5 Gaya Casual Pria dengan Celana Jogger

farmto table

Banyak orang beranggapan bahwa gaya fashion pria selalu salah cenderung lebih monoton dibandingkan wanita. Padahal, kini banyak sekali item fashion yang diperuntukkan khusus untuk pria. Sehingga pria tetap bisa tampil maskulin dengan gaya yang lebih variatif.

Salah satu item fashion istimewa yang tak boleh dilewatkan oleh kaum pria modern adalah celana jogger atau yang lebih dikenal dengan sebutan jogger pants. Varian celana jogger pria bisa kita pesan melalui MatahariMall. Karena MatahariMall sudah menyiapkan koleksi celana jogger yang lengkap dan menarik. Kita pun bisa leluasa memilih celana jogger sesuai selera dan kebutuhan.

Lima gaya casual pria dengan celana jogger berikut ini dapat menjadi referensi yang tepat bagi kita:

Screenshot_1299

Sumber: express.com

Celana Jogger dengan Jaket Sporty
Celana jogger yang teksturnya lembut dan tidak terlalu berat sangat cocok digunakan untuk aktivitas olahraga. Kita bisa memadukannya dengan jaket untuk menambah kesan sporty. Pilihan warna celana jogger dan jaket sporty-nya bisa kita sesuaikan dengan selera. Biasanya warna-warna cerah bisa membuat kita terlihat lebih menarik dan terkesan bersemangat. Olahraga pun jadi semakin asyik bila kita bisa tetap terlihat stylish.

Celana Jogger dengan Kemeja Flanel
Bila kita ingin hangout bersama sahabat atau melakukan aktivitas santai lainnya, kita bisa memadukan celana jogger dengan kemeja flanel. Bahan kemeja flanel yang lembut dan sejuk akan membuat kita leluasa beraktivitas meski cuaca sedang panas. Bahkan padu padan yang satu ini juga cocok digunakan ketika beraktivitas di kantor. Asalkan kantor kita menerapkan konsep dress code business casual yang santai tetapi tetap sopan. Sebaiknya kita memilih celana jogger dengan warna-warna netral supaya mudah dipadukan dengan beragam warna kemeja flanel.

Screenshot_1300

Sumber: pinterest.com

Celana Jogger dengan T-Shirt dan Blazer
Siapa bilang kita tidak bisa tampil menarik di acara semi formal dengan menggunakan celana jogger. Kita tinggal memadukan celana jogger dengan t-shirt dan blazer semi formal supaya kelihatan lebih bergaya. Tentu saja pilihan celana joggernya harus sesuai dengan bentuk tubuh agar terkesan rapi. Sebaiknya kita memprioritaskan celana jogger warna hitam atau putih supaya tetap identik dengan kesan formal.

Celana Jogger dengan Hem Batik
Ternyata celana jogger juga cocok dipadukan dengan kemeja batik lengan pendek alias hem. Saat ini banyak sekali hem batik yang motifnya sangat bervariasi dengan model slim fit yang terkesan kekinian. Perpaduan celana jogger dengan hem batik bahkan bisa membuat tubuh kita tampak lebih proporsional. Sebab motif batik yang tepat bisa menutupi tumpukan lemak di sekitar perut. Variasi celana jogger yang berpadu dengan hem batik akan menghasilkan tampilan bergaya etnik yang terkesan unik.

Celana Jogger dengan Cardigan
Ketika cuaca sedang hujan, kita bisa tetap tampil stylish sekaligus nyaman dengan celana jogger tebal dan cardigan. Sehingga kita tidak mudah kedinginan walaupun harus beraktivitas di luar ruangan. Jangan lupa memilih celana jogger yang warnanya senada dengan cardigan. Supaya tampilan kita tetap tampak fashionable walaupun hanya dengan gaya simpel. Sebagai pelengkap, kita juga bisa menggunakan topi baseball untuk menambah rasa percaya diri.

Terbukti kan kalau padu padan celana jogger untuk pria tidak sulit dan sangat beraneka ragam. Kita hanya perlu menentukan gaya berpakaian yang membuat kita nyaman dan percaya diri. Sehingga orang lain yang beraktivitas bersama kita pun akan terpukau. Hargai diri sendiri dengan cara mengenakan pakaian yang nyaman, sopan, dan menarik.

