Category Archives: Soal Sesuatu

Sesuatu kata itu selalu ada tentangnya..

Menjadi Saksi Laga-Laga Terakhir Tontowi Ahmad

Daihatsu Indonesia Masters Super 500 bulan Januari silam sungguh menjadi momen menarik di dunia perbulutangkisan Indonesia. Ya, siapa sangka bahwa turnamen itu menjadi salah satu yang terakhir sebelum kemudian badminton mandek sejak All England gara-gara coronavirus.

Lebih bikin nyes lagi karena ternyata turnamen itu adalah laga-laga terakhir seorang legenda bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad. Tepat 18 Mei 2020, Owi–sapaan akrabnya–mengumumkan pensiun.

Gelaran DIM ini menjadi unik karena sebenarnya Owi hanya pemain daftar tunggu, bersama dengan tandem barunya Apriyani Rahayu–rising star ganda putri Indonesia. Bahkan hingga saya sampai di Istora, saya sebagai penonton babak kualifikasi hari pertama tidak menyadari bahwa ada yang berbeda dengan daftar laga-laga dibandingkan sehari sebelumnya.

Yes, ketika laga sudah kesekian pas saya tahu bahwa kurang lebih pukul 1 akan berlaga duet Owi/Apri melawan pasangan Thailand Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran. Tidak semua penonton tahu. Hanya penonton yang ngupdate Tournament Software yang ngeh dan kemudian memposisikan diri di lapangan 2, tempat laga itu akan dilangsungkan.

Mau berlaga di babak kualifikasi sekalipun, Owi tetaplah Owi. Apalagi partnernya adalah Apri, salah satu kesayangan BL. Jadi wajar kalau sambutan untuk mereka hanya bisa disandingi oleh Lee Yong-Dae yang juga berlaga di babak kualifikasi itu.

Owi/Apri tampil prima. Kemenangan dua set langsung berhasil dibukukan dengan 21-16 dan 21-17. Mereka kemudian masuk ke babak utama dan akan berhadapan dengan XD Korea yang termasuk unggulan, Seo Seung-Jae/Chae Yu-Jung.

Besoknya saya datang lagi. Saya juga datang ngepasin jadwalnya Owi/Apri. Eh, sesudah nunggu lama, pertandingan justru berakhir cepat sekali. Pemain Korea ada yang cedera, sepertinya Chae. Sebuah bola out akhirnya mengakhiri laga dengan sangat cepat. Owi/Apri bablas sampai perempat final.

Lawannya kali ini tentu saja lebih berat. Duo pasutri, XD nomor 2 Inggris, Chris dan Gaby Adcock. Pasangan yang baru main 2 hari dilawan dengan pasangan sampai ke ranjang. Owi/Apri baru terlihat keteteran mulai pertengahan laga ke belakang.

Di laga itu, ada istri Owi berserta buah hati mereka. Lokasinya tentu saja di lapak pemain dan keluarga. Kebetulan saya masuk dari pintu yang itu jadi melihat betul bagaimana Owi begitu masuk langsung dadah-dadah sama anak-istri. Anaknya–dengan baby sitter masing-masing–lucu-lucu, gaes.

Pada akhirnya, Owi/Apri kalah 2 set langsung. Penampilan mereka sejauh itu jelas tidak buruk. Mereka punya kelas masing-masing. Banyak BL kemudian berharap banyak pada kelangsungan duet ini.

Apa daya, harapan itu musnah. Owi sudah pensiun sekarang. Siapa yang sangka smash nyangkut terakhir di Court 1 itu menjadi bola terakhir yang dipukul sang legenda di Istora?

Ah, untunglah saya sempat menjadi saksi dari jejak langkah terakhir sang legenda~

Hal-Hal Yang Mungkin Kamu Tidak Tahu Tentang Kabinet Indonesia Maju

Data-data ini sebenarnya sudah saya kumpulkan sejak jam pertama Kabinet Indonesia Maju diumumkan. Sayang sekali, saya kepentok satu nama. Pada hari pengumuman itu, saya sama sekali tidak mendapati informasi perihal tangal lahir Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Google dengan keyword apapun.

Jadi kemudian datanya saya diamkan saja. Heuheu.

Kemarin saya buka lagi ketika ada pengumuman dari Gugus Tugas bahwa orang-orang yang berusia 45 tahun bakal diizinkan beraktivitas lagi. Ya, tanpa peduli bahwa di bawah umur 45 tahun tapi di rumah boleh jadi ada suami atau orangtua atau bahkan kakek nenek yang berusia jauh lebih tua yang bisa jadi berpotensi ketularan COVID-19.

Berangkat dari fakta itu, sama kemudian googling lagi tanggal lahir Mendag dan ketemu. Jadilah saya bisa mengolah datanya. Asik. Jadi, berikut beberapa hal yang mungkin kamu tidak tahu tentang anggota Kabinet Indonesia Maju, khusus dari faktor usia dan tanggal lahir.

