All posts by ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

Memang Cuma Ngupload

Iya, semalam suntuk saya bergeje ria atas nama ngupload, beneran hanya sebuah aktivitas bernama ngupload alias mengunggah file ke dunia maya.

Jadi nggak perlu saya ceritakan kenapa saya harus ketiban pulung ketemu dengan si ngupload ini, dan sudah saya kisahkan sebelumnya bahwa sinyal di kamar kos baru saya sebenar-benarnya soak. Jadi, saya berpikir bahwa akan halnya alay-alay sevel, saya juga bisa memanfaatkan WiFi-nya di Sevel. Ya kan?

Sebenarnya bisa sederhana kalau saya ngupload file-file yang jumlahnya sekitar 200 MB itu di kamar kos, seperti yang bisa saya lakukan dengan damai di Kedasih. Dan yang sederhana ini menjadi parah ketika saya masuk ke Sevel dan nanya password WiFi, dan hanya dijawab bahwa WiFi-nya rusak.

Jadilah saya ke Sevel itu beneran hanya nebeng naruh laptop. Akses si Tristan ke dunia maya menggunakan modem sohib sejatinya dia. Yang memang sudah hampir sebulan ini nggak dipakai gegara sinyal soak kosan.

*sebulan apanya, baru juga 11 hari*

Proses ngupload di Sevel ini ditandai dengan pertemuan dua lelaki, dua meter di sebelah saya, dengan percakapan:

“Hobi kamu apa?”

“Ayah ibu dimana?”

Sumpah, saya jadi serem sendiri. Ini dua-duanya cowok, bro! Sejujurnya saya hampir nggak pernah nanya ke sesama cowok, “hobi kamu apa?”

Sesudah dua lelaki itu, muncul dua wanita dengan curhat cinta masing-masing dan dengan bangganya bilang satu sama lain.

“Halah, kalau kisah gue mah bisa banget dibikin novel,” kata salah seorang gadis dengan logat yang saya paham bener. Palembang. Ini Sevel apa Pak Raden, sih? Belum tahu aja dia kalau di sebelahnya ada penulis buku Oom Alfa. Hih! Belum tahu apa dia kalau kisah cinta diam-diam saya ditolak penerbit? Lu kate bikin buku itu segampang bilang kalau kisah cinta kita pantas dijadikan novel?

Sepanjang baterainya Tristan yang syukurlah di ulang tahun pertamanya ini masih bisa tahan 3 jam, akhirnya 8 file berhasil saya unggah dengan penuh darah dan air mata, ditunjang segelas kopi Sevel yang lupa saya kasih gula. Sungguh pahit kan hidup ini jadinya?

Nah, 8 file itu belum apa-apa karena masih 42 lagi yang belum terunggah. Njuk aku kudu piye tuips? Aku kudu menek terus ngomong pucuk pucuk ngono?

Ya sudah. Pagi tadi saya capcus jam 5.15 pergi ke Lawson dekat kantor. Jadi mau hari kerja apa hari Sabtu, sama aja bangunnya. Harapannya tentu saja jam 5 belum banyak manusia dan jalur WiFi-nya cuma milik saya. Demi melancarkan urusan, saya beli segelas milo dan sepaket sushi. Biar ingat pacar yang doyan sushi.

Pas nanya password WiFi juga dikasih dengan baik. Sudah mau senang saja…

…sampai kemudian sesudah dicek, eh koneksinya limited. Dafuq. Untung saya bawa modem, dan untung di Lawson itu ada ATM BCA. Dengan mengais-ngais isi rekening saya isi pulsa si modem dengan paket seperti biasa ketika gaji saya masih banyak. Anggap saja masih kaya. Lalu saya mulai ngupload file satu per satu.

Dan ternyata juga seret abis. Fiuh.

Untungnya, tetiba malaikat muncul dalam diri seorang gadis manis yang saya tembak beberapa waktu yang lalu. Iya, untunglah saya punya pacar yang kece, baik hati, dan belum gemar menabung. Mungkin dia kasihan karena saya kemaren bobo jam 11-an dan bangun jam 4, dia langsung nyuruh saya ke kosnya untuk mengupload file-file itu, karena akses di kosnya memang lebih kece. Even si modem juga performanya baik-baik saja kalau di kosnya. Tristan juga performanya mumpuni kalau di kosnya pacar. Memang, semuanya konspirasi semesta, kalau deket-deket si pacar tetiba jadi bagus, kalau dekat saya malah nggak. Siaul.

