About ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

Pelayanan Prima di Dinas Dukcapil Kabupaten Bandung Barat

Menjadi orang yang terlibat dalam kebijakan publik, bahkan mendalami kebijakan publik di level S2 sesungguhnya tidak berarti membuat saya suka pada pelayanan publik di Indonesia.Yes, saya itu begitu mau mengurus aneka rupa dokumen kependudukan itu malasnya minta ampun, sebenarnya. Bayangan tentang bakal sulit dan bolak-baliknya proses pelayanan bikin saya keder duluan.

Pada akhirnya, kemalasan itu kepentok ketika saya gagal memperpanjang paspor karena katanya data di KTP elektronik saya gagal dibaca oleh sistemnya Imigrasi.

Jeng-jeng-jeng.

Jadi, ya sudah, mau tidak mau saya harus ke Dinas Catatan Sipil Kabupaten Bandung Barat, tempat Kartu Keluarga dari keluarga kecil saya terdaftar. Saya sudah berpikir yang tidak-tidak hingga kemudian saya berangkat pagi buta tanpa mandi ke Gedung C, tempat Dinas Dukcapil berada.

Benar saja, pada hari Jumat 28 Februari itu, jam 6 pagi saja sudah ada lebih dari 20 orang menunggu. Wagela, jam 6 pagi. Ini masyarakat berangkat dari rumah jam berapa coba?

Nah, ternyata oh ternyata, pelayanan di Dinas Dukcapil tidaklah buruk. Malah terbilang lumayan. Dan kalaulah ada yang kurang, itu menurut saya masih cukup wajar. Mengingat ekspektasi untuk pelayanan publik pada level Dinas Catatan Sipil sudah rendah pada awalnya.

SIPEPEN OC

Jadi, Dinas Dukcapil KBB ini punya inovasi yang bernama SIPEPEN OC untuk pelayanan kependudukan. Submitnya bisa lewat wesbitenya dan nanti akan mengarah ke nomor WhatsApp admin SIPEPEN OC. Jadi, kelihatan kesederhanaan yang tentu membutuhkan banyak perbaikan.

Bagaimanapun, WhatsApp itu kan terbatas. Kalau lagi diserbu, bisa tenggelam. Dan adminnya harus satu-satu mengurutkan dari awal. Bagusnya tentu pakai aplikasi sehingga jelas log-lognya. Akan tetapi, saya mengapresiasi adanya sistem ini, dibandingkan beberapa kota lain di dekat Jakarta yang juga memajang nomor WA, tapi sampai sekarang saya coba chat masih centang satu. Wkwk.

Jadi, modelnya adalah request via SIPEPEN OC, nanti kita diminta NIK atau kadang juga Kartu Keluarga. Tergantung kebutuhan. Sesudah itu, tinggal tunggu 2-3 hari akan dapat notifikasi pengambilan. Kalau sudah begitu, berarti KTP memang hanya tinggal diambil di loket 8.

See? Sangat mudah dan sederhana. Makanya saya kemudian bisa mengurus hal lain, seperti…

KARTU IDENTITAS ANAK

Perbandingan pengurusan KTP dengan KIA di KBB itu jomplang. Pada saat KTP sudah 30, KIA paling 2. Jadi posisinya sangat enak untuk mengurus KIA di KBB ini. Syaratnya juga mudah, cukup fotokopi KK dan Akte Kelahiran.

Sesudah mengambil nomor antrean, kita akan dipanggil ke loket, lantas mengisi formulir sejenak, maka dalam waktu tidak sampai 5 menit, KIA sudah bisa sampai di tangan. Tinggal tanda tangan buku tanda terima saja, deh.

Terakhir, karena kebutuhan harus mengurus dokumen untuk persiapan pensiun, maka saya harus mengejar ketinggalan untuk membuat KARTU ISTRI dan hal itu membutuhkan legalisasi dokumen pernikahan.

Nikah sudah berapa tahun, kok ya baru dilegalisasi. Betul-betul tidak sesuai dengan RUU Ketahanan Keluarga yang serampangan itu. Heuheu.

LEGALISASI DOKUMEN PERNIKAHAN

Untuk melakukan legalisasi dokumen pernikahan dan semacamnya, lokasinya di Loket 6. Tinggal membawa dokumen asli dan sejumlah dokumen yang sudah difotokopi untuk dilegalisasi kemudian serahkan kepada petugas.

Hal yang bikin senang adalah karena saya memasukkan dokumen pada jam 12 kurang lima. Saya sudah hopeless bahwa dokumen paling akan selesai jam setengah 2 karena kan jam 12 istirahat dan di banyak instansi baru balik jam 1, siap-siap lain-lain mulai lagi setengah 2.

Eh, ternyata Bapak Kepala Seksinya tetap menyelesaikan tanggungan legalisasinya sehingga saya kemudian mendapati berkas itu kembali pada pukul 12.18. Sebuah catatan menarik. Bahwa regulasi Kementerian PAN dan RB tentang Pelayanan Publik sebenarnya mengarah pada jam istirahat bergilir alias layanan terus berlangsung pada jam istirahat. Akan tetapi, pada praktiknya, hal itu masih sulit. Maka ketika Bapak Kepala Seksi tetap bekerja pada jam istirahat, itu menjadi hal menarik dan keren buat saya.

Padahal, ya, di kantor sendiri, rapat jam 12 lewat atau bahkan baru keluar makan jam setengah 2 karena dokumen belum kelar juga banyak, sih. HAHAHA. Tapi ekspektasi pada Pemerintah Daerah kadung rendah, jadi ketika dikasih tinggi jadinya kagum.

Satu hal yang pasti, saya tidak keluar uang apapun selama proses layanan, kecuali untuk ongkos ojek online dari dan ke Kantor Dinas Dukcapil KBB. Tentu ini sebuah langkah maju dan harus dilanjutkan serta ditiru oleh Pemerintah Daerah lainnya. Selain tentu tetap mengevaluasi kelemahan pada sistem yang ada.

Tabik.

Treats by Traveloka Eats Dulu, Ngopi Murah Kemudian

Buat anak beasiswa seperti saya, tanggal belasan Februari adalah tanggal yang sangat tua. Bukan apa-apa, soalnya kiriman dari penyedia beasiswa baru akan ada lagi Maret karena pengirimannya per termin. Sementara, termin yang lalu tentu saja sudah habis duluan karena bulan Desember banyak kepentingan.

Padahal lagi, sebagai mahasiswa kan saya juga banyak pikiran. Apalagi mahasiswa yang bapak-bapak, eh, bapak-bapak yang mahasiswa, sebagaimana Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga yang lagi hits itu saya harus bertanggung jawab pada rumah tangga.

Saya jadi ingat Arsenal yang tampil begitu gamang di Liga Inggris, sekalinya dibawa piknik ke gurun balik-balik langsung menang 4-0 dari Newcastle. Bahwasanya piknik itu penting, tetapi karena saya lagi nggak punya uang dan kuliah juga nggak bisa ditinggal, maka opsinya hanyalah ngopi.

Pada intinya, saya butuh ngopi. Apalagi pada deraan tugas yang begitu deras seperti saat ini.

Karena sudah tidak tertahankan, maka dalam perjalanan ke kampus saya stop dulu di daerah Kebon Sirih. Jadi, demi pengiritan dan karena suasana jalur Bogor belum kondusif, dari Stasiun Tanah Abang ke kampus saya naik Metro Trans alih-alih ojek online.

Namanya juga lagi miskin.

Kalau pas dapat yang Gondangdia, saya suka berhenti di Halte DPRD DKI Jakarta. Sambil menunggu bis yang Tanah Abang ke Kampung Melayu via Cikini, saya anteng dulu di halte DPRD tersebut. Karena hasrat ngopi tidak tertahankan, jadilah saya membuka aplikasi Traveloka yang ada di gawai jadul saya.