Tidak Ada yang Ulang Tahun Barengan

Ini serius. Dari 38 nama penting itu semuanya memiliki tanggal lahir yang berbeda-beda. Ya 38 nama dari 365 hari, gitu lho. Wajar sekali. Tapi yang unik bahkan yang ulang tahunnya dekat-dekatan juga tidak banyak. Paling hanya Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (16 Juli 1969) dengan Jaksa Agung ST. Burhanudin (17 Juli 1954) atau Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya 28 Juli 1956 dengan Menko PMK Muhadjir Effendy 29 Juli 2020. Sama satu lagi Agus Suparmanto 23 Desesember 1965 dengan Edhy Prabowo 24 Desember 1972.

Kebijakan Kontroversial Menteri Edhy Prabowo Halaman 1 ...
Sumber: Kompasiana

Rentang 30-an Sampai 70-an

Kabinet berisi orang-orang dari usia 30-an sampai 70-an. Adapun yang umurnya 30 sampai 40 tahun hanya satu, Nadiem Makarim. Sedangkan yang 40 sampai 50 tahun ada 5. Ini saya masih memasukkan Erick Thohir yang akhir Mei nanti HUT ke-50. Jadi sudah naik ke rentang 50-60 tahun. Posisi sekarang 15 orang ada di rentang 50-60 tahun dan 15 lagi antara 60 sampai 70 tahun.

Izinkan TKA China masuk, Luhut singgung pendidikan orang daerah ...
Sumber: hops.id

Rata-Rata Usia 58,5 Tahun

Per 13 Mei 2020, rata-rata usia komponen kabinet adalah 58,5 tahun. Itu kalau golongan bukan Fungsional Madya dan bukan Eselon II ke atas sudah pensiun.

Hanya Ada Satu yang Lahir Hari Kamis

Secara menakjubkan dari 7 hari dalam seminggu, anggota kabinet tersebar merata. Ada 8 menteri/pejabat setara yang lahir di hari Minggu dan Rabu, sebagaimana ada 7 yang lahir di hari Sabtu. Dan secara menakjubkan orang itu adalah menteri yang ketiadaan tanggal lahirnya di Google sempat membuat saya menunda bikin statistik ini. Ya, Mendag Agus Suparmanto.

Politikus PKB Agus Suparmanto Dipanggil ke Istana, Jadi Mendag ...
Sumber: Tirto

Ada 4 yang Lahir di Bulan Ramadhan

Saya menggunakan rumus, bukan tabel, jadi beberapa saya crosscheck tanggalnya agak selisih 1 ke depan atau belakang. Tapi bulannya sih nggakk berubah. Intinya sih ada nama Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, kemudian Menteri Agama, Fachrul Razi yang lahir di bulan Ramadhan. Sisanya ada 2 lagi nggak merayakan tapi kayak anak saya, lahirnya juga di bulan nan suci, yaitu Yasonna Laoly dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Setelah Orde Baru, Fahrul Razi Pensiunan Jenderal Pertama Jabat ...
Sumber: Merdeka.com

Hanya Ada Satu Orang Berzodiak Aquarius

Dari 38 nama, ada 6 berzodiak Cancer serta masing-masing 5 Leo dan Libra serta 4 Gemini dan Sagitarius. Nah, hanya ada 1 orang Aquarius yang tidak punya teman. Orang itu adalah Mensesneg, Pratikno.

Menteri Pratikno Paparkan Program Prioritasnya - Aktual.Com ...
Sumber: Aktual.co

Agama Tertua, Pendidikan Termuda

Betapa pentingnya agama dan pendidikan di Indonesia tergambar di sosok menterinya. Menteri Agama, Fachrul Razi yang lahir 26 Juli 1947 menjadi yang tertua sementara Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan KEbudayaan lahir pada 4 Juli 1984 dan menjadi satu-satunya milenial di dalam kabinet.

Paling Banyak Lahir 1962

Dari 38 nama, ada 6 orang yang lahir pada 1962 sekaligus menjadi tahun terbanyak. Orang-orang itu adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Pratikno (lagi), Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Ada 3 Agus Tapi Hanya 1 Yang Beneran Lahir Bulan Agustus

Yak, ada nama Agus Gumiwang Kartasasmita, tapi lahir 3 Januari 1969. Ada nama (lagi-lagi) Agus Suparmanto, lahir Desember. Satu-satunya Agus yang lahir pada bulan Agustus, tepatnya 5 Agustus 1964 adalah menteri yang tentu kita sama-sama rindukan pernyataannya yang (((menenangkan hati))): dokter Terawan Agus Putranto~

Kala Terawan Gagal Menenangkan Masyarakat soal COVID-19 - Tirto.ID
Sumber: Tirto

Mengenal Tokoh-Tokoh di Peppa Pig

Saya diperkenalkan tokoh Peppa Pig oleh Mama Isto. Baginya, Peppa Pig adalah pilihan terbaik untuk memperkenalkan Bahasa Inggris kepada anak karena selain ceritanya nggak ribet-ribet amat, yang paling penting adalah pelafalannya sangat british. Sebagai lulusan Inggris, hal itu cukup krusial buatnya.

Kebetulan seminggu ini anak saya lagi doyan-doyannya nonton Peppa. Mengulang kondisi setahun lalu ketika awal mula diperkenalkan.

Melalui posting ini, saya mau memperkenalkan tokoh-tokoh dalam Peppa Pig. Rasanya Peppa Pig nggak akan diadaptasi ke Indonesia, soalnya babi. Ngok.

