[Review] Cek Toko Sebelah

048349700_1480416066-cek_toko_sebelah

Dalam perjalanan ke Bangka, yang tulisannya baru kelar 2 itu, saya diberi tahu oleh Tintus perihal anak gadis lulusan akuntansi sebuah kampus terkemuka di Jakarta yang “berakhir” mengelola toko oleh-oleh milik orangtuanya. Kisah anak yang disekolahkan tinggi-tinggi dan pada akhirnya akan mengurus dan melanjutkan usaha orangtua adalah profil yang jamak kita temukan, utamanya dalam kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia.

Ernest Prakasa kita kenal sebagai komika yang mengangkat isu etnis ini sebagai bahan pekerjaannya alias bahan lawakannya. Sesudah memulai dengan Ngenest, kini muncul karya lanjutan yang seolah menjadi pembalasan Ernest terhadap kekurangan-kekurangan di film Ngenest. Judul filmnya juga berbeda: Cek Toko Sebelah.

‘Kalau nggak percaya, cek toko sebelah’ merupakan kalimat yang cukup sering dilontarkan oleh kokoh-kokoh Tionghoa yang dagang. Dimanapun berada, pokoknya, kecuali di balai kota Jakarta. Heuheu. Kalimat itu yang diambil oleh Ernest dan timnya sebagai judul, meski sebenarnya dari konten cerita, nyaris tidak ada hubungannya.

Dikisahkan ada dua orang lelaki kakak beradik, sedikit beda nasib. Yohan (Dion Wiyoko) menjadi sosok kakak yang kalah saing dengan adiknya, Erwin (Ernest). Ada permasalahan antara Kokoh Yohan dengan sang ayah, Koh Afuk (Chew Kin Wah), ada hal yang dingin dalam hubungan mereka. Pada saat yang sama, Yohan hidupnya tidak baik-baik benar. Kerjaan freelance, duit nggak banyak, rumah masih ngontrak pula (kayak saya). Erwin sebagai seorang adik jelas lebih moncer karena kariernya bagus dan pada saat yang sama akan mendapat promosi ke kantor di Singapura.

Continue reading

Advertisements

Tipe-Tipe Penonton Pertandingan Sepakbola

Ini lagi nonton sepakbola, ceritanya tim Garuda Muda alias Indonesia U-19, dan kok ya pas lagi kalah. Jadilah sandal sudah siap saya lempar ke TV. Untungnya masih ingat kalau itu TV punya orang, dan kebetulan pula orangnya ada di belakang saya. Jadi kalau TV-nya saya lempar, mungkin dia lempar kursi ke kepala saya.

Jadi mari kita urungkan niat melempar sandal.

Nah, sekarang lagi mulai nih babak kedua. Dan saya jadi mencoba berpikir tipe-tipe penonton pertandingan sepakbola, berdasarkan pengalaman saya sebagai tukang komentar yang jelas nggak bisa main bola. Sekadar informasi, selama saya main bola, saya sudah dipecat dari posisi striker, lalu kemudian gelandang, dan lantas bek. Untungnya saya diterima di posisi kiper karena memang nggak banyak orang yang pengen berciuman dengan sepatu bola.

Pokoknya Bukan Indonesia

Ini jarang terjadi di Indonesia Raya Merdeka-Merdeka, tapi beneran ada lho. Ada dulu teman kos saya yang selalu memilih jalur anti-mainstream setiap menonton pertandingan sepakbola bareng-bareng. Mau Indonesia lawan Bayern Muenchen, Uruguay, Arab Saudi, sampai Laos dan Kamboja sekalipun, dia akan dengan senang hati mendukung lawannya Indonesia.

Kalau lagi baru pulang gitu, dia akan bertanya, “Indonesia kalah piro?”

Saya sih agak heran, dia itu sebenarnya punya KTP apa nggak.

“Gitu Aja Nggak Bisa”

Komentar yang paling keren dari setiap penonton sepakbola kalau yang ditonton salah umpan atau salah jodoh adalah, “gitu aja nggak bisa…”

Padahal yang ngomong itu nendang bola aja nggak bisa. Padahal juga yang diomongin itu kerjaan sehari-harinya nendang bola. Kok ya berani-beraninya? Nah, demi menciptakan azas keadilan, kalau saya selalu menambah keterangan, “gitu aja nggak bisa…

…kayak saya.”

Deg-Degan Sambil Pegang Dompet

Selalu ada penonton sepakbola yang deg-degan sambil lirik-lirik dompet. Orang sejenis begini sudah punya pengetahuan soal voor-vooran, mulai dari seperempat sampai satu tiga perempat dan seterusnya. Iye, ini adalah penonton sepakbola tipe penjudi. Padahal kan Bang Rhoma bilang…

…judi. Toettt.

Tipe penonton semacam ini umumnya realistis. Jadi kalau Indonesia lawan Uruguay, dia nggak akan mendukung Indonesia walaupun lahir dan besar di Indonesia. Kalau Indonesia lawan Singapura, dia akan lihat voor-vooran, dan melupakan KTP selama 90 menit ke depan.

Newbie

“Eh, itu kok berhenti sih?”

“Eh, itu kok ada lasernya sih?”

“Itu kenapa nggak boleh pakai kaki?”

“Kalau kebelet boker gimana dong?”

Pernah nonton sama orang yang kayak gini? Saya sih pernah, dan rasanya gemes habis. Soalnya saya kenal sepakbola sejak zaman prasejarah, dan saya itu kurang sabaran kalau ngejelasin sama orang. Kalau sudah ada yang memberikan pertanyaan yang aneh-aneh bin absurd, lebih baik dijawab, “ya memang begitu…”

Masalahnya adalah kalau ada penonton begini, akan susah menjelaskan kepada newbie untuk istilah semacam:

Gelandang Angkut Air: air mana yang mau diangkut?
Strategi Parkir Bis: memangnya bis boleh masuk lapangan?
Turun Minum: turun kemana, kan lapangannya rata gitu?

Ya sudah, nikmati saja.

Begitu dulu ya. Ini sudah menit ke 78. Indonesia lagi menyerang. Semoga menang ya.

Etika Mengirim Email (Lagi)

Kenapa judulnya pakai ‘(lagi)’? Soalnya dulu udah saya tulis disini dan disini juga.

Kenapa saya tulis lagi, soalnya barusan dapat inspirasi tambahan *halah*.

Jadi saya dapat email, isinya sih CV. Seperti biasa, buat tak teruskan ke orang HR.

UntitledJadi emailnya ya begitu doang. Gampangannya konten doang. Tentu posting ini bukan bermaksud bilang yang ngirim beginian salah, soalnya kadang, saya juga email macam itu kok. Dan untuk perkara CV begini, maksudnya dikirim konten doang, juga sudah sering saya alami. Dulu bahkan pernah lihat isi emailnya mantan karena disuruh ngecek, eh dia ngirim email ke HRD sebuah perusahaan dengan cara konten doang gitu.

*tepok jidat*

Ya gini deh, mendapat email konten doang, apalagi dari orang nggak dikenal itu rada runyam. Jangan2 ini SPAM. Ya to?

Nah, SPAM saja kalau ngirim sesuatu kan pakai kata pengantar bla..bla..bla.. Masak kita ngirim surat beneran, lantas kosongan gitu.

Apa sih susahnya nulis:

Dear blablabla,

Terlampir blablabla.

Terima kasih

Best Regards,
Ablublublu

Yah begitulah, saya juga lupa dulu gimana kalau ngirim email. Tapi sehubungan dengan pengalaman yang terus bertambah, perlahan ya akhirnya tahu juga hal-hal etis soal per-email-an. Jadi, sebisa mungkin jangan berikan email kosong, alias konten (attach) doang.

Begitu ya. 🙂

Menjadi Lektor yang Baik

Hahahahahahahaha.

*ngakak dulu*

Posting sotoy juga ini yak. Jelas-jelas masih lektor cupu, bisa-bisanya nulis judul sangar begitu. Yah, tapi okelah, kalau mau melihat dan membaca soal bagaimana menjadi lektor yang baik boleh dicek disini, disini, dan disini.

Dulu, iya duluuuuuu banget, saya mengawali karier membaca sabda Tuhan ini pada hari ketika saya menerima komuni pertama. Maklum, kan anak guru dan anak ketua rayon (tentunya anggota dewan paroki juga), jadi punya privilege untuk bisa tampil. Hahahaha. Muka saya tentu masih amat sangat cupu dan unyu walaupun sekarang juga sih.

Itu tahun berapa ya? Sekitar 1996 atau 1997, pastinya saya lupa. Sudah belasan tahun silam. Bahkan anak yang tahun itu belum lahir saja sudah bisa memperkosa *barusan baca berita perkosaan oleh anak 12 tahun, absurd*

Waktu kecil, saya itu amat sangat anti kritik. Pas pertama kali disodorin bacaan, maka saya baca secepat kilat, pokoknya kelar. Saya anggap semakin cepat semakin baik.

Salah. Saya ngambek.

Lalu ketika mulai paham bahwa ini sabda Tuhan yang harus dibaca dengan tempo tertentu (saya kalau ngomong biasa memang dasarnya cepat), saya kemudian dilatih untuk membaca oleh orang tua. Pas jatah kata “mereka”, saya baca dengan “mEreka”, saya diketawain orang tua.

Salah. Saya ngambek lagi.

Sebuah proses kampret dalam pendewasaan diri saya yak. Begitulah. Memang sungguh semprul sekali.

Pada perjalanannya, saya punya idola anaknya Pak Edi, kalau nggak salah namanya Mas Uus. Kalau ngelektor santai banget. Paling senang kalau lihat dia baca bacaan pertama Jumat Agung, dari Yesaya, yang panjangnya ora kiro-kiro itu, tapi kontennya menarik.

Dari situ saya mulai mengerti ‘cara membaca yang baik’.

