Cara Terbaik Mencintai Lambung

Halodoc

Cara Terbaik Mencintai Lambung – Sebagaimana seluruh bagian tubuh, lambung memiliki fungsi yang spesifik dan tiada tergantikan oleh bagian lain. Lambung sendiri berperan untuk menyimpan serta memecah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Mengingat peran penting itu, sudah tentu kesehatan lambung wajib dijaga.

Apabila tidak terjaga dengan baik, akan muncul sejumlah penyakit lambung yang tentu saja nggak enak. Kalau gatal, masih kelihatan dari luar. Proses sembuh atau tidaknya kelihatan. Kalau lambung? Cuma ada rasanya saja, bentuknya tidak terlihat.

Salah satu hal yang sering kita alami dalam kaitannya dengan lambung adalah naiknya asam lambung. Asam yang biasanya ada di lambung dapat naik dengan bebas ke kerongkongan untuk kemudian memicu rasa panas, nyeri dada, sampai kemudian mulut yang asam, mual, muntah, atau yang cukup kentara dan khas bapack-bapack 30-an: sendawa terus menerus~

Faktor Risiko dan Penyebab Penyakit Asam Lambung

Ada sejumlah hal yang menjadi faktor risiko dan penyebab dari penyakit asam lambung. Pada faktor-faktor risiko ini, ada kencenderungan otot pengunci tadi yang bernama lower esophageal sphincter (LES) melemah, yakni obesitas, usia lanjut, dan hamil. Ya, tiga kondisi ini memang khusus. Kalau usia lanjut, ya sebagaimana barang-barang sekalipun kalau organ tubuh dipakai terus-menerus tentu ada capeknya dan ada rusaknya. Kalau hamil, hal itu terkait kondisi tubuh yang memang berbeda dengan kondisi normal. Demikian pula pada obesitas, karena tanggung jawab dan beban hidup yang ditanggung oleh tubuh juga lebih besar.

Pada obesitas sudah tentu kaitannya merupakan faktor kelebihan berat badan. Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang tidak hanya ada pada orang-orang yang obesitas saja, yang kurus juga bisa. Pertama, konsumsi makanan berkadar lemak tinggi yang terlalu banyak. Kedua, konsumsi kopi, miras, maupun rokok dan cokelat yang terlalu banyak. Tentu saja ini merupakan peringatan bagi anak senja. Salah-salah jadinya bukan ‘kopi-senja-puisi-kenangan’ tapi malah jadi ‘kopi-senja-asam lambung’.

Kan ambyar, yha~

Sebenarnya, ada sejumlah pendekatan yang bisa dilakukan dalam menyiasati asam lambung, terutama pertama-tama sebelum mengonsumsi obat. Pendekatan paling utama tentu pengaturan pola makan.

Makan Tepat Waktu

Kalau teman-teman periksa ke dokter, berikut tenaga kesehatan yang menyertainya, nasehat ini klasik. Tapi ya dalam pengalaman saya sebagai apoteker KW, makan tepat waktu di fasilitas kesehatan itu agak merupakan nasehat untuk pasien saja karena yang menasehati suka terlambat makan juga~

Perhatikan Porsi

Salah satu yang sering dilupakan oleh orang-orang dalam makan adalah porsi. Waktu masih mahasiswa mungkin nggak masalah karena lambungnya masih remaja dan masih kuat. Akan tetapi, kalau dipaksa ya capek juga lambungnya. Apalagi kalau sudah punya penyakit lambung, ketika makan dalam porsi lebih banyak dari biasanya dapat memicu refluks lambung.

Jangan Banyak-Banyak Air Putih Saat Makan

Kebanyakan minum pas makan berpotensi mencairkan asam lambung. Dampaknya kemudian adalah makanan yang masuk jadi lebih sukar untuk dicerna. Lebih lanjut lagi, kalau kebanyakan minum itu sebenarnya hanya mendorong makanan ke dalam lambung padahal belum dilumat sempurna oleh gigi. Artinya, lambung jadi berbeban lebih berat karena mendapatkan makanan yang belum cukup hancur oleh gigi.

