop doang. Cuma laptopnya masih kerasa karena lumayan berat. Kalau saya ketika itu bawa VivoBook S14 (S433) ini berasa cuma pergi ke minimarket depan kompleks kali yha.

Oya, meskipun ukurannya sangat ringkas, tapi layarnya 14 inchi. Ada teknologi layar eksklusif NanoEdge Display yang dapat menghadirkan bezel yang sangat tipis sehingga screen-to-body ratio-nya mencapai 85 persen dan berdampak pada ukuran bodi yang lebih ramping. Layarnya juga tampak lebih lega. Model begini asyik buat review jurnal sama bikin konten di beberapa akun yang saya kelola.

Layar VivoBook S14 (S433) telah mampu mereproduksi warna pada color space sRGB hingga mencapai 100 persen sehingga sangat cocok untuk video editor maupun fotografer. Plus, layarnya juga sudut pandang yang lebarnya mencapai 178 derajat.

Mendadak saya ingat kemarin pas garap video untuk UAS, saya sampai periksa mata ke optik karena rasanya sudah sangat pusing sekali. Eh, pas dicek ternyata mata saya masih baik-baik saja. Dengan heran saya cabut dari optik, dan rupanya itu disebabkan karena saya terlalu intens ke laptop yang ada, dengan spesifikasi yang agak kurang cocok untuk kepentingan konten yang butuh ketelitian seperti video.

VivoBook S14 (S433) memiliki kinerja grafis yang kencang karena chip grafis NIVIDIA GeForce MX250. Kalau lagi suntuk baca jurnal dan ingin main esport serta kasual, bisa juga lho. Walaupun tentu saja jangan kebablasan nanti kerjaan utama nggak kelar.

Fitur-Fitur Premium

VivoBook S14 (S433) juga dilengkapi berbagai fitur premium seperti fingerprint sensor, teknologi fast charging, serta backlit keyboard. Pengguna VivoBook S14 (S433) tidak perlu lagi entri password buat masuk dalam sistem Windows 10. Belum lagi kalau lupa atau ketahuan tetangga kos padahal data-datanya banyak yang privat. Yes, fingerprint di VivoBook S14 (S433) telah terintegrasi Windows Hello pada Windows 10. Windows Hello inilah yang memudahkan pengguna untuk masuk ke dalam sistem tanpa perlu mengetik password.

VivoBook S14 (S433) juga dilengkapi dengan fitur audio premium bersertifikasi harman/kardon. Sebab, apalah artinya garap jurnal tanpa mendengarkan lagu-lagu yang memadai. Walaupun ya kalau saya jatuhnya harus mendengarkan lagu anak-anak sesuai request anak. Heuheu. Oya, audio terbaik juga sangat penting untuk pembelajaran jarak jauh, tentunya bersama dengan…

Konektivitas Terbaik

Yak betul! Koneksi. Kita bicara dua aspek perangkat ya. Kalau sinyal itu urusan sendiri-sendiri. Nah kalau di VivoBook S14 (S433) telah dilengkapi WiFi 6 (WiFi 802.11ax) yang adalah teknologi komunikai nirkabel generasi paling terkini. Ada kecepatan transfer data yang lebih tinggi sampai tiga kali lipat, kapasitas jaringan yang juga lebih banyak hingga empat kali lipat, plus latency 75 persen lebih rendah. Sangat cocok untuk PJJ, bukan?

Untuk konektivitas yang terkait port, seperti sudah kita bahas bahwa sebaiknya walaupun ringkas, laptop pilihan kita harus punya port-port yang sesuai. Nah, VivoBook S14 (S433) sendiri punya USB 3.2 (Gen 1) Type-C yang lagi kekinian di berbagai perangkat eksternal.

VivoBook S14 (S433) juga merupakan laptop yang menggunakan PCIe SSD berkapasitas 512GB dengan menggunakan SSD khusus dari Intel yang telah dilengkapi Optane Memory berkapasitas 32GB. Optane Memory ini adalah teknologi eksklusif Intel yang memberdayakan memori tambahan sebagai cache sehingga SSD mampu mengakses data yang kerap digunakan dengan lebih cepat sehingga performa secara keseluruhan lebih cepat pula.

