Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS

Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS [ariesadhar.com] – Lagi libur kuliah, saya butuh inspirasi. Akan tetapi, saya juga lagi kere. Saya butuh inspirasi itu padahal buat bisa nulis opini, sehingga kalau tulisan dimuat, saya bisa dapat sedikit uang supaya tidak kere. Lah, bagaimana saya bisa mencari inspirasi kalau saya lagi kere? Pada akhirnya kepikiran bahwa saya harus jalan-jalan sembari kuliner murah dan biasanya yang murah itu adalah di daerah kampus. Yiha!

Saya kemudian merambah daerah kampus yang berada di tengah pemukiman padat penduduk di Jakarta Barat. Kampus anak tajir, tapi setajir-tajirnya mahasiswa, tentu masih lebih tajir bapaknya. Walhasil, kuliner di sekitar kampus ini harganya ya nggak mahal-mahal amat. Masih bisa buat pegawai kere yang lagi libur kuliah berhenti sejenak mencari inspirasi.

Perhentian saya adalah sebuah warung makan kecil di dalam gang. Warungnya betul-betul hanya selebar kamar kosan karena sebenarnya di bagian atas juga kos-kosan. Sesudah pesan dan kemudian membayar, saya kok mendapati bahwa warung ini menggunakan mesin EDC Gopay yang unik.

mesin EDC Gopay
Mesin EDC Gopay yang tyda lelah bekerja~

Kelar dari warung itu, saya mlipir lagi ke tempat lain kali ini mau beli buah buat anak saya. Kere-kere begini, saya kalau buat anak mah pasti kasih yang terbaik. Khas sikap orangtua lainnya, tentu saja. Eh, di tempat jual buah pun ada mesin EDC yang sama. Saya lantas jadi kepo dong pada cara menggunakan mesin EDC ini.

Mbak, bayar~~

Tentang Mesin EDC Gopay SPOTS

SPOTS adalah aplikasi kasir daring alias online yang menggunakan sistem Point of Sales (POS). Sekilas pandang tentu saja mirip dengan mesin EDC dari bank sebagaimana biasa tersedia di berbagai tempat usaha zaman now, ya karena memang SPOTS juga sering disebut sebagai mesin EDC Gopay karena memang powered by Gojek. Iya, aplikasi karya anak bangsa itu juga sampai pada segmen mesin kasir guna mendukung Gopay yang memang sekarang sudah menjadi semacam pos wajib pengeluaran rumah tangga yang merindu cashback.

Menerima Berbagai Pembayaran Dengan Mudah Melalui All in One Device

SPOTS yang sudah digunakan pada lebih dari 15 ribu outlet di seluruh Indonesia ini punya banyak fungsi. Mesin ini bisa mencatat transaksi, ya namanya juga mesin kasir. Selain itu, SPOTS juga dapat melakukan cetak resi tanpa melalui printer eksternal lagi. SPOTS sebagai mesin EDC juga dapat menerima pesanan Gofood. Dan yang paling penting bagi pengusaha adalah SPOTS dapat membuat laporan harian.

Selain melayani Gopay, SPOTS juga mendukung pembayaran menggunakan mesin EDC dengan kartu debit, serta sebentar lagi kartu kredit. Boleh dibilang, SPOTS adalah perangkat pertama yang dapat mengakomodasi 3 jenis pembayaran itu dalam 1 perangkat.

Mesin EDC Gopay
Transaksi pakai BCA yang semakin sedikit isinya~

Jodohnya Gofood dan Gopay, Pesanan dan Pembayaran Jadi Lebih Cepat

Terutama untuk pengusaha makanan dan minuman, SPOTS dapat disebut sebagai jodohnya Gofood. Kenapa?

Melalui mesin EDC Gopay ini, pengusaha bisa mengisi menu dengan manual atau juga cukup impor dari Gofood sekaligus mengatur jumlah porsi, harga per menu berikut fotonya, serta juga kategori menu sesuai kebutuhan. Selain itu, dengan adanya SPOTS, partner Gofood dapat langsung mendapatkan notifikasi real-time apabila ada orderan.

Mesin EDC Gopay
Pastikan Gopay anda ada saldonya….

Makanya ketika saya lagi nongkrong agak kaget ketika driver Gojek datang dan dia hanya menunggu sebentar karena pesanannya sudah disiapkan dari tadi. Ternyata, pesanan langsung otewe ke resto dan sudah bisa digarap sebelum driver sampai ke lokasi. Pesanan model begini juga aman karena sedari awal sudah dinotifikasi tidak mengenal cancel. Kisah tragis order fiktif yang mengorbankan driver jadi bisa hilang dari muka bumi.

Untuk pembayaran via Gopay di mesin EDC Gopay ini tidak lagi pakai scan cetakan, yang lumayan boros kertas itu. Di mesin SPOTS yang layarnya lebar akan muncul kode QR untuk di-scan oleh pembeli dan sesudah itu uangnya masuk ke akun Gopay pengusaha.

Tanpa Printer Tambahan

Di beberapa merchant yang pakai skema kasir online, kita sering menemukan adanya galat yang bikin lama pembayaran karena koneksi dengan printernya kadang putus. Kalau lagi sepi nggak apa-apa, kalau lagi antre dan lapar kan beda lagi. Nah, SPOTS yang layar sentuh ini sudah include printer sehingga tidak perlu beli printer lagi.

Cara Menggunakan Mesin EDC
Sudah langsung cetaque~

Monitor Pendapatan

Salah satu teman kuliah saya adalah pengusaha. Agak aneh sih ngapain pengusaha restoran kuliah kebijakan publik? Makanya ketika ditanya sama dosen, dia yang paling bikin dahi berkerut sendiri. Teman saya ini sering cerita bahwa pada zaman now pemilik usaha perlu mengandalkan aplikasi untuk memantau perkembangan omset dan transaksi demi transaksi demi meminimalkan kesalahan atau sesuatu yang sengaja diubuat salah.