Kadangkala, asam lambung naik ketika kita tidak siap dengan persediaan obat. Beda dengan istri yang memang sedang on therapy, saya sendiri hanya kadang-kadang bermasalah dengan pencernaan. Ketika suatu kali kena, tentu butuh obat dan saya tentu tidak bisa main ambil obatnya istri.

Lambung

Pada kondisi tersebut kita dapat memanfaatkan Halodoc. Untuk penyakit lambung ada begitu banyak artikel yang tersedia. Kalau masih ada pertanyaan, bisa chat dokter dengan dokter berpengalaman dan terverifikasi sehingga kita bisa memperoleh penjelasan dan saran medis yang akurat dapat dapat dipercaya.

Lebih lanjut lagi, ketika memang butuh terapi, kita bisa beli obat melalui Halodoc. Pada pengalaman saya, penggunaan Halodoc bukan hanya untuk beli obat lambung, tapi sering juga untuk vitamin anak yang hanya ada di apotek tertentu sehingga nggak ada di apotek dekat rumah. Kalau pakai Halodoc tinggal ketik di aplikasi lalu pesan kemudian bayar, kita tinggal menanti produknya tiba di depan pintu.

Seru kan?

Manfaat Menggunakan Asuransi HP untuk Perlindungan yang Maksimal

Tidak bisa dipungkiri bahwasannya saat ini handphone pintar atau yang lebih dikenal dengan smartphone telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat luas. Handphone memang sudah tidak dianggap sebagai barang mahal lagi, tetapi  juga sebagai tempat menyimpan berbagai dokumen penting di dalamnya. Maka dari itu, asuransi HP sangat penting untuk dimiliki.

Asuransi Handphone AXA Mandiri
Sumber: Anserve.com

Manfaat Bergabung dengan Asuransi Handphone

Dengan adanya asuransi HP, berbagai resiko yang bisa menyangkut keamanan HP dan data penting di dalamnya bisa lebih terjamin. Inilah berbagai manfaat menggunakan asuransi HP selengkapnya.

1. Memulihkan Data Berharga di Handphone

Jika HP mengalami error dan data-data yang ada di dalamnya tidak bisa diakses dengan instant oleh pengguna, dalam hal ini jika HP tersebut diasuransikan, maka semua akan teratasi dengan mudah. Pihak perusahaan asuransi akan memberikan rekomendasi teknisi yang dapat memulihkan data tersebut serta menanggung biaya perbaikannya menurut syarat dan ketentuan perusahaan.

Jika memang nasabah memakai teknisi dari luar, maka hal tersebut diperbolehkan dan biaya pertanggungjawaban kerusakan akan tetap dicairkan mengikuti alur dan tahapan tertentu. Akan tetapi, proses ini lumayan lama jika dibandingkan melakukan perbaikan dengan teknisi yang telah disediakan oleh pihak perusahaan asuransi.

2. Melakukan Penghematan Uang

Manfaat berikutnya dengan mendaftar asuransi HP yakni nasabah akan lebih hemat dalam hal mengeluarkan uang. Hal ini bisa terjadi karena asuransi bisa mengcover biaya kerusakan perangkat HP yang terkadang bisa mencapai nominal jutaan rupiah. Bayangkan saja, jika HP sering rusak, bisa dipastikan bahwa pengguna akan kewalahan untuk mengeluarkan biaya perbaikannya.

Oleh sebab itu, mendaftar asuransi HP sangatlah direkomendasikan. Dijamin keuangan akan tetap stabil dan aktivitas menggunakan HP pun akan tetap aman dan nyaman. Pilihlah asuransi yang tepat dan terpercaya yakni seperti halnya di AXA Mandiri yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun.

3. Melindungi Layar dan Motherboard Handphone

Komponen layar dan motherboard handphone adalah 2 komponen utama yang rawan terhadap kerusakan dan harganya juga sangat mahal. Untuk satu kali kerusakan, pengguna bisa menghabiskan uang jutaan rupiah. Oleh karena itu, jika mempunyai handphone mahal dan komponen perangkat keras di dalamnya juga terhitung mahal, lebih disarankan untuk mendaftarkan HP tersebut pada layanan asuransi HP.

