Bahagia Bersama AirAsia: Pertama Kali Naik Pesawat Ke Luar Negeri

bahagia-bersama-air-asia

Saya ini memang agak ndeso. Bagaimana tidak, ketika istri saya sudah naik pesawat ke luar negeri pada masa remajanya di ITB karena mengikuti kompetisi paduan suara di Eropa, saya ya begini-begini saja. Punya paspor saja baru umur 28 tahun! Kalau ketahuan Rhenald Kasali, saya mungkin bisa dianggap korban disrupsi.

Ya, namanya manusia, rejekinya memang masing-masing. Untuk menaikkan kelas, maka pada usia yang baru 2,5 tahun kurang, anak lanang semata wayang sudah kami bikinkan paspor. Keren, kan? Emaknya punya paspor jelang umur 20, bapaknya jelang umur 30, anaknya baru lepas 2 tahun. Heuheu.

Eh, tapi jelek-jelek begini, saya bukannya nggak pernah memanfaatkan paspor itu. Cuma, agak lucu saja ketika saya sebenarnya sudah pernah pergi ke 2 negara namun tidak melalui jalur udara. Sesuatu yang sebenarnya juga jarang-jarang terjadi, kan?

Pertama dan kedua kali saya ke luar negeri itu adalah ke Singapura, via Batam. Jadi ya jalurnya laut. Balik hari pula. Pergi pagi buta, pulang menjelang petang. Negara kedua malah lebih absurd lagi karena terjadi ketika saya sedang tugas di Atambua. Jadi, saya ke Timor Lester-nya dengan…

…jalan kaki. Malah kelakuan teman-teman bikin saya sempat membuat rekor: menutup pagar batas negara yang memang sudah seharusnya tutup pada pukul 17.00 WITA.

Untitled design (10)

Kesempatan untuk ke luar negeri pakai pesawat akhirnya datang beberapa waktu yang lalu. Kebetulan, teman dekat istri ketika kuliah di Inggris melangsungkan pernikahan. Lokasinya? Di HONG KONG. Jadi, kami kondangan ke Hong Kong, gaes. Kurang pura-pura kaya apa lagi itu? Saya selama ini cuma kondangan Jakarta-Jogja, Jakarta-Palembang, atau Jakarta-Surabaya sebenarnya juga takjub kok pada akhirnya malah kondangan ke Hong Kong.

Akan tetapi, bagaimana mungkin seorang PNS jelata bisa kondangan ke luar negeri dengan gaji yang segitu-gitu aja? Untunglah, saya kemudian ingat pada AirAsia!

Wilayah Operasional

Sumber: Annual Report 2018

Ketika lagi kesusahan tapi harus pergi, saya selalu kembali mengingat masa-masa silam ketika untuk bisa mudik itu susah sekali ongkosnya. Kalau sekarang, ongkos masih bisa dijangkau tapi cutinya yang terbatas. Jadi, seumur-umur saya naik pesawat, penerbangan ke-6, 7, dan 12 itu menggunakan AirAsia.

Ketiga perjalanan itu masing-masing terjadi pada tahun 2006, 2007, dan 2008. Saya ingat sekali bahwa pada tahun 2006 dan 2007 itu, AirAsia adalah opsi terbaik dari sisi finansial dan kenyamanan. Maka, ketika harus balik ke Jogja dari praktek lapangan di Depok, pilihannya juga AirAsia.

Ini fotonya. Ya, kira-kira 20-30 kilogram yang lalu.

Screenshot_2002

Sumber: Kenangan Kala Kurang Gizi

Melalui situsweb AirAsia atau juga dengan mengunduh serta install aplikasi AirAsia pada gawai, banyak pilihan tiket penerbangan bisa diperoleh. Apalagi tujuannya ke Hong Kong. Pasti ada.

Kebetulan, istri sudah beberapa kali dinas baik ke Kuala Lumpur maupun ke Filipina, seringnya ya pakai AirAsia juga. Kalau istri saya sudah merekomendasikan, apalah saya yang patokan kenyamanannya adalah bis malam ini.

Bahkan kalau gabung dengan AirAsia BIG Loyality dan jadi member AirAsia BIG bisa dapat informasi promo lebih awal lagi. Poin juga diperoleh ketika kita beli tiket AirAsia, menginap di Tune Hotel, atau juga ketika booking hotel di AirAsia GO. Kumpulan poinnya bisa ditukar dengan tiket AirAsia lagi, voucher hotel di AirAsia GO, hingga aneka merchandise AirAsia lainnya.

Salah satu yang istimewa dari situsweb AirAsia adalah informasi tanggal dan harga dalam satu interface. Selain itu, informasi yang tidak kalah penting adalah ini:

Screenshot_2023

Tiket sudah dibeli dan kami kemudian bersiap. Persiapan paling penting tentu meninggalkan Isto. Ya, bukannya mau bulan madu, tapi menurut kami membawa bocah belum 2 tahun ke luar negeri itu bukanlah ide yang menarik. Baru jalan ke Jam Gadang saja sempat muntah, beberapa bulan sebelumnya. Walhasil, dengan segala hormat dan maaf, si bayi kami titip ke Eyangnya.

Penerbangan yang kami ambil adalah malam hari. Jadi, pagi sampai sorenya masih kerja dulu. Dengan kelelahan pasca bergelantungan di KRL dan lantas di kantor kena semprot bos orang lain, sampai di rumah hitungannya sudah lemash. Tapi kan sekali tiket dibeli, pantang pulang. Apalagi, ini adalah kesempatan perdana saya pergi ke luar negeri naik pesawat terbang setelah sebelumnya hanya naik kapal dan…

…jalan kaki. Duh.

Kami agak santai karena sudah check in melalui aplikasi AirAsia. Pengalaman sehari-hari memang bikin saya cenderung lebih suka check in di aplikasi karena kita tidak tahu seperti apa wujud manusia yang bergabung bersama kita di antrean nanti. Toh, nggak bawa bagasi dan nggak harus print boarding pass yang bagus untuk dipertanggungjawabkan ke kantor juga.

Satu hal yang keren bagi saya dari AirAsia adalah efektivitas proses boardingnya. Jadi, antrian untuk boarding sudah dipersiapkan dan bahkan penumpang sudah bisa mengantri ketika pesawatnya bahkan masih di sekitar Kepulauan Seribu! Padahal, prosedurnya kan sesudah penumpang turun dan sebelum penumpang berikutnya boarding, harus ada pembersihan.

Saya sendiri karena sering kerja lewat bandara, jadi agak paham dengan urusan ini. Makanya, ketika saya pantau via Flight Radar bahwa pesawatnya masih di langit, saya santai saja beli minum. Eh, begitu balik antriannya sudah panjang.

Ketika pesawat kemudian merapat ke Terminal 3, tidak butuh waktu lama untuk penumpang berikutnya bisa masuk. Saya penasaran, dong, pada kebersihan pesawatnya. Begitu saya cek, ternyata bersih sebagaimana mestinya. Tampaknya penerbangan ini akan benar-benar membahagiakan.

Tengah malam, pesawat mendarat dengan mulus di Kuala Lumpur, kota transit AirAsia selain Don Mueang. Saya sih memang mencari KL karena kota ini kan rumahnya AirAsia. Jadi, sekalian mau lihat-lihat.

Begitu masuk ke gedung terminal, saya langsung terharu. Akhirnya saya bisa naik pesawat ke luar negeri. Sebuah achievement yang sebenarnya mudah dicapai banyak orang, bahkan cenderung biasa saja, tapi ya untuk saya yang pertama ini tentu istimewa.

bahagia-bersama-airasia

Suasana di KL

Bandara transit di KL terbilang memiliki penataan ruang yang efektif. Crowded-nya paling ketika di depan toilet saja. Ya, namanya juga penumpang transit pasti yang dicari adalah toilet.

Guna menghadapi perjalanan yang lebih jauh–dari KL ke HK–maka saya dan istri sudah menyiapkan diri dengan order makan di dalam pesawat. Lumayan, harganya ya tyda mahal-mahal amat.

Kenapa harus pre-book? Karena harga di langit punya kemungkinan berbeda tergantung kode penerbangan. Sebagai gambaran saya ambil dari situsweb AirAsia sendiri bahwa untuk kode QZ harga menu yang disebut sebagai Santan ini hanya Rp36.900. Masih lebih mahal konsumsi rapat bagi PNS tingkat pusat yang Rp47.000,- pada tahun 2019. Atau ya setara order makanan pakai ojek online plus ongkos kirimnya. Kalau ngirim ke langit kan nggak mungkin semurah itu, dong?

landing-page-combo-meal-spiral-idid

Perjalanan ke Hong Kong kami tempuh juga dengan bahagia. Begitu langit sudah terang, kami mendapati bahwa dalam beberapa saat lagi akan segera sampai di Hong Kong. Gaes, bayangkan perasaan saya yang jarang dolan ini begitu menjejakkan kaki pada negara di luar Asia Tenggara. Terharu juga. Ya, ndeso memang. Tapi akibat perjalanan ini, saya sudah meniatkan diri untuk lebih sering cari uang demi bisa dolan ke luar negeri dan untuk itulah Isto kami buatkan paspor. Supaya nggak kena disrupsi, gitu.

Yes, kami akhirnya sampai di Hong Kong. Bersiap menghadapi ketidaktahuan atas lokasi penginapan dan aneka perkara lain. Tapi yang penting kan dihadapi berdua. Tsah.

IMG_20181108_114428

Baru sampai dan pastinya belum mandi

IMG_20181108_121154

AirAsia di Indonesia sendiri semakin menarik karena per 2019 juga menyediakan penerbangan ke Sorong, Lombok, dan Labuan Bajo. Dan, serius, tarif Jakarta ke tiga destinasi tersebut sungguh sangat kompetitif–menurut saya. Jadi, Labuan Bajo yang tadinya terasa jauh bisa mulai ada perubahan untuk sedikit lebih dekat. Minimal, dekat di kantong.

