65 Tips Lulus Tes CPNS

Berita besar hari-hari ini adalah pembukaan lowongan CPNS. Gawean besar setahun sekali yang melibatkan puluhan ribu warga negara Indonesia yang akan mengisi ribuan formasi Pegawai Negeri Sipil di berbagai tingkatan baik itu Kementerian, Lembaga, hingga Pemerintah Daerah. Menjadi isu ketika Pak Jokowi mau menetapkan efisiensi, sehingga boleh jadi bukaan massal ya tahun ini. Kita nggak tahu ke depannya bagaimana, kan? Cuma memang, dari sisi jumlah orang yang pensiun juga banyak. Setidaknya akan tetap ada bukaan CPNS dalam rangka menutup formasi yang pensiun itu. Hmmm.

CPNS2

Nah, dalam rangka membantu teman-teman sekalian yang pengen banget jadi abdi negara, maka berikut saya rangkum beberapa tips yang sudah terbukti dan sudah teruji oleh teman-teman saya sehingga mereka bisa lolos jadi Pegawai Negeri Sipil. Apa saja? Ini dia!

1. Pada saat pendaftaran, gunakan foto terbaru, bukan foto bayi, apalagi foto mantan

2. Oh, apalagi pakai foto pacarnya mantan yang lebih cakep dari kamu. It’s a big NO!

3. Selalu update pada informasi yang ada di situs resmi institusi yang diminati karena informasi sangat dinamis

4. Kalau diminta daftar online, daftarlah secara online, jangan datang ke institusi sambil bilang, “dulu Kakek Buyut saya dirjen disini”

5. Atau datang sambil bawa Om-Om pengangguran botak berkumis yang ngaku kenal sama Kepala Dinas. Basi, cuy!

Mbohae!

Advertisements

5 Tanda Ketika Cinta Diam-Diam Ketahuan

CintaDiamDiam

Ah! Salam galau dulu buat para pelaku cinta diam-diam, sebuah tataran mencintai yang paling indah, sekaligus paling pekok. Bentuk mencintai yang paling tulus, sekaligus paling absurd kayak OOM ALFA. Tahapan berharap yang paling sempurna, sekaligus paling pahit. Semacam membeli reksadana cuma untuk ketenangan hati, dan nggak mengharap return. Salam galau saya bukan saja buat pelaku cinta diam-diam yang masih jomblo loh ya. Juga termasuk kepada pelaku cinta diam-diam yang hatinya bukan pada pasangannya. Selamat menikmati!

Nah, soal cinta diam-diam ini memang bagian khas dari riak-riak dunia. Jatuh cinta itu adalah suatu kewajaran bagi anak manusia, bahkan bagi yang sudah punya pacar, sudah menikah, sudah beranak dua, sudah beristri tiga, hingga sudah bercucu empat belas. Masalahnya, kewajaran itu belum tentu ditindaklanjuti. Sebagian dari perasaan cinta itu tidak akan menjelma menjadi apapun. Perasaan cinta itu hanya akan terpendam saja, tidak kemana-mana. Perasaan cinta itu hanya menjadi kabar gembira bagi diri sendiri, berbeda dengan kulit manggis yang kini sudah ada ekstraknya.

Mbohae!

17 Tips Menjadi Komandan Upacara yang Baik

“Kepada Inspektur Upacara, hormaaaaaaaaaaaaaaaatttt graaakkkkk!!!”

sumber: presidenri.go.id

sumber: presidenri.go.id

Tampak keren, kan, kalau bisa ngomong gitu? Kalau dulu waktu saya SD, jabatan komandan alias pemimpin upacara itu hampir selalu dikasih ke ketua kelas, atau anak cowok yang dikasihi sesama cowok, ehm maksudnya anak cowok yang happening, tidak bandel dan kadang-kadang pintar. Sudah jelas bahwa saya nggak masuk kategori itu. Kalau di Istana Negara untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, posisis komandan upacara itu jelas sangat memiliki prestise. Pokoknya, kalau sudah jadi komandan di istana, jabatan bakal mentereng ke depannya. Nah, hal yang mungkin berkebalikan akan terjadi di institusi lainnya selain SD, istana negara, dan yang terkait pemerintahan. Posisi komandan upacara itu akan diberikan kepada:
1. anak yang nggak tega menolak
2. anak yang sudah menolak namun dipaksa
3. anak yang harus mau dan nggak boleh menolak
4. Oom Alfa
5. dan sejenisnya
Seperti waktu upacara di kantor saya yang lama. Kawan-kawan tidak ada yang berkenan menjadi komandan upacara. Jadilah yang muncul sebagai komandan upacara adalah satpam senior. Yah, begitulah.