Pindah ke SMA, waktu dimana saya nyaris murtad dan menjelma menjadi Kristen NaPas, ya mana ada cerita jadi lektor?

Saya baru jadi lektor lagi di Cana Community, kapel Santo Robertus Bellarminus Mrican. Yang ironisnya, saya tinggalkan karena satu kritik.

Kritik sih, cuma buat saya disampaikan dengan tidak proper oleh seorang suster. Saya lagi baca, kurang mengalir, terus dibilang, “gini nih kalau nggak biasa nyanyi.”

Dan saya sikapi dengan daftar PSM, lalu berkarier disana. Bye bye lektor. Hahahahaha.

Itu tahun 2005, dan saya baru ngelektor lagi tahun 2013. DELAPAN tahun kemudian. Syukurlah, skill itu nggak hilang-hilang banget.

Sebenarnya, apa sih makna menjadi lektor? Buat saya ada beberapa hal.

1. Membaca sabda adalah hal yang berbeda dengan membaca biasa. Saya coba praktek dengan membaca buku Rectoverso (pinjem), dengan cara lektor, rasanya jelas beda. Persislah dengan teman saya yang muslim yang mendaraskan surat-surat yang tertera di kitab sucinya. Itu inspiring sekali loh. Terutama si Irfan, kalau lagi malam-malam di mushala office lantai 2.

Menurut teori, memang ada pesan yang disampaikan ketika kita membaca. Tapi kalau saya sih mencoba berpikir sederhana saja. Sesudah doa pembukaan kan dibilang, “marilah kita MENDENGARKAN sabda Tuhan”, itu yang buat saya–walau megang teks–nggak pernah baca teks. Nah, bagaimana supaya yang mendengar itu bisa menerima isinya, itu yang sulit. Caranya? Ya bacalah sebaik-baiknya. Itu saja. Kita kan nggak tahu umat yang lagi dengerin lektor itu sedang ngelamun jorok apa kagak (itu mah saya kali…)

Poinnya adalah membaca sabda, punya nilai, yang sebisa mungkin tersampaikan kepada pembaca.

Sedikit membenarkan si suster yang menghina dina saya dulu, bahwa menyanyi itu membantu dalam membaca. Setiap bacaan mempunyai lagu, dan tidak selalu harus dibaca ala puisi. Yeah, dulu pas Bahasa Indonesia paling tobat saya kalau disuruh baca puisi. Terimo ora. Tenan.

Inilah yang kemudian membantu upaya penyampaian maksud bacaan kepada umat. 🙂

2. Lebih dekat dengan sabda Tuhan adalah sisi baik lektor. Saya ini yah, ampun-ampun, walaupun punya kitab suci, mana pernah saya baca? Coba tanya saya 1 kalimat yang saya hafal di alkitab, mana ada?

Tapi, saya bisa ingat loh, bacaan-bacaan yang pernah saya baca di mimbar, dan sekaligus kata-kata penekanannya. Misal, “….karena engkau, mentaati sabda-Ku..”, atau “….dan mereka semua disembuhkan…”

Nggak usah muluk-muluk ke orang, urusan ke diri sendiri si lektor aja dulu. Pengaruhnya signifikan, terutama bagi orang yang jarang baca alkitab kayak saya. Hahaha.

3. Menikmati diri didengarkan, buat saya adalah perspektif lain. Dulu, buat saya, secepat mungkin selesai, lebih baik. Hehe. Tapi perlahan saya sadar, umat nggak akan melempar saya dengan sepatunya kalau saya terlalu lama di mimbar. Lha wong romo yang kotbahnya 1 jam sendiri juga nggak dilempar kan? *ekstrim mode on*

Umat datang (salah satunya) untuk mendengarkan sabda, jadi menikmati saat-saat di mimbar adalah penting.

Datanglah ke mimbar, lalu bersiap sejenak. Lihat ke depan, jangan ke belakang, apalagi ke atas *iki ngopo sih?* Kalau melihat ke depan, toleh dikit kiri kanan siapa tahu ada yang cantik.

*lektor sesat*

Untuk hal ini, saya angkat topi untuk Felic, anak Cana dulu. Ini anak paling menikmati soal tengak tengok ini. Naik mimbar, tengak tengok dulu. Pede abis pokoknya. Tapi jadinya keren.

Coba nikmati begini:

Naik ke mimbar, letakkan buku, pastikan bacaan terbuka dengan baik. Lalu lihat ke depan, sedikit kiri, sedikit kanan. Kalau nemu yang cantik, tetapkan sasaran. Kalau ada pacar, bolehlah jadi titik pusat. Lalu ambil nafas, tahan sampai besok.

*ngawur kan*

Ucapkan kalimat dengan perlahan, sehingga tidak akan merasa kehabisan napas. Karena di altar tidak ada tabung oksigen. Pelan-pelan saja, dan jangan terus gemetar. Ini posting sotoy, jadi jangan percaya kalau yang nulis nggak gemetaran. Percayalah, bahwa saya pun kadang masih gemetaran.

Cari kalimat-kalimat yang perlu ditekankan. Itu akan menjadi penekanan berbeda waktu membaca. Plus, begitu mau kelar, temponya diperlambat. Ini teori saya dapat waktu di Cana, lupa dari siapa, tapi ini yang bikin membaca jadi asyik. Tempo diperlambat, kata per kata kalau perlu ditekankan. Kebanyakan sih, poin utama bacaan itu memang ada disana. Nggak tahu kalau ada perubahan dari 2005 ke 2013 ya.

Nah, sesudah kelar. Tarik napas lagi, tahan lagi sampai besok, lalu bilang, “demikianlah sabda Tuhan.”

4. Tapi sebenarnya, bagian terbaik dari menjadi lektor adalah ketika mendapat berkat di sakristi ketika tugas sudah berakhir. Itu rasanya berbeda dibandingkan jadi umat biasa. Maklum, bertahun-tahun jadi umat biasa. Luar biasa sih, maksudnya, biasa di luar. *halah*

Ya begitulah. Seperti saya bilang tadi, kalau mau yang baik dan benar sila baca tautan yang sudah saya buat. Tapi kalau mau jadi yang sesat, boleh ikuti cara saya. Dijamin ngawur. Hehehehe.

Keuskupan di Indonesia

Namanya orang Katolik itu spesial dengan keagamaan yang mirip kenegaraan. Maksudnya, struktur kepemimpinannya jelas, dari umat kroco sampai ke Paus di Vatikan sana. *kapan ya saya ke Vatikan?* NAH! Mari kita lihat sejenak struktur keuskupan di Indonesia yang saya contek dari sini.

Provinsi Gerejawi MEDAN, terdiri dari:

01. Keuskupan Agung MEDAN (Mgr. Anicetus B Sinaga, OFMCap.)

Medan Katedral
Paroki Santo Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Asal Medan Katedral
Paroki Santo Paulus Medan Pasar Merah
Paroki Santo Petrus Medan Timur
Paroki Kristus Raja Medan Kota
Paroki Santo Yohanes Penginjil Medan Mandala
Paroki Santo Konrad Medan Martubung
Paroki Santo Yoseph Delitua
Paroki Gembala Yang Baik Lubuk Pakam
Paroki Santo Yoseph Tebing Tinggi
Kuasi Paroki Santa Agatha Batang Kuis
Kuasi Paroki Santa Katarina Tiga Juhar

Medan Hayam Wuruk
Paroki Santo Antonius Medan Hayam Wuruk
Paroki Santo Fransiskus Asisi Medan Padang Bulan
Paroki Santa Maria Ratu Rosari Medan Tanjung Selamat
Paroki Santo Padre Pio dari Pietrelcina Medan Helvetia
Paroki Maria Bunda Pertolongan Abadi Binjai
Paroki Santo Paulus Pangkalan Berandan

Kabanjahe
Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Kabanjahe SPM
Paroki Santo Petrus dan Paulus Kabanjahe SPP
Paroki Santo Fransiskus Asisi Berastagi
Paroki Sang Penebus Bandar Baru
Paroki Santo Fransiskus Asisi Saribudolok
Paroki Santo Yoseph Lawe Desky
Paroki Santo Fransiskus Asisi Tiga Binanga
Kuasi Paroki Santo Damian Lau Baleng
Kuasi Paroki Santa Monika Tiga Nderket

Sidikalang
Paroki Santa Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang
Paroki Santa Maria Bunda Karmel Tiga Lingga
Paroki Santo Dionysius Sumbul
Paroki Santo Petrus dan Paulus Parongil
Kuasi Paroki Santa Lusia Salak

Banda Aceh
Paroki Hati Kudus Yesus Banda Aceh

Pematang Siantar
Paroki Santo Laurentius Brindisi Pematang Siantar I Jalan Sibolga
Paroki Santo Petrus dan Paulus Pematang Siantar II Jalan Asahan
Paroki Santo Fransiskus Asisi Pematang Siantar Jalan Medan
Paroki Santo Yoseph Pematang Siantar III Jalan Bali
Paroki Kristus Raja Pematang Siantar IV Tanah Jawa
Paroki Kristus Raja Pardagangan
Paroki Santo Antonius Padua Tiga Dolok
Paroki Santo Fidelis Parapat
Kuasi Paroki Santo Stefanus Martir Pamatang Raya

Aek Kanopan
Paroki Santo Pius X Aek Kanopan
Paroki Sakraman Maha Kudus Kisaran
Paroki Santo Mikael Tanjung Balai
Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara

Dolok Sanggul
Paroki Santo Fidelis Dolok Sanggul
Paroki Santa Lusia Parlilitan
Paroki Santo Yohanes Pembaptis Pakkat
Paroki Santo Koenrad Parzam Lintongnihuta
Paroki Santo Yoseph Balige
Paroki Santo Yoseph Parsoburan
Paroki Santa Maria Tarutung
Paroki Santo Kristoforus Siborongborong

