
Apakah hal yang lebih menyebalkan daripada Dora yang bertanya terus menerus padahal jawabannya sudah kelihatan di layar televisi? Yup! Rencana libur yang gagal. Seperti yang saya–dan beberapa teman–alami akhir tahun ini.
Seorang teman yang bekerja di kantor pemerintah tiba-tiba diminta masuk kantor pada 27-28 Desember untuk membuat laporan yang katanya akan diserahkan kepada Presiden Jokowi. Teman yang lain diminta membatalkan cuti yang sebelumnya telah disetujui karena ada pertemuan mendadak. Pertemuan yang menurut terawangan akan batal juga. Kasihan pokoknya. Oh, kasihan dan menyebalkan pada saat yang sama karena sebenarnya kegiatan-kegiatan semacam ini bisa direncanakan jauh-jauh hari. Sejauh harapan untuk balikan dengan mantan.
Namun, apapun yang terjadi, semua harus berjalan. Dan salah satu caranya adalah untuk tetap berlibur akhir tahun meskipun pada akhirnya perencanaan kota-kota seperti Jayapura, Semarang, Bandung, Pangkal Pinang, dan lain-lain itu berubah signifikan menjadi… Jakarta. Deuh.
Nah, lantas apa saja yang harus diperhatikan dan dapat diperbuat dalam rangka liburan akhir tahun di tengah kota Jakarta?
Tur Museum
Jakarta sebagai kota yang terbilang maturitasnya tingkat tinggi, juga dikenal dengan warisan budaya nan tiada duanya. Salah satunya adalah sederet museum yang letaknya tidak saling berjauhan dan bahkan berada di sekitar Jakarta Pusat. Artinya, dalam satu hari saja, kita bisa keliling ke beberapa museum sekaligus menikmati kenangan-kenangan tentang sejarah masa silam kehidupan di Jakarta–yang tambah lama tambah bikin penat itu.

Beberapa museum yang dapat dituju antara lain Museum Sejarah Fatahillah, Museum Taman Prasasti, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Kebangkitan Nasional, hingga Museum Sumpah Pemuda dan Museum MH Thamrin. Dua nama yang disebut belakangan bahkan bisa dicapai dengan jalan kaki saja.
Bagaimana? Menarik, bukan?
Tur Mal
Jakarta juga dikenal sebagai kota tempat mal bertumbuh dengan begitu hebat. Mal-mal baru selalu ada dan muncul meski kemacetan di sekitar mal lama sudah begitu padat. Nah, di tengah Jakarta yang mungkin sepi karena musim liburan, sebenarnya kita bisa berkunjung ke beberapa mal penting. Salah duanya adalah Grand Indonesia dan Plaza Indonesia yang depan-depanan serta berdekatan dengan Bundaran Hotel Indonesia. Kata teman saya yang tinggal di Jerman sana, isi Grand Indonesia itu kayaknya satu kota dia di sana. Heuheu.

Selain itu, di tengah Jakarta kita bisa bersua dengan mal-mal unik seperti Kota Kasablanka (Kokas) yang terkenal ngehits, Plaza Senayan yang dikenal dengan jam jogetnya, hingga Mal Taman Anggrek yang punya layar LED berukuran raksasa, mengalahkan ukuran gabungan beberapa lapangan futsal.
Dekat Kantor
Nah, karena ini statusnya adalah disuruh masuk kerja pada saat seharusnya libur, maka penting bagi kita memilih tempat berlibur akhir tahun di tengah kota Jakarta yang dekat dengan kantor. Pemilihan tempat yang dekat dengan Sudirman atau Kuningan dapat menjadi pilihan. Niatnya adalah sepulang kerja tidak perlu ribet lagi naik KRL Commuter Line atau bis atau motor untuk menikmati hidup. Tinggal order yang online-online pada jarak dekat dan kita sudah bisa pura-pura bahagia di tengah kota meski gagal libur ke tempat yang jauh.
Harga Bersaing
Nah, di tengah kota itu apakah berarti harus di hotel nan bagus-bagus dan tinggi-tinggi? Tidak juga! Meski berada di tengah kota, kita bisa kok mendapatkan penginapan dengan harga bersaing. Salah satunya adalah dengan menggunakan RedDoorz. Untuk kepentingan kita yang akan tur museum dan tur mal namun nggak boleh jauh-jauh dari Sudirman dan Kuningan, maka RedDoorz Near Perbanas Jakarta menjadi salah satu opsi yang ciamik untuk dieksekusi.
Saya sendiri adalah pelanggan lama RedDoorz dan sudah berulang kali berhasil menginap di tengah kota Jakarta dengan anggaran yang minimalis tetapi tidur yang maksimal. Saya sudah, bagaimana dengan kamu? Selamat berlibur walaupun nggak jadi boleh cuti, yha. Nikmatilah. Heuheu.



