Oh, iya, sesudah penerbangan ke Hong Kong itu tadi, dua pekan kemudian tanpa dipaksa saya naik AirAsia lagi. Kali ini, ketika pulang dinas di Denpasar, hendak menuju Solo terlebih dahulu. Pegawai kayak saya memang suka begitu nasibnya. Sudah punya agenda cuti bagus-bagus, eh, di tengah-tengah dikasih kegiatan wajib ikut. Jadi, ya sudah dari kegiatan di Denpasar saya akhirnya bablas ke Solo untuk jadi bapak baptis dari keponakan saya, Gabriel.

Sampai saat ini, saya sudah terbang 6 kali dengan AirAsia dan itu berkaitan dengan 6 bandara yang berbeda-beda yakni di Jakarta, Padang, KL, Hong Kong, Denpasar, dan Solo.

AirAsia pada tahun 2018 secara total mengoperasikan 24 armada pesawat dan telah mengangkut 5,2 juta penumpang alias naik 13 persen dari tahun sebelumnya. Tingkat keterisian juga meningkat pada setiap periodenya. Soalnya, saya sebagai penumpang juga ngeri lho kalau pesawat kosong. Takut nggak ada lagi rutenya. Heuheu.

Screenshot_2024

Pada 17 Juli, AirAsia meraih Juara Dunia kesepuluh kalinya di Skytrax dan sebulan kemudian AirAsia Indonesia menuntaskan audit keselamatan operasional IATA. Dua poin ini juga menunjang kepercayaan saya sebagai calon pelanggan pada kinerja AirAsia. Penumpang kalau nggak percaya sama maskapai ya bisa berabe, kan?

Demikianlah kiranya saya terbantu untuk Bahagia Bersama AirAsia. Setidaknya, diawali dengan bantuan AirAsia, saya bisa berfoto di tempat yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya ini…

Screenshot_175

Sekian dan selamat berbahagia~~

Berinvestasi Reksa Dana Ketika Muda Itu Penting dan Ajaib

investasi-ajaib

Di usia yang mau 40 tahun ini, saya kadang menyesali keadaan. Bukan tentang keadaan harta saya, tapi keadaan kemudahan berinvestasi pada zaman now. Kalau kemudahan ini sudah ada sejak dahulu kala, mungkin saya bisa sedikit lebih kaya.

Saya sebenarnya sudah tidak muda. Saya lebih tua daripada Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, tapi kebetulan saya masih lebih muda puluhan tahun daripada Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia. Hehe. Jadi, tulisan ini lebih ke arah perspektif investasi ketika masih muda dulu dibandingkan keadaan sekarang yang sudah agak tua.

Pada 2 tahun pertama bekerja, saya betul-betul tidak punya simpanan. Mengerikan, memang, tapi itulah realitanya. Saya juga kagum sendiri kok saya bisa sebodoh itu menghabiskan uang hanya untuk mengunjungi pacar yang kemudian hanya jadi mantan. Eh.

broken heart love sad

Photo by burak kostak on Pexels.com

Sesudah putus pada tahun ketiga bekerja, saya baru mulai bisa menata pendapatan sedikit. Bersamaan dengan cicilan rumah, saya mulai merambah investasi Reksa Dana pada usia yang sudah agak terlambat. Waktu itu, untuk bisa melanggan Reksa Dana masih sulit karena harus beli produknya ke bank langsung. Nggak bisa online! Investasi berikutnya yang bisa online. Bagi pegawai pabrik sesungguhnya kebijakan semacam ini merepotkan. Walhasil, saya beli saja empat produk dari empat jenis RD sekadar punya saja biar tiap bulan saya bisa suka-suka mau top up yang mana.

Hasilnya? Walaupun saya nggak kaya-kaya amat, tapi uang di RD itu menjadi penambal kehidupan ketika dengan sadar saya memilih pekerjaan baru dengan gaji separo dari pendapatan di pabrik. Termasuk juga bisa menambah biaya nikah.

Bagi yang belum paham, Reksa Dana itu kurang lebih seperti menaruh uang kita untuk dikelola oleh Manajer Investasi. Para Manajer Investasi tersebut akan bekerja menempatkan uang kita pada instrumen-instrumen yang relevan. Ya, kalau Reksa Dana Pasar Uang, maka akan ditempatkan di pasar uang. Jika RD yang kita beli adalah Saham, maka Manajer Investasi akan menempatkannya di saham.

Screenshot_2019

Keunggulan RD adalah uang kita tidak ditaruh di satu jenis produk, terutama untuk saham. Jadi beda sekali dengan main saham yang harus dipandangi setiap waktu dan cukup makan energi. Ketika ditaruh di beberapa jenis saham maka potensi untuk plus cenderung lebih besar daripada minusnya.

Sekarang, berinvestasi sudah tidak sesulit harus izin ke bank. Telah muncul berbagai platform yang membantu anak muda terutama kaum rebahan untuk bisa berinvestasi bahkan sambil rebahan itu tadi. Salah satunya adalah Ajaib. Melalui platform yang disediakan Ajaib, seorang investor muda bisa berinvestasi dengan sangat mudah dan tentu saja murah.

Salah satu ketakutan anak muda untuk terjun di kancah perinvestasian reksadana–apalagi saham–adalah takut rugi. Ngomong rugi, tentu saya jadi ingat portofolio saham saya yang lagi hancur-hancuran merahnya itu. HAHA. Nah, sebagai pemula yang umumnya selera risikonya rendah dan emoh rugi, Ajaib menyediakan fitur bernama Paket Investasi. Hal semacam ini belum ada pas saya mula-mula berinvestasi dulu.

Screenshot_2017

Screenshot_2020

Begitulah, dengan segala kebutuhan akan cuan, nyatanya sampai sekarang berdasarkan data Ajaib, hanya 0,4 persen penduduk Indonesia yang sudah berinvestasi. Terbukanya saluran-saluran investasi yang lebih mudah tentu menjadi solusi, termasuk dengan adanya Ajaib di dalamnya.

Oya, satu hal yang pasti, bagaimanapun kita investasi demi cuan, bukan bablas. Untuk itu, kita harus juga mengecek terlebih dahulu apakah suatu platform telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum. Sebagai pengawas intern, saya mah paham bahwa suatu platform sudah diawasi itu kinerjanya nggak akan neko-neko.

Screenshot_2018

Ada banyak metode membuat uang beranak, salah satunya adalah dengan investasi di Reksa Dana. Investasi lain ya juga banyak, sampai ada juga orang yang menyebut Bitcoin sebagai investasi meskipun ya risikonya terbilang jauh lebih tinggi daripada main saham sekalipun. Satu hal yang penting, uang kalau ditabung doang itu sayang. Mending ditempatkan di produk-produk Reksa Dana, niscaya hal sepenting ini jika dilakukan dengan niat maka kelak ketika kita butuh duit, akan terasa begitu ajaib karena uang kita seolah-olah tiba-tiba banyak.

Pengen kan? Makanya, yuk berinvestasi selagi muda!

Semakin Mudah Berlibur ke Danau Toba

oyo-toba-samosir

Destinasi yang dijuluki 10 Bali Baru adalah salah satu jualan pemerintah sejak tahun 2014 dengan tujuan menjaring lebih banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia. Soalnya, sewaktu saya bersua beberapa orang di Hong Kong kurang lebih setahun silam, ternyata masih banyak juga persepsi bahwa yang cakep di Indonesia itu hanya Bali.

Wah, mereka belum pernah perjalanan dinas keliling Indonesia, sih.

Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Gunung Bromo (Jawa Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Labuan Bajo (NTT), dan Morotai (Maluku Utara) menjadi sembilan dari sepuluh Bali Baru tersebut.

Satu lagi? Aha, yang justru biasanya disebut paling duluan. Danau Toba!

Setiap anak yang menempuh pendidikan di Indonesia pasti paham Danau Toba. Setidaknya di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Danau Toba selalu disebut sebagai danau yang paling luas di Indonesia. Betapa tidak, dengan luas 1.145 kilometer persegi, Danau Toba sama luasnya dengan dua kali lipat Singapura.

Bayangkan bahwa di Indonesia ada dua Singapura yang isinya air semua. Semenakjubkan itulah danau yang terbentuk oleh super volcano bertahun-tahun silam. Sama menakjubkannya dengan fakta bahwa letusan Gunung Toba memuntahkan 2.800 kilometer kubik bahan vulkanik dan sampai menyebabkan perubahan iklim dengan masuknya planet bumi ke periode es. Asli, sangar.

Masalahnya adalah–ya namanya juga produk super volcano–Danau Toba itu berada di tempat yang aksesnya aduhai. Harus mendaki gunung dan lewati lembah sebagaimana Ninja Hatori. Itulah sebabnya, saya yang punya kampung sebenarnya tidak jauh dari Danau Toba, baru bisa menjejakkan kaki pada dinginnya air Danau Toba pada usia 20-an akhir ketika hendak menikah dan menggelar ziarah ke kuburan Opung di Dolok Sanggul.

Dahulu, tempat paling kondang untuk berlibur di Danau Toba adalah Parapat, sebuah kelurahan di Kabupaten Simalungun. Dinginnya Parapat ini sangat syahdu dan posisinya hanya 48 kilometer dari Kota Pematangsiantar dan tidak jauh-jauh betul dari Medan dan tentu saja bandara Polonia maupun Kuala Namu. Maka tidak heran kalau Parapat menjadi salah satu akses paling ramai untuk mengunjungi Danau Toba.

