Belajar PPIC

Belajar tentang PPIC di link ini

Belajar tentang Material Requirement Planning di link ini

Cara Termudah Baca Meter Mandiri PLN Pascabayar

Sejak April saya itu deg-degan. Bukan apa-apa, pemakaian listrik saya dan bayaran bulanannya ada selisih. Kalau orang lain marah-marah karena kemahalan, saya justru karena kemurahan. Saya deg-degan karena pada akhirnya kelak saya akan membayar sangat mahal ketika tagihan aslinya terpenuhi. Faktornya tentu saja karena COVID-19, petugas PLN tidak ada yang ke rumah-rumah buat baca meteran.

Kalau di rumah sendiri kemurahan, maka hal kebalikan saya rasakan ketika membuka tagihan listrik rumah orangtua. Lha piye, mosok rumah kosong (ditinggal tengok cucu) tapi bayarannya sebulan 200 ribu? Ya, jadi begitulah. Pandemi ini bikin kocar kacir.

Karena saya nggak siap suatu saat bakal bayar listrik 2 juta sebulan (biasanya 400-600 ribu) karena beberapa bulan ini tagihan listrik di bawah 400 ribu padahal saya di rumah dan berarti AC kan nyala maksimal terus menerus sehingga standarnya ya 500-an ke atas lah, maka saya mencari cara lapor ke PLN dan kok ya ketemu.

Singkat kata laporannya adalah lewat nomor WhatsApp 08122 123 123. Nomor WA-nya nggak kalah cantik daripada nomor saya yang 123 juga belakangnya. Saya kemudian WA “Halo”. Dan dasar akun bisnis, dia nggak pakai centang biru. Tapi memang langsung dibalas, sih.

Pada intinya kita akan mendapati pesan berikut ini:

SYARAT & KETENTUAN BACA METER MANDIRI OLEH PELANGGAN

PLN mulai bulan Mei 2020, kembali melaksanakan pembacaan meter secara langsung ke rumah pelanggan pascabayar. Petugas PLN dalam melakukan pembacaan meter ke rumah pelanggan, menggunakan standar APD dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Penyebaran COVID-19 @kemenkes_ri

PLN juga tetap menyiapkan layanan baca meter mandiri melalui aplikasi WhatsApp Messenger PLN 123 dengan nomor 08122 123 123.

Baca meter mandiri bisa dilakukan oleh pelanggan mulai tanggal 24 s.d. 27 setiap bulannya.

Pelaporan baca meter mandiri oleh pelanggan yang valid, yaitu pengiriman foto angka stand meter akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.

Jika pelanggan tidak dapat mengirimkan angka stand & foto pada tanggal baca mandiri yang disediakan bagi pelanggan pada tanggal 24 s.d. 27, maka angka stand yg akan digunakan adalah hasil dari baca petugas PLN.

Jika pelanggan tidak dapat mengirimkan foto angka stand meter ataupun lokasi kWh meter tidak dapat didatangi oleh petugas PLN, maka pemakaian listrik akan diperhitungkan rata-rata 3 bulan terakhir.

Apabila Pengiriman angka stand & foto kWh meter oleh pelanggan diluar dari tanggal yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 24 s.d. 27, maka tidak akan dijadikan angka dalam perhitungan tagihan listrik.

Selanjutnya, setiap 3 (tiga) bulan PLN akan melakukan pencocokan angka stand kWh meter khusus hasil kiriman pelanggan dengan angka faktual hasil pembacaan petugas PLN, dan akan dilakukan penyesuaian pada perhitungan tagihan listrik. Untuk itu dimohon pelanggan mengirimkan angka & foto stand sesuai dengan yang tertera di kWh meter sehingga diharapkan tidak terjadi penyesuaian tagihan naik atau turun secara berlebihan.

Hubungi layanan Contact Center PLN 123 untuk menyampaikan pertanyaan, informasi atau keluhan atas layanan kami. Terimakasih atas kesediaan pelanggan telah membaca syarat & ketentuan ini.

Kemudian berikutnya kita masukkan angka pembacaan meteran serta lantas mengirimkan fotonya. Kira-kira demikian saja yang harus dilakukan. Nah, tinggal kita cek nanti tanggal 1 tagihannya keluar berapa. Tinggal saya yang deg-degan ini bayar listrik sejutaan kan itu BERARTI SEPERTIGA GAJI SAYA BUAT BAYAR LISTRIK DOANG. ASEM.

5 Ikhtiar Wajib Menghindari Coronavirus

Sejak awal 2020, seluruh dunia gonjang-ganjing karena infeksi novel coronavirus, yang di kemudian hari dikenali sebagai SARS-CoV-2 atau penyakitnya COVID-19. Gonjang-ganjing yang wajar sebab angka kematiannya lumayan tinggi, kurang lebih sama dengan spanish flu yang terjadi lebih dari 100 tahun lalu.

Angka kematian yang lumayan tinggi itu juga kemudian terkait dengan penularan yang terbilang mudah. Segitunya ya masih untung bahwa SARS-CoV-2 ini tidak airbone alias tertular via udara. Kalau airbone, wah, sudah kayak Thanos dia.

Mudahnya adalah karena lewat droplet. Sementara kita tahu bahwa aktivitas kita sehari-hari sangat identik dengan droplet. Orang batuk sembarangan, lalu nyiprat ke dinding, dindingnya dipegang orang lain, orang lain salaman sama bapaknya, bapaknya hidungnya gatal, masuk deh droplet ke tubuh si bapak dan ketika SARS-CoV-2 merasa bahwa si bapak adalah inang yang cocok dan kebetulan tidak ada sel B atau sel T yang melawan maka invasi mereka sukses.

Lantas apa yang harus kita lakukan?

Sekali lagi, ini virus baru. Segala pengetahuan masih terbatas meski dalam 5 bulan ini perkembangan jurnal-jurnal tentang COVID-19 begitu masif dan seluruhnya gratis pula. Untuk itu, yang kita perlukan adalah sebaik-baiknya ikhtiar.