Pangururan
Paroki Santo Mikhael Pangururan
Paroki Santo Antonius Maria Claret Tomok Simanindo
Paroki Santo Paulus Onan Runggu
Paroki Santo Fransiskus Asisi Palipi

02. Keuskupan Sufragan SIBOLGA (Mgr. Ludovikus Simanullang, OFM.Cap.)

Dekanat Nias
Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Telukdalam Luar Kota Nias Selatan
Paroki Hati Kudus Yesus Telukdalam Nias Selatan
Paroki Roh Kudus Lahusa-Gomo
Paroki Santo Fidelis Tello, PP Batu Nias Selatan
Paroki Kristus Raja Gidö
Paroki Santo Petrus dan Paulus Idanögawo
Paroki Kristus Gembala Baik Gunungsitoli Luar Kota
Paroki Santa Maria Bunda Para Bangsa Konkatedral Gunungsitoli
Paroki Santo Fransiskus Assisi Gunungsitoli Laverna
Paroki Santo Mathias Amandraya
Paroki Santa Maria Ratu Surga Tögizita, Nias Tengah
Paroki Trinitas Sogawunasi, Nias Tengah
Paroki Santo Bonifasius Alasa
Paroki Salib Suci Mandrehe-Sirombu, Nias Barat
Paroki Santa Maria Bintang Kejora Lahewa, Nias Utara
Paroki Santo Fransiskus Assisi Tuhemberua, Nias Utara

Dekanat Tapanuli
Paroki Santa Theresia Lisieux Katedral Sibolga
Paroki Santo Yosef Pandan, Sibolga
Paroki Santa Maria Bunda Padangsidempuan, Tapanuli Selatan
Paroki Santo Yohanes Penginjil Pinangsori
Paroki Santo Mikael Tumbajae – Manduamas, Sibolga
Paroki Santo Fransiskus Assisi Pangaribuan, Tapanuli Tengah
Paroki Santo Hilarius Tarutungbolak, Sorkam

03. Keuskupan Sufragan PADANG (Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFM. Cap.)

Wilayah Sumatera Barat – Kerinci
Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Katedral
Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Baru
Paroki Santa Maria Bunda Yesus Tirtonadi
Paroki Santo Petrus Apostolus Padang Panjang
Paroki Santo Petrus Claver Bukittinggi
Paroki Santo Fidelis a Sigmarinda Payakumbuh
Paroki Santa Barbara Sawah Lunto
Paroki Santa Maria Assumpta Kayu Aro
Paroki Keluarga Kudus Pasaman

Wilayah Mentawai
Paroki Santa Maria Assumpta Sikakap
Paroki Santo Yoseph Sipora
Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Siberut
Paroki Santa Maria Auxilium Christianorum Sikabaluan

Wilayah Riau
Paroki Santa Maria a Fatima Pekanbaru
Paroki Santo Paulus Pekanbaru
Paroki Santo Yosef Duri
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Dumai
Paroki Santo Petrus dan Paulus Bagansiapi-api
Paroki Santo Ignatius Pasir Pangarayan
Paroki Santa Maria Ratu Rosari Bagan Batu
Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Air Molek
Paroki Hati Kudus Yesus Pangkalan Kerinci
Paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang

Provinsi Gerejawi PALEMBANG, terdiri dari:

04. Keuskupan Agung PALEMBANG (Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ)

Dekanat I (Kota Palembang)
Paroki Hati Kudus Palembang
Paroki Katedral Santa Maria Palembang
Paroki Santo Yosef Palembang
Paroki Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) Palembang
Paroki Santa Maria Ratu Rosario Palembang
Paroki Santo Paulus Palembang Plaju
Paroki Santo Stefanus Talang Betutu
Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut
Paroki Santo Petrus Kenten Palembang
Stasi Luar Kota Kayu Agung
Stasi Luar Kota Rantau Alai

Dekanat II
Paroki Sang Penebus Batu Putih
Paroki Santo Petrus dan Paulus Batu Raja
Paroki Trinitas Bangunsari BK 3
Paroki Santa Maria Tak Bernoda Gumawang BK 10
Paroki Santa Maria Assumpta Mojosari BK 9
Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari BK 21
Paroki Kristus Raja Tugumulyo OKI

Dekanat III
Paroki Santo Yohanes Penginjll Bengkulu
Paroki Santo Stefanus Martir Curup
Paroki Santa Theresia Jambi
Paroki Santa Maria Pengantara Lahat
Paroki Penyelenggaraan Ilahi Lubuk Linggau
Paroki Santo Paulus Muara Bungo
Paroki Santo Isidorus Singkut
Paroki Santo Yosef Tanjung Enim
Paroki Santo Mikail Tanjungsakti
Paroki Santa Maria Tugumulyo Musi Rawas
Stasi Jambi Mayang
Stasi Muko-muko
Stasi Kuro Tidur

05. Keuskupan Sufragan PANGKALPINANG (sede vacante)

Kevikepan Bangka Belitung
Paroki Katedral Santo Yosep Pangkalpinang
Paroki Santa Bernadeth
Paroki Santa Perawan Maria Pengantara Segala Rahmat Sungailiat
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Koba
Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Belinyu
Paroki Santa Perawan Maria Pelindung Para Pelaut Muntok
Paroki Santa Maria Ratu Damai Tanjung Pandan

Kevikepan Kepulauan Riau
Paroki Hati Santa Perawan Maria Yang Tak Bernoda Tanjung Pinang
Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun
Paroki Santo Carolus Borromeus Ujung Beting
Paroki Santo Petrus Lubuk Raja Batam
Paroki Santo Damian De Veuster Bengkong Batam
Paroki Santa Maria Bunda Pembantu Abadi Tembesi Batam
Paroki Kerahiman Ilahi Tiban Batam

06. Keuskupan Sufragan TANJUNGKARANG (Mgr. Yohanes Harun Yuwono)

Paroki Kristus Raja Tanjungkarang
Paroki Santo Yusup Pringsewu
Paroki Hati Kudus Yesus Metro
Paroki Ratu Damai Teluk Betung
Paroki Santo Pius X Gisting
Paroki Kabar Gembira Kotabumi
Paroki Santo Petrus Kalirejo
Paroki Santo Paulus Kotagajah
Paroki Santa Liduina Bandarjaya
Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton
Paroki Keluarga Kudus Baradatu
Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo
Paroki Santo Andreas Margo Agung
Paroki Santo Yohanes dan Santo Paulus Murnijaya
Paroki Santo Thomas Sribawono
Paroki Santa Perawan Maria Pajar Mataram
Unit Pastoral Santo Andreas Mesuji
Unit Pastoral Santo Theodorus Liwa
Unit Pastoral Santo Kristoforus Bakauheni
Unit Pastoral Santo Yusuf Pekerja Tulangbawang
Unit Pastoral Gregorius Agung Bandarsakti

Provinsi Gerejawi JAKARTA, terdiri dari:

07. Keuskupan Agung JAKARTA (Mgr. Ignatius Suharyo, Pr)

08. Keuskupan Sufragan BOGOR (Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM)

Dekanat Barat
Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung
Paroki Kristus Raja Serang

Dekanat Selatan
Paroki Hati Maria Tak Bernoda Cicurug
Paroki Santo Fransiskus Cibadak
Paroki Santo Yoseph Sukabumi
Paroki Santo Petrus Cianjur
Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat Cipanas

Dekanat Tengah
Paroki Santa Perawan Maria (Katedral BMV) Bogor
Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Sukasari Bogor
Paroki Keluarga Kudus, Cibinong
Paroki Santo Joannes Baptista Parung
Paroki Santo Yakobus Rasul Megamendung Cisarua
Paroki Santo Andreas Sukaraja Ciluar
Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Cileungsi Kota Wisata
Paroki Santa Maria Fatima Sentul City

Dekanat Utara
Paroki Santo Herculanus Depok Jaya
Paroki Santo Markus Depok Timur
Paroki Santo Mateus Depok Tengah
Paroki Santo Paulus Depok Lama
Paroki Santo Matias Cinere
Paroki Santo Thomas Kelapa Dua Cimanggis

09. Keuskupan Sufragan BANDUNG (Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC)

Dekanat Kacikamegar
Paroki Santo Petrus Katedral
Paroki Santa Odilia Cicadas
Paroki Santa Melania
Paroki Salib Suci Kamuning
Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda Garut

Dekanat Palemsuci
Paroki Santa Maria Fatima Lembang
Paroki Santo Laurentius Sukajadi
Paroki Santo Ignatius Cimahi
Paroki Santa Perawan Maria Sapta Kedukaan Pandu

Dekanat Dasamawartoba
Paroki Santo Gabriel Sumber Sari
Paroki Santo Martinus Margahayu
Paroki Santo Michael Waringin
Paroki Santo Paulus Mohammad Toha
Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Buah Batu
Kuasi Santo Fransiskus Xaverius Dayeuhkolot

Dekanat Katabapa
Paroki Kristus Raja Karawang
Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi Pamanukan
Paroki Kristus Sang Penabur Subang
Paroki Salib Suci Purwakarta

Dekanata Tasciciayu
Paroki Santo Yusuf Yos Sudarso Cirebon
Paroki Bunda Maria Dukuh Semar Cirebon
Paroki Kristus Raja Cigugur
Paroki Santo Mikael Indramayu
Paroki Hati Kudus Yesus Tasikmalaya

Provinsi Gerejawi SEMARANG, terdiri dari:

