Category Archives: Review

:)

Menjadi Guru Yang Belajar Dengan Gembira Bersama GuruInovatif.id

“Aku Mengajar Dengan Gembira”

Empat kata yang kalau disingkat menjadi AMDG ini adalah penutup satu dari sekian banyak tulisan guru saya di SMA Kolese De Britto, Bapak St Kartono. Bapak yang satu ini memang sudah menulis begitu banyak hal tentang menjadi guru sejak lama.

Buat saya, passion semacam ini bukan hal mudah. Sebab, semakin banyak hal ideal yang beliau tulis berarti tuntutan beliau untuk semakin ideal sesuai isi tulisan juga semakin besar. Nyatanya, sampai sekarang ya tetap saja muncul tulisan-tulisan bernas tentang ‘menjadi guru’ dan tetap pula segar untukdibaca terus-menerus.

Padahal lagi, sebagai anak guru saya cukup tahu bahwa mengajar itu tidak selalu dapat kondisi gembira. Apalagi di masa pandemi ini, ketika metode belajar diubah menjadi sedemikian drastis: dari tatap muka ke tatap layar.

Demikian kutipan pidato, yang lebih cocok dibilang surat terbuka, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim pada peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019. Faktanya memang demikian, guru berada dalam tuntutan untuk mencerdaskan bangsa, namun di sisi lain ada elemen-elemen administratif yang kadang lebih menghabiskanwaktu dan bahkan kata Mas Menteri pada surat yang sama: “tanpa manfaat yang jelas”.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen berikut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 menyebut 4 kompetensi dasar guru sebagai berikut:

Dalam rumusan lain, sejumlah literatur juga menyebut setidaknya ada 9 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yakni:

Banyak ya? Ya itu tadi, beban guru untuk ‘mencerdaskan bangsa’ sesuai amanat konstitusi memang sangat berat. Walau demikian, masalah yang berkelindan juga tidak kalah berat. Data Neraca Pendidikan Daerah, misalnya, memperlihatkan bahwa kompetensi guru di Indonesia belum merata. Sebagai gambaran, rata-rata terendahnya adalah 33.88 dan tertingginya 69.12. Artinya, yang terendah itu masih separo dari yang tertinggi. Jurangnya masih cukup jauh.

Sebaran Neraa Pendidikan Daerah, diolah dari data Kemendikbud. Tampak DIY menjadi provinsi dengan nilai rata-rata terbaik nasional.

“Masih mending Mama lho, bisa pakai komputer…”

Itu quote Mamak saya beberapa tahun silam ketika masih aktif jadi guru. Yha, memang harus dipahami bahwa walaupun soal TIK disebut sebagai elemen dari kompetensi, tidak semua guru juga melek TIK. Segitunya Mamak saya pun cukup bangga ketika beliau bisa menyelesaikan UKG di komputer. Saya juga pernah mendapati di era spreadsheet yang sambil kayangpun bisa menjumlahkan nilai tetap ada guru yang melakukan penjumlahan pakai kalkulator berbasis legernya.

Ya kalau merujuk data Digital Indonesia tahun demi tahun dari We Are Social dan Hootsuite sih memang terlihat. Pada tahun 2021, pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta alias masih 73,7 persen. Berarti ada sekitar 70 juta penduduk Indonesia yang belum menggunakan internet. Persentasenya memang 70 persen tapi kalau dikali penduduk Indonesia jatuhnya ya tetap banyak.

Walau demikian, kita tidak boleh menihilkan peran guru-guru senior. Terutama pada masa pandemi ini, sebagian guru senior berjuang keras untuk menyesuaikan diri dengan keadaan walapun sulit. Ya, sebagaimana saya yang mengaku bapak millennial inipun begitu buka TikTok juga bingung sama interface-nya.

Ada gap yang harus disesuaikan dan tidak semua orang bisa dengan cepat beradaptasi, apalagi yang sudah senior. Kunci utama dalam hal ini adalah niat dan keinginan untuk selalu belajar dan beradaptasi.

Platform Belajar Lengkap

Saya sendiri sekarang sedang kuliah S2 dan merasakan betul bedanya jadi mahasiswa tahun 2021 dan tahun 2009 ketika saya lulus profesi. Pembeda utamanya tentu di kekayaan ilmu melalui internet. Kalau dulu mau nyari referensi harus membuka buku satu per satu sampai ke indeks-indeksnya, sekarang tinggal ketik di portal yang isinya sudah jurnal dan e-book semua.

Hal itu adalah keunggulan masa kini yang harus dimanfaatkan, termasuk oleh para guru. Di Indonesia, telah hadir sebuah platform bagi para guru untuk belajar dan memperoleh sertifikasi guru yakni GuruInovatif.id. Jadi, terutama untuk para guru yang punya niat untuk belajar sudah ada platformnya dan tinggal dieksekusi niat tersebut menjadi kegiatan belajar seutuhnya.

GuruInovatif.id sendiri merupakan platform daring besutan HAFECS yang bertekad mendorong transformasi pendidikan di Indonesia melalui peningkatan kompetensi para guru dengan terukur dan terstruktur. Ada 4 bagian besar produk GuruInovatif.id sebagai berikut:

Online Certification menurut saya adalah produk menarik dari GuruInovatif.id. Bagaimanapun, sertifikat via daring ini sudah menjadi kelaziman. Dalam soal data science, misalnya, penyedianya sudah banyak sekali. Demikian pula pada bidang audit maupun manufaktur. Masa pandemi COVID-19 mampu menggusur keharusan untuk proses tatap muka di kelas menjadi webinar demi webinar yang bisa disimak sambil santai di rumah tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang selama ini menjadi momok. Demikian pula dengan biaya penyelenggaraan yang menjadi ringan karena biaya seperti sewa tempat, listrik, dll juga menjadi nihil.

Online Certification di GuruInovatif.id harganya ada di kisaran 65.000 untuk topik-topik seperti PCK IPA maupun PCK Matematika untuk 32 JP. Bahkan ada yang gratis seperti Pengembangan Profesionalisme Guru di Abad 21. Terutama pula untuk PNS maupun guru-guru swasta yang harus menjaga sertifikasinya masing-masing, pengembangan kompetensi ini tentu penting untuk mengamankan angka kredit. Dengan harga murah dan bahkan bisa sambil rebahan, angka kredit yang biasanya menjadi momok itu bisa diperoleh dengan lebih sederhana. Walaupun tentu saja harus diikuti dengan baik supaya sertifikatnya tidak sekadar penyelesaian tetapi juga kelulusan.

Tidak hanya Online Certification, GuruInovatif.id juga menyediakan sejumlah course yang secara luar biasa dapat dinikmati dengan FREE. Bagi guru lulusan baru mungkin course seperti ‘Cara Membuat Ujian Online Menggunakan Google Form’ adalah hal yang telah dipelajari sejak kuliah, akan tetapi bagi guru senior course semacam ini cukup relevan. Termasuk juga mengelola Google Drive untuk pekerjaan dan bahan ajar. Artinya, course yang disediakan cukup menyasar kebutuhan berbagai level guru yang memang ingin dan mau belajar. Disediakan dengan FREE pula.

Terdapat pula Mini Course yang juga FREE terkait topik-topik yang sangat relevan dengan kebutuhan guru, seperti ‘Pengembangan Kurikulum Inovatif dan Penerapan Asesmen Pembelajaran’ hingga ‘Aplikasi Pedagogical Context Knowledge’ untuk berbagai jenjang. Mini Course ini juga menyediakan sertifikasi guru untuk 16 JP.

Untuk ilmu-ilmu yang lebih singkat, GuruInovatif.id juga menghadirkan Live Webinar dengan sertifikat 4 JP. Berbagai produk ini dapat diperoleh dengan mendaftar di GuruInovatif.id yang mudah dan tentu saja gratis.

