“Aku Nggak Punya Visa”

Judul di atas mohon dibaca ala iklan yang sempat tenar dulu, “Aku nggak punya pulsaaa…”

Sudah dibaca demikian?

Kalau sudah, mari kita lanjut.

Visa merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara untuk seseorang agar dapat diberikan izin masuk ke suatu negara tersebut dalam periode waktu yang tertentu dan tujuan tertentu pula. Visa adalah izin yang tertulis dari pejabat yang berwenang pada perwakilan suatu negara yang berisi approval bagi masing-masing orang yang mengajukan visa untuk bisa masuk dan melakukan perjalanan ke wilayah negara tertentu.

Uniknya nih, khusus ASEAN, hanya Myanmar yang rada sulit dengan memberlakukan visa laiknya normal. Padahal yang lainnya sudah membebaskan untuk kalangan ASEAN. Kalau kata orang Jerman, Myanmar ini bedo dhewe.

Sebenarnya mudah menelaah kenapa Myanmar berlaku berbeda.

Sebab utamanya adalah Myanmar tergolong negara yang masih baru di Asia Raya ini. Malahan, bendera Myanmar sekarang itu beda dengan bendera yang saya kenal dulu waktu belajar ASEAN pertama kalinya. Selain itu, kita juga tahu bahwa Myanmar masih dipimpin oleh junta militer, yang tentu saja punya peraturan lebih ketat, walaupun sebenarnya mengurus visanya itu sendiri juga tidak terlalu sulit.

Eh, tapi kalau Myanmar beda sendiri, jadi sulit sendiri. Yang lain kan nggak sulit, wong nggak ngurus visa. Iya nggak sih?

Nah, dalam rangka Komunitas ASEAN 2015, bagi saya, Myanmar harus bisa menjadi sama dengan anggota lainnya kalau memang akan masuk komunitas. Dan saya sendiri berpikir bahwa sebenarnya Myanmar sudah ke arah sana kok. Pengurusan yang mudah sudah membuktikan tendensi tersebut.

Sistem komunitas ini akan mempermudah mobilisasi, dan sebagai konsekuensinya adalah peniadaan visa. Karena sudah pren jadi si pren tadi boleh ngapa-ngapain di kamar kos kita, dalam konteks tertentu, semisal bebas visa untuk kepentingan pariwisata. Ya, semacam itu.

Saya sendiri, paspor saja tidak punya, apalagi visa. Berhubung belum ada nasib yang membawa saya ke luar negeri. Jadi walaupun di #10daysforASEAN hari ini saya menulis tentang visa, sebenarnya saya sendiri ngawang-ngawang visa itu bentuknya seperti apa.

Seperti bakpao?
Atau seperti kenangan bersama mantan?

*galau detected*

Jadi, intinya sih, judul posting ini adalah curahan hati saya yang nggak pernah ke luar negeri. Tapi juga sekaligus cerminan untuk Komunitas ASEAN 2015 mendatang bahwa dengan perkataan yang sama, kita bisa dengan mudah menjelajah di negara-negara yang ada di dalam komunitas ASEAN.

Itulah gunanya teman.

Salam Visa!

Advertisements

One thought on ““Aku Nggak Punya Visa”

  1. Pingback: Petualangan #10daysforASEAN | Sebuah Perspektif Sederhana

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s