Dengan begitu, jika ada permasalahan terhadap LCD dan motherboard, pengguna akan tenang karena semua biaya pelayanan akan dicover oleh pihak perusahaan asuransi selama nominalnya masih berada pada jumlah dana pertanggungjawaban maksimal. Mendaftar asuransi tidak akan pernah membuat nasabah rugi, tetapi hal itu akan mendatangkan kemanfaatan yang sangat banyak bagi mereka.

4. Mengganti Kehilangan Handphone

Jika HP nasabah hilang karena sebab pencurian atau jatuh di jalan, hal tersebut juga akan diganti menggunakan biaya yang dipertanggungjawabkan oleh asuransi HP yang dimiliki. Sistem penggantian ini adalah biaya yang diberikan akan sama dengan biaya pembelian baru HP yang hilang dan sudah terdaftar dalam asuransi tersebut.

Jika ingin membeli HP dengan tipe dan merk lain juga diizinkan. Akan tetapi, harganya maksimal harus sama dengan pembelian baru HP yang hilang. Jika nasabah memilih HP yang nominalnya melebihi biaya pertanggungjawaban asuransi maksimal, hal tersebut tidak akan dicover oleh biaya asuransi dan mereka wajib membayar secara pribadi biaya kelebihan tersebut.

Asuransi Handphone AXA Mandiri
Sumber: blog.tracfone.com

Itulah beberapa manfaat memiliki asuransi HP. Mengingat peran dan fungsi HP yang sudah semakin vital saat ini, asuransi untuk menjamin HP dari resiko kerusakan dan kehilangan sangat penting untuk dipertimbangkan. Anda bisa memilih asuransi HP dari AXA Mandiri yang terpercaya.

Selain karena produk asuransinya yang menyediakan layanan berkualitas, AXA Mandiri direkomendasikan karena bisa fleksibel. Fleksibilitas dalam hal perubahan polis dan pembayaran premi itulah yang nantinya akan memudahkan nasabah asuransi itu sendiri.

Tetap Produktif Dengan Meja Makan Minimalis dari iCreate.id

Tetap Produktif Dengan Meja Makan Minamlis dari iCreate.id – Sejak pindah ke rumah nyicil milik sendiri, ada perbedaan mendasar yang saya alami. Bukan apa-apa, pas masih di kontrakan dan sembari menanti KPR lolos plus renovasi interior, saya ‘terpaksa’ menggunakan kursi makan bayi yang dimodifikasi untuk bekerja dengan laptop. Benar-benar meja makan minimalis, lebih tepatnya meja makan bayi. Wkwk.

Sumber: Facebook Ariesadhar

Nah, di rumah yang baru, ada sedikit permasalahan baru juga. Kami pindah ke rumah yang ukurannya separo dari kontrakan sebelumnya. Jadi, kalau dulu saya bekerja menggunakan meja makan minimalis di ruang tamu dan Mama Isto bekerja di kamar belakang, maka di rumah baru pengaturan jadi berbeda.

Pertama, kamar kedua posisinya sempit sekali dan hanya bisa untuk menaruh meja setrikaan mini milik kami berikut meja belajarnya Isto. Mama Isto kemudian bekerja di singgasananya di kamar. Terus saya gimana?

Yha, saya pada akhirnya tetap di ruang yang tersisa dan merupakan persatuan ruang tamu, ruang keluarga, hingga dapur. Saya tentu tidak bisa punya meja kerja sendiri, kecuali rumah kami segede rumah di sinetron yang walaupun gede-gede tapi banyak konflik itu. Pada intinya, saya butuh meja makan minimalis.

Meja makan minimalis itu kemudian akan berfungsi ganda yakni benar-benar untuk makan, tetapi juga dapat saya gunakan untuk produktif bekerja terutama di kala Work From Home (WFH). Apalagi di semester terakhir ini, ketika saya benar-benar harus lulus kuliah karena kalau sampai nggak lulus, nggak akan ada yang mau membiayai semester kelima~

Esensi Meja Makan di Masyarakat

Bicara meja makan baik yang minimalis maupun yang lebih kompleks, kita dapat kembali ke sebuah penelitian jauh sebelum Indonesia maupun Korea Selatan merdeka. Penelitian itu berjudul Family Table Talk–An Area for Sociological Study, yang paper-nya ditulis oleh James H. S. Bossard pada tahun 1943.