Klaster Babi

Tokoh utama tentu saja Peppa Pig, babi muda berusia 4 tahun yang hidup dengan Daddy Pig, Mummy Pig, dan adiknya George. Peppa gemar bermain dengan sohibnya Suzy Sheep. Peppa dikenal suka lompat-lompat di lumpur. Ya, namanya juga babi.

George Pig sendiri berusia 18 bulan dan paling suka dengan mainan dinosaurus hijaunya dan dibawa kemanapun. Sedangkan Mummy Pig adalah ibu-ibu babi yang work from home dengan komputernya. Secara umum, Mummy Pig lebih bijak daripada Daddy Pig. Sebab, Daddy Pig adalah bapak-bapak babi selow dan ketawa-ketawa mulu kayak kebanyakan utang. Suka naik mobil dan takut ketinggian.

Keluarga babi-babian lain adalah Granny Pig yang sebagaimana eyang-eyang lainnya, eyang babi yang satu ini suka memasak untuk cucunya. Oh, juga memelihara ayam. Granny Pig hidup bersama Grandpa Pig, yang merupakan salah satu tokoh favorit saya di Peppa Pig. Rajin menanam sayur-sayuran serta suka berlayar walaupun ngawur.

Aunty Pig dan Uncle Pig adalah klaster lain dari babi-babian. Aunty Pig dan Uncle Pig adalah orangtua dari Chloe Pig dan Baby Alexander. Uncle Pig sendiri adalah adiknya Daddy Pig. Uncle Pig identik dengan brewoknya. Chloe sendiri agak lebih tua daripada Peppa karena umurnya 9 tahun.

Klaster Rabbit

Daddy Rabbit sering disebut juga Mr. Rabbit, identik dengan aksen Wales-nya. Daddy Rabbit adalah bapaknya Rebbeca Rabbit, Richard Rabbit, Rosie Rabbit, dan Robbie Rabbit. Sebagaimana kelinci di dunia nyata: anaknya banyak. Mr. Rabbit adalah konco kenthel-nya Daddy Pig.

Istrinya Mr. Rabbit adalah Mummy Rabbit yang merupakan ibu rumah tangga sejati. Mummy Rabbit adalah kembarannya Miss Rabbit. Miss Rabit ini pekerjaannya paling absurd. Nyupir iya, jadi kasir juga iya. Atau kalau rajin mengikuti Peppa Pig, maka kita akan melihat bahwa Miss Rabbit ini betul-betul bekerja serabutan! Nyupir bis iya, jaga es krim iya, jaga perpus iya, kasir tadi sudah dibilang iya, pemadam kebakaran juga, penerbang helikopter juga dilakoni, bisa juga nyupir kereta api. Miss Rabbit dan Mummy Rabbit adalah anak dari Grampy Rabbit.

Grampy Rabbit adalah rabbit petualang yang eksentrik dan muncul dalam beragam episode absurd di Peppa Pig. Sempat ditunjukkan bahwa dia hidup di mercusuar. Iye, nggak paham juga gimana kelinci bisa lebih suka hidup di laut.

Adapun sepantaran Peppa-nya adalah Rebecca Rabbit. Teman baiknya Peppa dan kakaknya Richard plus si kembar Rosie-Robbie. Tetanggaan lubang dengan Molly Mole dan ya namanya kelinci, suka wortel.

Richard Rabbit sendiri adalah kalangan kecil yang kurang lebih setara George Pig dan Edmond Elephant. Umurnya ya sama, 2 tahun. Kalau si kembar umurnya masih nol, jadi betul-betul bayi seutuhnya.

Klaster Dog

Strukturnya sama, dimulai dari Granddad Dog dan Granny Dog. Granddad Dog ini teman-teman gimana gitu sama Grandpa Pig. Nggak jelas sebenarnya dia bapaknya Daddy Dog atau Mummy Dog. Yang jelas, Danny Dog adalah cucunya.

Granny Dog sendiri nyaris embuh karena jarang sekali muncul. Sementara Daddy Dog alias Captain Dog adalah pelaut. Mummy Dog juga terbilang jarang muncul cuma kurang lebih ya seperti mamak-mamak yang lain, baik dan sopan.

Mungkin klaster Dog ini agak patriaki karena yang tampil yang cowok-cowok saja. Danny Dog sebagai cucu juga terbilang sering muncul. Anjing berusia 4 tahun ini sering membantu Granddad Dog di garasinya serta ingin menjadi pelaut seperti Captain Daddy Dog.

Klaster Zebra

Tentunya dimulai dari Daddy Zebra dan Mummy Zebra. Ada Zoe Zebra, anak tertua dan adiknya Zuzu-Zaza. Zuzu dan Zaza adalah anak kembar berumur 2 tahun. Daddy Zebra atau Mr. Zebra adalah seekor tukang pos. Zoe sendiri sering membantu bapaknya. Adapun Mummy Zebra sering samaan dengan Mrs. Cow~

Sekian dulu, klaster hewan lainnya akan disambung pada post berikutnya. Tabik!