“Ya, sekarang tidak perlu datang ke stasiun dan mengisi form sambil berdesak-desakan di loket stasiun ala generasi 90-an karena PT KAI telah menjalin kemitraan dengan banyak penyedia, salah satunya Traveloka yang pasti semua orang sudah tahu. Blog Bapak saja sudah berulang kali mengulas layanan yang tadinya adalah tempat paling yahud mencari harga tiket dan kini menjelma semakin komplit dengan aneka layanan yang bikin kita #JadiBisa macem-macem. Salah satunya, yha, tiket kereta api.”
“Sederhana saja, Nak. Traveloka menawarkan kemudahan-kemudahan dalam penggunaan baik aplikasi maupun jika pakai laptop. Selain juga layanannya yang sudah dikenal responsif. Salah satu yang menarik adalah kita mudah untuk memasukkan tujuan. Semisal Bapak mengetik ‘Jakarta’ dalam pencarian, maka kita bisa mendapati pilihan stasiun yang tersedia di Jakarta, mulai dari Gambir, Pasar Senen, hingga Jatinegara. Sebaliknya, ketika Bapak mengetik Cimahi, langsung muncul tulisan ‘Bandung’ dengan ‘CMI’ di bawahnya. Bagi yang sering beli tiket seperti Bapak mungkin nama stasiun bukan masalah karena sudah jadi hafalan. Akan tetapi, bagi mahasiswa yang mau interview dari Jogja ke Bandung, misalnya, tentu tidak semudah Bapak. Artinya, kemudahan yang diberikan Traveloka akan sangat membantu dalam pencarian.”
Saya kemudian melanjutkan, “Begitu stasiun awal dan akhir sudah dimasukkan, ada fitur lain yang juga bisa mempermudah yakni filter. Filternya unik dan khas Traveloka karena dapat mengelompokkan keberangkatan ke pagi, siang, atau malam. Ini juga mungkin tidak masalah jika tiada bagi orang-orang yang sudah paham rute. Akan tetapi, merupakan fitur yang sangat ampuh bagi yang sekali-kali jalan.”
“Traveloka juga menyediakan fitur pilih kursi sehingga yang berpasang-pasangan tetap bisa berduaan dan bikin iri hati depan dan belakangnya. Nanti yang semacam ini akan kita gangguin dengan paripurna. Fitur yang ini menurut Bapak juga disajikan dengan responsif dan mudah, terutama bagi perjalanan yang lagi sepi dan bisa eksplorasi gerbong demi gerbong. Oya, untuk tips naik kereta api ke Bandung utamanya kelas ekonomi non premium, jika dari Jakarta ke Bandung pilihlah nomor besar dan sebaliknya dari Bandung ke Jakarta pilih nomor kecil. Niscaya perjalanan kita tidak akan terbalik, Nak. Untuk premium, Bapak belum dapat polanya karena beberapa kali naik beda melulu.”
uka aneh-aneh, jamnya seringkali perjalanan Bapak untuk melihat kamu butuh penyesuaian yang mepet sehingga kadang baru dapat kepastian jam 2-3 siang untuk berharap bisa berangkat jam 6 sore karena langsung dari kantor. Untunglah, Traveloka menyediakan layanan bisa order mepet hingga 3 jam sebelum keberangkatan, sesuatu yang menjadi keistimewaan dari pesan tiket kereta api di Traveloka. Selain itu, Nak, Traveloka juga ada diskon channel dan kode unik yang jatuhnya bukan menambah, tapi mengurangi tagihan. Kan sisanya lumayan buat tambah-tambah beli popok kamu.”