Cuci Tangan

Tampak sepele, tapi saya sudah buktikan bahwa selama 2 bulan ini saya nggak pilek-pilek gimana gitu dengan kerajinan saya mencuci tangan. Faktanya, tangan adalah penghantar terbaik dari droplet yang mengandung SARS-CoV-2 menuju saluran pernapasan kita. Nggak sadar kita pegang pintu, pegang gantungan MRT, pegang jok motor, dll tenyata ada banyak hal yang bisa diantarkan oleh tangan kita.

Wash Hands Hand GIF by jjjjjohn - Find & Share on GIPHY

Jadi, kalau seolah-olah dibilang bahwa ini penyakit gawat tapi kok pencegahannya sereceh cuci tangan, alasannya ya demikian. Soal ini, jurnalnya sudah banyak. Lagipula, di pabrik obat–sebagaimana saya dulu orang pabrik–cuci tangan adalah hal yang sangat biasa dan diatur dalam standar.

Segera Mandi Sesudah Dari Luar

Kalau kita ke pasar atau habis berdempetan di KRL, boleh jadi ada virus yang menempel di baju kita. Nah, ikhtiar yang satu ini menjadi sangat penting untuk mencegah virus yang kalaulah memang nempel itu supaya tidak masuk ke rumah kita.

nickelodeon, spongebob squarepants, bath, relaxing, squidward ...

Hal ini mungkin akan menjadi new normal, bahwa di bagian depan rumah akan ada lapak ganti baju. Atau salah-salah malah kamar mandi pindah ke depan rumah supaya begitu sampai rumah, penghuni bisa langsung mandi dan nggak leha-leha dulu dengan alasan capek. Heuheu.

Disinfeksi Setiap Barang Dari Luar

Sering terima paket dari luar? Dulu saya juga biasa saja. Nah karena lagi ada COVID-19 ini, saya jadi menyiapkan semprotan disinfektan sederhana di luar untuk semprot-semprot dulu plus melepas kemasan terluar di luar saja, sehingga kalaupun ada virus tidak terbawa masuk ke rumah.

Konsumsi Vitamin dan Imunomodulator

Seperti saya cerita tadi, kalaupun ada virus masuk, maka kita butuh tentara untuk melawannya. Kalau tentara kita santuy, maka serangan akan bablas sampai ke istana negara dan pada posisi itu kita kemudian akan sampai pada tingkat keparahan yang lumayan.

TED-Ed - Gifs worth sharing — Meet Team Vitamin!

Untuk itu, kita harus menjaga tubuh dengan konsumsi vitamin dan imunomodulator yang tepat. Tepat lho ya. Jangan kebanyakan. Khusus yang berkaitan dengan sistem imun, jangan sampai kebablasan juga. Salah-salah tentaranya kebanyakan jadi dia malah memakan sesama rakyat alias sel-sel baik. Kondisi ini yang kita kenal dengan penyakit autoimun.

Optimalkan Teknologi

Kampanye di rumah saja sesungguhnya adalah bentuk ikhtiar kita. Kalau memang bisa nggak keluar, ya jangan keluar. Kalau mau beli-beli, kan sekarang bisa nitip beli pakai online. Dan ketika diserahterimakan, kita perlakukan dengan protokol yang tepat seperti lepas kemasan terluar di luar dan disemprot disinfektan.

Lha sekarang kan apa-apa bisa online. Beda dengan zaman 100 tahun yang lalu. Dengan teknologi itu plus perkembangan kesehatan, seharusnya ya tidak akan separah flu Spanyol. Sayangnya, ya itu dia, banyak orang yang tidak peduli dan jadinya kurang ikhtiar. Padahal ikhtiarnya kan simpel-simpel semua.

Salah satu bentuk pengoptimalan teknologi adalah dengan aplikasi Halodoc. Di masa pandemi ini, saya pakai Halodoc untuk membeli vitamin dan imunomodulator. Paling kerasa waktu vitamin sempat langka di bulan Maret. Saya kayak orang putus asa datang dari apotek ke apotek, nyari vitamin dan nggak ada.

Kemudian saya ingat bahwa dulu waktu Isto masih kecil sekali, ada salah satu vitamin yang pasti saya dan Mamanya beli via Halodoc, sebab nggak selalu ada di semua tempat. Dengan teknologi Halodoc, maka saya nggak perlu repot-repot nyari vitamin yang nggak umum itu di berbagai apotek. Tinggal order via Halodoc, obatnya langsung diantar, dengan tingkat keamanan yang oke pula. Terutama bungkusnya yang khas.

Satu lagi, sebagai apoteker, saya melihat bahwa Halodoc punya kontrol sendiri pada barang-barang yang bisa dibeli dengan pesan antar atau tidak. Bagaimanapun, ada regulasi yang harus dipatuhi dan sejauh saya pakai, Halodoc terbilang oke punya. Jadi, sayanya juga nggak takut melanggar suatu aturan apapun.

Demikianlah yang bisa kita lakukan itu sebatas ikhtiar. Namanya kita kan manusia biasa. Percaya dan ikhtiar adalah hal yang relevan dengan kondisi kita dalam menghadapi si coronavirus ini. Semoga pandemi cepat berakhir, yha. Saya kangen main ke mal~

Pedoman The New Normal dari WHO di Tengah Pandemi Corona
Sumber: Halodoc

Tentang Weton Anggota Kabinet Indonesia Maju

Sudah baca olahan data saya yang jilid 1? Kalau belum, ya tolong baca dulu. Saya ngolahnya setengah mati, viewernya sedikit. Kasihan. Nah, khusus di postingan ini, saya mau memaparkan beberapa fakta lain kali ini khusus weton khas penanggalan Jawa. Itu lho, Jumat Kliwon, Minggu Pon, Kamis Pahing, dan lain-lain.

Mari disimuck~

Trio Senin Pon

Dalam deretan anggota kabinet, ternyata ada 3 orang yang sama-sama Senin Pon. Mereka adalah Menko PolhukHAM Mahfud MD, Menkominfo Johny G. Plate, serta Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro. Uniknya, mereka lahir di tanggal, bulan, dan tahun yang sama-sama berbeda. Sudah saya tulis di versi sebelumnya bahwa memang nggak ada tanggal lahir yang sama persis.

Trio Sabtu Wage

Masih non hari kerja dan juga ada 3 nama. Kali ini Sabtu Wage. Ada tiga orang yaitu Menag Fachrul Razi, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Ini juga tahunnya lompat-lompat sekali. Menag kita tahu adalah yang paling sepuh, sementara Kepala BKPM adalah salah satu dari lima besar termuda.