Di aplikasi Traveloka, saya meluncur ke Traveloka Eats. Sebagaimana pada kesempatan terdahulu saya pakai Traveloka Xperience demi penghematan mainnya Isto–anak saya, maka saya yakin bahwa melalui Traveloka Eats saya akan mendapat promo yang ciamik untuk sekadar ngopi. Ngopi dulu, daripada gila. Gitu katanya.

Treats by Traveloka Eats

Nah, begitu masuk Traveloka Eats saya langsung meluncur ke fitur Treats by Traveloka Eats. Kebetulan, ada lapak ngopi yang cuma di seberang jalan dan ada hidden gems-nya! Yiha!

Treats by Traveloka Eats

Jadilah saya menyeberang jalan menuju Yellow Truck Coffee yang ada di gedung Trio, kurang lebih di seberang Lemhanas. Lokasi tempat ngopinya ada di lobi gedung tersebut dan begitu masuk saya bisa langsung mendapati informasi bahwa di tempat ini ada Treats by Traveloka Eats.

Treats by Traveloka Eats

Tentu saja pertama-tama saya harus konfirmasi perihal promo yang tersedia. Sesudah itu, saya pencet Get Deals dan kemudian Use Deals. Pada posisi ini kemudian muncul jumlah yang harus kita bayar.

Treats by Traveloka Eats

Sesudah melakukan konfirmasi harga dengan kasir, kita tinggal input nominal yang dimaksud dan akan langsung menuju skema pembayaran Traveloka. Pembayaran bisa dilakukan melalui berbagai channel yang biasa juga kita pakai di Traveloka untuk beli tiket ataupun pesan hotel. Kalau biasa pakai Traveloka ya langsung secepat kilat bisa terbayar.

Treats by Traveloka Eats

Nanti di gawainya toko, akan ada notifikasi bahwa pembayaran sudah masuk, sehingga kita bisa mendapat struk. Tidak lama kemudian, saya segera mendapatkan kopi yang dibutuhkan oleh otak demi kelangsungan studi yang lama-lama ternyata berat juga.

Treats by Traveloka Eats

Ngomong-ngomong, kalau nanti kiriman dari penyedia beasiswa tiba, saya tentu ingin menggunakan Treats by Traveloka Eats lain yang persentasenya lebih gede, tentunya sambil bawa anak dan istri. Sebab, dalam perspektif saya, #PengalamanMengenyangkan akan lebih cuan kalau digunakan ketika makan beramai-ramai karena promo yang diberikan jadi lebih yahud dan terasa di kantong.

Oya, kalau bingung lagi ada offers apa yang tersedia di sekitar, maka bisa eksplorasi di Traveloka Eats karena banyak informasi yang tersedia di sana untuk jadi bahan memilih-milih Treats paling ciamik sebagai hidden gems yang disediakan oleh Traveloka Eats.

Demikian saja pengalaman ciamik saya bersama Treats by Traveloka Eats, sehingga saya pada akhirnya bisa ngopi dengan sedikit tenang karena bagaimanapun ngopi dengan harga promo itu lebih menenangkan dibandingkan ngopi pakai harga biasa. Ya, namanya juga sobat misqueen~

Enduro, Oli Motor Terbaik Masa Kini dan Masa Depan dari Pertamina

Oli motor terbaik masa kini dan masa depan dari Pertamina – Oli motor terbaik merupakan kebutuhan kita semua. Sebagai commuter miskin, setiap hari saya mengendarai sepeda motor sejauh 10 kilometer dari rumah ke stasiun. Dari situ, saya naik KRL, dan tentu saja untuk menuju kantor saya kudu naik ojek online. Ojol sebagai salah satu gaya hidup masa kini tentu saja harus pakai oli motor terbaik.

Sebagaimana tertulis di buku saya yang nggak laku dan berjudul Oom Alfa itu, saya punya banyak pengalaman absurd dengan sepeda motor karena problem awal yang sangat sepele: oli motor. Maka sejak miskin ketika itu sampai sekarang tetap miskin, saya selalu memberikan yang terbaik untuk motor. Bagaimanapun, oli itu sangat penting. Selain itu bikin kinerja mesin lebih optimal, oli motor, termasuk oli motor matic, juga berperan dalam mengendalikan kotoran pada mesin, mengurangi gesekan, plus juga menjadi pendingin. Tidak heran kalau oli motor harus diganti secara rutin demi menjaga kualitas plus bikin umur mesin lebih panjang.

enduro-jagoannya-oli

Pentingnya mengetahui bahan penyusun oli motor

Dari penelusuran literatur diketahui bahwa berdasarkan penyusunnya, oli dapat dibedakan atas oli mineral, oli sintetis, serta oli semi-sintetis. Oli mineral dibuat dari penyulingan mineral terhadap minyak bumi sehingga cenderung lebih tahan pada penguapan. Akan tetapi, viskositas alias kekentalannya sebagai oli motor layaknya hubungan pacaran anak muda: muda berubah. Hal itu terjadi karena bahan ini tidak tahan cuaca ekstrim atau juga suhu tinggi.

Oli sintetis sejatinya dibuat dari minyak bumi juga, namun dengan pengolahan lanjutan untuk mendapatkan viskositas atau kekentalan oli yang stabil. Sifatnya bahannya kayak mahasiswa uzur, mudah menguap. Akan tetapi, pada saat yang sama, oli jenis ini lebih tahan cuaca ekstrim.

Sedangkan oli semi-sintetis adalah campuran kedua jenis oli sebelumnya. Oli motor model begini cenderung digunakan dalam motor yang performanya tinggi atau motor sport sekalian.

Oli motor terbaik dan cara memilihnya

Jutaan orang tidak menyadari bahwa memilih oli motor itu tidak sekadar datang ke bengkel dan bilang untuk ‘ganti oli, bang…’ karena abang di bengkel pasti nanya, “mau oli motor apa, Pak?”

Melalui tulisan ini, saya mau berbagi beberapa aspek kunci dalam memilih oli motor.

Pilih sesuai beban hidup

Tidak semua motor punya beban yang sama. Saya misalnya lebih sering naik motor sendiri karena istri dan anak naik taksi online. Kalau begini, bebannya paling hanya 80 kilogram. Sementara kalau ojek online, dengan rata-rata berat badan 60 kilogram plus 60 kilogram saja, sudah satu kuintal lebih sekali jalan. Beda beban, beda perlakuan dong.

Dalam memilih oli motor terbaik dan berkaitan dengan beban maka kita kudu melihat nilai API, suatu kode keras perihal spesifikasi oli versi American Petroleum Institute.

Nilai API yang nama lengkapnya adalah the API EOLCS (Engine Oil Licensing and Ceritification System) dikembangkan bersama oleh API dan pabrik mesin yang diwakili oleh Automobile Manufacturers Association (AAMA), the Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA), dan the Engine Manufacturers Association (EMA).

Untuk penggunaan sehari-hari, kita bisa pakai oli motor dengan kode API SA sampai dengan SE. Semakin tinggi huruf adalah pilihan yang semakin cocok dengan semakin beratnya beban. Per 1998 saja, kode oli motor ini sudah sampai SJ. Semakin tinggi, maka semakin bisa menggantikan, tapi tidak sebaliknya. Jadi, motor sehari-hari pakai SH atau SJ ya juga boleh. Setidaknya menurut David J. Margaroni.

Pilih Keenceran Yang Tepat

Kalau tadi API, maka sekarang adalah SAE alias the Society of Automotive Engineering (SAE). Ini bukan berarti sa ae lu, yha. Beda. Asli, beda.

Dengan kode SAE 15W-50, tingkat keenceran oli motor berarti berada pada angka 50 dan dapat digunakan hingga suhu minus 15 derajat Celcius. Bukan Kelvin, apalagi Kelvin Sanjaya. Halah.

