Jangan Ada Koruptor di Masa Depan

Di masa ini banyak sekali koruptor-koruptor. Jika masih ada koruptor di masa depan, nanti Indonesia memiliki hidup seperti ini saja.

People in a muddy slum with rundown houses and anti-corruption signs near modern city skyscrapers
Residents in a muddy slum with city skyscrapers and anti-corruption signs in the background

Ini adalah insiden beneran (disalin dari Google):

Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara (Jembatan Tenggarong) pada 26 November 2011 yang menewaskan 24 orang sangat kuat diduga terkait dengan tindak pidana korupsi pada tahap pemeliharaan dan pengerjaannya. Penyelidikan mendalam mengungkap adanya kelalaian teknis, rekayasa, dan penyimpangan anggaran yang memicu tragedi tersebut.

Oh ya, saya juga lupa contohkan korupsi. Ini adalah contoh korupsi. Jadi Papa aku punya 5 juta dari Mama, dan aku mau dibelikan tablet Redmi Pad Pro. Dan daripada Papa aku ke Redmi Store, Papa aku ke Axioo Store dan dibeli tablet 2 juta saja tetapi dibilang 5 juta. Jadi di mana 3 juta itu? 3 juta itu di Papa. Berarti Papa korupsi.

Christian Chivu: Pelatih Penjas dan Kebangkitan Hegemoni Inter

Pembantaian yang diorkestrasi oleh Vitinha pada final Liga Champions 2024/2025 tampak seperti sebuah akhir era bagi Inter. Selepas dari kekalahan 5-0 tersebut, Simone Inzaghi keluar dari Inter. Padahal Inzaghi begitu dipuja karena berhasil mengantar Inter yang notabene berskuad aki-aki ke level yang pantas.

Tidak lama sesudah Inzaghi keluar, Inter merilis nama baru tapi lama sebagai pembesut skuad: Christian Eugen Chivu. Pelatih asal Rumania ini adalah bagian penting dari skuad legendaris treble 2010. Persoalannya, Chivu datang tanpa CV mentereng. Pengalamannya di kepelatihan papan atas hanya 13 pertandingan bersama Parma. Selebihnya, Chivu ada di tim junior Inter dengan prestasi tertinggi juara Primavera 21/22.

Musimnya Chivu juara itu sebenarnya Inter juga tidak di pucuk. Di klasemen regular, Inter ketinggalan jauh dari AS Roma. Namun kemudian Inter berjaya di Campionato Primavera Fase Finale 21/22 dengan cara yang tidak mulus-mulus benar. Di semifinal, mereka ketinggalan dari Cagliari 3-0 di babak pertama sebelum kemudian comeback 3-3 di waktu normal dan lantas menang. Di final lawan AS Roma, mereka juga ketinggalan di menit ke-70 sebelum kemudian menyamakan kedudukan dan berbalik unggul lewat gol Nikola Iliev. Di tim Chivu tersebut ada nama-nama seperti Cesare Casadei, Giovanni Fabbian, hingga Valentin Carboni.

Profil yang kebanting dengan Inzaghi ini kemudian membuat Chivu kerap disebut sebagai (((PELATIH PENJAS))). Boleh dibilang kebanting juga dengan AC Milan yang membawa kembali dark system dengan masuknya Max Allegri.

Awal yang Kandas

Tidak lama sesudah final Liga Champions, Inter melanjutkan musim ke ajang bergengsi FIFA Club World Cup (CWC) 2025 di Amerika Serikat. Dengan periode persiapan yang singkat, Inter tampil kurang greget di sana. Inter memang lolos ke 16 besar, namun menang “hanya” 2-1 dari Urawa Reds Diamonds dan bahkan imbang dengan Monterrey menjadi penanda bahwa Inter tidak akan lama. Benar saja, di 16 Besar, Inter kandas dari Fluminese dengan gol di menit 3 dan 90+3. Ke-penjas-an Chivu menjadi terang benderang.

Di awal musim 2025/2026 pun, Inter masih kurang performanya dengan kalah berturut-turut dari duo Zebra: Udinese dan Juventus. Untungnya Chivu segera bangkit dan mulai meraih kemenangan.