Pengalaman Mengikuti Productivity Course

Saya mau berbagi sedikit pengalaman dalam mengikuti salah satu pelatihan guru di GuruInovatif.id yakni ‘Menulis Tulisan Berbahasa Inggris Secara Benar Dengan Memanfaatkan Fitur Grammarly’. Kursus ini merupakan salah satu productivity course yang ilmunya bisa diperoleh dengan FREE.

Kursusnya singkat, tetapi cukup berfaedah pada saya yang bahkan sudah mengenal Grammarly beberapa lama. Ada fitur-fitur yang justru saya baru tahu setelah mengikuti kursus ini. Narasinya juga tidak terlalu cepat sehingga dapat diikuti dengan enak berikut ada tampilan layar sehingga kita bisa tahu bagian-bagian yang harus diklik untuk dapat menggunakan Grammarly dengan prima.

Bagi yang sering cari ilmu di YouTube, kontennya mungkin mirip dengan yang suka disediakan oleh Mas-Mas India. Akan tetapi, dengan tempo suara yang tepat dan menggunakan Bahasa Indonesia, tentunya lebih nyaman belajar di GuruInovatif.id ini.

Program Afiliasi

Jumlah guru di Indonesia lebih dari 2,5 juta. Jumlah yang cukup masif untuk berkembang bersama. Dengan program afiliasi, para guru yang telah bergabung dengan GuruInovatif.id dapat memperoleh penghasilan tambahan yang cukup mudah. Cukup dengan mengikuti kursus dengan biaya minimal Rp50.000,- sudah dapat join program afiliasi.

Keunggulannya? Ada komisi sampai dengan 20% jika ada teman guru lain yang mendaftar melalui afiliasi kita. Sederhananya ketika ada rekan yang mengambil Online Certification seharga Rp65.000,- dengan memasukkan kode referral kita maka akan ada komisi satuan Rp13.000,- yang masuk ke rekening. Lumayan sekali, bukan?

Guru yang Mengajar dan Belajar Dengan Gembira

Tadinya saya sering memandang bahwa sertifikasi itu sebatas kertas belaka. Nah, ketika kemudian saya diberi kesempatan untuk benar-benar sertifikasi, ternyata dampaknya memang besar. Selain sedikit beban karena punya sertifikat dan kalau ditampilkan kemana-mana malu jika tidak paham, ternyata secara diam-diam ilmunya masuk ke dalam pikiran dan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus untuk para guru, berbagai kursus yang diikuti, terutama Sertifikasi Guru di GuruInovatif.id, juga akan dapat membantu pada proses belajar-mengajar sehari-hari terutama pada masa pandemi ini.

Doa kita bersama tentu agar pandemi COVID-19 segera berlalu, vaksinasi sukses, fasilitas kesehatan kembali legaan sedikit, dan tentu saja kita dapat bersua lagi di ruang-ruang kelas bersama guru-guru yang mengajar dengan gembira karena sebelumnya guru belajar dengan gembira pula bersama GuruInovatif.id.

Ah, jadi rindu mereka~

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Sesi 2 GuruInovatif.id. Untuk mengikuti lomba, sila klik pada banner di atas~

Tetap Produktif Dengan Meja Makan Minimalis dari iCreate.id

Tetap Produktif Dengan Meja Makan Minamlis dari iCreate.id – Sejak pindah ke rumah nyicil milik sendiri, ada perbedaan mendasar yang saya alami. Bukan apa-apa, pas masih di kontrakan dan sembari menanti KPR lolos plus renovasi interior, saya ‘terpaksa’ menggunakan kursi makan bayi yang dimodifikasi untuk bekerja dengan laptop. Benar-benar meja makan minimalis, lebih tepatnya meja makan bayi. Wkwk.

Sumber: Facebook Ariesadhar

Nah, di rumah yang baru, ada sedikit permasalahan baru juga. Kami pindah ke rumah yang ukurannya separo dari kontrakan sebelumnya. Jadi, kalau dulu saya bekerja menggunakan meja makan minimalis di ruang tamu dan Mama Isto bekerja di kamar belakang, maka di rumah baru pengaturan jadi berbeda.

Pertama, kamar kedua posisinya sempit sekali dan hanya bisa untuk menaruh meja setrikaan mini milik kami berikut meja belajarnya Isto. Mama Isto kemudian bekerja di singgasananya di kamar. Terus saya gimana?

Yha, saya pada akhirnya tetap di ruang yang tersisa dan merupakan persatuan ruang tamu, ruang keluarga, hingga dapur. Saya tentu tidak bisa punya meja kerja sendiri, kecuali rumah kami segede rumah di sinetron yang walaupun gede-gede tapi banyak konflik itu. Pada intinya, saya butuh meja makan minimalis.

Meja makan minimalis itu kemudian akan berfungsi ganda yakni benar-benar untuk makan, tetapi juga dapat saya gunakan untuk produktif bekerja terutama di kala Work From Home (WFH). Apalagi di semester terakhir ini, ketika saya benar-benar harus lulus kuliah karena kalau sampai nggak lulus, nggak akan ada yang mau membiayai semester kelima~

Esensi Meja Makan di Masyarakat

Bicara meja makan baik yang minimalis maupun yang lebih kompleks, kita dapat kembali ke sebuah penelitian jauh sebelum Indonesia maupun Korea Selatan merdeka. Penelitian itu berjudul Family Table Talk–An Area for Sociological Study, yang paper-nya ditulis oleh James H. S. Bossard pada tahun 1943.

Meja Makan Adalah Tempat Keluarga Berada Pada Kondisi Paling Bersahaja

Kita mungkin akan berdandan kalau mau pergi ke luar rumah. Atau bahkan sisiran jika hendak tampil webinar sekalipun. Kalau ada tamu juga biasanya kita berganti pakaian jadi agak sopan sedikit. Menurut penelitian tersebut, peristiwa makan bersama keluarga di meja makan sebenarnya adalah kondisi paling bersahaja suatu keluarga. Ketika nggak berpikir soal dandan, sisiran, dll. Tinggal berdoa, makan, lalu bercerita satu sama lain.

Meja Makan Adalah Tempat Interaksi Keluarga

Ketika berkumpul di meja makan, biasanya keluarga akan makan terlebih dahulu sebelum kemudian mengakhiri dengan bercerita satu sama lain. Menurut Pak Bossard, interaksi di meja makan itu ternyata merupakan hal penting dapat perkembangan kepribadian seseorang.

Meja Makan Adalah Tempat Untuk Mewariskan Budaya

Masih menurut Pak Bossard, ternyata makan bersama di meja makan merupakan kegiatan yang efektif untuk mewariskan budaya. Budaya itu tidak perlu jauh-jauh, sih. Tapi hal-hal sederhana semacam berdoa sebelum makan, makan dengan tangan atau sendok atau lengkap sendok dan garpu, serta hal-hal lainnya.

Transformasi di Meja Makan

Berdasarkan penelitian Inohe Tadashi di Jepang pada tahun 1993 yang berjudul Changes in Family Relations Reflected in the Dining Table From the Perspective of “The Family Theater Theory”, urusan meja makan ini mengalami transformasi dalam 3 bentuk.

Meimeizen

Dalam konsep ini, setiap makanan disajikan dalam tray terpisah. Setiap anggota keluarga menerima tray atau hakozen, yaitu kotak dengan ukuran 30x30x20 cm yang di dalamnya terdapat set lengkap perlengkapan makan untuk satu orang. Saat digunakan, kotak ini menjadi meja kecil.

Chabudai

Pada metode ini ada yang namanya handai dan shippokudai. Chabudai sendiri merupakan kelompok kecil meja makan yang ditempatkan pada tatami, sebagaimana kita lihat di kartun Sinchan atau Doraemon.

Gaya Barat

Nah, di Jepang sendiri pada tahun 1993 sudah terjadi pula pengaruh budaya barat sehingga muncul meja dan kursi. Sederhananya ya seperti yang ada di dunia pada umumnya sekarang ini.

Meja Makan Minimalis di iCreate.id

Alasan utama untuk menggunakan meja minimalis untuk saya tentu saja karena ruang yang tersedia juga minimal. Akan tetapi secara umum, estetika minimalis yang ada di ruang makan dapat menciptakan kesan luas dan juga bersih. Hal itu kemudian dapat dinikmati oleh keluarga yang turut serta makan berikut para tamu, kalau ada.