Eh, btw, si pacar sendiri juga lagi nggak di kosan. Jadi bayangkan saja cowok jauh-jauh ke kos pacarnya bukan buat macar tapi buat ngupload. Hore bener kan ya.

Iya, ini memang cuma ngupload, tapi saya jadi alay Sevel Rawamangun, jadi alay Lawson Percetakan Negara, lalu lari ke Bintaro yang lumayan jauh dari kosan hingga akhirnya saya berhasil menuntaskan 80% gawean ngupload ini.

Iya, memang cuma ngupload.

Oya, saya jadi meluputkan jadwal nyari kos baru yang dekat kantor hari ini. Semoga kos incaran belum digebet orang. Sama satu lagi, saya jadi bingung ini nanti gimana caranya saya bisa sampai Cikarang yah kalau sampai sesore nanti saya masih berkeliaran di Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan ini.

Ah, besok itu tugas mulia, sesusah apapaun jadwalnya, pasti besok saya bisa sampai ke Cikarang dengan baik dan tampan.

Amin.

Menikahlah Dengan PNS, Karena…

Sumpah! Ini saya sudah jadi semacam blogger murtad. Memang bagian paling oon dari keputusan saya ngekos di tempat sekarang adalah nggak ngecek sinyal. Dan mana tahu kalau sama sekali nggak ada sinyal mapan dan eksis dari provider manapun. Ini saja saya nulis dari Sevel, dan wifi Sevelnya error, jadi tetap pakai modem sendiri. Sialan.

Yak, jadi begini. Berdasarkan info-info yang saya peroleh di dunia baru saya selama 11 hari ini, maka saya dapat menyimpulkan sesuatu. Apa itu?

Saya dapat menyimpulkan bahwa PNS adalah pasangan yang ideal…

…terutama jika kita menginginkan pernikahan yang satu dan tidak terceraikan.

Kenapa?

Jadi begini, mblo.

Gini mblo!

Kompilasi Berujung Pergi

Entah apakah tulisan ini layak ditayangkan, entah pula apa dampak yang akan terjadi kelak. Tapi sudah hampir 1 bulan sejak saya memutuskan pergi, jemari ini selalu gatal untuk menuliskan semuanya disini. Di rumah saya sendiri. Semua hal yang berpadu dan menjadi kompilasi sakti dengan ujung pergi.

Tiga hari sesudah saya memutuskan pergi, saya bertemu dengan salah seorang atasan di masa lalu saya. Percakapan berjalan biasa saja sampai kemudian muncul kata-kata yang cukup menohok.

“Gimana, sih, kamu ini? Sudah digadang-gadang kok malah pergi?”

Selengkapnya

5 Hal Yang Diperlukan Oleh Cowok Yang Tidak Ganteng Untuk Mendapatkan Pasangan

Kalau cewek harus berhadapan dengan kenyataan hidup bernama PMS setiap bulannya, maka kalau cowok harus berhadapan dengan kenyataan hidup bahwa cowok itu harus berusaha dan berjuang agar tidak jomblo. Tidak jomblo ini definisinya dua, dari jomblo agar menjadi tidak jomblo, atau dari tidak jomblo agar jangan sampai menjadi jomblo.

Memang, dari 7 miliar lebih manusia di dunia, cewek lebih banyak jumlahnya. Akan tetapi, perkara jumlah itu tidak menjamin cowok akan menjadi lebih mudah untuk tidak jomblo. Lah, konstelasi hidup menyebabkan cowok berada pada posisi memilih dan cewek yang dipilih. Okelah cowok sudah memilih seseorang, tapi kalau seseorang itu ogah dipilih ya jadinya penolakan.

