Enduro, Oli Motor Terbaik Masa Kini dan Masa Depan dari Pertamina

Oli motor terbaik masa kini dan masa depan dari Pertamina – Oli motor terbaik merupakan kebutuhan kita semua. Sebagai commuter miskin, setiap hari saya mengendarai sepeda motor sejauh 10 kilometer dari rumah ke stasiun. Dari situ, saya naik KRL, dan tentu saja untuk menuju kantor saya kudu naik ojek online. Ojol sebagai salah satu gaya hidup masa kini tentu saja harus pakai oli motor terbaik.

Sebagaimana tertulis di buku saya yang nggak laku dan berjudul Oom Alfa itu, saya punya banyak pengalaman absurd dengan sepeda motor karena problem awal yang sangat sepele: oli motor. Maka sejak miskin ketika itu sampai sekarang tetap miskin, saya selalu memberikan yang terbaik untuk motor. Bagaimanapun, oli itu sangat penting. Selain itu bikin kinerja mesin lebih optimal, oli motor, termasuk oli motor matic, juga berperan dalam mengendalikan kotoran pada mesin, mengurangi gesekan, plus juga menjadi pendingin. Tidak heran kalau oli motor harus diganti secara rutin demi menjaga kualitas plus bikin umur mesin lebih panjang.

enduro-jagoannya-oli

Pentingnya mengetahui bahan penyusun oli motor

Dari penelusuran literatur diketahui bahwa berdasarkan penyusunnya, oli dapat dibedakan atas oli mineral, oli sintetis, serta oli semi-sintetis. Oli mineral dibuat dari penyulingan mineral terhadap minyak bumi sehingga cenderung lebih tahan pada penguapan. Akan tetapi, viskositas alias kekentalannya sebagai oli motor layaknya hubungan pacaran anak muda: muda berubah. Hal itu terjadi karena bahan ini tidak tahan cuaca ekstrim atau juga suhu tinggi.

Oli sintetis sejatinya dibuat dari minyak bumi juga, namun dengan pengolahan lanjutan untuk mendapatkan viskositas atau kekentalan oli yang stabil. Sifatnya bahannya kayak mahasiswa uzur, mudah menguap. Akan tetapi, pada saat yang sama, oli jenis ini lebih tahan cuaca ekstrim.

Sedangkan oli semi-sintetis adalah campuran kedua jenis oli sebelumnya. Oli motor model begini cenderung digunakan dalam motor yang performanya tinggi atau motor sport sekalian.

Oli motor terbaik dan cara memilihnya

Jutaan orang tidak menyadari bahwa memilih oli motor itu tidak sekadar datang ke bengkel dan bilang untuk ‘ganti oli, bang…’ karena abang di bengkel pasti nanya, “mau oli motor apa, Pak?”

Melalui tulisan ini, saya mau berbagi beberapa aspek kunci dalam memilih oli motor.

Pilih sesuai beban hidup

Tidak semua motor punya beban yang sama. Saya misalnya lebih sering naik motor sendiri karena istri dan anak naik taksi online. Kalau begini, bebannya paling hanya 80 kilogram. Sementara kalau ojek online, dengan rata-rata berat badan 60 kilogram plus 60 kilogram saja, sudah satu kuintal lebih sekali jalan. Beda beban, beda perlakuan dong.

Dalam memilih oli motor terbaik dan berkaitan dengan beban maka kita kudu melihat nilai API, suatu kode keras perihal spesifikasi oli versi American Petroleum Institute.

Nilai API yang nama lengkapnya adalah the API EOLCS (Engine Oil Licensing and Ceritification System) dikembangkan bersama oleh API dan pabrik mesin yang diwakili oleh Automobile Manufacturers Association (AAMA), the Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA), dan the Engine Manufacturers Association (EMA).

Untuk penggunaan sehari-hari, kita bisa pakai oli motor dengan kode API SA sampai dengan SE. Semakin tinggi huruf adalah pilihan yang semakin cocok dengan semakin beratnya beban. Per 1998 saja, kode oli motor ini sudah sampai SJ. Semakin tinggi, maka semakin bisa menggantikan, tapi tidak sebaliknya. Jadi, motor sehari-hari pakai SH atau SJ ya juga boleh. Setidaknya menurut David J. Margaroni.

Pilih Keenceran Yang Tepat

Kalau tadi API, maka sekarang adalah SAE alias the Society of Automotive Engineering (SAE). Ini bukan berarti sa ae lu, yha. Beda. Asli, beda.

Dengan kode SAE 15W-50, tingkat keenceran oli motor berarti berada pada angka 50 dan dapat digunakan hingga suhu minus 15 derajat Celcius. Bukan Kelvin, apalagi Kelvin Sanjaya. Halah.

