Rok sebagai Fashion Items yang Wajib Dimiliki oleh Para Wanita

Lambang feminisme seringkali dilambangkan dengan rok, bahkan lambang dari toilet wanita pun demikian, membentuk siluet orang yang menggunakan rok. Penggunaan rok memang sudah menjadi keseharian yang melambangkan jati diri wanita seutuhnya. Rok itu sendiri terdiri dari berbagai macam tergantung dari panjang dan pendeknya. Pecinta rok merasa kurang lengkap tanpa kehadiran fashion items yang satu ini dan faktanya hampir semua wanita pasti pernah merasakan mengenakan rok atau malah memilikinya meski hanya satu. Semua itu dikarenakan wajibnya penggunaan rok untuk perempuan di sekolah negeri. Berikut alasan yang bisa dijadikan alasan kuat untuk selalu mengenakan rok dalam kegiatan sehari hari.

woman standing beside fire extinguisher

Photo by antas singh on Pexels.com

Melambangkan Wanita Seutuhnya
Sejak zaman dahulu, penggunaan rok memang sudah dibiasakan oleh para wanita. Bahkan wanita jawa dahulu menggunakan sehelai kain batik yang dijadikan bentuk rok untuk menutupi tubuh bagian bawah. Tidak aka nada orang yang salah mengenal Anda sebagai pria saat mengenakan rok. Untuk informasi tambahan, rok juga digunakan sebagai pakaian adat untuk negara skotlandia yang dikenakan pada pria pula.

Lebih Nyaman Dikenakan Oleh Wanita
Perempuan merasa lebih nyaman menggunakan rok hampir sama seperti apa yang pria rasakan saat mengenakan celana dan sarung. Fakta tersebut menjadikan penggunaan rok tidak pernah mengalami penurunan meski dunia fashion terus berkembang.

beach couple dawn dusk

Photo by Adam Kontor on Pexels.com

Bahan yang Beraneka Ragam

Wanita memang paling ahli dalam memilih bahan terbaik untuk dikenakan. Begitu pulang dengan fashion items yang satu ini. Banyak bahan yang bisa dipilih untuk menyesuaikan dengan selera pengguna. Mulai dari katun biasa hingga baloteli yang tidak mudah kusut. Bisa pula ditambahkan beberapa kantung tambahan untuk menaruh ponsel atau barang barang kecil di dalamnya.

Penggunaan rok dalam kehidupan sehari-hari membuat banyak pemakainya seolah lupa akan kesibukan karena kenyamanan yang dirasakan. Untuk menghindari bau badan, Anda bisa menggunakan deodorant roll on pemutih. Rutin membersihkan wajah dengan micellar water oil control yang bagus untuk wajah yang cerah bersinar.

Advertisements

Cara Cepat Melunasi Utang yang Perlu Kamu Lakukan Agar Keuanganmu Kembali Sehat

Di tengah peningkatan biaya hidup yang terjadi saat ini, berutang menjadi hal yang lumrah bagi sebagian orang. Betapa tidak, ada banyak pengeluaran yang kerap menyita penghasilan dalam sekejap demi untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Ditambah lagi, saat ini inflasi lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan kebanyakan orang.

Sejatinya, berutang bukan berarti tabu untuk dilakukan. Berutang tak akan jadi masalah jika keuanganmu tetap dimanajemen dengan sebaik mungkin. Seperti diketahui, dalam prinsip keuangan yang sehat, idealnya beban cicilan utang setiap orang maksimal adalah 35% dari penghasilan rutinnya.

Jika saat ini Kamu sedang terlibat dalam utang atau sedang berusaha mengembalikan pinjaman uang, sebaiknya segerakan lunasi utangmu tersebut agar keuangan yang sehat tetap terjaga. Berikut adalah cara cepat melunasi utang yang perlu Kamu lakukan, sebagaimana dirangkum dari beberapa sumber. Yuk disimak.