Meja Makan Adalah Tempat Keluarga Berada Pada Kondisi Paling Bersahaja

Kita mungkin akan berdandan kalau mau pergi ke luar rumah. Atau bahkan sisiran jika hendak tampil webinar sekalipun. Kalau ada tamu juga biasanya kita berganti pakaian jadi agak sopan sedikit. Menurut penelitian tersebut, peristiwa makan bersama keluarga di meja makan sebenarnya adalah kondisi paling bersahaja suatu keluarga. Ketika nggak berpikir soal dandan, sisiran, dll. Tinggal berdoa, makan, lalu bercerita satu sama lain.

Meja Makan Adalah Tempat Interaksi Keluarga

Ketika berkumpul di meja makan, biasanya keluarga akan makan terlebih dahulu sebelum kemudian mengakhiri dengan bercerita satu sama lain. Menurut Pak Bossard, interaksi di meja makan itu ternyata merupakan hal penting dapat perkembangan kepribadian seseorang.

Meja Makan Adalah Tempat Untuk Mewariskan Budaya

Masih menurut Pak Bossard, ternyata makan bersama di meja makan merupakan kegiatan yang efektif untuk mewariskan budaya. Budaya itu tidak perlu jauh-jauh, sih. Tapi hal-hal sederhana semacam berdoa sebelum makan, makan dengan tangan atau sendok atau lengkap sendok dan garpu, serta hal-hal lainnya.

Transformasi di Meja Makan

Berdasarkan penelitian Inohe Tadashi di Jepang pada tahun 1993 yang berjudul Changes in Family Relations Reflected in the Dining Table From the Perspective of “The Family Theater Theory”, urusan meja makan ini mengalami transformasi dalam 3 bentuk.

Meimeizen

Dalam konsep ini, setiap makanan disajikan dalam tray terpisah. Setiap anggota keluarga menerima tray atau hakozen, yaitu kotak dengan ukuran 30x30x20 cm yang di dalamnya terdapat set lengkap perlengkapan makan untuk satu orang. Saat digunakan, kotak ini menjadi meja kecil.

Chabudai

Pada metode ini ada yang namanya handai dan shippokudai. Chabudai sendiri merupakan kelompok kecil meja makan yang ditempatkan pada tatami, sebagaimana kita lihat di kartun Sinchan atau Doraemon.

Gaya Barat

Nah, di Jepang sendiri pada tahun 1993 sudah terjadi pula pengaruh budaya barat sehingga muncul meja dan kursi. Sederhananya ya seperti yang ada di dunia pada umumnya sekarang ini.

Meja Makan Minimalis di iCreate.id

Alasan utama untuk menggunakan meja minimalis untuk saya tentu saja karena ruang yang tersedia juga minimal. Akan tetapi secara umum, estetika minimalis yang ada di ruang makan dapat menciptakan kesan luas dan juga bersih. Hal itu kemudian dapat dinikmati oleh keluarga yang turut serta makan berikut para tamu, kalau ada.

Meja Makan Minamalis Kayu

Di iCreate.id kita dapat menemukan sejumlah tipe meja makan yang sesuai dengan keperluan maupun ketersediaan ruang plus budget kita. Bagi yang doyan bahan kayu, terdapat Dresden Meja Makan Minimalis Kayu 4 Kursi Warna Putih Ukuran 120 cm. Produk ini menggunakan design Skandinavia yang cukup hits di kalangan rumah tangga muda zaman now. Sebagai meja makan, lapisan teratas dari Dresden dilapisi High Pressure Laminate (HPL). Jadi, lapisannya bukan material sheet. Meja makan minimalis ini menggunakan kaki dari kayu solid dan mampu menanggung beban hidup lebih dari 250 kilogram.

Dresden Meja Makan Minimalis Kayu (iCreate.id)

Untuk yang butuh ramai-ramai, tersedia Postdam Meja Makan Minimalis Kayu 4 Kursi. Sama-sama dilapisi HPL dengan ukuran sedikit lebih lebar daripada Dresden.