6 Jurus Bahlil Lahadalia Gaet Investor - Ekonomi Bisnis.com
Sumber: Bisnis.com

Trio Minggu Kliwon

Masih trio dan masih hari libur. Keren ya pemilihan menteri-menterinya, belum apa-apa sudah ada 6 orang yang lahir pada hari Minggu. Kali ini Minggu Kliwon, ada 3 orang yaitu Menko PMK Muhadjir Effendy, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, serta Menpora Zainudin Amali.

Jangan mudik jangan mudik dulu~~

Seperti Pendahulunya, Zainudin Amali Juga Menpora yang Minim Latar ...
Sumber: Liputan6.com

Ternyata Ada 8 Orang Lahir di Hari Minggu!

Ya, selain nama-nama tadi, masih ada Menkeu Sri Mulyani, Menteri KKP Edhy Prabowo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, serta Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Ada 3 Yang Lahir Hari Jumat

Kalau Minggu-nya ada 8, maka Jumat-nya hanya ada 3. Mereka adalah Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Tidak Ada Yang Jumat Kliwon

Ya, dari 3 nama yang lahir di hari Jumat, wetonnya adalah Legi, Wage, dan Pon (dibaca sesuai urutan nama di atas yha). Jadi tidak ada yang Kliwon.

Kabinet Wage

Ada 10 nama lahir sebagai Wage. Angka itu lebih 1 dari Pon yang 9 nama, serta meninggalkan Legi dan Pahing yang angkanya 6. Selain yang sudah disebut tadi, masih ada nama Agus Suparmanto (Kamis Wage), Syahrul Yasin Limpo (Rabu Wage), Wishnutama (Selasa Wage), Moeldoko (Senin Wage), dan tentu saja Menteri Kesehatan kesayangan kita semua yang lahir Rabu Wage: Dokter Terawan Agus Putranto.

Menkes Terawan Tegaskan Bali Aman dari Corona
Sumber: Riau Pos

Menjadi Saksi Laga-Laga Terakhir Tontowi Ahmad

Daihatsu Indonesia Masters Super 500 bulan Januari silam sungguh menjadi momen menarik di dunia perbulutangkisan Indonesia. Ya, siapa sangka bahwa turnamen itu menjadi salah satu yang terakhir sebelum kemudian badminton mandek sejak All England gara-gara coronavirus.

Lebih bikin nyes lagi karena ternyata turnamen itu adalah laga-laga terakhir seorang legenda bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad. Tepat 18 Mei 2020, Owi–sapaan akrabnya–mengumumkan pensiun.

Gelaran DIM ini menjadi unik karena sebenarnya Owi hanya pemain daftar tunggu, bersama dengan tandem barunya Apriyani Rahayu–rising star ganda putri Indonesia. Bahkan hingga saya sampai di Istora, saya sebagai penonton babak kualifikasi hari pertama tidak menyadari bahwa ada yang berbeda dengan daftar laga-laga dibandingkan sehari sebelumnya.

Yes, ketika laga sudah kesekian pas saya tahu bahwa kurang lebih pukul 1 akan berlaga duet Owi/Apri melawan pasangan Thailand Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran. Tidak semua penonton tahu. Hanya penonton yang ngupdate Tournament Software yang ngeh dan kemudian memposisikan diri di lapangan 2, tempat laga itu akan dilangsungkan.

Mau berlaga di babak kualifikasi sekalipun, Owi tetaplah Owi. Apalagi partnernya adalah Apri, salah satu kesayangan BL. Jadi wajar kalau sambutan untuk mereka hanya bisa disandingi oleh Lee Yong-Dae yang juga berlaga di babak kualifikasi itu.

Owi/Apri tampil prima. Kemenangan dua set langsung berhasil dibukukan dengan 21-16 dan 21-17. Mereka kemudian masuk ke babak utama dan akan berhadapan dengan XD Korea yang termasuk unggulan, Seo Seung-Jae/Chae Yu-Jung.

Besoknya saya datang lagi. Saya juga datang ngepasin jadwalnya Owi/Apri. Eh, sesudah nunggu lama, pertandingan justru berakhir cepat sekali. Pemain Korea ada yang cedera, sepertinya Chae. Sebuah bola out akhirnya mengakhiri laga dengan sangat cepat. Owi/Apri bablas sampai perempat final.

Lawannya kali ini tentu saja lebih berat. Duo pasutri, XD nomor 2 Inggris, Chris dan Gaby Adcock. Pasangan yang baru main 2 hari dilawan dengan pasangan sampai ke ranjang. Owi/Apri baru terlihat keteteran mulai pertengahan laga ke belakang.

Di laga itu, ada istri Owi berserta buah hati mereka. Lokasinya tentu saja di lapak pemain dan keluarga. Kebetulan saya masuk dari pintu yang itu jadi melihat betul bagaimana Owi begitu masuk langsung dadah-dadah sama anak-istri. Anaknya–dengan baby sitter masing-masing–lucu-lucu, gaes.

Pada akhirnya, Owi/Apri kalah 2 set langsung. Penampilan mereka sejauh itu jelas tidak buruk. Mereka punya kelas masing-masing. Banyak BL kemudian berharap banyak pada kelangsungan duet ini.

Apa daya, harapan itu musnah. Owi sudah pensiun sekarang. Siapa yang sangka smash nyangkut terakhir di Court 1 itu menjadi bola terakhir yang dipukul sang legenda di Istora?

Ah, untunglah saya sempat menjadi saksi dari jejak langkah terakhir sang legenda~

Hal-Hal Yang Mungkin Kamu Tidak Tahu Tentang Kabinet Indonesia Maju

Data-data ini sebenarnya sudah saya kumpulkan sejak jam pertama Kabinet Indonesia Maju diumumkan. Sayang sekali, saya kepentok satu nama. Pada hari pengumuman itu, saya sama sekali tidak mendapati informasi perihal tangal lahir Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Google dengan keyword apapun.

Jadi kemudian datanya saya diamkan saja. Heuheu.