PNS Kuliah Lagi Dengan LPDP: Kelindan Tiga Urusan

Sebagaimana saya tulis sebelumnya bahwa saya memang tengah kuliah lagi. Sudah jalan 1 semester dan sedihnya IP-nya biasa-biasa saja. Meskipun saya kuliah per September 2019, tapi sesungguhnya ketika saya akhirnya masuk kuliah itu adalah akumulasi dari urusan yang sudah dimulai sejak awal 2018! Nah, melalui postingan ini saya hendak berkisah tentang keribetan yang dihadapi dalam 1,5 tahun tersebut, dan memang hanya dihadapi oleh PNS yang ingin kuliah lagi dengan LPDP seperti saya.

Judul tulisan ini adalah kelindan tiga urusan, karena memang ketika saya hendak kuliah lagi maka ada 3 faktor yang harus beres yaitu urusan dengan kantor, urusan dengan LPDP, serta urusan dengan kampus.

Seperti diketahui bahwa untuk PNS yang kuliah itu ada status Tugas Belajar. Dalam posisi sebagaimana saya alami sekarang, PNS itu ya tetap PNS, tetap dapat gaji meski tidak sebesar kalau aktif kerja, karena dia memang penugasannya adalah belajar. Nah, untuk mengurus Tugas Belajar itu beda-beda tiap instansi.

Kalau urusan dengan LPDP tentu saja soal proses seleksi yang sudah banyak dibahas. Sedangkan urusan dengan kampus tentu saja tes masuk. Segala keribetan mengurus Tubel dan LPDP akan nihil kalau kagak lolos seleksi masuk kampusnya. Heuheu. Nah, pertanyaan mendasarnya adalah mana yang sebaiknya diurus duluan?

Akan ada banyak pertimbangan, sebenarnya. Cara saya mungkin tidak akan sesuai dengan kondisi instansi atau kantor lain, tapi mungkin bisa dijadikan landasan berpikir. Urutan yang saya pilih adalah seleksi LPDP dulu, kemudian mengurus Tugas Belajar paralel proses seleksi maksuk kampus.

Kok Nggak Tugas Belajar Duluan?

Di kantor saya, demi menjaga ekosistem kepegawaian ada skema kesepakatan sekian persen pegawai yang boleh Tubel. Kebetulan sih di tempat saya memang lagi kosong antreannya, jadi secara prinsip ya tidak masalah. Akan tetapi, saya hanya berpikir jika saya sudah mengajukan Tubel duluan terus kemudian saya nggak lolos LPDP-nya, berarti nama saya sudah ada di dalam perhitungan persentase itu dan berarti juga menghambat kalau ada orang lain yang ingin kuliah.

Sederhananya, zalim. Saya biasa dizalimi, jadi enggan zalim. Heuheu.

santai gif

Walhasil, sebagaimana dipersyaratkan, karena kala itu saya masuk LPDP-nya jalur reguler dan bukan jalur PNS, maka saya menggunakan surat pernyataan dari atasan dan kebetulan atasannya juga mendukung dan sampai saya akhirnya masuk, atasannya nggak ganti. Ini faktor yang juga akan berbeda dengan teman-teman pada kasus lain.

Singkat kisah, saya diterima LPDP pada tahun 2018 untuk kemudian ikut Persiapan Keberangkatan (PK) pada tahun yang sama. Jadi ya cuma PK saja, daftar kampus belum, apalagi minta Tubel. Jadi, ketika sesudah PK, saya masih selow dulu sembari menggarap dokumen-dokumen untuk pengajuan Tubel.

Kebetulan sekali tenggat pengajuan Tubel di kantor itu sejalan dengan waktunya ujian masuk kampus. Jadi, saya tidak bisa tes di kampus dulu dan menggunakan hasilnya untuk pengajuan Tubel. Prosesnya terpaksa paralel.

Nah, untuk kepentingan pengajuan Tubel, saya lantas menggunakan fakta bahwa saya telah diterima LPDP. Secara umum hal ini akan cenderung mempermudah kelolosan proses persetujuan Tubel, karena setidak-tidaknya beban anggarannya tidak di kantor. Anggaran yang ada bisa dikasih ke pengaju lain.

Begitu pengajuan Tubel saya lakukan, saya kemudian belajar untuk ujian masuk se-edan-edannya. Lha, gimana, yang mau bayarin kuliah sudah ada, Tubel sedang diajukan, kalau kemudian kuliahnya nggak keterima ya bubar usaha yang dibangun setahun itu.

Sesudah lulus ujian masuk

Untunglah kemudian saya diterima di kampus yang sesuai dengan pengajuan awal saya di LPDP. Kalau tidak, tentu saja harus mengurus hal lain, pindah kampus, misalnya. Dan itu tentu saja saya kurang yakin punya cukup energi untuk urusan tersebut, termasuk juga mengubah lagi pengajuan Tubel yang sudah dibuat.

Sesudah diterima, maka saya bisa menyerahkan ke pengelola SDM di kantor sebagai pendukung bahwa saya minta Tubel itu posisinya sudah diterima kok. Letter of Acceptance (LoA) dari kampus juga saya bawa ke LPDP. Tapi…

…belum bisa minta duit.

Lho? Kok?

Untuk bisa dapat pendanaan LPDP, sebelum kuliah dimulai harus dipastikan bahwa yang sedang bekerja harus off. Yang swasta ya resign, yang PNS ya harus ada SK Tubel. Jadi, saya kudu submit SK Tubel ke LPDP kalau ingin dapat pencairan dan bisa kuliah.