Menariknya, Inter di musim ini sangat rival-friendly. Inter kalah dari Juve 4-3, lalu Napoli 3-1, kemudian Milan 1-0 sebanyak 2 kali. Tapi ya sudah itu saja kalahnya. Dengan Udinese tadi berarti 5 kali kalah. Kebetulan pula musuh pada goyang semua. Baik Napoli, Juve, maupun Milan sering memperoleh hasil yang aneh-aneh sehingga kemudian Inter yang konsisten bisa melenggang sendirian.

Selebrasi 2 gelar Chivu 18 Mei 2026 (SS FB Inter, diedit dengan AI)

DNA 2010 dan PR Besar di Eropa

Chivu, yang datang dengan keraguan publik setelah kegagalan transisi kepelatihan pasca-Inzaghi, akhirnya berhasil membungkam kritik dengan cara yang paling elegan: membawa pulang trofi Serie A ke-21 dan Coppa Italia ke-10 ke lemari piala Appiano Gentile. Boleh dibilang, Chivu memainkan peran ala final 2010: struktur sebelum improvisasi.

Inter memang masih di bawah Como dan AS Roma sampai pekan ke-37 dalam hal kebobolan. Interisti juga paham karena di 2025/2026 ini penampilan kiper utama, Yann Sommer, sering ngablu. Tapi ya dengan kiper ngablu saja bisa juara, lho. Penyerangan kemudian menjadi kunci. Selisih gol Inter hingga pekan ke-37 adalah 54. Selisih ini bahkan masih lebih tinggi daripada seluruh gol AC Milan sampei dengan pekan ke-37 (52).

Keberhasilan Chivu adalah kemenangan bagi sistem akademi Inter. Sebelum ke Parma, selama tujuh tahun Chivu memilih untuk tetap berada di balik layar, melatih tim U-17 hingga Primavera. Boleh dibilang, Chivu paham benar cara meningkatkan performa pemain muda sekaligus menggeber pemain tua seperti Henrikh Mkhitaryan yang umurnya tidak jauh dari dia. Jangan lupakan pula bahwa salah satu pembeda di musim ini adalah Pio Esposito yang masih 20 tahun.

Boleh dibilang juga, Chivu adalah salah satu aktor yang membuat Inter gagal juara tahun lalu. Sebagaimana diketahui, selisih poin dengan Napoli itu tipis sekali. Dalam petualangan menuju akhir musim, Inter dijamu Parma-nya Chivu dan sudah unggul 2-0 duluan. Parma kemudian membuat 2 gol yang menyamakan kedudukan dan mereduksi 3 poin Inter menjadi 1 saja. Poin yang rupanya krusial menjadi pembeda di akhir musim.

Meskipun merajai Italia, alergi Chivu terhadap tim-tim underdog di kompetisi internasional belum sepenuhnya hilang. Kekalahan di CWC terulang dalam skala berbeda di Liga Champions.

Tersingkirnya Inter oleh FK Bodø/Glimt adalah noda terbesar musim ini. Dua kali kalah di dua leg oleh tim yang kemudian dibabat oleh Sporting Lisbon tentu merupakan PR yang harus dikerjakan oleh Chivu. Belum lagi, Inter juga meraih hasil buruk kala bertemu rival lain di babak awal Liga Champions.

Kalau berharap belanja tentu sulit, tapi Inter sudah biasa dengan kemiskinan. Sekurang-kurangnya, Interisti tetap bisa percaya bahwa Inter berada di tangan yang sama level kualitasnya dengan Inzaghi serta tidak secerewet Antonio Conte dalam hal pembelian pemain.

Christian Chivu telah menjawab keraguan sebagai pelatih penjas dengan 2 trofi. Ia membawa Inter kembali ke jalur kejayaan domestik dengan memadukan disiplin gaya lama dan pemahaman mendalam tentang bakat muda. Meskipun kegagalan di CWC dan Liga Champions menunjukkan bahwa ia masih dalam proses belajar di panggung dunia, statusnya sebagai legenda baik sebagai pemain dan pelatih tak terbantahkan.

Chivu dan Helm-nya pada Perayaan Scudetto Inter 18 Mei 2026 (SS dari FB Inter, diedit dengan AI)

Chivu bukan lagi sekadar bek kiri dengan pelindung kepala tetapi arsitek yang membangun kembali kejayaan Inter Milan dari puing-puing kegagalan musim sebelumnya. Musim 2025/2026 hendaknya menjadi awal dari era baru Inter Milan sesuai fitrahnya yang tangguh, pragmatis, dan paling terpenting: juara.