Kemarin saya buka lagi ketika ada pengumuman dari Gugus Tugas bahwa orang-orang yang berusia 45 tahun bakal diizinkan beraktivitas lagi. Ya, tanpa peduli bahwa di bawah umur 45 tahun tapi di rumah boleh jadi ada suami atau orangtua atau bahkan kakek nenek yang berusia jauh lebih tua yang bisa jadi berpotensi ketularan COVID-19.

Berangkat dari fakta itu, sama kemudian googling lagi tanggal lahir Mendag dan ketemu. Jadilah saya bisa mengolah datanya. Asik. Jadi, berikut beberapa hal yang mungkin kamu tidak tahu tentang anggota Kabinet Indonesia Maju, khusus dari faktor usia dan tanggal lahir.

Tidak Ada yang Ulang Tahun Barengan

Ini serius. Dari 38 nama penting itu semuanya memiliki tanggal lahir yang berbeda-beda. Ya 38 nama dari 365 hari, gitu lho. Wajar sekali. Tapi yang unik bahkan yang ulang tahunnya dekat-dekatan juga tidak banyak. Paling hanya Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (16 Juli 1969) dengan Jaksa Agung ST. Burhanudin (17 Juli 1954) atau Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya 28 Juli 1956 dengan Menko PMK Muhadjir Effendy 29 Juli 2020. Sama satu lagi Agus Suparmanto 23 Desesember 1965 dengan Edhy Prabowo 24 Desember 1972.

Kebijakan Kontroversial Menteri Edhy Prabowo Halaman 1 ...
Sumber: Kompasiana

Rentang 30-an Sampai 70-an

Kabinet berisi orang-orang dari usia 30-an sampai 70-an. Adapun yang umurnya 30 sampai 40 tahun hanya satu, Nadiem Makarim. Sedangkan yang 40 sampai 50 tahun ada 5. Ini saya masih memasukkan Erick Thohir yang akhir Mei nanti HUT ke-50. Jadi sudah naik ke rentang 50-60 tahun. Posisi sekarang 15 orang ada di rentang 50-60 tahun dan 15 lagi antara 60 sampai 70 tahun.

Izinkan TKA China masuk, Luhut singgung pendidikan orang daerah ...
Sumber: hops.id

Rata-Rata Usia 58,5 Tahun

Per 13 Mei 2020, rata-rata usia komponen kabinet adalah 58,5 tahun. Itu kalau golongan bukan Fungsional Madya dan bukan Eselon II ke atas sudah pensiun.

Hanya Ada Satu yang Lahir Hari Kamis

Secara menakjubkan dari 7 hari dalam seminggu, anggota kabinet tersebar merata. Ada 8 menteri/pejabat setara yang lahir di hari Minggu dan Rabu, sebagaimana ada 7 yang lahir di hari Sabtu. Dan secara menakjubkan orang itu adalah menteri yang ketiadaan tanggal lahirnya di Google sempat membuat saya menunda bikin statistik ini. Ya, Mendag Agus Suparmanto.

Politikus PKB Agus Suparmanto Dipanggil ke Istana, Jadi Mendag ...
Sumber: Tirto

Ada 4 yang Lahir di Bulan Ramadhan

Saya menggunakan rumus, bukan tabel, jadi beberapa saya crosscheck tanggalnya agak selisih 1 ke depan atau belakang. Tapi bulannya sih nggakk berubah. Intinya sih ada nama Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, kemudian Menteri Agama, Fachrul Razi yang lahir di bulan Ramadhan. Sisanya ada 2 lagi nggak merayakan tapi kayak anak saya, lahirnya juga di bulan nan suci, yaitu Yasonna Laoly dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Setelah Orde Baru, Fahrul Razi Pensiunan Jenderal Pertama Jabat ...
Sumber: Merdeka.com

Hanya Ada Satu Orang Berzodiak Aquarius

Dari 38 nama, ada 6 berzodiak Cancer serta masing-masing 5 Leo dan Libra serta 4 Gemini dan Sagitarius. Nah, hanya ada 1 orang Aquarius yang tidak punya teman. Orang itu adalah Mensesneg, Pratikno.

Menteri Pratikno Paparkan Program Prioritasnya - Aktual.Com ...
Sumber: Aktual.co

Agama Tertua, Pendidikan Termuda

Betapa pentingnya agama dan pendidikan di Indonesia tergambar di sosok menterinya. Menteri Agama, Fachrul Razi yang lahir 26 Juli 1947 menjadi yang tertua sementara Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan KEbudayaan lahir pada 4 Juli 1984 dan menjadi satu-satunya milenial di dalam kabinet.

Paling Banyak Lahir 1962

Dari 38 nama, ada 6 orang yang lahir pada 1962 sekaligus menjadi tahun terbanyak. Orang-orang itu adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Pratikno (lagi), Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Ada 3 Agus Tapi Hanya 1 Yang Beneran Lahir Bulan Agustus

Yak, ada nama Agus Gumiwang Kartasasmita, tapi lahir 3 Januari 1969. Ada nama (lagi-lagi) Agus Suparmanto, lahir Desember. Satu-satunya Agus yang lahir pada bulan Agustus, tepatnya 5 Agustus 1964 adalah menteri yang tentu kita sama-sama rindukan pernyataannya yang (((menenangkan hati))): dokter Terawan Agus Putranto~

Kala Terawan Gagal Menenangkan Masyarakat soal COVID-19 - Tirto.ID
Sumber: Tirto

Mengenal Tokoh-Tokoh di Peppa Pig

Saya diperkenalkan tokoh Peppa Pig oleh Mama Isto. Baginya, Peppa Pig adalah pilihan terbaik untuk memperkenalkan Bahasa Inggris kepada anak karena selain ceritanya nggak ribet-ribet amat, yang paling penting adalah pelafalannya sangat british. Sebagai lulusan Inggris, hal itu cukup krusial buatnya.

Kebetulan seminggu ini anak saya lagi doyan-doyannya nonton Peppa. Mengulang kondisi setahun lalu ketika awal mula diperkenalkan.

Melalui posting ini, saya mau memperkenalkan tokoh-tokoh dalam Peppa Pig. Rasanya Peppa Pig nggak akan diadaptasi ke Indonesia, soalnya babi. Ngok.