Oli motor untuk kendaraan yang lebih banyak dipakai di dataran tinggi bersuhu dingin adalah oli dengan keenceran tinggi seperti SAE 10W-30 atau SAE 15W-50. Sebaliknya, jika di daerah hot seperti Kelapa Gading–karena ada kantornya Hotman Paris–oli yang dipakai adalah SAE 15W-40 hingga SAE 20W-40.

Selain tempat, usia juga menyesuaikan. Motor dengan usia lanjut alias lebih dari 100 ribu kilometer lebih cocok pakai oli motor terbaik yang encer.

Tepat Motor dan Tepat Kopling

Setidaknya ada tiga tipe motor yang populer sekarang yakni motor bebek, skuter matik, dan motor sport. Iya, tiga jenis ini butuh oli yang berbeda-beda. Bagaimanapun keperluan dapur besar di motor sport dengan dapur standar di bebek pasti beda dong, demikian pula dengan matic. Tidak salah jika oli motor matic juga berbeda dengan dua tipe motor lain.

Dari sisi kopling, ada tipe basah dan kering. Kalau basah, berarti koplingnya terendam oli sehingga tidak cepat aus, namun berpotensi bikin selip. Untuk tipe ini, oli motor terbaik jelas diperlukan. Jenis basah ini ada dalam diri motor sport dan motor bebek. Sedangkan, kopling kering ada di jenis motor matic.

Parameter yang dipakai di sini adalah JASO alias Japanese Automotive Standard Organization. Untuk kopling basah disarankan pakai JASO MA, sedangkan JASO MB diperuntukkan bagi motor dengan kopling kering alias matic itu tadi.

Kapan mengganti oli motor?

Tentu saja pada waktu yang tepat dan rutin. Sekali lagi, faktor beban kerja sangat penting. Ingat, ini motor bukan PNS. Kalau PNS baru lah beban kerja berlebih tapi dikata-katain saja cukup, untuk motor jangan. Langsung ganti oli pada jarak kurang lebih 2 ribu kilometer. Buat driver ojol, 2 ribu kilometer tentu bukan angka yang besar.

enduro-oli-andalan-semua

Terus apa dong pilihan oli motor terbaik dari Pertamina?

Enduro 4T Sport SAE 5W-30 merupakan oli sintetis yang diformulasi untuk memberikan akselerasi maksimum pada kinerja tinggi dari motor, tentu saja disertai proteksi yang prima. Termasuk API SL dan JASO MA2 sehingga cocok untuk kecepatan tinggi.

Enduro 4T Racing SAE 10W-40 juga berbasis oli sintetis dengan tambahan API SL yang selektif. Perlindungannya prima untuk melindungi piston bekerja keras di dapur mesin termasuk oksidasi yang baik dan stabilitas degradasi pada temperatur tinggi. Termasuk API SL/SJ dan JASO MA2 juga. Direkomendasikan untuk mesin 4-tak Honda, Suzuki, Kawasaki, maupun Yamaha, serta mesin-mesin lainnya yang dibuat di Tiongkok dan Korea.

enduro-oli-idola-kendaraan

Enduro 4T SAE 20W-50 berbasis mineral berkualitas tinggi disertai bahan tambahan selektif dan didesain untuk motor 4-tak. Level performanya pada API SJ dan JASO MA. Oli motor ini dapat menjaga mesin tetap bersih.

Enduro Matic SAE 10W-30 merupakan oli dengan viskositas rendah sehingga mudah tersirkulasi dan ujungnya adalah penggunaan bahan bakar yang lebih ekonomis. Enduro Matic SAE 10W-30 berada pada API SL dan JASO MB, serta memiliki keunggulan untuk menjaga mesin tetap bersih bahkan dari korosi.

Enduro Matic G SAE 20W-40 merupakan oli yang didesain menggunakan basis sintetis dengan tujuan pengendara di kota yang penuh dengan kepadatan sebagaimana kota-kota besar di Indonesia. Kekentalannya lebih tinggi sehingga dapat menjaga suhu mesin pada kondisi panas dalam kemacetan. Performa levelnya JASO MB dan API-nya SL.

Untuk mesin 2-tak, ada varian Enviro 2T SAE 20 berupa oli semi-sintetis kombinasi basis mineral dan poliisobutilena sintetis berikut bahaan tambah penunjang kinerja. Enviro 2T SAE 20 ini bebas asap sehingga berbeda dengan citra 2-tak zaman dulu. Saya bekas pengguna 2-tak soalnya.