Nah, dalam upaya menunjang 10 Bali Baru, pemerintah bergerak gesit. Danau Toba kan luasnya nggak kira-kira, masak sih aksesnya hanya dari Parapat saja? Walhasil, sebuah bandara sukses dioptimalkan menjadi saluran baru untuk mengunjungi Danau Toba. Bandara Internasional Sisingamangaraja XII atau yang dikenal sebagai Bandara Silangit adalah jawabannya. Berlokasi di Siborong-Borong, bandara ini menjadi akses udara paling dekat ke Danau Toba, tepatnya ke Balige.

Baik Balige maupun Siborong-Borong ini terletak di Kabupaten Toba Samosir. Keberadaan Bandara Silangit nyatanya telah membantu terbukanya akses wisatawan ke Danau Toba sisi Toba Samosir ini namun juga dapat menjadi akses jika ada yang hendak ke Parapat, yang notabene telah lebih dahulu dikenal.

Di Toba Samosir sendiri kita bisa menikmati berbagai wisata alam berbasis bukit, suasana sejuk, dan pemandangan menakjubkan dari Danau Toba. Tidak hanya itu, Hotel Murah di Toba Samosir juga ada aksesnya, secara online pula.

Berikut beberapa destinasi ciamik yang bisa dinikmati di Toba Samosir:

1. Huta Gurgur

Screenshot_2010

Sumber: Instagram @travelmatesiantar

Terletak di Kecamatan Tampahan, lokasi Desa atau Huta Gurgur hanya 10 kilometer dari Bandara Silangit. Dari tempat ini, kita bisa melihat lokasi wisata Meat dan tentu saja pemandangan Danau Toba nan indah, suasana alam yang segar, dan hamparan sawah hijau.

2. Pantai Meat

Hasil gambar untuk pantai meat"

Sumber: pariwisatasumut.net

Sebagaimana disebut tadi bahwa pariwisata di Toba Samosir pasti mayoritas berbasis Danau Toba, termasuk Pantai Meat ini. Salah satu keunggulannya adalah airnya yang sangat jernih bahkan bisa dipakai untuk menyelam. Tapi ingat, secakep apapun Danau Toba ini air tawar sehingga teknik berenangnya harus disesuaikan, yha.

3. Museum TB Silalahi Center

Screenshot_2011

Dokumentasi Pribadi

 

Nama TB Silalahi di Balige itu moncer setengah mati. Salah satunya adalah melalui Museum TB Silalahi Center. Di tempat ini, selain dapat mengetahui sejarah karir seorang TB Silalahi yang malang melintang sebagai pejabat di beberapa era, kita juga bisa belajar sejarah Batak.

Screenshot_2013

Dokumentasi Pribadi. Itu saya biar kayak turis aja, pakai manjat-manjat segala.

Plus, karena letaknya juga tidak jauh-jauh dari Danau Toba, maka tentu saja bonusnya adalah pemandangan Danau Toba. Kebetulan, waktu itu sempat mampir jadi ada fotonya.

4.Sungai Asahan

Hasil gambar untuk sungai asahan arung jeram"

Sumber: pedomanwisata.com

Yang satu ini tidak berbasis Danau Toba secara langsung dan sangat cocok untuk yang hobi arung jeram. Pemerintah setempat menyebut bahwa lokasi arung jeram di Sungai Asahan adalah yang terbaik ketiga di dunia sehingga tempat berjarak 70 kilometer dari Balige ini dapat menjadi destinasi yang menawan bagi traveler.

5. Pantai Ajibata

Hasil gambar untuk pantai ajibata"

Sumber: Tribunnews.com

Sebenarnya yang ini sudah berbau-bau Parapat karena memang lokasinya yang 60 kilometer dari Balige dan berbatasan dengan Kabupaten Simalungun. Jadi ya memang arah Parapat. Di Ajibata ini ada lokasi penyeberangan ke Pulau Samosir. Pantainya juga cukup lengkap dengan sepeda air, speed boat, dll.

Sebagaimana disebutkan tadi, salah satu keistimewaan zaman now adalah kemudahan mencari penginapan. Sudah bukan lagi zamannya harus menyimpan nomor hotel-hotel terdekat untuk booking, sementara kalau musim liburan kan juga harus rebutan pesan hotel. Saya sendiri juga sempat mengalami kesulitan dalam booking hotel ketika berkunjung ke Balige beberapa tahun silam karena memang pilihannya yang bisa pesan seperti di kota-kota besar dengan standar kamar yang memadai juga terbatas.

Kini, OYO Hotels Indonesia juga telah menjangkau Toba Samosir dengan beberapa pilihan hotel yang asyik, bukan sekadar ada di kota-kota besar Indonesia saja. Harga dan standar kamarnya juga tentu saja menggunakan standar yang sudah cukup tinggi khas startup unicorn asal India ini. Jadi, tidak ada kekhawatiran kita akan tinggal di tempat yang nggak kece ketika liburan di Toba Samosir.

Sekarang, tinggal cairkan dana investasinya, cari tiket pesawat, pilih penginapan yang tepat, dan kita bisa segera berlibur di dinginnya Danau Toba sisi Toba Samosir. Cus!

Yoforia, Fresh Yogurt Untuk Kesehatan Kita

yoforia-fresh-yogurt

Salah satu kenikmatan dan ketidaknikmatan hidup zaman sekarang adalah begitu banyak makanan enak. Masalahnya, enak itu belum tentu baik untuk perut. Begitulah, kalau saya lagi beli celana itu suka sedih karena jadinya saya harus mendapati dan meyakini bahwa perut saya itu buncitnya nggak karuan.

Pelan-pelan, saya mendapati bahwa penyebab buncit itu salah satunya adalah karena pencernaan saya tidak sehat. Tidak sehat maka tidak lancar. Ya bagaimana tidak buncit kalau input jauh lebih banyak dari output? Suram sekali.

food man person eating

Photo by Gratisography on Pexels.com

Cuma, kalau mau meniadakan input itu rasanya saya sekali. Lha, kalau saya posisi sedang di Kupang dan diajak ke Kampung Solor yang kelezatan ikannya tiada tanding itu, masak mau ditolak? Dalam dilema itu, saya kemudian mendapati salah satu solusi kehidupan.

Jadi, kalau malamnya saya makan enak di suatu tempat, maka pagi harinya ketika breakfast di hotel saya mengurangi makan besar dan memperbanyak yogurt. Pada beberapa hotel, terutama yang besar, yogurt itu adalah hidangan wajib yang biasanya diletakkan dekat buah-buahan.

Ditulis dalam artikel ‘Get health benefit from fresh yogurt‘ yang dimuat pada Spartanburg Herald-Journal (Februari 2013) bahwa yogurt lebih dari sekadar snack sehat. Di Amerika dan Eropa, yogurt digunakan sebagai mayones dalam salad maupun saus untuk ikan, steak, atau ayam. Di India, Timur Tengah, maupun Eropa Timur, yogurt juga dikenal sebagai minuman yang kadang-kadang asin, manis, memiliki rasa buah, atau bahkan dicampur dengan tanaman segar.

Yogurt telah lama dikenal sebagai salah satu jenis pangan yang digunakan untuk menjaga kesehatan pencenaan. Bakteri baik melindungi saluran pencernaan dan mencegah bakteri jahat bekerja, hal itu sudah dibuktikan oleh begitu banyak penelitian. Bahkan pernah disebut bahwa mengonsumsi yogurt bisa menghindarkan diri dari peluang sakit hingga 2/3.

Nah, kalau sedang tidak di hotel, kadang-kadang hal ini menimbulkan masalah baru karena saya nggak bisa bikin yogurt. Untung sekarang ada Yoforia, fresh yogurt yang memiliki live probiotics serta tidak melalui proses apapun lagi setelah menjadi yogurt alias tidak dipanaskan lagi, sehingga bakteri baik dapat tetap hidup dan manfaat yogurt-nya tetap terjaga.

Yoforia_Healthy Life_ (4)

Sebagaimana diketahui, Yoforia menggunakan live probiotics yang berfungsi membantu mencerna makanan dengan nutrisi terserap optimal karena banyaknya bakteri non-probiotik cenderung membuat pencernaan tidak lancar. Lebih lanjut lagi, live probiotics pada Yoforia adalah khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan lebih creamy.

Mohamed Zommiti, Michael L. Chikindas, dan Mounir Ferchichi pada artikelnya yang berjudul ‘Probiotics–Live Biotherapeutics: a Story of Success, Limitations, and Future Prospects–Not Only for Humans‘ dalam jurnal Probiotics and Antimicrobial Proteins menyebut bahwa setelah mengerahkan aksi baik mereka di saluran pencernaan, probiotik akan mencapai pintu keluar usus bersama dengan mikroorganisme usus lainnya. Pada perjalanan itu, bagian utama dari bakteri probotik akan mati karena pertumbuhan dan proses proliferasi–atau sederhananya perbanyakan–mereka sangat dipengaruhi oleh persaingan dari mikroorganisme lain di usus besar. Probiotik sebagian besar sudah dipecah dan dicerna sebagaimana nutrisi organik lain dalam usus dan kemudian dibuang bersama dengan feses. Jadi, sudah jelas bahwa live probiotics itu aman lahir batin.

Yoforia_Healthy Life_ (2)

Selain itu pula, Yoforia mengandung dietary fiber dari buah jeruk alami. Dietary fiber ini teksturnya lebih lembut dan cocok untuk diet dalam artian bikin kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi input.

Terakhir, Yoforia adalah fresh yogurt dengan banyak varian rasa yang unik. Bahkan ada rasa kopi segala. Adapun sebagaimana produk minuman lainnya, rasa yang paling saya gemari adalah leci dan kebetulan Yoforia merilis rasa terbaru Lychee Blast. Bagi saya, apapun yang dikasih rasa leci itu auto-enak.