Oli motor untuk kendaraan yang lebih banyak dipakai di dataran tinggi bersuhu dingin adalah oli dengan keenceran tinggi seperti SAE 10W-30 atau SAE 15W-50. Sebaliknya, jika di daerah hot seperti Kelapa Gading–karena ada kantornya Hotman Paris–oli yang dipakai adalah SAE 15W-40 hingga SAE 20W-40.

Selain tempat, usia juga menyesuaikan. Motor dengan usia lanjut alias lebih dari 100 ribu kilometer lebih cocok pakai oli motor terbaik yang encer.

Tepat Motor dan Tepat Kopling

Setidaknya ada tiga tipe motor yang populer sekarang yakni motor bebek, skuter matik, dan motor sport. Iya, tiga jenis ini butuh oli yang berbeda-beda. Bagaimanapun keperluan dapur besar di motor sport dengan dapur standar di bebek pasti beda dong, demikian pula dengan matic. Tidak salah jika oli motor matic juga berbeda dengan dua tipe motor lain.

Dari sisi kopling, ada tipe basah dan kering. Kalau basah, berarti koplingnya terendam oli sehingga tidak cepat aus, namun berpotensi bikin selip. Untuk tipe ini, oli motor terbaik jelas diperlukan. Jenis basah ini ada dalam diri motor sport dan motor bebek. Sedangkan, kopling kering ada di jenis motor matic.

Parameter yang dipakai di sini adalah JASO alias Japanese Automotive Standard Organization. Untuk kopling basah disarankan pakai JASO MA, sedangkan JASO MB diperuntukkan bagi motor dengan kopling kering alias matic itu tadi.

Kapan mengganti oli motor?

Tentu saja pada waktu yang tepat dan rutin. Sekali lagi, faktor beban kerja sangat penting. Ingat, ini motor bukan PNS. Kalau PNS baru lah beban kerja berlebih tapi dikata-katain saja cukup, untuk motor jangan. Langsung ganti oli pada jarak kurang lebih 2 ribu kilometer. Buat driver ojol, 2 ribu kilometer tentu bukan angka yang besar.

enduro-oli-andalan-semua

Terus apa dong pilihan oli motor terbaik dari Pertamina?

Enduro 4T Sport SAE 5W-30 merupakan oli sintetis yang diformulasi untuk memberikan akselerasi maksimum pada kinerja tinggi dari motor, tentu saja disertai proteksi yang prima. Termasuk API SL dan JASO MA2 sehingga cocok untuk kecepatan tinggi.

Enduro 4T Racing SAE 10W-40 juga berbasis oli sintetis dengan tambahan API SL yang selektif. Perlindungannya prima untuk melindungi piston bekerja keras di dapur mesin termasuk oksidasi yang baik dan stabilitas degradasi pada temperatur tinggi. Termasuk API SL/SJ dan JASO MA2 juga. Direkomendasikan untuk mesin 4-tak Honda, Suzuki, Kawasaki, maupun Yamaha, serta mesin-mesin lainnya yang dibuat di Tiongkok dan Korea.

enduro-oli-idola-kendaraan

Enduro 4T SAE 20W-50 berbasis mineral berkualitas tinggi disertai bahan tambahan selektif dan didesain untuk motor 4-tak. Level performanya pada API SJ dan JASO MA. Oli motor ini dapat menjaga mesin tetap bersih.

Enduro Matic SAE 10W-30 merupakan oli dengan viskositas rendah sehingga mudah tersirkulasi dan ujungnya adalah penggunaan bahan bakar yang lebih ekonomis. Enduro Matic SAE 10W-30 berada pada API SL dan JASO MB, serta memiliki keunggulan untuk menjaga mesin tetap bersih bahkan dari korosi.

Enduro Matic G SAE 20W-40 merupakan oli yang didesain menggunakan basis sintetis dengan tujuan pengendara di kota yang penuh dengan kepadatan sebagaimana kota-kota besar di Indonesia. Kekentalannya lebih tinggi sehingga dapat menjaga suhu mesin pada kondisi panas dalam kemacetan. Performa levelnya JASO MB dan API-nya SL.

Untuk mesin 2-tak, ada varian Enviro 2T SAE 20 berupa oli semi-sintetis kombinasi basis mineral dan poliisobutilena sintetis berikut bahaan tambah penunjang kinerja. Enviro 2T SAE 20 ini bebas asap sehingga berbeda dengan citra 2-tak zaman dulu. Saya bekas pengguna 2-tak soalnya.

Demikianlah pilihan oli terbaik masa kini dan masa depan dari Pertamina. Semoga kita kalau lagi di jalanan bisa aman sentosa dengan ikhtiar terbaik kepada mesin melalui oli motor terbaik yang bisa kita gunakan. Hati-hati di jalan, yha, teman-teman.

enduro-oli-motor-terbaik

PNS Kuliah Lagi Dengan LPDP: Kelindan Tiga Urusan

Sebagaimana saya tulis sebelumnya bahwa saya memang tengah kuliah lagi. Sudah jalan 1 semester dan sedihnya IP-nya biasa-biasa saja. Meskipun saya kuliah per September 2019, tapi sesungguhnya ketika saya akhirnya masuk kuliah itu adalah akumulasi dari urusan yang sudah dimulai sejak awal 2018! Nah, melalui postingan ini saya hendak berkisah tentang keribetan yang dihadapi dalam 1,5 tahun tersebut, dan memang hanya dihadapi oleh PNS yang ingin kuliah lagi dengan LPDP seperti saya.

Judul tulisan ini adalah kelindan tiga urusan, karena memang ketika saya hendak kuliah lagi maka ada 3 faktor yang harus beres yaitu urusan dengan kantor, urusan dengan LPDP, serta urusan dengan kampus.

Seperti diketahui bahwa untuk PNS yang kuliah itu ada status Tugas Belajar. Dalam posisi sebagaimana saya alami sekarang, PNS itu ya tetap PNS, tetap dapat gaji meski tidak sebesar kalau aktif kerja, karena dia memang penugasannya adalah belajar. Nah, untuk mengurus Tugas Belajar itu beda-beda tiap instansi.

Kalau urusan dengan LPDP tentu saja soal proses seleksi yang sudah banyak dibahas. Sedangkan urusan dengan kampus tentu saja tes masuk. Segala keribetan mengurus Tubel dan LPDP akan nihil kalau kagak lolos seleksi masuk kampusnya. Heuheu. Nah, pertanyaan mendasarnya adalah mana yang sebaiknya diurus duluan?

Akan ada banyak pertimbangan, sebenarnya. Cara saya mungkin tidak akan sesuai dengan kondisi instansi atau kantor lain, tapi mungkin bisa dijadikan landasan berpikir. Urutan yang saya pilih adalah seleksi LPDP dulu, kemudian mengurus Tugas Belajar paralel proses seleksi maksuk kampus.

Kok Nggak Tugas Belajar Duluan?

Di kantor saya, demi menjaga ekosistem kepegawaian ada skema kesepakatan sekian persen pegawai yang boleh Tubel. Kebetulan sih di tempat saya memang lagi kosong antreannya, jadi secara prinsip ya tidak masalah. Akan tetapi, saya hanya berpikir jika saya sudah mengajukan Tubel duluan terus kemudian saya nggak lolos LPDP-nya, berarti nama saya sudah ada di dalam perhitungan persentase itu dan berarti juga menghambat kalau ada orang lain yang ingin kuliah.

Sederhananya, zalim. Saya biasa dizalimi, jadi enggan zalim. Heuheu.

santai gif

Walhasil, sebagaimana dipersyaratkan, karena kala itu saya masuk LPDP-nya jalur reguler dan bukan jalur PNS, maka saya menggunakan surat pernyataan dari atasan dan kebetulan atasannya juga mendukung dan sampai saya akhirnya masuk, atasannya nggak ganti. Ini faktor yang juga akan berbeda dengan teman-teman pada kasus lain.