Meja Makan Minamalis Kayu

Di iCreate.id kita dapat menemukan sejumlah tipe meja makan yang sesuai dengan keperluan maupun ketersediaan ruang plus budget kita. Bagi yang doyan bahan kayu, terdapat Dresden Meja Makan Minimalis Kayu 4 Kursi Warna Putih Ukuran 120 cm. Produk ini menggunakan design Skandinavia yang cukup hits di kalangan rumah tangga muda zaman now. Sebagai meja makan, lapisan teratas dari Dresden dilapisi High Pressure Laminate (HPL). Jadi, lapisannya bukan material sheet. Meja makan minimalis ini menggunakan kaki dari kayu solid dan mampu menanggung beban hidup lebih dari 250 kilogram.

Dresden Meja Makan Minimalis Kayu (iCreate.id)

Untuk yang butuh ramai-ramai, tersedia Postdam Meja Makan Minimalis Kayu 4 Kursi. Sama-sama dilapisi HPL dengan ukuran sedikit lebih lebar daripada Dresden.

Postdam Meja Makan Minimalis Kayu (iCreate.id)

Selain Dresden, ada produk lain yang menggunakan nama kota lain di Jerman yaitu Hannover Meja Makan Kayu Minimalis. Meja makan ini terbuat dari solid beech wood dan MDF dengan ukuran 80×80 cm jadi cukup ringkas dan sangat tepat untuk kondisi seperti rumah saya. Nah, kalau versi bulat dari Hannover ada juga, namanya Heidelberg Dining Table.

Hannover Meja Makan Kayu Minimalis (iCreate.id)

Selain Heidelberg, ada juga Hamburg Meja Makan Bulat Kayu Ukuran 100 cm. Material kayu sendiri cenderung membuatnya lebih mudah dibersihkan dan harganya terbilang sangat murah kalau dibandingkan dengan Informa atau Ikea. Dengan ukuran yang sedikit lebih kecil, hadir Nurnberg yang sama-sama terbuat dari MDF dan solid beech wood. Ketebalan lapisan catnya kurang lebih 1,6 cm jadi lebih tahan goresan, ya namanya juga dipakai sehari-hari. Produk ini juga didukung oleh 4 bantalan kaki tahan aus yang mampu meredam kebisingan serta mencegah garukan di lantai, apalagi kalau pakai vinyil pasti terasa sekali.

Apabila ingin motif marmer, maka tersedia pula pilihan meja makan Munchen Bulat Motif Marmer dengan ukuran 110 cm. Daun mejanya menggunakan kayu MDF dengan finishing motif marmer yang mevvah. Lagi-lagi, cocok untuk pasangan muda yang lagi mesra-mesranya dan karena masih muda jadi rumahnya belum luas kayak rumah saya.

Meja Makan Minimalis Kaca

Tidak semua orang suka bahan kayu. Ada juga yang doyannya kaca. Dalam kedoyanan yang satu ini, di iCreate.id ada Hamburg Meja Makan Bulat Kaca Ukuran 100 cm. Dengan harga yang kurang lebih sama, meja makan bulat ini kurang lebih seperti Hamburg versi kaca. Kaca yang digunakan adalah tempered glass dengan kaki sama seperti Hamburg menggunakan powder coating leg. Tentunya kalau saya sendiri sedang tidak ingin punya meja kaca, soalnya lagi punya bocah yang sedang aktif-aktifnya (kalau lagi nggak mager).

Hamburg Meja Makan Bulat Kaca (iCreate.id)

Meja Makan Minimalis Extendable

Model ini sebenarnya paling cocok dengan rumah kecil karena penggunaannya sesuai kebutuhan ruangan. Salah satu yang ada di iCreate.id adalah Koln Meja Makan Minimalis Modern Putih Extendable dengan ukuran 160x90x76 cm. Nah, lebarnya dapat extend menjadi 200 cm sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kalau pas ada tamu ada keluarga lain menginap, bisa digunakan untuk 6 kursi.

Koln Meja Makan Minimalis Modern Putih Extendable (iCreate.id)

Selain Koln, ada pula Waldenburg Meja Makan Extendable Motif Marmer. Sesuai kategorinya, desainnya minimalis tapi kesan mewahnya tetap ada. Ukurannya kurang lebih sama dengan Koln. Jadi, nggak perlu lagi ada bangku tembak kalau sedang ada orang tua atau mertua berkunjung ke rumah.

Waldenburg Meja Makan Extendable Motif Marmer (iCreate.id)

Mengingat pandemi belum usai, walaupun kuliah saya harus sudah segera selesai, maka upaya untuk tetap produktif dari rumah menjadi sangat penting. Orang-orang seperti saya tentu tidak sedikit, toh kan aturan di Jakarta saja masih 50% ngantor dan 50% WFH kan? Artinya, yang butuh untuk tetap produktif saat bekerja di rumah dan butuh meja makan minimalis yang dapat berfungsi untuk makan, ngopi, hingga kerja juga ada banyak.

Bagi yang ingin menggunakan meja makan minimalis maupun furniture online lainnya dari iCreate.id tapi tipenya adalah harus-melihat-baru-percaya, showroom iCreate.id tersedia di The Icon Business Park BSD dan Mendrisio Gading Serpong yang buka setiap hari.

Yuk, mari tetap produktif bekerja, berkarya, dan lain sebagainya di rumah masing-masing bersama iCreate.id.

Review Redmi 9C: Okesip Untuk Harga di Bawah 2 Juta

Alkisah, postingan yang ini berhasil menjadi juara 1. Dapat hadiah 3 juta. Dan sebagaimana sebagian dari hadiah postingan ini saya belikan handphone, maka demikian pula dengan hadiah yang paling aktual tersebut. Hehe. Bukan apa-apa, selain sebagai pengingat–berhubung boleh jadi saya nggak akan jadi juara 1 lagi di kemudian hari, juga karena saya punya kendala dengan gawai saya karena lemotnya minta ampun.

Sebagai gambaran, saya sangat sering gagal bertransaksi pada OVO. Sebab, dalam waktu 30 detik yang disediakan, seringkali saya baru berhasil membuka notifikasi. Ketika sampai ke laman konfirmasi, 30 detiknya sudah habis. Mau nggak mau harus beli gawai baru. Boleh jadi memang dia kelelahan, apalagi sejak pandemi, dia sangat sering dipakai tethering.

Kebetulan tanggal 15 September 2020 kemarin adalah hari pertama penjualan Redmi 9C. Tadinya saya pengen juga nyoba gawai lain seperti Realme atau Vivo, cuma kok ya menurut saya Redmi ini sudah bagus dan saya malas adaptasi lagi. Kebetulan juga dapat keluaran terbaru, jadi boleh juga kalau saya beli.

Tentu saja saya beli lewat JD.ID dengan sedikit drama. Awalnya saya ingin beli yang warna oranye, tapi gagal di pembayaran. Pas itu JD.ID bilang stok habis. Walhasil saya pindah ke yang grey dan berhasil. Keesokan harinya, Redmi 9C 4GB/64GB mendarat di pos satpam.

Redmi 9C sedikit lebih besar dari Redmi 5 Plus milik saya. Secara umum cukup nyaman, tapi tentu saja lengkapi dengan anti gores hydrogel berikut softcase. Saya cuma nggak nyaman aja bergawai tanpa kedua perlengkapan itu meskipun sebenarnya tanpa kedua elemen itu, gawai zaman sekarang sudah cukup kokoh. Material untuk bodi Redmi 9C adalah polikarbonat dan kayaknya sih punya ketahanan yang cukup baik.

Salah satu yang unik di Redmi 9C adalah tiga kamera dan satu LED flash yang hadir di bagian belakang agak mojok, bukan tengah. Tentu tidak lupa ada pemindai sidik jari. Cuma menurut saya kok sedikit lebih kecil dibandingkan Redmi 5 Plus.