Klaster Babi

Tokoh utama tentu saja Peppa Pig, babi muda berusia 4 tahun yang hidup dengan Daddy Pig, Mummy Pig, dan adiknya George. Peppa gemar bermain dengan sohibnya Suzy Sheep. Peppa dikenal suka lompat-lompat di lumpur. Ya, namanya juga babi.

George Pig sendiri berusia 18 bulan dan paling suka dengan mainan dinosaurus hijaunya dan dibawa kemanapun. Sedangkan Mummy Pig adalah ibu-ibu babi yang work from home dengan komputernya. Secara umum, Mummy Pig lebih bijak daripada Daddy Pig. Sebab, Daddy Pig adalah bapak-bapak babi selow dan ketawa-ketawa mulu kayak kebanyakan utang. Suka naik mobil dan takut ketinggian.

Keluarga babi-babian lain adalah Granny Pig yang sebagaimana eyang-eyang lainnya, eyang babi yang satu ini suka memasak untuk cucunya. Oh, juga memelihara ayam. Granny Pig hidup bersama Grandpa Pig, yang merupakan salah satu tokoh favorit saya di Peppa Pig. Rajin menanam sayur-sayuran serta suka berlayar walaupun ngawur.

Aunty Pig dan Uncle Pig adalah klaster lain dari babi-babian. Aunty Pig dan Uncle Pig adalah orangtua dari Chloe Pig dan Baby Alexander. Uncle Pig sendiri adalah adiknya Daddy Pig. Uncle Pig identik dengan brewoknya. Chloe sendiri agak lebih tua daripada Peppa karena umurnya 9 tahun.

Klaster Rabbit

Daddy Rabbit sering disebut juga Mr. Rabbit, identik dengan aksen Wales-nya. Daddy Rabbit adalah bapaknya Rebbeca Rabbit, Richard Rabbit, Rosie Rabbit, dan Robbie Rabbit. Sebagaimana kelinci di dunia nyata: anaknya banyak. Mr. Rabbit adalah konco kenthel-nya Daddy Pig.

Istrinya Mr. Rabbit adalah Mummy Rabbit yang merupakan ibu rumah tangga sejati. Mummy Rabbit adalah kembarannya Miss Rabbit. Miss Rabit ini pekerjaannya paling absurd. Nyupir iya, jadi kasir juga iya. Atau kalau rajin mengikuti Peppa Pig, maka kita akan melihat bahwa Miss Rabbit ini betul-betul bekerja serabutan! Nyupir bis iya, jaga es krim iya, jaga perpus iya, kasir tadi sudah dibilang iya, pemadam kebakaran juga, penerbang helikopter juga dilakoni, bisa juga nyupir kereta api. Miss Rabbit dan Mummy Rabbit adalah anak dari Grampy Rabbit.

Grampy Rabbit adalah rabbit petualang yang eksentrik dan muncul dalam beragam episode absurd di Peppa Pig. Sempat ditunjukkan bahwa dia hidup di mercusuar. Iye, nggak paham juga gimana kelinci bisa lebih suka hidup di laut.

Adapun sepantaran Peppa-nya adalah Rebecca Rabbit. Teman baiknya Peppa dan kakaknya Richard plus si kembar Rosie-Robbie. Tetanggaan lubang dengan Molly Mole dan ya namanya kelinci, suka wortel.

Richard Rabbit sendiri adalah kalangan kecil yang kurang lebih setara George Pig dan Edmond Elephant. Umurnya ya sama, 2 tahun. Kalau si kembar umurnya masih nol, jadi betul-betul bayi seutuhnya.

Klaster Dog

Strukturnya sama, dimulai dari Granddad Dog dan Granny Dog. Granddad Dog ini teman-teman gimana gitu sama Grandpa Pig. Nggak jelas sebenarnya dia bapaknya Daddy Dog atau Mummy Dog. Yang jelas, Danny Dog adalah cucunya.

Granny Dog sendiri nyaris embuh karena jarang sekali muncul. Sementara Daddy Dog alias Captain Dog adalah pelaut. Mummy Dog juga terbilang jarang muncul cuma kurang lebih ya seperti mamak-mamak yang lain, baik dan sopan.

Mungkin klaster Dog ini agak patriaki karena yang tampil yang cowok-cowok saja. Danny Dog sebagai cucu juga terbilang sering muncul. Anjing berusia 4 tahun ini sering membantu Granddad Dog di garasinya serta ingin menjadi pelaut seperti Captain Daddy Dog.

Klaster Zebra

Tentunya dimulai dari Daddy Zebra dan Mummy Zebra. Ada Zoe Zebra, anak tertua dan adiknya Zuzu-Zaza. Zuzu dan Zaza adalah anak kembar berumur 2 tahun. Daddy Zebra atau Mr. Zebra adalah seekor tukang pos. Zoe sendiri sering membantu bapaknya. Adapun Mummy Zebra sering samaan dengan Mrs. Cow~

Sekian dulu, klaster hewan lainnya akan disambung pada post berikutnya. Tabik!

PNS Kuliah Lagi Dengan LPDP: Kelindan Tiga Urusan

Sebagaimana saya tulis sebelumnya bahwa saya memang tengah kuliah lagi. Sudah jalan 1 semester dan sedihnya IP-nya biasa-biasa saja. Meskipun saya kuliah per September 2019, tapi sesungguhnya ketika saya akhirnya masuk kuliah itu adalah akumulasi dari urusan yang sudah dimulai sejak awal 2018! Nah, melalui postingan ini saya hendak berkisah tentang keribetan yang dihadapi dalam 1,5 tahun tersebut, dan memang hanya dihadapi oleh PNS yang ingin kuliah lagi dengan LPDP seperti saya.

Judul tulisan ini adalah kelindan tiga urusan, karena memang ketika saya hendak kuliah lagi maka ada 3 faktor yang harus beres yaitu urusan dengan kantor, urusan dengan LPDP, serta urusan dengan kampus.

Seperti diketahui bahwa untuk PNS yang kuliah itu ada status Tugas Belajar. Dalam posisi sebagaimana saya alami sekarang, PNS itu ya tetap PNS, tetap dapat gaji meski tidak sebesar kalau aktif kerja, karena dia memang penugasannya adalah belajar. Nah, untuk mengurus Tugas Belajar itu beda-beda tiap instansi.