Tapi…

Untuk bisa dapat SK Tubel itu, kantor saya juga butuh bukti bahwa LPDP tidak sekadar menerima saya tapi bersedia mendanai saya. Bagi yang pernah seleksi LPDP tentu tahu bahwa bukti lulus itu ya di website, bukan berupa piagam. Untuk keperluan urus-urus ini perlu ada yang namanya Letter of Guarantee (LoG) yang pada waktu tersebut juga harus saya kasih ke kampus sebagai jaminan pembiayaan dalam proses daftar ulang.

Ribet? Ya, lumayan.

Sederhananya adalah kampus butuh LoG. Saya belum bisa minta LoG ke LPDP karena belum ada SK Tubel. SK Tubel saya nggak bisa keluar karena harus ada LoG. Haiyaaaaaa….

pusing gif

Pada akhirnya, saya memakai mekanisme lawas, Letter of Sponsorship (LoS), untuk ke kantor. Sedangkan untuk ke kampusnya menggunakan pendaftaran kolektif yang dikoordinir teman satu PK yang sekarang jadi Lurah di kampus saya. Ibarat kata, ngasih tahu ke kampus bahwa nama-nama dalam lampiran ini sudah pasti dibayarin LPDP, kok, jadi nggak usah khawatir. Makanya kemudian saya bisa dapat Kartu Mahasiswa ketika proses registrasi ulang.

Kemudian perihal LoG dan SK Tubel bagaimana?

Itu tadi, ke kantor saya pakai LoS dan sembari menunggu SK yang pastinya lama karena yang tanda tangan adalah Eselon I, maka saya menggunakan pengumuman penerimaan Tubel yang merupakan hasil rapat dan ditandatangani Eselon I, sebelum kemudian SK Tubel-nya saya susulkan ke LPDP demi tertib administrasi.

Ngomong-ngomong, sebenarnya ada 1 keribetan lagi tapi tidak perlu saya uraikan. Hal itu adalah karena saya mengambil jurusan yang hanya ada kelas Khusus, sementara kebijakan umum LPDP tidak memperkenankan pembiayaan untuk kelas Khusus ini. Tapi ya karena memang dari awal jurusan itu ada di list dan kelas yang dibuka hanya Khusus, jadinya bisa dibiayai. Meski memang harus ada yang diurus. Bukan perkara umum, jadi tidak usah dijelaskan, yha.

Percayalah bahwa selain butuh kesabaran, butuh pula energi, dan butuh mindset yang baik dalam menghadapi kelindan urusan yang sebenarnya nggak jelas mana yang duluan dan mana yang belakangan ini. Syukurlah, pada akhirnya September kemarin saya akhirnya beneran bisa kuliah. Dan mohon doanya supaya saya bisa lulus tepat waktu karena kalau nggak tepat maka uang saya nggak cukup untuk bayar sendiri. Heuheu.

berdoa gif

Sekian pembahasannya, yha. Baca lebih lanjut tentang dokumen-dokumen LPDP di sini, termasuk tentang tips agar diterima LPDP di sini juga. Kamsia!

Serunya Main Bersama Anjing di Boogie Doggie Pet Cafe Kelapa Gading

boogie doggie pet cafe kelapa gading

Beberapa waktu yang lalu, Mama Isto jadi narasumber sebuah seminar yang diikuti oleh tenaga kesehatan. Dalam rangka support penuh dan berhubung juga saya tidak kuliah hari itu, maka kami menggunakan momen tersebut untuk staycation di sekitar Kelapa Gading, tempat seminar diadakan.

Seminarnya di Harris Kelapa Gading, sih. Akan tetapi, karena kami tetap harus mempertimbangkan masa depan keluarga, jadi menginapnya tidak di hotel itu. Selain karena saya bosan setahun bisa 3-4 kali menginap di situ untuk acara fullboard, faktor paling krusial adalah nggak ada uang. Jadi kami mlipir sedikit, yang penting masih di Kelapa Gading.

Seminarnya Jumat dan Sabtu, sehingga kami menginap dua malam di hotel yang kamarnya mungil sekali. Saya membawa Isto dari Serpong ke Kelapa Gading cukup dengan sekali naik bis dari Summarecon Mal Serpong ke Mal Kelapa Gading. Kebetulan, anaknya berhasil dibuat lelah hingga sepanjang perjalanan dari Summarecon Gading Serpong ke Summarecon Gading yang di Jakarta Utara bisa berjalan optimal.

Mal Kelapa Gading sudah lama dikenal sebagai mal hits anak Jakarta. Salah satu alternatif yang ciamik untuk nongkrong anti mainstream kiranya dapat ditemukan di MKG ini.

Boogie Doggie Pet Cafe

boogie doggie pet cafe

Namanya Boogie Doggie. Kalau menurut akun Instagramnya sih Boogie Doggie ini terdiri dari pet cafe, salon, spa, dan hotel. Semuanya untuk doggie, yha. Akan tetapi tulisan ini fokus pada bagaimana Isto menikmati permainan dengan anjing di pet cafe-nya.

Boggie Doggie Pet Cafe terletak di Gading Walk Mal Kelapa Gading. Menurut Media Indonesia, kafenya dibuka pada April 2019. Tempatnya tidak luas-luas banget, tapi cukup untuk bermain dengan anjing lucu.