*kemudian gantung diri di pohon ubi jalar*

Nah, salah satu hal yang mungkin menjadi pertimbangan dalam memilih dan dipilih itu adalah tampang. Ya, coba cewek mana yang nggak klepek-klepek kalau melihat mas-mas dan mbak-mbak ini, formulasi ganteng dan cantik:

download

images

Ya, mungkin sudah takdir alam bahwa yang ganteng itu bakal dapat yang cantik. Eh, nanti dulu. Kalau memang logikanya begitu, bagaimana kisahnya dengan mas-mas dan mbak-mbak ini?

download (2)

images (2)Ya, okelah, mungkin memang keduanya sudah cerai. Foto-foto di atas jadul punya. Tapi kalau yang ini masih eksis berpasangan dan tetap tampak kece:

download (1)

NAH! Saya yakin, dalam terminologi apapun seorang Bacary Sagna nggak bisa dibilang ganteng jika dijejerin sama Lee Min-ho. Tapi nyatanya bininya cakep banget. Artinya? Ya, nggak perlu tampang ganteng maksimal untuk bisa menggaet cewek cantik.

Kalau saya ganteng nggak?

Tentu saja, tidak. Kalaulah ada yang bilang saya ganteng itu paling juga Emak saya. Dan emak-emak lain di dunia pasti bilang kalau anaknya ganteng. Itu adalah bentuk kewajaran ilmiah. Bahkan adek saya sendiri nggak pernah mengakui bahwa saya ganteng, apalagi para mantan saya.

Kalau Sagna saja bisa mendapatkan istri cantik jelita tiada dua, mestinya kita-kita yang nggak ganteng ini juga bisa. Nah, berikut beberapa hal yang diperlukan oleh cowok-cowok kurang ganteng untuk mendapatkan pasangan.

1-5

53 Pertanyaan Yang Diajukan Kepada Seseorang Yang Sudah Cukup Umur Yang Baru Pacaran Lagi Sesudah Lama Menjomblo

Judulnya kepanjangan? Biarin. Judulnya terlalu rumit? Biarin juga! Hidup sebagai jomblo berkepanjangan itu sudah jauh lebih rumit daripada judul yang panjang kali lebar kali tinggi sama dengan luas ini.

Yap! Bahwasanya manusia diciptakan untuk hobi mencampuri urusan sesamanya. Misalnya kamu tinggal di gang senggol, lalu ada tetangga tiba-tiba punya Vellfire. Sudah bisa dipastikan kamu akan mencoba mencari tahu asal muasal mobil itu. Padahal, siapa tahu kan tetangga itu adalah temannya Ahmad Fathanah?

Nah, sebagian dari ikut campur itu sejatinya adalah bentuk perhatian kepada sesama. Nggak apa-apa juga, sih. Namanya juga makhluk sosial. Sialnya so-so. Bentuk perhatian itu umumnya berupa pertanyaan. Ya, tentu saja menjadi sebuah fakta unik ketika seseorang yang terlihat lama menjomblo tahu-tahu punya pacar, cakep pula. Nah, mau tahu nih beberapa pertanyaan yang sering diajukan kepada orang-orang yang sudah cukup umur dan baru pacaran lagi sesudah lama menjomblo? Ini dia!