Demikianlah pilihan oli terbaik masa kini dan masa depan dari Pertamina. Semoga kita kalau lagi di jalanan bisa aman sentosa dengan ikhtiar terbaik kepada mesin melalui oli motor terbaik yang bisa kita gunakan. Hati-hati di jalan, yha, teman-teman.

enduro-oli-motor-terbaik

PNS Kuliah Lagi Dengan LPDP: Kelindan Tiga Urusan

Sebagaimana saya tulis sebelumnya bahwa saya memang tengah kuliah lagi. Sudah jalan 1 semester dan sedihnya IP-nya biasa-biasa saja. Meskipun saya kuliah per September 2019, tapi sesungguhnya ketika saya akhirnya masuk kuliah itu adalah akumulasi dari urusan yang sudah dimulai sejak awal 2018! Nah, melalui postingan ini saya hendak berkisah tentang keribetan yang dihadapi dalam 1,5 tahun tersebut, dan memang hanya dihadapi oleh PNS yang ingin kuliah lagi dengan LPDP seperti saya.

Judul tulisan ini adalah kelindan tiga urusan, karena memang ketika saya hendak kuliah lagi maka ada 3 faktor yang harus beres yaitu urusan dengan kantor, urusan dengan LPDP, serta urusan dengan kampus.

Seperti diketahui bahwa untuk PNS yang kuliah itu ada status Tugas Belajar. Dalam posisi sebagaimana saya alami sekarang, PNS itu ya tetap PNS, tetap dapat gaji meski tidak sebesar kalau aktif kerja, karena dia memang penugasannya adalah belajar. Nah, untuk mengurus Tugas Belajar itu beda-beda tiap instansi.

Kalau urusan dengan LPDP tentu saja soal proses seleksi yang sudah banyak dibahas. Sedangkan urusan dengan kampus tentu saja tes masuk. Segala keribetan mengurus Tubel dan LPDP akan nihil kalau kagak lolos seleksi masuk kampusnya. Heuheu. Nah, pertanyaan mendasarnya adalah mana yang sebaiknya diurus duluan?

Akan ada banyak pertimbangan, sebenarnya. Cara saya mungkin tidak akan sesuai dengan kondisi instansi atau kantor lain, tapi mungkin bisa dijadikan landasan berpikir. Urutan yang saya pilih adalah seleksi LPDP dulu, kemudian mengurus Tugas Belajar paralel proses seleksi maksuk kampus.

Kok Nggak Tugas Belajar Duluan?

Di kantor saya, demi menjaga ekosistem kepegawaian ada skema kesepakatan sekian persen pegawai yang boleh Tubel. Kebetulan sih di tempat saya memang lagi kosong antreannya, jadi secara prinsip ya tidak masalah. Akan tetapi, saya hanya berpikir jika saya sudah mengajukan Tubel duluan terus kemudian saya nggak lolos LPDP-nya, berarti nama saya sudah ada di dalam perhitungan persentase itu dan berarti juga menghambat kalau ada orang lain yang ingin kuliah.

Sederhananya, zalim. Saya biasa dizalimi, jadi enggan zalim. Heuheu.

santai gif

Walhasil, sebagaimana dipersyaratkan, karena kala itu saya masuk LPDP-nya jalur reguler dan bukan jalur PNS, maka saya menggunakan surat pernyataan dari atasan dan kebetulan atasannya juga mendukung dan sampai saya akhirnya masuk, atasannya nggak ganti. Ini faktor yang juga akan berbeda dengan teman-teman pada kasus lain.

Singkat kisah, saya diterima LPDP pada tahun 2018 untuk kemudian ikut Persiapan Keberangkatan (PK) pada tahun yang sama. Jadi ya cuma PK saja, daftar kampus belum, apalagi minta Tubel. Jadi, ketika sesudah PK, saya masih selow dulu sembari menggarap dokumen-dokumen untuk pengajuan Tubel.

Kebetulan sekali tenggat pengajuan Tubel di kantor itu sejalan dengan waktunya ujian masuk kampus. Jadi, saya tidak bisa tes di kampus dulu dan menggunakan hasilnya untuk pengajuan Tubel. Prosesnya terpaksa paralel.

Nah, untuk kepentingan pengajuan Tubel, saya lantas menggunakan fakta bahwa saya telah diterima LPDP. Secara umum hal ini akan cenderung mempermudah kelolosan proses persetujuan Tubel, karena setidak-tidaknya beban anggarannya tidak di kantor. Anggaran yang ada bisa dikasih ke pengaju lain.

Begitu pengajuan Tubel saya lakukan, saya kemudian belajar untuk ujian masuk se-edan-edannya. Lha, gimana, yang mau bayarin kuliah sudah ada, Tubel sedang diajukan, kalau kemudian kuliahnya nggak keterima ya bubar usaha yang dibangun setahun itu.

Sesudah lulus ujian masuk

Untunglah kemudian saya diterima di kampus yang sesuai dengan pengajuan awal saya di LPDP. Kalau tidak, tentu saja harus mengurus hal lain, pindah kampus, misalnya. Dan itu tentu saja saya kurang yakin punya cukup energi untuk urusan tersebut, termasuk juga mengubah lagi pengajuan Tubel yang sudah dibuat.

