All posts by ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

99 Fakta Unik Karyawan Pabrik

Hampir 5 tahun saya jadi karyawan pabrik. Eh, kalau ditambah dengan waktu saya PKL ya pas banget 5 tahun. Itu kalau anak sudah bisa mukulin Bapaknya karena nggak dipinjemin IPad. Nah, dalam lima tahun itu saya mendapat banyak pengalaman yang luar biasa. Terutama karena saya berada di pabrik yang memang sedang berkembang. Saya nggak pernah berada di pabrik yang benar-benar bikin boring.

Waktu masuk pabrik pertama langsung digeber dengan renovasi–yang otomatis bikin flow produksi nggak seimbang. Pas pindah, eh dapat pabrik yang benar-benar baru dan kudu bangun sistem sana sini. Dan perihal kenapa saya meninggalkan dunia pabrik, itu nggak lebih dari upaya memberikan jalan yang lapang bagi seseorang untuk bisa jadi bos. Dan saya menulis ini sambil bernostalgia. Mungkin memang nggak akan pas semuanya karena karakter pabrik kan beda-beda. Tapi semoga ada yang nyantol.

1. Sebagian karyawan pabrik bekerja di kawasan industri

2. Sebagian lagi di pabrik-pabrik yang tidak ada di kawasan industri (ya iyalah!)

3. Pada umumnya, karyawan pabrik gajian di akhir bulan

4. Soalnya kalau gajian awal bulan, itu PNS

5. Kalau sakit setiap bulan, itu PMS

6. Karyawan pabrik biasanya nggak repot dengan pakaian kerja

7. Soalnya sudah dapat seragam dari pabriknya

8. Ada pabrik yang membedakan seragam karyawan tetap dan kontrak

9. Ada pabrik yang membedakan seragam bos dan jongos

10. Karyawan pabrik akrab dengan overall

11. Karyawan pabrik bisa mengenali temannya lewat bentuk mata

12. Dan tinggi badan

13. Soalnya, yang kelihatan cuma itu gegara mulut ketutup masker

14. Kadang malah ketutup semua semuka-mukanya

46077749

15. Sebagian besar karyawan pabrik sedang atau pernah kena shift

16. Sebagian kecil resign dari pabrik karena nggak mau kerja shift

17. Sebagian karyawan pabrik pernah lihat hantu pas shift 3

18. Sebagian karyawan pabrik pernah minta shift 2 atau 3, agar paginya bisa interview

19. Ya, interview di pabrik lain, sih

20. Itu namanya memanfaatkan kerja shift!

21. Kalau lagi interview gini, pasti takut ketahuan

22. Soalnya pergaulan pabrik ya gitu-gitu aja

23. Kecuali pindah dari otomotif ke farmasi

24. Atau food pindah ke metal

25. Bagian paling dicari di pabrik itu ada 3

26. Pertama, Engineering and Maintenance

27. Kalau mesin tiba-tiba down, sementara utang output banyak

28. Atau kalau listrik mati

29. Atau sekadar AC terlalu dingin

30. Kadang-kadang kalau AC di rumah rusak -> sampingan

31. Kedua, General Affairs

Untitled

32. Kalau makanan di kantin nggak enak

33. Oh, dalam hal makanan ini karyawan pabrik nggak repot mikir “hari ini makan dimana?”

34. Atau overall hasil laundry kotor

35. Atau galon di office kosong

36. Ketiga, IT

37. Kalau jaringan bermasalah

38. Kalau nggak ada masalah, orang-orang lupa dengan tiga bagian itu

39. 1000% (iya, seribu persen) karyawan pabrik pasti pernah, sedang, atau akan sebel sama PPIC

40. Ya, bahkan orang PPIC juga sebel sama dirinya sendiri, kok

41. Soalnya, PPIC itu yang ngejar-ngejar produksi buat bikin barang

42. Ngejar-ngejar gudang buat secepat mungkin receipt bahan baku

43. Ngejar-ngejar QC buat periksa dan meluluskan bahan baku

44. Sampai ngejar-ngejar QA buat periksa dan meluluskan produk

45. Ngejar-ngejar kamu juga, deh!

46. Kadang malah ngatur biar lembur segala

47. Lha piye, kuwi tuntutan pekerjaan je!

48. PPIC juga manusia, punya rasa punya hati! Kami juga nggak mau lembur!

49. (ini kok malah curhat?)