1. Berpikir Jernih

man with hand on temple looking at laptop

Photo by bruce mars on Pexels.com

Kamu yang berutang bisa jadi tidak tenang karena masih ada cicilan panjang dalam jumlah besar yang harus dilunasi. Tetaplah berpikir jernih menyikapi hal ini. Seringnya, pikiran yang kalap tidak akan banyak membantu selain membuatmu semakin khawatir. Jangan panik agar solusi terbaik itu segera datang. Tetaplah berfokus pada jalan keluar untuk masalahmu, bukan masalahnya itu sendiri.

2. Dapatkan Informasi

Bagaimanapun, adalah penting untuk mengidentifikasi masalah keuanganmu dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin yang sekiranya bisa membantumu segera keluar dari masalah tersebut. Penting juga untuk tetap berpikir positif meskipun jangan naïf. Kamu bisa mendapatkan banyak cara untuk segera melunasi utangmu, terutama dengan menambah jumlah penghasilan agar baik kebutuhan hidup maupun urusan utang bisa segera terselesaikan.

Jika memang bekerja lebih keras merupakan opsi yang perlu diambil, Kamu akan ingin mempertimbangkan untuk mendapat pekerjaan sampingan.

3. Temukan Solusi Alternatif

Berpikir kreatiflah dalam mencari solusi. Siapa tahu Kamu bisa menemukan alternatif yang out-of-the-box di luar sana. Kamu juga bisa meminta saran dan masukan dari orang-orang yang cukup relevan dalam hal ini. Konsultasikan masalah keuanganmu, siapa tahu muncul titik terang dan seseorang malah menawarkan pekerjaan, proyek dan sebagainya.

midsection of man holding hands over white background

Photo by Pixabay on Pexels.com

4. Gunakan Aset untuk Bereskan Utang

Coba pikirkan dan hitung aset apa saja yang Kamu punya beserta nilainya. Kepemilikan asetmu bisa dimanfaatkan untuk membayar utang. Kamu bisa menjual beberapa barang yang masih layak namun sudah tidak Kamu gunakan lagi.

Untuk aset yang lebih bernilai seperti tabungan, deposito, tanah, emas, perhiasan atau aset yang berharga lainnya juga bisa Kamu pertimbangkan untuk melunasi utangmu.

background bank banking banknote

Photo by Pixabay on Pexels.com

Perhatikan, biasanya orang akan merasa sayang dan tak rela melepas asetnya demi untyuk membayar utang. Namun cara ini merupakan cara tercepat bagi Kamu untuk terbebaskan dari beban utang. Utangmu akan lebih berkurang dan lebih ringan. Atau justru lebih baik lagi, langsung lunas.

Setelahnya, Kamu bisa segera mulai menabung serta membangun kembali aset dan keuangan idealmu setelah lunasi utang.

5. Susun Daftar Prioritas Pembayaran

Jika utangmu lebih dari satu, atau jika tagihan dan keperluan lainnya juga perlu diprioritaskan, maka Kamu perlu menyusun daftar prioritas pembayaran. Untuk yang utangnya lebih dari satu, Kamu bisa memulai dari utang yang biaya atau bunganya paling mahal. Setelah diurutkan, segera bereskan dengan melunasi utang yang bunganya paling tinggi. Kamu tentu tak ingin uangmu habis hanya untuk dibayarkan bunga utang saja.

6. Negosiasikan dengan Pemberi Utang

Terjebak utang memang tak enak. Namun jika sudah terlanjur, coba temui pemberi utang dan negosiasikan baik-baik secara kekeluargaan. Entah itu perorangan, pihakbank ataupun lembaga keuangan lainnya. Kamu bisa mulai dengan menyampaikan kondisi keuanganmu yang sesungguhnya dengan jujur dan berterus terang.

man in brown long sleeved button up shirt standing while using gray laptop computer on brown wooden table beside woman in gray long sleeved shirt sitting

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Saat bernegosiasi, Kamu juga bisa tunjukkan niat dan itikad baikmu untuk tetap membayar utang mengingat itu merupakan kewajiban. Bahkan Kamu pun bisa meminta masukan dan solusi dari pihak pemberi utang. Namun sebagai catatan, solusi tersebut bukan berarti Kamu membuat utang lagi yang baru.