Sesudah diterima, maka saya bisa menyerahkan ke pengelola SDM di kantor sebagai pendukung bahwa saya minta Tubel itu posisinya sudah diterima kok. Letter of Acceptance (LoA) dari kampus juga saya bawa ke LPDP. Tapi…

…belum bisa minta duit.

Lho? Kok?

Untuk bisa dapat pendanaan LPDP, sebelum kuliah dimulai harus dipastikan bahwa yang sedang bekerja harus off. Yang swasta ya resign, yang PNS ya harus ada SK Tubel. Jadi, saya kudu submit SK Tubel ke LPDP kalau ingin dapat pencairan dan bisa kuliah.

Tapi…

Untuk bisa dapat SK Tubel itu, kantor saya juga butuh bukti bahwa LPDP tidak sekadar menerima saya tapi bersedia mendanai saya. Bagi yang pernah seleksi LPDP tentu tahu bahwa bukti lulus itu ya di website, bukan berupa piagam. Untuk keperluan urus-urus ini perlu ada yang namanya Letter of Guarantee (LoG) yang pada waktu tersebut juga harus saya kasih ke kampus sebagai jaminan pembiayaan dalam proses daftar ulang.

Ribet? Ya, lumayan.

Sederhananya adalah kampus butuh LoG. Saya belum bisa minta LoG ke LPDP karena belum ada SK Tubel. SK Tubel saya nggak bisa keluar karena harus ada LoG. Haiyaaaaaa….

pusing gif

Pada akhirnya, saya memakai mekanisme lawas, Letter of Sponsorship (LoS), untuk ke kantor. Sedangkan untuk ke kampusnya menggunakan pendaftaran kolektif yang dikoordinir teman satu PK yang sekarang jadi Lurah di kampus saya. Ibarat kata, ngasih tahu ke kampus bahwa nama-nama dalam lampiran ini sudah pasti dibayarin LPDP, kok, jadi nggak usah khawatir. Makanya kemudian saya bisa dapat Kartu Mahasiswa ketika proses registrasi ulang.

Kemudian perihal LoG dan SK Tubel bagaimana?

Itu tadi, ke kantor saya pakai LoS dan sembari menunggu SK yang pastinya lama karena yang tanda tangan adalah Eselon I, maka saya menggunakan pengumuman penerimaan Tubel yang merupakan hasil rapat dan ditandatangani Eselon I, sebelum kemudian SK Tubel-nya saya susulkan ke LPDP demi tertib administrasi.

Ngomong-ngomong, sebenarnya ada 1 keribetan lagi tapi tidak perlu saya uraikan. Hal itu adalah karena saya mengambil jurusan yang hanya ada kelas Khusus, sementara kebijakan umum LPDP tidak memperkenankan pembiayaan untuk kelas Khusus ini. Tapi ya karena memang dari awal jurusan itu ada di list dan kelas yang dibuka hanya Khusus, jadinya bisa dibiayai. Meski memang harus ada yang diurus. Bukan perkara umum, jadi tidak usah dijelaskan, yha.

Percayalah bahwa selain butuh kesabaran, butuh pula energi, dan butuh mindset yang baik dalam menghadapi kelindan urusan yang sebenarnya nggak jelas mana yang duluan dan mana yang belakangan ini. Syukurlah, pada akhirnya September kemarin saya akhirnya beneran bisa kuliah. Dan mohon doanya supaya saya bisa lulus tepat waktu karena kalau nggak tepat maka uang saya nggak cukup untuk bayar sendiri. Heuheu.

berdoa gif

Sekian pembahasannya, yha. Baca lebih lanjut tentang dokumen-dokumen LPDP di sini, termasuk tentang tips agar diterima LPDP di sini juga. Kamsia!

Serunya Main Bersama Anjing di Boogie Doggie Pet Cafe Kelapa Gading

boogie doggie pet cafe kelapa gading

Beberapa waktu yang lalu, Mama Isto jadi narasumber sebuah seminar yang diikuti oleh tenaga kesehatan. Dalam rangka support penuh dan berhubung juga saya tidak kuliah hari itu, maka kami menggunakan momen tersebut untuk staycation di sekitar Kelapa Gading, tempat seminar diadakan.

Seminarnya di Harris Kelapa Gading, sih. Akan tetapi, karena kami tetap harus mempertimbangkan masa depan keluarga, jadi menginapnya tidak di hotel itu. Selain karena saya bosan setahun bisa 3-4 kali menginap di situ untuk acara fullboard, faktor paling krusial adalah nggak ada uang. Jadi kami mlipir sedikit, yang penting masih di Kelapa Gading.

Seminarnya Jumat dan Sabtu, sehingga kami menginap dua malam di hotel yang kamarnya mungil sekali. Saya membawa Isto dari Serpong ke Kelapa Gading cukup dengan sekali naik bis dari Summarecon Mal Serpong ke Mal Kelapa Gading. Kebetulan, anaknya berhasil dibuat lelah hingga sepanjang perjalanan dari Summarecon Gading Serpong ke Summarecon Gading yang di Jakarta Utara bisa berjalan optimal.