Oya, bonus informasi, Yoforia juga sudah memenuhi kaidah-kaidah pendaftaran produk pangan yang benar. Buktinya, pada kemasan Yoforia sudah ada 2D Barcode yang dapat di-scan pada aplikasi BPOM Mobile dan hasilnya adalah seperti ini:

This slideshow requires JavaScript.

Yoforia_Healthy Life_ (6)

Jadi, mengingat sebagai konsumen cerdas saya harus cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Tanggal Kedaluwarsa, maka bagian terakhir ini menjadi faktor penentu untuk bisa mengeksekusi Yoforia dari kulkas toko ke kasir demi mencapai healthy life~

Daftar Lomba Blog November 2019

Sudah mau akhir tahun, sudah menang berapa lomba? Kalau belum ada–kayak saya–boleh coba beberapa lomba lagi, nih. Masih banyak juga daftarnya ternyata.

1. Lomba Blog Ajaib Investasi


Deadline: 8 November 2019
Pengumuman: 11 November 2019 (pada tanggal 11 November 2019, websitenya diperbaharui lagi dan berakhir di bulan Desember 2019. Hehe.)

Hadiah:
Juara 1 Uang Tunai Rp750.000
Juara 2 Uang Tunai Rp500.000
Juara 3 Uang Tunai Rp250.000

Informasi Lengkap bisa klik di sini, yha.

2. Lomba Menulis Blog Kemenhub 2019

3. Oyo Hotels Blog Competitions


Deadline: 22 November 2019

Hadiah:
Juara 1: 7 Juta Rupiah
Juara 2: 4 Juta Rupiah
Juara 3: 2 Juta Rupiah
Semua peserta mendapat diskon menginap di Hotel OYO sebesar 70% satu malam, bebas pilih kota dan tanggal menginap

Informasi Lengkap: OYO Rooms

4. Digital Marketing Life Hacks DomaiNesia

Tema: Digital Marketing Life Hacks
Deadline: 24 November 2019

Hadiah total 25 Juta Rupiah
Informasi Lengkap: DomaiNesia

5. Lomba Blog Fossil Gen 5 Smartwatch

Lomba Blog Fossil Gen 5 Smartwatch
Tema: meningkatkan Produktivitas dengan Fossil Gen 5 Smartwatch

Deadline: 13 November 2019
Pengumuman: 30 November 2019

Hadiah:
Juara 1 Fossil Watch dan cash Rp750.000
Juara 2 Fossil Watch dan cash Rp500.000
Juara 3 Fossil Watch dan cash Rp250.000

Informasi Lengkap: Urban Icon

5. Yoforia Blog Competition 2019

Tema: Yoforia, fresh yogurt for your healthy life!”
Deadline: 16 November 2019

Hadiah:
Uang tunai Rp2 Juta Rupiah untuk 2 orang pemenang
Uang tunai Rp1 Juta Rupiah untuk 5 orang pemenang

Informasi Lengkap: Yoforia

Liburan Tipis-Tipis di Miniapolis AEON Mall BSD Bersama Traveloka Xperience

Liburan Tipis-Tipis di Miniapolis AEON Mall BSD Bersama Traveloka Xperience

Sebagai Bapak Millennial merangkap bapak kuliahan, waktu saya dengan anak lanang semata wayang terbilang terbatas. Sebuah kondisi yang bikin sedih, apalagi di usianya yang Terrible Two seperti sekarang ini, ketika setiap hari dia punya kemampuan baru yang bikin takjub.

Berhubung keluarga kecil saya tinggal di Tangerang Raya dan kendala waktu itu tadi, maka opsi terbaik adalah memanfaatkan waktu weekend untuk bermain bersama Isto. Dan sebaiknya juga nggak jauh-jauh, selain karena mahasiswa kan identik dengan kemiskinan, kasihan juga kalau waktu terbatas hanya habis untuk perjalanan.

Cari punya cari, akhirnya saya dan Mama Isto mendapati sebuah opsi menghabiskan weekend yang menarik. Untunglah zaman sekarang ada Traveloka Xperience sebagai solusi untuk mencari hiburan dan liburan tipis-tipis, baik di tempat yang jauh maupun di sekitar rumah.

Buat yang belum begitu tahu Traveloka Xperience, sesungguhnya pasti sudah tahu tapi nggak ngeh saja. Traveloka Xperience adalah pengembangan dari menu Traveloka yang dahulu terkait dengan aktivitas dan hiburan. Jadi kalau dulu beli dalam rupa event-event, nah sekarang khusus untuk yang berbau-bau experience dijadikan satu di Traveloka Xperience sehingga menjadi #XperienceSeru. Dalam lini aktivitas dan hiburan kita juga mengenal Traveloka Eats.

Sebagaimana juga Traveloka yang untuk beli tiket dan booking hotel, sesudah membuka Traveloka Xperience, kita bisa masuk melakukan pencarian dengan interface yang mudah. Untuk tempat-tempat banyak keluarga muda seperti Bogor dan Tangerang Selatan, bahkan ada pencarian cepatnya. Saya menemukan beberapa opsi dan bisa melakukan evaluasi harga karena informasi harga berikut promonya ditampilkan dengan transparan.

Pilihan saya dan istri kemudian jatuh ke Miniapolis BSD. Pertama, tentu saja lokasinya yang nggak jauh-jauh amat dari rumah. Cukup naik taksi daring menuju AEON. Ya, Miniapolis BSD memang terletak di AEON Mall BSD City, tepatnya di lantai 2. Mal dengan identitas Jepang ini memang merupakan salah satu tempat paling hits se-Tangerang Raya sejak kehadirannya.

Screenshot_1985

Miniapolis AEON BSD menghadirkan area bermain anak nan begitu lengkap. Ada Doodles Mini Kitchen yang bisa melatih kemampuan motorik dan kreativitas anak dengan memasak dan menghias kue. Di sini ada peralatan masak untuk anak-anak sehingga anak bisa dilatih untuk belajar memasak. Cita-cita Mama Isto agar Isto jadi master chef junior kiranya bisa dioptimalkan melalui medium ini.

Oya, untuk orangtua jangan lupa membawa kaos kaki, demikian pula dengan anak. Kita nggak mau kan main di wahana kotor? Kalau nggak mau, ya setidaknya jangan jadi pengotor juga. Hehe.

Di bagian dalam dari Miniapolis, Isto begitu gembira. Sebab, ada banyak permainan yang begitu dia sukai dan terutama ya lapak cukup luas untuk lari-larian dan panjat-panjatan. Kalau diingat, anak ini baru bisa jalan di usia 14 bulan. Kala itu saya nggak terlalu khawatir ketika dia tertinggal dua bulanan dari teman-temannya yang sudah bisa jalan di usia 1 tahun pas.

Ya, kalau anak belum bisa jalan tapi tidak ada kendala medis, tenang saja. Jadikan itu momen untuk persiapan. Sebab, begitu anaknya sudah bisa jalan dan kemudian lari…….

….giliran bapaknya yang encok pegal linu.

Miniapolis menyediakan sarana bermain untuk anak di bawah 12 tahun. Artinya, ada anak dari rentang usia baru bisa jalan sampai rentang usia sedikit lagi puber. Penting bagi orangtua untuk mengawasi anak-anaknya.

Bukan apa-apa, mungkin karena bosan di tempat mandi bola bocah, si Isto sempat-sempatnya kabur ke area mandi bola anak gede. Saya yang takut dia ketiban atau keinjak kakak-kakaknya. Heuheu. Saya juga sempat baca sih review dari orangtua yang malah nulis macam-macam karena anaknya luka. Duh, Pak, Bu, namanya juga tempat bermain umum, bukan berarti anak kita lepas liarkan sambil kita buka HP dan haha-hihi. Tetap dijaga dong~

Foto.

Selain mandi bola, ada mini trampoline, ada beberapa sepeda mini, hingga ada juga bola dan gawangnya. Bagi orangtua, ini juga momen melihat pergaulan anak karena mereka akan bertemu teman-teman sebaya. Kalau anak saya sih, bukan sekadar bersosialisasi lagi. Dia malah mbathi.

Screenshot_1987

Sumber: Instagram @ariesadhar

Beberapa poin penting lain dari main di Miniapolis AEON BSD bersama Traveloka Xperience adalah bahwa tiket masuk itu bisa digunakan untuk wara-wiri seharian penuh. Jadi, jika lapar dan haus, bisa makan dulu untuk kemudian masuk lagi. Sebuah aspek menarik untuk harga yang juga menarik, terutama kalau beli lewat Traveloka. Plus, tiketnya sepaket dengan naik kereta api keliling lantai 2.  Dua privilese ini tidak kami manfaatkan karena dua alasan.

Screenshot_1986

Pertama, saya ngejar penerbangan untuk berangkat kerja di sore hari. Kedua, bayi saya keburu lelah di dalam jadi nggak sempat lagi merasakan naik kereta yang sebenarnya adalah kesukaannya.

Oh iya, jika memang tidak tinggal di Tangerang, Traveloka Xperience menyediakan banyak sekali pilihan untuk sekadar mencari pengalaman seru lewat berbagai wahana yang tersedia, berikut promo-promonya. Yakin nih nggak mau?

7 Alasan Mengapa Domain Penting Untuk Bisnis

pentingnya-domain-untuk-bisnis

Mengapa domain penting untuk bisnis? Pertanyaan mendasar itu tentunya berkelindan di benak banyak orang, terutama pelaku bisnis zaman sekarang. Bukankah sudah ada media sosial? Masak nggak cukup?

Sebelum sampai pada 7 alasan mengapa domain penting untuk bisnis, pertama-tama mari kita mengenali domain itu sendiri.