10. Keuskupan Agung SEMARANG (Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr)

Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta
Paroki Santo Franciscus Xaverius Kidul Loji
Paroki Kristus Raja Baciro
Paroki Keluarga Kudus Banteng
Paroki Santo Yakobus Bantul
Paroki Santo Yusuf Bintaran
Paroki Santa Theresia Lisieux Boro
Paroki Santa Maria Assumpta Gamping
Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran
Paroki Santo Albertus Magnus Jetis
Paroki Santo Alfonsus De Liguori Nandan [adm. Sub Jetis]
Paroki Maria Yang Tersuci Dari Kurnia Ilahi Marganingsih Kalasan
Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan [adm. Sub Kalasan]
Paroki Santo Petrus Dan Paulus Klepu
Paroki Santo Antonius De Padua Kotabaru
Paroki Hati Santa Maria Tak Bercela Kumetiran
Paroki Santo Yosef Medari
Paroki Santo Petrus & Paulus Minomartani
Paroki Santo Aloysius Gonzaga Mlati
Paroki Santa Maria Tak Bercela Nanggulan
Paroki Santa Maria Assumpta Pakem
Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung
Paroki Santa Maria Lourdes Promasan
Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran
Paroki Santa Theresia Sedayu
Paroki Santo Yohanes Rasul Somohitan
Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates
Paroki Santo Petrus Canisius Wonosari
Paroki Santo Petrus Dan Paulus Kelor [adm. Sub Wonosari]
Paroki Santo Yusuf Bandung [adm. Sub Wonosari]

Kevikepan Semarang
Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci
Paroki Santo Yusuf Ambarawa
Paroki Santo Thomas Rasul Bedono [adm. Subambarawa]
Paroki Keluarga Kudus Atmodirono
Paroki Santo Mikael Demak [Adm. Subatmodirono]
Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik
Paroki Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus Bongsari
Paroki Santo Yusuf Gedangan
Paroki Santo Stanislaus Girisonta
Paroki Santo Athanasius Agung Karangpanas
Paroki Santo Franciscus Xaverius Kebondalem
Paroki Santo Johannes Evangelista Kudus
Paroki Stella Maris Jepara [adm]
Paroki Mater Dei Lampersari
Paroki Santo Yusuf Pati
Paroki Santa Maria La Salette Juwana [adm. Subpati]
Paroki Hati Yesus Mahakudus Purwodadi
Paroki Santo Paulus Miki Salatiga
Paroki Santo Paulus Sendangguwo
Paroki Santo Petrus Gubug [adm. Subsendangguwo]
Paroki Santo Isidorus Sukorejo
Paroki Hati Kudus Tanah Mas
Paroki Kristus Raja Ungaran
Paroki Santo Martinus Weleri
Paroki Santo Antonius Padua Kendal [adm. Subweleri]

Kevikepan Kedu
Paroki Santo Ignatius Magelang
Paroki Santa Maria Fatima Magelang
Paroki Santo Mikael Panca Arga
Paroki Santo Yusuf Pekerja Mertoyudan
Paroki Santo Petrus Borobudur [adm. Sub Mertoyudan]
Paroki Santo Antonius Muntilan
Paroki Santa Theresia Salam
Paroki Santa Maria Lourdes Sumber
Paroki Santo Petrus Dan Paulus Temanggung
Paroki Keluarga Kudus Parakan [adm. Sub Temanggung]
Paroki Santa Maria Dan Yusuf Rawaseneng [adm. Sub Temanggung]
Paroki Santo Kristoforus Tumpang

Kevikepan Surakarta
Paroki Santa Maria Regina Purbowardayan
Paroki Santo Yusuf Baturetno
Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali
Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Simo [adm. Sub Boyolali]
Paroki Santo Ignatius Danan
Paroki Santo Yohanes Rasul Delanggu
Paroki San Inigo Dirjodipuran
Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun
Paroki Santa Theresia Jombor
Paroki Santo Pius X Karanganyar
Paroki Santo Stephanus Jumapolo [adm. Sub Karanganyar]
Paroki Santa Maria Kartasura
Paroki Roh Kudus Kebonarum
Paroki Santa Maria Assumpta Klaten
Paroki Santo Paulus Kleco
Paroki Santa Maria Palur
Paroki Santo Antonius Purbayan
Paroki Santo Petrus Purwosari
Paroki Santa Maria Fatima Sragen
Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo
Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi
Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri

11. Keuskupan Sufragan PURWOKERTO (sede vacante)

Dekenat Selatan
Paroki Santo Stefanus Cilacap
Paroki Santo Mikael Gombong
Paroki Santa Theresia Majenang
Paroki Santo Yosef Pekerja Karanganyar
Paroki Santo Yohannes Vianney Kebumen
Paroki Tyas Dalem Kroya
Paroki Santo Yoseph Sidareja

Dekenat Tengah
Paroki Santo Antonius Banjarnegara
Paroki Santa Maria Immaculata Banyumas
Paroki Santo Agustinus Purbalingga
Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto Barat
Paroki Santo Yosef Purwokerto Timur

Dekenat Timur
Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo
Paroki Santa Perawan Maria Purworejo/Kedu
Paroki Santo Stefanus Purwosari
Paroki Santo Paulus Wonosobo
Paroki Santo Philipus Kapencar Wonosobo Timur

Dekenat Utara
Paroki Gembala yang Baik Limpung
Paroki Santo Yusup Batang
Paroki Santa Maria Fatima Brebes
Paroki Santo Petrus Pekalongan
Paroki Santo Lukas Pemalang
Paroki Santa Maria Immaculata Slawi
Paroki Hati Kudus Yesus Tegal
Paroki Santo Yosef Mejasem

12. Keuskupan Sufragan SURABAYA (Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono)

Paroki Santo Yusup Blitar
Paroki Santa Maria Blitar
Paroki Santo Pius X Blora
Paroki Santo Paulus Bojonegoro
Paroki Santo Willibrordus Cepu
Paroki Santa Maria Jombang
Paroki Santo Vincentius a Paulo Kediri
Paroki Santo Yosef Kediri
Paroki Santo Cornelius Madiun
Paroki Mater Dei Madiun
Paroki Regina Pacis Magetan
Paroki Santo Yoseph Mojokerto
Paroki Santo Paulus Nganjuk
Paroki Santo Yosef Ngawi
Paroki Santo Mateus Pare
Paroki Santa Maria Ponorogo
Paroki Santo Petrus dan Paulus Rembang
Paroki Santa Maria Annunciata Sidoarjo
Paroki Salib Suci Tropodo Sidoarjo
Paroki Redemptor Mundi Dukuh Kupang Surabaya
Paroki Santo Aloysius Gonzaga Darmo Satelit Surabaya
Paroki Gembala yang Baik Jemursari Surabaya
Paroki Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya
Paroki Roh Kudus Purimas Rungkut Surabaya
Paroki Santo Yusuf Karangpilang Surabaya
Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Kepanjen Surabaya
Paroki Kristus Raja Ketabang Surabaya
Paroki Santa Maria Tak Bercela Ngagel Surabaya
Paroki Santo Marinus Yohanes Kenjeran Surabaya
Paroki Santo Mikael Perak Surabaya
Paroki Santo Stefanus Tandes Surabaya
Paroki Santo Vincentius a Paulo Sawahan Surabaya
Paroki Santo Yakobus Citraland Surabaya
Paroki Santo Yohanes Pemandi Wonokromo Surabaya
Paroki Sakramen Mahakudus Pagesangan Surabaya
Paroki Santo Petrus Tuban
Paroki Santa Maria Medali Wasiat Tulungagung
Paroki Santo Petrus–Paulus Wling

13. Keuskupan Sufragan MALANG (Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, OCarm)

Dekenat Kota
Paroki Santo Albertus de Trapani Blimbing
Paroki Santo Yohanes Pembaptis Janti
Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Katedral Ijen
Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan
Paroki Ratu Rosari Kesatrian
Paroki Vincentius a Paulo Langsep
Paroki Maria Diangkat ke Surga Celaket
Paroki Santo Andreas Tidar

Dekenat Blambangan
Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi
Paroki Santa Maria Ratu Para Rasul Curahjati
Paroki Kristus Raja Genteng

Dekenat Jember
Paroki Santo Paulus Ambulu
Paroki Santo Yusup Jember
Paroki Bintang Samodera Situbondo
Paroki Santo Yohanes Penginjil Bondowoso

Dekenat Probolinggo
Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo
Paroki Maria Tak Bernoda Tanggul
Paroki Maria Ratu Damai Lumajang

Dekenat Utara Malang
Paroki Santo Antonius dari Padua Pasuruan
Paroki Santa Theresia Pandaan
Paroki Trinitas Tumpang
Paroki Santa Perawan Maria Tak bernoda Lawang
Paroki Gembala Baik Batu

Dekenat Selatan Malang
Paroki Maria Annunciata Lodalem
Paroki Ratu Damai Purworejo
Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Kepanjen

Dekenat Madura
Paroki Maria dari Fatimah Bangkalan
Paroki Maria Ratu Para Rasul Pamekasan
Paroki Maria Gunung Karmel Sumenep

Provinsi Gerejawi PONTIANAK, terdiri dari:
14. Keuskupan Agung PONTIANAK (Mgr. Agustinus Agus, Pr)
15. Keuskupan Sufragan SANGGAU (Mgr. Giulio Menccucini, CP)
16. Keuskupan Sufragan SINTANG (Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap)
17. Keuskupan Sufragan KETAPANG (Mgr. Pius Riana Prapdi, Pr)

Provinsi Gerejawi SAMARINDA, terdiri dari:
18. Keuskupan Agung SAMARINDA (Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF)

19. Keuskupan Sufragan BANJARMASIN (Mgr. Petrus Boddeng Timang, Pr)

Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran Banjarmasin
Paroki Bunda Maria Banjarbaru
Paroki Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin
Paroki Santa Perawan Maria Kelayan Banjarmasin
Paroki Santo Vincentius a Paulo Batu Licin Tanah Bumbu
Paroki Santa Theresia Pelaihari Tanah Laut
Paroki Stela Maris Sungai Danau Satui Tanah Bumbu
Paroki Ave Maria Kota Tanjung
Paroki Santo Yusuf Kotabaru

