10 Lagu Paling Nggerus Versi ArieSadhar

Terakhir posting tanggal 1, pas tanggal merah. Baru posting lagi sekarang pas tanggal merahnya karyawan 5WD8TO5. Ini mah namanya penurunan di tahun baru. Ya, mohon dimaklumi, faktor U. Urbaning… eh… umur.

Kali ini saya hendak memaparkan soal dunia seni, tepatnya seni suara. Ya, walaupun di buku saya, OOM ALFA, sudah diceritakan dengan jelas bahwa saya gagal pada seleksi pertama Indonesian Idol 1 dengan nomor 7377, tapi jelek-jelek begini, saya lumayan bisa nyanyi. Karena cuma lumayan, makanya saya joinnya ke paduan suara, yang kalau saya mangap-mangap belaka di samping seseorang bersuara bagus–misalnya Bang Rondang–saya sudah bisa mendapatkan tepuk tangan meriah dari hadirin. Mana dia tahu saya nyanyi apa kagak. Nah, bergumul dari per-choir-an ini yang agak membantu pengetahuan saya soal seni suara.

Lalu mau bahas apa soal musik?

Sebagai awalan, mungkin ada baiknya kita menengok lagu-lagu yang bersifat hepatotoksik, alias beracun pada hati. Lagu-lagu galau yang membuat penikmatnya akan sungguh menjiwai lagu itu, apalagi jika dilakukan sambil nggerus.

Eh, apa pula itu nggerus?

Supaya jelas, silakan saksikan video berikut ini, asal ngambil aja sih di YouTube.

Adapun nggerus adalah penyingkatan semena-mena terhadap kata menggerus. Artinya sendiri, menurut KBBI daring ada 2. Pertama, melumatkan dengan ulek. Kedua, merusak sampai hancur/menghancurkan sedikit demi sedikit.

Nah, sekarang coba dengarkan lagu galau, dalam suasana hati yang lagi mellow, sambil nggerus. Sesungguhnya ketiganya adalah kombinasi letal yang bisa meningkatkan angka kejadian gantung diri di pohon ubi jalar.

Cukup soal nggerus ya. Nanti lama-lama saya malah nggerus sendiri ini. Jadi mari kita lanjutkan pada 10 lagu paling nggerus versi ArieSadhar. Nah, supaya pas dan tepat, maka 10 lagu yang saya maksud disini adalah lagu-lagu lokal punya. Jadi, walaupun lagu “Someone Like You” Mbak Adelle itu nggerus banget, dengan terpaksa nggak masuk di dalam pembahasan ini.

Jadi, mari dimulai!

1. Peterpan – Kukatakan Dengan Indah

Ditaruh di nomor 1 karena lagunya memang pernah saya gunakan untuk nggerus. Pas banget memang nongol di semester ketika saya sedang praktek nggerus-menggerus bikin pulveres. Dan pas pula kejadiannya mirip dengan lirik lagunya. Jadi jangan heran kalau pada praktikum emulsi, hasil sediaan saya bagus, soalnya saya nggerus emulsi ditemani lagu nggerus ini.

Kukatakan dengan indah, dengan terluka, hatiku hampa
Sepertinya luka menghampirinya
Kau beri rasa yang berbeda, mungkin ku salah mengartikannya
Yang kurasa cinta

Di tahun 2004 ini, Peterpan nyaris nggak ada tandingannya, jadi hampir setiap lagu di dalam album Bintang Di Surga itu jadi hits. Dan rasanya Peterpan menjadi salah satu band yang mempopulerkan lagu galau sebagai hits, mengingat sebagian isi album Bintang Di Surga itu galau, walaupun dibawakan dengan suara Ariel yang mendesah… eh… salah… ya begitulah pokoknya.

2. Trio Ambisi – Jangan Sampai Tiga Kali

Ada yang nggak tahu lagunya? Ah, sungguh kasihan. Ini saya kasih link-nya ya. Soalnya kalau ditayangin, nanti loading blognya lama, keburu kalian nggerus duluan. Lagu ini banyak versinya, bahkan sampai mantan juara Indonesian Idol 1–tapi nggak jadi–Joy, juga pernah menyanyikan lagu ini. Cuma, karena sejak bayi saya sudah dicekokin lagu ini oleh Mama saya, jadi mau nggak mau versi Trio Ambisi ini yang melekat di saya.