Apa Itu Domain?

Secara sederhana, domain dapat disamakan dengan alamat suatu tempat di internet. Jika kantor Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ada di Jalan Veteran III Jakarta, maka orang-orang yang ada perlu dengan BPIP pasti akan mampir ke Jalan Veteran III tersebut.

people lot near buildings under white clouds

Photo by Aleks Magnusson on Pexels.com

Nah, dalam konteks internet, alamat BPIP adalah di bpip.go.id, yang artinya jika orang-orang ada perlu dengan BPIP maka akan mampir ke bpip.go.id. Karena ini internet, maka mampirnya nggak perlu pakai ojek online segala macam. Sambil tidur-tiduran juga bisa.

Penamaan domain adalah identik, sehingga tidak akan ada dua domain ariesadhar.com, misalnya, yang eksis di dunia ini. Dan seperti sewa rumah, domain itu ada masa kontraknya.

Misal, beberapa waktu silam saya punya domain fplngalorngidul.xyz yang ketika jatuh tempo tidak saya perpanjang. Sesudah periode itu, domain tersebut jadi vacant dan bisa saja diambil oleh orang lain, meskipun sebelumnya saya sudah mencitrakan diri sebagai pemilik domain itu.

Apa Itu Ekstensi Domain?

Kita mengenal Top Level Domain (TLD) yang dikenali dari ekstensi akhir sesudah dot berupa tiga huruf atau lebih. Pengecualian untuk hal ini adalah penggunaan ekstensi .mil yang khusus untuk mililter dan .gov yang khusus untuk pemerintahan (government).

Beberapa contoh TLD yang kita kenali adalah .com atau .org. Di Indonesia belakangan ramai juga .tv dan .co sebagai TLD yang jamak digunakan.

man working using a laptop

Photo by Oladimeji Ajegbile on Pexels.com

Ada juga yang disebut country code Top Level Domain atau ccTLD. Biasanya dikenali dengan identitas berupa kode masing-masing negara. Seperti Malaysia dengan .my atau Singapura dengan .sg, dan Indonesia dengan .id.

Penggunaan di Indonesia sudah tentu kita kenali, seperti .id untuk penggunaan masif personal, komunitas, hingga bisnis. Ada juga yang sudah lama kita kenali dalam rupa .co.id dan .or.id. Penggunaan untuk kampus, misalnya UI dengan alamat ui.ac.id. Demikian pula dengan akun-akun pemerintah seperti bpip.go.id atau kemenkeu.go.id.

Bagaimana Dengan Domain Gratis?

Yang dijelaskan dengan TLD itu tadi pada umumnya adalah berbayar. Kalau hanya sekadar ingin lapak atau domain, tentunya kita bisa mendapatkannya dari internet, antara lain melalui blogger.com dengan ekstensi .blogspot.com maupun juga di WordPress dengan ekstensi .wordpress.com.

Jadi ingat dulu blog ini bermula ya dari ariesadhar.wordpress.com juga. Si FPL Ngalor Ngidul sebelum jadi fplngalorngidul.xyz juga adalah fpl-ngalorngidul.blogspot.co.id.

Hanya saja, kalau iseng-iseng kita cermati jika terima SMS penipuan undian berhadiah, maka umumnya memakai domain-domain gratis seperti undianberhadiah.blogspot.com dan sejenisnya. Selain itu, siapapun bisa bikin domain untuk kemudian ditinggalkan pas lagi sayang-sayangnya.

Pada intinya adalah kredibilitas. Dengan penggunaan domain TLD, suatu entitas, baik usaha atau hanya sekadar personal seperti saya, akan lebih meningkat kredibilitas peredaran di dunia maya daripada dengan domain gratis.

 

Manfaat Domain Untuk Bisnis

Sesudah membahas domain, mari kita langsung fokus ke manfaat untuk bisnis itu tadi. Supaya tidak berkepanjangan seperti pacaran beda agama~

1. Terhubung Dengan Mesin Pencarian

Sekarang ini, setiap kali kita ingin tahu sesuatu, maka larinya pasti ke Google. Bayangkan jika secara sekilas orang mendengar bisnis kita dan ingin tahu lebih lanjut tapi tidak bisa menemukannya di mesin pencari Google maupun yang lain karena kita tidak menyediakan rumah di internet? Sudah jelas, opportunity loss!

black samsung tablet display google browser on screen

Photo by PhotoMIX Ltd. on Pexels.com

Rheinald Kasali bilang era sekarang adalah era disrupsi, ketika masyarakat mengeser aktivitas di dunia nyata ke dunia maya alias internet. Jadi, di era sekarang, kalau sebuah bisnis tidak punya alamat di internet, maka bisa dihitung potensi pendapatan yang gugur.

2. Terlihat Sebagai Bisnis Kredibel

Domain itu berbayar sehingga menandakan keseriusan suatu bisnis untuk berkembang. Kita ingat dong beberapa tahun lalu dalam rangka quick count Pemilihan Presiden ada beberapa lembaga dengan hasil yang berbeda. Meskipun yang berbeda ada beberapa lembaga, namun ada satu yang paling kena bully.

Alasannya? Karena lembaga survei itu mencantumkan alamat dengan domain wordpress.com! Jadilah lembaga ini dipermalukan sana-sini, apalagi survei seperti itu kan uangnya besar, masak hanya bayar domain saja tidak bisa? Dimana kredibilitasnya?

3. Alat Bantu Branding

Sekarang ini sampai ke personal saja sudah menggunakan domain sebagai alat bantu branding, apalagi suatu entitas bisnis. Blogger kondang merangkap tukang koran di Oz, Farchan Noor Rachman, misalnya, punya efenerr.com dan identitas ‘efenerr’ itu digunakannya untuk akun media sosial lainnya. Dengan demikian personal branding-nya menjadi sangat ciamik.

4. Etalase Nyaris Tanpa Batas

Kalau kita punya bisnis di ruko, misalnya, ada keterbatasan ruang. Produk buku di toko terkemuka juga ada keterbatasan waktu untuk dipajang karena begitu nggak laku langsung turun. Sementara itu, tidak setiap saat orang ingin berkunjung ke toko.

laptop technology ipad tablet

Photo by Pixabay on Pexels.com

Dengan adanya domain dan website, pelaku bisnis seperti punya etalase tanpa batas untuk memajang produknya, dari sisi apapun dengan informasi selengkap apapun, tanpa harus terkendala seperti di toko. Calon konsumen jadi lebih enak jika ingin tahu ini dan itu tentang suatu produk.

5. Mempermudah Akses ke Bisnis

Dengan domain dan website, maka setelah etalase diperlihatkan, ujungnya bisa saling kontak dengan informasi yang ditampilkan. Bayangkan jika tidak ada domain dan tidak tahu mau kontak siapa untuk membeli sesuatu yang ternyata dimiliki suatu bisnis?

6. Hemat Waktu

Percayalah, utak-utik domain dan website itu jauh lebih hemat waktu daripada harus promo sana sini di era disrupsi. Cukup satu periode waktu pasang informasi produk, waktu lainnya kita hanya perlu update. Bayangkan waktu yang bisa dihemat dalam hal ini?

7. Benefit Lebih Tinggi Dari Cost

Dalam teori Cost Benefit Analysis, sesungguhnya potensi benefit yang akan diperoleh jauh lebih tinggi daripada cost yang dikeluarkan untuk suatu domain, tentunya dengan sejalan dengan 6 hal yang juga telah dipaparkan di atas.

Jangan lupa, suatu alamat harus ada lahannya–yang di dunia internet dikenal dengan hosting. Jangan khawatir bahwa hosting ini akan menguras uang karena cukup banyak hosting murah yang bisa kita peroleh, antara lain melalui Rumahweb.

Jadi, sudah paham kan mengapa domain penting untuk bisnis? Saatnya bisnis kita dilengkapi dengan domain demi cuan-cuan-cuan.

#BlogCompetition #RumahWeb

Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita: Sebuah Perspektif Sederhana

1

Ketika bicara tentang bencana, saya akan selalu teringat dengan dokumentasi pribadi saya yang satu ini:

2

Ya, hingga setahun kemudian, saya masih sangat ingat rasanya berada di atas jembatan kebanggan masyarakat Palu itu. Betapa ketika berdiri di anjungan, ada getaran yang cukup terasa ketika mobil melintas. Teringat juga betapa saya mengagumi keindahan Teluk Donggala dari atas jembatan yang biasanya digunakan oleh masyarakat sekitar untuk melihat buaya yang tersangkut ban.

Kita semua tahu, bahwa jembatan itu, tepat 28 September 2018 sudah menjadi seperti ini:

3

Doa saya kepada para korban jiwa dalam gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan sekitarnya. Palu adalah tempat yang cukup istimewa buat saya pertama-tama karena rekan-rekan kerja saya di kota tersebut terbilang orang-orang baik dan sangat mudah diajak bekerja sama demi kepentingan organisasi. Jadi, saya tidak pernah mengalami pengalaman tidak mengenakkan di Palu. Semuanya baik, termasuk keindahan monumen Nosarara Nosabatutu, termasuk juga enaknya Kaki Lembu Donggala-nya.

Bencana Dalam Berbagai Perspektif

Oleh BNPB dan regulasi kebencanaan di Indonesia, bencana didefinisikan sebagai perisitwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

4

Lebih spesifik, BNPB juga membagi bencana ke dalam tiga bagian. Pertama, bencana alam yang didefinisikan sebagai bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Kedua, bencana non alam yang dimaknai sebagai bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa non alam antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Ketiga, bencana sosial, yaitu bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror.