Nah, buat orang-orang yang masuk kategori ketiban duren seperti saya sebutkan di atas, berikut ini saya sampaikan beberapa tips untuk menjadi komandan upacara yang sukses dan ksatria. Tips-tips ini mengacu kepada pengalaman pribadi dan tentu saja pengamatan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Dulu di kantor lama pernah juga jadi petugas upacara, soalnya.

Mbohae!

Tentang Baris Berbaris

SIAAAAAAPPPPP GRAAAAAKKKKKK!!!!

Hari ini bertepatan dengan Hari Pramuka dan entah kenapa semesta sedang hobi main-main bersama kenangan saya. Pekerjaan yang baru saya tekuni beberapa bulan ini memang mendekatkan diri saya lagi dengan upacara, dan tentu berkorelasi langsung dengan baris-berbaris. Ehm, terminologi baris-berbaris ini jangan digunakan pada logika jomblo-menjomblo ya. Nggak masuk soalnya.

Latihan beraroma baris-berbaris beberapa hari belakangan membuat saya melemparkan diri ke sebuah masa yang sudah cukup lama, 14 tahun silam. Sebagai gambaran, anak-anak yang lahir pada masa itu sekarang jadi murid Bapak saya di kelas 9. Pasangan yang menikah pada tahun itu pasti sedang bosan-bosannya menikah sekarang #ups. Luar biasa sekali waktu berjalan.

PhotoGrid_1408026033677

Tersebutlah sebuah lomba bernama LASP3 2000 yang kalau tidak salah memiliki kepanjangan Lomba Antar Satuan Penggalang Penegak Pandega. Maaf kalau keliru, waktu itu saya masih jomblo soalnya, jadi tidak terlalu mengenang. Lomba ini digelar oleh Polres Agam sehingga pesertanya tidak cuma dari Bukittinggi, tapi juga sampai Payakumbuh dan sekitarnya lagi.

Mbohae!

Anakku, Di Mana Kamu?

Saya orang yang percaya pada kebetulan semesta. Saya percaya pada aneka peristiwa bisa jadi merupakan pertanda untuk hal lainnya. Seperti saya kisahkan di buku saya, OOM ALFA, saya membaca soal penyelamatan diri terhadap gempa pada malam sebelum gempa Jogja 2006, pada saat seharusnya saya membaca tentang Farmakognosi Fitokimia. Entah berkorelasi atau tidak, tapi kemarin saya mengalami sebuah peristiwa yang begitu mirip dengan yang saya alami 10 tahun lalu. Sebuah kisah orangtua yang ‘kehilangan’ anaknya.

Memang, kisah ini bukan ‘hilang’ dalam konteks diculik atau sejenisnya. Sepuluh tahun silam, sudah ada handphone dan ‘hilang’ yang saya maksud berkorelasi tentang itu. Dua kisah ketika ada orangtua yang mencari anaknya karena anaknya tidak bisa dihubungi. Kisah 2004, orangtua menelepon anaknya tapi tidak diangkat. Kisah 2014, handphone sang anak mati dan orangtua bingung untuk menghubungi anaknya.

IMG_5220

Sepuluh tahun yang lalu saya sedang nongkrong galau di Lorong Cinta dalam rangka menunggu mantan calon gebetan selesai praktikum. Bukan pengen ngobrol atau apapun, cuma pengen melihat. Melihat sudah merupakan kegembiraan paling pilu dari pelaku cinta diam-diam. #tsahhh

Mbohae!