Apalagi Trio Ambisi ini adalah penyanyi Batak yang suaranya Batak banget. Maksud saya, suara penyanyi Batak yang biasa nyanyi Batak itu kayaknya default-nya nggerus, gitu. Untuk lagu ini, aspek nggerusnya adalah pada liriknya.

Satu kali kau sakiti hati ini, masih kumaafkan
Dua kali kau sakiti hati ini, juga kumaafkan

Tapi jangan kaucoba tiga kali, jangan oh janganlah
Cukuplah sudah, cukuplah sudah jangan kau ulang lagi
….
Kalaulah memang ada yang lain yang kau sayangi selain diriku
Katakan sejujurnya jangan janganlah kau bersandiwara
Aku tak mau, aku tak mau kalaulah memang begini adanya
Lebih baik berpisah daripada nanti hati ini terluka

Gile kali ya, mana yang nyanyi cowok 3 biji, rajin amat memaafkannya. Bagi saya, ini sungguh nggerus.

3. The Triangle – How Could You

For all the things that you said
For all the lies that we pledged
For all the very best days
How could you do this to me?

Dari judulnya dan penempatan liriknya, lagu band lokal tapi berbahasa Inggris ini sudah sangat bikin nggerus. Gampangannya, untuk semua yang sudah berlalu, untuk waktu-waktu yang dilalui bersama, kenapa sih lo ngelakuin ini semua ke gue?

Mana yang nyanyi cowok, pula. Benar-benar membantu proses penggerusan. Dan kalau ingat, lagu ini ada di film “Perahu Kertas” pada adegan Ojos nunggu Kugy di bandara, tapi si Kugy nyatanya malah nongol di Bandung. Yup, mungkin Ojos lagi menggerus tiketnya Kugy di dalam toilet pesawat.

4. Capucino – Biar Ku Simpan

Teringat dirimu lagi saatku membuka mata ini
Tak mampu tepiskan bayanganmu di sanubariku
Tak pernah aku sesali saat aku mulai jatuh cinta
Tak akan kuingkari, sumpah mati ku selalu ada di sampingmu
Dan biarlah kusimpan perasaan ini
Menutup hatiku pada cinta yang lain
Bila akhirnya kutemukan cinta sepertimu
Mungkin ku bisa lanjutkan hidupku

Ini lagu awal mulanya cuma asal ngopi dari CD boleh rental di Star Otopia. Lagu-lagu random gitulah. Apalagi penyanyinya saya juga nggak tahu. Dari asal ngopi ini, asal muter, dan malah nemu lirik. Apalagi yang empat baris terakhir yang adalah refren itu. Itu kalau nggak ketemu cinta yang seperti itu, terus nggak lanjut hidup gitu ya? Ngenes amat. Super nggerus!

5. Padi – Kasih Tak Sampai

Nah, ini yang disebut nggerus elegan. Tahu sendiri kan Padi punya musikalitas tingkat tinggi. Jadi, kalau lagi nggak galau, cukup menikmati musiknya saja. Kalau lagi pas galau bin nggerus, bisa menikmati musik yang cakep sekaligus menelan penderitaan bulat-bulat.

Sudah, terlambat sudah, ini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini

Nah, namanya juga nggerus elegan, maka orang-orang yang bersuara dan berkadar ketampanan rendah kayak saya ini, tahu-tahu bisa nyanyi “menjadiiii.. saksi kitaaaa… beeerduaaaa….” yang tingginya minta kawin itu. Namanya juga menjiwai.

6. Jikustik – Apalagi Yang Kulakukan

Bila kata-kata tak lagi menjadi bermakna apalagi yang kulakukan
Bila syair dan nada tak jua lumpuhkan hatimu apalagi yang kulakukan
Seluruh jiwa raga kuserahkan hanya kepadamu semangat hidupku
Apa saja pasti kan kulakukan hanyalah untukmu harapan hidupku
Bila semua daya tlah kukerahkan tuk hatimu apalagi yang kulakukan

Bisa didengerin disini kalau mau lebih dalam. Nggerusnya dimana? Lah, ini kan lagu cowok bingung. Sudah anu, sudah itu, sudah mengerahkan semuanya, tapi hati yang dituju nggak lumpuh, terus dia nanya, aku kudu piye meneh ki?