Singkat kisah, saya diterima LPDP pada tahun 2018 untuk kemudian ikut Persiapan Keberangkatan (PK) pada tahun yang sama. Jadi ya cuma PK saja, daftar kampus belum, apalagi minta Tubel. Jadi, ketika sesudah PK, saya masih selow dulu sembari menggarap dokumen-dokumen untuk pengajuan Tubel.

Kebetulan sekali tenggat pengajuan Tubel di kantor itu sejalan dengan waktunya ujian masuk kampus. Jadi, saya tidak bisa tes di kampus dulu dan menggunakan hasilnya untuk pengajuan Tubel. Prosesnya terpaksa paralel.

Nah, untuk kepentingan pengajuan Tubel, saya lantas menggunakan fakta bahwa saya telah diterima LPDP. Secara umum hal ini akan cenderung mempermudah kelolosan proses persetujuan Tubel, karena setidak-tidaknya beban anggarannya tidak di kantor. Anggaran yang ada bisa dikasih ke pengaju lain.

Begitu pengajuan Tubel saya lakukan, saya kemudian belajar untuk ujian masuk se-edan-edannya. Lha, gimana, yang mau bayarin kuliah sudah ada, Tubel sedang diajukan, kalau kemudian kuliahnya nggak keterima ya bubar usaha yang dibangun setahun itu.

Sesudah lulus ujian masuk

Untunglah kemudian saya diterima di kampus yang sesuai dengan pengajuan awal saya di LPDP. Kalau tidak, tentu saja harus mengurus hal lain, pindah kampus, misalnya. Dan itu tentu saja saya kurang yakin punya cukup energi untuk urusan tersebut, termasuk juga mengubah lagi pengajuan Tubel yang sudah dibuat.

Sesudah diterima, maka saya bisa menyerahkan ke pengelola SDM di kantor sebagai pendukung bahwa saya minta Tubel itu posisinya sudah diterima kok. Letter of Acceptance (LoA) dari kampus juga saya bawa ke LPDP. Tapi…

…belum bisa minta duit.

Lho? Kok?

Untuk bisa dapat pendanaan LPDP, sebelum kuliah dimulai harus dipastikan bahwa yang sedang bekerja harus off. Yang swasta ya resign, yang PNS ya harus ada SK Tubel. Jadi, saya kudu submit SK Tubel ke LPDP kalau ingin dapat pencairan dan bisa kuliah.

Tapi…

Untuk bisa dapat SK Tubel itu, kantor saya juga butuh bukti bahwa LPDP tidak sekadar menerima saya tapi bersedia mendanai saya. Bagi yang pernah seleksi LPDP tentu tahu bahwa bukti lulus itu ya di website, bukan berupa piagam. Untuk keperluan urus-urus ini perlu ada yang namanya Letter of Guarantee (LoG) yang pada waktu tersebut juga harus saya kasih ke kampus sebagai jaminan pembiayaan dalam proses daftar ulang.

Ribet? Ya, lumayan.

Sederhananya adalah kampus butuh LoG. Saya belum bisa minta LoG ke LPDP karena belum ada SK Tubel. SK Tubel saya nggak bisa keluar karena harus ada LoG. Haiyaaaaaa….

pusing gif

Pada akhirnya, saya memakai mekanisme lawas, Letter of Sponsorship (LoS), untuk ke kantor. Sedangkan untuk ke kampusnya menggunakan pendaftaran kolektif yang dikoordinir teman satu PK yang sekarang jadi Lurah di kampus saya. Ibarat kata, ngasih tahu ke kampus bahwa nama-nama dalam lampiran ini sudah pasti dibayarin LPDP, kok, jadi nggak usah khawatir. Makanya kemudian saya bisa dapat Kartu Mahasiswa ketika proses registrasi ulang.

Kemudian perihal LoG dan SK Tubel bagaimana?

Itu tadi, ke kantor saya pakai LoS dan sembari menunggu SK yang pastinya lama karena yang tanda tangan adalah Eselon I, maka saya menggunakan pengumuman penerimaan Tubel yang merupakan hasil rapat dan ditandatangani Eselon I, sebelum kemudian SK Tubel-nya saya susulkan ke LPDP demi tertib administrasi.

Ngomong-ngomong, sebenarnya ada 1 keribetan lagi tapi tidak perlu saya uraikan. Hal itu adalah karena saya mengambil jurusan yang hanya ada kelas Khusus, sementara kebijakan umum LPDP tidak memperkenankan pembiayaan untuk kelas Khusus ini. Tapi ya karena memang dari awal jurusan itu ada di list dan kelas yang dibuka hanya Khusus, jadinya bisa dibiayai. Meski memang harus ada yang diurus. Bukan perkara umum, jadi tidak usah dijelaskan, yha.

Percayalah bahwa selain butuh kesabaran, butuh pula energi, dan butuh mindset yang baik dalam menghadapi kelindan urusan yang sebenarnya nggak jelas mana yang duluan dan mana yang belakangan ini. Syukurlah, pada akhirnya September kemarin saya akhirnya beneran bisa kuliah. Dan mohon doanya supaya saya bisa lulus tepat waktu karena kalau nggak tepat maka uang saya nggak cukup untuk bayar sendiri. Heuheu.

berdoa gif

Sekian pembahasannya, yha. Baca lebih lanjut tentang dokumen-dokumen LPDP di sini, termasuk tentang tips agar diterima LPDP di sini juga. Kamsia!

Serunya Main Bersama Anjing di Boogie Doggie Pet Cafe Kelapa Gading

boogie doggie pet cafe kelapa gading

Beberapa waktu yang lalu, Mama Isto jadi narasumber sebuah seminar yang diikuti oleh tenaga kesehatan. Dalam rangka support penuh dan berhubung juga saya tidak kuliah hari itu, maka kami menggunakan momen tersebut untuk staycation di sekitar Kelapa Gading, tempat seminar diadakan.

Seminarnya di Harris Kelapa Gading, sih. Akan tetapi, karena kami tetap harus mempertimbangkan masa depan keluarga, jadi menginapnya tidak di hotel itu. Selain karena saya bosan setahun bisa 3-4 kali menginap di situ untuk acara fullboard, faktor paling krusial adalah nggak ada uang. Jadi kami mlipir sedikit, yang penting masih di Kelapa Gading.

Seminarnya Jumat dan Sabtu, sehingga kami menginap dua malam di hotel yang kamarnya mungil sekali. Saya membawa Isto dari Serpong ke Kelapa Gading cukup dengan sekali naik bis dari Summarecon Mal Serpong ke Mal Kelapa Gading. Kebetulan, anaknya berhasil dibuat lelah hingga sepanjang perjalanan dari Summarecon Gading Serpong ke Summarecon Gading yang di Jakarta Utara bisa berjalan optimal.

Mal Kelapa Gading sudah lama dikenal sebagai mal hits anak Jakarta. Salah satu alternatif yang ciamik untuk nongkrong anti mainstream kiranya dapat ditemukan di MKG ini.

Boogie Doggie Pet Cafe

boogie doggie pet cafe

Namanya Boogie Doggie. Kalau menurut akun Instagramnya sih Boogie Doggie ini terdiri dari pet cafe, salon, spa, dan hotel. Semuanya untuk doggie, yha. Akan tetapi tulisan ini fokus pada bagaimana Isto menikmati permainan dengan anjing di pet cafe-nya.

Boggie Doggie Pet Cafe terletak di Gading Walk Mal Kelapa Gading. Menurut Media Indonesia, kafenya dibuka pada April 2019. Tempatnya tidak luas-luas banget, tapi cukup untuk bermain dengan anjing lucu.

