All posts by ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

Jenis-Jenis Pengirim Bahan Baku

Sekitar dua tahun bergulat dengan dunia per-herbal-an setidaknya sudah membuka mata saya bahwa dunia herbal itu berbeda cukup banyak dengan dunia farmasi pada umumnya. Tentunya karena kita nggak mungkin menerima daun yang bebas debu, padahal kita senewen minta ampun kalau ada tepung sejenis laktosa yang kemasannya berdebu. Padahal kan, aku tanpamu, butiran debu.

Nah, dalam kapasitas saya sebagai orang gudang–sesuatu yang amat sangat tidak relevan dengan passion saya dilihat dari sisi apapun–saya justru bertemu dengan pengirim-pengirim yang unik dan kadang bikin senyum tapi sesekali juga bikin sakit kepala. Satu hal yang saya sayangkan adalah mereka berulang kali mengirim bahan baku, tapi tidak sekalipun mengirim jodoh. Beberapa kali terlambat kirim dengan alasan macet, seakan menyindir orang gudang yang jodohnya macet. Yang menjadi sedikit kesesuaian adalah saya suka menyimpan perasaan dan barang-barang sentimentil. Kira-kira bahan baku itu sentimentil nggak ya?

Lanjut gan!

Kopi ASEAN 2015?

Saya lagi merebahkan diri setelah semalaman nggak bisa tidur di atas Kereta Api Senja Utama Solo. Lagi tidur-tiduran gini mata saya liar mencari jodoh…

…eh, bukan. Mata saya liar ke segala sisi yang ada di kamar adek saya. Dan saya ketemu kopi. Kebetulan menjadi indah ketika kemudian saya buka aseanblogger.com dan melihat bahwa topik #10daysforASEAN hari ini adalah kopi.

Sruput lanjutannya

Review: Student Guidebook For Dummies (Kevin Anggara)

Akhirnya dapat juga buku ini. Sesudah berputar-putar di toko buku yang ada di Cikarang–yang memang hanya ada satu–dan gagal, saya malah mendapatkan #bukukevin yang bertanda tangan. Jadi total saya sudah punya berapa buku bertanda tangan nih? Sekitar 4 atau 5 sepertinya. berhubung koleksi lain tidak ada tanda tangannya, jadi saya tanda tangani sendiri. Yang penting kan buku yang bertanda tangan.

Buku Student Guidebook For Dummies (SGFD) yang diketik sama Kevin Anggara ini sejak bab awal sudah memperlihatkan bahwa di era modern masa kini, dengan membuat tulisan berkarakter khusus di blog, bisa saja ada editor yang mendapatkan arahan untuk nyasar ke blog itu, dan ujung-ujungnya bisa jadi buku. Bab awal itu adalah…

…pertemuan absurd dengan editor.

Yah, bahkan janjian untuk pertemuannya saja sudah membawa cerita gaib sendiri ketika Kevin dan editor sama-sama mengklaim berada di depan Hotel Mercure dan dekat Sevel tapi tidak saling bertemu. Nah loh, ini buku horor apa buku komedi sih?

BACA AJA BIAR TAHU. HAHAHAHAHA

Buku Kevin ini ceritanya soal sekolah, mulai dari MOS, ulangan, PR, pacaran, gebetan, ekskul, dan sejenisnya. Nah, masalahnya buat saya adalah pada usia saya yang tu…

…juh belas tahun sudah lewat banyak. Uhuk.

Saya itu lulus SMA aja waktu Presidennya belum Pak SBY lho. Pas saya lulusan itu Pak SBY lagi asyik nyanyi Pelangi Di Matamu, lagu andalan pas kampanye. Sekarang Pak SBY sudah mau menjabat dua periode. Jadi secara kontekstual mungkin ada beberapa perbedaan. Sama satu lagi, SMA saya isinya cowok semua, jadi nggak ada ceritanya menggebet teman sekelas, kecuali maho.

Oke, secara kontekstual mungkin kurang cocok buat saya, tapi buat yang lain dijamin sesuai. Bagi kalangan uzur seperti saya, isi buku ini bisa menguak nostalgia masa remaja. Jadi bisa nih kakek-kakek cerita pakai buku Kevin sambil bilang, “dulu Kakek juga ngelempar hasil ulangan nilai 3 ke ring basket lho, cu…”

Untuk anak muda masa kini yang ada pemuda harapan bangsa?

Tersedia aneka tips yang penerapannya dikembalikan pada keinginan masing-masing.