1. Kapan kawin?

2. Ketemu dimana?

3. Gimana ketemunya?

4. Kok bisa?

5. Nggak salah, tuh?

6. Lo boongin gimana tuh cewek?

7. Anak mana, sih?

8. Gadis/janda/perjaka/duda?

9. Kapan kawin?

10. Berapa lama PDKT-nya?

11. Kok cepat banget?

12. Ngebet ya?

13. Kapan kawin?

14. Kok kamu mau sama dia?

15. Kok dia mau sama kamu?

16. Kok kalian sama-sama mau?

17. Kapan kawin?

18. Kapan kawin?

19. Kok nanyanya kapan kawin melulu?

20. Ya, udah. Mau ganti apa?

21. Kapan nikah?

22. Yaelah, Bro! Nggak ada yang laen?

23. Udah ngapain aja sama doi?

24. Comblangnya siapa?

25. Doi umur berapa?

26. Mantannya berapa?

27. Mantannya yang udah nikah berapa?

28. Dulu kenapa putus sama mantannya?

29. Kapan nikah?

30. Lo pakai pelet apaan?

31. Gue minta alamat dukunnya, dong! Dimana?

32. Udah insyaf ya?

33. Udah kapok ngejomblo?

34. Ini yang lo cari?

35. Kapan nikah?

36. Lah, kapan kawin sama kapan nikah kan sama?

37. Ya emang pertanyaan utamanya itu! Protes melulu sih?

38. Nggak ada yang laen apa?

39. Ya udah! Nih! Kapan diresmikan?

40. Gimana jadiannya?

41. Dimana jadiannya?

42. Romantis nggak jadiannya?

43. Nanti nikahnya mau di tempat doi apa nggak?

44. Lo udah baca OOM ALFA belom? *oke ini tidak relevan*

45. Ada acara ngunduh mantu nggak di tempat lo?

46. Nunggu apalagi, sih?

47. Orang tua udah tau?

48. Orang tua udah kenal sama doi?

49. Kapan disahkan?

50. Kapan naik pelaminan?

51. Tuh kan! Sama-sama lagi pertanyaannya! Gimana, sih?

52. Lo tahu nggak?

53. Apaan?

54. Emang kalau udah cukup umur itu 50% pertanyaannya ya ‘kapan kawin’ dan derivatnya!

List pertanyaan ini sudah didiskusikan dengan beberapa pihak, utamanya Bapak ini. HEUHEUHEU! Enjoy ya! Just for fun!

85 Fakta Unik LDR

pablo

Sesudah mencoba menjadi manusia yang lebih teliti dengan membuat posting perihal 77 Fakta Unik Mahasiswa Sanata Dharma dan 97 Fakta Unik Mahasiswa Farmasi, saya merasa cukup senang. Ribuan–dan ini benar-benar ribuan–orang melongok ke blog sepele ini, 11000 lebih untuk posting pertama dan 4000 lebih untuk posting kedua. Belum lagi beberapa orang nge-share posting ini di akun media sosial mereka masing-masing. Beberapa lagi berkomentar di fanspage Ariesadhar atau di posting itu sendiri. Tentu saja, dari puluhan fakta itu nggak akan semuanya klop, tapi list itu saya buat sedemikian rupa sehingga setidaknya ada bagian-bagian yang bikin orang ngerasa ‘gue banget’.

Dan tentu saja, kunjungan demi kunjungan itu bikin saya pengen nulis lagi. Saya pengen nulis tentang 104 Fakta Unik Mahasiswa Hukum, eh tapi saya bukan mahasiswa hukum. Keyakinan saya, detail-detail kecil itu hanya akan dimengerti dan dirasakan oleh orang yang merasakan benar-benar. Saya benar-benar mahasiswa USD dan saya benar-benar mahasiswa farmasi, dulu. Well, jadi nulis apa ya?

Setelah direnung-renungkan, ada beberapa hal yang pernah saya lakukan, dan sepertinya menarik karena pasti banyak orang lain yang melakukannya. Salah satunya adalah berpacaran jarak jauh. UWOW! Jadi, mari disimak beberapa fakta untuk tentang hubungan jarak jauh berikut ini.

images (3)

1-85

14 Tanda-Tanda Jodoh

Cieee… Mentang-mentang sudah punya pacar terus posting soal jodoh? Nggak juga, sih. Saya cuma pengen blog ini lebih berfaedah saja. Lagipula saya kan lagi pengangguran, jadi sekali-kali bisa posting dengan riset. Ya, walaupun perusahaan terakhir saya sebelum nganggur ini bergerak di bidang riset, tapi nggak bisa diposting juga. Lha itu risetnya obat-obatan, nggak nyambung dengan passion saya yang bernama penggalauan.

Sumber: www.123rf.com
Sumber: http://www.123rf.com

Nah, dalam berhubungan dengan seseorang yang kita cintai, kadang kepikiran, “dia beneran jodoh saya nggak sih?”

Iya kan? Hampir pasti begitu. Salah satu bagian utama dalam berpacaran dan kemudian menikah adalah keyakinan. Saya pernah berpacaran 4 tahun 3 bulan 2 hari 1 jam, dan saya lakoni tanpa saya yakin kalau si mantan itu adalah jodoh saya. Well, waktu yang terbuang lumayan lama juga, ternyata. Ya sudahlah, itu contoh kasus yang jangan ditiru, apalagi diamalkan. Ini bukan kotak amal. Jadi agar tidak terjebak seperti saya, berikut saya coba kumpulkan beberapa pertanda apakah benar si tunangan/pacar/gebetan/calon gebetan kita adalah sebenar-benarnya jodoh kita. Tentu saja, saya nggak ngasal karena aspek-aspek ini bersumber dari sini dan situ. Yuk, disimak!