Nah, SPOTS sebagai mesin EDC GoPay memungkinkan hal itu dengan pengiriman rekap transaksi via email setiap hari kepada pemilik usaha. Jadi, sang pemilik bisa rebahan sambil mengembangkan usaha lain lagi. Kalau sukses semua kebayang dong jumlah lapangan kerja yang bisa dibuka?

Untuk mendaftar SPOTS, cukup membayar Rp490.000,00 saja, sudah include perangkat kasir tanpa tablet atau printer lagi. Nah untuk biaya per hari hanya Rp4.900,00. Semoga semakin banyak UMKM yang semakin sejahtera, dapat mengakses kemudahan dari mesin ini, semakin mudah pula memantau keuangan sehingga lebih baik dalam berstrategi. Pada ujungnya dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas demi kesejahteraan bersama. Amin.

Info lebih lanjut dapat mengunjungi spots.co.id atau juga meluncur ke Instagram https://www.instagram.com/spots.id/.

Enduro, Oli Motor Terbaik Masa Kini dan Masa Depan dari Pertamina

Oli motor terbaik masa kini dan masa depan dari Pertamina – Oli motor terbaik merupakan kebutuhan kita semua. Sebagai commuter miskin, setiap hari saya mengendarai sepeda motor sejauh 10 kilometer dari rumah ke stasiun. Dari situ, saya naik KRL, dan tentu saja untuk menuju kantor saya kudu naik ojek online. Ojol sebagai salah satu gaya hidup masa kini tentu saja harus pakai oli motor terbaik.

Sebagaimana tertulis di buku saya yang nggak laku dan berjudul Oom Alfa itu, saya punya banyak pengalaman absurd dengan sepeda motor karena problem awal yang sangat sepele: oli motor. Maka sejak miskin ketika itu sampai sekarang tetap miskin, saya selalu memberikan yang terbaik untuk motor. Bagaimanapun, oli itu sangat penting. Selain itu bikin kinerja mesin lebih optimal, oli motor, termasuk oli motor matic, juga berperan dalam mengendalikan kotoran pada mesin, mengurangi gesekan, plus juga menjadi pendingin. Tidak heran kalau oli motor harus diganti secara rutin demi menjaga kualitas plus bikin umur mesin lebih panjang.

enduro-jagoannya-oli

Pentingnya mengetahui bahan penyusun oli motor

Dari penelusuran literatur diketahui bahwa berdasarkan penyusunnya, oli dapat dibedakan atas oli mineral, oli sintetis, serta oli semi-sintetis. Oli mineral dibuat dari penyulingan mineral terhadap minyak bumi sehingga cenderung lebih tahan pada penguapan. Akan tetapi, viskositas alias kekentalannya sebagai oli motor layaknya hubungan pacaran anak muda: muda berubah. Hal itu terjadi karena bahan ini tidak tahan cuaca ekstrim atau juga suhu tinggi.

Oli sintetis sejatinya dibuat dari minyak bumi juga, namun dengan pengolahan lanjutan untuk mendapatkan viskositas atau kekentalan oli yang stabil. Sifatnya bahannya kayak mahasiswa uzur, mudah menguap. Akan tetapi, pada saat yang sama, oli jenis ini lebih tahan cuaca ekstrim.

Sedangkan oli semi-sintetis adalah campuran kedua jenis oli sebelumnya. Oli motor model begini cenderung digunakan dalam motor yang performanya tinggi atau motor sport sekalian.

Oli motor terbaik dan cara memilihnya

Jutaan orang tidak menyadari bahwa memilih oli motor itu tidak sekadar datang ke bengkel dan bilang untuk ‘ganti oli, bang…’ karena abang di bengkel pasti nanya, “mau oli motor apa, Pak?”

Melalui tulisan ini, saya mau berbagi beberapa aspek kunci dalam memilih oli motor.

Pilih sesuai beban hidup

Tidak semua motor punya beban yang sama. Saya misalnya lebih sering naik motor sendiri karena istri dan anak naik taksi online. Kalau begini, bebannya paling hanya 80 kilogram. Sementara kalau ojek online, dengan rata-rata berat badan 60 kilogram plus 60 kilogram saja, sudah satu kuintal lebih sekali jalan. Beda beban, beda perlakuan dong.

Dalam memilih oli motor terbaik dan berkaitan dengan beban maka kita kudu melihat nilai API, suatu kode keras perihal spesifikasi oli versi American Petroleum Institute.

Nilai API yang nama lengkapnya adalah the API EOLCS (Engine Oil Licensing and Ceritification System) dikembangkan bersama oleh API dan pabrik mesin yang diwakili oleh Automobile Manufacturers Association (AAMA), the Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA), dan the Engine Manufacturers Association (EMA).

Untuk penggunaan sehari-hari, kita bisa pakai oli motor dengan kode API SA sampai dengan SE. Semakin tinggi huruf adalah pilihan yang semakin cocok dengan semakin beratnya beban. Per 1998 saja, kode oli motor ini sudah sampai SJ. Semakin tinggi, maka semakin bisa menggantikan, tapi tidak sebaliknya. Jadi, motor sehari-hari pakai SH atau SJ ya juga boleh. Setidaknya menurut David J. Margaroni.

Pilih Keenceran Yang Tepat

Kalau tadi API, maka sekarang adalah SAE alias the Society of Automotive Engineering (SAE). Ini bukan berarti sa ae lu, yha. Beda. Asli, beda.

Dengan kode SAE 15W-50, tingkat keenceran oli motor berarti berada pada angka 50 dan dapat digunakan hingga suhu minus 15 derajat Celcius. Bukan Kelvin, apalagi Kelvin Sanjaya. Halah.

Oli motor untuk kendaraan yang lebih banyak dipakai di dataran tinggi bersuhu dingin adalah oli dengan keenceran tinggi seperti SAE 10W-30 atau SAE 15W-50. Sebaliknya, jika di daerah hot seperti Kelapa Gading–karena ada kantornya Hotman Paris–oli yang dipakai adalah SAE 15W-40 hingga SAE 20W-40.