ASUS ExpertBookUltra Diperkenalkan sebagai Laptop Kelas Atas untuk Kebutuhan Kerja Saat Ini

Graphical user interface

Description automatically generated

Jakarta, 7 Mei 2026 – ASUS memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra sebagai laptop kelas atas yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kerja yang semakin beragam. Laptop ini dikembangkan untuk membantu pengguna yang harus mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan, berpindah tempat, serta membutuhkan kinerja yang cepat dan stabil.

Pengembangannya juga melibatkan dukungan teknologi dari Intel dan Microsoft, sehingga laptop ini tidak hanya mengandalkan spesifikasi tinggi, tetapi juga dukungan sistem yang saling terhubung untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.

Desain Ringan yang Tetap Kuat untuk Dibawa Seharian

ASUS merancang laptop ini agar mudah dibawa tanpa mengorbankan kekuatan. ASUS ExpertBook Ultra menggunakan magnesium-aluminium alloy AZ31B yang dikenal ringan sekaligus kokoh. Bagian luarnya dilapisi ASUS Nano Ceramic Technology dengan tingkat kekerasan hingga 9H, sehingga lebih tahan terhadap goresan saat digunakan sehari-hari.

Bobotnya hanya 0,99 kg, sehingga nyaman dibawa ke berbagai tempat. Meskipun ringan, ASUS tetap menyematkan baterai 70Wh yang mampu digunakan hingga 26 jam dalam kondisi tertentu. Hal ini membantu pengguna tetap bekerja tanpa sering mencari sumber listrik.

Kinerja Tetap Stabil untuk Pekerjaan Berat

ASUS memastikan laptop ini mampu menjalankan berbagai pekerjaan tanpa hambatan. Laptop ini menggunakan Intel® Core™ Ultra X9 Series 3 yang didukung sistem pendingin ASUS ExpertCool Pro. Sistem ini menjaga kinerja tetap stabil hingga 50W tanpa penurunan performa saat digunakan dalam waktu lama.

Untuk kebutuhan grafis, Intel® Arc™ B390 memberikan kemampuan yang cukup untuk mengolah visual maupun menjalankan aplikasi berat. ASUS juga melengkapinya dengan RAM hingga 9600MT/s serta PCIe® Gen5 x4 SSD. Kombinasi ini membuat proses membuka aplikasi, memindahkan file, hingga mengolah data menjadi lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.

Layar Jernih dan Audio yang Mendukung Aktivitas Harian

ASUS memberikan perhatian khusus pada kenyamanan saat menggunakan laptop dalam waktu lama. Laptop ini menggunakan layar sentuh 14 inci 3K Tandem OLED dengan refresh rate 30 sampai 120Hz. Tampilan yang dihasilkan terlihat tajam dan tetap efisien dalam penggunaan daya.

Kecerahan layar mencapai 1400 nits peak HDR, sehingga tetap nyaman digunakan di dalam maupun luar ruangan. Lapisan Gorilla Glass Matte dengan fitur anti-glare membantu mengurangi pantulan cahaya yang mengganggu. Untuk audio, sistem Dolby Atmos® 6-speaker menghasilkan suara yang jelas. Hal ini mendukung aktivitas seperti rapat online, presentasi, maupun menikmati konten hiburan.

Penggunaan Lebih Nyaman dengan Fitur Lengkap

ASUS menghadirkan pengalaman penggunaan yang mendukung pekerjaan sehari-hari. Keyboard dirancang dengan key travel 1,5 mm sehingga tetap nyaman saat mengetik dalam waktu lama. Fitur spill-resistant memberikan perlindungan tambahan jika terkena cairan.

Haptic touchpad memberikan respons yang akurat, sehingga tetap nyaman digunakan tanpa mouse. Dari sisi konektivitas, laptop ini menyediakan berbagai port seperti USB-C®, USB-A, HDMI® 2.1, dan audio jack. Dengan port yang lengkap, pengguna tidak perlu bergantung pada adaptor tambahan.