1. Kamu dan dia saling respek dan saling mengagumi
Orang tercinta kita sudah selayaknya adalah pendukung utama. Ibarat kata kalau kamu lagi main catur, orang tercinta kita selalu siap siaga dengan pom-pom dan berteriak, “ayo, sayang! kamu bisa! makan! skak!”. Si jodoh adalah orang yang melihat sisi terbaik dari kita, dan selalu memberikan apresiasi pada kemampuan kita, dan sebaliknya. Ini dia yang disebut respek satu sama lain pada pribadi kita yang unik. Jodoh nggak akan berusaha mengubah apapun dari diri kita. Misalkan kamu suka makan teman, maka seorang jodoh hanya akan bilang, “lanjutkan”. Bagaimana dengan pacar kamu? Oh, iya saya lupa kamu jomlo. Kasihan.

2 sampai 14

Melihat-Lihat Cibadak Culinary Night (CCN)

Terima kasih kepada Pak Ridwan Kamil dan upayanya untuk meningkatkan Index of Happiness dari warga Bandung. Dan salah satunya adalah memperbanyak jumlah event yang berbau happy-happy. Nah, salah satunya adalah Cibadak Culinary Night alias CCN. Ya begitulah, belakangan saya–si penulis Oom Alfa–memang jadi sering ke Bandung dan mulai lebih akrab dengan Primajasa alih-alih Mayasari, makanya bisa ikut-ikutan proyek Pak Ridwan untuk happy-happy.

Sesudah mencicipi Braga Culinary Night (BCN) yang kisahnya bisa dibaca secara lengkap disini, tentu saja saya penasaran dengan tipe serupa yang mestinya berbeda. Lha kok gitu? Sejauh saya dengar, Cibadak adalah salah satu area Pecinan di Bandung. Jadi, mestinya saya bisa memperoleh varian kuliner yang berbeda dengan yang saya temui di Braga sebelumnya. Dan baru ngeh juga, ternyata di tanggal 22 Februari silam, di Bandung ada 2 event yang sama-sama Culinary Night. Cikarang? Tetap setiap dengan Taman-Seribu-Janji-Culinary-Night-Yang-Bikin-Macet-Tiada-Tara.

IMG_4487

Nah, berbekal ekspektasi yang kadung tinggi gegara puas dengan BCN, maka berangkatlah saya ke Cibadak. Dan berhubung saya nggak akrab sama Bandung, tentu saja saya berangkat ke CCN  bareng mbak-mbak yang paham Bandung dan paham hati saya. #tsahhh

Mari jalan-jalan!

97 Fakta Unik Anak Farmasi

97FaktaUnikFarmasi

Sesudah pencapaian pageview yang mengharukan pada posting 77 Fakta Unik Mahasiswa Sanata Dharma, maka baiklah saya kembali dengan request dari beberapa pemirsa untuk membuat rekap fakta unik khusus anak farmasi. Yuk!

1. Pada saat SMA, anak farmasi adalah anak IPA *ya iyalah!*

2. 99,9% anak farmasi non SMF stres pada saat praktikum farmasetika

3. 99,9% anak farmasi non SMF mejanya berantakan pada praktikum farmasetika perdana