Dalam perspektif lain, sebuah buku berjudul Disaster Management mengklasifikasi bencana menjadi 2, yakni berdasarkan durasi waktu hingga terjadi bencana dan berdasarkan parameter yang memicu.

Berdasarkan durasi waktu hingga terjadinya, bencana didefinisikan sebagai Rapid Occuring Disasters dan Slow Occuring Disasters. Sedangkan berdasarkan parameter pemicunya, bencana dibagi menjadi bencana alam, bencana alam yang dipicu intervensi manusia, dan bencana yang secara khusus hanya dibuat oleh manusia.

5

Untuk memahami definisi bencana dari perspektif pemicunya, akan lebih mudah jika kita melihat infografis berikut ini:

6

Berdasarkan infografis di atas, sekilas kita bisa melihat bahwa manusia hanya tidak bisa ikut campur sebagai penyebab pada 1 jenis saja yaitu natural. Sisanya? Mau sedikit atau bahkan menjadi penyebab sebenarnya, peran manusia itu ada. Peran kita itu nyata.

Pengalaman Bencana

Hari Sabtu pagi, 27 Mei 2006, saya ada jadwal ujian pukul 8 pagi. Belum lagi pukul 6 ketika saya terbangun oleh getaran yang cukup kencang. Karena saya besar di Bukittinggi, sebenarnya guncangan gempat sedikit-sedikit adalah hal yang biasa. Akan tetapi, pagi itu guncangannya begitu kencang.

Saya bergegas keluar sembari mengumpulkan kesadaran. Di depan kos saya ada sebuah bak air. Saya melihat belum bak air itu bergoyang ke kiri dan ke kanan dengan menumpahkan air di dalamnya. Sesungguhnya, saya langsung sadar bahwa itu adalah gempa terbesar dan terlama yang pernah saya rasakan.

Ketika itu, status gunung Merapi yang posisinya dapat saya lihat dengan mudah dari kos juga sedang naik. Konteks tersebut yang kemudian membuat saya berasumsi bahwa gempa ini adalah karena gunung Merapi. Meskipun kemudian saya sadar bahwa gunung Merapi itu adalah gunung aktif dengan lubang pelepasan energi yang cukup besar. Artinya, sifat pergerakannya tidak akan membuat goncangan untuk lokasi belasan kilometer di selatan dengan intensitas sekencang itu.

Hasil gambar untuk gempa jogja 2006

Sumber: Kumparan

Sebelum kemudian listrik terputus, saya masih sempat menyalakan televisi untuk mendapat informasi sekilas bahwa gempa barusan bersumber dari arah selatan, bukan dari Merapi. Guncangannya memang ‘hanya’ 5,9 skala Richter. Namun, karena gempanya ternyata dangkal dan berada pada jalur yang padat penduduk, maka jumlah korbannya menjadi luar biasa banyak. Ada lebih dari 6 ribu korban tewas dalam peristiwa ini.

Hari-hari berikutnya, dunia tidak lagi sama untuk saya. Sesungguhnya dalam peristiwa itu, meskipun saya merasakan sekali goncangan yang terjadi, saya bukanlah korban, tidak pula terdampak.

Korban adalah orang/sekelompok orang yang mengalami dampak buruk akibat bencana, seperti kerusakan dan atau kerugian harta benda, penderitaan dan atau kehilangan jiwa. Korban dapat dipilah berdasarkan klasifikasi korban meninggal, hilang, luka/sakit, menderita dan mengungsi.

Penderita/terdampak adalah orang atau sekelompok orang yang menderita akibat dampak buruk bencana, seperti kerusakan dan atau kerugian harta benda, namun masih dapat menempati tempat tinggalnya.

Saya kemudian turut serta menjadi relawan di tiga rumah sakit besar di Yogya yakni RS Panti Rapih, RS Bethesda, dan RS Sardjito berikut satu posko bantuan Jesuit Refugee Service (JRS). Semuanya saya lakoni dalam waktu 2 pekan.

Pengalaman Recovery Bencana

Dalam 2 pekan tersebut, saya terlibat aktif dalam upaya recovery pasca bencana, utamanya dalam aspek kesehatan. Hari pertama adalah pekerjaan fisik, terutama pada gedung-gedung yang terdampak. Pada posisi ini, untuk pertama kalinya seumur hidup, saya melihat mayat-mayat bergelimpangan. Itulah sebabnya saya bilang bahwa peristiwa itu tentu membuat hidup saya berbeda. Sebuah pengalaman introspektif yang luar biasa.

Hari-hari berikutnya, sebagai mahasiswa farmasi, saya dan teman-teman aktif di posko yang dibuka di rumah sakit. Mengelola bantuan, mendistribusikannya hingga ke perawat dan pasien, berbincang dengan pasien tentang kehilangan, hingga hal-hal remeh tapi menyebalkan khas bencana seperti obat bantuan yang kedaluwarsa dan dikirim pada tengah malam buta.

Pada tahun 2008, sebagai pungkasan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh-Nias, saya mendapat kesempatan terbang ke Nias guna menjadi bagian dari penyelesaian rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan Nias empat tahun sebelumnya khusus pada area obat dan logistik medis.

Tidak jauh dari pengalaman sebelumnya, namun tentu berada di sebuah pulau yang sangat akrab dengan gempa menjadi pengalaman yang berbeda. Saya masuk ke berbagai Puskesmas yang ada di pulau Nias sembari menikmati jalan yang sudah mulus sebagai hasil rehabilitasi. Meski begitu, saya juga mendapati bahwa dalam sebuah proyek perbaikan yang sedemikian masif, masih sangat banyak hal-hal yang dirasa kurang, antara lain adalah pengelolaan pada obat-obat bantuan yang hingga 4 tahun pasca bencana memang masih ada distribusinya.

Di Nias pula saya melihat alam yang berubah. Dalam sebuah perjalanan ke Nias Selatan, saya tiba di sebuah pantai yang menurut kisahnya sebelum gempa adalah spot dengan ombak tinggi yang dicari oleh peselancar. Ketika saya dan rombongan sampai ke tempat itu, kisah tersebut sudah tiada. Gerakan gempa menjadikan tempat itu tidak lagi asyik untuk berselancar, meskipun kemudian posisinya berpindah ke sisi lain dari garis pantai. Ya, sebuah dinamika alam di negeri yang merupakan ring of fire.

Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita

Ketika tulisan ini dibuat, sebagian wilayah Indonesia, utamanya di Sumatera dan Kalimantan sedang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Berbasis data BNPB, setidaknya dalam 10 tahun terakhir, kebakaran hutan bersama dengan banjir memang menjadi jenis bencana dengan frekuensi cukup besar kejadiannya di Indonesia.

chart (1)

Gempa, dan terlebih tsunami, terbilang jarang. Walau demikian, pada saat terjadi memang berdampak besar dalam konteks jumlah korban jiwa.

Hal yang menarik jika kita mengacu pada peran manusia dalam bencana sebagaimana literatur di atas adalah bahwa frekuensi yang paling banyak kejadiannya di Indonesia memanglah bencana-bencana dengan intervensi manusia yang sangat besar.

7

Artinya?

Ya, kita para manusia ini sebenarnya punya andil dalam terjadinya bencana. Tidaklah aneh ketika BNPB sebagai badan nasional yang diamanatkan menjalankan tugas penanggulangan bencana menggaungkan ‘kita jaga alam, alam jaga kita’, karena faktanya ‘kita’ sebagai manusia punya andil dalam 80 persen jenis bencana sebagaimana tampak pada infografis di bawah ini berupa kejadian bencana 10 tahun terakhir baik bencana alam, bencana non alam, maupun bencana sosial.

This slideshow requires JavaScript.

Kita sebagai manusia sesungguhnya harus aktif merawat alam maupun lingkungan tempat tinggal kita. Hanya dengan tindakan seperti itulah, alam akhirnya akan merawat kita pula. Mari berkaca pada kejadian bencana seperti banjir dan longsor. Dua jenis bencana itu adalah bukti nyata bahwa keseimbangan alam terganggu dengan aktivitas yang dilakukan manusia. Demikian pula dengan pendangkalan sungai, penggunaan bantaran sungai sebagai pemukiman, maupun juga pemanfaatan lahan secara tidak tepat menjadi pemicu banyak bencana di Indonesia.

Perlu diingat, bahwa angka-angka yang ada pada statistik bencana sejatinya bukanlah sekadar angka belaka. Ada tangis perpisahan dengan para korban, ada kehilangan dari orang-orang tercinta, ada juga hasil kerja keras bertahun-tahun yang luluh lantak begitu saja karena bencana. Jika mengingat hal ini, semestinya kita akan lebih berupaya untuk sadar bencana.

Budaya Sadar Bencana

Saya pernah kebetulan mampir di sebuah pemukiman yang ada di bantaran sungai, sekadar hendak beli gorengan karena sedang lewat. Saya iseng bertanya tentang banjir kepada pemilik warung. Jawabannya, sungguh mengejutkan.

“Ya, kan banjir juga paling setahun sekali. Kayak sekarang ya panas, biasa aja.”

Dalam konteks banjir seperti ini, banyak yang menganggapnya sebagai hal biasa. Pada suatu konsep yang penerapannya kurang tepat, mereka biasanya sudah punya mitigasi risiko sendiri. Kalau dilihat struktur rumah hingga penataan barang-barang di rumah sudah sedemikian rupa sehingga akan mudah untuk evakuasi jika tiba-tiba air tinggi.

Itu baru satu  bencana. Perihal kebakaran hutan dan lahan, sesungguhnya kita pernah punya keberhasilan dalam 2-3 tahun terakhir. Entah kenapa, tahun 2019 ini, kebakaran mulai banyak meskipun sebenarnya hujan itu masih turun di bulan Juli. Alias, musim kemarau sejatinya belum lama-lama benar. Fakta tahun ini memperlihatkan bahwa sistem yang dibangun dalam 2-3 tahun terakhir belum cukup menjadi mitigasi yang ideal. Yah, faktanya, kabut asap masih melanda dan masih terus berusaha dikendalikan oleh pihak-pihak berwenang termasuk BNPB.