Postdam Meja Makan Minimalis Kayu (iCreate.id)

Selain Dresden, ada produk lain yang menggunakan nama kota lain di Jerman yaitu Hannover Meja Makan Kayu Minimalis. Meja makan ini terbuat dari solid beech wood dan MDF dengan ukuran 80×80 cm jadi cukup ringkas dan sangat tepat untuk kondisi seperti rumah saya. Nah, kalau versi bulat dari Hannover ada juga, namanya Heidelberg Dining Table.

Hannover Meja Makan Kayu Minimalis (iCreate.id)

Selain Heidelberg, ada juga Hamburg Meja Makan Bulat Kayu Ukuran 100 cm. Material kayu sendiri cenderung membuatnya lebih mudah dibersihkan dan harganya terbilang sangat murah kalau dibandingkan dengan Informa atau Ikea. Dengan ukuran yang sedikit lebih kecil, hadir Nurnberg yang sama-sama terbuat dari MDF dan solid beech wood. Ketebalan lapisan catnya kurang lebih 1,6 cm jadi lebih tahan goresan, ya namanya juga dipakai sehari-hari. Produk ini juga didukung oleh 4 bantalan kaki tahan aus yang mampu meredam kebisingan serta mencegah garukan di lantai, apalagi kalau pakai vinyil pasti terasa sekali.

Apabila ingin motif marmer, maka tersedia pula pilihan meja makan Munchen Bulat Motif Marmer dengan ukuran 110 cm. Daun mejanya menggunakan kayu MDF dengan finishing motif marmer yang mevvah. Lagi-lagi, cocok untuk pasangan muda yang lagi mesra-mesranya dan karena masih muda jadi rumahnya belum luas kayak rumah saya.

Meja Makan Minimalis Kaca

Tidak semua orang suka bahan kayu. Ada juga yang doyannya kaca. Dalam kedoyanan yang satu ini, di iCreate.id ada Hamburg Meja Makan Bulat Kaca Ukuran 100 cm. Dengan harga yang kurang lebih sama, meja makan bulat ini kurang lebih seperti Hamburg versi kaca. Kaca yang digunakan adalah tempered glass dengan kaki sama seperti Hamburg menggunakan powder coating leg. Tentunya kalau saya sendiri sedang tidak ingin punya meja kaca, soalnya lagi punya bocah yang sedang aktif-aktifnya (kalau lagi nggak mager).

Hamburg Meja Makan Bulat Kaca (iCreate.id)

Meja Makan Minimalis Extendable

Model ini sebenarnya paling cocok dengan rumah kecil karena penggunaannya sesuai kebutuhan ruangan. Salah satu yang ada di iCreate.id adalah Koln Meja Makan Minimalis Modern Putih Extendable dengan ukuran 160x90x76 cm. Nah, lebarnya dapat extend menjadi 200 cm sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kalau pas ada tamu ada keluarga lain menginap, bisa digunakan untuk 6 kursi.

Koln Meja Makan Minimalis Modern Putih Extendable (iCreate.id)

Selain Koln, ada pula Waldenburg Meja Makan Extendable Motif Marmer. Sesuai kategorinya, desainnya minimalis tapi kesan mewahnya tetap ada. Ukurannya kurang lebih sama dengan Koln. Jadi, nggak perlu lagi ada bangku tembak kalau sedang ada orang tua atau mertua berkunjung ke rumah.

Waldenburg Meja Makan Extendable Motif Marmer (iCreate.id)

Mengingat pandemi belum usai, walaupun kuliah saya harus sudah segera selesai, maka upaya untuk tetap produktif dari rumah menjadi sangat penting. Orang-orang seperti saya tentu tidak sedikit, toh kan aturan di Jakarta saja masih 50% ngantor dan 50% WFH kan? Artinya, yang butuh untuk tetap produktif saat bekerja di rumah dan butuh meja makan minimalis yang dapat berfungsi untuk makan, ngopi, hingga kerja juga ada banyak.

Bagi yang ingin menggunakan meja makan minimalis maupun furniture online lainnya dari iCreate.id tapi tipenya adalah harus-melihat-baru-percaya, showroom iCreate.id tersedia di The Icon Business Park BSD dan Mendrisio Gading Serpong yang buka setiap hari.