Mal Kelapa Gading sudah lama dikenal sebagai mal hits anak Jakarta. Salah satu alternatif yang ciamik untuk nongkrong anti mainstream kiranya dapat ditemukan di MKG ini.

Boogie Doggie Pet Cafe

boogie doggie pet cafe

Namanya Boogie Doggie. Kalau menurut akun Instagramnya sih Boogie Doggie ini terdiri dari pet cafe, salon, spa, dan hotel. Semuanya untuk doggie, yha. Akan tetapi tulisan ini fokus pada bagaimana Isto menikmati permainan dengan anjing di pet cafe-nya.

Boggie Doggie Pet Cafe terletak di Gading Walk Mal Kelapa Gading. Menurut Media Indonesia, kafenya dibuka pada April 2019. Tempatnya tidak luas-luas banget, tapi cukup untuk bermain dengan anjing lucu.

Konsepnya adalah minimum order. Jadi, dengan transaksi sejumlah tertentu–yang saya kok ya lupa, mungkin karena Mama Isto yang bayar–kita dapat bermain dengan anjing selama 2 jam. Kebetulan, Isto tidak dihitung, jadi kami hanya bayar 2 pax saja.

Hal penting untuk diperhatikan adalah ruangannya indoor sehingga kalau memang hendak berkunjung ke kafe ini, pastikan kita bukan orang yang risih dengan bulu anjing termasuk kencingnya. Ya, namanya juga anjing, pipis kan tidak bisa diarahkan ke toilet. Jadi, di kafe ini anjing terbilang sering buang air kecil, meskipun ada juga sebagian yang dikasih popok. Cuma, tenang saja, beberapa petugas dengan sigap dan piawai mengelap pipisnya anjing sehingga kita lupa bahwa tadi ada anjing pipis. Untuk itu pula, barang-barang harus ditaruh di suatu keranjang. Supaya tidak jadi bahan permainan si anjing.

kafe anjing kelapa gading

Menurut Media Indonesia ditunjang pengamatan saya, setidaknya ada 15 anjing yang dilepas bebas pada satu sesi. Masih versi media yang sama, total ada 45 anjing dari berbagai ras mulai dari pug, samoyed, alaskan malamute, pomeranian, corgi, hingga golden retriever ada semua. Nah, jadi modelnya shift. Seekor anjing ada periodenya diedarkan di kafe dan jika sudah selesai, dia akan diangkut ke kandang kemudian digantikan dengan yang lain lagi.

Isto ini agak love-hate gitu sama anjing. Dia ngeh dan sering teriak-teriak bahwa anjing itu lucu. Tapi dia belum terlalu berani bercengkrama intim dengan anjing. Lumayanlah, sebagaimana dengan kucing kompleks, dia tidak takut sama sekali dengan dua binatang kaki empat itu. Jadi, lumayan enak buat orangtuanya mengajarkan afeksi pada makhluk hidup lainnya.

boogie doggie pet cafe

Karena dibiarkan lari-lari, jadi ketika kita sedang makan, bisa saja ada anjing ndusel-ndusel kaki kita. Jadi, disiapkan hatinya dan jangan langsung menendang ketika ada gangguan. Bahaya.

Plus, anak juga harus diajari untuk tidak terlalu gemas dengan anjing. Termasuk sampai menggendong dan membawa kemana-mana. Itu cukup Mbah Surip saja yang tak gendong kemana-mana. Untuk itulah pengawasan orangtua menjadi penting, bukannya makan seenaknya terus anak dibiarkan lari berkeliaran nggak karu-karuan.

boogie doggie kelapa gading

Kira-kira demikian saja. Beberapa foto Isto dalam post ini tentunya sudah memberi gambaran betapa menariknya main di Boogie Doggie Pet Cafe ini. Cukup direkomendasikan, terutama bagi yang tidak ada halangan atau alergi tertentu.

Guk.

cara memelihara anjing

Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS

Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS [ariesadhar.com] – Lagi libur kuliah, saya butuh inspirasi. Akan tetapi, saya juga lagi kere. Saya butuh inspirasi itu padahal buat bisa nulis opini, sehingga kalau tulisan dimuat, saya bisa dapat sedikit uang supaya tidak kere. Lah, bagaimana saya bisa mencari inspirasi kalau saya lagi kere? Pada akhirnya kepikiran bahwa saya harus jalan-jalan sembari kuliner murah dan biasanya yang murah itu adalah di daerah kampus. Yiha!