Konsepnya adalah minimum order. Jadi, dengan transaksi sejumlah tertentu–yang saya kok ya lupa, mungkin karena Mama Isto yang bayar–kita dapat bermain dengan anjing selama 2 jam. Kebetulan, Isto tidak dihitung, jadi kami hanya bayar 2 pax saja.

Hal penting untuk diperhatikan adalah ruangannya indoor sehingga kalau memang hendak berkunjung ke kafe ini, pastikan kita bukan orang yang risih dengan bulu anjing termasuk kencingnya. Ya, namanya juga anjing, pipis kan tidak bisa diarahkan ke toilet. Jadi, di kafe ini anjing terbilang sering buang air kecil, meskipun ada juga sebagian yang dikasih popok. Cuma, tenang saja, beberapa petugas dengan sigap dan piawai mengelap pipisnya anjing sehingga kita lupa bahwa tadi ada anjing pipis. Untuk itu pula, barang-barang harus ditaruh di suatu keranjang. Supaya tidak jadi bahan permainan si anjing.

kafe anjing kelapa gading

Menurut Media Indonesia ditunjang pengamatan saya, setidaknya ada 15 anjing yang dilepas bebas pada satu sesi. Masih versi media yang sama, total ada 45 anjing dari berbagai ras mulai dari pug, samoyed, alaskan malamute, pomeranian, corgi, hingga golden retriever ada semua. Nah, jadi modelnya shift. Seekor anjing ada periodenya diedarkan di kafe dan jika sudah selesai, dia akan diangkut ke kandang kemudian digantikan dengan yang lain lagi.

Isto ini agak love-hate gitu sama anjing. Dia ngeh dan sering teriak-teriak bahwa anjing itu lucu. Tapi dia belum terlalu berani bercengkrama intim dengan anjing. Lumayanlah, sebagaimana dengan kucing kompleks, dia tidak takut sama sekali dengan dua binatang kaki empat itu. Jadi, lumayan enak buat orangtuanya mengajarkan afeksi pada makhluk hidup lainnya.

boogie doggie pet cafe

Karena dibiarkan lari-lari, jadi ketika kita sedang makan, bisa saja ada anjing ndusel-ndusel kaki kita. Jadi, disiapkan hatinya dan jangan langsung menendang ketika ada gangguan. Bahaya.

Plus, anak juga harus diajari untuk tidak terlalu gemas dengan anjing. Termasuk sampai menggendong dan membawa kemana-mana. Itu cukup Mbah Surip saja yang tak gendong kemana-mana. Untuk itulah pengawasan orangtua menjadi penting, bukannya makan seenaknya terus anak dibiarkan lari berkeliaran nggak karu-karuan.

boogie doggie kelapa gading

Kira-kira demikian saja. Beberapa foto Isto dalam post ini tentunya sudah memberi gambaran betapa menariknya main di Boogie Doggie Pet Cafe ini. Cukup direkomendasikan, terutama bagi yang tidak ada halangan atau alergi tertentu.

Guk.

cara memelihara anjing

Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS

Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS [ariesadhar.com] – Lagi libur kuliah, saya butuh inspirasi. Akan tetapi, saya juga lagi kere. Saya butuh inspirasi itu padahal buat bisa nulis opini, sehingga kalau tulisan dimuat, saya bisa dapat sedikit uang supaya tidak kere. Lah, bagaimana saya bisa mencari inspirasi kalau saya lagi kere? Pada akhirnya kepikiran bahwa saya harus jalan-jalan sembari kuliner murah dan biasanya yang murah itu adalah di daerah kampus. Yiha!

Saya kemudian merambah daerah kampus yang berada di tengah pemukiman padat penduduk di Jakarta Barat. Kampus anak tajir, tapi setajir-tajirnya mahasiswa, tentu masih lebih tajir bapaknya. Walhasil, kuliner di sekitar kampus ini harganya ya nggak mahal-mahal amat. Masih bisa buat pegawai kere yang lagi libur kuliah berhenti sejenak mencari inspirasi.

Perhentian saya adalah sebuah warung makan kecil di dalam gang. Warungnya betul-betul hanya selebar kamar kosan karena sebenarnya di bagian atas juga kos-kosan. Sesudah pesan dan kemudian membayar, saya kok mendapati bahwa warung ini menggunakan mesin EDC Gopay yang unik.

mesin EDC Gopay
Mesin EDC Gopay yang tyda lelah bekerja~

Kelar dari warung itu, saya mlipir lagi ke tempat lain kali ini mau beli buah buat anak saya. Kere-kere begini, saya kalau buat anak mah pasti kasih yang terbaik. Khas sikap orangtua lainnya, tentu saja. Eh, di tempat jual buah pun ada mesin EDC yang sama. Saya lantas jadi kepo dong pada cara menggunakan mesin EDC ini.

Mbak, bayar~~

Tentang Mesin EDC Gopay SPOTS

SPOTS adalah aplikasi kasir daring alias online yang menggunakan sistem Point of Sales (POS). Sekilas pandang tentu saja mirip dengan mesin EDC dari bank sebagaimana biasa tersedia di berbagai tempat usaha zaman now, ya karena memang SPOTS juga sering disebut sebagai mesin EDC Gopay karena memang powered by Gojek. Iya, aplikasi karya anak bangsa itu juga sampai pada segmen mesin kasir guna mendukung Gopay yang memang sekarang sudah menjadi semacam pos wajib pengeluaran rumah tangga yang merindu cashback.

Menerima Berbagai Pembayaran Dengan Mudah Melalui All in One Device

SPOTS yang sudah digunakan pada lebih dari 15 ribu outlet di seluruh Indonesia ini punya banyak fungsi. Mesin ini bisa mencatat transaksi, ya namanya juga mesin kasir. Selain itu, SPOTS juga dapat melakukan cetak resi tanpa melalui printer eksternal lagi. SPOTS sebagai mesin EDC juga dapat menerima pesanan Gofood. Dan yang paling penting bagi pengusaha adalah SPOTS dapat membuat laporan harian.

Selain melayani Gopay, SPOTS juga mendukung pembayaran menggunakan mesin EDC dengan kartu debit, serta sebentar lagi kartu kredit. Boleh dibilang, SPOTS adalah perangkat pertama yang dapat mengakomodasi 3 jenis pembayaran itu dalam 1 perangkat.

Mesin EDC Gopay
Transaksi pakai BCA yang semakin sedikit isinya~

Jodohnya Gofood dan Gopay, Pesanan dan Pembayaran Jadi Lebih Cepat

Terutama untuk pengusaha makanan dan minuman, SPOTS dapat disebut sebagai jodohnya Gofood. Kenapa?

Melalui mesin EDC Gopay ini, pengusaha bisa mengisi menu dengan manual atau juga cukup impor dari Gofood sekaligus mengatur jumlah porsi, harga per menu berikut fotonya, serta juga kategori menu sesuai kebutuhan. Selain itu, dengan adanya SPOTS, partner Gofood dapat langsung mendapatkan notifikasi real-time apabila ada orderan.

Mesin EDC Gopay
Pastikan Gopay anda ada saldonya….

Makanya ketika saya lagi nongkrong agak kaget ketika driver Gojek datang dan dia hanya menunggu sebentar karena pesanannya sudah disiapkan dari tadi. Ternyata, pesanan langsung otewe ke resto dan sudah bisa digarap sebelum driver sampai ke lokasi. Pesanan model begini juga aman karena sedari awal sudah dinotifikasi tidak mengenal cancel. Kisah tragis order fiktif yang mengorbankan driver jadi bisa hilang dari muka bumi.

Untuk pembayaran via Gopay di mesin EDC Gopay ini tidak lagi pakai scan cetakan, yang lumayan boros kertas itu. Di mesin SPOTS yang layarnya lebar akan muncul kode QR untuk di-scan oleh pembeli dan sesudah itu uangnya masuk ke akun Gopay pengusaha.