Selain tempat, usia juga menyesuaikan. Motor dengan usia lanjut alias lebih dari 100 ribu kilometer lebih cocok pakai oli motor terbaik yang encer.

Tepat Motor dan Tepat Kopling

Setidaknya ada tiga tipe motor yang populer sekarang yakni motor bebek, skuter matik, dan motor sport. Iya, tiga jenis ini butuh oli yang berbeda-beda. Bagaimanapun keperluan dapur besar di motor sport dengan dapur standar di bebek pasti beda dong, demikian pula dengan matic. Tidak salah jika oli motor matic juga berbeda dengan dua tipe motor lain.

Dari sisi kopling, ada tipe basah dan kering. Kalau basah, berarti koplingnya terendam oli sehingga tidak cepat aus, namun berpotensi bikin selip. Untuk tipe ini, oli motor terbaik jelas diperlukan. Jenis basah ini ada dalam diri motor sport dan motor bebek. Sedangkan, kopling kering ada di jenis motor matic.

Parameter yang dipakai di sini adalah JASO alias Japanese Automotive Standard Organization. Untuk kopling basah disarankan pakai JASO MA, sedangkan JASO MB diperuntukkan bagi motor dengan kopling kering alias matic itu tadi.

Kapan mengganti oli motor?

Tentu saja pada waktu yang tepat dan rutin. Sekali lagi, faktor beban kerja sangat penting. Ingat, ini motor bukan PNS. Kalau PNS baru lah beban kerja berlebih tapi dikata-katain saja cukup, untuk motor jangan. Langsung ganti oli pada jarak kurang lebih 2 ribu kilometer. Buat driver ojol, 2 ribu kilometer tentu bukan angka yang besar.

enduro-oli-andalan-semua

Terus apa dong pilihan oli motor terbaik dari Pertamina?

Enduro 4T Sport SAE 5W-30 merupakan oli sintetis yang diformulasi untuk memberikan akselerasi maksimum pada kinerja tinggi dari motor, tentu saja disertai proteksi yang prima. Termasuk API SL dan JASO MA2 sehingga cocok untuk kecepatan tinggi.

Enduro 4T Racing SAE 10W-40 juga berbasis oli sintetis dengan tambahan API SL yang selektif. Perlindungannya prima untuk melindungi piston bekerja keras di dapur mesin termasuk oksidasi yang baik dan stabilitas degradasi pada temperatur tinggi. Termasuk API SL/SJ dan JASO MA2 juga. Direkomendasikan untuk mesin 4-tak Honda, Suzuki, Kawasaki, maupun Yamaha, serta mesin-mesin lainnya yang dibuat di Tiongkok dan Korea.

enduro-oli-idola-kendaraan

Enduro 4T SAE 20W-50 berbasis mineral berkualitas tinggi disertai bahan tambahan selektif dan didesain untuk motor 4-tak. Level performanya pada API SJ dan JASO MA. Oli motor ini dapat menjaga mesin tetap bersih.

Enduro Matic SAE 10W-30 merupakan oli dengan viskositas rendah sehingga mudah tersirkulasi dan ujungnya adalah penggunaan bahan bakar yang lebih ekonomis. Enduro Matic SAE 10W-30 berada pada API SL dan JASO MB, serta memiliki keunggulan untuk menjaga mesin tetap bersih bahkan dari korosi.

Enduro Matic G SAE 20W-40 merupakan oli yang didesain menggunakan basis sintetis dengan tujuan pengendara di kota yang penuh dengan kepadatan sebagaimana kota-kota besar di Indonesia. Kekentalannya lebih tinggi sehingga dapat menjaga suhu mesin pada kondisi panas dalam kemacetan. Performa levelnya JASO MB dan API-nya SL.

Untuk mesin 2-tak, ada varian Enviro 2T SAE 20 berupa oli semi-sintetis kombinasi basis mineral dan poliisobutilena sintetis berikut bahaan tambah penunjang kinerja. Enviro 2T SAE 20 ini bebas asap sehingga berbeda dengan citra 2-tak zaman dulu. Saya bekas pengguna 2-tak soalnya.

Demikianlah pilihan oli terbaik masa kini dan masa depan dari Pertamina. Semoga kita kalau lagi di jalanan bisa aman sentosa dengan ikhtiar terbaik kepada mesin melalui oli motor terbaik yang bisa kita gunakan. Hati-hati di jalan, yha.

enduro-oli-motor-terbaik

[Review] Susi Susanti: Kebingungan Yang Tetap Bikin Terharu

Liburan Tipis-Tipis di Miniapolis AEON Mall BSD Bersama Traveloka Xperience (1)

Per 24 Oktober, film Susi Susanti akhirnya tayang di bioskop. Belum banyak bioskop yang menyediakan lapak, karena masih ada Maleficent yang cukup menyita tempat, plus Perempuan Tanah Jahanam yang ternyata lumayan juga. Di beberapa tempat, posisi film masih dipegang Ajari Aku Islam-nya Roger Danuarta. Di CGV FX Sudirman, Pacific Place, maupun Transmart Cempaka Putih juga belum tayang.

Ya semoga habis ini bertambah.

Film ini murni mengambil kisah Susy Susanti, sosok besar dalam dunia badminton Indonesia. Susy memegang peranan penting dalam kebangkitan badminton putri Indonesia pada masanya, sesuatu yang sampai sekarang masih belum kembali lagi.

Alurnya dibawakan urut ketika Susy masih kecil dan menang tanding badminton lawan cowok sampai berakhir ketika Susy hamil, setahun sesudah pernikahannya dengan Alan Budikusuma. Beda dengan biopik lain seperti Bohemian Rhapsody yang ada momen terbalik-baliknya.

Hasil gambar untuk bohemian rhapsody gif"

Sebagai sebuah film yang diambil dari kisah nyata dan melibatkan bahkan hingga Liang Chiu Sia asli dalam prosesnya, tentu tidak ada detail peristiwa yang begitu mengganggu. Yang agak aneh ada juga, sih. Nanti saya kisahkan.