Fitur Berbasis AI dan Keamanan yang Lebih Terjaga

ASUS melengkapi laptop ini dengan fitur berbasis AI yang dapat langsung digunakan. Melalui MyExpert AI, pengguna dapat memanfaatkan fitur seperti AI ExpertMeet dan Knowledge Hub yang berjalan secara lokal. Dukungan dari Microsoft Copilot+ memungkinkan pembuatan catatan rapat, penerjemahan, dan pencarian dokumen dilakukan langsung di laptop.

Untuk keamanan, laptop ini telah memenuhi standar NIST SP 800-193. ASUS juga menyertakan BIOS self-healing, sensor sidik jari, serta IR facial recognition. Fitur ini membantu menjaga data tetap aman, terutama untuk pekerjaan yang bersifat penting.

Didukung Kolaborasi Teknologi dari Berbagai Pihak

Peluncuran ASUS ExpertBook Ultra menunjukkan kerja sama teknologi yang kuat antara ASUS, Intel, dan Microsoft.

ASUS menegaskan bahwa laptop ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kerja saat ini tanpa mengorbankan kinerja maupun kenyamanan. Intel menghadirkan dukungan pemrosesan AI yang lebih efisien, sementara Microsoft menyediakan integrasi Copilot+ untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan langsung di laptop.

Kolaborasi ini membuat ASUS ExpertBook Ultra tidak hanya mengandalkan spesifikasi, tetapi juga dukungan teknologi yang saling melengkapi.

Laptop untuk Kebutuhan Kerja yang Semakin Kompleks

ASUS ExpertBook Ultra dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi kerja.Dengan bobot ringan, kinerja yang stabil, layar berkualitas, serta fitur AI dan keamanan yang lengkap, laptop ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan administrasi hingga pengolahan data. ASUS menghadirkan laptop ini sebagai pilihan bagi pengguna yang membutuhkan laptop yang cepat, mudah dibawa, dan dapat diandalkan untuk penggunaan sehari-hari.

Spesifikasi ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA) 