Ukuran layar Redmi 9C adalah 6,53 inci dengan panel IPS dan resolusi HD+ atau 720 x 1200 piksel. Kemudian untuk layar masih tampak bezel uang cukup tebal di bagian bawah serta tipis-tipis di kiri kanan dengan poni untuk tempat kamera di bagian atas.

Jack audio 3,5 mm ada di bagian pinggir atas dan saya nggak menemukan headset di dalam packaging. Hehe. Beda lagi dengan Redmi 5 Plus. Untuk slot kartu SIM sama dengan Redmi 5 Plus, di sisi pinggir kiri dan sudah lengkap 2 SIM Card dan satu slot Micro SD. Jadi nggak harus melakukan pengorbanan sebagaimana di Redmi 5 Plus karena harus memilih antara SIM 2 atau Micro SD. Kalau untuk tombol power, volume, dll sama persis dengan Redmi-Redmi lainnya.

Redmi 9C menggunakan MIUI 12 dengan berbasiskan Android 10. Karena punya saya adalah yang 4 GB/64 GB jadi cukup lega juga kinerjanya. Redmi 9C mendukung face recognition tapi saya belum coba karena muka saya jelek.

Dengan harga di bawah 2 juta tentu saya juga nggak berharap ada NFC. Juga tidak ada game booster dan saya juga nggak berharap karena saya nggak mabar.

Kamera belakang Redmi 9C adalah 13MP wide, 2 MP macro, dan 2 MP depth. Secara umum sih cukup bagus untuk kepentingan saya, tapi ya nggak perlu berekspektasi akan sangat oke. Bukan apa-apa, namanya harga di bawah 2 juta ya mau sebesar apapun MP-nya kan tetap saja ada harga ada rupa.

Tenaga Redmi 9C menggunakan chipset MediaTek Helio G35 yang cukup tangguh ketika digunakan pada RAM 4 GB. Secara umum katanya sih kuat buat gamng, tapi lagi-lagi, saya anaknya nggak mabar jadi nggak nyoba. Lagian kalau buat nge-game saya balik ke Redmi 5 Plus yang sudah kosong karena WhatsApp-nya dipindah dan Instagram saya hilang…

Baterai Redmi 9C katanya sanggup dipacu 14 jam dengan isi 5.000 mAh. Secara umum sih kalau nggak diapa-apain cukup baik. Cuma memang saya melihat gawai ini nggak cukup kuat untuk di-tethering lama karena bisa langsung drop lebih banyak.

Secara umum, saya sih cukup puas dengan kinerja Redmi 9C sejauh ini. Ceritanya, saya mendapatkan kinerja yang melampaui Redmi 5 Plus dengan harga yang jauh lebih murah. Dan kebetulan dapat yang benar-benar baru nongol, jadi lumayan bisa nulis review abal-abal ini.

Pelayanan Prima di Dinas Dukcapil Kabupaten Bandung Barat

Menjadi orang yang terlibat dalam kebijakan publik, bahkan mendalami kebijakan publik di level S2 sesungguhnya tidak berarti membuat saya suka pada pelayanan publik di Indonesia.Yes, saya itu begitu mau mengurus aneka rupa dokumen kependudukan itu malasnya minta ampun, sebenarnya. Bayangan tentang bakal sulit dan bolak-baliknya proses pelayanan bikin saya keder duluan.

Pada akhirnya, kemalasan itu kepentok ketika saya gagal memperpanjang paspor karena katanya data di KTP elektronik saya gagal dibaca oleh sistemnya Imigrasi.

Jeng-jeng-jeng.

Jadi, ya sudah, mau tidak mau saya harus ke Dinas Catatan Sipil Kabupaten Bandung Barat, tempat Kartu Keluarga dari keluarga kecil saya terdaftar. Saya sudah berpikir yang tidak-tidak hingga kemudian saya berangkat pagi buta tanpa mandi ke Gedung C, tempat Dinas Dukcapil berada.

Benar saja, pada hari Jumat 28 Februari itu, jam 6 pagi saja sudah ada lebih dari 20 orang menunggu. Wagela, jam 6 pagi. Ini masyarakat berangkat dari rumah jam berapa coba?

Nah, ternyata oh ternyata, pelayanan di Dinas Dukcapil tidaklah buruk. Malah terbilang lumayan. Dan kalaulah ada yang kurang, itu menurut saya masih cukup wajar. Mengingat ekspektasi untuk pelayanan publik pada level Dinas Catatan Sipil sudah rendah pada awalnya.

SIPEPEN OC

Jadi, Dinas Dukcapil KBB ini punya inovasi yang bernama SIPEPEN OC untuk pelayanan kependudukan. Submitnya bisa lewat wesbitenya dan nanti akan mengarah ke nomor WhatsApp admin SIPEPEN OC. Jadi, kelihatan kesederhanaan yang tentu membutuhkan banyak perbaikan.

Bagaimanapun, WhatsApp itu kan terbatas. Kalau lagi diserbu, bisa tenggelam. Dan adminnya harus satu-satu mengurutkan dari awal. Bagusnya tentu pakai aplikasi sehingga jelas log-lognya. Akan tetapi, saya mengapresiasi adanya sistem ini, dibandingkan beberapa kota lain di dekat Jakarta yang juga memajang nomor WA, tapi sampai sekarang saya coba chat masih centang satu. Wkwk.

Jadi, modelnya adalah request via SIPEPEN OC, nanti kita diminta NIK atau kadang juga Kartu Keluarga. Tergantung kebutuhan. Sesudah itu, tinggal tunggu 2-3 hari akan dapat notifikasi pengambilan. Kalau sudah begitu, berarti KTP memang hanya tinggal diambil di loket 8.

See? Sangat mudah dan sederhana. Makanya saya kemudian bisa mengurus hal lain, seperti…

KARTU IDENTITAS ANAK

Perbandingan pengurusan KTP dengan KIA di KBB itu jomplang. Pada saat KTP sudah 30, KIA paling 2. Jadi posisinya sangat enak untuk mengurus KIA di KBB ini. Syaratnya juga mudah, cukup fotokopi KK dan Akte Kelahiran.

Sesudah mengambil nomor antrean, kita akan dipanggil ke loket, lantas mengisi formulir sejenak, maka dalam waktu tidak sampai 5 menit, KIA sudah bisa sampai di tangan. Tinggal tanda tangan buku tanda terima saja, deh.

Terakhir, karena kebutuhan harus mengurus dokumen untuk persiapan pensiun, maka saya harus mengejar ketinggalan untuk membuat KARTU ISTRI dan hal itu membutuhkan legalisasi dokumen pernikahan.

Nikah sudah berapa tahun, kok ya baru dilegalisasi. Betul-betul tidak sesuai dengan RUU Ketahanan Keluarga yang serampangan itu. Heuheu.

LEGALISASI DOKUMEN PERNIKAHAN

Untuk melakukan legalisasi dokumen pernikahan dan semacamnya, lokasinya di Loket 6. Tinggal membawa dokumen asli dan sejumlah dokumen yang sudah difotokopi untuk dilegalisasi kemudian serahkan kepada petugas.

Hal yang bikin senang adalah karena saya memasukkan dokumen pada jam 12 kurang lima. Saya sudah hopeless bahwa dokumen paling akan selesai jam setengah 2 karena kan jam 12 istirahat dan di banyak instansi baru balik jam 1, siap-siap lain-lain mulai lagi setengah 2.

Eh, ternyata Bapak Kepala Seksinya tetap menyelesaikan tanggungan legalisasinya sehingga saya kemudian mendapati berkas itu kembali pada pukul 12.18. Sebuah catatan menarik. Bahwa regulasi Kementerian PAN dan RB tentang Pelayanan Publik sebenarnya mengarah pada jam istirahat bergilir alias layanan terus berlangsung pada jam istirahat. Akan tetapi, pada praktiknya, hal itu masih sulit. Maka ketika Bapak Kepala Seksi tetap bekerja pada jam istirahat, itu menjadi hal menarik dan keren buat saya.