Secara umum, sebagai Badminton Lovers, film ini cukup bikin terharu. Meski demikian, kiranya ada beberapa hal yang menjadi catatan saya.

Hasil gambar untuk susi susanti gif"

Pertama, film ini tampak bingung karena ada begitu banyak momen penting yang ingin diangkat. Dua diantaranya adalah final Sudirman 1989 dan final Olimpiade Barcelona 1992. Final Sudirman diangkat karena laga itu memang sangat dramatis dan jadi tonggak beralihnya Susy dari junior ke senior, melewati Sarwendah–seniornya. Sayangnya, final yang itu justru kebanting dengan final Olimpiade yang tampak jadi numpang lewat. Padahal di teaser, adegan Susy menangis di podium adalah yang diangkat.

Kebingungan juga terjadi karena Susy memang secara prestasi memuncak dari 1989 sampai menikah di 1997. Sementara, film ini ingin membawa konflik persoalan identitas Tionghoa sampai ke 1998 yang merupakan tahun terakhir Susy berkarir sebagai pemain. Jadi momen puncaknya tampak wagu karena di 1998 itu yang menang adalah Piala Thomas…

…yang sudah nggak ada Alan-nya, tapi di film masih ada. Itu ngapain Alan pakai baju atlet segala di Hong Kong padahal sudah era Marleve Mainaky?

Hasil gambar untuk weird gif"

Menurut saya, yang rasanya lebih cocok sebagai puncak adalah Piala Uber 1994 atau 1996. Tapi itu tentu tidak bisa ditempel dengan konflik 1998 jadinya. Masalahnya memang mengkombinasi perkara status WN Liang Chiu Sia dan Tong Sin Fu dengan SBKRI para atlet ke kerusuhan 1998 butuh effort lebih untuk kesempurnaan dan itu menjadi agak kurang di film ini.

Kedua, ada beberapa detail yang kurang pas terutama tentang karir Alan sesudah 1992. Ketika dia masih nongol di Hongkong pada 1998 malah jadi aneh karena di usia segitu Alan sudah tidak ikut timnas lagi. Tampaknya sutradara juga sadar makanya adegannya nggak yang banyak dan penting sekali.

Ada kebingungan untuk memasukkan Alan dalam kisah Susi padahal momen puncak keduanya memang berbeda. Alan cenderung berjaya dengan Olimpiade 1992 sebagai puncak, sedangkan Susi cenderung baru memulai. Ingat, Alan dan Susi itu berselisih 3 tahun. Dan pada waktu itu, usia 25 tahun untuk atlet cowok sudah bisa dibilang tua. Kita tahu di zaman now paling hanya ada Chou Tien Chen dan sekarang Shesar Hiren Rhustavito yang merangkak naik di usia 25 tahun.

Ketiga, salut kepada kru film dan kepada Laura Basuki yang di usianya pas syuting, 30 tahun mau 31, sukses memerankan Susy sejak usia belasan sampai 28 tahun! Cantik bener, sih, Mbak.

Hasil gambar untuk susi susanti film"

Keempat, ya soal teknik badminton para aktor dan atrisnya, sudahlah ya. Laura Basuki segitunya sudah langsung dilatih Liang Chiu Sia yang asli, lho. Tapi ya namanya keluwesan badminton itu butuh bertahun-tahun. Saya ingat sekali Pak Ipang, dosen saya, yang karir badmintonnya seangkatan Chandra Wijaya, itu saking luwesnya dengan badan yang sudah membesar tetap tangannya ajaib betul. Saya tanding dua lawan satu dengan beliau yang bahkan pakai raket anaknya, tetap kalah. Wagelaseh.

Kelima, film ini membuka luka lama para BL lawas tentang sosok Tong Sin Fu. Dengan segala yang sudah dia berikan ke Indonesia, status kewarganegaraannya tidak kunjung diperoleh dan akhirnya dia kembali ke Tiongkok untuk menelurkan, salah satunya, Lin Dan. Sementara Indonesia sesudah era Taufik Hidayat, mengalami kevakuman prestasi. Sekarang mulai tampak bibit unggul dalam diri Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, tapi ya mereka berdua masih belum konsisten. Mimpi para BL bahwa sektor tunggal putra kita seperti era 90-an dengan lebih dari 2 andalan yang saling bunuh di tiap kejuaraan pada era Pak Tong masih jauh panggang dari api.

Hasil gambar untuk tong sinfu"

Apapun, sebagai BL saya tetap terharu pada film ini. Saya menantikan sekali besok-besok ada film berjudul Dewa Hendra atau Tangan Petir Kevin. Tentunya setelah segala periode prestasi dilalui, yha.

Orang Jual Rumah di Tangerang Harga 300 Jutaan, Masih Ada?

Hunian Tangerang makin banyak diburu sebab lokasinya terbilang relatif dekat dengan Ibu Kota Jakarta yang bakal pindah itu. Toh, yang pindah kan mestinya para PNS duluan, masih ada 9 juta manusia lainnya yang kerja di Jakarta dan tinggal di kota-kota penyangga, termasuk Tangerang yang juga merupakan salah satu kota satelit yang menunjang keberadaan Ibu Kota. Tiada heran kalau banyak orang mencari rumah dijual di Tangerang sebagai solusi kebutuhan akan hunian.

Hal lain yang membuat rumah di Tangerang diburu tentu saja harganya yang terbilang masih murah dan tidak bikin vertigo sambil kayang seperti harga rumah Jakarta yang makin hari makin mirip mantan terindah datang tiba-tiba minta dinikahi alias tak masuk akal.

Dengan harga 300 jutaan saja, berikut ini ada beberapa perumahan Tangerang yang bisa dijadikan pilihan dalam mencari hunian yang tentu saja nyaman dan aman. Rumah dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas, bukan mimpi, lho! Continue reading

Yang Nikmat di Bandung, Martabak Nikmat Andir

martabak-nikmat-andir

Sewaktu menulis tentang Markobar–yang sejak masuk Mata Najwa, ramainya makin hore, tapi kemudian mulai disaingi oleh Sang Pisang, saya juga mengutip sedikit perihal sejarah martabak. Nah, dari sejarah yang saya kutip tampak korelasi dengan martabak di Bangka dan Bandung hingga muncul nama martabak San Fransisco.