4. Anak farmasi mendadak jago gambar daun-daunan pada saat praktikum Botani

5. Atau mendadak jago gambar mikroba pas praktikum Mikrobiologi

6. Atau mendadak jago baca sandi rumput pas elusidasi struktur hasil spektrofotometri

7. Anak farmasi pernah membaca buku ‘Ilmu Meracik Obat’

8. Anak farmasi selalu berlindung di balik kata-kata ‘lege artis’ untuk setiap penyimpangan prosedur

9. Anak farmasi lebih tahu buku ‘Formularium Medicamentorium Nederlandicum’ daripada kitab Mpu Gandring

10. Pakaian kebesaran anak farmasi adalah jas lab

JasLab

11. Anak farmasi pernah lari-lari pakai jas lab

12. Anak farmasi yang gaul pernah naik motor pakai jas lab yang berkibar-kibar

13. Anak farmasi rajin bawa kain lap

14. Anak farmasi tampak study oriented karena mukanya sekucel lap

15. Anak farmasi pernah menyampirkan lap di bahu

16. Sebagian kecil anak farmasi pernah dimarahi dosen karena menyampirkan lap di bahu

17. Katanya, “kamu mau jadi pembantu atau mau praktikum?”

18. Oh, itu tadi pengalaman yang punya blog, sih

19. Jas lab anak farmasi pasti penuh noda, kalau nggak bernoda pasti nggak pernah praktikum

20. Anak farmasi pernah bikin laporan praktikum di depan lab

21. Atau di dalam lab


BACA JUGA:
Cerita Farmasi: Jenis Bolos Anak Farmasi
Cerita Farmasi: Ketika Saya Didadar
Cerita Farmasi: Balada Mengerjakan Tugas


22. Anak farmasi mayoritas cewek, dengan keberadaan cowok antara 1:3 hingga 1:20

23. Makanya, anak farmasi cewek doyan jajan di kantin dekat Teknik, dengan tujuan penyegaran mata

24. Anak farmasi nggak pernah merokok di lemari asam

25. Anak farmasi pernah menggendong buku farmakope biar tampak kece

26. Atau kamus Dorland

27. Anak farmasi rajin begadang

28. Anak farmasi tahan bau mencit, berikut kotorannya

29. Anak farmasi tetap bisa makan dengan lahap meski ada bau kotoran mencit

30. Atau bau amoniak

31. Anak farmasi pernah bolos kuliah (2-3 SKS) untuk mengerjakan laporan praktikum (1 SKS). Aneh ya?

32. Sebagian anak farmasi takut pegang kuvet

33. Atau piknometer

34. Atau polarimeter

35. Soalnya mahal!

36. Asisten praktikum sering bilang “ini mahal” supaya praktikan hati-hati

Labu

37. Anak farmasi yang kece pernah bikin granul dengan remasan tangan

38. Anak farmasi meyakini bahwa memberi makan balita lebih mudah daripada mencit, dengan injeksi per oral

39. Anak farmasi pernah menimbang eeknya mencit

40. Anak farmasi ogah pakai sarung tangan kalau pegang mencit

41. Anak farmasi ogah pegang tikus kalau nggak pakai sarung tangan

42. Membunuh mencit adalah perbuatan yang terpaksa dilakukan anak farmasi demi kepentingan ilmu pengetahuan

43. Sebagian besar anak farmasi pernah membunuh mencit secara tidak sengaja

Mencit

44. Anak farmasi senang praktikum, tapi ogah bikin laporan

45. Anak farmasi nggak suka pre-test

46. Juga post-test

47. Demikian pula UTS dan UAS

48. Anak farmasi cowok adalah probandus utama untuk sampel darah dan sampel urine

49. Anak farmasi tetap mengeluh ketika disuruh bawa sampel urine, padahal kalau anak KU malah disuruh bawa feces dan sperma

50. Sebagian besar anak farmasi cowok tahu soal kurva baku karena diajarin teman yang cewek, bukan dari dosen

51. Probabilitas cinta lokasi sesama anak farmasi terbilang tinggi

52. Anak farmasi gemar menggunakan waktu tunggu ekstraksi untuk ngerumpi bin curcol

53. Atau waktu tunggu evaporasi

54. Atau waktu tunggu sintesis senyawa

55. Anak farmasi kalau cuci piring pasti bersih karena biasa cuci-cuci alat-alat gelas

56. Anak farmasi pernah ditanya “obat merk X ini gunanya buat apa?” sama keluarga atau tetangga atau mertua

57. Padahal di Indonesia saja ada ribuan merk obat, makanya anak farmasi sering merasa sebagai MIMS berjalan

58. Anak farmasi cewek biasanya rajin mencatat

59. Anak farmasi cowok jarang mencatat

60. Ada anak farmasi cewek yang nggak pernah berani pegang mencit, tapi nilai praktikum farmakologinya A

61. Ada anak farmasi cowok yang doyan pegang mencit tapi nilai praktikum farmakologinya C

62. Anak farmasi nggak berani nyuntik orang

63. Soalnya diajarinnya nyuntik mencit

Mencit2

64. Atau kelinci

65. Atau nyuntik sampel HPLC

66. Anak farmasi kayaknya kebal dibius kloroform, saking terbiasanya di lab Farmakognosi dengan segala solvent aneh-anehnya