50. Karyawan pabrik itu keder kalau owner pengen masuk line produksi

51. Semuanya dibersihin, pokoknya

52. Hati juga dibersihin dari kenangan #eh

dont-panic-its-only-sleeve-manufacturing

53. Umumnya, karyawan pabrik kudu digrepe-grepe satpam kalau mau pulang

54. Mencegah kalau bawa pulang produk

55. Karyawan pabrik itu akrab sama loker

56. Terutama sebagai tempat ganti baju sebelum masuk ke lini produksi

57. Selain itu bisa juga digunakan sebagai tempat bobok siang

58. Atau sekadar nonton Liga Champions kalau lagi shift 3

59. Dan Piala Dunia, tentu saja

60. Selalu ada staf pabrik yang sepeda motornya Grand

61. Sementara bawahannya pakai Ninja

62. #pukpukstafkere

63. Keluar masuk pabrik itu nggak mudah, harus ijin sana-sini

64. Karyawan pabrik yang cewek umumnya nggak pakai make up

65. Dan juga nggak pakai perhiasan

66. Lah, wong di GMP itu pakai make up dan perhiasan dilarang kok

67. Kalau pakai malah bisa dihajar inspektur Quality

68. Terus kalau hang out pas pulang kerja galau ngelihat karyawan bank cantik-cantik

69. Gaji karyawan pabrik itu tetap dan nggak banyak plus-plusnya

70. Paling mentok plus lembur

71. Soalnya jarang dinas luar

72. Jarang entertain klien juga

73. Kliennya mesin, nggak butuh ditraktir

74. Kecuali manajer yah, on bill soalnya

75. Tugas pelulusan produk ada di tangan Quality Assurance (atau yang setara)

76. Jadi kalau ada produk yang nggak oke di pasaran, tersangkanya jelas kan?

77. *ditabok rame-rame sama orang quality*

78. Bagian penting bagi orang Quality adalah Validasi

79. Tapi untuk bagian lain, Validasi itu tidak disukai gegara memperlama proses

80. Masalahnya, statement “produk tervalidasi” itu sering jadi andalan untuk promosi

81. Karyawan pabrik kalau mau nimbang berat badan nyari label kalibrasi terlebih dahulu

images

82. Selalu ada sesi marketing kunjungan ngelihat pabrik

83. Sering terjadi, sudah jualan bertahun-tahun tapi dia belum lihat proses bikin produknya

84. Dan terjadi juga karyawan pabrik yang emoh menggunakan produk sendiri -> beneran ada lho

85. Padahal umumnya sih karyawan pabrik dapat produk gratisan

86. Buku OOM ALFA ditulis saat penulisnya masih kerja di pabrik

87. Kalau pengen beli bukunya, kontak ariesadhar at gmail dot com yah! #promopenting2014

88. Karyawan pabrik akan selalu terkait dengan cost reduction

89. Soalnya beban promosi sering ngaruh ke reduksi biaya produksi

90. Selalu ada orang produksi yang sebel sama orang finance

91. Dan sebaliknya

92. Hampir semua benda yang kita gunakan adalah buatan pabrik

93. Mulai sepeda motor sampai tepung bumbu

94. Mulai kopi instan sampai bis AKAP

95. Jadi, jangan sekali-kali memandang sebelah mata para karyawan pabrik

96. Bagi sebagian orang, menjadi karyawan tetap adalah mimpi sederhana yang sulit dicapai

97. Bagi sebagian staf, status karyawan tetap berarti mudah loncat ke pabrik lain

98. Karena nggak ada lagi penalti terkait status kontrak

99. Orang yang pernah kerja di pabrik, pasti akan memahami makna keteraturan

Yup! Sekian sajah deretan fakta yang relevan dengan kondisi karyawan pabrik. Semoga dari 99 ada sebagian kecil yang sesuai, walau satu sekalipun.

Salam gebukin PPIC!