20. Keuskupan Sufragan PALANGKARAYA (Mgr. AM. Sutrisnaatmaka, MSF)

Dekenat Palangka Raya
Paroki Yesus Gembala Baik
Paroki Katedral Santa Maria
Paroki Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun
Paroki Santa Theresia Rungan Manuhing
Paroki Santo Matheus Kuala Kapuas
Paroki Santo Gabriel Pulang Pisau

Dekenat Barito
Paroki Santo Mikael Tamiyang Layang
Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah
Paroki Santo Paulus Buntok
Paroki Santo Yohanes Patas
Paroki Santo Petrus Kanisius Kandui
Paroki Santo Monfort Pir Butong
Paroki Santa Maria Della Salette Muara Teweh
Paroki Santo Clemens Puruk Cahu

Dekenat Kotawaringin Timur
Paroki Santo Yohanes Don Bosco Sampit
Paroki Santo Yosef Freinademetz Katingan
Paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean
Paroki Hati Kudus Yesus Rantau Pulut
Paroki Maria Bunda Karmel Kasongan

Dekenat Kotawaringin Barat
Paroki Santo Paulus Pangkalan Bun
Paroki Santo Petrus Sukamara
Paroki Santo Yosef Kudangan
Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik

21. Keuskupan Sufragan TANJUNG SELOR (sede vacante)

Provinsi Gerejawi MAKASSAR, terdiri dari:
22. Keuskupan Agung MAKASSAR (Mgr. Johannes Liku Ada)

23. Keuskupan Sufragan MANADO (Mgr. Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC)

Kevikepan Manado
Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado
Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, Wanea, Manado
Paroki Santo Joseph Pekerja Kleak, Malalayang, Manado
Paroki St. Theresia Malalayang, Manado
Paroki Yesus Gembala Baik Paniki, Mapanget, Manado
Paroki St. Mikael Perkamil, Tikala, Manado
Paroki St. Ignatius Manado
Paroki Raja Damai Tikala Baru, Manado
Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting, Manado
Paroki Rike-Wanea, Manado Yesus Gembala Yang Baik

Kevikepan Tonsea
Paroki Stella Maris Bitung
Paroki St. Fransiskus de Sales Kokoleh, Likupang Selatan, Minahasa Utara
Paroki St. Yohanes Penginjil Laikit, Dimembe, Minahasa Utara
Paroki St. Paulus Lembean, Kauditan, Minahasa Utara
Paroki St. Ursula Watutumou, Kalawat, Minahasa Utara

Kevikepan Tombulu
Paroki Kali, Pineleng, Minahasa (St. Antonius)
Paroki Kembes, Tombulu, Minahasa (Kristus Raja)
Paroki Lotta, Pineleng, Minahasa (St. Johanes Kornelius)
Paroki Mokupa, Tombariri, Minahasa (St. Fransiskus Xaverius)
Paroki Pineleng, Minahasa (St. Fransiskus Xaverius)
Paroki Tanawangko, Tombariri, Minahasa (Hati Kudus Yesus)
Paroki Warembungan, Pineleng, Minahasa (St. Petrus)

Kevikepan Tomohon
Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon Utara, Tomohon
Paroki St. Yosep Sarongsong, Tomohon
Paroki St. Antonius Padua Taratara, Tomohon Barat, Tomohon
Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon I, Kolongan, Tomohon Tengah, Tomohon
Paroki Roh Kudus Tomohon II
Paroki St. Maria Ratu Damai Tomohon III, Uluindano, Tomohon Selatan, Tomohon
Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Uluindano, Tomohon Selatan, Tomohon

Kevikepan Tondano
Paroki St. Petrus Langowan, Minahasa
Paroki Hati Kudus Sonder, Kiawa
Paroki St. Antonius Padua Tataaran, Tondano Selatan, Minahasa
Paroki St. Rosa de Lima Tondano, Tondano Barat, Minahasa

Kevikepan Stela Maris
Paroki Kebangkitan Kristus Amurang, Minahasa Selatan
Paroki St. Christoforus Gorontalo
Paroki St. Maria Pengantara Kosio, Dumoga Barat, Bolaang Mongondow
Paroki Kristus Raja Kotamobagu
Paroki St. Andreas Pantai Utara, Bolaang Mongondow Utara
Paroki St. Paulus Tompaso Baru, Minahasa Selatan
Paroki Sta. Maria Ratu Rosari Suci Modoinding, Minahasa Selatan

Kevikepan Luwuk Banggai
Paroki Raja Damai Banggai
Paroki St. Maria Bintang Kejora Luwuk
Paroki St. Petrus Nulion, Banggai Kepulauan
Paroki Bunda Hati Kudus Sambiut, Totikum, Banggai Kepulauan
Paroki Kristus Raja Sulubombong, Luwuk

Kevikepan Sulawesi Tengah
Paroki St. Paulus Palu
Paroki St. Theresia Poso
Paroki St. Maria Beteleme, Lembo, Morowali
Paroki Ratu Rosari Suci Tentena
Paroki St. Petrus Tolai, Palu
Paroki Kristus Raja Toli-Toli

Kevikepan Kepulauan Sangihe dan Talaud
Paroki St. Familia Mangaran, Kabaruan, Kepulauan Talaud
Paroki St. Maria Ratu Damai Melonguane, Kepulauan Talaud
Paroki St. Yohanes Rasul Tahuna, Kepulauan Sangihe

24. Keuskupan Sufragan AMBOINA (Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC)

Provinsi Gerejawi ENDE, terdiri dari:

25. Keuskupan Agung ENDE (Mgr. Vinsensius Sensi Poto Kota, Pr)

Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Nagekeo, Flores
Paroki Santo Fransiskus Asisi dan St. Clara Aimere, Pos Bajawa, Flores
Paroki Santa Maria Mater Bomi Consili (Bunda Penasihat Baik) Bajawa I, Flores
Paroki Santo Yosep Bajawa II, Flores
Paroki Santo Petrus & Paulus Bebek, Flores
Paroki Hati Yesus dan Hati Maria Boanio, Nagekeo, Flores
Paroki Boawae, Nagekeo, Flores
Paroki Salvatoris Resurgentis Boba, Bojawa, Flores
Paroki Stella Maris Danga, Nagekeo, Flores
Paroki Roh Kudus Datukeli, Ende, Flores
Paroki Santo Yosef Detusoko, Ende, Flores
Paroki Santo Yosef Dhoki, Nagekeo, Flores
Paroki Kristus Raja Ende, Flores
Paroki Santo Fransiskus Asisi Gako, Nagekeo, Flores
Paroki Santo Paulus Jerebuu, Ngada, Flores
Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Jopu, Ende, Flores
Paroki Santa Maria Magda. Sophia Barat Kombandaru, Ende, Flores
Paroki Santo Dominikus Kotabaru, Ende, Flores
Paroki Santo Yosef Laja, Bajawa, Flores
Paroki Mariae Matris Salvatoris Langa, Bajawa, Flores
Paroki Matris Dolorosae Mangulewa, Bajawa, Flores
Paroki Maria Diangkat ke Surga Maronggela, Bajawa, Flores
Paroki Roh Kudus Mataloko, Ngada, Flores
Paroki Santo Mikhael Maukeli, Nagekeo, Flores
Paroki Salib Suci Maurole, Nagekeo, Flores
Paroki Santo Yosef Freinademetz Mautapaga, Ende, Flores
Paroki Emanuel Mautenda, Welamosa, Flores
Paroki Hati Amat Kudus SP. Maria Moni, Ende, Flores
Paroki Kristus Raja Makusaki, Ende, Flores
Paroki Santo Mikhael Mundemi, Nagekeo, Flores
Paroki Santo Eduardus Nangapanda, Ende, Flores
Paroki Santo Martinus Nagaroro, Nagekeo, Flores
Paroki Maria Immaculata Ndoa, Ende, Flores
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Ndondo, Ende, Flores
Paroki Santo Petrus Martir Ndora, Nagekeo, Flores
Paroki Santa Theresia Kanak-kanak Yesus Nggela, Ende, Flores
Paroki Santo Yosef Onekore, Ende, Flores
Paroki Santo Yosef Raja, Nagekeo, Flores
Paroki Santa Maria Bunda Karmel Rajawawo, Flores
Paroki Santo Vincentius a Paulo Ratesuba, Ende, Flores
Paroki Kristus Raja Riti, Nagekeo, Flores
Paroki Santo Martinus Roworeke, Ende, Flores
Paroki St. Martinus Ruto, Bajawa, Flores
Paroki Salib Suci Soa, Bajawa, Flores
Paroki Hati Kudus Yesus Wangka, Bajawa, Flores
Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Watuneso, Ende, Flores
Paroki Santo Hubertus Wekaseko, Nagekeo, Flores
Paroki Santo Joannes Baptista Wolosambi, Nagekeo, Flores
Paroki Kristus Raja Wolotolo, Ende, Flores
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wolotopo, Ende, Flores
Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Wolowaru, Enda, Flores
Paroki Maria Diangkat ke Surga Wonda, Ende, Flores
Paroki Santa Maria Worhonio, Ende, Flores
Paroki Immaculati Cordis Mariae Wudu, Nagekeo, Flores

26. Keuskupan Sufragan LARANTUKA (Mgr. Frans Kopong Kung, Pr)
27. Keuskupan Sufragan RUTENG (Mgr. Hubertus Leteng, Pr)

Kevikepan Ruteng
Kevikepan Labuan Bajo
Kevikepan Borong

28. Keuskupan Sufragan DENPASAR (Mgr. Silvester San, Pr)

sumber: kfk.kompas.com

Dekenat Bali Barat
Paroki Hati Kudus Yesus Palasari
Paroki Santo Petrus Negara
Paroki Santo Paulus Singaraja
Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan
Paroki Santa Maria Ratu Gumbrih

Dekenat Bali Timur
Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka
Paroki Santa Theresia Tangeb
Paroki Roh Kudus Babakan
Paroki Santo Paulus Kulibul
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kuta
Paroki Katedral Roh Kudus Denpasar
Paroki Santo Yoseph Kepundung Denpasar
Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua
Paroki Santo Petrus Monang Maning
Paroki Maria Ratu Rosari Gianyar
Stasi Santo Fransiskus Asisi Amlapura dan Klungkung