Apalagi kalau menyoal gempa bumi, tsunami, dan lain-lain. Seringkali, kita para masyarakat ini sadar bencana ketika lagi ramai di Aceh atau di Palu, misalnya. Sesudah itu, kita tenggelam dalam aktivitas sehari-hari dan lupa bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita senantiasa memiliki risiko bencana.

Budaya Sadar Bencana (1)

Konsep budaya sadar bencana secara sederhana dipahami sebagai perubahan paradigma penanggulangan bencana dari sekadar perspektif responsif belaka menuju terwujudnya pemahaman faktor-faktor risiko dan upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan. Selain itu, diperlukan peningkatan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan bencana dalam menghadapi ancaman bencana melalui pelatihan secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Termasuk juga di dalamnya terwujudnya antisipasi, proteksi, dan penyelamatan diri dari ancaman bencana.

Ciamiknya Strategi Media BNPB

BNPB selaku pengemban amanat selama ini terbilang on the track dalam menjalankan fungsinya. Satu pujian yang harus selalu dilontarkan kepada BNPB terutama pimpinannya adalah ketika “melepas” Bapak Almarhum Sutopo Purwo Nugroho untuk menjadi media darling, dan bahkan pelan-pelan menjadi public darling.

Hasil gambar untuk sutopo ASN Inspiratif

Sumber: Kompas

Tidak semua instansi pemerintah, utamanya para pimpinan, memiliki kerendahan hati sedemikian rupa untuk melepaskan seorang Eselon II menjadi lebih terkenal daripada pimpinan BNPB itu sendiri.

Nyatanya, hal itu berhasil. Bapak Sutopo dengan ciamik memainkan perannya dalam edukasi kebencanaan. Memang, butuh terobosan khusus untuk bisa berpenetrasi ke dalam hati masyarakat dalam era modern dan zamannya media sosial seperti sekarang ini dan BNPB pernah cukup sukses untuk melakukan suatu terobosan. Sayang, memang, Bapak Sutopo telah meninggal dunia pasca berhadapan dengan kanker yang menyebar alias metastase.

Dalam posisi ini, tentu saja BNPB perlu merevitalisasi jalur yang sudah dilakoni oleh Bapak Sutopo untuk mengedukasi masyarakat. Sudah ada jalurnya, berarti tinggal diteruskan. Setidaknya, cita-cita agar terbentuk masyarakat yang sadar bencana sudah bisa mulai diinternalisasi sejak dini.

Sayangnya, memang Bapak Sutopo sudah tiada. Walau demikian, setidaknya BNPB secara institusi sudah berada pada jalur yang tepat dengan mengoptimalkan skema yang terlebih dahulu ada. Pola komunikasi yang sudah terbentuk itu bukan hal mudah untuk dibangun, adalah keuntungan bagi BNPB ketika pola itu sudah cukup mendarah daging di institusi. Hal ini tentu menjadi kekuatan BPNB dalam mengoptimalkan fungsinya dalam penanggulangan bencana di tingkat nasional.

Di atas bumi Indonesia yang faktor naturalnya sangat besar, sesungguhnya manusia bisa berperan mengurangi dampak bencana yang berasal dari faktor natural dan bahkan menihilkan bencana yang dapat disebabkan oleh manusia dengan menjaga alam. Bagaimanapun, kita percaya bahwa dengan menjaga alam, maka alam pasti akan menjaga kita.

Tabik.

Daftar Lomba Blog September 2019

Screenshot_1966

Sekadar mau berbagi informasi saja, karena kadang kalau lagi selow saya suka nyari blog yang menyediakan informasi lomba blog, sekadar untuk menambal isi kantong. Bulan September 2019 ini lomba blog lagi luar biasa banyaknya, lho!

Blog Competition Trip Impian Bersama Watsons

Sumber: kompetisiblogwatsons.com

Hadiah:
Grand Prize Free ticket for 2 person to Thailand round trip + IDR 2.000.000 Watsons Shopping Voucher. 10 Pemenang lainnya: masing-masing IDR 300.000 Watsons Shopiing Voucher

Ketentuan Umum:

  • Tema penulisan adalah Trip Impian ke Thailand atau Hongkong atau Malaysia atau Singapura atau Makau atau Taiwan dengan Watsons
  • Platform WordPress, Blogger, TUmblr, dan domain self-hosted, dengan minimal usia blog 6 bulan.
  • Tulisan berbentuk artikel pendek minimal 500 kata disertai materi foto atau video pribadi yang mendukung.
  • Wajib pasang banner Watsons One Pass

Deadline: 15 September 2019

* * *

Kompetisi Penulisan dan Blog STOP Pneumonia

Sumber: stoppneumonia.id

Hadiah:
2 karya terbaik akan mendapatkan kesempatan melakukan perjalanan ke Sumba Barat (wilayah program Pneumonia Save the Children) selama 4 hari 3 malam + uang saku

Ketentuan Umum:

  • Tema penulisan adalah Stop Pneumonia (dapat berupa testimoni, pengalaman pribadi, pengamatan, atau sebuah pemikiran)
  • Panjang artikel minimal 700 kata
  • Jika karya merupakan cerita tentang orang lain, pastikan untuk mendapatkan bukti tertulis kesediaan subyek sebagai narasumber
  • Banyaknya likes dan share tulisan akan menjadi point penilaian

Deadline: 17 September 2019
Pengumuman: 24 September 2019

* * *

Picky Blog Competition

Hadiah:
Juara Pertama Rp500.000
Juara Kedua Rp250.000
Juara Ketiga Rp100.000
Viewer Terbanyak Rp100.000

Ketentuan Umum:

  • Masuk web Picky.id lalu register/login dan tambahkan post dengan klik ‘New Post’
  • Mampir ke tempat-tempat yang underrated (menarik tapi sepi pengunjung), cari data sebanyak-banyaknya tentang tempat itu.

Deadline: 17 September 2019
Pengumuman: 20 September 2019

* * *

The Ambition Call: Writing Competition

Hadiah:
Juara 1 Rp2.000.000
Juara 2 Rp1.500.000
Juara 3 Rp1.000.000
Favorit Rp500.000
Ide Kreatif Top up pulsa/Gopay/OVO senilai Rp200.000 untuk 10 blog kreatif

Ketentuan Umum:

  • Kompetisi untuk menstimulasi diskusi publik dengan meningkatkan kesadaran khalayak umum mengenai perubahan iklim dan pencapaian ambisi dalam pemenuhan target NDC.
  • Dapat menggunakan laporan The Ambition Call sebagai bahan
  • Jumlah kata 800 – 1300 kata.

Deadline: 18 September 2019
Pengumuman: 18 Oktober 2019

* * *

Lomba Kreativitas Kebencanaan Tangguh Award 2019

Sumber: BPNB

Hadiah:
The Best of Category menerima hadiah sebesar Rp10 Juta. Selain itu juga akan diberikan hadiah total kepada 5 juara favorit dan 36 nominasi. Total seluruhnya Rp86 Juta Rupiah.

Ketentuan Umum:

  • Selain blog, sudah ada lomba foto, video, poster, dan podcast. Blog bisa pakai platform apapun (termasuk blogdetik yang sudah bubar masih ditulis. heuheu…)
  • Ada beberapa hyperlink.
  • Submit ke bit.ly/tangguhawards2019

Deadline: 20 September 2019
Pengumuman: Oktober 2019

* * *

Rumahweb Blog Competition Periode I

Hadiah:
Juara 1 3 Juta Rupiah
Juara 2 2 Juta Rupiah
Juara 3 1 Juta Rupiah
3 Juara Favorit @ 500 Ribu Rupiah

Ketentuan Umum:

  • Tema “Mengapa Domain Penting untuk Bisnis”.
  • Lima persen penilaian berdasarkan posisi di Google Search Engine
  • Tulisan 400 – 1000 kata

Deadline: 20 September 2019
Pengumuman: 27 September 2019

* * *

Lomba Blog “Ayo Cek KLIK Sebelum Belanja”

Screenshot_1965

* * *

Lomba Blog #BicaraSawit

Hadiah:
Macbook Air, Samsung Galaxy Tab S5e, Kindle, Smartphone XiaoMi untuk 3 pemenang favorit dengan like terbanyak serta total uang tunai 25 juta rupiah!⁣⁣⁣

Ketentuan Umum:

  • Tuliskan tentang ‘sawit kuat Indonesia hebat’
  • Tulisan 300 – 600 kata
  • Upload salah satu foto artikel ke IG

Deadline: 22 September 2019

* * *

Blog Competition Qwords Anniversary

Hadiah:
Juara 1 3 Juta Rupiah
Juara 2 2 Juta Rupiah
Juara 3 1 Juta Rupiah

Ketentuan Umum:

  • Tema ‘Peran Website Dalam Bisnis Online’
  • Minimal 700 kata
  • Pasang banner
  • Engagement artikel jadi kriteria penilaian

Deadline: 30 September 2019
Pengumuman: 7 Oktober 2019

* * *

Blibli Seller Blog Competition

Hadiah:
Juara 1 Voucher belanja Blibli.com 3 Juta
Juara 2 Voucher belanja Blibli.com 2 Juta
Juara 3 Voucher belanja Blibli.com 1 Juta

Ketentuan Umum:
– Tema ‘Bersiap Hadapi Lonjakan Persanan di Harbolnas Blibli.com’
– Artikel minimal 500 kata

Deadline: 30 September 2019
Pengumuman: 7 Oktober 2019

Kurang banyak apa, coba? Yang ngerekap sampai lelah. Monggo diikuti satu demi satu. Siapa tahu ada yang kecantol kan lumayan~

Memori, Kebutuhan Primer Orang Tua Milenial

Pentingnya Memiliki Asuransi Dari Sudut Pandang Orang Tua (1)

Waktu saya SD, kira-kira pada saat Perjanjian Renville ditandatangani, kebutuhan primer manusia itu ada 3, yakni sandang, pangan, dan papan. Pada tahun 2000-an, kebutuhan primer itu bertambah satu: colokan. Nah, pada tahun 2019 dan kemungkinan seterusnya, kebutuhan primer itu nambah satu lagi: memori.