[Review] Cahaya Dari Timur: Beta Maluku

Seumur-umur, saya baru dua kali nonton film pada hari pertama kemunculannya di bioskop, yakni The Avengers dan Soegija. Nah, ternyata saya bisa juga dapat kesempatan untuk nonton film pada hari minus dua kemunculan di bioskop. Ya, kemaren saya menghadiri penayangan perdana film “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku” di Plaza Senayan, sekaligus baru tahu kalau pas premier itu ternyata banyak artis berseliweran. Selayang pandang ada Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan, Dion Wiyoko, Laudya Chyntia Bella, Erwin Gutawa, Harvey Malaiholo (saya hampir saya mendatangi dia kan bertanya kenapa CF nggak lolos 5 besar Golden Voice tujuh tahun yang lalu), Pandji, dan artis-artis lainnya yang saya tidak kenal, dan tentu saja nggak kenal saya, apalagi kenal OOM ALFA.

Ah, sudahlah, tanpa berpanjang-panjang mari kita mulai review-nya.

10378003_1442631622660445_7170772361984751093_n

Satu hal yang harus saya tekankan adalah durasi film ini tidak seperti durasi film Indonesia pada umumnya. Mungkin bisa cek di website-nya twentiwan soal durasi pastinya, tapi yang jelas dari film dimulai sekitar 21.30, saya keluar studio itu jam 23.55! Saya hitung-hitung bahkan lebih panjang dari Captain America, Divergent, dan X-Men, tiga film terakhir yang saya tonton.

Selengkapnya!

Cara-Cara Resign yang Baik

pablo (1)

Hah! Habis membenahi posting soal hal-hal yang bikin nggak jadi resign, plus mem-publish email resign saya, rasanya kok pengen memberikan masukan kepada pekerja yang pengen untuk bisa resign dengan agak baik dan kira-kira benar. Ya, saya memang baru saja resign tanggal 5 Maret kemaren untuk pindah kerja ke tempat yang nggak memungkinkan resign semudah mencuci baju. Jadi setidaknya saya bisa menulis berdasarkan hal yang saya lakukan sendiri, tidak sekadar copy paste blog orang. Heu.

Selain sudah pernah resign, sepanjang karier saya yang hampir 5 tahun itu kira-kira saya bertemu lebih dari 100 teman kantor yang resign. Ada yang resign lalu balik lagi, tapi lebih banyak yang resign dan tidak kembali. Jadi, cara-cara yang saya uraikan berikut ini bukanlah cara-cara yang abstrak dan tidak pernah diimplementasikan. So, mari disimak!

JANGAN EMOSIONAL

Tentu saja, dalam dunia kerja akan ada orang yang menyebalkan, tapi itu tidak berarti kita bisa menjadikan dia sebagai alasan untuk bertindak emosional. Suatu ketika saya bertemu dengan teman yang baru saja nangis-nangis habis ketemu bosnya, sedang ngeprint surat resign. Iya, habis ketemu bos, sebel, emosi, lalu minta resign. Saya cuma bilang, “kamu beneran mau ngasih ini ke bos?”. Tentu saja jawabannya adalah “Tidak.”

resign1

Sebelum memutuskan untuk resign, pikirkan dulu matang-matang. Apalagi kalau mau resign dengan alasan situasi kantor yang kurang kondusif. Lain kasus dengan adanya offering yang lebih baik, emosi yang ada disini justru adalah kesentimentilan. Sudah kadung berteman enak-lah, sudah kadung fasih dengan teh bikinan OB, atau sudah kadung kasbon dengan warteg depan kantor. Kalau terlalu sentimentil, ya jatuhnya juga nggak akan resign.

Resign Yuk!

Tarif Ojek Paling Sinting

“Mana hujan, nggak ada ojek, becek…”

Terima kasih kepada Cinta Laura yang sudah mempopulerkan ucapan ini. Setidaknya tukang ojek jadi dapat promosi gratis. Tapi kalau bicara kata-kata di atas, yang saya ingat adalah ketika saya memasukkan handphone saya yang mendadak berbunyi dan lupa saya silent ke dalam tumpukan sampah kemasan sebuah produk suplemen makanan ternama, hanya gegara 3 meter dari saya sedang duduk seorang manajer Quality Assurance paling galak se-Jalan Raya Bogor. Untungnya beliau lagi fokus pada pekerjaannya sehingga nggak dengar Motorola L6 saya dengan alaynya memperdengarkan lagu Cinta Laura tersebut. Meskipun saya agak kurang yakin itu beneran Cinta Laura pernah bilang begitu, sih.