Saya kemudian merambah daerah kampus yang berada di tengah pemukiman padat penduduk di Jakarta Barat. Kampus anak tajir, tapi setajir-tajirnya mahasiswa, tentu masih lebih tajir bapaknya. Walhasil, kuliner di sekitar kampus ini harganya ya nggak mahal-mahal amat. Masih bisa buat pegawai kere yang lagi libur kuliah berhenti sejenak mencari inspirasi.

Perhentian saya adalah sebuah warung makan kecil di dalam gang. Warungnya betul-betul hanya selebar kamar kosan karena sebenarnya di bagian atas juga kos-kosan. Sesudah pesan dan kemudian membayar, saya kok mendapati bahwa warung ini menggunakan mesin EDC Gopay yang unik.

mesin EDC Gopay
Mesin EDC Gopay yang tyda lelah bekerja~

Kelar dari warung itu, saya mlipir lagi ke tempat lain kali ini mau beli buah buat anak saya. Kere-kere begini, saya kalau buat anak mah pasti kasih yang terbaik. Khas sikap orangtua lainnya, tentu saja. Eh, di tempat jual buah pun ada mesin EDC yang sama. Saya lantas jadi kepo dong pada cara menggunakan mesin EDC ini.

Mbak, bayar~~

Tentang Mesin EDC Gopay SPOTS

SPOTS adalah aplikasi kasir daring alias online yang menggunakan sistem Point of Sales (POS). Sekilas pandang tentu saja mirip dengan mesin EDC dari bank sebagaimana biasa tersedia di berbagai tempat usaha zaman now, ya karena memang SPOTS juga sering disebut sebagai mesin EDC Gopay karena memang powered by Gojek. Iya, aplikasi karya anak bangsa itu juga sampai pada segmen mesin kasir guna mendukung Gopay yang memang sekarang sudah menjadi semacam pos wajib pengeluaran rumah tangga yang merindu cashback.

Menerima Berbagai Pembayaran Dengan Mudah Melalui All in One Device

SPOTS yang sudah digunakan pada lebih dari 15 ribu outlet di seluruh Indonesia ini punya banyak fungsi. Mesin ini bisa mencatat transaksi, ya namanya juga mesin kasir. Selain itu, SPOTS juga dapat melakukan cetak resi tanpa melalui printer eksternal lagi. SPOTS sebagai mesin EDC juga dapat menerima pesanan Gofood. Dan yang paling penting bagi pengusaha adalah SPOTS dapat membuat laporan harian.

Selain melayani Gopay, SPOTS juga mendukung pembayaran menggunakan mesin EDC dengan kartu debit, serta sebentar lagi kartu kredit. Boleh dibilang, SPOTS adalah perangkat pertama yang dapat mengakomodasi 3 jenis pembayaran itu dalam 1 perangkat.

Mesin EDC Gopay
Transaksi pakai BCA yang semakin sedikit isinya~

Jodohnya Gofood dan Gopay, Pesanan dan Pembayaran Jadi Lebih Cepat

Terutama untuk pengusaha makanan dan minuman, SPOTS dapat disebut sebagai jodohnya Gofood. Kenapa?

Melalui mesin EDC Gopay ini, pengusaha bisa mengisi menu dengan manual atau juga cukup impor dari Gofood sekaligus mengatur jumlah porsi, harga per menu berikut fotonya, serta juga kategori menu sesuai kebutuhan. Selain itu, dengan adanya SPOTS, partner Gofood dapat langsung mendapatkan notifikasi real-time apabila ada orderan.

Mesin EDC Gopay
Pastikan Gopay anda ada saldonya….

Makanya ketika saya lagi nongkrong agak kaget ketika driver Gojek datang dan dia hanya menunggu sebentar karena pesanannya sudah disiapkan dari tadi. Ternyata, pesanan langsung otewe ke resto dan sudah bisa digarap sebelum driver sampai ke lokasi. Pesanan model begini juga aman karena sedari awal sudah dinotifikasi tidak mengenal cancel. Kisah tragis order fiktif yang mengorbankan driver jadi bisa hilang dari muka bumi.

Untuk pembayaran via Gopay di mesin EDC Gopay ini tidak lagi pakai scan cetakan, yang lumayan boros kertas itu. Di mesin SPOTS yang layarnya lebar akan muncul kode QR untuk di-scan oleh pembeli dan sesudah itu uangnya masuk ke akun Gopay pengusaha.

Tanpa Printer Tambahan

Di beberapa merchant yang pakai skema kasir online, kita sering menemukan adanya galat yang bikin lama pembayaran karena koneksi dengan printernya kadang putus. Kalau lagi sepi nggak apa-apa, kalau lagi antre dan lapar kan beda lagi. Nah, SPOTS yang layar sentuh ini sudah include printer sehingga tidak perlu beli printer lagi.