Kalau urusan dengan LPDP tentu saja soal proses seleksi yang sudah banyak dibahas. Sedangkan urusan dengan kampus tentu saja tes masuk. Segala keribetan mengurus Tubel dan LPDP akan nihil kalau kagak lolos seleksi masuk kampusnya. Heuheu. Nah, pertanyaan mendasarnya adalah mana yang sebaiknya diurus duluan?

Akan ada banyak pertimbangan, sebenarnya. Cara saya mungkin tidak akan sesuai dengan kondisi instansi atau kantor lain, tapi mungkin bisa dijadikan landasan berpikir. Urutan yang saya pilih adalah seleksi LPDP dulu, kemudian mengurus Tugas Belajar paralel proses seleksi maksuk kampus.

Kok Nggak Tugas Belajar Duluan?

Di kantor saya, demi menjaga ekosistem kepegawaian ada skema kesepakatan sekian persen pegawai yang boleh Tubel. Kebetulan sih di tempat saya memang lagi kosong antreannya, jadi secara prinsip ya tidak masalah. Akan tetapi, saya hanya berpikir jika saya sudah mengajukan Tubel duluan terus kemudian saya nggak lolos LPDP-nya, berarti nama saya sudah ada di dalam perhitungan persentase itu dan berarti juga menghambat kalau ada orang lain yang ingin kuliah.

Sederhananya, zalim. Saya biasa dizalimi, jadi enggan zalim. Heuheu.

santai gif

Walhasil, sebagaimana dipersyaratkan, karena kala itu saya masuk LPDP-nya jalur reguler dan bukan jalur PNS, maka saya menggunakan surat pernyataan dari atasan dan kebetulan atasannya juga mendukung dan sampai saya akhirnya masuk, atasannya nggak ganti. Ini faktor yang juga akan berbeda dengan teman-teman pada kasus lain.

Singkat kisah, saya diterima LPDP pada tahun 2018 untuk kemudian ikut Persiapan Keberangkatan (PK) pada tahun yang sama. Jadi ya cuma PK saja, daftar kampus belum, apalagi minta Tubel. Jadi, ketika sesudah PK, saya masih selow dulu sembari menggarap dokumen-dokumen untuk pengajuan Tubel.

Kebetulan sekali tenggat pengajuan Tubel di kantor itu sejalan dengan waktunya ujian masuk kampus. Jadi, saya tidak bisa tes di kampus dulu dan menggunakan hasilnya untuk pengajuan Tubel. Prosesnya terpaksa paralel.

Nah, untuk kepentingan pengajuan Tubel, saya lantas menggunakan fakta bahwa saya telah diterima LPDP. Secara umum hal ini akan cenderung mempermudah kelolosan proses persetujuan Tubel, karena setidak-tidaknya beban anggarannya tidak di kantor. Anggaran yang ada bisa dikasih ke pengaju lain.

Begitu pengajuan Tubel saya lakukan, saya kemudian belajar untuk ujian masuk se-edan-edannya. Lha, gimana, yang mau bayarin kuliah sudah ada, Tubel sedang diajukan, kalau kemudian kuliahnya nggak keterima ya bubar usaha yang dibangun setahun itu.

Sesudah lulus ujian masuk

Untunglah kemudian saya diterima di kampus yang sesuai dengan pengajuan awal saya di LPDP. Kalau tidak, tentu saja harus mengurus hal lain, pindah kampus, misalnya. Dan itu tentu saja saya kurang yakin punya cukup energi untuk urusan tersebut, termasuk juga mengubah lagi pengajuan Tubel yang sudah dibuat.

Sesudah diterima, maka saya bisa menyerahkan ke pengelola SDM di kantor sebagai pendukung bahwa saya minta Tubel itu posisinya sudah diterima kok. Letter of Acceptance (LoA) dari kampus juga saya bawa ke LPDP. Tapi…

…belum bisa minta duit.

Lho? Kok?

Untuk bisa dapat pendanaan LPDP, sebelum kuliah dimulai harus dipastikan bahwa yang sedang bekerja harus off. Yang swasta ya resign, yang PNS ya harus ada SK Tubel. Jadi, saya kudu submit SK Tubel ke LPDP kalau ingin dapat pencairan dan bisa kuliah.

Tapi…

Untuk bisa dapat SK Tubel itu, kantor saya juga butuh bukti bahwa LPDP tidak sekadar menerima saya tapi bersedia mendanai saya. Bagi yang pernah seleksi LPDP tentu tahu bahwa bukti lulus itu ya di website, bukan berupa piagam. Untuk keperluan urus-urus ini perlu ada yang namanya Letter of Guarantee (LoG) yang pada waktu tersebut juga harus saya kasih ke kampus sebagai jaminan pembiayaan dalam proses daftar ulang.

Ribet? Ya, lumayan.

Sederhananya adalah kampus butuh LoG. Saya belum bisa minta LoG ke LPDP karena belum ada SK Tubel. SK Tubel saya nggak bisa keluar karena harus ada LoG. Haiyaaaaaa….

pusing gif

Pada akhirnya, saya memakai mekanisme lawas, Letter of Sponsorship (LoS), untuk ke kantor. Sedangkan untuk ke kampusnya menggunakan pendaftaran kolektif yang dikoordinir teman satu PK yang sekarang jadi Lurah di kampus saya. Ibarat kata, ngasih tahu ke kampus bahwa nama-nama dalam lampiran ini sudah pasti dibayarin LPDP, kok, jadi nggak usah khawatir. Makanya kemudian saya bisa dapat Kartu Mahasiswa ketika proses registrasi ulang.

Kemudian perihal LoG dan SK Tubel bagaimana?

Itu tadi, ke kantor saya pakai LoS dan sembari menunggu SK yang pastinya lama karena yang tanda tangan adalah Eselon I, maka saya menggunakan pengumuman penerimaan Tubel yang merupakan hasil rapat dan ditandatangani Eselon I, sebelum kemudian SK Tubel-nya saya susulkan ke LPDP demi tertib administrasi.

Ngomong-ngomong, sebenarnya ada 1 keribetan lagi tapi tidak perlu saya uraikan. Hal itu adalah karena saya mengambil jurusan yang hanya ada kelas Khusus, sementara kebijakan umum LPDP tidak memperkenankan pembiayaan untuk kelas Khusus ini. Tapi ya karena memang dari awal jurusan itu ada di list dan kelas yang dibuka hanya Khusus, jadinya bisa dibiayai. Meski memang harus ada yang diurus. Bukan perkara umum, jadi tidak usah dijelaskan, yha.