Padahal, ya, di kantor sendiri, rapat jam 12 lewat atau bahkan baru keluar makan jam setengah 2 karena dokumen belum kelar juga banyak, sih. HAHAHA. Tapi ekspektasi pada Pemerintah Daerah kadung rendah, jadi ketika dikasih tinggi jadinya kagum.

Satu hal yang pasti, saya tidak keluar uang apapun selama proses layanan, kecuali untuk ongkos ojek online dari dan ke Kantor Dinas Dukcapil KBB. Tentu ini sebuah langkah maju dan harus dilanjutkan serta ditiru oleh Pemerintah Daerah lainnya. Selain tentu tetap mengevaluasi kelemahan pada sistem yang ada.

Tabik.

Enduro, Oli Motor Terbaik Masa Kini dan Masa Depan dari Pertamina

Oli motor terbaik masa kini dan masa depan dari Pertamina – Oli motor terbaik merupakan kebutuhan kita semua. Sebagai commuter miskin, setiap hari saya mengendarai sepeda motor sejauh 10 kilometer dari rumah ke stasiun. Dari situ, saya naik KRL, dan tentu saja untuk menuju kantor saya kudu naik ojek online. Ojol sebagai salah satu gaya hidup masa kini tentu saja harus pakai oli motor terbaik.

Sebagaimana tertulis di buku saya yang nggak laku dan berjudul Oom Alfa itu, saya punya banyak pengalaman absurd dengan sepeda motor karena problem awal yang sangat sepele: oli motor. Maka sejak miskin ketika itu sampai sekarang tetap miskin, saya selalu memberikan yang terbaik untuk motor. Bagaimanapun, oli itu sangat penting. Selain itu bikin kinerja mesin lebih optimal, oli motor, termasuk oli motor matic, juga berperan dalam mengendalikan kotoran pada mesin, mengurangi gesekan, plus juga menjadi pendingin. Tidak heran kalau oli motor harus diganti secara rutin demi menjaga kualitas plus bikin umur mesin lebih panjang.

enduro-jagoannya-oli

Pentingnya mengetahui bahan penyusun oli motor

Dari penelusuran literatur diketahui bahwa berdasarkan penyusunnya, oli dapat dibedakan atas oli mineral, oli sintetis, serta oli semi-sintetis. Oli mineral dibuat dari penyulingan mineral terhadap minyak bumi sehingga cenderung lebih tahan pada penguapan. Akan tetapi, viskositas alias kekentalannya sebagai oli motor layaknya hubungan pacaran anak muda: muda berubah. Hal itu terjadi karena bahan ini tidak tahan cuaca ekstrim atau juga suhu tinggi.

Oli sintetis sejatinya dibuat dari minyak bumi juga, namun dengan pengolahan lanjutan untuk mendapatkan viskositas atau kekentalan oli yang stabil. Sifatnya bahannya kayak mahasiswa uzur, mudah menguap. Akan tetapi, pada saat yang sama, oli jenis ini lebih tahan cuaca ekstrim.

Sedangkan oli semi-sintetis adalah campuran kedua jenis oli sebelumnya. Oli motor model begini cenderung digunakan dalam motor yang performanya tinggi atau motor sport sekalian.

Oli motor terbaik dan cara memilihnya

Jutaan orang tidak menyadari bahwa memilih oli motor itu tidak sekadar datang ke bengkel dan bilang untuk ‘ganti oli, bang…’ karena abang di bengkel pasti nanya, “mau oli motor apa, Pak?”

Melalui tulisan ini, saya mau berbagi beberapa aspek kunci dalam memilih oli motor.

Pilih sesuai beban hidup

Tidak semua motor punya beban yang sama. Saya misalnya lebih sering naik motor sendiri karena istri dan anak naik taksi online. Kalau begini, bebannya paling hanya 80 kilogram. Sementara kalau ojek online, dengan rata-rata berat badan 60 kilogram plus 60 kilogram saja, sudah satu kuintal lebih sekali jalan. Beda beban, beda perlakuan dong.

Dalam memilih oli motor terbaik dan berkaitan dengan beban maka kita kudu melihat nilai API, suatu kode keras perihal spesifikasi oli versi American Petroleum Institute.

Nilai API yang nama lengkapnya adalah the API EOLCS (Engine Oil Licensing and Ceritification System) dikembangkan bersama oleh API dan pabrik mesin yang diwakili oleh Automobile Manufacturers Association (AAMA), the Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA), dan the Engine Manufacturers Association (EMA).

Untuk penggunaan sehari-hari, kita bisa pakai oli motor dengan kode API SA sampai dengan SE. Semakin tinggi huruf adalah pilihan yang semakin cocok dengan semakin beratnya beban. Per 1998 saja, kode oli motor ini sudah sampai SJ. Semakin tinggi, maka semakin bisa menggantikan, tapi tidak sebaliknya. Jadi, motor sehari-hari pakai SH atau SJ ya juga boleh. Setidaknya menurut David J. Margaroni.

Pilih Keenceran Yang Tepat

Kalau tadi API, maka sekarang adalah SAE alias the Society of Automotive Engineering (SAE). Ini bukan berarti sa ae lu, yha. Beda. Asli, beda.

Dengan kode SAE 15W-50, tingkat keenceran oli motor berarti berada pada angka 50 dan dapat digunakan hingga suhu minus 15 derajat Celcius. Bukan Kelvin, apalagi Kelvin Sanjaya. Halah.

Oli motor untuk kendaraan yang lebih banyak dipakai di dataran tinggi bersuhu dingin adalah oli dengan keenceran tinggi seperti SAE 10W-30 atau SAE 15W-50. Sebaliknya, jika di daerah hot seperti Kelapa Gading–karena ada kantornya Hotman Paris–oli yang dipakai adalah SAE 15W-40 hingga SAE 20W-40.

Selain tempat, usia juga menyesuaikan. Motor dengan usia lanjut alias lebih dari 100 ribu kilometer lebih cocok pakai oli motor terbaik yang encer.

Tepat Motor dan Tepat Kopling

Setidaknya ada tiga tipe motor yang populer sekarang yakni motor bebek, skuter matik, dan motor sport. Iya, tiga jenis ini butuh oli yang berbeda-beda. Bagaimanapun keperluan dapur besar di motor sport dengan dapur standar di bebek pasti beda dong, demikian pula dengan matic. Tidak salah jika oli motor matic juga berbeda dengan dua tipe motor lain.

Dari sisi kopling, ada tipe basah dan kering. Kalau basah, berarti koplingnya terendam oli sehingga tidak cepat aus, namun berpotensi bikin selip. Untuk tipe ini, oli motor terbaik jelas diperlukan. Jenis basah ini ada dalam diri motor sport dan motor bebek. Sedangkan, kopling kering ada di jenis motor matic.

Parameter yang dipakai di sini adalah JASO alias Japanese Automotive Standard Organization. Untuk kopling basah disarankan pakai JASO MA, sedangkan JASO MB diperuntukkan bagi motor dengan kopling kering alias matic itu tadi.

Kapan mengganti oli motor?

Tentu saja pada waktu yang tepat dan rutin. Sekali lagi, faktor beban kerja sangat penting. Ingat, ini motor bukan PNS. Kalau PNS baru lah beban kerja berlebih tapi dikata-katain saja cukup, untuk motor jangan. Langsung ganti oli pada jarak kurang lebih 2 ribu kilometer. Buat driver ojol, 2 ribu kilometer tentu bukan angka yang besar.

enduro-oli-andalan-semua

Terus apa dong pilihan oli motor terbaik dari Pertamina?

Enduro 4T Sport SAE 5W-30 merupakan oli sintetis yang diformulasi untuk memberikan akselerasi maksimum pada kinerja tinggi dari motor, tentu saja disertai proteksi yang prima. Termasuk API SL dan JASO MA2 sehingga cocok untuk kecepatan tinggi.