Cara Menggunakan Mesin EDC
Sudah langsung cetaque~

Monitor Pendapatan

Salah satu teman kuliah saya adalah pengusaha. Agak aneh sih ngapain pengusaha restoran kuliah kebijakan publik? Makanya ketika ditanya sama dosen, dia yang paling bikin dahi berkerut sendiri. Teman saya ini sering cerita bahwa pada zaman now pemilik usaha perlu mengandalkan aplikasi untuk memantau perkembangan omset dan transaksi demi transaksi demi meminimalkan kesalahan atau sesuatu yang sengaja diubuat salah.

Nah, SPOTS sebagai mesin EDC GoPay memungkinkan hal itu dengan pengiriman rekap transaksi via email setiap hari kepada pemilik usaha. Jadi, sang pemilik bisa rebahan sambil mengembangkan usaha lain lagi. Kalau sukses semua kebayang dong jumlah lapangan kerja yang bisa dibuka?

Untuk mendaftar SPOTS, cukup membayar Rp490.000,00 saja, sudah include perangkat kasir tanpa tablet atau printer lagi. Nah untuk biaya per hari hanya Rp4.900,00. Semoga semakin banyak UMKM yang semakin sejahtera, dapat mengakses kemudahan dari mesin ini, semakin mudah pula memantau keuangan sehingga lebih baik dalam berstrategi. Pada ujungnya dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas demi kesejahteraan bersama. Amin.

Info lebih lanjut dapat mengunjungi spots.co.id atau juga meluncur ke Instagram https://www.instagram.com/spots.id/.

3 Langkah Mendisiplinkan Anak

3 Langkah Mendisiplinkan Anak – Ini blog judulnya Bapak Millennial, tapi jarang ngepost tentang parenting. Ya, namanya juga pernah beberapa tahun di birokrasi dan lagi off, mentalitas birokratnya kentara. Jadi, kebanyakan janji, minim aksi. Heuheu. Nah, mumpung lagi off, saya mencoba menulis sedikit tentang parenting. Kali ini tentang langkah-langkah mendisiplinkan anak.

Ehm, tapi apakah Isto sudah cukup disiplin sampai saya berani-beraninya nulis begini? Heuheu, tentu saja belum. Ide utama posting ini saya ambil dari situsweb All Pro Dad, salah satu pijakan saya untuk jadi bapak-bapak pro. Tentunya ditambahkan kisah Isto supaya relate.

Kita sering melihat anak yang tampak ‘nakal’. Khusus bapak-bapak bermuka seram, dapat bonus lagi karena sering jadi antagonis nggak jelas dalam pernyataan, “eh, kamu nakal ya, nanti dimarahin Om itu, lho.”

Padahal Om-nya baik-baik saja. Kan afu, yak.

Isto sendiri tentu masih banyak bolongnya, lha bapaknya juga demikian. Akan tetapi, ada beberapa poin yang menurut saya positif dalam proses tumbuh kembangnya sampai saat itu terkait dengan kedisiplinan.

Berikan batasan dan konsekuensi yang jelas

Sejak dini, Isto selalu ditekankan soal batas-batas. Paling mudah memang bilang, “jangan…” akan tetapi bagi anak seusia dia berkata ‘jangan’ itu cenderung jadi berasa menyuruh, karena setiap benda yang disertai kata ‘jangan’ malah didekati sama dia.

Seorang anak tentu tidak tahu soal benar dan salah, kalau tidak diajari. Jadi, pertama-tama tentu urusan orangtua untuk mengajarinya. Dalam kasus Isto mungkin yang paling enak adalah soal listrik dan kamper di kamar mandi.

Ketika banyak orangtua ketakutan dengan colokan di bawah dan mudah diakses batita, maka saya sudah mulai tenang. Ketika Isto melihat colokan, dia hanya akan stop 1-2 langkah dari colokan, menunjuk colokan itu sembari berkata, “listrik…”

Lha ya gimana, awak tinggal di kontrakan, nggak punya daya upaya untuk mindahin colokan ke atas. Jadi pilihannya ya mengajari anak deh.

Kenapa bisa seperti itu? Ya tentu saja karena sejak dini sudah dikasih tahu bahwa listrik ini berbahaya jika dipegang olehnya. Sejak belum bisa jalan, bahkan. Memang terasa pekok ya ngajari bocah yang belum tahu hal sekompleks colokan listrik, tapi begitu sampai ke usia 1,5 tahun kok ya terasa faedahnya.

Sederhananya adalah ketika kita memang tidak bisa menahan kata ‘jangan’, maka tambahkanlah bahwa ketika ‘jangan’ itu dilanggar, akan ada sesuatu yang terjadi, sesuatu yang buruk pula. Tanamkan itu berulang-ulang.

Isto mungkin sudah berhasil di listrik dan kamper–kalau yang ini, kami menyebutnya ‘racun’, jadi Isto juga hanya akan berhenti dan bilang ‘racun… racun…’ kadang bahkan sambil nyanyi ala Changcutters. Tapi, ya, masih banyak aspek lain yang terus berusaha saya dan emaknya tanamkan.