Di atas telah dijelaskan pula tentang pentingnya performa baterai yang baik. Mau kerja di kampus atau juga kerja di rumah, baterai tetap yang krusial. Mau presentasi pas PJJ terus tiba-tiba listrik di rumah padam sementara laptopnya ketergantungan pada listrik ya bisa buyar semuanya.

Nah, VivoBook S14 (S433) mengadopsi baterai 50Whrs yang lebih besar kalau dibandingkan laptop pada kelas yang sama. Hasil pengujian dengan PCMark 10 Battery untuk mode Modern Office, VivoBook S14 (S433) dapat bertahan sampai 12 jam.

Itu kalau kebiasaan kelas online kan yang penting login. Biasanya kalau iseng cek ke room 2-3 jam sesudah kuliah kelar pasti ada saja yang masih login, yang berarti sebenarnya dari tadi dia hanya login tapi nggak ada benar-benar di kelas. Nah, kalau pakai VivoBook S14 (S433) ngeceknya bisa 10 jam kemudian. Heuheu.

Secara umum, sudah kita bahas bahwa dari sederet hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih laptop, rupanya VivoBook S14 (S433) sangat relevan dalam berbagai parameter, plus punya tampilan dan gaya yang oke punya juga. Walhasil, VivoBook S14 (S433) menjadi laptop modern yang sangat pas untuk aktivitas sehari-hari terutama untuk menghadapi perkuliahan jarak jauh yang kemungkinan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Secara lebih lengkap, berikut spesifikasi VivoBookS14 (S433) sebagaimana sudah kita bahas:

Operating SystemWindows 10 Home
ProcessorIntel® Core™ i7-10510U processor
1.8GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.9GHz) and 8MB cache
Intel® Core™ i5-10210U processor
1.6GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.2GHz) and 6MB cache
GraphicsNVIDIA® GeForce® MX250
Video memory size: 2GB GDDR5 VRAM
Display14” LED-backlit IPS Panel HD (1920 x 1080) 16:9
Frameless NanoEdge display with 85% screen-to-body ratio
178° wide-view technology
Memory8GB 2666MHz DDR4
Storage512GB PCIe SSD
Intel® Optane™ Memory H10 with Solid State Storage

(32GB Optane™ + 512GB SSD)
Interfaces1 x USB 3.2 Gen 1 Type-C™
1 x USB 3.2 Gen 1 Type-A
2 x USB 2.0
1 x HDMI
1 x Audio combo jack
1 x MicroSD card reader
1 x DC-in
Keyboard and TouchpadKeyboard
Full-size backlit, with 1.4mm key travel
Touchpad
Intelligent palm-rejection;
Precision touchpad (PTP) technology supports up to four-finger smart gestures
AudioASUS SonicMaster stereo audio system with surround-sound; smart amplifier for maximum audio performance
Array microphone with Cortana voice-recognition support
3.5mm headphone jack
Certified by Harman Kardon
CameraHD Camera
Wireless ConnectivityWi-Fi
Intel Wi-Fi 6 with Gig+ performance (802.11ax)
Bluetooth®
Bluetooth V5.0
Battery and PowerFast charging: 60% in 49 minutes
50Wh 3-cells lithium-polymer battery
65W power adapter
Plug Type: ø4 (mm)
(Output: 19V DC, 3.42A, 65W)
(Input: 100-240V AC, 50/60Hz universal)
Weight and DimensionsHeight:
1.59cm (0.62 inches)
Width:
32.49cm (12.79 inches)
Depth:
21.35cm (8.40 inches)
Weight:
1.4kg (3.08 pounds)
Included in the BoxVivoBook S14
Included SoftwareASUS Splendid
ASUS Tru2life Video
ASUS AudioWizard

Jadi, bagaimana, langsung ganti laptop?