Yuk, mari tetap produktif bekerja, berkarya, dan lain sebagainya di rumah masing-masing bersama iCreate.id.

Digitalisasi BPJS Kesehatan Sebagai Potret Transformasi e-Government di Indonesia

Digitalisasi BPJS Kesehatan sesungguhnya merupakan topik menarik dalam perspektif administrasi publik pada umumnya dan e-Government pada khususnya. Alasan pertama tentu saja karena yang diurus adalah kesehatan, suatu sektor yang sangat krusial dalam kehidupan manusia. Alasan berikutnya, seluruh core business dari BPJS Kesehatan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi itu sendiri.

Oh, kita tentu tidak sedang membahas perkembangan teknologi kedokteran. Walaupun BPJS Kesehatan membiayai suatu tindakan medis, tapi ranahnya bukan itu. Kita juga tidak sedang membahas formularium obat yang proses penyusunannya melibatkan banyak pakar dari berbagai institusi.

Pembahasan kita adalah pada proses bisnis BPJS Kesehatan yang mengumpulkan uang, mengelolanya, dan menggunakannya ketika memang benar-benar dibutuhkan. Tampak sederhana, tapi tentu tidak sederhana ketika yang diurus adalah 221.471.196 peserta (data per 31 Januari 2021) dengan rincian sebagai berikut:

Boleh dibilang, BPJS Kesehatan menjadi contoh pelayanan publik dengan peserta terbanyak se-Indonesia Raya. Kalau dibandingkan dengan e-KTP, akte kelahiran, dan sejenisnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil di daerah, yang notabene adalah bawahannya Kepala Daerah. Bebannya banyak, tapi tetap masih ada pembagiannya.

Belum lagi, berbeda dengan layanan seperti e-KTP, sebagian publik yang dilayani BPJS adalah peserta yang membayar setiap bulan secara rutin. Ketika publik membayar atas sesuatu, maka publik akan lebih demanding. Dengan kata lain, publik yang dilayani BPJS Kesehatan itu akan cenderung lebih banyak komplainnya dibandingkan layanan publik lainnya. Di sisi lain, jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini punya dampak sosial yang luar biasa.

Hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa penduduk Indonesia pada September 2020 adalah 270,2 juta jiwa. Artinya, peserta BPJS Kesehatan jumlahnya sudah lebih dari 80% penduduk Indonesia dan semuanya itu diurus sendiri oleh BPJS Kesehatan.

Dengan beban kerja seberat itu, tanpa digitalisasi, sudah fix bakal ambyar. Kebayang dong jumlah kertas yang harus disiapkan dan dihabiskan untuk mengurusi pendaftaran, pembayaran iuran, hingga klaim dari 80% penduduk Indonesia jika layanan BPJS Kesehatan tidak didigitalisasi? Belum lagi pengelolaan iuran dari puluhan juta peserta mandiri yang tentu saja tidak terima apabila uang iuran itu tidak dikelola secara akuntabel.

6 Core Business BPJS Kesehatan

Seperti telah dijelaskan bahwa urusan BPJS Kesehatan itu banyak, tapi dalam tulisan ini mari kita fokus pada core business saja. Jadi, urusan pengadaan kertas buat operasional sehari-hari, dll tidak kita kulik.

Dari gambar di atas sebenarnya kembali terlihat urgensi digitalisasi. Sebab, harus ada data yang konsisten sejak layanan kepesertaan hingga pada pelayanan kesehatan yang dimaksud. Sehingga sejalan dengan yang pernah saya ceritakan sebelumnya saat periksa ginjal dengan dokter spesialis, datanya juga jelas perihal saya itu dirujuk dari fasilitas kesehatan mana, dengan gejala dan kebutuhan apa, di dokter spesialis mendapatkan treatment apa, dan lain-lain.

Ujung-ujungnya tentu agar saya sendiri bisa mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Di sisi lain, rumah sakit yang melayani juga mendapatkan imbal jasa yang pas dengan treatment yang diberikan. BPJS Kesehatan sendiri juga mengeluarkan dana pada jumlah yang tepat sesuai treatment yan saya terima.

