Jenis-Jenis Pengirim Bahan Baku

Sekitar dua tahun bergulat dengan dunia per-herbal-an setidaknya sudah membuka mata saya bahwa dunia herbal itu berbeda cukup banyak dengan dunia farmasi pada umumnya. Tentunya karena kita nggak mungkin menerima daun yang bebas debu, padahal kita senewen minta ampun kalau ada tepung sejenis laktosa yang kemasannya berdebu. Padahal kan, aku tanpamu, butiran debu.

Nah, dalam kapasitas saya sebagai orang gudang–sesuatu yang amat sangat tidak relevan dengan passion saya dilihat dari sisi apapun–saya justru bertemu dengan pengirim-pengirim yang unik dan kadang bikin senyum tapi sesekali juga bikin sakit kepala. Satu hal yang saya sayangkan adalah mereka berulang kali mengirim bahan baku, tapi tidak sekalipun mengirim jodoh. Beberapa kali terlambat kirim dengan alasan macet, seakan menyindir orang gudang yang jodohnya macet. Yang menjadi sedikit kesesuaian adalah saya suka menyimpan perasaan dan barang-barang sentimentil. Kira-kira bahan baku itu sentimentil nggak ya?

Lanjut gan!

Advertisements