7. Bekerja Lebih Keras

Tambahlah kemampuan membayarmu dengan cara meningkatkan penghasilanmu. Hal ini bisa membuatmu segera melunasi utang yang ada. Temukan pekerjaan sampingan. Bekerjalah lebih keras lagi, lebih cerdas lagi agar penghasilanmu segera bertambah dan utangmu segera terlunasi.

8. Stop Menambah Utang

Terpenting, hindari menambah utangmu. Pasalnya ada beberapa orang yang memutuskan membuat utang baru demi membayar utang yang sebelumnya. Memang benar bahwa dalam dunia keuangan, ada taktik refinancing dimana Kamu bisa membayar utang lama dengan utang baru—yang biasanya lebih murah. Tapi jika yang terjadi adalah sebaliknya, yakni utang barumu memiliki biaya yang sama mahal, atau malah lebih mahal dari yang sebelumnya, hindari saja.

Sejatinya, berutang berarti menambah beban keuangan dan pikiranmu sendiri. Usahakan untuk tidak berutang dan lunasi segera semua utangmu. Jangan ambil keputusan yang salah dan malah makin menyusahkan keuanganmu di kemudian hari. Sebaliknya, tingkatkan lagi kemampuan bayarmu untuk mendapatkan penghasilan lebih sehingga ke depannya Kamu pun tak perlu berutang lagi. Sukses selalu, semoga bermanfaat.

Di Balik Tulisan “Yang Harus Dipahami Dalam Kasus Penarikan Albothyl”

Di Balik Tulisan _Yang Harus Dipahami Dalam Kasus Penarikan Albothyl_

Hari Jumat, pas Imlek, Prima Sulistya, cicik-cicik KW embuh yang tidak merayakan Imlek merupakan pemimpin redaksi salah satu media kafir, Mojok, mengirim pesan WhatsApp kepada saya berkaitan dengan penulisan sebuah topik, yang mungkin dikirimkannya mengingat kayaknya hanya saya apoteker di antara deretan penulis Mojok.

Ini merupakan pesan istimewa karena inilah kali pertama Cik Prima request artikel ke saya sejak bliyo naik pangkat jadi pimred. Sebelumnya, Cik Prim hanya redaktur biasa nan jelata. Beberapa tulisan yang saya kirimkan kepadanya pun memang dimuat tapi view-nya mengenaskan.

Bagi saya, apapun tawaran dari Cik Prim yang berkaitan dengan nulis di Mojok adalah keharusan untuk diiyakan, terlebih dalam kondisi finansial saya yang gundah gulana begini. WA-nya kepada saya mungkin kombinasi dari masukan koreksi untuk sebuah topik yang lalu ditambah dengan unggahan saya berupa Istoyama yang sedang makan kerupuk saja, saking kerenya bapaknya. Continue reading

Taksi Bandara Galak di Hang Nadim

Banyak hal yang bikin bete di dunia ini. Pertama, tentu saja makhluk hidup bernama Fahmi Wicaksono, agen properti yang selalu membawa serta bininya kemanapun pergi serta katanya sudah sering jualan tapi malah bikin uang saya amblas 36 juta. Kedua, mantan terindah dihamili oleh suaminya sendiri–suatu hal wajar nan menyakitkan. Ketiga, bertemu dengan taksi bandara nan galak tanpa tata krama sama sekali.

Alkisah dalam sebuah perjalanan dinas, saya dan tim sampai di bandara Hang Nadim, Batu Besar, Batam menggunakan penerbangan Garuda Indonesia terakhir. Itu lho, yang dari Jakarta jam tujuh kurang sedikit. Dasar penerbangan terakhir, sesudah semua penumpang berpulangan maka yang tersisa hanya sepi, rindu, dan kenangan. Tsah.

Bermula dari miskomunikasi antara tim dengan kantor di Batam, muaranya adalah sampai kami sampai belum ada yang menjemput. Dasarnya juga nggak sering-sering amat ke Batam, jalanlah kami mengikuti orang-orang ke arah parkiran mobil.

