Danau Linow, Tempat Nongkrong Zaman Now

Danau LinowTempatNongkrongZaman Now

Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan pada posisi tidak bisa menolak, juga pada posisi tiba-tiba bersua tempat-tempat baru. Ya begitulah kisah saya bisa nyasar sampai Danau Linow ini.

Perjalanan ke Danau Linow sebenarnya beberapa jam lebih awal daripada kisah Tunan. Hanya karena Tunan terlalu sayang untuk ditunda kisah dan keindahannya, makanya Linow harus rela ditaruh agak ke belakang.

Danau Linow terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Tomohon diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Jelas, seperti Bukittinggi, namanya diapit gunung pasti ujungnya adalah sejuk. Kesejukannya begitu terasa karena jendela mobil dibuka, mengingat jalanannya yang naik turun bak hubungan Dilan dan Milea. Sesekali, sebelum tiba di Kota Tomohon dari Manado, kita akan melihat kebun bunga. Wajar, Tomohon punya julukan Kota Seribu Bunga.

Jarak Danau Linow dari Kota Manado kurang lebih 30 km atau sekitar 1 jam perjalanan versi teori. Di Manado yang macetnya lumayan, bisa menjelma jadi 1,5 jam. Danau Linow sendiri berada 3 km arah barat dari Kota Tomohon.

 

“Itu gunung apa, Pak? tanya kami kepada Pak Martin yang bawa mobil.
” Gunung Lokon.”
“Aktif?”
“Aktif.”

Lha, Gunung Lokon itu begitu terang benderang sepanjang perjalanan dengan bentuk segitiga sempurna. Dan kok ya aktif begitu, baru meletus tahun 2013 pula. Saya sendiri sudah lupa rasanya hidup di balik tiga gunung berapi, ya seperti ketika saya berada di Bukittinggi.

Oya, ngomong-ngomong, sepanjang jalan ke Danau Linow saya malu. Soalnya saya mabuk. Sebagai bocah Sumatera yang biasa naik ALS kok ya bisa-bisanya saya mabuk begini. Nanti di akhir cerita saya ungkap hipopotamus hipotesisnya.

Danau Linow dikelola oleh swasta, mudah terlihat dari tiket masuknya. Dari harga tiket, kita mendapat akses masuk plus welcome snack. Asyik juga.

Bau semacam telur busuk langsung menusuk hidung kala kita tiba di area Danau Linow yang luasnya kira-kira 35 hektar ini dengan dalam kurang lebih 5 meter ini. Aroma ini katanya berasal dari bau belerang yang tersebar di sekitar danau. Katanya lagi, belerang ini adalah sisa letusan Gunung Mahawu ratusan tahun yang silam.

Danau LinowTempatNongkrongZaman Now (2)

Oya, kata Linow sendiri diambil dari bahasa Minahasa yakni lilinowan. Artinya, tempat berkumpulnya air. Menurut kisah, di danau ini, kita dapat melihat warna air yang berubah-ubah warna antara hijau, biru dan kuning kecoklatan yang terjadi karena unsur belerang yang tertimbun dalam danau serta faktor pembiasan dan pantulan sinar matahari yang kemudian menyebabkan warna air bisa berubah.

Sayangnya, saya datang jelang gelap. Lha, habis ketemu Sekretaris Daerah segala, je. Masih untung bisa merasakan kesegaran dan keindahan Danau Linow sebelum disergap gelap. Baiknya sih datang pada pagi hari ketika udara masih bersih dan suhunya masih 18-20 derajat Celcius.

Satu hal yang pasti, dilarang berenang di Danau Linow, kecuali ingin masuk TV. Masuk TV karena kebodohan. Gitu. Cukup berkeliling di tepian danau saja sudah cukup. Sarananya disediakan, kok.

Akan tetapi, cara mengenang mantan yang tepat di Danau Linow adalah dengan duduk di cafe, ditemani pisang goreng khas Manado, dan secangkir teh panas. Pandanglah ujung danau di kejauhan dan ingatlah kenangan-kenangan dan mimpi bersama mantan. Waspada, jangan jadi mendadak ingin terjun.

Menurut informasi, dari ketinggian bukit, warna Danau Linow bisa tampak berubah-ubah, dari biru, kemudian hijau, lantas menjadi coklat kekuningan. Akan tetapi, saya belum membuktikannya karena ya itu tadi, datang saja sudah mau gelap. Perubahan warna disebabkan oleh kandungan belerang di danau dan pembiasan cahaya serta pantulan dari vegetasi di sekitar danau.

Danau LinowTempatNongkrongZaman Now (1)

Oya, ngomong-ngomong, kenapa saya nyaris mabuk? Kemungkinan besar adalah karena saya tidak mempersiapkan diri untuk perjalanan yang seperti itu. Karena dari awal hanya disebut sebagai sebuah tujuan yang “dekat” dan “tidak jauh”, jadi otak hanya mempersiapkan untuk yang sedekat Patung Yesus Memberkati. Siapa kira bakal sejauh ini. Untunglah saya hanya ingin muntah, tidak muntah beneran. Heuheu.

Karena kamu adalah apa yang kamu pikirkan…

Jadi, kapan nongkrong zaman now di Danau Linow?

 

Advertisements

7 thoughts on “Danau Linow, Tempat Nongkrong Zaman Now

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.