Maka, ketika kebetulan lewat di daerah Buah Batu, saya dan pacar (iya, tulisan ini adalah draft ketika masih pacaran–sekarang anaknya sudah bisa manjat) mampir ke martabak San Fransisco yang bercampur dengan food court lain. Apa daya, si pacar yang lagi ulang tahun itu sedang nggak pengen martabak yang premium.

Mungkin dia tahu pacarnya hanyalah PNS kere, atau memang kebetulan sedang ingin kembali ke selera asal. Martabak nan sederhana, sebelum coklat premium menyerang. Ketika ditanya pisang keju dan di San Fransisco Buah Batu itu pisang keju nggak ada, maka tujuan berikutnya langsung ditetapkan. Menurut mbak pacar, martabak paling enak di Bandung itu adanya di Andir. Saya yang nggak tahu apa-apa tentang martabak di Bandung langsung melajukan sepeda motor disertai cubitan. Hedeh.

Berlokasi di Jalan Sudirman yang satu arah, menemukan martabak dengan nama lengkap Martabak Nikmat Andir ini bukan hal sulit. Letaknya di kiri jalan dengan papan nama terkini alias neon box yang cukup besar dan mencolok. Jalan satu arah ini cukup ramai dan cukup bikin pusing kalau parkir apalagi di malam minggu. Sepeda motor yang saya pakai digesar-geser sana sini demi kepentingan kapasitas parkir. Tenang saja, persaingan di martabak ini sehat. Yang naik motor dan naik mobil seimbang bin setara. Kaya dan kere sama-sama antre martabak. Maka, selain parameter ekonomi seperti saya jelaskan di posting tentang martabak 65A, martabak juga menjadi simbol kesetaraan. Luar biasa! Continue reading

Ketika Anak Kereta Naik MRT Jakarta

mrt-1

Saya adalah anker alias anak kereta, yang setiap hari berjibaku di padatnya KRL Jalur Serpong. Saya bahkan merasa tidak cukup kuat untuk melakoni Jalur Bogor sehingga untuk mengontrak rumahpun mlipir ke Tangsel alih-alih Depok apalagi Bogor.

Maka, ketika kemudian ada MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, saya tentu tertarik. Apalagi, dalam 2 kesempatan ke luar negeri, saya sangat mengagumi kelancaran MRT di Singapura dan Hong Kong.

Stasiun Hong Kong Central, misalnya, bagi saya adalah hub yang sangat luar biasa besar namun nggak bikin bingung nubitol kayak saya. Hawa-hawanya, peran itu akan dibawakan oleh Manggarai kalau di konteks Jabodetabek, tapi ya Manggarai kan bukan buat MRT.

Kesempatan untuk mencoba MRT Jakarta akhirnya datang juga melalui uji coba publik yang digelar oleh pihak MRT. Tanpa menunda, saya langsung memesan tiket uji coba pada menit-menit awal pendaftaran dibuka. Untunglah masih dapat.

Saya memilih untuk naik dari Bundaran HI, karena yang paling masuk akal kalau dari kantor dan kebetulan juga stasiun ujung, jadi pasti agak gede.

Kesan apa yang saya peroleh tentang MRT Jakarta?

Pertama, betul-betul mirip dengan yang ada di luar negeri! Mulai dari pintu masuk hingga pengaturan interior bahkan sampai signingnya begitu mirip dengan yang ada di HK atau SG. Lift hingga mesin isi ulang kartu juga sangat mirip atau bahkan sama. Jadi, nggak usah jauh-jauh ke HK atau SG kalau cuma pengen nyicip MRT. Sudah ada di jantung Jakarta.

mrt-jakarta-5

Kedua, stasiun bawah tanahnya memang dalam sekali. Menjadi wajar ketika pembangunannya butuh waktu kurang lebih 5 tahun ketika butuh bikin 2 tingkat bangunan di bawah jalanan protokol Jakarta. Segitunya sih masih biasa karena di jalur-jalur transit di HK atau SG bahkan jalur bawah tanahnya pun bisa bersilangan.

Ketiga, minim tempat sampah! Saya masuk ke stasiun dengan plastik es degan dan keluar lagi dengan plastik yang sama di kantong jaket. Ha, bahkan di toiletnya saja juga tidak ada tempat sampah. Menurut berita, hal ini disebabkan karena MRT hendak menciptakan budaya baru. Namun menurut saya, ya gimana ya, ada tempat sampah saja kita masih suka nyampah sembarangan. Apalagi nggak ada.

Keempat, stasiun layangnya versi modern jalur Cikini-Jakarta Kota. Di Jakarta sudah sejak lama ada stasiun layang, mulai dari Cikini, Gondangdia, Juanda, hingga Jayakarta. Nah, si MRT ini bedanya paling hanya di pagar pembatas ke jalur kereta, sesuatu yang memang tidak ada di KRL Jabodetabek.

mrt-jakarta-3

Toilet di Stasiun Dukuh Atas Pada Awal Uji Coba

Kelima, saya masih bingung siapa yang akan pakai MRT. Kecuali orang-orang yang beli apartemen di jalur MRT dan orang-orang sekitar Lebak Bulus, saya belum paham siapa yang akan naik MRT pada saat orang-orang tinggalnya di Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Hanya saja, karena MRT ini adalah proyeknya Pemprov juga, memang wajar ketika seluruh stasiunnya ada di tanah Jakarta.

mrt-2

MRT ketika bersilangan dengan TransJakarta Koridor 13

Jalur sekarang boleh dibilang menumpang koridor TransJakarta paling rapi, koridor 1. Sehingga wajar kalau anak TJ mulai curiga bahwa koridor 1 itu bakal dipangkas armadanya demi mendorong orang naik MRT. Kalaulah diperpanjang sampai Tangsel, entah di Pondok Cabe atau bahkan sampai Ciputat baru saya yakin sama faedah MRT ini. Lah, ini malah mau dibangun sampai Ancol.