Oya, buku ini saya baca sambil ngemper di Stasiun Senen, dan syukurlah saya sudah dilatih untuk ngakak dikulum, sama halnya dengan latihan nguap ditelen agar nggak kelihatan ngantuk waktu meeting, serta tidur melek agar tetap tampak serius waktu pembahasan supply produk.

NASIB KANTORAN.

Dan sebagai orang Supply Chain, saya agak shock dan ngakak ketika Kevin, si anak SMA, menulis soal…

…Demand Supply.

Buset. Saya belajar bertahun-tahun untuk menjadi seorang Supply Chain Officer, dan Kevin menulis soal itu di bukunya.

*kemudian garuk-garuk laporan demand supply*

Satu lagi, ilustrasi di dalam SFGD ini keren habis, menunjang isinya yang juga keren. Cukup layak dibaca bagi anak sekolahan, dan bakal saya kasih ke Bapak dan Mama saya yang bekerja sebagai guru. Supaya dapat input tambahan dalam menangani anak labil, berhubung buku ini ditulis sendiri sama anak muda labil…

…dan review ini ditulis oleh pemuda dewasa yang juga labil.

#YEAH

Indonesia, A Tropical Paradise

Perkara branding ini seharusnya bukan pekerjaan seorang apoteker merangkap penulis galau kayak saya. Tapi #10daysforASEAN hari ketiga ini memberi tantangan unik kepada blogger-blogger ASEAN yang kece-kece ini.

Yup, tantangan soal branding nation.

Selengkapnya

Borobudur & Angkor Wat: Sebuah Perspektif Sederhana

Kalau menyebut Candi Borobudur, yang terlintas di benak saya adalah…

…tempat ketika saya jalan-jalan sama keluarga mantan, dua tahun silam.

Ah, tapi kan saya harus berpikir sesuai falsafah Jawa yang direkayasa oleh anak UKF Dolanz-Dolanz:

Duren duren, roti roti
Mbiyen mbiyen, saiki saiki
Durian durian, roti roti
Dulu dulu, sekarang sekarang

Jadi, biarlah masa lalu menjadi masa lalu.

Eh, ini kok malah ngomongin masa lalu sih?

Kembali ke topik

Salon Thailand? Siapa Takut?

Mendapat kesempatan mengikuti sosialisasi perihal ASEAN Economic Community (AEC) 2015 ternyata adalah sebuah hal berharga buat saya. Dalam rangka mengamalkan ilmu-ilmu yang saya dapat hari Sabtu kemarin di Caraka Loka, dan mengingat saya sudah dapat kaos dan flashdisk, maka saya mencoba mengikuti #10daysforASEAN via ariesadhar.com ini.

Lebih lanjut klik disini

Tentang USB Flashdisk

Kemaren habis ikut acara ASEAN Blogger dan rada kaget waktu registrasi ulang. Kenapa kaget? Karena selain dapat kaos, saya juga dapat sebuah USB Flash Drive JetFlash 16 GB. Wew. Ini USB Flashdisk dengan kapasitas terbesar yang saya punya. Lumayan untuk back up foto-fotonya si EOS. Mungkin juga bisa sekalian back up foto-foto mantan gebetan.

Dan karena benda yang satu ini, saya jadi ingat USB Flashdisk pertama saya. Jujur saya lupa merk-nya apa, kalau tidak salah sih My Flash. Benda itu dua tahun yang lalu saya hibahkan ke si Dani, katanya untuk pelajaran TIK. Itu pelajaran apa sih? Tidak Ingin Kehilangan? Tetap Ingin Kembali?

Selanjutnya

Saya Orang Indonesia

“Kamu orang mana?”

“Orang Indonesia.”

Itu jawaban saya untuk setiap pertanyaan yang muncul kepada saya soal asal muasal saya. Yup, identitas ‘kamu orang mana’ sebenarnya sangat identik pada kesukuan sih. Tapi, sebagai keturunan Jawa Batak yang lahir di Minang, saya harus jawab apa kalau begitu?

Selengkapnya

Pentingnya Nama Bagi Orang Batak

Kalau William Shakespeare itu orang Batak, pasti dia nggak akan mengeluarkan pernyataan “apalah arti sebuah nama”. Ya, untungnya pujangga ternama itu bukan orang Batak. Coba kalau dia orang Batak, nggak mungkin cerita Romeo dan Juliet akan begitu kan?

Mungkin cerita Romeo dan Juliet akan jadi semacam yang dilakukan Opung saya yang mengejar anaknya yang kawin lari dengan naik kendaraan roda dua. Ya pada akhirnya yang kawin lari itu juga nggak terus bunuh diri biar romantis kok. Keduanya langgeng sampai kakek-nenek.

Jadi apa ini maksudnya?

Maksudnya adalah…