Sepekan yang lalu, seorang teman mengabari bahwa ponselnya hilang. Sedihnya, dia lupa akun Google yang digunakannya untuk login pada gawai Android-nya itu, sehingga tidak bisa ditelusuri pakai teknologi terkini. Teman saya itu sebenarnya tidak terlalu memikirkan soal fisik smartphone-nya karena ya masih bisa beli lagi.

phone iphone taking photo selfie

Photo by Kaique Rocha on Pexels.com

Perkaranya adalah di gawai yang hilang itu ada foto anaknya, sejak lahir sampai sekarang hampir 2 tahun. Jeder!

Smartphone sesungguhnya telah menjelma lebih dari sekadar alat komunikasi. Ketika tahun 2002 saya pertama kali punya telepon genggam merk Nokia 3310, fungsinya hanya telepon, SMS, dan sesekali main Snake. Tujuh belas tahun kemudian, telepon genggam telah menjadi sesuatu yang sulit dipisahkan dengan kehidupan manusia.

Western Digital melakukan survei yang bertajuk Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey dengan melibatkan 1.120 responden yang tersebar di 6 kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, surabaya, Medan, dan Makassar.

Sesungguhnya, hasil dari survei ini cukup menarik untuk dicermati.

1

Pertama-tama, 97% responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam kehidupan sehari-hari. Ya, sama persis dengan yang saya temui setiap hari. Ketika pas Persiapan Keberangkatan LPDP saya tidak bisa menyalakan gawai dalam waktu lama, rasanya ya hampa juga.

Selain itu, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia per September 2018 telah mencapai 27,4 persen atau setara 73 juta pengguna smartphone. Paralel dengan angka jumlah penduduk dunia, angka tersebut adalah peringkat ke-6 pengguna smartphone terbanyak di dunia sesudah Tiongkok, India, Amerika serikat, Rusia, dan Brasil.

2

Angka penetrasinya sendiri masih sangat mungkin meluas karena 27,4 persen itu adalah yang terkecil di 10 besar dunia, bersaing dengan India yang 27,7 persen. Bandingkan dengan Inggris Raya yang penetrasinya sudah mencapai 82,2%. Tiongkok sekalipun sudah diatas 50 persen. Indonesia tentunya masih dalam perjalanan penetrasi yang panjang serta penuh ruang untuk improvement.

Smartphone sendiri, di Indonesia, pada umumnya digunakan untuk lima aktivitas penting yakni mengambil gambar, menelepon, chatting, merekam video, dan mengakses media sosial. Kebutuhan lain seperti belanja online atau bertransaksi saham, misalnya, masih jauh di bawah itu.

3

Lihat, dari 5 besar itu ada setidaknya 3 aktivitas yang butuh memori, yakni mengambil gambar, chatting, dan merekam video. Chatting itu makan memori, lho, belum lagi kalau banyak gambar dan video yang dibagikan. Maka tidak heran kalau data terbanyak yang disimpan di memori itu lima besarnya adalah foto, video, musik, aplikasi, dan dokumen. Rataan foto dan dokumen berbeda begitu jauh.

Pagi pekerja milenial seperti saya, persoalan dokumen di memori itu adalah kegundahan tersendiri. Ketika saya mulai bekerja tahun 2009, belum ada itu kirim-kirim file pakai aplikasi chatting. Jadi, ketika di kos-kosan, bisa ngeles ke bos jika disuruh mengerjakan sesuatu mendadak. “Datanya di kantor, Pak”, ujar saya untuk ngeles. Ya, walaupun kala itu kantor saya hanya 2 menit jalan kaki dari kos, sih.

Sekarang? File dokumen begitu mudah dikirim dan dengan demikian nggak bisa ngeles lagi seperti dulu kala. Walhasil, saya sering mengerjakan dokumen di smartphone kala bergelantungan di KRL. Dan tentu saja, semakin banyak file kerjaan, semakin banyak memori yang termakan.

Belum lagi, seperti teman saya yang smartphone-nya hilang tadi, saya juga orang tua milenial yang butuh banyak memori untuk merekam kelakuan anak saya yang lagi lucu-lucunya. Bayangkan, anak saya sudah seminggu ini bisa menyebut one, two, three, sampai ten, dan saya belum merekamnya karena keterbatasan memori. Wong, baru merekam sampai three, tiba-tiba saya dapat notifikasi bahwa memori sudah penuh.

4

Perkara yang saya alami rupanya adalah perkara umum, setidaknya menurut survei dari Western Digital. Ada 26% responden yang sering mengalami kepenuhan memori seperti saya. Atau juga 21% responden yang tidak sengaja menghapus data penting. Ini juga saya alami beberapa pekan lalu kala secara tidak sengaja saya menghapus seluruh file screenshot di gawai.

Walhasil, saya kehilangan salah satu foto paling absurd berupa video call dengan anak saya, yang posisinya ada di belakang saya. Jadi, ketika itu saya kebanyakan dinas, pergi terus, sehingga komunikasi dengan anak ya via video call. Eh, ketika saya pulang, anak saya malah tetap minta video call dengan bapaknya melalui gawai mamanya. Duh, ini foto bagus dalam file screenshot itu dan nyatanya hilang. Sedih juga.

Sebagaimana kehilangan mantan, nyatanya kehilangan adalah sesuatu yang wajar. Bahkan 67% responden mengakui bahwa mereka pernah kehilangan data di smartphone. Walau begitu, mungkin karena pengalaman buruk juga, ada lebih dari 80% responden telah menyadari pentingnya melakukan back-up data.

Persoalannya adalah sebagaimana dialami 49% responden bahwa sisa memori di HP ini paling banyak hanya 3 GB. sudah terlalu penuh dengan foto, video, dan aplikasi, pada gawai yang rata-rata dilengkapi memori 16 GB atau 32 GB itu.

WhatsApp Image 2019-09-10 at 12.27.29

Saya sendiri terbantu oleh kantor yang memfasilitasi dengan sebuah USB OTG SanDisk sebagai penyimpanan data pekerjaan. Kantor saya memang baik benar, karena USB itu di luar Hard Disk Eksternal yang juga difasilitasi. Tapi, ya memang perlu, sih. Terutama untuk pekerja mobile seperti saya. Makanya berminyak begitu, lha wong makan saja saya bawa~

Brand SanDisk memang menjadi salah satu brand terdepan dalam solusi penyimpanan mobile, kebetulan berada dalam naungan Western Digital Corp. Melalui perangkatnya SanDisk Dual Drive (Android)–yang ini saya pakai–dan iXpand Flash Drives (iPhone)–yang ini saya nggak kuat beli–SanDisk menawarkan beberapa solusi terhadap prahara memori yang biasanya melingkupi masyarakat, terutama orang tua milenial yang nyaris selalu kehabisan memori semata-mata karena foto bayi.

5

Pertama, mobile storage SanDisk memang dirancang untuk bisa membantu pengguna mengosongkan memori smartphone dimana pun dan kapan pun. Makanya, saya sering lho, memindahkan foto dan video sambil gelantungan di KRL. Saking mudahnya.

Kedua, SanDisk memfasilitasi diri dengan konsep plug and play yang praktis melalui aplikasi mobile SanDisk Memory Zone dan iXpand Drive yang dapat mem-back up foto maupun video dengan cepat, termasuk juga memindahkan ke komputer atau smartphone lain jka dibutuhkan. Serta bisa pula mengatur agar aplikasi melakukan back-up otomatis pada file-file penting setiap kali smartphone dihubungkan dengan USB OTG.

Ketiga, aplikasi SanDisk Memory Zone dan iXpand Drive App juga bisa menyimpan dan mem-back up aneka konten dari media sosial, ya tentu saja umumnya foto dan video, ke USB OTG SanDisk Dual Drive atau iXpand Flash Drive.

Terakhir, khususnya untuk yang menggunakan smartphone untuk kepentingan lebih besar seperti mabar, kartu memori SanDisk Extreme microSD dengan spesifikasi ciamik akan memberikan kenyamanan dan kemulusan bagi pengguna gawai saat bermain mobile game dengan adanya kapasitas penyimpanan lebih besar serta tentu saja proses pemuatan aplikasi yang lebih besar.

Ketika dapat notifikasi bahwa gawai saya kepenuhan, sesungguhnya pengen ganti HP. Apa daya, nggak punya uang. Ketika hendak menghapus foto atau video, kok ya rasanya #DibuangSayang. Sekali lagi, untunglah saya punya USB OTG dengan brand #SanDiskAPAC yang sangat membantu proses back-up file-file yang bakal penting untuk kenangan anak saya kelak di kemudian hari.

Percayalah–dan ini saya baru tahu ketika sudah jadi orang tua–selain kesiapan jasmani, rohani, serta finansial, maka untuk menjadi orang tua harus punya persiapan memori yang banyak. Saya kasih tahu para pembaca semua untuk bisa mempersiapkan diri.

a family walking on the road

Photo by Vidal Balielo Jr. on Pexels.com

Tabik.