Keenam, bagaimanapun MRT adalah kemajuan bagi bangsa ini, meskipun operasionalnya subsidi dan pembangunannya pakai pinjaman. Sekarang, bolehlah kita angkat kepala kala berhadapan dengan negeri seperti HK atau SG. Setidaknya, di ibukota, sudah ada transportasi masal yang cukup maju dan untuk itu kita perlu mendukung operasionalnya.

mrt-jakarta

Oh, satu lagi, yang ketujuh, jalur MRT ini punya interkoneksi ciamik di Dukuh Atas dengan TransJakarta langsung di pintu keluar, akses ke Stasiun KRL Sudirman yang sedang digarap sebagai pedestrian, hingga akses ke Stasiun Sudirman Baru alias BNI City yang merupakan akses ke Bandara. Singkat cerita, hidup di Sudirman, Thamrin hingga Bundaran Senayan dan Blok M akan semakin dimudahkan.

Kalau kamu kerja di Jakarta bagian lain seperti saya di Salemba, ya itu masalahmu dan MRT Jakarta bukanlah solusinya. Heuheuheu.

mrt-jakarta

Stasiun Dukuh Atas

Keliling Tanjung Pandan, Tempat-Tempat Ini Pasti Bikin Kamu Jatuh Hati

Beberapa tahun belakangan, kawasan Tanjung Pandan menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Selain Bali dan Lombok, Bangka Belitung juga memiliki pantai-pantai cantik dengan pemandangan luar biasa indahnya. Melihat matahari terbit atau terbenam, semua bisa kamu lakukan di sini.

Namun berbeda dengan destinasi wisata lain di Indonesia yang sudah lebih dulu maju, Tanjung Pandan belum dilengkapi dengan moda transportasi umum yang mumpuni. Dengan lokasi antar tujuan wisata yang bisa dibilang saling berjauhan, mencari info jasa rental mobil Tanjung Pandan jadi sebuah keharusan sebelum berangkat ke sana.

Setelah mendapat info rental mobil Tanjung Pandan, kamu bisa menentukan tempat wisata mana saja yang akan dituju di sana.

Danau Kaolin yang Memikat Hati

keliling-tanjung-pandan-1

sumber: berandunkebelitung.com

Secantik Kawah Putih di Bandung, Danau Kaolin di Tanjung Pandan ini juga memiliki air berwarna biru tosca yang sangat cantik dengan bebatuan berwarna putih di sekelilingnya. Namun karena bukan merupakan kawah dari pegunungan, maka tidak ada bau belerang yang menyengat di sini.

Danau cantik ini terbentuk akibat bekas lahan tambang kaolin atau yang juga dikenal dengan nama clay. Setelah tak lagi terpakai, cerukan-cerukan bekas tambang menampung air hujan dan ketika bercampur dengan kaolin, warnanya menjadi kebiruan.

Berlokasi di Perawas, jarak Danau Kaolin hanya sekitar 10 menit dari pusat kota Tanjung Pandan. Dan moda transportasi terbaik untuk menuju ke sini adalah dengan menyewa mobil.

Yang Tak Boleh Terlewat, Museum Kata Andrea Hirata

keliling-tanjung-pandan-2

sumber: pesona.travel

Museum literatur pertama di Indonesia ini adalah buah karya Andrea Hirata. Yang dengan buku dan film LASKAR PELANGI-nya telah membuat kawasan Bangka Belitung menjadi salah satu tujuan wisata utama di Indonesia.

Tentu nggak lengkap kalau ke Tanjung Pandan tapi tak mampir ke Museum Kata Andrea Hirata. Tak hanya memiliki koleksi literatur yang cukup banyak, tetapi juga punya banyak spot instagramable dengan warna-warni yang kekinian.

Lokasi Museum Kata berada di Jl Laskar Pelangi 10, Gantung. Sekitar 11 kilometer dari pusat kota Tanjung Pandan dan bisa ditempuh dengan menyewa mobil pribadi, taksi atau bus dengan waktu yang terbatas.

Cantiknya Pantai Tanjung Kelayang

keliling-tanjung-pandan-3

sumber:@rizky_313

Tidak jauh dari pusat kota Tanjung Pandan, ada Pantai Tanjung Kelayang yang cantik. Seperti kebanyakan pantai di Bangka Belitung, di sini kamu juga bakal menemukan batu-batu yang berada di sekitar bibir pantai dan membuat pemandangan jadi lebih indah.

Pantai Tanjung Kelayang juga menjadi pintu untuk menyeberang ke pulau-pulau kecil cantik yang berada di sekitar Tanjung Pandan.

Menyeberang Yuk, ke Pulau Leebong yang Mirip Maldives!

keliling-tanjung-pandan-4

sumber:MerahPutih/Pras

Tanjung Pandan sudah sangat cantik. Tapi kalau sedang liburan ke sana, nggak lengkap kalau tak mampir ke  Pulau Leebong yang mirip dengan Maldives. Di sini, kamu akan menemukan laut dengan warna hijau tosca yang memikat. Kamu juga bisa menginap di rumah-rumah pohon yang cantik dan nyaman.

Hanya ada satu cara untuk menuju ke Pulau Leebong. Yaitu dengan menyewa mobil dari Tanjung Pandan menuju Pelabuhan Tanjung Ru, kemudian lanjut dengan perahu ke Pulau Leebong.

Dengan jarak antar lokasi wisata yang cukup jauh, menyewa mobil adalah keharusan jika liburan ke Tanjung Pandan. Kini, semua bisa dilakukan secara online dengan mudah dan kamu tinggal duduk manis menuju tempat wisata yang diidamkan.

Liburan ke Tanjung Pandan yuk!