Nama ModelASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA)Mobile workstation ultra-portabel yang menghancurkan batas antara portabilitas laptop sub-1kg dan performa setara desktop, bertindak sebagai instrumen ROI tanpa kompromi untuk pemimpin enterprise.
Sistem OperasiWindows 11 Pro / Home / Pro Education (64-bit)
Prosesor & Komputasi AI (CPU & NPU)Hingga Intel® Core™ Ultra X9-388H (Opsi: X7-358H, U7-356H, U5-325) NPU: Dedicated 50 TOPS Neural Processing Unit Total Platform: Hingga 180 TOPS. TDP: 50W Sustained Thermal Design Power via ASUS ExpertCool Pro Technology.  NPU 50 TOPS memungkinkan eksekusi interferensi LLM berat secara lokal sepenuhnya dan tanpa latensi, terjemahan real-time, dan tugas AI generatif tanpa bergantung pada cloud—memastikan privasi data ketat dan memangkas biaya komputasi cloud. TDP 50W tanpa throttling memungkinkan multitasking selevel workstation di sasis tipis 10,9mm.
Grafis (GPU)Hingga Integrated Intel® Arc™ B390 (12 Xe Cores)Arsitektur heterogen memungkinkan GPU terintegrasi ini untuk mengungguli GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 (pada TGP 30W) hingga ~35% dalam 3DMark Time Spy. Profesional dapat dengan mudah menangani pengeditan video 4K, visualisasi data 3D yang kompleks, dan akselerasi grafis AI paralel langsung secara on-device.
Memori (RAM)Hingga 64 GB LPDDR5x @ 9600 MT/sMelampaui standar 8533/8448 MT/s pada pesaing, bandwidth sangat cepat 9600 MT/s melenyapkan hambatan data. Ini memastikan NPU dan GPU dipasok data secara konsisten, memberikan respons instan saat menjalankan berbagai mesin virtual atau set data masif.
Storage (SSD)Hingga 2 TB M.2 PCIe® Gen 5.0 x4 NVMe (Opsi OPAL 2.0 SED)Secara harfiah dua kali lipat lebih cepat dari SSD Gen 4 yang digunakan oleh pesaing utama. Kecepatan 14.000+ MB/s ini berarti gigabyte model AI lokal, raw footage 8K, dan lingkungan perangkat lunak berat dapat dimuat dalam hitungan milidetik. Enkripsi OPAL tingkat perangkat keras menjaga IP perusahaan terkunci secara kriptografis seandainya drive tersebut dicuri.
Teknologi Layar (Tandem OLED)14″ 16:10, 3K (2880 x 1800) 120Hz Anti-glare Touchscreen Tandem OLED Metrik: 30-120Hz VRR, 1400 nits HDR Peak, 600 nits SDR, 960Hz native PWM, 100% DCI-P3, Delta-E < 1, VESA DisplayHDR True Black 1000.
Struktur dua lapis Tandem memberikan tiga kali lipat kecerahan sambil mengkonsumsi 40% lebih sedikit daya, menurunkan risiko burn-in secara drastis. Kecerahan puncak 1400-nit menjamin akurasi warna dan visibilitas sempurna bahkan saat presentasi klien di outdoor.
Teknologi Layar (Polymer OLED)14″ 16:10, 3K (2880 x 1800) Touchscreen POLED Metrik: 120Hz refresh rate, 1000 nits HDR, 450 nits SDR, 720Hz native PWM.
Menawarkan konfigurasi perangkat teringan secara absolut (0,99 kg) dengan kejelasan gerak ultra-lancar 120Hz untuk scrolling kecepatan tinggi dan konten yang dinamis.
Glass & Anti-Glare TechCorning® Gorilla® Glass Victus + Corning® Gorilla® Matte Metrik: 19 GU (Gloss Units), 80% pengurangan silau, 50% pengurangan kerlip.
Nano-etching mikroskopis mencapai rasio pantulan absurd di 19 GU (dibandingkan ~80 GU pada layar anti-silau standar). Ini menciptakan pengalaman pandang layaknya kertas yang drastis mengurangi ketegangan mata dan menyipitkan mata saat sesi maraton bekerja, dengan proteksi Victus menahan benturan dan goresan hingga durabilitas beban 100 kg.
Thermal SystemASUS ExpertCool Pro Technology Arsitektur: Kipas bantalan dinamis fluida ganda, 97 bilah Polimer Kristal Cair (0,15mm), sirip heatsink aluminium ultra-tipis 0,1mm, tekanan udara positif crosswind (+12% tekanan pusat). Akustik: <20dB (Mode Whisper, 15W CPU TDP), <28dB (Mode Standard, 25W CPU TDP), <42dB (Mode Performance, 45W CPU TDP). Mencegah thermal throttling bahkan ketika layar ditutup dan masuk docking. Anda mendapatkan 25W daya murni hampir dalam keheningan total (<28dB), memastikan suasana rapat direksi atau perpustakaan yang sangat profesional dan tanpa distraksi.
KeyboardFull-size, Backlit, Water Spill-Resistant dengan Lapisan UV Khusus Metrik: Key travel 1,5 mm, key pitch 19,05mm, key dish 0,2mm. Mempertahankan travel dalam layaknya desktop 1,5mm (mengalahkan rata-rata industri 1,1mm) agar tidak lelah mengetik. Lapisan UV spesifiknya menyajikan sentuhan tanpa kilap nan sutra lembut yang tahan menepis sidik jari, noda kotoran, bahan pembersih kimia. LED Mic/Mute spesifik menghindari rasa malu saat conferencing.
