Tips Pilih Restoran Sushi Enak di Jakarta

Jakarta adalah ibukota Indonesia yang memiliki pusat di Jakarta, tidak mengherankan jika saat singgah di sini, Anda akan menemukan berbagai macam tempat makan yang bisa dijumpai dengan begitu mudah. Tempat makannya pun ada beraneka ragam mulai dari makanan Indonesia hingga makanan yang berasal dari luar negeri seperti Jepang. Mungkin Anda sudah tidak asing dengan makanan seperti sushi. Untuk mencari sushi enak di Jakarta memang tidak mudah. Ada beberapa tips untuk menemukan restoran sushi yang benar-benar lezat.

Pertama, harga makanan. Biasanya ada berbagai macam harga makanan yang terpampang di restoran tersebut. Bila tidak terdapat harga di menu dan hanya terpampang gambar, Anda bisa memperkirakannya. Selain itu Anda bisa melihat harga dari website restoran. Sekarang ini banyak restoran yang telah memiliki web sendiri, mereka menggunakan website tersebut untuk melakukan promosi, sehingga besar kemungkinan terdapat paparan harga di dalam sana.

Kedua, ramai atau tidaknya orang. Sebagai orang yang masih awam dan kurang mengerti restoran tersebut adalah restoran yang enak atau tidak, Anda bisa melihat dari tingkat keramaian restoran. Seperti dengan menu makanan yang lain, jika restoran tersebut ramai ini berarti rasa makanan yang dimiliki benar-benar lezat, namun jika restoran tersebut sepi, pasti terdapat hal yang kurang berkenan entah rasa masakan atau pun harga, pasti restoran tersebut tidak ramai.

Terakhir, juru masak serta lokasi restoran. Lokasi akan menentukan kemudahan seperti apa cara mengakses restoran tersebut. Jika semakin mudah restoran tersebut dijangkau ini berarti restoran akan semakin mudah di tuju. Restoran pun menjadi favorit untuk pilihan makan. Untuk koki, koki anak menentukan rasa dari masakan yang dimasak. Untuk mendapatkan sushi dengan rasa yang lezat, koki yang digunakan harus koki yang benar-benar berkualitas. Bila sekarang ini Anda masih bingung dengan pilihan restoran jepang di Jakarta, Anda bisa memilih Ichiban Sushi. Ichiban ini merupakan restoran yang memiliki menu khas Jepang seperti sushi. Anda bisa menikmati berbagai macam sajian kuliner dari Jepang.

Advertisements

8 Tips Survive di Keramaian AEON Mall BSD City

Sungguh, saya bukan anak mal, saya anak mamak. Bahwasanya saya telah masuk ke mal-mal yang happening di Jakarta dan Bandung semacam Kuningan Indah Plaza dan Bandung City, Istana City dan Gandaria Plaza, hingga Kota Van Java dan Paris Kasablanka, itu lebih karena saya menemani mbak pacar. Bagaimanapun saya sudah mau twenty-nine-my-age-yeah dan kebutuhan akan pacar merangkap calon istri adalah krusial jaya abadi. Ya, sudah, masuk ke mall-pun saya lakoni walaupun tujuan utamanya adalah bangku di bagian sepatu entah di Sogo, Metro, atau H&M. Melihat bangku kosong di sudut-sudut itu, saya sudah bahagia. Memang, bahagia itu sederhana. Ah!

photogrid_1451663227089.jpg

Maka, ketika banyak orang sudah foto-foto, sudah upload-upload, hingga sudah check in di AEON Mall BSD City, saya nggak peduli. Padahal lampu-lampu di AEON Mall itu bagus. Untunglah alay yang hobi selpa-selpi sambil bilang, “suka-suka gue…” itu ada di Jogja. Kalau tidak, mungkin dia bakal nginjek lampu-lampu bagus di AEON, dan begitu ditegur satpam segera bilang, “suka-suka gue, dong!”.

Pada akhirnya, karena temannya mbak pacar yang kerja di Jerman dan lagi mudik pengen main ke AEON, diajaklah si pemburu bangku di sudut Sogo ini. Sekalian hendak kenalan dan diberikan restu, katanya. So, jadilah saya tukang nebeng sejati yang akhirnya berhasil nemplok di AEON Mall.

Selengkapnya!

Melihat-Lihat Cibadak Culinary Night (CCN)

Terima kasih kepada Pak Ridwan Kamil dan upayanya untuk meningkatkan Index of Happiness dari warga Bandung. Dan salah satunya adalah memperbanyak jumlah event yang berbau happy-happy. Nah, salah satunya adalah Cibadak Culinary Night alias CCN. Ya begitulah, belakangan saya–si penulis Oom Alfa–memang jadi sering ke Bandung dan mulai lebih akrab dengan Primajasa alih-alih Mayasari, makanya bisa ikut-ikutan proyek Pak Ridwan untuk happy-happy.

Sesudah mencicipi Braga Culinary Night (BCN) yang kisahnya bisa dibaca secara lengkap disini, tentu saja saya penasaran dengan tipe serupa yang mestinya berbeda. Lha kok gitu? Sejauh saya dengar, Cibadak adalah salah satu area Pecinan di Bandung. Jadi, mestinya saya bisa memperoleh varian kuliner yang berbeda dengan yang saya temui di Braga sebelumnya. Dan baru ngeh juga, ternyata di tanggal 22 Februari silam, di Bandung ada 2 event yang sama-sama Culinary Night. Cikarang? Tetap setiap dengan Taman-Seribu-Janji-Culinary-Night-Yang-Bikin-Macet-Tiada-Tara.

IMG_4487

Nah, berbekal ekspektasi yang kadung tinggi gegara puas dengan BCN, maka berangkatlah saya ke Cibadak. Dan berhubung saya nggak akrab sama Bandung, tentu saja saya berangkat ke CCN  bareng mbak-mbak yang paham Bandung dan paham hati saya. #tsahhh

Mari jalan-jalan!

Braga, I’m In Love

Iya, ini nyontek judul salah satu novel teenlit pertama yang pernah saya beli. Nggak apa-apa, Braga kan bukan Eiffel dan Eiffel juga bukan Braga. Lagipula kan nggak ada Eiffel Culinary Night karena adanya Braga Culinary Night.

BCN1

Perihal nama Braga, saya justru teringat ketika saya masih hobi mendengarkan pertandingan sepakbola. Tenang, itu bukan typo. Saya benar-benar mendengarkan pertandingan sepakbola melalui Radio Republik Indonesia. Dan karena saya menghabiskan masa muda menjelang dewasa, maka pertandingan yang saya dengarkan adalah PSIM dan PSS. Kalau di RRI itu, pertandingan biasa aja bisa jadi seru banget.

“Yak, bola ditendang, melewati garis tengah… Berbahayaaaaa.. Dannnn… Mereka jadian saudara-saudara…”

Begitu kira-kira.

Selanjutnya!