Jenis-Jenis Pengirim Bahan Baku

Sekitar dua tahun bergulat dengan dunia per-herbal-an setidaknya sudah membuka mata saya bahwa dunia herbal itu berbeda cukup banyak dengan dunia farmasi pada umumnya. Tentunya karena kita nggak mungkin menerima daun yang bebas debu, padahal kita senewen minta ampun kalau ada tepung sejenis laktosa yang kemasannya berdebu. Padahal kan, aku tanpamu, butiran debu.

Nah, dalam kapasitas saya sebagai orang gudang–sesuatu yang amat sangat tidak relevan dengan passion saya dilihat dari sisi apapun–saya justru bertemu dengan pengirim-pengirim yang unik dan kadang bikin senyum tapi sesekali juga bikin sakit kepala. Satu hal yang saya sayangkan adalah mereka berulang kali mengirim bahan baku, tapi tidak sekalipun mengirim jodoh. Beberapa kali terlambat kirim dengan alasan macet, seakan menyindir orang gudang yang jodohnya macet. Yang menjadi sedikit kesesuaian adalah saya suka menyimpan perasaan dan barang-barang sentimentil. Kira-kira bahan baku itu sentimentil nggak ya?

Lanjut gan!

Advertisements

Ketika Membuka Kembali Skripsi Sendiri

Besok masuk. Ya, libur 4 harinya sudah berakhir, 2 libur tanggal merah, 2 weekend biasa. Maka edisi luntang lantung gaje akan diakhiri. Terutama mengingat sesudah ini, target produksi di tempat kerja saya begitu kencangnya. Ya, siapapun yang pernah bilang “katek gawe” harus tahu ini.

Maka, tanpa tag cerita farmasi, saya akan mengulas kembali berbagai hal yang saya temukan begitu membuka kembali skripsi saya. Oya, kenapa ini skripsi bisa saya buka lagi? Berawal dari setrika saya yang dipinjam sama Badrul, tapi dianya mudik dan setrika saya damai di kamarnya. Padahal saya punya seragam yang harus digosok. Nah, saya punya satu setrika lagi yang disimpan rapi di lubuk hati yang paling dalam. Maksudnya, di tumpukan barang lawas saya. Dan disitu juga ada skripsi saya.

Judul skripsi saya adalah “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pendapatan Dengan Perilaku Swamedikasi Sakit Kepala Oleh Ibu-Ibu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pada Bulan Juli-September 2007”

2007, sampai 2013…

Baca Lanjutannya