Enduro 4T Racing SAE 10W-40 juga berbasis oli sintetis dengan tambahan API SL yang selektif. Perlindungannya prima untuk melindungi piston bekerja keras di dapur mesin termasuk oksidasi yang baik dan stabilitas degradasi pada temperatur tinggi. Termasuk API SL/SJ dan JASO MA2 juga. Direkomendasikan untuk mesin 4-tak Honda, Suzuki, Kawasaki, maupun Yamaha, serta mesin-mesin lainnya yang dibuat di Tiongkok dan Korea.

enduro-oli-idola-kendaraan

Enduro 4T SAE 20W-50 berbasis mineral berkualitas tinggi disertai bahan tambahan selektif dan didesain untuk motor 4-tak. Level performanya pada API SJ dan JASO MA. Oli motor ini dapat menjaga mesin tetap bersih.

Enduro Matic SAE 10W-30 merupakan oli dengan viskositas rendah sehingga mudah tersirkulasi dan ujungnya adalah penggunaan bahan bakar yang lebih ekonomis. Enduro Matic SAE 10W-30 berada pada API SL dan JASO MB, serta memiliki keunggulan untuk menjaga mesin tetap bersih bahkan dari korosi.

Enduro Matic G SAE 20W-40 merupakan oli yang didesain menggunakan basis sintetis dengan tujuan pengendara di kota yang penuh dengan kepadatan sebagaimana kota-kota besar di Indonesia. Kekentalannya lebih tinggi sehingga dapat menjaga suhu mesin pada kondisi panas dalam kemacetan. Performa levelnya JASO MB dan API-nya SL.

Untuk mesin 2-tak, ada varian Enviro 2T SAE 20 berupa oli semi-sintetis kombinasi basis mineral dan poliisobutilena sintetis berikut bahaan tambah penunjang kinerja. Enviro 2T SAE 20 ini bebas asap sehingga berbeda dengan citra 2-tak zaman dulu. Saya bekas pengguna 2-tak soalnya.

Demikianlah pilihan oli terbaik masa kini dan masa depan dari Pertamina. Semoga kita kalau lagi di jalanan bisa aman sentosa dengan ikhtiar terbaik kepada mesin melalui oli motor terbaik yang bisa kita gunakan. Hati-hati di jalan, yha, teman-teman.

enduro-oli-motor-terbaik

Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS

Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS [ariesadhar.com] – Lagi libur kuliah, saya butuh inspirasi. Akan tetapi, saya juga lagi kere. Saya butuh inspirasi itu padahal buat bisa nulis opini, sehingga kalau tulisan dimuat, saya bisa dapat sedikit uang supaya tidak kere. Lah, bagaimana saya bisa mencari inspirasi kalau saya lagi kere? Pada akhirnya kepikiran bahwa saya harus jalan-jalan sembari kuliner murah dan biasanya yang murah itu adalah di daerah kampus. Yiha!

Saya kemudian merambah daerah kampus yang berada di tengah pemukiman padat penduduk di Jakarta Barat. Kampus anak tajir, tapi setajir-tajirnya mahasiswa, tentu masih lebih tajir bapaknya. Walhasil, kuliner di sekitar kampus ini harganya ya nggak mahal-mahal amat. Masih bisa buat pegawai kere yang lagi libur kuliah berhenti sejenak mencari inspirasi.

Perhentian saya adalah sebuah warung makan kecil di dalam gang. Warungnya betul-betul hanya selebar kamar kosan karena sebenarnya di bagian atas juga kos-kosan. Sesudah pesan dan kemudian membayar, saya kok mendapati bahwa warung ini menggunakan mesin EDC Gopay yang unik.

mesin EDC Gopay
Mesin EDC Gopay yang tyda lelah bekerja~

Kelar dari warung itu, saya mlipir lagi ke tempat lain kali ini mau beli buah buat anak saya. Kere-kere begini, saya kalau buat anak mah pasti kasih yang terbaik. Khas sikap orangtua lainnya, tentu saja. Eh, di tempat jual buah pun ada mesin EDC yang sama. Saya lantas jadi kepo dong pada cara menggunakan mesin EDC ini.

Mbak, bayar~~

Tentang Mesin EDC Gopay SPOTS

SPOTS adalah aplikasi kasir daring alias online yang menggunakan sistem Point of Sales (POS). Sekilas pandang tentu saja mirip dengan mesin EDC dari bank sebagaimana biasa tersedia di berbagai tempat usaha zaman now, ya karena memang SPOTS juga sering disebut sebagai mesin EDC Gopay karena memang powered by Gojek. Iya, aplikasi karya anak bangsa itu juga sampai pada segmen mesin kasir guna mendukung Gopay yang memang sekarang sudah menjadi semacam pos wajib pengeluaran rumah tangga yang merindu cashback.

Menerima Berbagai Pembayaran Dengan Mudah Melalui All in One Device

SPOTS yang sudah digunakan pada lebih dari 15 ribu outlet di seluruh Indonesia ini punya banyak fungsi. Mesin ini bisa mencatat transaksi, ya namanya juga mesin kasir. Selain itu, SPOTS juga dapat melakukan cetak resi tanpa melalui printer eksternal lagi. SPOTS sebagai mesin EDC juga dapat menerima pesanan Gofood. Dan yang paling penting bagi pengusaha adalah SPOTS dapat membuat laporan harian.

Selain melayani Gopay, SPOTS juga mendukung pembayaran menggunakan mesin EDC dengan kartu debit, serta sebentar lagi kartu kredit. Boleh dibilang, SPOTS adalah perangkat pertama yang dapat mengakomodasi 3 jenis pembayaran itu dalam 1 perangkat.

Mesin EDC Gopay
Transaksi pakai BCA yang semakin sedikit isinya~

Jodohnya Gofood dan Gopay, Pesanan dan Pembayaran Jadi Lebih Cepat

Terutama untuk pengusaha makanan dan minuman, SPOTS dapat disebut sebagai jodohnya Gofood. Kenapa?

Melalui mesin EDC Gopay ini, pengusaha bisa mengisi menu dengan manual atau juga cukup impor dari Gofood sekaligus mengatur jumlah porsi, harga per menu berikut fotonya, serta juga kategori menu sesuai kebutuhan. Selain itu, dengan adanya SPOTS, partner Gofood dapat langsung mendapatkan notifikasi real-time apabila ada orderan.

Mesin EDC Gopay
Pastikan Gopay anda ada saldonya….

Makanya ketika saya lagi nongkrong agak kaget ketika driver Gojek datang dan dia hanya menunggu sebentar karena pesanannya sudah disiapkan dari tadi. Ternyata, pesanan langsung otewe ke resto dan sudah bisa digarap sebelum driver sampai ke lokasi. Pesanan model begini juga aman karena sedari awal sudah dinotifikasi tidak mengenal cancel. Kisah tragis order fiktif yang mengorbankan driver jadi bisa hilang dari muka bumi.

Untuk pembayaran via Gopay di mesin EDC Gopay ini tidak lagi pakai scan cetakan, yang lumayan boros kertas itu. Di mesin SPOTS yang layarnya lebar akan muncul kode QR untuk di-scan oleh pembeli dan sesudah itu uangnya masuk ke akun Gopay pengusaha.

Tanpa Printer Tambahan

Di beberapa merchant yang pakai skema kasir online, kita sering menemukan adanya galat yang bikin lama pembayaran karena koneksi dengan printernya kadang putus. Kalau lagi sepi nggak apa-apa, kalau lagi antre dan lapar kan beda lagi. Nah, SPOTS yang layar sentuh ini sudah include printer sehingga tidak perlu beli printer lagi.

Cara Menggunakan Mesin EDC
Sudah langsung cetaque~

Monitor Pendapatan

Salah satu teman kuliah saya adalah pengusaha. Agak aneh sih ngapain pengusaha restoran kuliah kebijakan publik? Makanya ketika ditanya sama dosen, dia yang paling bikin dahi berkerut sendiri. Teman saya ini sering cerita bahwa pada zaman now pemilik usaha perlu mengandalkan aplikasi untuk memantau perkembangan omset dan transaksi demi transaksi demi meminimalkan kesalahan atau sesuatu yang sengaja diubuat salah.