Konsepnya adalah minimum order. Jadi, dengan transaksi sejumlah tertentu–yang saya kok ya lupa, mungkin karena Mama Isto yang bayar–kita dapat bermain dengan anjing selama 2 jam. Kebetulan, Isto tidak dihitung, jadi kami hanya bayar 2 pax saja.

Hal penting untuk diperhatikan adalah ruangannya indoor sehingga kalau memang hendak berkunjung ke kafe ini, pastikan kita bukan orang yang risih dengan bulu anjing termasuk kencingnya. Ya, namanya juga anjing, pipis kan tidak bisa diarahkan ke toilet. Jadi, di kafe ini anjing terbilang sering buang air kecil, meskipun ada juga sebagian yang dikasih popok. Cuma, tenang saja, beberapa petugas dengan sigap dan piawai mengelap pipisnya anjing sehingga kita lupa bahwa tadi ada anjing pipis. Untuk itu pula, barang-barang harus ditaruh di suatu keranjang. Supaya tidak jadi bahan permainan si anjing.

kafe anjing kelapa gading

Menurut Media Indonesia ditunjang pengamatan saya, setidaknya ada 15 anjing yang dilepas bebas pada satu sesi. Masih versi media yang sama, total ada 45 anjing dari berbagai ras mulai dari pug, samoyed, alaskan malamute, pomeranian, corgi, hingga golden retriever ada semua. Nah, jadi modelnya shift. Seekor anjing ada periodenya diedarkan di kafe dan jika sudah selesai, dia akan diangkut ke kandang kemudian digantikan dengan yang lain lagi.

Isto ini agak love-hate gitu sama anjing. Dia ngeh dan sering teriak-teriak bahwa anjing itu lucu. Tapi dia belum terlalu berani bercengkrama intim dengan anjing. Lumayanlah, sebagaimana dengan kucing kompleks, dia tidak takut sama sekali dengan dua binatang kaki empat itu. Jadi, lumayan enak buat orangtuanya mengajarkan afeksi pada makhluk hidup lainnya.

boogie doggie pet cafe

Karena dibiarkan lari-lari, jadi ketika kita sedang makan, bisa saja ada anjing ndusel-ndusel kaki kita. Jadi, disiapkan hatinya dan jangan langsung menendang ketika ada gangguan. Bahaya.

Plus, anak juga harus diajari untuk tidak terlalu gemas dengan anjing. Termasuk sampai menggendong dan membawa kemana-mana. Itu cukup Mbah Surip saja yang tak gendong kemana-mana. Untuk itulah pengawasan orangtua menjadi penting, bukannya makan seenaknya terus anak dibiarkan lari berkeliaran nggak karu-karuan.

boogie doggie kelapa gading

Kira-kira demikian saja. Beberapa foto Isto dalam post ini tentunya sudah memberi gambaran betapa menariknya main di Boogie Doggie Pet Cafe ini. Cukup direkomendasikan, terutama bagi yang tidak ada halangan atau alergi tertentu.

Guk.

cara memelihara anjing

3 Langkah Mendisiplinkan Anak

3 Langkah Mendisiplinkan Anak – Ini blog judulnya Bapak Millennial, tapi jarang ngepost tentang parenting. Ya, namanya juga pernah beberapa tahun di birokrasi dan lagi off, mentalitas birokratnya kentara. Jadi, kebanyakan janji, minim aksi. Heuheu. Nah, mumpung lagi off, saya mencoba menulis sedikit tentang parenting. Kali ini tentang langkah-langkah mendisiplinkan anak.

Ehm, tapi apakah Isto sudah cukup disiplin sampai saya berani-beraninya nulis begini? Heuheu, tentu saja belum. Ide utama posting ini saya ambil dari situsweb All Pro Dad, salah satu pijakan saya untuk jadi bapak-bapak pro. Tentunya ditambahkan kisah Isto supaya relate.

Kita sering melihat anak yang tampak ‘nakal’. Khusus bapak-bapak bermuka seram, dapat bonus lagi karena sering jadi antagonis nggak jelas dalam pernyataan, “eh, kamu nakal ya, nanti dimarahin Om itu, lho.”

Padahal Om-nya baik-baik saja. Kan afu, yak.

Isto sendiri tentu masih banyak bolongnya, lha bapaknya juga demikian. Akan tetapi, ada beberapa poin yang menurut saya positif dalam proses tumbuh kembangnya sampai saat itu terkait dengan kedisiplinan.

Berikan batasan dan konsekuensi yang jelas

Sejak dini, Isto selalu ditekankan soal batas-batas. Paling mudah memang bilang, “jangan…” akan tetapi bagi anak seusia dia berkata ‘jangan’ itu cenderung jadi berasa menyuruh, karena setiap benda yang disertai kata ‘jangan’ malah didekati sama dia.

Seorang anak tentu tidak tahu soal benar dan salah, kalau tidak diajari. Jadi, pertama-tama tentu urusan orangtua untuk mengajarinya. Dalam kasus Isto mungkin yang paling enak adalah soal listrik dan kamper di kamar mandi.