Yang kemudian terjadi…

Continue reading

Kenali Makanan Penyebab Masalah Alergi Anak

screenshot_301

Anda pastinya tahu bahwa alergi merupakan suatu kondisi dimana tubuh mengalami hal yang tidak wajar yang disebabkan zat-zat asing tertentu sehingga menimbulkan gejala yang tidak wajar. Hal ini seringkali ditemui pada anak-anak yang memang rentan terhadap segala macam zat dan sistem kekebalan tubuh mereka memang belum sempurna. Masalah alergi anak ini juga lebih sering disebabkan karena makanan daripada hal lainnya seperti bulu binatang maupun debu rumah.

Karena masalah alergi pada anak ini sangat penting Anda ketahui terutama yang disebabkan oleh beberapa makanan yang sering menyebabkan alergi, maka berikut beberapa ulasan jenis makanan yang seringkali menjadi penyebab alergi pada anak Anda:

1. Telur

Seorang anak biasanya mengalami alergi terhadap telur disebabkan karena suatu reaksi yang ditimbulkan sebab vaksin yang sebelumnya ditanam pada suatu kuning telur, misalnya vaksin campak.

2. Ikan

Selain telur yang seiring menjadi makanan alergi pada anak-anak adalah ikan. Banyak yang mengalami alergi pada ikan dan seringkali dijumpai suatu reaksi dari alergi makanan yang satu ini adalah asma. Selain ikan, biasanya makanan sejenis lainnya yakni makanan laut yang seringkali menjadi penyebab alergi pada anak-anak adalah lobster, udang, dan masih banyak jenis seafood laut lainnya.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga seringkali menjadi makanan yang menyebabkan alergi meskipun seringkali menimbulkan reaksi yang sifatnya sangat ringan seperti muncul gatal-gatal pada bagian tenggorokan. Namun hal tersebut sangat mengganggu terutama untuk anak-anak. Hal tersebut disebabkan kacang memiliki sifat yakni alergenitsnya begitu rendah Selain itu jenis makanan yang satu ini juga seringkali sebagai pengganti susu sapi yang mana sifat alergenitas pada kacang mampu berkurang jika terkena suhu panas.

4. Susu sapi

Untuk makanan yang satu ini pastinya sudah banyak yang tahu dan tidak asing lagi sebagai reaksi yang menyebabkan alergi pertama pada anak-anak, terutama untuk yang berada di bawah satu tahun seringkali masalah alergi ke dokter alergi anak terbaik. Untuk itu, Anda sebagai orang tua perlu selektif dalam memilih jenis susu sapi untuk anak Anda. Pilihlah susu SGM yang sudah diformulasikan khusus dan banyak pilihan bagi para penderita alergi.

Menjadi Pengguna Taksi Online Nan Budiman di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

screenshot_211

Akhir tahun silam, ada waktu ketika saya berada di bandar udara internasional Soekarno-Hatta setidaknya satu pekan sekali. Jenuh adalah suatu keniscayaan. Penat, pasti. Saya bahkan hafal bahwa vending machine selepas x-ray di Terminal 3 Ultimate itu nggak terima uang sama sekali, pajangan doang. Kalau mau pakai vending machine, di bawah saja, bahkan terima uang yang nyaris remuk.

Walau begitu, saya tetap bersyukur diberi keselamatan meski telah wira-wiri kesana dan kemari. Plus, saya merasakan aneka kisah dalam waktu singkat mulai dari delay 2,5 jam untuk penerbangan 30 menit ke Tanjung Karang hingga numpang nonton film di dalam GA606 sebelum kemudian turun dan lantas pulang ke rumah dengan bahagia.

Nah, salah satu hal yang saya amati di bandar udara Soekarno-Hatta adalah penggunaan taksi online, baik itu Uber, GrabCar, hingga Go-Car. Sudah menjadi rahasia umum bahwa taksi online sebenarnya haram hukumnya beredar di sekitar bandara tersibuk se-Indonesia itu. Begitu banyak kisah driver Uber, GrabCar, dan Go-Car yang keciduk petugas dan lantas mendapatkan sanksi.

Walau demikian, orderan tetap saja jalan. Sejauh inipun, saya bisa menikmati layanan taksi online tanpa kendala. Berdasarkan curhat para driver, sejatinya masalah utama justru ditimbulkan oleh calon penumpang sendiri, dan itupun saya alami dengan jelas kala bersama teman-teman dari kalangan gadis-gadis belia menuju tua.