Nah, SPOTS sebagai mesin EDC GoPay memungkinkan hal itu dengan pengiriman rekap transaksi via email setiap hari kepada pemilik usaha. Jadi, sang pemilik bisa rebahan sambil mengembangkan usaha lain lagi. Kalau sukses semua kebayang dong jumlah lapangan kerja yang bisa dibuka?

Untuk mendaftar SPOTS, cukup membayar Rp490.000,00 saja, sudah include perangkat kasir tanpa tablet atau printer lagi. Nah untuk biaya per hari hanya Rp4.900,00. Semoga semakin banyak UMKM yang semakin sejahtera, dapat mengakses kemudahan dari mesin ini, semakin mudah pula memantau keuangan sehingga lebih baik dalam berstrategi. Pada ujungnya dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas demi kesejahteraan bersama. Amin.

Info lebih lanjut dapat mengunjungi spots.co.id atau juga meluncur ke Instagram https://www.instagram.com/spots.id/.

[Review] Susi Susanti: Kebingungan Yang Tetap Bikin Terharu

Liburan Tipis-Tipis di Miniapolis AEON Mall BSD Bersama Traveloka Xperience (1)

Per 24 Oktober, film Susi Susanti akhirnya tayang di bioskop. Belum banyak bioskop yang menyediakan lapak, karena masih ada Maleficent yang cukup menyita tempat, plus Perempuan Tanah Jahanam yang ternyata lumayan juga. Di beberapa tempat, posisi film masih dipegang Ajari Aku Islam-nya Roger Danuarta. Di CGV FX Sudirman, Pacific Place, maupun Transmart Cempaka Putih juga belum tayang.

Ya semoga habis ini bertambah.

Film ini murni mengambil kisah Susy Susanti, sosok besar dalam dunia badminton Indonesia. Susy memegang peranan penting dalam kebangkitan badminton putri Indonesia pada masanya, sesuatu yang sampai sekarang masih belum kembali lagi.

Alurnya dibawakan urut ketika Susy masih kecil dan menang tanding badminton lawan cowok sampai berakhir ketika Susy hamil, setahun sesudah pernikahannya dengan Alan Budikusuma. Beda dengan biopik lain seperti Bohemian Rhapsody yang ada momen terbalik-baliknya.

Hasil gambar untuk bohemian rhapsody gif"

Sebagai sebuah film yang diambil dari kisah nyata dan melibatkan bahkan hingga Liang Chiu Sia asli dalam prosesnya, tentu tidak ada detail peristiwa yang begitu mengganggu. Yang agak aneh ada juga, sih. Nanti saya kisahkan.

Secara umum, sebagai Badminton Lovers, film ini cukup bikin terharu. Meski demikian, kiranya ada beberapa hal yang menjadi catatan saya.

Hasil gambar untuk susi susanti gif"

Pertama, film ini tampak bingung karena ada begitu banyak momen penting yang ingin diangkat. Dua diantaranya adalah final Sudirman 1989 dan final Olimpiade Barcelona 1992. Final Sudirman diangkat karena laga itu memang sangat dramatis dan jadi tonggak beralihnya Susy dari junior ke senior, melewati Sarwendah–seniornya. Sayangnya, final yang itu justru kebanting dengan final Olimpiade yang tampak jadi numpang lewat. Padahal di teaser, adegan Susy menangis di podium adalah yang diangkat.

Kebingungan juga terjadi karena Susy memang secara prestasi memuncak dari 1989 sampai menikah di 1997. Sementara, film ini ingin membawa konflik persoalan identitas Tionghoa sampai ke 1998 yang merupakan tahun terakhir Susy berkarir sebagai pemain. Jadi momen puncaknya tampak wagu karena di 1998 itu yang menang adalah Piala Thomas…

…yang sudah nggak ada Alan-nya, tapi di film masih ada. Itu ngapain Alan pakai baju atlet segala di Hong Kong padahal sudah era Marleve Mainaky?

Hasil gambar untuk weird gif"

Menurut saya, yang rasanya lebih cocok sebagai puncak adalah Piala Uber 1994 atau 1996. Tapi itu tentu tidak bisa ditempel dengan konflik 1998 jadinya. Masalahnya memang mengkombinasi perkara status WN Liang Chiu Sia dan Tong Sin Fu dengan SBKRI para atlet ke kerusuhan 1998 butuh effort lebih untuk kesempurnaan dan itu menjadi agak kurang di film ini.

Kedua, ada beberapa detail yang kurang pas terutama tentang karir Alan sesudah 1992. Ketika dia masih nongol di Hongkong pada 1998 malah jadi aneh karena di usia segitu Alan sudah tidak ikut timnas lagi. Tampaknya sutradara juga sadar makanya adegannya nggak yang banyak dan penting sekali.

Ada kebingungan untuk memasukkan Alan dalam kisah Susi padahal momen puncak keduanya memang berbeda. Alan cenderung berjaya dengan Olimpiade 1992 sebagai puncak, sedangkan Susi cenderung baru memulai. Ingat, Alan dan Susi itu berselisih 3 tahun. Dan pada waktu itu, usia 25 tahun untuk atlet cowok sudah bisa dibilang tua. Kita tahu di zaman now paling hanya ada Chou Tien Chen dan sekarang Shesar Hiren Rhustavito yang merangkak naik di usia 25 tahun.

Ketiga, salut kepada kru film dan kepada Laura Basuki yang di usianya pas syuting, 30 tahun mau 31, sukses memerankan Susy sejak usia belasan sampai 28 tahun! Cantik bener, sih, Mbak.

Hasil gambar untuk susi susanti film"

Keempat, ya soal teknik badminton para aktor dan atrisnya, sudahlah ya. Laura Basuki segitunya sudah langsung dilatih Liang Chiu Sia yang asli, lho. Tapi ya namanya keluwesan badminton itu butuh bertahun-tahun. Saya ingat sekali Pak Ipang, dosen saya, yang karir badmintonnya seangkatan Chandra Wijaya, itu saking luwesnya dengan badan yang sudah membesar tetap tangannya ajaib betul. Saya tanding dua lawan satu dengan beliau yang bahkan pakai raket anaknya, tetap kalah. Wagelaseh.

Kelima, film ini membuka luka lama para BL lawas tentang sosok Tong Sin Fu. Dengan segala yang sudah dia berikan ke Indonesia, status kewarganegaraannya tidak kunjung diperoleh dan akhirnya dia kembali ke Tiongkok untuk menelurkan, salah satunya, Lin Dan. Sementara Indonesia sesudah era Taufik Hidayat, mengalami kevakuman prestasi. Sekarang mulai tampak bibit unggul dalam diri Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, tapi ya mereka berdua masih belum konsisten. Mimpi para BL bahwa sektor tunggal putra kita seperti era 90-an dengan lebih dari 2 andalan yang saling bunuh di tiap kejuaraan pada era Pak Tong masih jauh panggang dari api.

Hasil gambar untuk tong sinfu"

Apapun, sebagai BL saya tetap terharu pada film ini. Saya menantikan sekali besok-besok ada film berjudul Dewa Hendra atau Tangan Petir Kevin. Tentunya setelah segala periode prestasi dilalui, yha.

Orang Jual Rumah di Tangerang Harga 300 Jutaan, Masih Ada?

Hunian Tangerang makin banyak diburu sebab lokasinya terbilang relatif dekat dengan Ibu Kota Jakarta yang bakal pindah itu. Toh, yang pindah kan mestinya para PNS duluan, masih ada 9 juta manusia lainnya yang kerja di Jakarta dan tinggal di kota-kota penyangga, termasuk Tangerang yang juga merupakan salah satu kota satelit yang menunjang keberadaan Ibu Kota. Tiada heran kalau banyak orang mencari rumah dijual di Tangerang sebagai solusi kebutuhan akan hunian.

Hal lain yang membuat rumah di Tangerang diburu tentu saja harganya yang terbilang masih murah dan tidak bikin vertigo sambil kayang seperti harga rumah Jakarta yang makin hari makin mirip mantan terindah datang tiba-tiba minta dinikahi alias tak masuk akal.