Ketika banyak orangtua ketakutan dengan colokan di bawah dan mudah diakses batita, maka saya sudah mulai tenang. Ketika Isto melihat colokan, dia hanya akan stop 1-2 langkah dari colokan, menunjuk colokan itu sembari berkata, “listrik…”

Lha ya gimana, awak tinggal di kontrakan, nggak punya daya upaya untuk mindahin colokan ke atas. Jadi pilihannya ya mengajari anak deh.

Kenapa bisa seperti itu? Ya tentu saja karena sejak dini sudah dikasih tahu bahwa listrik ini berbahaya jika dipegang olehnya. Sejak belum bisa jalan, bahkan. Memang terasa pekok ya ngajari bocah yang belum tahu hal sekompleks colokan listrik, tapi begitu sampai ke usia 1,5 tahun kok ya terasa faedahnya.

Sederhananya adalah ketika kita memang tidak bisa menahan kata ‘jangan’, maka tambahkanlah bahwa ketika ‘jangan’ itu dilanggar, akan ada sesuatu yang terjadi, sesuatu yang buruk pula. Tanamkan itu berulang-ulang.

Isto mungkin sudah berhasil di listrik dan kamper–kalau yang ini, kami menyebutnya ‘racun’, jadi Isto juga hanya akan berhenti dan bilang ‘racun… racun…’ kadang bahkan sambil nyanyi ala Changcutters. Tapi, ya, masih banyak aspek lain yang terus berusaha saya dan emaknya tanamkan.

Laksanakan konsekuensi, seperih apapun ini

Agak berbeda konteks dengan listrik dan kamper, sih, tapi ini lebih ke sikap. Misal, kemarin saya membelikan Isto batu taman sekarung. Begitu dapat, itu batu dia lempar-lempar. Saya langsung kebayang bahwa dengan kemiskinan yang melanda, kalau kena tivi bisa berabe. Maka, saya langsung menanamkan batasan dan konsekuensi bahwa jika dia melempar satu batu, Papa akan marah dan batunya akan dibuang.

Yha, batu sekarung, kalau dibuang 2 biji juga bisa ambil lagi di karung. Heuheu. Nanti kalau Isto sudah bisa baca postingan ini, semoga dia bisa paham trik pekok ini~

Benar saja, baru diingatkan, dia tetap lempar-lempar batu lagi. Maka, kemudian batu itu saya buang betulan ke tempat sampah. Oya, karena dia juga paham tentang tempat sampah jadi walaupun dia bisa buka tapi nggak menggapai jeroannya.

Ini mungkin perih, tapi dalam upaya pendisiplinan ketegasan itu penting. Ya kadang kasihan juga sih lihat anaknya nangis. Tapi akan lebih kasihan lagi jika di masa depan dia menjadi orang yang tidak paham konsekuensi.

Momen diskusi dan rekonsiliasi

Satu hal yang penting dari sesi bapak galak adalah diskusi sesudah momen itu. Saya kadang juga galak sama Isto, tapi kemudian pasti ada rekonsiliasi. Untuk usia 2,5 tahun wujudnya adalah pelukan. Senang lho dipeluk anak yang habis dimarahi karena bagaimanapun perasaan sebagai bapak juga nggak enak.

Nah, sembari momen itu saya berusaha melakukan diskusi dan muaranya adalah mengulang esensi dari peristiwa sampai pada titik ketika Isto bisa mengulang sendiri konsekuensi jika dia melanggar batas. Kalau perlu momen pengulangan itu diungkit sedikit ketika anak sedang sesi main bebas biasa. Sekadar untuk tahu apakah peristiwa itu masuk ke dalam ingatannya.

Tentu saja dibutuhkan orangtua yang nggak malas dan ini saya akui sulit. Sebagai kaum rebahan, memang lebih mending rebahan daripada mendidik anak. Tapi bagaimanapun anak adalah titipan yang harus dijaga sebaik-baiknya, plus diupayakan bermanfaat setidaknya untuk sesama. Agama dan negara urusan nanti, lah. Dan untuk itu, diperlukan komitmen orangtua untuk memberikan dasar-dasar yang baik, ketika orangtuanya sendiri mungkin dasarnya belum baik.

Namanya juga jadi orangtua, tidak semudah orang bertanya, “kapan isi?” Ya, kan?

Asimetris di Sanmare

Post ini aslinya dibuat tahun 2017, tapi baru tayang 2020. Sedih bener nasib #KelilingKAJ saya. Hehe. Memang, sejak punya anak, ada sedikit perubahan arah kebijakan blog ini yang membuat #KelilingKAJ agak terpinggirkan. Namun hati nggak enak juga kalau proyek ini nggak selesai, apalagi sudah sepertiga jalan. Jadi, #KelilingKAJ kali ini akan merambah ke sebuah gereja di Dekenat Tangerang. Namanya Paroki Santa Maria Regina, atau lebih terkenal dengan nama Sanmare. Sedikit kisah, di gereja inilah saya pertama kali melakukan kedok religi kepada perempuan yang kemudian jadi ibu dari anak saya~~

Untuk mencapai Gereja Sanmare ini, bisa melalui Stasiun Pondok Ranji, kemudian jalan sedikit melewati tol, lantas naik angkot D09 sampai Hari-Hari. Atau dari Stasiun Jurangmangu ya tinggal naik ojek online. Gereja ini letaknya di samping Hari-Hari dan persis di seberang Bank Permata. Tepat di pojokan sebelum Taman Jajan, pokoknya. Dan jangan harap akan menemukan arsitektur ala Gereja semacam menara menjulang dengan Salib, karena arsitektur Sanmare memang tidak begitu.