67. Selalu ada anak farmasi IP Cum Laude yang pura-pura nggak bisa ngerjain ujian

68. Atau pura-pura memuji si bodoh yang masih saja belajar 5 menit sebelum ujian dimulai, “Ih, kamu rajin ya!”

69. Selalu ada anak farmasi yang kinerjanya mengecewakan dalam bikin tugas kelompok

70. Karena kepepet waktu, terkadang anak farmasi melakukan replikasi data secara fiktif

71. Atau menghitung ukuran partikel dalam praktikum mikromeritik sesuai wangsit yang diterima

72. Anak farmasi kagum pada hasil sediaan obat pertama yang dibuatnya, seburuk apapun bentuknya

73. Kekurangan cowok menyebabkan anak farmasi cewek dapat melakukan kegiatan berat seperti membuat kandang kelinci

74. Atau angkut jerigen aquades

75. Atau mencukur bulu kelinci

76. Anak farmasi yang cowok, sudah terbiasa dengan gerombolan rumpi anak farmasi cewek dengan modus ‘pembahasan hasil praktikum’

77. Anak farmasi yang skripsinya di lab, pernah nginap di lab

78. Atau setidaknya pulang malam

79. Atau pulang pagi

80. Dan masuk pada hari libur

Laboratorium

81. Anak farmasi termasuk yang paling tinggi passing grade-nya di kampus

82. Waktu tunggu kerja anak farmasi kalau sudah lulus hanya 0-3 bulan saja, kalau waktu tunggu jodoh… *kemudian hening*

83. Anak farmasi minat industri suka bingung kalau ditanya soal klinis

84. Anak farmasi minat klinis juga bingung kalau ditanya soal industri

85. Anak farmasi cowok umumnya bingung kalau ditanya apapun

AnakFarmasiCowok

86. Selalu ada anak farmasi yang keluar sesudah melewati tahun pertama

87. Karena kebanyakan cewek, anak farmasi umumnya menikah 0-3 tahun sesudah lulus kuliah

88. 99,9% anak farmasi yang bergelar S. Farm, pernah memelesetkan (calon) gelarnya sendiri menjadi Sarjana Pertanian atau Perkebunan

89. Anak farmasi pernah membedah mencit atau tikus bunting, untuk percobaan toksikologi teratogenik

90. Penulis buku OOM ALFA adalah anak farmasi #faktapenting2014 #faktapenting2015 #faktapenting2016

91. Anak farmasi pintar ngeles kalau disuruh minum obat

92. Tapi paling jago kalau nyuruh orang minum obat

93. Anak farmasi minat industri yang cewek sebagian ogah kerja di pabrik karena nggak bisa dandan

94. Referensi paling umum bagi setiap laporan praktikum adalah buku OOM ALFA laporan kakak kelas

95. Selalu ada anak farmasi yang kerja di bank

96. Selalu ada anak farmasi yang masuk farmasi karena Bokap-Nyokapnya juga lulusan farmasi

97. Anak farmasi juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati!

Banyak aja ya sampai 97. Ada yang kurang? Silakan ditambahkan di komentar ya! Just for fun! 😀

Reportase Ngawur: Bakti Sosial Pasca Banjir 2 Maret 2014

Jika dalam lagu ‘Pada Hari Minggu’ orang-orang pergi ke kota sambil duduk di muka Pak Kusir yang mengendali kuda supaya baik jalannya, maka lain halnya dengan Tim Pelayanan PITC pada hari Minggu, 2 Maret yang lalu. Dengan menggunakan mobil dan bukan delman, sejumlah orang yang dipilih untuk melayani ini justru pergi ke Perumahan Villa Mutiara Jaya di Desa Wanajaya, Cibitung. Tentu saja orang-orang ini tidak hendak tamasya, karena kalau tamasya mereka pasti pergi ke Ancol, yah, atau setidak-tidaknya Taman Seribu Janji.

IMG-20140302-WA0007

Selengkapnya!