Selayang Pandang Pangan Olahan

Coba nonton Spongebob di TV lokal Indonesia, kemudian simak iklannya. Ya, iklan di Spongebob memang menjadi satu hal yang membedakan tayangan di TV lokal dengan di TV aslinya. Episode standar Spongebob itu 3 sesi, awal-tengah-akhir. Namun, demi iklan, bagian tengah itu dipotong. Spongebob episode asli di TV lokal itu cuma ada di Lativi. Siapapun yang tahu bahwa pernah ada TV lokal yang mengambil nama pemiliknya itu, mungkin usianya sudah cukup matang.

Oke, fokusnya bukan itu. Mari simak iklannya! Segala macam pangan ada, segala makanan dan minuman, dari yang beku sampai cair, dari yang langsung santap hingga yang perlu dimasak terlebih dahulu, dari mantan pertama sampai calon istri kedua. Semuanya berseliweran silih berganti–tidak hanya di tayangan Spongebob–di TV kita. Apalagi yang masih TV tanpa bayar. Ah, jangankan gitu, Emak saya saja yang pakai TV berbayar malah memilih nonton acara tentang terong-terongan. *if you know what i mean*

Padahal, kalau mau tahu, iklan di TV itu hanya segelintir dan benar-benar secuil dari seluruh pangan olahan pabrikan yang beredar di Indonesia. Hanya perusahaan-perusahaan dengan budget maksimal yang berani main di above the line, sisanya milih below the line. Bahkan kadang ada yang nggak pakai line-line-an segala. Nih, tinggal masuk ke website Badan POM di www.pom.go.id lalu masuk ke tab ‘Produk Teregistrasi’ profilnya langsung kelihatan.

1Itu baru 2014 saja loh. Bulan puasa aja baru lewat, 17 Agustus juga belum, tapi jumlah produk yang mendapat persetujuan sejumlah itu. Atau kalau mau lebih seru, cuma masukkan query ‘MD’ di pencarian. Saya menemukan angka 30.655 data hanya untuk MD saja! Kalau mengetik ML, maka yang nongol adalah 28.211 data! Hampir 60 ribu macam pangan yang beredar di Indonesia Raya ini. Sekilas info, MD itu kode nomor yang diberikan untuk pangan yang dihasilkan di dalam negeri (domestik), sedangkan ML itu pangan yang dihasilkan di luar negeri dan kemudian diimpor masuk ke Indonesia. Please note bahwa itu hanya yang terdaftar di Badan POM saja.

Memangnya ada yang lain? Selain OOM ALFA?

Hwaduh!

Tentang Membuang Sampah

Saya baru saja mengakhiri perjalanan yang biasa disebut mudik. Meski saya tidak berlebaran, tapi karena SKB 3 Menteri menitahkan untuk berlibur, maka saya lantas menjadi salah satu manusia yang terlibat dalam pergerakan massa bernama mudik lebaran. Well, sejatinya saya tidak terlalu suka untuk mudik di kala lebaran. Tentu saja bukan karena teror pertanyaan ‘kapan kawin?’ yang melanda kaum-muda-usia-matang-tapi-belum-kawin-kawin kayak saya, melainkan karena kampung halaman saya namanya Bukittinggi.

Bukittinggi adalah kota mini di deretan bukit barisan. Saya sebut mini karena dari rumah saya yang di pinggir kota sampai ke tengah kota itu paling cuma butuh 5-10 menit karena jaraknya paling cuma 4 km. Saking mininya, dalam durasi 30 menit, saya bisa putar-putar Bukittinggi hingga Kantor Pos sebanyak 4 kali, sudah melebihi talak cerai. Bukittinggi menahbiskan dirinya sebagai kota wisata dengan objek andalan bernama Ngarai Sianok, Panorama, Lubang Jepang, Jam Gadang, hingga yang terbaru Great Wall (atau mungkin bisa disebut tembok gadang kalau diterjemahkan secara bebas).

IMG_5199

Nah, kenapa saya malah malas pulang ke rumah ketika saya tahu bahwa kota kelahiran saya itu adalah kota tujuan wisata?

selengkapnya!