[FPL] Membongkar Kemenkeu FC, Most Valuable Teams Dunia Per 1 Januari 2019

authentic leather.png

Kalau pecinta FPL Indonesia melihat home pada dashboard FPL mereka, pasti akan bangga karena di deretan 5 besar Most Valuable Teams dunia ada 2 tim dengan nama sama yakni Kemenkeu FC. Per 1 Januari 2019, Kemenkeu FC ada di nomor 1 dan 4. Keduanya dipegang oleh 1 manager yang sama yakni Bima Arif (O BISA SAJA BEB).

Screenshot_1698

Besar kemungkinan bahwa Bima Arif (O BISA SAJA BEB) merupakan pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia, bisa PNS, bisa juga pramubakti. Lebih mengerucut lagi, kemungkinan itu semakin besar karena Kemenkeu FC tampil di Liga Bea Cukai RI yang membernya mencapai 515 orang! Jadi, dari angka ini, kemungkinan besar ada 500-an pegawai Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Bea Cukai yang menjadi manajer FPL! Sebuah angka yang sangat besar untuk sebuah liga, dan untuk sebuah Kementerian di Indonesia.

Image result for clap hand gif

Menariknya, tim Kemenkeu FC tampak memang dibangun hanya untuk menjadi tim dengan nilai tertinggi. Hingga pekan ke-21, tercatat tim Kemenkeu FC yang jadi nomor 1 di Most Valuable Teams dunia itu sudah melakukan 166 kali transfer! Alias lebih dari 8 kali transfer per GW, karena tim itu juga sudah pakai kartu bebasnya.

Demikian pula dengan overall rangking yang ada di posisi 5 jutaan serta posisi di Liga Bea Cukai RI yang juru kunci karena kebanyakan minus, tampak jelas bahwa tim ini betul-betul diset untuk bisa menjadi Most Valuable Teams, dan uniknya memakai nama Kemenkeu FC. Dengan demikian nama Kemenkeu secara umum bisa lebih mendunia. Ingat, FPL dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Satu yang juga unik, manajer tim ini tampak bertujuan bikin mumet lawan. Lihat saja formasinya:

Screenshot_1697

Menaruh 3 pemain yang sama-sama injury alias sudah merah DARI TIM YANG BAKAL SALING BERHADAPAN, bahkan sebagai kapten dan vice captain itu sepintas terlihat bodoh atau lupa password. Eh, kemudian kita melihat di bench-nya bahwa ada Eden Hazard, ada Harry Kane, dan ada Paul Pogba. Jadi, tim ini secara autosub pasti langsung berjaya. Ada kemungkinan, tim ini main di liga offline (pakai hitungan Excel) sebagaimana dimainkan oleh FPL Ngalor Ngidul, yang melihat capaian per pekan, tanpa peduli minusnya. Model seperti ini sangat memungkinkan adanya efek kejut bagi lawan-lawannya.

Tim Kemenkeu FC yang jadi numero uno itu sendiri baru eksis 2 musim, jelas lebih muda daripada para pemain FPL Ngalor Ngidul yang sudah 7 musim bermain FPL, namun siapa tahu bahwa manajer Kemenkeu FC ini sudah main sejak era Gordon Banks.

Image result for gordon banks

Ya, tho~

PNS main game seperti FPL jelas bukan kesalahan. Bagaimanapun PNS punya kehidupan. Lagipula main FPL tidak menghabiskan waktu seperti game online, kok. Hanya butuh klak-klik sedikit, sekali setiap pekan. Sisanya? Deg-degan.

Image result for shock gif

[Review] Milly dan Mamet: Sebuah Drama Keluarga

Mama Isto sudah berlibur dengan Isto ke rumah Eyang. Walhasil, bapaknya jadi bujang dadakan. Nah, bertepatan dengan malam kedua saya jadi bujang lokal, nongol film layak nonton yang memulai periode tayangnya. Nama lengkap film ini adalah “Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga)” dan merupakan spin off dari film legendaris Indonesia “Ada Apa Dengan Cinta”. Sederhananya kita sebut sebagai Milly dan Mamet saja, yha~

Image result for film milly dan mamet

Well, saya bisa katakan bahwa pilihan Mira Lesmana dan Riri Riza menyerahkan sosok Milly dan Mamet ke Ernest Prakasa adalah sebuah perjudian. Pertama-tama karena Ernest sendiri baru menggarap 3 film sebelumnya, meski sudah jadi pemain di banyak film. Tiga film Ernest-pun boleh dibilang ceritanya dekat dengan pribadi Ernest.

Pertama, Ngenest, yang jelas-jelas tokohnya ya Ernest. Kedua, Cek Toko Sebelah, yang tampaknya adalah pengalaman keluarga Ernest. Agak jauh sedikit ya Susah Sinyal, tapi itu juga menurut saya terlalu banyak komika yang main. Sebagai netizen yang selalu benar, saya kan memang hanya bisa berkomentar. Heuheu~

Image result for chinese man gif

Cerita diawali dengan latar tahun 2013 kala reuni SMA. Pada saat itu, Mamet (Dennis Adhiswara) bertemu kembali dengan Geng Cinta yang sudah kehilangan Alya. Momen reuni ini kemudian memberikan percikan momen kebersamaan antara Milly (Sissy Priscillia) dengan Mamet. Ada upaya recall dengan informasi yang kita ketahui pada AADC bahwa Mamet sebenarnya naksir Cinta.

Image result for mamet cinta

Penggemar AADC pasti nggak asing karena di AADC2 mereka dikisahkan sudah menikah, bahkan pada ending film yang reviewnya bisa dibaca disini, mereka malah sudah punya anak. Boleh dibilang, sebagian kecil awal film adalah prekuel AADC2, sedangkan sisanya bisa dibilan sekuel, meskipun diakui sebagai spin off. Continue reading

Cara Cepat Mengumpulkan Modal Investasi yang Bisa Kamu Coba Agar Bisa Cepat Mulai Menyimpan Dana

Cukup sering pastinya Kita mendengar orang-orang berkata bahwa mereka ingin berinvestasi, namun tidak punya modal. Sebenarnya hal ini merupakan hambatan secara psikologis, terutama bagi mereka yang belum pernah atau baru saja memutuskan untuk terjun ke dunia investasi terutama investasi online.