Touchpad110 cm² Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad Perangkat Keras: AAC haptic motor, 6 sensor gaya independen. Meniadakan mekanisme engsel kuno. Keenam sensor memberikan feedback tekanan yang seragam, simetris dan sama sekali diam (silent) dimanapun jari ditekan. Sentuhan gestur meluncur (slide gestures) otomatis mengatur cerah layar dan kelantangan suara membebaskan pencarian tombol Function.
I/O PortsKiri: 1x Thunderbolt™ 4 (40Gbps, 4K, PD3.0), 1x USB-A 3.2 Gen2 (10Gbps), 1x HDMI 2.1 TMDS (4K@60Hz), 1x 3.5mm combo jack. Kanan: 1x Thunderbolt™ 4 (40Gbps, 4K, PD3.0), 1x USB-A 3.2 Gen2 (10Gbps). Mobilitas bebas-dongle seutuhnya.
Melalui port kecepatan tinggi Type-C dan Type-A di kedua belah perangkat, kaum profesional leluasa menyematkan pernak-pernik gawai apa pun terlepas posisi meja.
Wireless & AntennasTriple-band 2×2 Wi-Fi 7 (802.11be) + Bluetooth® 6.0 dengan LDS Metrik: Integrasi antena 3D Laser Direct Structuring (LDS) membuahkan 43% perbaikan efisiensi pada gelombang 5GHz & 6GHz.  Dengan mencetak langsung ke atas plastik pembuangan angin, interferensi baja sasis sanggup terhindarkan. Hal ini menumbuhkan pilar gelombang utuh, tanpa rontok di area semrawut nan padat misal ruang tunggu VIP maupun ajang teknologi mumpuni.
Audio & Mikrofon6-Speaker Spatial Audio dengan Dolby Atmos Perangkat Keras: 2x 3411 Dual-diaphragm 5cc woofers, 2x 1610 tweeters, 2x Cirrus CS35L56 Smart Amps, 1x Cirrus CS42L43 DAC. Metrik: 95dB peak loudness.  Menghancurkan kualitas audio rata-rata ultrabook (menyentuh 95dB vs 85dB pesaing). Penataan tumpuk woofer/tweeter menyerukan bass melimpah bertabur rentang vokal tajam. Saat digabung mikrofon Noise-Canceling AI berbasis “VoicePrint”, Anda siap menuntaskan hybrid meeting di kafe gaduh tanpa perlu menggunakan headset.
Baterai & Pengisian Daya70 Wh, 4-cell Li-Polymer (Arsitektur 2S2P) Metrik: Daya hidup baterai hingga 26 jam. 50% daya dalam 30 menit. Mendukung input 5V-20V full range charge. Penyemaian 2S2P (2-series, 2-parallel / 7.8V) mengamankan kebocoran pertukaran sirkuit di fase konversi DC-DC. Mengapit dukungan listrik full-range 5V-20V, top-up bebas merdeka dimanapun berbekal sumber daya soket maskapai bangku penerbangan komersil maupun power bank saku.
Keamanan EnterpriseASUS ExpertGuardian & NIST SP 800-193 Compliance Perangkat Keras: ASUS Security Processor, Dual Self-healing BIOS ROM, Discrete TPM 2.0 (FIPS 140-2), Microsoft Pluton, Match-on-Chip Fingerprint, Windows Hello IR, Physical Webcam Shield, Chassis Intrusion Alert.  Kompilasi kualifikasi PC Secured-Core Windows dari awal rilis kardus. Kepatuhan NIST SP 800-193 menangkal telak penginfeksi UEFI bandel layaknya LoJax dari mengunci data vital perusahaan diam-diam.
Sasis & DurabilitasCNC AZ31B Magnesium-Aluminum dengan ASUS Nano Ceramic Technology Metrik: Kekerasan 9H. MIL-STD-810H (24 prosedur). 157 Tes ASUS (50 Ribu ayunan engsel, tekanan setara 100 Ribu sentuhan tangan).  Paduan logam kedirgantaraan menguras massa berat sebanyak 34%. Oksidasi keramik PEO menajamkan toleransi gesek hingga lima lapis atas rata-rata sasis metal konvensional. Laptop sanggup mematahkan skema hitungan TCO dan abadi dari penganiayaan enterprise.
Dimensi & Bobot31.09 x 21.28 x 1.09 cm Versi POLED: 0,99 kg Versi Tandem OLED: 1,09 kg Representasi final “Featherlight.”. Profilnya lebih mungil melampaui rentang para rival ukuran setara; mengusir keletihan pundak dan tangan, namun tetap memangku kinerja utuh.

Laman resmi produk:

ASUS ExpertBook Ultra|AI PC for Work | ASUS Global

Kontak ASUS Indonesia: https://www.asus.com/id/

ASUS Business: https://www.asus.com/id/business/ 
ASUS Indonesia Instagram: https://www.instagram.com/asusid/ 
ASUS Indonesia TikTok: https://www.tiktok.com/@asus_expert_official 
ASUS Indonesia Facebook: https://facebook.com/ASUSIdOfficial 
ASUS Indonesia LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/asus-indonesia-464958179/ 
ASUS Indonesia YouTube: https://www.youtube.com/@AsusIndonesia