Baiklah, kita lupakan sejenak Cinta Laura dan beralih pada inti dari postingan ini: ojek. Sebuah fenomena dalam dunia transportasi. Soalnya dibilang tergolong moda kok nggak juga. Dibilang kendaran umum, lah platnya hitam. Jadilah saya bingung. Satu hal yang pasti, kalau OOM ALFA digunakan untuk ojek, bisa dipastikan penumpang tidak akan sampai ke tujuan.

Satu hal yang pasti dialami oleh para pengguna ojek sedunia akhirat adalah soal tarif, terutama pada rute yang memang tidak biasa digunakan. Iya kan? Nah, di postingan ini saya hendak berbagi beberapa tarif dan rute berikut tingkat kelogisan tarifnya. Ada satu alasan utama saya terpaksa membuat posting ini, dan kira-kira itu karena sakit hati sama ucapan seorang tukang ojek.

Sinting kan!

Email Resign Anti-Mainstream

ROADTRIP

Seumur hidup, saya baru sekali merasakan resign. Kalau sekadar pindah tempat kerja, sekali juga. Kalau kawin? Belum, sih. Nah, perkara resign ini sangat khas. Namanya juga pekerja swasta, ketika tidak betah, atau ketika disingkirkan pelan-pelan oleh teman sejawat, atau ketika ada tawaran lain yang lebih baik, tinggal pindah dong ya? Ketika berpisah, umumnya ada sekadar sapaan perpisahan by email. Tentunya ini berlaku bagi level yang memang jamak berkomunikasi via email. Kalau yang resign satpam, nggak perlu juga pakai email resign.

images5

Perihal email resign ini selalu saya perhatikan dan simpan di folder khusus. Jadi saya tahu bahwa ada sebagian orang yang copy paste email resign yang lain dengan hanya mengganti nama belaka. Ada juga yang nulis sendiri tapi sebatas 1-2 kalimat. Saya cuma mikir aja, ini kan resign dan akan sulit kita berkomunikasi lagi dengan orang-orang di perusahaan itu, jadi, kenapa kita nggak bikin email resign alias email perpisahan yang anti mainstream? Sesuatu yang bisa dikenang oleh orang banyak bahwa kita itu unik, dan saran saya sih nggak usah mengirim email resign pada sejawat yang menyingkirkan kita. Nanti dia lonjak-lonjak kegirangan.

Ketika saya pindah unit, dalam perusahaan yang sama, saya membuat email perpisahan lokal dengan judul Terima Kasih. Dan ketika saya resign beneran, maka saya harus membuat email sekali seumur hidup yang keren. Ini dia emailnya.

emailnya

Kenapa Harus Tentang Kematian?

Senin pagi. Sesudah dua hari yang melelahkan kala weekend, saya terbangun di hari kerja itu dengan malas-malasan. Adalah sebuah panggilan telepon dari orangtua yang membangunkan saya, berhubung semalam saya lupa mengeset alarm. Dan pagi itu kabar yang datang justru buruk. Sepupu saya yang baru saja ulang tahun ke-25, meninggal dunia.

Hari itu kemudian menjadi hari yang agak sibuk. Kebetulan saya masih woles di tempat kerja baru, karena memang anak baru masih cupu. Saya hanya membayangkan kalau ini terjadi ketika saya di tempat lama, mungkin saya akan ditelepon terus kalau tidak ada di tempat. Pun, sekarang saya sudah tinggal di Jakarta. Kalaulah saya masih di Cikarang–atau bahkan Palembang–semuanya mungkin menjadi lebih tidak sederhana.

Saya kemudian janjian dengan adek dan 2 sepupu lain untuk melayat. Permintaan koordinasi janjian itu justru saya peroleh dari Maktua saya–orangtua kedua sepupu tersebut. Kami kemudian janjian di RS Dharmais karena sepertinya itu adalah tempat yang cukup tengah dibandingkan tempat-tempat lainnya. Sesudah sampai di lokasi, kami juga bertemu dengan sepupu lainnya, tentu saja termasuk 2 kakak dan 1 abang dari adek sepupu saya yang meninggal itu.