Dekenat Nusa Tenggara Barat
Paroki Santa Maria Immaculata Mataram
Paroki Santo Antonius Ampenan
Paroki Santo Yohanes Pemandi Praya
Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar
Paroki Santa Maria Santo Yoseph Dompu
Paroki Santo Yusuf Raba Bima
Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Donggo

29. Keuskupan Sufragan MAUMERE (Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, pengunduran diri sudah dikabulkan)

Provinsi Gerejawi KUPANG, terdiri dari:
30. Keuskupan Agung KUPANG (Mgr. Petrus Turang, Pr)

31. Keuskupan Sufragan WEETEBULA (Mgr. Edmundus Woga, CSsR)

Dekenat Waingapu
Paroki Ngallu Sumba Timur
Paroki Nggongi Sumba Timur
Paroki Melolo Sumba Timur
Paroki Wara–Waingapu Sumba Timur
Paroki Kambajawa Sumba Timur
Paroki Lewa Sumba Timur

Dekenat Waikabubak
Paroki Lendi Wacu Sumba Tengah
Paroki Katiku Loku Sumba Tengah
Paroki Waikabubak Sumba Barat
Paroki Tana Malli Sumba Barat
Paroki Wanno Kaza Sumba Barat
Paroki Elopada Sumba Barat Daya
Paroki Palla Sumba Barat Daya

Dekenat Weetebula
Paroki Waimangura Sumba Barat Daya
Paroki Weekombaka Sumba Barat Daya
Paroki Manola Sumba Barat Daya
Paroki Kalembu Weri Sumba Barat Daya
Paroki Waimarama Sumba Barat Daya
Paroki Bondo Kodi Sumba Barat Daya
Paroki Homba Karipit Sumba Barat Daya
Paroki Ande Ate Sumba Barat Daya
Paroki Weetebula Sumba Barat Daya
Paroki Tambolaka Sumba Barat Daya
Kuasi Paroki Kererobbo Sumba Barat Daya
Kuasi Paroki Karuni Sumba Barat Daya

32. Keuskupan Sufragan ATAMBUA (Mgr. Dominikus Saku, Pr)

Provinsi Gerejawi MERAUKE, terdiri dari:
33. Keuskupan Agung MERAUKE (Mgr. Nicholaus Adi Seputra, MSC)
34. Keuskupan Sufragan AGATS-ASMAT (Mgr. Aloysius Murwito, OFM)
35. Keuskupan Sufragan JAYAPURA (Mgr. Leo Laba Lajar, OFM)
36. Keuskupan Sufragan SORONG-MANOKWARI (Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr)
37. Keuskupan Sufragan TIMIKA (Mgr. John Philip Saklil, Pr)

Jadi ada 37 keuskupan di Indonesia, 10 diantaranya keuskupan agung. Dan ternyata di Indonesia ada beberapa Uskup Emeritus yang resign utamanya karena faktor usia. Jadi, yang dilakukan oleh Paus Emeritus Benediktus XVI itu jamak dilakukan di tataran uskup.

Semoga menambah pengetahuan kita semua 🙂

Habemus Papam: Paus Fransiskus I

Pagi-pagi, saya buka Twitter dan melihat beberapa orang teman menyebut ‘Habemus Papam‘ di TL mereka. Well, ini kabar baik setelah setidaknya 4 misa saya ikuti tanpa mendoakan Paus, tentunya mengingat Gereja Katolik sedang dalam masa Sede Vacante setelah pengunduran diri Paus Benediktus XVI 28 Februari silam. Meskipun saya ngekek habis melihat ada yang komen di posting saya dan bilang kalau Paus (emeritus) Benediktus XVI pindah agama. Hahahaha..

Setelah asap putih tampak di Kapel Sistina, akhirnya nongollah Bapa Suci yang baru atas nama Kardinal Jorge Mario Bergoglio, kelahiran 1936 dan berumur 76 tahun. Dua tahun lebih muda dibandingkan umur Kardinal Ratzinger ketika ditahbiskan, namun 20 tahun lebih tua dibandingkan umur Kardinal Karol Wojtyla saat menjadi Paus Yohanes Paulus II. Ehm, sebenarnya untuk kasus Beato Yohanes Paulus II, bisa jadi para kardinal juga terpengaruh latar belakang sebelumnya bahwa usia masa kepausan Paus Yohanes Paulus I hanya 33 hari.

Kardinal Bergoglio terpilih menjadi paus ke 266 sepanjang riwayat Gereja Katolik, tentunya tidak dihitung dari Yesus. Ingat, Yesus sama sekali tidak membawa ajaran agama ke dunia, karena Yesus adalah penganut Yahudi yang mengajar di sinagoga-sinagoga dan tempat lainnya.

Uniknya, Kardinal Bergoglio tidak memilih nama yang sudah ada, namun memakai nama yang baru, Fransiskus. Well, itu nama SD saya memang. Nama Fransiskus sendiri ditengarai merujuk pada Santo Fransiskus Asisi. Di dunia Katolik, masih ada Fransiskus yang lain, sebut saja Fransiskus De Sales atau Fransiskus Xaverius.

Mengingat sidang kardinal bertajuk konklaf ini terhitung baru, maka terpilihnya Kardinal Bergoglio termasuk mengejutkan. Iya, posisinya Kardinal Ratzinger dulu cenderung lebih kuat dan masa terpilihnya juga cukup wajar. Kenapa? Kardinal Ratzinger adalah rektornya pada kardinal, jadi adalah cukup wajar ketika para kardinal memilih rektornya sendiri. Adapun Kardinal Bergoglio terpilih pada sidang ke lima. Asap putih tampak pada 7.05 pm dan dua menit kemudian bel di basilika Santo Petrus dibunyikan untuk mengkonfirmasi.

Banyak catatan ‘pertama’ yang ditulis hari ini. Paus Fransiskus I adalah Paus pertama dari Amerika Latin, sepanjang sejarah Katolik. Dan juga adalah Paus dari luar Eropa pertama semenjak ratusan tahun.

Pada 8.12 pm, Kardinal Jean-Louis Tauran, tampil di balkon dan kemudian berkata, “Saya umumkan kabar gembira pada kalian: kita punya Paus baru! Yang Mulia, Kardinal Roma, Bergoglio, yang memilih nama Fransiskus.”

Kabar kabur bilang kalau beliau adalah juara 2 dalam konklaf 2005 silam. Tapi entah kalau soal itu. Di luar itu, Kardinal Bergoglio memilik reputasi bagus dalam pelayanan, terutama di Amerika Latin yang merupakan region terbesar penganut Katolik dunia. *kalo nyari jodoh disana gampang kali ya -__-“*

Ada komen di salah satu portal berita Indonesia yang bilang kalau Kardinal Bergoglio/Paus Fransiskus I ini adalah Jokowi-nya umat Katolik dunia. Dan benar juga, karena dalam karyanya, beliau bahkan disebut mengendarai bis, mengunjungi yang miskin, bahkan hidup di apartemen sederhana dan memasak makanannya sendiri. Di Buenos Aires, dia dikenal sebagai Pastor Jorge.

Well, kalau begini, jadi ingat petinggi-petinggi gereja yang naiknya Harrier, Fortuner, dan malah ada yang minta mobil ketika dipindahkan ke paroki baru. *ehm*

Bagian yang mungkin harus diperhatikan adalah sikap dasar beliau yang pro-life. Hal ini otomatis akan relevan dengan sikapnya terhadap aborsi dan pernikahan sesama jenis. Bahkan pada 2010, Kardinal Bergoglio mengeluarkan protes keras soal legalisasi pernikahan sesama jenis di Argentina dan menyebutnya sebagai ‘cedera serius bagi keluarga’. Bahkan untuk pernikahan sesama jenis beliau cukup keras bilang bahwa adopsi di dalam pernikahan itu ‘merampas pertumbuhan anak yang diinginkan Tuhan diberikan oleh ayah dan ibunya’. Ini mendasar sih, tentu kasuistis untuk orang tua yang membuang anaknya.

Perannya sering memaksa beliau untuk berbicara soal masalah ekonomi, sosial dan politik yang dihadapi negara. Homilinya sering diisi dengan referensi terhadap fakta yang dihadapi dan dibutuhkan untuk memastikan semua orang respek dan peduli.

Jorge Bergoglio sendiri lahir di Buenos Aires, pada 17 Desember. Beliau awalnya adalah lulusan jurusan kimia di Universitas Buenos Aires, yang kemudian masuk Jesuit di seminari Villa Devoto. Jadi beliau nggak lewat seminari menengah.

Dalam ‘karier’-nya di Jesuit, beliau sempat menjabat sebagai Provinsial Jesuit provinsi Argentina di akhir 1970-an. Pada 1980 beliau menjadi guru di sekolah Jesuit. Ya, sederhananya, masak sih sudah jadi Gubernur, sempat ngajar anak sekolahan lagi? Bisa dibilang ini bukti kerendahhatian.

May 1992, beliau ditunjuk sebagai uskup auksilier Buenos Aires. Lima tahun kemudian menjadi uskup co-ajutor, dan pada 28 Februari 1998 menjadi uskup Buenos Aires.

Lebih jelas sila cek ke sumber asli konggregasi yang bersangkutan.

Syukurlah. Keunikan khas Katolik menurut saya memang perihal hierarki ini. Semoga kehadiran Paus Fransiskus I memberi warna yang indah untuk hidup rohani seluruh umat Katolik di dunia.

Amin!