Sejujurnya ini agak mirip PPIC, kalau diceritakan satu per satu terlihat gampang. Tapi begitu dimasukkan pada realitas bahwa yang diurus adalah ribuan produk, ya jadinya pusing juga.

e-Government

Sebelum lebih lanjut mendalami digitalisasi, mari kita bahas sejenak soal e-Government. Sederhananya, electronic government alias e-Government alias lagi e-Gov merupakan penggunaan teknologi informasi oleh institusi di pemerintahan yang mampu mengubah relasi dengan warga negara, dunia usaha, hingga bidang pemerintahan lainnya. Kurang lebih begitu kalau menurut World Bank.

Seperti perkembangan lain di bidang administrasi publik, tadinya e-Gov diimplementasikan di negara maju. Ketika di negara maju sudah cukup mapan, negara berkembang hingga negara miskin kemudian merasa butuh juga. Salah satu metode yang cukup sering digunakan untuk mendorong implementasi e-Gov adalah dengan ‘memaksa’ negara miskin dan berkembang untuk menerapkan e-Gov jika hendak menerima pinjaman maupun bantuan dari negara maju. Lewat metode ini, e-Gov kemudian berkembang.

Konsep e-Gov sendiri tidaklah sesederhana layanan publik via internet seperti kita mengurus paspor daring atau menggunakan layanan BPJS Kesehatan via aplikasi Mobile JKN sebagai wujud hubungan Government to Citizens (G2C). Walaupun memang layanan itulah yang dirasakan oleh publik secara langsung.

Pada saat yang sama, G2C itu juga berkelindan dengan Government to Government (G2G) dan Government to Business (G2B). Dalam hal layanan BPJS Kesehatan, G2B-nya antara lain pengadaan barang/jasa untuk operasional BPJS Kesehatan. Sedangkan G2G-nya adalah relasi antara Kementerian Keuangan atau Kementerian Kesehatan.

Kehadiran e-Gov ini berangkat dari perkembangan paradigma New Public Management (NPM) yang ‘swasta banget’ sehingga efisiensi, kecepatan, dan transparansi menjadi kunci. Tidak heran pula bahwa dalam implementasi e-Gov, banyak konsep-konsep yang berangkat dari penerapan pada perusahaan swasta seperti yang paling sederhana: Customer Relationship Management. Dulu-dulu kalau menerima layanan pemerintah, ya harus manut apapun masalahnya. Sekarang? Bahkan ada kanal pengaduan pelanggan segala!

Digitalisasi Sektor Kesehatan

Perkembangan e-Gov kemudian juga masuk ke sektor kesehatan. Sebagaimana pada bidang lain, tentu ada disrupsinya. Sekarang kalau kita ke RS, sudah jarang membawa resep sendiri ke bagian farmasi untuk ditebus. Pada umumnya dokter sudah mengisi di sistem, lalu pada saat yang sama bagian farmasi mendapat informasinya, lantas mempersiapkannya. Dampaknya buat kita sebagai publik? Tentu saja, pelayanan jadi lebih cepat! Sering terjadi kita selesai mengurusi pembayaran, pas mampir ke farmasi, obatnya sudah tersedia. Walaupun pada prosesnya tentu muncul kerentanan di sana-sini sebelum akhirnya adaptasi terjadi.

Van Velthoven dari University of Oxford menyebut digitalisasi telah mengubah masyarakat secara revolusioner yang bahkan tidak pernah terbayangkan 1 abad silam, dengan mampu menyasar isu-isu lama seperti mutu layanan hingga biaya. Kotarba dari Warsaw University of Technology mengidentifikasi lima dimensi penting dalam digitalisasi yakni ekonomi, masyarakat, industri, enterprise, dan klien. Adapun e-Gov sendiri hadir sebagai elemen dari dimensi masyarakat. Aspek ini adalah yang utama dan paling mudah dinilai publik, sementara institusi pemerintah termasuk BPJS Kesehatan tetap harus sibuk mengembangkan 4 dimensi lainnya. Lagi-lagi, ujungnya sebenarnya adalah agar publik menerima layanan yang lebih baik dan kalau bisa malah terbaik sekalian.