Tanpa Printer Tambahan

Di beberapa merchant yang pakai skema kasir online, kita sering menemukan adanya galat yang bikin lama pembayaran karena koneksi dengan printernya kadang putus. Kalau lagi sepi nggak apa-apa, kalau lagi antre dan lapar kan beda lagi. Nah, SPOTS yang layar sentuh ini sudah include printer sehingga tidak perlu beli printer lagi.

Cara Menggunakan Mesin EDC
Sudah langsung cetaque~

Monitor Pendapatan

Salah satu teman kuliah saya adalah pengusaha. Agak aneh sih ngapain pengusaha restoran kuliah kebijakan publik? Makanya ketika ditanya sama dosen, dia yang paling bikin dahi berkerut sendiri. Teman saya ini sering cerita bahwa pada zaman now pemilik usaha perlu mengandalkan aplikasi untuk memantau perkembangan omset dan transaksi demi transaksi demi meminimalkan kesalahan atau sesuatu yang sengaja diubuat salah.

Nah, SPOTS sebagai mesin EDC GoPay memungkinkan hal itu dengan pengiriman rekap transaksi via email setiap hari kepada pemilik usaha. Jadi, sang pemilik bisa rebahan sambil mengembangkan usaha lain lagi. Kalau sukses semua kebayang dong jumlah lapangan kerja yang bisa dibuka?

Untuk mendaftar SPOTS, cukup membayar Rp490.000,00 saja, sudah include perangkat kasir tanpa tablet atau printer lagi. Nah untuk biaya per hari hanya Rp4.900,00. Semoga semakin banyak UMKM yang semakin sejahtera, dapat mengakses kemudahan dari mesin ini, semakin mudah pula memantau keuangan sehingga lebih baik dalam berstrategi. Pada ujungnya dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas demi kesejahteraan bersama. Amin.

Info lebih lanjut dapat mengunjungi spots.co.id atau juga meluncur ke Instagram https://www.instagram.com/spots.id/.

3 Langkah Mendisiplinkan Anak

3 Langkah Mendisiplinkan Anak – Ini blog judulnya Bapak Millennial, tapi jarang ngepost tentang parenting. Ya, namanya juga pernah beberapa tahun di birokrasi dan lagi off, mentalitas birokratnya kentara. Jadi, kebanyakan janji, minim aksi. Heuheu. Nah, mumpung lagi off, saya mencoba menulis sedikit tentang parenting. Kali ini tentang langkah-langkah mendisiplinkan anak.

Ehm, tapi apakah Isto sudah cukup disiplin sampai saya berani-beraninya nulis begini? Heuheu, tentu saja belum. Ide utama posting ini saya ambil dari situsweb All Pro Dad, salah satu pijakan saya untuk jadi bapak-bapak pro. Tentunya ditambahkan kisah Isto supaya relate.

Kita sering melihat anak yang tampak ‘nakal’. Khusus bapak-bapak bermuka seram, dapat bonus lagi karena sering jadi antagonis nggak jelas dalam pernyataan, “eh, kamu nakal ya, nanti dimarahin Om itu, lho.”

Padahal Om-nya baik-baik saja. Kan afu, yak.

Isto sendiri tentu masih banyak bolongnya, lha bapaknya juga demikian. Akan tetapi, ada beberapa poin yang menurut saya positif dalam proses tumbuh kembangnya sampai saat itu terkait dengan kedisiplinan.

Berikan batasan dan konsekuensi yang jelas

Sejak dini, Isto selalu ditekankan soal batas-batas. Paling mudah memang bilang, “jangan…” akan tetapi bagi anak seusia dia berkata ‘jangan’ itu cenderung jadi berasa menyuruh, karena setiap benda yang disertai kata ‘jangan’ malah didekati sama dia.

Seorang anak tentu tidak tahu soal benar dan salah, kalau tidak diajari. Jadi, pertama-tama tentu urusan orangtua untuk mengajarinya. Dalam kasus Isto mungkin yang paling enak adalah soal listrik dan kamper di kamar mandi.

Ketika banyak orangtua ketakutan dengan colokan di bawah dan mudah diakses batita, maka saya sudah mulai tenang. Ketika Isto melihat colokan, dia hanya akan stop 1-2 langkah dari colokan, menunjuk colokan itu sembari berkata, “listrik…”

Lha ya gimana, awak tinggal di kontrakan, nggak punya daya upaya untuk mindahin colokan ke atas. Jadi pilihannya ya mengajari anak deh.

Kenapa bisa seperti itu? Ya tentu saja karena sejak dini sudah dikasih tahu bahwa listrik ini berbahaya jika dipegang olehnya. Sejak belum bisa jalan, bahkan. Memang terasa pekok ya ngajari bocah yang belum tahu hal sekompleks colokan listrik, tapi begitu sampai ke usia 1,5 tahun kok ya terasa faedahnya.

Sederhananya adalah ketika kita memang tidak bisa menahan kata ‘jangan’, maka tambahkanlah bahwa ketika ‘jangan’ itu dilanggar, akan ada sesuatu yang terjadi, sesuatu yang buruk pula. Tanamkan itu berulang-ulang.

Isto mungkin sudah berhasil di listrik dan kamper–kalau yang ini, kami menyebutnya ‘racun’, jadi Isto juga hanya akan berhenti dan bilang ‘racun… racun…’ kadang bahkan sambil nyanyi ala Changcutters. Tapi, ya, masih banyak aspek lain yang terus berusaha saya dan emaknya tanamkan.

Laksanakan konsekuensi, seperih apapun ini

Agak berbeda konteks dengan listrik dan kamper, sih, tapi ini lebih ke sikap. Misal, kemarin saya membelikan Isto batu taman sekarung. Begitu dapat, itu batu dia lempar-lempar. Saya langsung kebayang bahwa dengan kemiskinan yang melanda, kalau kena tivi bisa berabe. Maka, saya langsung menanamkan batasan dan konsekuensi bahwa jika dia melempar satu batu, Papa akan marah dan batunya akan dibuang.

Yha, batu sekarung, kalau dibuang 2 biji juga bisa ambil lagi di karung. Heuheu. Nanti kalau Isto sudah bisa baca postingan ini, semoga dia bisa paham trik pekok ini~

Benar saja, baru diingatkan, dia tetap lempar-lempar batu lagi. Maka, kemudian batu itu saya buang betulan ke tempat sampah. Oya, karena dia juga paham tentang tempat sampah jadi walaupun dia bisa buka tapi nggak menggapai jeroannya.

Ini mungkin perih, tapi dalam upaya pendisiplinan ketegasan itu penting. Ya kadang kasihan juga sih lihat anaknya nangis. Tapi akan lebih kasihan lagi jika di masa depan dia menjadi orang yang tidak paham konsekuensi.

Momen diskusi dan rekonsiliasi

Satu hal yang penting dari sesi bapak galak adalah diskusi sesudah momen itu. Saya kadang juga galak sama Isto, tapi kemudian pasti ada rekonsiliasi. Untuk usia 2,5 tahun wujudnya adalah pelukan. Senang lho dipeluk anak yang habis dimarahi karena bagaimanapun perasaan sebagai bapak juga nggak enak.

Nah, sembari momen itu saya berusaha melakukan diskusi dan muaranya adalah mengulang esensi dari peristiwa sampai pada titik ketika Isto bisa mengulang sendiri konsekuensi jika dia melanggar batas. Kalau perlu momen pengulangan itu diungkit sedikit ketika anak sedang sesi main bebas biasa. Sekadar untuk tahu apakah peristiwa itu masuk ke dalam ingatannya.