Continue reading

Untunglah Indonesia Tidak Juara

finale

Menurut kabar, Indonesia sedang berduka karena kegagalan (lagi) tim nasional-nya PSSI untuk menjuarai Piala AFF 2016. Kalau menurut Ahmad Dhani dalam salah satu lagunya–dengan sedikit penyesuaian, “seperti final-final yang sudah-sudah”. Agak beda kisah dengan 2010 kala kita begitu jumawa di lapangan sejak awal namun kemudian bubrah di Kuala Lumpur, meski kemudian menang di Jakarta. Kali ini, kita bahkan tidak mendukung tim nasional kita sendiri pada awalnya. Apalagi pada pertandingan pertama kalah, pertandingan kedua seri dengan menggemaskan, pertandingan ketiga ketinggalan duluan sebelum kemudian berjaya via gol Andik dan Lilipaly.

Lagi-lagi Indonesia tumbang di final, tapi dengan segala latar belakang yang menyertai, sebenarnya dan seperti biasa orang Indonesia kita harus melihat keuntungan dari tidak juaranya Indonesia dalam Piala AFF kali ini.

Tanpa Kompetisi Resmi

Sejak dicabut pembekuannya oleh FIFA, PSSI belum lagi menggelar kompetisi resmi. Negeri ini hanya mengenal Indonesia Soccer Championship yang berformat ala kompetisi sebagai tempat para pemain berkreasi di lapangan. Pemain-pemain yang ada sebagian besar adalah pemain di kompetisi itu. Ya, walaupun bosnya liga adalah orang-orang yang itu-itu juga dan masih eksis di PSSI terkini, namun bagaimanapun secara jelas dan terang bahwa liga nan resmi, nan berjenjang, dan berada dalam naungan federasi, serta kemudian juaranya dapat bermain di AFC Cup tidak ada sama sekali. Jika Indonesia juara, tentu menjadi justifikasi kurang baik bahwa tidak butuh kompetisi resmi untuk menghasilkan tim yang juara di ASEAN.

Continue reading

Badan POM dan Bebiluck: Simpati yang (Seharusnya) Sama

simpati

Sedang duduk pasca mengarungi lautan polusi di ibukota, tetiba saya mendapat broadcast di grup WhatsApp. Pesan panjang yang biasanya malas saya baca. Kalau saja broadcast itu muncul di grup FPL Ngalor Ngidul, saya tinggal komentar, “Tulung disimpulke (tolong disimpulkan)”. Masalahnya, ini muncul di grup yang berbeda dan kala membacanya saya kok jadi trenyuh sendiri. Ya, kebetulan saya hobinya memang mengenang.

Broadcast itu berjudul “Sejarah Kami adalah Sejarah Cinta Ibu Kepada Anaknya” ditulis oleh Lutfiel Hakim kalau menurut tulisan pada pesan yang saya terima. Intinya, broadcast ini adalah suara dari pemilik makanan bayi Bebiluck yang belum lama ini didatangi oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan di Serang dalam sebuah inspeksi mendadak (sidak) karena produknya tidak memiliki Nomo Izin Edar (NIE).

Saya membaca kisah Pak Lutfiel ini berulang kali karena nggak ada kerjaan, termasuk perihal awal mula makanan bayi, dan perspektif saya adalah broadcast ini merupakan kebenaran, alias bukan hoax layaknya banyak pesan broadcast lain yang menuh-menuhin gawai saya.

Seketika saya bersimpati dengan Bebiluck dan saya yakin banyak pembaca juga berlaku sama. Bagaimana tidak? Dalam usaha menangani makanan bayi yang tergolong risiko tinggi, aneka usaha telah dilakukan. Mulai dari membuka CV untuk penerbitan SIUP, konsultasi dengan Dinas Kesehatan hingga mendapatkan izin PIRT, hingga uji laboratorium Dinas Kesehatan.