Dengan harga 300 jutaan saja, berikut ini ada beberapa perumahan Tangerang yang bisa dijadikan pilihan dalam mencari hunian yang tentu saja nyaman dan aman. Rumah dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas, bukan mimpi, lho! Continue reading Orang Jual Rumah di Tangerang Harga 300 Jutaan, Masih Ada?

Yang Nikmat di Bandung, Martabak Nikmat Andir

martabak-nikmat-andir

Sewaktu menulis tentang Markobar–yang sejak masuk Mata Najwa, ramainya makin hore, tapi kemudian mulai disaingi oleh Sang Pisang, saya juga mengutip sedikit perihal sejarah martabak. Nah, dari sejarah yang saya kutip tampak korelasi dengan martabak di Bangka dan Bandung hingga muncul nama martabak San Fransisco.

Maka, ketika kebetulan lewat di daerah Buah Batu, saya dan pacar (iya, tulisan ini adalah draft ketika masih pacaran–sekarang anaknya sudah bisa manjat) mampir ke martabak San Fransisco yang bercampur dengan food court lain. Apa daya, si pacar yang lagi ulang tahun itu sedang nggak pengen martabak yang premium.

Mungkin dia tahu pacarnya hanyalah PNS kere, atau memang kebetulan sedang ingin kembali ke selera asal. Martabak nan sederhana, sebelum coklat premium menyerang. Ketika ditanya pisang keju dan di San Fransisco Buah Batu itu pisang keju nggak ada, maka tujuan berikutnya langsung ditetapkan. Menurut mbak pacar, martabak paling enak di Bandung itu adanya di Andir. Saya yang nggak tahu apa-apa tentang martabak di Bandung langsung melajukan sepeda motor disertai cubitan. Hedeh.

Berlokasi di Jalan Sudirman yang satu arah, menemukan martabak dengan nama lengkap Martabak Nikmat Andir ini bukan hal sulit. Letaknya di kiri jalan dengan papan nama terkini alias neon box yang cukup besar dan mencolok. Jalan satu arah ini cukup ramai dan cukup bikin pusing kalau parkir apalagi di malam minggu. Sepeda motor yang saya pakai digesar-geser sana sini demi kepentingan kapasitas parkir. Tenang saja, persaingan di martabak ini sehat. Yang naik motor dan naik mobil seimbang bin setara. Kaya dan kere sama-sama antre martabak. Maka, selain parameter ekonomi seperti saya jelaskan di posting tentang martabak 65A, martabak juga menjadi simbol kesetaraan. Luar biasa! Continue reading Yang Nikmat di Bandung, Martabak Nikmat Andir

Ketika Anak Kereta Naik MRT Jakarta

mrt-1

Saya adalah anker alias anak kereta, yang setiap hari berjibaku di padatnya KRL Jalur Serpong. Saya bahkan merasa tidak cukup kuat untuk melakoni Jalur Bogor sehingga untuk mengontrak rumahpun mlipir ke Tangsel alih-alih Depok apalagi Bogor.

Maka, ketika kemudian ada MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, saya tentu tertarik. Apalagi, dalam 2 kesempatan ke luar negeri, saya sangat mengagumi kelancaran MRT di Singapura dan Hong Kong.

Stasiun Hong Kong Central, misalnya, bagi saya adalah hub yang sangat luar biasa besar namun nggak bikin bingung nubitol kayak saya. Hawa-hawanya, peran itu akan dibawakan oleh Manggarai kalau di konteks Jabodetabek, tapi ya Manggarai kan bukan buat MRT.

Kesempatan untuk mencoba MRT Jakarta akhirnya datang juga melalui uji coba publik yang digelar oleh pihak MRT. Tanpa menunda, saya langsung memesan tiket uji coba pada menit-menit awal pendaftaran dibuka. Untunglah masih dapat.

Saya memilih untuk naik dari Bundaran HI, karena yang paling masuk akal kalau dari kantor dan kebetulan juga stasiun ujung, jadi pasti agak gede.

Kesan apa yang saya peroleh tentang MRT Jakarta?

Pertama, betul-betul mirip dengan yang ada di luar negeri! Mulai dari pintu masuk hingga pengaturan interior bahkan sampai signingnya begitu mirip dengan yang ada di HK atau SG. Lift hingga mesin isi ulang kartu juga sangat mirip atau bahkan sama. Jadi, nggak usah jauh-jauh ke HK atau SG kalau cuma pengen nyicip MRT. Sudah ada di jantung Jakarta.

mrt-jakarta-5

Kedua, stasiun bawah tanahnya memang dalam sekali. Menjadi wajar ketika pembangunannya butuh waktu kurang lebih 5 tahun ketika butuh bikin 2 tingkat bangunan di bawah jalanan protokol Jakarta. Segitunya sih masih biasa karena di jalur-jalur transit di HK atau SG bahkan jalur bawah tanahnya pun bisa bersilangan.

Ketiga, minim tempat sampah! Saya masuk ke stasiun dengan plastik es degan dan keluar lagi dengan plastik yang sama di kantong jaket. Ha, bahkan di toiletnya saja juga tidak ada tempat sampah. Menurut berita, hal ini disebabkan karena MRT hendak menciptakan budaya baru. Namun menurut saya, ya gimana ya, ada tempat sampah saja kita masih suka nyampah sembarangan. Apalagi nggak ada.

Keempat, stasiun layangnya versi modern jalur Cikini-Jakarta Kota. Di Jakarta sudah sejak lama ada stasiun layang, mulai dari Cikini, Gondangdia, Juanda, hingga Jayakarta. Nah, si MRT ini bedanya paling hanya di pagar pembatas ke jalur kereta, sesuatu yang memang tidak ada di KRL Jabodetabek.

mrt-jakarta-3
Toilet di Stasiun Dukuh Atas Pada Awal Uji Coba

Kelima, saya masih bingung siapa yang akan pakai MRT. Kecuali orang-orang yang beli apartemen di jalur MRT dan orang-orang sekitar Lebak Bulus, saya belum paham siapa yang akan naik MRT pada saat orang-orang tinggalnya di Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Hanya saja, karena MRT ini adalah proyeknya Pemprov juga, memang wajar ketika seluruh stasiunnya ada di tanah Jakarta.

mrt-2
MRT ketika bersilangan dengan TransJakarta Koridor 13

Jalur sekarang boleh dibilang menumpang koridor TransJakarta paling rapi, koridor 1. Sehingga wajar kalau anak TJ mulai curiga bahwa koridor 1 itu bakal dipangkas armadanya demi mendorong orang naik MRT. Kalaulah diperpanjang sampai Tangsel, entah di Pondok Cabe atau bahkan sampai Ciputat baru saya yakin sama faedah MRT ini. Lah, ini malah mau dibangun sampai Ancol.

Keenam, bagaimanapun MRT adalah kemajuan bagi bangsa ini, meskipun operasionalnya subsidi dan pembangunannya pakai pinjaman. Sekarang, bolehlah kita angkat kepala kala berhadapan dengan negeri seperti HK atau SG. Setidaknya, di ibukota, sudah ada transportasi masal yang cukup maju dan untuk itu kita perlu mendukung operasionalnya.

mrt-jakarta

Oh, satu lagi, yang ketujuh, jalur MRT ini punya interkoneksi ciamik di Dukuh Atas dengan TransJakarta langsung di pintu keluar, akses ke Stasiun KRL Sudirman yang sedang digarap sebagai pedestrian, hingga akses ke Stasiun Sudirman Baru alias BNI City yang merupakan akses ke Bandara. Singkat cerita, hidup di Sudirman, Thamrin hingga Bundaran Senayan dan Blok M akan semakin dimudahkan.

Kalau kamu kerja di Jakarta bagian lain seperti saya di Salemba, ya itu masalahmu dan MRT Jakarta bukanlah solusinya. Heuheuheu.

mrt-jakarta
Stasiun Dukuh Atas