Tentu saja dibutuhkan orangtua yang nggak malas dan ini saya akui sulit. Sebagai kaum rebahan, memang lebih mending rebahan daripada mendidik anak. Tapi bagaimanapun anak adalah titipan yang harus dijaga sebaik-baiknya, plus diupayakan bermanfaat setidaknya untuk sesama. Agama dan negara urusan nanti, lah. Dan untuk itu, diperlukan komitmen orangtua untuk memberikan dasar-dasar yang baik, ketika orangtuanya sendiri mungkin dasarnya belum baik.

Namanya juga jadi orangtua, tidak semudah orang bertanya, “kapan isi?” Ya, kan?

Asimetris di Sanmare

Post ini aslinya dibuat tahun 2017, tapi baru tayang 2020. Sedih bener nasib #KelilingKAJ saya. Hehe. Memang, sejak punya anak, ada sedikit perubahan arah kebijakan blog ini yang membuat #KelilingKAJ agak terpinggirkan. Namun hati nggak enak juga kalau proyek ini nggak selesai, apalagi sudah sepertiga jalan. Jadi, #KelilingKAJ kali ini akan merambah ke sebuah gereja di Dekenat Tangerang. Namanya Paroki Santa Maria Regina, atau lebih terkenal dengan nama Sanmare. Sedikit kisah, di gereja inilah saya pertama kali melakukan kedok religi kepada perempuan yang kemudian jadi ibu dari anak saya~~

Untuk mencapai Gereja Sanmare ini, bisa melalui Stasiun Pondok Ranji, kemudian jalan sedikit melewati tol, lantas naik angkot D09 sampai Hari-Hari. Atau dari Stasiun Jurangmangu ya tinggal naik ojek online. Gereja ini letaknya di samping Hari-Hari dan persis di seberang Bank Permata. Tepat di pojokan sebelum Taman Jajan, pokoknya. Dan jangan harap akan menemukan arsitektur ala Gereja semacam menara menjulang dengan Salib, karena arsitektur Sanmare memang tidak begitu.

Sanmare

Menurut website Paroki Sanmare, gedungnya dirancang menjadi satu masa bangunan tunggal yang kompak dengan bangunan mencakup berbagai fungsi bangunan seperti tempat ibadah itu sendiri, aula, pastoran hingga parkir. Dan bahwa Gereja Sanmare ini tidak seperti gereja kalau dari luar adalah karena bangunan dibuat dengan arsitektur simpel dan modern dengan bangunan utama ditarik ke bagian belakang untuk menyediakan ruang yang lumayan luas di depan sebagai ruang terbuka hijau.

Selengkapnya!

Asuransi Penyakit Kritis, Kebutuhan Orangtua Milenial

Asuransi Penyakit Kritis, Kebutuhan Orangtua Milenial – Sebagaimana teman-teman ketahui, saya itu cukup lama bekerja di pabrik obat. Satu hal yang suka bikin saya bimbang kalau bekerja di pabrik obat—apalagi saya seorang perencana produksi—adalah soal sudut pandang dalam melihat obat. Obat dapat dipandang sebagai solusi terhadap penyakit, tapi di sisi lain obat itu harus ada ongkosnya dan itulah yang menyebabkan suatu obat mahal. Kalau waktu itu obat murah, apa ya saya bisa gajian dengan sejahtera? Bimbang, deh. Apalagi kita tahu penetrasi asuransi di Indonesia kala itu belum maksimal, jadi ada kemungkinan banyak yang harus membayar obat mahal pakai uang tabungan.

asuransi penyakit kritis
Obat-Obatan (dokumentasi pribadi)

Faktanya adalah obat itu diperlukan, terutama sekali untuk solusi pada setidaknya 10 penyakit kritis. Seorang teman, seumuran saya, pernah divonis kena kanker limfoma, yang untungnya stadium awal dan dia punya asuransi kesehatan. Kala itu, meski tidak diminta, saya dan beberapa rekan lain melakukan penggalangan dana. Uang yang terkumpul lumayan besar sebenarnya, tapi begitu dicek ke biaya pengobatan baru diketahui bahwa uang segitu hanya setara dengan sekali kemoterapi. Begitulah, di pabrik saya tahu betul kalau obat yang tinggi botolnya tidak lebih dari panjang jari kelingking, harganya bisa setara gaji saya bertahun-tahun.

Terutama untuk 10 jenis penyakit kritis seperti infarks miokard, penyakit pembuluh darah arteri koroner yang membutuhkan operasi bypass, operasi penggantian katup jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, gagal hati, koma, transplatasi organ tubuh utama, dan luka bakar hebat 20% dari luas permukaan tubuh, pada prinsipnya menyebabkan penderitanya tidak produktif. Ya, entah tidak produktif karena memang tidak sadar, atau tidak produktif karena terjadi penurunan kemampuan dalam beraktivitas.

Bagaimana jika penderita itu adalah orangtua milenial dengan anak yang biaya kebutuhannya sedang banyak-banyaknya? Istri saya adalah seorang farmasis klinis di rumah sakit khusus kanker dan obrolan kami di rumah tidak jarang adalah tentang pasien-pasiennya. Dan faktanya bahwa yang masih muda dengan anak masih kecil seperti anak kami juga tidak jarang terjadi.

Apalagi, untuk kanker, para ahli pun masih terus bereksplorasi perihal penyebabnya. Seringkali kita mendapati bahwa orang-orang yang tidak merokok kena kanker, eh tetangga saya usia 80 tahun rokoknya jalan terus, hidupnya juga jalan terus tanpa kena kanker atau penyakit jantung. Ada juga orang yang makan apapun dan sehat-sehat saja, sementara orang lain yang makannya diatur malah kena kanker. Sejauh ini, penyebab kemunculan kanker yang fix betul itu masih belum diketahui.

Gejalanya juga demikian. Teman saya tadi ngeh kalau kanker ketika batuk tidak sembuh-sembuh. Sempat dikira TBC pula sampai dia bilang di grup WhatsApp, “guys, gue ternyata nggak kena TBC, tapi kena kanker”. Pasien lain lagi kadang malah baru sadar ketika kanker sudah menyebar (metastase) dalam kondisi dia pusing tidak hilang-hilang begitu dicek ternyata sumbernya bukan di kepala melainkan penyebaran dari kanker di tempat lain.

Atau contoh kasus beberapa orang terkenal tiba-tiba mengalami masalah kesehatan seperti stroke maupun serangan jantung yang menyebabkan harus ada tindakan lanjutan seperti operasi. Kalau orang kondang masih mending proteksinya banyak, kalau orang biasa seperti saya?

Berdoa dan berusaha untuk tidak terkena penyakit kritis memang penting, tapi akan jauh lebih penting jika ada persiapan, terutama finansial. Sebab, kita tidak selalu bisa mengandalkan penggalangan dana yang sifatnya temporer. Persiapan finansial ini berarti dalam kondisi sedang sakit, kita harus bisa dapat uang banyak demi mengobati penyakit itu. Padahal cari uang kan harus kerja, lha bagaimana bisa kerja kalau lagi sakit?

Pentingnya Asuransi Penyakit Kritis

Demikian pentingnya asuransi penyakit kritis, terutama untuk orangtua muda. Bukan apa-apa, sih, dengan adanya asuransi kesehatan apalagi yang merupakan asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia, kita bisa agak santai sedikit kalau amit-amit kena penyakit kritis. Setidaknya ada bala bantuan pendanaan ketika memang dibutuhkan. Asuransi kesehatan terbaik ini bukan berdoa untuk sakit lho, ya, tapi justru mempersiapkan diri dengan baik kalau-kalau ada kemalangan. Daripada pas kemalangan kita nggak punya duit, apa nggak malang kuadrat namanya?

Salah satu produk asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia adalah Mega Comforta, yang merupakan produk Asuransi Jiwa yang akan memberikan manfaat asuransi berupa perlindungan dari meninggal dunia akibat sakit maupun kecelakaan dan terdiagnosa pertama kali salah satu dari 10 penyakit kritis. Mega Comforta merupakan produk dari PFI Mega Life yang sudah dikenal sebagai salah satu asuransi kesehatan terbaik di Indonesia.