* * *

Pengen punya laptop ini? Bisa lho mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh ASUS bekerjasama dengan keluargabiru.com. Informasi lebih lanjut bisa cek flyer di bawah ini:

Cara Termudah Baca Meter Mandiri PLN Pascabayar

Sejak April saya itu deg-degan. Bukan apa-apa, pemakaian listrik saya dan bayaran bulanannya ada selisih. Kalau orang lain marah-marah karena kemahalan, saya justru karena kemurahan. Saya deg-degan karena pada akhirnya kelak saya akan membayar sangat mahal ketika tagihan aslinya terpenuhi. Faktornya tentu saja karena COVID-19, petugas PLN tidak ada yang ke rumah-rumah buat baca meteran.

Kalau di rumah sendiri kemurahan, maka hal kebalikan saya rasakan ketika membuka tagihan listrik rumah orangtua. Lha piye, mosok rumah kosong (ditinggal tengok cucu) tapi bayarannya sebulan 200 ribu? Ya, jadi begitulah. Pandemi ini bikin kocar kacir.

Karena saya nggak siap suatu saat bakal bayar listrik 2 juta sebulan (biasanya 400-600 ribu) karena beberapa bulan ini tagihan listrik di bawah 400 ribu padahal saya di rumah dan berarti AC kan nyala maksimal terus menerus sehingga standarnya ya 500-an ke atas lah, maka saya mencari cara lapor ke PLN dan kok ya ketemu.

Singkat kata laporannya adalah lewat nomor WhatsApp 08122 123 123. Nomor WA-nya nggak kalah cantik daripada nomor saya yang 123 juga belakangnya. Saya kemudian WA “Halo”. Dan dasar akun bisnis, dia nggak pakai centang biru. Tapi memang langsung dibalas, sih.

Pada intinya kita akan mendapati pesan berikut ini:

SYARAT & KETENTUAN BACA METER MANDIRI OLEH PELANGGAN

PLN mulai bulan Mei 2020, kembali melaksanakan pembacaan meter secara langsung ke rumah pelanggan pascabayar. Petugas PLN dalam melakukan pembacaan meter ke rumah pelanggan, menggunakan standar APD dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Penyebaran COVID-19 @kemenkes_ri

PLN juga tetap menyiapkan layanan baca meter mandiri melalui aplikasi WhatsApp Messenger PLN 123 dengan nomor 08122 123 123.

Baca meter mandiri bisa dilakukan oleh pelanggan mulai tanggal 24 s.d. 27 setiap bulannya.

Pelaporan baca meter mandiri oleh pelanggan yang valid, yaitu pengiriman foto angka stand meter akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.

Jika pelanggan tidak dapat mengirimkan angka stand & foto pada tanggal baca mandiri yang disediakan bagi pelanggan pada tanggal 24 s.d. 27, maka angka stand yg akan digunakan adalah hasil dari baca petugas PLN.

Jika pelanggan tidak dapat mengirimkan foto angka stand meter ataupun lokasi kWh meter tidak dapat didatangi oleh petugas PLN, maka pemakaian listrik akan diperhitungkan rata-rata 3 bulan terakhir.

Apabila Pengiriman angka stand & foto kWh meter oleh pelanggan diluar dari tanggal yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 24 s.d. 27, maka tidak akan dijadikan angka dalam perhitungan tagihan listrik.

Selanjutnya, setiap 3 (tiga) bulan PLN akan melakukan pencocokan angka stand kWh meter khusus hasil kiriman pelanggan dengan angka faktual hasil pembacaan petugas PLN, dan akan dilakukan penyesuaian pada perhitungan tagihan listrik. Untuk itu dimohon pelanggan mengirimkan angka & foto stand sesuai dengan yang tertera di kWh meter sehingga diharapkan tidak terjadi penyesuaian tagihan naik atau turun secara berlebihan.

Hubungi layanan Contact Center PLN 123 untuk menyampaikan pertanyaan, informasi atau keluhan atas layanan kami. Terimakasih atas kesediaan pelanggan telah membaca syarat & ketentuan ini.

Kemudian berikutnya kita masukkan angka pembacaan meteran serta lantas mengirimkan fotonya. Kira-kira demikian saja yang harus dilakukan. Nah, tinggal kita cek nanti tanggal 1 tagihannya keluar berapa. Tinggal saya yang deg-degan ini bayar listrik sejutaan kan itu BERARTI SEPERTIGA GAJI SAYA BUAT BAYAR LISTRIK DOANG. ASEM.