Masih dalam tulisan yang sama, ada ahli pangan yang direkrut, badan usaha diganti menjadi PT, melakukan uji laboratorium di TUV Nord, hingga mendapatkan sertifikat halal LPPOM MUI. Sebagai mantan auditor halal internal, saya sedikit-sedikit paham sih dengan soal halal ini, makanya saya langsung cek ke Daftar Produk Halal terkini, dan memang ada nama Bebi Luck atas nama CV. Hasanah Bebifood Sejahtera, pada laman ke-314 file bertipe pdf dalam tabel LPPOM MUI Banten.

Selengkapnya!

Istilah CASN: Sesuai Dengan Peraturan Atau Tidak?

Ada cukup banyak hal yang bikin geli di dunia ini, selain bulu babi dan bulu ayam yang dielus-eluskan di telapak kaki. Demikian juga melihat Chelsea Olivia maupun mantan terindah nikah duluan, itu juga geli. Geli-geli ngilu. Naik OOM ALFA apalagi, geli banget itu, mah. Well, salah satu hal yang bikin geli akhir-akhir ini–setidaknya buat saya–adalah penggunaan istilah CASN.

Munculnya istilah CASN sebenarnya sejalan dengan munculnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Sehingga banyak yang bilang bahwa sekarang nggak ada lagi PNS, nggak ada lagi kenangan, nggak ada lagi mantan, adanya ASN. Ini lucu, karena di dalam UU ASN sendiri, dalam Pasal 6 disebut bahwa:

Pegawai ASN terdiri atas:
a. PNS; dan
b. PPPK.

Upload_1

Jadi, istilah PNS itu sebenarnya masih ada, hanya ditambahkan ruang lingkup besarnya ke dalam ASN bersama dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Maka, menyebut bahwa sekarang istilahnya bukan lagi PNS tapi ASN itu boleh dibilang tidak cocok sama UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Istilah PNS itu masih ada, kok. Masih eksis bahkan di dalam UU yang katanya meniadakan istilah PNS itu.

Selengkapnya!

Insadha: Cerita Ospek Tanpa Kekerasan

Hey! Kamu yang disana menatap lurus bagai peluru
Hey! Singsingkan lengan baju membangun negeri dengan karyamu
Tunjukkan pada dunia bahwa dirimu bisa

Hey! Janganlah engkau raihlah ilmu teruslah maju
Hey! Jadikan hari ini ukiran sejarah bagi hidupmu
Tunjukkan pada dunia bahwa dirimu bisa

Salam Insadha kuucapkan hanya padamu
Salam Insadha kutunjukkan hanya untukmu
Lewati masa ini membangun dunia ini
Bersatu kita dalam Salam Insadha

Lagu yang liriknya tertera di pembuka posting ini pertama kali saya dengarkan bulan Agustus, sebelas tahun silam, via suara emas Mas Kongko yang mirip Duta Sheila on 7. Dan ajaibnya, saya masih hafal, bahkan di beberapa bagian saya masih ingat gerakannya. Bagian ‘Hey!’ dipraktekkan dengan meletakkan kedua telapak tangan di depan bibir layaknya memanggil orang dari jarak jauh. Part ‘membangun negeri’ dilantunkan sambil membentuk segitiga di atas kepala dengan dua tangan, dilanjutkan dengan ‘dengan karyamu’ sambil macak binaragawan dengan pose paling klasik. ‘Salam Insadha’ dinyanyikan sambil melompat kiri kanan sambil dadah-dadah. Bahkan ada bagian kita selalu mahasiswa baru nan jomblo bisa bergandengan tangan dengan siapapun yang ada di sebelah kita. Uhuk!

sumber: debbynataya.wordpress.com

sumber: debbynataya.wordpress.com

Yes, sesudah selamat dari kemungkinan mengalami MOS yang gaib dan tidak berkonsep di SMA karena saya mengalami Inisiasi yang keren, saya terselamatkan lagi dari Ospek dengan sok-sokan pakai topi bertali rafia serta tas dari karung. Orientasi alias pengenalan lingkungan yang saya alami ketika menjadi anak baru di universitas menggunakan pendekatan yang sama sekali berbeda dengan yang digambarkan mengenai Ospek. Kala itu, sebelas tahun silam, saya masuk ke Universitas Sanata Dharma, dan menjadi peserta Inisiasi Sanata Dharma atau yang terkenal dengan nama Insadha.

Selengkapnya tentang Insadha!