Pada awal BPJS Kesehatan hadir, cukup banyak proses yang menuntut masyarakat mengurus segala sesuatu secara manual. Tidak usah jauh-jauh, ketika saya mengurusi tambahan kartu pada tahun 2018 untuk anak, ya tetap harus izin dari kantor dan mengantri ke kantor BPJS yang paling dekat dengan kantor. Model pelayanan seperti ini yang harus ditekan seminimal mungkin meskipun tentu tidak pula harus dihilangkan.

Dalam prosesnya, saya melihat dan mengalami sendiri betapa digitalisasi BPJS Kesehatan terasa langsung di gawai. Paling gampangnya adalah saya bisa melihat diagnosis dokter ketika memeriksakan diri menggunakan BPJS untuk kejadian yang bahkan sudah lewat 3 tahun. Hal ini mungkin tampak sepele, tapi dalam dunia kesehatan, riwayat tersebut sangatlah penting. Tidak selengkap rekam medis di fasilitas kesehatan tentu saja, tapi sudah cukup membantu peserta.

Transformasi Digital BPJS Kesehatan

Nah, perkembangan e-Gov tadi semakin didorong cenderung dipaksa oleh kehadiran pandemi COVID-19. Bagaimana tidak, wong kita diminta untuk sebisa mungkin di rumah saja, padahal banyak urusan yang harus jalan terus. Hampir semua instansi pemerintah bergerak lebih kencang karena didorong oleh kondisi tersebut, termasuk tentu saja BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan sendiri kalau menurut saya sudah cukup ciamik e-Gov-nya dari dulu, seperti misalnya sudah bisa pindah faskes hanya pakai aplikasi dan tidak perlu ke kantor. Termasuk juga tidak perlu bawa kartu kemana-mana, cukup pakai aplikasi. Di era pandemi ini, BPJS Kesehatan juga mendorong peserta JKN-KIS untuk menggunakan layanan digital. Selain Mobile JKN yang tadi sudah saya kisahkan, ada juga BPJS Kesehatan Care Center 1500400, masih ada pula Chat Assitant JKN atau CHIKA, Voice Interactive JKN atau VIKA, sampai dengan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp atau PANDAWA.

Pilihan-pilihan tersebut sangat penting untuk disediakan oleh BPJS Kesehatan. Data Digital 2020 menyebut bahwa penetrasi internet di Indonesia ada di angka 64% dengan rata-rata waktu yang dihabiskan dalam sehari untuk menggunakan internet di gawai masing-masing mencapai 4 jam dan 46 menit! Alternatif-alternatif layanan yang sejalan dengan karakteristik masyarakat menjadi penting dalam upaya meningkatkan engagement dengan publik yang merupakan peserta BPJS Kesehatan. Ambil contoh PANDAWA, kehadiran layanan itu sangat masuk akal ketika disandingkan dengan data Digital 2020 bahwa 84% pengguna media sosial di Indonesia memakai WhatsApp. CHIKA dan VIKA bahkan sudah berteknologi artificial intelligence (AI) sehingga semakin relevan pula dengan perkembangan zaman.

Digitalisasi di BPJS Kesehatan juga menjadi jawaban dari sejumlah permasalahan yang dalam beberapa tahun terakhir diidentifikasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Pada Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK RI Semester I Tahun 2020 disebutkan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian seperti optimalisasi pemutakhiran dan validasi kepesertaan maupun pentingnya verifikasi klaim layanan yang didukung sistem pelayanan dan sistem kepesertaan yang terintegrasi dengan andal.

Pada akhirnya harus dipahami bahwa #DigitalisasiBPJSKesehatan bukanlah pekerjaan sekali jadi, melainkan senantiasa berkesinambungan. BPJS Kesehatan sendiri pada akhirnya harus juga dapat agile guna bisa beradaptasi dengan baik pada transformasi yang dibutuhkan sejalan dengan perkembangan dunia kesehatan hingga ekspektasi dari masyarakat sebagai peserta, terutama dalam elemen kecepatan dan ketepatan pelayanan.

Ketika pelayanan tepat dan cepat, maka peserta senang, fasilitas kesehatan juga senang, termasuk BPJS Kesehatan pun turut senang. Menyenangkan sekali, bukan?