Fitur produknya sesuai untuk segmen orangtua milenial karena dimulai dari 18 sampai 59 tahun dengan masa perlindungan maksimal sampai usia 60 tahun. Usia segitu, bagi yang nikahnya telat kayak saya berarti anak sudah umur 30 tahun, diri sendiri sudah bisa pensiun dengan mapan—mestinya. Menuju usia 60 tahun itu yang sebenarnya penting karena untuk biaya hidup saja sudah mahal, belum lagi pendidikan, padahal kesehatan justru yang paling utama.

Premi Mega Comforta

Sebagai asuransi penyakit kritis, premi untuk Mega Comforta terbilang tidak menyulitkan sebagaimana tabel berikut ini. Sekadar perbandingan, kemarin saya dapat report dari sebuah aplikasi ojol bahwa orderan food saya dalam sebulan itu setara bayar paket C tiga bulan untuk usia saya yang sekarang ini. Sebuah bukti kalau order food selama ini masih lebih mahal.

Manfaat Mega Comforta

Setidaknya ada 3 manfaat utama yang bisa diperoleh dari asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia ini, yakni:

  • apabila Tertanggung meninggal dunia bukan karena kecelakaan dalam masa asuransi, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan 100% (seratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.
  • apabila Tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan dalam masa asuransi, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan 500% (lima ratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.
  • apabila Tertanggung terdiagnosa untuk pertama kali salah satu dari 10 sepuluh) penyakit kritis, maka kepada Tertanggung akan dibayarkan 100% (seratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan Plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.

Sekali lagi, mempersiapkan asuransi penyakit kritis ini bukan berharap kita kena penyakit kritis, tetapi sebagaimana prinsip asuransi di Indonesia bahwa yang kita siapkan adalah ketika kita kena apa-apa, setidaknya nggak bikin susah orang-orang tersayang, wabilkhusus pasangan dan anak-(anak), dengan telah menyiapkan pendanaan yang cukup memadai melalui asuransi kesehatan guna menjalani proses terapi yang pastinya tidak mudah itu. Sembari itu, tentu saja kita harus tetap rajin berolahraga dan menjaga tubuh dengan sebaik-baiknya.

asuransi penyakit kritis terbaik di indonesia
Berolahraga tetaplah penting (dokumentasi pribadi)

Demikian sedikit paparan tentang salah satu asuransi kesehatan terbaik ini, untuk informasi lebih lanjut bisa klik link Website PFI Mega Life ini atau kunjungi media sosial PFI Mega Life di Instagram @pfimegalife. Semoga kita sehat selalu supaya bisa jalan-jalan dan makan-makan bersama wisata kuliner. Sik penting maknyus!

5 Tips Tak Terduga Dapat Tiket Murah ke Malaysia

Traveling ke Malaysia dengan budget yang murah memang cukup menyenangkan, bukan? Terlebih lagi, kamu bisa pamer ke teman – teman media sosial kalau kamu bisa traveling ke luar negeri. Bahkan, mendapatkan tiket murah ke Malaysia pastinya akan sangat membanggakan. Percaya deh! Siapa yang tidak suka dengan harga diskon, promo atau tiket murah tanpa banyak syarat yang ribet. Terlebih lagi, kalau sudah termasuk gratis kabin atau bagasi dan tidak ada lagi minimum pembelian. Pastinya kalau tidak cepat – cepat di beli akan sangat disayangkan. Kapan lagi bisa jalan – jalan ke luar negeri dengan tiket pesawat murah? 

Apapun alasan kamu untuk pergi ke Malaysia, tiket pesawat terbang murah memang sangat melegakan. Untuk bisa mendapatkannya, kamu bisa mempraktekkan beberapa tips berikut ini. 

Cari alternatif bandara kedatangan lainnya

Buat kamu yang belum mendapatkan tiket murah dari Jakarta ke Kuala Lumpur, kenapa tidak memilih bandara lainnya. Di Malaysia sendiri ada satu lagi bandara Internasional yang cukup terkenal, yakni Penang. Bahkan, banyak juga promo tiket murah dari Indo ke Penang, Malaysia. Lagipula, kamu juga bisa berjalan – jalan terlebih dahulu di Penang yang terkenal akan tempat berobat paling murah. Walaupun begitu, masih banyak tempat wisata yang bisa dinikmati di Penang.

Selain Penang, ada juga bandara Internasional Kuching yang berada di Serawak. Memang bandara ini berada di pulau Malaysia sebelah timur, namun kota Serawak juga tidak kalah menarik dibandingkan kota lainnya di Malaysia. Terlebih lagi, buat kamu yang hanya ingin sekedar travelling. 

Sumber: Pecels

Bandingkan harga sekali pergi dengan pulang pergi

Kebanyakan tiket promo ke Malaysia pastinya include pulang pergi. Namun buat kamu yang masih tidak ada uang, bisa memakai cara yang cukup tricky yang satu ini. Dibandingkan harus beli tiket pesawat pulang pergi, coba beli tiket sekali jalan. Kebanyakan promo ada pada tanggal – tanggal keberangkatan tertentu.

Coba kamu lakukan pemesanan tiket pesawat ke Malaysia sekali pergi saja, tapi dilakukan dua kali dengan pemesanan yang berbeda. Saat ada promo, langsung pesan tiket keberangkatan dari kota tujuan ke Malaysia, dengan harga terendah. Untuk tiket pulang bisa dilakukan di lain hari kalau ada promo lagi, itung – itung kamu juga bisa menabung.  

Dibandingkan dengan menggunakan fitur tiket pulang pergi. Coba deh! Rasakan berapa selisih yang kamu dapatkan dengan cara di atas.

Memilih tanggal keberangkatan yang fleksibel

Tanggal keberangkatan adalah sesuatu yang sangat krusial dan menjadi penentu akan harga tiket pesawat ke Malaysia. Contohnya, kamu ingin menghabiskan liburan lebaran di Malaysia dan memesan tiket menjelang lebaran, pastinya harganya melambung tinggi. Bahkan H-7, harga tiket pesawat akan terus melambung. Namun tidak perlu khawatir, kamu masih bisa mendapatkan tiket murah, asalkan memilih tanggal keberangkatan yang fleksibel. 

Buat kamu yang tidak suka ramai, bisa memilih tanggal setelah lebaran atau hari besar lainnya. Harganya juga jauh lebih murah. Selain itu, jangan pilih penerbangan pada tanggal – tanggal sibuk atau libur panjang. Lebih baik, kalau kamu mengambil cuti beberapa hari untuk menikmati liburan dan mendapatkan tiket penerbangan murah ke Malaysia.

Jangan lupa langganan email update dari maskapai penerbangan

Agar kamu tidak ketinggalan informasi akan tiket promo dari maskapai penerbangan, jawabannya hanya satu, yakni berlangganan email update dari maskapai penerbangan tersebut. Terlebih lagi, sekarang sudah jamannya gadget, di mana smartphone kamu menjadi platform terbaik mendapatkan updatean tiket promo.

Gunakan kekuatan media sosial

Banyak sekarang akun media sosial yang menawarkan tiket promo pesawat murah. Nah, hal ini pas untuk kamu yang jarang membuka email dan memang tidak suka dengan email spam. Coba follow aja beberapa akun media sosial yang menawarkan tiket – tiket pesawat murah. Bahkan tidak hanya tiket pesawat murah saja, ada banyak informasi unik akan travelling yang bisa kamu dapatkan. Jangan lupa pantengi dan kalau bisa aktifkan notification. Dengan begitu, kamu tidak akan ketinggalan lagi mendapatkan tiket pesawat murah untuk travelling ke Malaysia. Bagaimana menarik, bukan?