Laksanakan konsekuensi, seperih apapun ini

Agak berbeda konteks dengan listrik dan kamper, sih, tapi ini lebih ke sikap. Misal, kemarin saya membelikan Isto batu taman sekarung. Begitu dapat, itu batu dia lempar-lempar. Saya langsung kebayang bahwa dengan kemiskinan yang melanda, kalau kena tivi bisa berabe. Maka, saya langsung menanamkan batasan dan konsekuensi bahwa jika dia melempar satu batu, Papa akan marah dan batunya akan dibuang.

Yha, batu sekarung, kalau dibuang 2 biji juga bisa ambil lagi di karung. Heuheu. Nanti kalau Isto sudah bisa baca postingan ini, semoga dia bisa paham trik pekok ini~

Benar saja, baru diingatkan, dia tetap lempar-lempar batu lagi. Maka, kemudian batu itu saya buang betulan ke tempat sampah. Oya, karena dia juga paham tentang tempat sampah jadi walaupun dia bisa buka tapi nggak menggapai jeroannya.

Ini mungkin perih, tapi dalam upaya pendisiplinan ketegasan itu penting. Ya kadang kasihan juga sih lihat anaknya nangis. Tapi akan lebih kasihan lagi jika di masa depan dia menjadi orang yang tidak paham konsekuensi.

Momen diskusi dan rekonsiliasi

Satu hal yang penting dari sesi bapak galak adalah diskusi sesudah momen itu. Saya kadang juga galak sama Isto, tapi kemudian pasti ada rekonsiliasi. Untuk usia 2,5 tahun wujudnya adalah pelukan. Senang lho dipeluk anak yang habis dimarahi karena bagaimanapun perasaan sebagai bapak juga nggak enak.

Nah, sembari momen itu saya berusaha melakukan diskusi dan muaranya adalah mengulang esensi dari peristiwa sampai pada titik ketika Isto bisa mengulang sendiri konsekuensi jika dia melanggar batas. Kalau perlu momen pengulangan itu diungkit sedikit ketika anak sedang sesi main bebas biasa. Sekadar untuk tahu apakah peristiwa itu masuk ke dalam ingatannya.

Tentu saja dibutuhkan orangtua yang nggak malas dan ini saya akui sulit. Sebagai kaum rebahan, memang lebih mending rebahan daripada mendidik anak. Tapi bagaimanapun anak adalah titipan yang harus dijaga sebaik-baiknya, plus diupayakan bermanfaat setidaknya untuk sesama. Agama dan negara urusan nanti, lah. Dan untuk itu, diperlukan komitmen orangtua untuk memberikan dasar-dasar yang baik, ketika orangtuanya sendiri mungkin dasarnya belum baik.

Namanya juga jadi orangtua, tidak semudah orang bertanya, “kapan isi?” Ya, kan?

Asimetris di Sanmare

Post ini aslinya dibuat tahun 2017, tapi baru tayang 2020. Sedih bener nasib #KelilingKAJ saya. Hehe. Memang, sejak punya anak, ada sedikit perubahan arah kebijakan blog ini yang membuat #KelilingKAJ agak terpinggirkan. Namun hati nggak enak juga kalau proyek ini nggak selesai, apalagi sudah sepertiga jalan. Jadi, #KelilingKAJ kali ini akan merambah ke sebuah gereja di Dekenat Tangerang. Namanya Paroki Santa Maria Regina, atau lebih terkenal dengan nama Sanmare. Sedikit kisah, di gereja inilah saya pertama kali melakukan kedok religi kepada perempuan yang kemudian jadi ibu dari anak saya~~

Untuk mencapai Gereja Sanmare ini, bisa melalui Stasiun Pondok Ranji, kemudian jalan sedikit melewati tol, lantas naik angkot D09 sampai Hari-Hari. Atau dari Stasiun Jurangmangu ya tinggal naik ojek online. Gereja ini letaknya di samping Hari-Hari dan persis di seberang Bank Permata. Tepat di pojokan sebelum Taman Jajan, pokoknya. Dan jangan harap akan menemukan arsitektur ala Gereja semacam menara menjulang dengan Salib, karena arsitektur Sanmare memang tidak begitu.

Sanmare

Menurut website Paroki Sanmare, gedungnya dirancang menjadi satu masa bangunan tunggal yang kompak dengan bangunan mencakup berbagai fungsi bangunan seperti tempat ibadah itu sendiri, aula, pastoran hingga parkir. Dan bahwa Gereja Sanmare ini tidak seperti gereja kalau dari luar adalah karena bangunan dibuat dengan arsitektur simpel dan modern dengan bangunan utama ditarik ke bagian belakang untuk menyediakan ruang yang lumayan luas di depan sebagai ruang terbuka hijau.

Selengkapnya!