Advertisements

[Review] Lontang-Lantung

Oke. Saya memang kebanyakan janji sama diri saya sendiri. Saya pernah janji–tanpa bilang siapa-siapa–bahwa saya akan ngereview buku-buku yang akan nongol di halaman belakang buku saya. Dan kebeneran, di halaman terakhir Oom Alfa, ada gambar SGFD alias #bukukevin dan satu lagi adalah novel yang akan saya bahas berikut ini:

Lontang-Lantung.

lontanglantung

Sebenarnya saya mengenal Oom Roy dari twitnya @pervertauditor. Saya adalah followernya si Pervie walaupun saya bukan akuntan dan tentu saja bukan enjinir. Lah, ini kok malah bahas Pervie?

Dan nama Lontang-Lantung kemudian mengemuka ketika saya makan bareng editor-editor Bukune di FX. Fial–editor Lontang-Lantung–bercerita soal penamaan Yohan Sitompul, yang ada di blurb buku ini. Jadi, saya akhirnya mengharuskan diri untuk membaca dan membeli buku ini.

Ehm, tentu saja saya beli dulu baru baca.

Dibandingkan dengan SGFD punya Kevin, tentu saja Lontang-Lantung lebih sesuai dengan konteks hidup saya sekarang. Saya sudah beberapa tahun ini merintis karier sebagai profesional muda yang akan nangkring di depan pabrik ketika rombongan orang demo. #lah

Buku ini dibuka dengan statement coach Rene yang dimodifikasi. Kalau coach Rene bilang “your job is not your career”, dan statement itu yang memberanikan saya menolak promosi jadi DSP Section Head, Om Roy menulisnya sebagai “How is my job not my career when I don’t even have one?”

Ya, untungnya saya baca bukunya coach Rene dulu, baru baca novelnya Om Roy. Repot kalau kebalik.

Tokoh di novel ini juga mengambil nama saya. Cuma, ada untungnya Bapak kasih nama saya agak aneh. Ari tapi pakai e, sebuah huruf yang nggak mempengaruhi bunyi. Jadi ketika setiap nama tokoh Ari Budiman tertulis di novel, saya langsung berasa itu diri saya sendiri.

Ada banyak realita yang sebenar-benarnya realita di novel ini. Sebut saja ketika Suketi mendapat kerja lebih dulu daripada Ari. Itu saya pernah mengalaminya, pun teman-teman yang lain. Pahitnya semacam makan pare lanjut minum kopi lalu lihat mantan gebetan lewat dengan tiga anak yang sudah besar-besar.

Nah, persoalan disini adalah ketika terjadi Ari Budiman yang tertukar, mungkin Om Roy kebanyakan nonton Putri Yang Tertukar. Bahwasanya itu bisa dijelaskan dengan logika, dan menjadi inti cerita, tapi saya sebagai orang pabrik jadi berasa aneh aja. Wong saya kalau ada operator atau admin wawancara, bisa mengenali dengan jelas. Lah ini IT Division Head nggak. Apapun, namanya juga novel komedi, dan justru disitu letak komedinya. Bukan begitu?

Entah mungkin karena ini reproduksi atau bagaimana, tapi bagi saya Lontang-Lantung ini sangat mulus dalam hal per-typo-an. Dan kebeneran sih, proofread plus setter-nya sama dengan Oom Alfa. Jadi harusnya sama kerennya. *promosi terselubung*

Meskipun saya bilang bahwa Ari Budiman yang tertukar itu jadi persoalan, tapi saya berhasil dibuat gemes sama Ari Budiman yang kemudian membuat tindakan yang menjadi ending dari novel ini. Ya baiklah. Harusnya ya memang begitu. Tindakan apa? ADA DEH! BACA AJA NOVELNYA! #gerakanantispoiler

Konflik di novel ini disudahi dengan statement bagus dari Ari Budiman (entah Ari Budiman yang mana lagi), “live your own life”. Ya, percayalah, meski tidak seekstrim Ari Budiman, tapi banyak kaum pekerja kerah putih alias kelas menengah ngehe yang sebenarnya tidak hidup dalam dirinya sendiri.

Contohnya ya, yang nulis review ini.

Okay. Intinya sih, novel ini bisa menciptakan ngakak dengan cerdas. Kalau saya bilang sih, sama mulusnya dengan Skripshit yang juga digarap sama Fial. Dan itu yang terus saya pelajari sampai sekarang, bagaimana menulis komedi yang cerdas. Salut buat Om Roy 😀

Udah deh. Salam lontang-lantung.