Percayalah bahwa selain butuh kesabaran, butuh pula energi, dan butuh mindset yang baik dalam menghadapi kelindan urusan yang sebenarnya nggak jelas mana yang duluan dan mana yang belakangan ini. Syukurlah, pada akhirnya September kemarin saya akhirnya beneran bisa kuliah. Dan mohon doanya supaya saya bisa lulus tepat waktu karena kalau nggak tepat maka uang saya nggak cukup untuk bayar sendiri. Heuheu.

berdoa gif

Sekian pembahasannya, yha. Baca lebih lanjut tentang dokumen-dokumen LPDP di sini, termasuk tentang tips agar diterima LPDP di sini juga. Kamsia!

Serunya Main Bersama Anjing di Boogie Doggie Pet Cafe Kelapa Gading

boogie doggie pet cafe kelapa gading

Beberapa waktu yang lalu, Mama Isto jadi narasumber sebuah seminar yang diikuti oleh tenaga kesehatan. Dalam rangka support penuh dan berhubung juga saya tidak kuliah hari itu, maka kami menggunakan momen tersebut untuk staycation di sekitar Kelapa Gading, tempat seminar diadakan.

Seminarnya di Harris Kelapa Gading, sih. Akan tetapi, karena kami tetap harus mempertimbangkan masa depan keluarga, jadi menginapnya tidak di hotel itu. Selain karena saya bosan setahun bisa 3-4 kali menginap di situ untuk acara fullboard, faktor paling krusial adalah nggak ada uang. Jadi kami mlipir sedikit, yang penting masih di Kelapa Gading.

Seminarnya Jumat dan Sabtu, sehingga kami menginap dua malam di hotel yang kamarnya mungil sekali. Saya membawa Isto dari Serpong ke Kelapa Gading cukup dengan sekali naik bis dari Summarecon Mal Serpong ke Mal Kelapa Gading. Kebetulan, anaknya berhasil dibuat lelah hingga sepanjang perjalanan dari Summarecon Gading Serpong ke Summarecon Gading yang di Jakarta Utara bisa berjalan optimal.

Mal Kelapa Gading sudah lama dikenal sebagai mal hits anak Jakarta. Salah satu alternatif yang ciamik untuk nongkrong anti mainstream kiranya dapat ditemukan di MKG ini.

Boogie Doggie Pet Cafe

boogie doggie pet cafe

Namanya Boogie Doggie. Kalau menurut akun Instagramnya sih Boogie Doggie ini terdiri dari pet cafe, salon, spa, dan hotel. Semuanya untuk doggie, yha. Akan tetapi tulisan ini fokus pada bagaimana Isto menikmati permainan dengan anjing di pet cafe-nya.

Boggie Doggie Pet Cafe terletak di Gading Walk Mal Kelapa Gading. Menurut Media Indonesia, kafenya dibuka pada April 2019. Tempatnya tidak luas-luas banget, tapi cukup untuk bermain dengan anjing lucu.

Konsepnya adalah minimum order. Jadi, dengan transaksi sejumlah tertentu–yang saya kok ya lupa, mungkin karena Mama Isto yang bayar–kita dapat bermain dengan anjing selama 2 jam. Kebetulan, Isto tidak dihitung, jadi kami hanya bayar 2 pax saja.

Hal penting untuk diperhatikan adalah ruangannya indoor sehingga kalau memang hendak berkunjung ke kafe ini, pastikan kita bukan orang yang risih dengan bulu anjing termasuk kencingnya. Ya, namanya juga anjing, pipis kan tidak bisa diarahkan ke toilet. Jadi, di kafe ini anjing terbilang sering buang air kecil, meskipun ada juga sebagian yang dikasih popok. Cuma, tenang saja, beberapa petugas dengan sigap dan piawai mengelap pipisnya anjing sehingga kita lupa bahwa tadi ada anjing pipis. Untuk itu pula, barang-barang harus ditaruh di suatu keranjang. Supaya tidak jadi bahan permainan si anjing.

kafe anjing kelapa gading

Menurut Media Indonesia ditunjang pengamatan saya, setidaknya ada 15 anjing yang dilepas bebas pada satu sesi. Masih versi media yang sama, total ada 45 anjing dari berbagai ras mulai dari pug, samoyed, alaskan malamute, pomeranian, corgi, hingga golden retriever ada semua. Nah, jadi modelnya shift. Seekor anjing ada periodenya diedarkan di kafe dan jika sudah selesai, dia akan diangkut ke kandang kemudian digantikan dengan yang lain lagi.

Isto ini agak love-hate gitu sama anjing. Dia ngeh dan sering teriak-teriak bahwa anjing itu lucu. Tapi dia belum terlalu berani bercengkrama intim dengan anjing. Lumayanlah, sebagaimana dengan kucing kompleks, dia tidak takut sama sekali dengan dua binatang kaki empat itu. Jadi, lumayan enak buat orangtuanya mengajarkan afeksi pada makhluk hidup lainnya.

boogie doggie pet cafe

Karena dibiarkan lari-lari, jadi ketika kita sedang makan, bisa saja ada anjing ndusel-ndusel kaki kita. Jadi, disiapkan hatinya dan jangan langsung menendang ketika ada gangguan. Bahaya.

Plus, anak juga harus diajari untuk tidak terlalu gemas dengan anjing. Termasuk sampai menggendong dan membawa kemana-mana. Itu cukup Mbah Surip saja yang tak gendong kemana-mana. Untuk itulah pengawasan orangtua menjadi penting, bukannya makan seenaknya terus anak dibiarkan lari berkeliaran nggak karu-karuan.

boogie doggie kelapa gading

Kira-kira demikian saja. Beberapa foto Isto dalam post ini tentunya sudah memberi gambaran betapa menariknya main di Boogie Doggie Pet Cafe ini. Cukup direkomendasikan, terutama bagi yang tidak ada halangan atau alergi tertentu.

