Memang Cuma Ngupload

Iya, semalam suntuk saya bergeje ria atas nama ngupload, beneran hanya sebuah aktivitas bernama ngupload alias mengunggah file ke dunia maya.

Jadi nggak perlu saya ceritakan kenapa saya harus ketiban pulung ketemu dengan si ngupload ini, dan sudah saya kisahkan sebelumnya bahwa sinyal di kamar kos baru saya sebenar-benarnya soak. Jadi, saya berpikir bahwa akan halnya alay-alay sevel, saya juga bisa memanfaatkan WiFi-nya di Sevel. Ya kan?

Sebenarnya bisa sederhana kalau saya ngupload file-file yang jumlahnya sekitar 200 MB itu di kamar kos, seperti yang bisa saya lakukan dengan damai di Kedasih. Dan yang sederhana ini menjadi parah ketika saya masuk ke Sevel dan nanya password WiFi, dan hanya dijawab bahwa WiFi-nya rusak.

Jadilah saya ke Sevel itu beneran hanya nebeng naruh laptop. Akses si Tristan ke dunia maya menggunakan modem sohib sejatinya dia. Yang memang sudah hampir sebulan ini nggak dipakai gegara sinyal soak kosan.

*sebulan apanya, baru juga 11 hari*

Proses ngupload di Sevel ini ditandai dengan pertemuan dua lelaki, dua meter di sebelah saya, dengan percakapan:

“Hobi kamu apa?”

“Ayah ibu dimana?”

Sumpah, saya jadi serem sendiri. Ini dua-duanya cowok, bro! Sejujurnya saya hampir nggak pernah nanya ke sesama cowok, “hobi kamu apa?”

Sesudah dua lelaki itu, muncul dua wanita dengan curhat cinta masing-masing dan dengan bangganya bilang satu sama lain.

“Halah, kalau kisah gue mah bisa banget dibikin novel,” kata salah seorang gadis dengan logat yang saya paham bener. Palembang. Ini Sevel apa Pak Raden, sih? Belum tahu aja dia kalau di sebelahnya ada penulis buku Oom Alfa. Hih! Belum tahu apa dia kalau kisah cinta diam-diam saya ditolak penerbit? Lu kate bikin buku itu segampang bilang kalau kisah cinta kita pantas dijadikan novel?

Sepanjang baterainya Tristan yang syukurlah di ulang tahun pertamanya ini masih bisa tahan 3 jam, akhirnya 8 file berhasil saya unggah dengan penuh darah dan air mata, ditunjang segelas kopi Sevel yang lupa saya kasih gula. Sungguh pahit kan hidup ini jadinya?

Nah, 8 file itu belum apa-apa karena masih 42 lagi yang belum terunggah. Njuk aku kudu piye tuips? Aku kudu menek terus ngomong pucuk pucuk ngono?

Ya sudah. Pagi tadi saya capcus jam 5.15 pergi ke Lawson dekat kantor. Jadi mau hari kerja apa hari Sabtu, sama aja bangunnya. Harapannya tentu saja jam 5 belum banyak manusia dan jalur WiFi-nya cuma milik saya. Demi melancarkan urusan, saya beli segelas milo dan sepaket sushi. Biar ingat pacar yang doyan sushi.

Pas nanya password WiFi juga dikasih dengan baik. Sudah mau senang saja…

…sampai kemudian sesudah dicek, eh koneksinya limited. Dafuq. Untung saya bawa modem, dan untung di Lawson itu ada ATM BCA. Dengan mengais-ngais isi rekening saya isi pulsa si modem dengan paket seperti biasa ketika gaji saya masih banyak. Anggap saja masih kaya. Lalu saya mulai ngupload file satu per satu.

Dan ternyata juga seret abis. Fiuh.

Untungnya, tetiba malaikat muncul dalam diri seorang gadis manis yang saya tembak beberapa waktu yang lalu. Iya, untunglah saya punya pacar yang kece, baik hati, dan belum gemar menabung. Mungkin dia kasihan karena saya kemaren bobo jam 11-an dan bangun jam 4, dia langsung nyuruh saya ke kosnya untuk mengupload file-file itu, karena akses di kosnya memang lebih kece. Even si modem juga performanya baik-baik saja kalau di kosnya. Tristan juga performanya mumpuni kalau di kosnya pacar. Memang, semuanya konspirasi semesta, kalau deket-deket si pacar tetiba jadi bagus, kalau dekat saya malah nggak. Siaul.

Eh, btw, si pacar sendiri juga lagi nggak di kosan. Jadi bayangkan saja cowok jauh-jauh ke kos pacarnya bukan buat macar tapi buat ngupload. Hore bener kan ya.

Iya, ini memang cuma ngupload, tapi saya jadi alay Sevel Rawamangun, jadi alay Lawson Percetakan Negara, lalu lari ke Bintaro yang lumayan jauh dari kosan hingga akhirnya saya berhasil menuntaskan 80% gawean ngupload ini.

Iya, memang cuma ngupload.

Oya, saya jadi meluputkan jadwal nyari kos baru yang dekat kantor hari ini. Semoga kos incaran belum digebet orang. Sama satu lagi, saya jadi bingung ini nanti gimana caranya saya bisa sampai Cikarang yah kalau sampai sesore nanti saya masih berkeliaran di Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan ini.

Ah, besok itu tugas mulia, sesusah apapaun jadwalnya, pasti besok saya bisa sampai ke Cikarang dengan baik dan tampan.

Amin.

2 thoughts on “Memang Cuma Ngupload

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s