 

 

Taaruf

Sebetulnya saya menimbang berkali-kali untuk menulis ini. Bagaimanapun saya harus menghormati orang yang tindakannya kemudian membuat saya jadi menulis ini. Hmmm, ya sudah, asal saya kemudian menyamarkan semuanya, mestinya nggak masalah kan? Lagian, sebulan sesudah kejadian, HP-nya error, hilanglah semua bukti-bukti yang ada.

taaruf4

Jadi ceritanya, saya lagi antre mau sakramen tobat alias ngaku dosa, bukan ngaku-ngaku kalau berdosa. Soalnya, ya emang berdosa beneran. *jadi ingat belum penitensi*. Sedang asyik menunggu, sambil mendengarkan pembicaraan ‘khas’ bapak-bapak di lingkungan soal IMAN, masuklah pesan singkat, bunyinya kira-kira begini:

“saya ingin ta’aruf dgn antum boleh tidak?”

Pesan itu kemudian disertai nama, sedikit latar belakang, dan pertanyaan soal kriteria istri. Ya, namanya adalah si Anu, umur 2-3 tahun lebih tua daripada saya, dan pertanyaan terakhir itu cukup mengusik saya nan jomlo maksimal bin menajun. Ada 3 diksi dari SMS itu yang kemudian jadi pertanyaan buat saya, yakni ta’aruf, lantas antum, dan syukron. Jarang dapat SMS macam itu soalnya.

Antum kemudian saya dapati disini, bermakna mirip ‘anda’, tapi dalam konteks halusnya Arab. Lalu juga syukron, pada sumber yang sama bermakna ucapan terima kasih. Selesai untuk yang ini. NAH! Soal ta’aruf, saya jadi bingung sendiri. Sebagaimana yang saya lihat di film Ayat-Ayat Cinta, ta’aruf itu pertemuan Fahri dengan Aisyah. Eh, busyet, Aisyah-nya cantik nian disana. *salah fokus*. Lalu juga obrol-obrol saya dengan rekan yang muslim, bahwa ta’aruf itu kaitannya erat dengan jodoh dan pernikahan. Klik dengan isi pesan singkat yang bertanya soal kriteria istri. Lalu saya lari ke kamus, ternyata artinya nggak gitu-gitu juga. Ternyata artinya hanya PERKENALAN, dan ditulis sebagai taaruf sebagai bentuk yang sudah di-Indonesia-kan.

Terus, saya cari sumber lain. Kalau disini bilangnya:

Ta’aruf proses perkenalan dan pendekatan antara laki-laki dan wanita yang hendak menikah. Ta’aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta’aruf secara syar’i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan, cara, dan manfaat.

Kalau disini, bilangnya:

secara bahasa adalah memperkenalkan atau perkenalan. kata tersebut dipakai dalam dunia islam untuk meminang seorang perempuan lajang(gadis) melalui orang lain yang sejenis, atau untuk melihat seberapa sempurnanya gadis yang nanti akan dilamar.

Kalau disini, ditulis:

Jadi pengertiran ta’aruf itu adalah saling mengenal. Kalau ada istilah saling mengenal, maka tentu bermagna lebih dari satu orang atau sekelompok orang.

Dan sumber terakhir yang saya lihat adalah disini, dan tertulis:

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah – taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

Nah, terus?

Sebenarnya sih, saya malah jadi bingung. Pertama, bingung kenapa saya diajak taaruf. Kedua, apakah mbaknya itu sebelum kirim SMS itu nggak lihat nama depan saya semacam itu. Ketiga, saya sih tidak hendak memperpanjang soal ini. Satu hal, dalam pemahaman yang saya percaya, pacaran itu diperlukan. Lha wong pacaran bola bali ki putas putus wae. Padahal di dalam keyakinan saya, pernikahan itu kan tidak terceraikan, kecuali oleh maut.

Ini soal keyakinan saja kok. Siapapun boleh meyakini yang menurutnya benar. Hanya saja, si pengirim pesan singkat kemarin, mengirimnya ke orang yang salah. Itu saja kok masalahnya. 🙂

Pope Resignation

Berita soal rencana resign-nya Paus mengemuka di berbagai media. Dan menjadi unik karena setidaknya sudah sejak lama posisi Paus ini begitu jarang dilihat orang. Kenapa? Sejak Karol Wojtyla dikukuhkan sebagai Paus  Yohanes Paulus II di usia  yang cukup muda, beliau menjabat cukup lama dan baru turun dari tahta suci sesudah meninggal. Rentang waktu puluhan tahun jabatan ini membuat suksesi kepausan menjadi jarang terlihat di era modern.

Paus Yohanes Paulus II kemudian digantikan oleh Kardinal Joseph Ratzinger yang memilih nama Paus Benediktus XVI. Beliau terpilih di usia  70-an akhir, jelang 80. Suatu usia  yang sudah cukup tua. Maka, ketika beliau kemudian memilih hendak mengundurkan diri, menjadi perbincangan menarik.

Menurut sumber ini, Paus dapat mengundurkan diri jika memang ingin. KHK 332 menuliskan bahwa apabila Paus mengundurkan diri dari jabatannya, untuk sahnya dituntut agar pengunduran diri itu terjadi dengan bebas dan dinyatakan semestinya, tapi tidak dituntut harus diterima siapapun. Hanya memang diharapkan bahwa sebagai penerus Santo Petrus, Paus mengemban jabatan hingga akhir usia.

Sukses kepausan dengan resignation ini sudah terjadi beberapa kali di era lampau. Paus St. Pontianus mengundurkan diri lima tahun sesudah dipilih karena beliau dibuang ke Sardinia oleh Kaisar Maximinus Thrax di era pembantaian umat Kristen.

Jangan salah pula, Paus St. Silverius malah pernah diturunkan dari tahta hanya 1 tahun sesudah terpilih. Adalah Ratu Theodora yang melakukan ‘kudeta’ ini karena paus menolak calon uskup yang diajukannya. Penggantinya adalah Paus Vigilius. Hal yang sama terjadi pada Paus St. Martin I yang diculik dan diturunkan dari tahta. Sejarah mencatat bahwa ini adalah kejadian terakhir paus wafat sebagai martir.

Dalam era kegelapan gereja Katolik, malah ada Paus Benediktus IX yang menjabat paus dalam 3 periode berbeda. Sudah kayak jadi ketua partai saja. Tapi itu adalah sejarah kelam yang harus diketahui dan diakui oleh umat Katolik di dunia. Waktu naik pertama kali menggantikan om-nya Paus Yohanes XIX, ayahnya—Alberic—melakukan upaya yang tidak wajar sampai kemudian belia u terpilih. Paus Benediktus IX ini kemudian diturunkan dari tahta dan digantikan Paus Sylvester III.

Nah, kudeta dalam arti yang semakin mirip perang terjadi disini. Tidak lama sesudah terpilih, Paus Sylvester diserang oleh pendahulunya dan jadilah Paus Benediktus IX menjabat lagi. Uniknya, tidak lama kemudian, beliau resign. Ada hawa politis dibalik pengunduran diri ini, ditengarai ada embel-embel janji uang. Paus berikutnya adalah Paus Gregorius VI.

Katolik dekat dengan kekuasaan ketika itu dan terbukti dengan Konsili yang dihelat oleh Raja Henry III. Hasil konsili ini adalah terpilihnya Paus Klemens II, yang tidak lama kemudian wafat diracun. Benediktus IX akhrinya menobatkan diri sendiri sebagai paus untuk ketiga kalinya. Raja Henry III turun tangan (lagi) dan membuat Paus Damasus II bisa dinobatkan sebagai paus.

Pada akhirnya pertobatan itu datang juga kok. Paus Benediktus IX mengasingkan diri dan menyesali dosa-dosanya plus  kemudian bermati raga. Kalau dulu Paus dipilih oleh para klerus dan rakyat Roma, maka sejak Paus Nikolaus II ditetapkan bahwa proses pemilihan paus ditentukan oleh para kardinal.

Kasus resign Paus juga terjadi pada St. Selestine V. Beliau dipilih di usia 84 tahun karena dewan kardinal mentok. Padahal beliau pada dasarnya adalah pertapa.

Well, agama itu sejatinya soal diri sendiri dengan Tuhan  kok. Paus—bagi saya—adalah sebuah jabatan suci yang kalau dijabat oleh siapapun tidak akan mempengaruhi keimanan saya sendiri. Nggak seperti orang-orang yang menjadikan ketua partai sebagai ‘nabi’ mereka. Yang jelas, pilihan Paus Benediktus XVI adalah pilihan bijak dan modern. Kenapa? Daripada tidak sanggup lagi mengunjungi umat, bukankah lebih baik memberikan pekerjaan mulia itu kepada orang lain yang lebih sanggup?

“Sejauh yang saya miliki, saya harus mengakui ketidakmampuan saya untuk secara memadai memenuhi pelayanan yang dipercayakan kepada saya.”

Manusia Dibentuk Oleh Kebiasaan

Ini judul klasik, tapi baru saya sadari barusan ini. Iya, emang beneran baru ngeh.

Ngeh apa sih?

Kalau hidup saya sekarang, benar-benar sudah ‘dipengaruhi’ segala hal yang saya kerjakan selama hampir 4 tahun ini. Sebuah masa ketika saya menjadi manusia yang terlibat di bidang perencanaan produksi.

Teori perencanaan produksi itu sebenarnya kan sederhana. Dimulai dari teori (S)-I-P-O-(C). Ada Input, yang di-Proses, menghasilkan Output. Input diperoleh dari Supplier. Dan Output akan diteruskan kepada Customer. Nah, perencanaan adalah menjamin alur itu berjalan baik timbal balik. Jadi apa yang dipasok oleh Supplier itu benar-benar untuk pemenuhan Customer. Dan apa yang diperlukan Customer sesuai dengan yang dipasok Supplier.

As simple as I write, but it’s a f*ckin’ difficulties 🙂

Itu kerjaan saya. Termasuk di dalamnya perencanaan produksi (Master Production Scheduling), perencanaan kapasitas (Capacity Planning), sampai bagian yang dulu paling saya benci tapi nyatanya saya malah menggila ketika jadi bagian itu, perencanaan kebutuhan material (Material Requirements Planning).