Guk.

cara memelihara anjing

3 Langkah Mendisiplinkan Anak

3 Langkah Mendisiplinkan Anak – Ini blog judulnya Bapak Millennial, tapi jarang ngepost tentang parenting. Ya, namanya juga pernah beberapa tahun di birokrasi dan lagi off, mentalitas birokratnya kentara. Jadi, kebanyakan janji, minim aksi. Heuheu. Nah, mumpung lagi off, saya mencoba menulis sedikit tentang parenting. Kali ini tentang langkah-langkah mendisiplinkan anak.

Ehm, tapi apakah Isto sudah cukup disiplin sampai saya berani-beraninya nulis begini? Heuheu, tentu saja belum. Ide utama posting ini saya ambil dari situsweb All Pro Dad, salah satu pijakan saya untuk jadi bapak-bapak pro. Tentunya ditambahkan kisah Isto supaya relate.

Kita sering melihat anak yang tampak ‘nakal’. Khusus bapak-bapak bermuka seram, dapat bonus lagi karena sering jadi antagonis nggak jelas dalam pernyataan, “eh, kamu nakal ya, nanti dimarahin Om itu, lho.”

Padahal Om-nya baik-baik saja. Kan afu, yak.

Isto sendiri tentu masih banyak bolongnya, lha bapaknya juga demikian. Akan tetapi, ada beberapa poin yang menurut saya positif dalam proses tumbuh kembangnya sampai saat itu terkait dengan kedisiplinan.

Berikan batasan dan konsekuensi yang jelas

Sejak dini, Isto selalu ditekankan soal batas-batas. Paling mudah memang bilang, “jangan…” akan tetapi bagi anak seusia dia berkata ‘jangan’ itu cenderung jadi berasa menyuruh, karena setiap benda yang disertai kata ‘jangan’ malah didekati sama dia.

Seorang anak tentu tidak tahu soal benar dan salah, kalau tidak diajari. Jadi, pertama-tama tentu urusan orangtua untuk mengajarinya. Dalam kasus Isto mungkin yang paling enak adalah soal listrik dan kamper di kamar mandi.

Ketika banyak orangtua ketakutan dengan colokan di bawah dan mudah diakses batita, maka saya sudah mulai tenang. Ketika Isto melihat colokan, dia hanya akan stop 1-2 langkah dari colokan, menunjuk colokan itu sembari berkata, “listrik…”

Lha ya gimana, awak tinggal di kontrakan, nggak punya daya upaya untuk mindahin colokan ke atas. Jadi pilihannya ya mengajari anak deh.

Kenapa bisa seperti itu? Ya tentu saja karena sejak dini sudah dikasih tahu bahwa listrik ini berbahaya jika dipegang olehnya. Sejak belum bisa jalan, bahkan. Memang terasa pekok ya ngajari bocah yang belum tahu hal sekompleks colokan listrik, tapi begitu sampai ke usia 1,5 tahun kok ya terasa faedahnya.

Sederhananya adalah ketika kita memang tidak bisa menahan kata ‘jangan’, maka tambahkanlah bahwa ketika ‘jangan’ itu dilanggar, akan ada sesuatu yang terjadi, sesuatu yang buruk pula. Tanamkan itu berulang-ulang.

Isto mungkin sudah berhasil di listrik dan kamper–kalau yang ini, kami menyebutnya ‘racun’, jadi Isto juga hanya akan berhenti dan bilang ‘racun… racun…’ kadang bahkan sambil nyanyi ala Changcutters. Tapi, ya, masih banyak aspek lain yang terus berusaha saya dan emaknya tanamkan.

Laksanakan konsekuensi, seperih apapun ini

Agak berbeda konteks dengan listrik dan kamper, sih, tapi ini lebih ke sikap. Misal, kemarin saya membelikan Isto batu taman sekarung. Begitu dapat, itu batu dia lempar-lempar. Saya langsung kebayang bahwa dengan kemiskinan yang melanda, kalau kena tivi bisa berabe. Maka, saya langsung menanamkan batasan dan konsekuensi bahwa jika dia melempar satu batu, Papa akan marah dan batunya akan dibuang.

Yha, batu sekarung, kalau dibuang 2 biji juga bisa ambil lagi di karung. Heuheu. Nanti kalau Isto sudah bisa baca postingan ini, semoga dia bisa paham trik pekok ini~

Benar saja, baru diingatkan, dia tetap lempar-lempar batu lagi. Maka, kemudian batu itu saya buang betulan ke tempat sampah. Oya, karena dia juga paham tentang tempat sampah jadi walaupun dia bisa buka tapi nggak menggapai jeroannya.

Ini mungkin perih, tapi dalam upaya pendisiplinan ketegasan itu penting. Ya kadang kasihan juga sih lihat anaknya nangis. Tapi akan lebih kasihan lagi jika di masa depan dia menjadi orang yang tidak paham konsekuensi.

Momen diskusi dan rekonsiliasi

Satu hal yang penting dari sesi bapak galak adalah diskusi sesudah momen itu. Saya kadang juga galak sama Isto, tapi kemudian pasti ada rekonsiliasi. Untuk usia 2,5 tahun wujudnya adalah pelukan. Senang lho dipeluk anak yang habis dimarahi karena bagaimanapun perasaan sebagai bapak juga nggak enak.

Nah, sembari momen itu saya berusaha melakukan diskusi dan muaranya adalah mengulang esensi dari peristiwa sampai pada titik ketika Isto bisa mengulang sendiri konsekuensi jika dia melanggar batas. Kalau perlu momen pengulangan itu diungkit sedikit ketika anak sedang sesi main bebas biasa. Sekadar untuk tahu apakah peristiwa itu masuk ke dalam ingatannya.

Tentu saja dibutuhkan orangtua yang nggak malas dan ini saya akui sulit. Sebagai kaum rebahan, memang lebih mending rebahan daripada mendidik anak. Tapi bagaimanapun anak adalah titipan yang harus dijaga sebaik-baiknya, plus diupayakan bermanfaat setidaknya untuk sesama. Agama dan negara urusan nanti, lah. Dan untuk itu, diperlukan komitmen orangtua untuk memberikan dasar-dasar yang baik, ketika orangtuanya sendiri mungkin dasarnya belum baik.

Namanya juga jadi orangtua, tidak semudah orang bertanya, “kapan isi?” Ya, kan?