7. Ressa Herlambang – Menyesal

Ini nggak dijelaskan kali ya. Walaupun lagu ini saya baru ngeh ketika makan di Tapian Nauli April 2011, tapi setelah dicermati cukup nusuk juga, apalagi pada lirik “terkadang ku menyesal, mengapa kukenalkan dia padamu.”

Nggak apa-apa, itu namanya kita mengantarkan jodoh pada orang lain. Dalam agama itu adalah tindakan mulia. Ya, bertindak mulia sambil nggerus-nggerus dikit nunggu orang lain mengenalkan pacarnya yang adalah jodoh kita datang.

Iya, kalau datang, sih.

8. Sammy – Kesedihanku

Sedikit membenarkan pernyataan saya di bagian Trio Ambisi di atas, bahwa orang Batak itu default-nya bersuara mellow terbukti di Sammy. Sudah sejak zaman Kerispatih, suara Sammy jodoh banget dengan lagu-lagu yang hepatotoksik. Makanya, sebenarnya dia cocok banget sama Badai karena Badai jago banget merangkai musik mellow. Ah, ya sudahlah.

Di lagu yang video klipnya berbau-bau mati ini, Sammy benar-benar mengajak pendengar untuk mengambil mortir dan stamper lalu menggerus bersama, apalagi pada refren.

Engkau masih yang terindah tinggal di dalam hatiku
Mengapa kisah kita berakhir yang seperti ini

Yup, meskipun ini lagu saya dapat dari WA-nya mantan, yang ketika ngasih masih pacar–baru jadian pula, tapi tetap saja setiap mendengar lagu ini, saya pengen nggerus. Apalagi ketika kemudian hubungan sama yang ngasih lagu ini juga “berakhir yang seperti ini”.

9. Sheila on 7 – Waktu Yang Tepat Tuk Berpisah

Lagu terakhir di album 07Dec, yang saya beli sambil hujan-hujan di hari pertama kiriman tiba. Niat banget. Kayaknya juga lagu terpanjang di album itu, tapi tidak menghilangkan esensi penggerusannya.

Sehangat pelukan hujan saat kau lambaikan tangan
Tenang wajahmu berbisik, “inilah waktu yang tepat tuk berpisah”

Selembut belaian badai saat kau palingkan arah
Jejak langkahmu terbaca, “inilah waktu yang tepat tuk berpisah”

Eross bermain kata-kata dengan baik di liriknya. Sejak kapan hujan memeluk hangat? Sejak kapan pula badai membelai lembut? Kecuali Badai Kerispatih membelai istrinya, semua badai adalah keras dan kencang. Apalagi saya mendengar lagu ini ketika masih fokus di dunia perbahasaan, jadi mencerna banget kata-kata. Karena di tahun 2002 itu belum kenal nggerus, maka kecenderungan saya adalah garuk-garuk aspal.

10. Glenn – Januari

Kalau sampai ratusan orang menyanyikan lagu ini waktu saya ikut audisi Indonesian Idol, itu berarti lagu ini memang tepat sasaran untuk nggerus. Semua orang semacam sama nasibnya bahwa kisahnya berakhir di Januari. Yaelah bro, Januari itu bulan orang-orang keren lahir lho, kok pada milih kisahnya berakhir.

Lagipula, Glenn sudah dikenal sebagai jagonya bikin lagu yang menusuk-nusuk. Jadi, ya wajar saya masukkan lagunya di deretan lagu paling nggerus.

Cowok semua dong yang nyanyi?

Nggak apa-apa. Nanti kapan-kapan saya buatkan versi ceweknya, tentu saja Raissa bakal masuk disana. Cakep soalnya.

Oke, sekian dan terima tunai.

11 thoughts on “10 Lagu Paling Nggerus Versi ArieSadhar

  1. Pingback: Jika Teman Menjadi Seorang Penulis | ariesadhar.com

  2. Pingback: Beberapa Cara Mendapatkan Jodoh | ariesadhar.com

  3. Pingback: 7 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Oleh Pelaku Cinta Diam-Diam | ariesadhar.com

  4. Pingback: 14 Tanda-Tanda Jodoh | ariesadhar.com

  5. Pingback: Curcolinggerus | ariesadhar.com

  6. Pingback: Bersama Hujan Deras di Kolese Kanisius | ariesadhar.com

  7. Pingback: 11 Fakta Tentang Anak Paduan Suara Mahasiswa | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s