Hubungannya dengan kebiasaan?

Nah, ini yang saya mau cerita.

Sejak menjadi ‘orang planning’ hampir pasti saya berpikir terlalu banyak. Iya, karena misalnya ketika hendak berencana ke suatu tempat, saya sudah pikirkan segala halnya. Ketika hendak membeli sebuah benda, saya berpikir benda-benda lainnya yang mendukung.

Misal, ketika saya (dulu) pp Palembang-Jogja. Saya selalu beli tiket Jogja-Palembang terlebih dahulu. Memastikan bahwa saya bisa kembali ke Palembang. Intinya, saya sudah memastikan hendak naik apa aja. Atau ketika saya membolang ke Semarang, itu segala survei sudah saya lakukan via dunia maya dan dunia nyata untuk memastikan bahwa saya nggak akan kesasar disana.

Atau ketika hendak beli laptop dan motor. Percaya atau tidak, saya bahkan sudah beli tas laptopnya terlebih dahulu sebelum punya laptopnya. Saya punya helm, mantel, kanebo, dan gembok jauh sebelum saya punya sepeda motornya. Buat saya intinya (recipe-nya) adalah ‘memiliki sepeda motor’. Supaya aman dan damai, maka komposisinya adalah sepeda motor, helm, mantel, kanebo, dan gembok. Percayalah, di dunia farmasi pun begitu. Paracetamol hanya akan jadi serbuk kurang bernilai ketika nggak ada laktosa, misalnya. Nggak akan jadi obat juga. Punya sepeda motor tanpa punya helm jadinya juga demikian.

Dan saya nggak yakin akan berpikir sedemikian banyak kalau saya nggak jadi manusia planning. Terkadang hal macam ini bikin nambah pikiran, tapi terkadang juga justru sangat berguna.

🙂

Hidup Untukmu

“Udahlah, udah jelas nggak bisa juga.”

Panji menggumamkan frase tersebut sambil terus menerus menampar pipinya kiri dan kanan sampai berwarna merah merona. Belum cukup sesekali dicubitnya juga pipi kurus itu. Dan tanpa sadar disiramkannya air keras ke mukanya, ehm, maksudnya es batu sih.

Menjadi pemandangan unik ketika seorang pria duduk di meja kerjanya, dengan tumpukan dokumen di kiri-kanan-depan-belakang, tapi ia tidak sibuk dengan dokumen itu melainkan asyik menampar dan mencubit diri sendiri.

“Permisi, Pak!”

“Ealah, kenapa sekarang Tuhan? Belum siap saya,” bisik Panji dalam hati.

Suara bening Aline ketika bilang permisi itu berhasil membuatku tak berdaya, batin Panji. Tapi bagaimanapun, sebagai seorang atasan, ia harus bersikap profesional. Maka Panji berkata, “Ya, Aline. Kenapa?”

“Muka Bapak basah.”

Buset, perhatian bener ini anak, batin Panji lagi.

“Oh, iya. Kepanasan tadi,” jawab Panji asal. Dalam hati ia mengutuk perbuatannya sendiri mengoles-oles es batu ke muka,semata-mata hendak menyadarkan diri sendiri.

“Iyakah Pak? Perasaan AC disini adem,” ujar Aline sambil celingak celinguk.

“Iya, hati lagi panas. Halah. Iya, ada apa?”

“Oh, habis meeting sama marketing ya Pak? Hehe.. Ini mau minta approval slip permintaan bahan baku.”

“Yah gitu deh, tahu sendiri kalau habis meeting sama marketing rasanya kayak gimana, mana dokumennya?”

“Iya Pak, saya aja tobat Bapak aja meeting waktu itu.”

“Lha saya tobat berkali-kali dong? Haha.. Bagian dari proses saja ini,” cerocos Panji sambil menandatangani slip yang dibawa Aline.

“Iya kali Pak ya,” timpal Aline sambil tersenyum manis.

Buset lagi, suara bening itu muncul pada saat yang tidak tepat, bisik Panji dalam hati. Ingin sekali rasanya menampar pipinya lagi untuk menyadarkan diri.

“Ini,” ujar Panji netral, menyerahkan slip tanpa memandang Aline.

“Baik Pak, terima kasih.”

Aline berbalik dan meninggalkan ruangan penuh dokumen itu.

“Fiuhhh.”

Panji mengeluarkan seluruh Co2 yang ada di paru-parunya dengan gundah. Matanya sibuk menerawang dan tangannya siap menampar pipinya lagi.

sumber: jimjjg.blogspot.com

* * *

Kejadian barusan adalah akumulasi penyadaran yang butuh waktu. Admin-admin baru disini pasti melihat dari balik kaca ruangan dengan biasa saja. Tapi pasti rasa berbeda ada pada OB tua yang lewat barusan. Turn Over yang tinggi di kantor ini sedikit banyak menyelamatkan Panji dari omongan orang-orang.

Ya, sesuatu pernah terjadi antara Panji dan Aline. Di masa lalu.

* * *

“Makanya kalau naik motor itu pelan-pelan, Mas,” ujar Aline dengan manis sambil menyeka luka Panji yang mengerang sok manis di tempat tidurnya.

“Itu nggak kencang-kencang kok,” kata Panji, masih ngeles.

“Masih ngeles tak tinggal lho Mas.”

“Iya, iya. Ampun lah kalau gitu.”

“Dek Aline, makan dulu.”

Tiba-tiba Ibu Kos di tempat Panji tinggal sudah nongol di depan pintu, menawarkan makanan pula.

“Iya Bu, sebentar lagi.”

Kos tempat Panji tinggal sudah benar-benar seperti rumah sendiri. Mungkin hanya 1 dari sejuta kos-kosan di dunia yang menyediakan makan gratis bagi penghuninya. Mungkin juga hanya 1 dari seratus ribu kos-kosan di dunia yang menyediakan pelayanan yang sangat homy macam ini. Kalau Ibu Kos lain akan mencak-mencak jika ada lawan jenis yang masuk kamar, yang ini malah ditawari makan.

“Nggak sholat, Dek?”

“Iya Mas, bentar lagi. Ini nanggung lukanya.”

Panji terdiam, memandang Aline yang dengan telaten merawat lukanya. Kekasih hatinya ini paling mantap kalau urusan merawat, maklum lulusan perawat. Cuma nasib saja yang membawanya jadi admin di pabrik. Panji masih terdiam, mensyukuri sekaligus mengutuk kondisi ini. Ada jurang besar diantara mereka.

* * *

Sebuah undangan warna merah terkapar di meja. Seonggok tisu terkapar pula di sebelahnya. Panji? Ikutan terkapar di lantai. Kamar kos yang sudah pengap itu mendadak sendu. Butiran air mata mengalir mulus di wajah Panji, seorang kepala seksi di sebuah pabrik, seorang staf yang selalu galak di depan mesin Marchesini, seorang auditor yang ditakuti oleh supplier-supplier, kini terkapar menangis.

Undangan warna merah itu tampak sederhana, tapi tentu maknanya jauh dari sederhana bagi Panji. Tentu saja, karena nama yang tertulis di undangan itu adalah Aline Fitriani. Dan bagian terburuk dari semuanya adalah disana tertulis bahwa Aline Fitriani akan menikah dengan sebuah nama, yang tentu saja bukan Kristoforus Panji.

Kalau saja operatornya melihat Panji sedang guling-guling di kamar macam ini, maka wibawanya akan musnah seketika. Tapi Panji kan juga manusia, menangis dan sedih adalah hak seluruh umat manusia. Panji pun terkapar sampai pagi tiba, dengan mata yang mulai bengkak.

* * *

“Mutasi, Bu?” tanya Panji pada Ibu Sum, manajernya.

“Bukan mutasi, Panji. Ini promosi. Bagaimana?”

“Promosi? Kenapa ke bagian lain?”

“Hahaha, kamu ini. Kalau mau tetap disini, mau nunggu kapan kamu jadi manajer?”

Panji terdiam. Promosi adalah perihal bagus kalau bicara soal gaji dan fasilitas. Tapi tentu saja beban kerja dan beban hidup mengikuti. Dan yang paling parah, mutasinya bukan ke tempat lain di pabrik itu, melainkan ke departemen Planning. Bukan perihal kerjanya, tapi tentang admin di departemen itu. Iya, namanya Aline Fitriani.

“Kalau gitu saya pikir-pikir dulu Bu. Terima kasih tawarannya,” jawab Panji sambil tersenyum.

* * *

“Sadar.. Sadar.. Udah jelas nggak bisa ini,” gumam Panji sambil tetap menampar-nampar pipinya.

Ada suatu masa ketika Panji sadar dengan kenyataan, tapi ada suatu masa lain ketika Panji merasa gila dan bodoh atas perjalanananya selama ini. Atas hubungannya selama 3 tahun dengan Aline yang berakhir tidak menyenangkan. Atas hidupnya yang penuh dengan Aline, bahkan hingga sekarang.

Sayup-sayup terdengar di telinga Panji,

“Tak pernah kumengerti, aku segila ini, aku hidup untukmu, aku mati tanpamu
Tak pernah kusadari, aku sebodoh ini, aku hidup untukmu, aku mati tanpamu.”

Panji menundukkan kepalanya, berusaha tenang atas pergolakan laten yang sedang memasuki masa timbul kembali. Tangannya bergerak ke kening, dada, bahu kiri, dan kanan. Sebuah tanda ini sejenak membuatnya tenang. Nafasnya mulai ringan, wajahnya perlahan mencerah. Sebuah kesadaran ternyata bisa muncul berkali-kali untuk hal yang sama.

* * *

*sebuah interpretasi dari lagu NOAH-Hidup Untukmu Mati Tanpamu