Padahal, orang sering kali menunda keputusannya untuk berinvestasi bukan karena hanya tentang modal investasi yang tidak ada, melainkan juga ketidaksiapan dana tersebut untuk dialokasikan. Meskipun modal investasi mungkin saat itu memang tidak ada karena masih ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi, di artikel ini, Kamu bisa mengetahui beberapa tips-tips investasi untuk mengumpulkan modal agar tujuan keuangan Anda bisa tercapai.

Sisihkan dan Manfaatkan Sisa Pendapatan

Cara pertama untuk mengumpulkan modal investasi adalah dengan memanfaatkan pendapatan yang Kamu punya dan sebelumnya sudah disisihkan. Biasanya, setelah menerima gaji atau pendapatan bulanan, hal apa yang pertama kali sekali harus Kamu penuhi? Urai dan penuhilah semua kebutuhan yang harus Kamu penuhi setiap bulannya dan selalulah sisihkan minimal 10% dari pendapatan yang Kamu dapatkan untuk diinvestasikan.

numbers money calculating calculation

Photo by Breakingpic on Pexels.com

Atau dengan cara lain, Kamu juga bisa menyisihkan terlebih dahulu 10% dari total pendapatan kemudian sisanya barulah Kamu gunakan untuk memenuhi segala kebutuhan. Bila memang keadaan ekonominya memungkinkan, tambahkan persentase pendapatan yang didapatkan untuk diinvestasikan sebesar 10% tersebut menjadi 20%, 30% dan sebagainya untuk diinvestasikan.

Ketika Kamu sudah mulai terbiasa untuk menyisihkan pendapatan Anda sebagai modal awal untuk investasi, Kamu pun bisa mulai untuk berinvestasi setiap bulan dan pada akhirnya bisa mencapai tujuan finansial yang telah Kamu buat.

Freelance atau Part Time

Pada zaman sekarang, buka hal awam lagi jika tuntutan untuk pekerja profesional di berbagai bidang sangat tinggi, terutama karena adanya peningkatan jumlah startup atau bisnis baru yang membutuhkan tenaga profesional dengan cara outsource. Apabila Kamu memiliki keahlian di bidang yang spesifik, misalnya desain grafis, manfaatkan keahlian Kamu untuk di jual bagi klien yang membutuhkan. Dari setiap proyek yang Kamu sepakati dan selesaikan bersama klien tersebut, biasanya akan diberikan fee yang ditawarkan sangat lumayan. Biasanya besaran fee tergantung pada keahlian yang Kamu punya dan kesepakatanmu dengan klien. Klien biasanya memilii budget tertentu bagi pekerjanya, Kamu bisa langsung menyetujui atau bernego dengan klien.

two person in formal attire doing shakehands

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Dari pendapatan tersebut, Kamu bisa menyisihkan sedikit atau jika bisa sebagian pendapatan itu sebagai modal investasi hingga tabungan atau bahkan bisa juga untuk memenuhi segala kebutuhanmu yang sebelumnya belum sempat terpenuhi.

Mulai Bisnis Sampingan

Mulailah bisnis sampingan atau menekuni bisnis yang sudah ada. Pada prosesnya, Kamu akan terus membutuhkan modal bisnis. Tapi, apabila bisnis yang Kamu miliki tersebut sudah berjalan dan secara konsisten mampu memberikankan pendapatan dengan nilai yang baik, Kamu bisa mulai untuk menyisihkan pendapatan tersebut untuk diinvestasikan. Sisihkan pula sedikit dari pendapatan tersebut sebagai modal usaha demi terus mengembangkan bisnismu.

Jual Barang yang Tak Terpakai

Serupa dengan mengumpulkan modal bisnis, apapun yang mungkin bisa dikonversi menjadi uang, kebanyakan orang akan lebih memilih untuk menjual barang yang sudah tidak terpakai agar bisa dikonversi dan digunakan sebagai modal bisnis. Sama dengan mengumpulkan modal investasi, Kamu juga bisa menjual barangmu yang sudah tidak terpakai kepada mereka yang berminat. Hasil penjualan itulah kemudian tentu saja bisa digunakan sebagai modal investasi.

Sewakan Ruangan di Rumahmu yang Memang Kosong

apartment chair clean contemporary

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jika Kamu memiliki sebuah rumah kosong, dari pada dibiarkan saja berdebu atau hanya dijadikan sebagai gudang, lebih baik ruangan kosong yang ada di rumah Kamu disewakan. Kamu bisa menjadikannya ruangan sewa untuk kamar menginap atau coworking space. Cara memasarkannya hanya dengan mempromosikannya lewat berbagai marketplace penyewaan kamar di internet. Dengan menyewakan ruangan kosong di rumahmu, bisa memberikan Kamu passive income, selain itu bisa pula menjadi metode untuk mengumpulkan modal investasi.

Teruslah Berhemat

Hitunglah berapa besar uang yang bisa Kamu hemat dalam waktu seminggu. Apa yang bisa Kamu hemat adalah pengeluaran demi pengeluaran yang mungkin tidak perlu Kamu keluarkan secara rutin, seperti nongkrong di kafe, nonton bioskop, makan di restoran yang mahal, dan sebagainya.

Coba Kamu hitung berapa rata-rata pengeluaran yang Kamu butuhkan setiap minggunya dan catat untuk keperluan apa saja pengeluaran tersebut dilakukan. Lalu Kamu bisa mengevaluasi catatan tersebut, kemudian mulailah berhemat dengan mengurangi pengeluaran untuk keperluan-keperluan yang tidak perlu Kamu keluarkan rutin.

Kemudian, manfaatkan hasil penghematan Kamu tersebut sebagai modal investasi. Itulah cara efektif untuk mengumpulkan modal investasi yang bisa Kamu terapkan di keseharianmu setiap minggunya.

Demikian informasi mengenai pengumpulan modal guna investasi, semoga bermanfaat.