Seolah menjadi kebetulan yang aneh, sepupu saya yang lain dari Surabaya memang sudah ada jadwal untuk datang ke Jakarta karena ada proyek. Semuanya akhirnya dilengkapi oleh kehadiran orangtua saya dari Bukittinggi dan Maktua-Paktua dari Bandung. Plus, sepupu saya yang pas off dari jadwal terbang dan adek saya yang naik motor 3 jam dari Bekasi ke Tangerang. Formasi yang cukup banyak.

Anak-anak UKF Dolanz-Dolanz punya semacam ucapan satir bahwa orang-orang–dengan kesibukannya masing-masing–hanya akan bisa berkumpul kalau tidak di kawinan, ya pas kematian. Dan tetiba saya sadar dengan jelas soal fakta ini. Kematian adek sepupu ini mengumpulkan orang-orang yang sulit sekali untuk dipertemukan.

Ya, kalau bukan kawinan, ternyata kematian. Ucapan satir anak-anak Dolaners itu ada benarnya. Coba saja, dalam keadaan normal bukan kawinan atau kematian, lalu ada ajakan untuk bertemu, apa sih yang kita katakan? Maukah kita benar-benar meluangkan waktu?

Apalagi, pertemuan kembali orangtua sepupu saya yang meninggal ini dengan saudara-saudara perempuannya. Percayalah, ini hal yang sulit, tapi akhirnya terjadi juga. Saya jadi bersyukur membatalkan niat untuk langsung pulang dan kemudian memilih menginap di Bintaro dengan konsekuensi dua pagi harus berangkat kerja naik KRL dari Pondokranji. Nggak apa-apa, hitung-hitung belajar kalau nanti punya rumah di daerah Tangerang dan kudu naik KRL untuk bekerja. Pada akhirnya saya bisa menjadi saksi dari berkumpul kembalinya keluarga yang sudah terpencar-pencar ini.

Tentu saja, setiap kejadian mengandung hikmah masing-masing. Adalah suatu kehilangan besar ketika sepupu saya meninggal di usia yang masih muda. Sejujurnya, saya ketemu dia itu cuma di 3 peristiwa. Tahun 1997 dan 1999 ketika main ke rumahnya, serta tahun 2012 pada acara pernikahan kakaknya. Dari bocah kecil rambut lurus belah tengah, menjelma menjadi pria brewokan. Dan di pertemuan keempat, sepupu saya mengenakan pakaian yang sama dengan saat terakhir kali saya dan dia bertemu. Dua kejadian: perkawinan dan kematian.

Dua hari ini membuka mata saya lagi atas saudara-saudara yang saya miliki. Ompung saya memang keluarga besar, karena keluarga intinya saja ada 8 orang. Sebanyak 8 orang adalah cikal bakal dari sekitar 34 cucu. Plus beberapa juga sudah punya anak juga. Ya, intinya jelas: banyak. Dan sesudah dihitung-hitung, lebih dari 50% ada di Jabotabek. Selain banyak, ada satu kata lagi: dekat.

Tanpa bermakud bergembira di atas kepergian saudara saya, tapi jelas ada rasa syukur ketika kami berkumpul kemarin. Apalagi kemudian muaranya adalah momen rekonsiliasi. Sesuatu yang tidak mudah, apalagi kalau kita berbicara betapa kerasnya orang Batak dalam memegang prinsip diri sendiri. Syukurlah, di balik kejadian sedih ini, ada hikmah yang bisa diambil. Syukur juga saya tidak melewatkan momen itu, momen pertemuan yang terjadi jam 1 pagi dalam campuran derai tangis kesedihan dan haru pertemuan, disaksikan oleh sepupu saya dalam tubuh kakunya di peti.

Selamat jalan, Lae. Selamat bergembira bersama Bapa!

Kesaksian Ampuhnya Doa Melalui Santo Antonius

KesaksianAmpuhnyaDoa

Sebelumnya, mohon izin dulu untuk menulis sesuatu yang terkait dengan agama yang saya anut. Bukan apa-apa, sih, tapi saya kan pernah bilang kalau posting terkait agama bakal ditulis di blog yang lain. Hanya saja pengalaman kali ini terlalu ajaib untuk tidak dikisahkan di blog utama saya, ariesadhar.com. Ini dia ceritanya.

