14 Tanda-Tanda Jodoh

Cieee… Mentang-mentang sudah punya pacar terus posting soal jodoh? Nggak juga, sih. Saya cuma pengen blog ini lebih berfaedah saja. Lagipula saya kan lagi pengangguran, jadi sekali-kali bisa posting dengan riset. Ya, walaupun perusahaan terakhir saya sebelum nganggur ini bergerak di bidang riset, tapi nggak bisa diposting juga. Lha itu risetnya obat-obatan, nggak nyambung dengan passion saya yang bernama penggalauan.

Nah, dalam berhubungan dengan seseorang yang kita cintai, kadang kepikiran, “dia beneran jodoh saya nggak sih?”

Iya kan? Hampir pasti begitu. Salah satu bagian utama dalam berpacaran dan kemudian menikah adalah keyakinan. Saya pernah berpacaran 4 tahun 3 bulan 2 hari 1 jam, dan saya lakoni tanpa saya yakin kalau si mantan itu adalah jodoh saya. Well, waktu yang terbuang lumayan lama juga, ternyata. Ya sudahlah, itu contoh kasus yang jangan ditiru, apalagi diamalkan. Ini bukan kotak amal. Jadi agar tidak terjebak seperti saya, berikut saya coba kumpulkan beberapa pertanda apakah benar si tunangan/pacar/gebetan/calon gebetan kita adalah sebenar-benarnya jodoh kita. Tentu saja, saya nggak ngasal karena aspek-aspek ini bersumber dari sini dan situ. Yuk, disimak!

1. Kamu dan dia saling respek dan saling mengagumi
Orang tercinta kita sudah selayaknya adalah pendukung utama. Ibarat kata kalau kamu lagi main catur, orang tercinta kita selalu siap siaga dengan pom-pom dan berteriak, “ayo, sayang! kamu bisa! makan! skak!”. Si jodoh adalah orang yang melihat sisi terbaik dari kita, dan selalu memberikan apresiasi pada kemampuan kita, dan sebaliknya. Ini dia yang disebut respek satu sama lain pada pribadi kita yang unik. Jodoh nggak akan berusaha mengubah apapun dari diri kita. Misalkan kamu suka makan teman, maka seorang jodoh hanya akan bilang, “lanjutkan”. Bagaimana dengan pacar kamu? Oh, iya saya lupa kamu jomlo. Kasihan.

2 sampai 14