Bagi orang-orang yang mengenal saya di gereja, mungkin saya tampak sebagai orang yang religius. Apalagi waktu di Cikarang, saya itu nongol di koor, nongol di lektor, nongol di lingkungan ikut macem-macem, terakhir malah nongol di altar. Tapi nggak jadi Romo juga, sih. Hanya saja, itu pencitraan yang tampak saja. Pada dasarnya saya itu orang yang jarang berdoa.

Nah, pas lagi main ke rumah pacar beberapa waktu silam, tetiba Om Camer kehilangan sebuah sekrup kecil setengah sentimeter. Cari punya cari, akhirnya sekrup itu ketemu! Om Camer kemudian berkisah kepada saya soal ampuhnya doa kepada Santo Antonius. Saya dulu ikut legio, dengan topik pembahasan santo-santa setiap pekannya, jadi saya sudah tahu bahwa Santo Antonius itu sangat membantu untuk mencari barang-barang yang hilang. Saya tahu, tapi saya tidak pernah mempraktekkannya.

Full text!

Pengen Jadi PNS? Baca Ini!

PNS alias Pegawai Negeri Sipil, diakui atau tidak, masih menjadi pekerjaan yang diperebutkan. Memang ada sebagian pihak yang mengutuk-ngutuk pekerjaan ini karena kesan magabut dan sejenisnya, tapi kita tidak bisa memungkiri ada fakta bahwa ribuan orang berbondong-bondong ikut tes PNS alias seleksi penerimaan CPNS. Nah, berhubung bulan-bulan ini tahapan rekrutmen PNS sudah dimulai, maka berikut beberapa aspek teknis yang perlu diketahui dalam hal mendaftar menjadi Pegawai Negeri Sipil. Sebagian dari tulisan ini menyasar kepada orang-orang yang sudah bekerja di swasta dan ingin mendaftar jadi PNS. Jadi, bagi yang pengangguran, mungkin sebagian dari tulisan ini menjadi tidak relevan. Silakan disesuaikan sendiri.

Daftar Gaji PNS 2013

NXT!

9 Hal Yang Nggak Mungkin Dialami Para Jomlo

Kalau seorang single labil tiba-tiba menampilkan status ‘in relationship with’ di FB, mungkin akan tercatat adalah lebih dari 100 jempol dan lebih dari 100 komentar untuk perubahan status itu. Sungguh itu akan menjadi penghargaan yang luar biasa bagi single galau yang akhirnya punya pacar. Ya, menjadi single alias jomblo memang adalah sebuah pilihan bin balada. Oya, sebagai penulis yang taat editor mulai sekarang saya harus mulai menggunakan kosa kata yang benar. Dan yang benar adalah jomlo. Dan dalam rangka sosialisasi itulah, tulisan ini dibuat.

Saya cukup pahamlah galau perjomloan. Saya tahu juga bahwa banyak jomlo yang sok bikin tugas di malam minggu, sok bikin PR segala, padahal dia sudah lulus kuliah. Nah, ternyata jadi jomlo itu bukan berarti ngenes banget. Bahkan jomlo bisa terbebas dari beberapa peristiwa nggak enak, seperti yang dipaparkan di bawah ini 🙂

1-9

123 Fakta Unik Mahasiswa Jogja

Mungkin memang saya sedang sebal bahwa tulisan saya di-copas secara tidak bertanggung jawab. Ya, kalau bertanggung jawab sih pasti saya nggak akan bikin tulisan ini. Tapi ada sisi baiknya karena saya jadi bisa mendapat inspirasi lain untuk menulis hal yang mirip. Tentu saja, saya sempat bingung mau nulis apalagi soal fakta unik. Tapi sesudah saya pikir-pikir lagi, nyatanya selain 77 Fakta Unik Mahasiswa Sanata Dharma, 97 Fakta Unik Anak Farmasi, hingga 85 Fakta Unik LDR, saya masih bisa menyajikan fakta unik lainnya dengan jumlah sesuai angka sakti saya: 123. Maka, dengan berkolaborasi bersama adinda saya tercinta, lahirnya 123 fakta unik mahasiswa Jogja berikut ini.

Jogja

1 sampai 123