Sanmare

Menurut website Paroki Sanmare, gedungnya dirancang menjadi satu masa bangunan tunggal yang kompak dengan bangunan mencakup berbagai fungsi bangunan seperti tempat ibadah itu sendiri, aula, pastoran hingga parkir. Dan bahwa Gereja Sanmare ini tidak seperti gereja kalau dari luar adalah karena bangunan dibuat dengan arsitektur simpel dan modern dengan bangunan utama ditarik ke bagian belakang untuk menyediakan ruang yang lumayan luas di depan sebagai ruang terbuka hijau.

Selengkapnya!

Asuransi Penyakit Kritis, Kebutuhan Orangtua Milenial

Asuransi Penyakit Kritis, Kebutuhan Orangtua Milenial – Sebagaimana teman-teman ketahui, saya itu cukup lama bekerja di pabrik obat. Satu hal yang suka bikin saya bimbang kalau bekerja di pabrik obat—apalagi saya seorang perencana produksi—adalah soal sudut pandang dalam melihat obat. Obat dapat dipandang sebagai solusi terhadap penyakit, tapi di sisi lain obat itu harus ada ongkosnya dan itulah yang menyebabkan suatu obat mahal. Kalau waktu itu obat murah, apa ya saya bisa gajian dengan sejahtera? Bimbang, deh. Apalagi kita tahu penetrasi asuransi di Indonesia kala itu belum maksimal, jadi ada kemungkinan banyak yang harus membayar obat mahal pakai uang tabungan.

asuransi penyakit kritis
Obat-Obatan (dokumentasi pribadi)

Faktanya adalah obat itu diperlukan, terutama sekali untuk solusi pada setidaknya 10 penyakit kritis. Seorang teman, seumuran saya, pernah divonis kena kanker limfoma, yang untungnya stadium awal dan dia punya asuransi kesehatan. Kala itu, meski tidak diminta, saya dan beberapa rekan lain melakukan penggalangan dana. Uang yang terkumpul lumayan besar sebenarnya, tapi begitu dicek ke biaya pengobatan baru diketahui bahwa uang segitu hanya setara dengan sekali kemoterapi. Begitulah, di pabrik saya tahu betul kalau obat yang tinggi botolnya tidak lebih dari panjang jari kelingking, harganya bisa setara gaji saya bertahun-tahun.

Terutama untuk 10 jenis penyakit kritis seperti infarks miokard, penyakit pembuluh darah arteri koroner yang membutuhkan operasi bypass, operasi penggantian katup jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, gagal hati, koma, transplatasi organ tubuh utama, dan luka bakar hebat 20% dari luas permukaan tubuh, pada prinsipnya menyebabkan penderitanya tidak produktif. Ya, entah tidak produktif karena memang tidak sadar, atau tidak produktif karena terjadi penurunan kemampuan dalam beraktivitas.

Bagaimana jika penderita itu adalah orangtua milenial dengan anak yang biaya kebutuhannya sedang banyak-banyaknya? Istri saya adalah seorang farmasis klinis di rumah sakit khusus kanker dan obrolan kami di rumah tidak jarang adalah tentang pasien-pasiennya. Dan faktanya bahwa yang masih muda dengan anak masih kecil seperti anak kami juga tidak jarang terjadi.

Apalagi, untuk kanker, para ahli pun masih terus bereksplorasi perihal penyebabnya. Seringkali kita mendapati bahwa orang-orang yang tidak merokok kena kanker, eh tetangga saya usia 80 tahun rokoknya jalan terus, hidupnya juga jalan terus tanpa kena kanker atau penyakit jantung. Ada juga orang yang makan apapun dan sehat-sehat saja, sementara orang lain yang makannya diatur malah kena kanker. Sejauh ini, penyebab kemunculan kanker yang fix betul itu masih belum diketahui.

Gejalanya juga demikian. Teman saya tadi ngeh kalau kanker ketika batuk tidak sembuh-sembuh. Sempat dikira TBC pula sampai dia bilang di grup WhatsApp, “guys, gue ternyata nggak kena TBC, tapi kena kanker”. Pasien lain lagi kadang malah baru sadar ketika kanker sudah menyebar (metastase) dalam kondisi dia pusing tidak hilang-hilang begitu dicek ternyata sumbernya bukan di kepala melainkan penyebaran dari kanker di tempat lain.

Atau contoh kasus beberapa orang terkenal tiba-tiba mengalami masalah kesehatan seperti stroke maupun serangan jantung yang menyebabkan harus ada tindakan lanjutan seperti operasi. Kalau orang kondang masih mending proteksinya banyak, kalau orang biasa seperti saya?

Berdoa dan berusaha untuk tidak terkena penyakit kritis memang penting, tapi akan jauh lebih penting jika ada persiapan, terutama finansial. Sebab, kita tidak selalu bisa mengandalkan penggalangan dana yang sifatnya temporer. Persiapan finansial ini berarti dalam kondisi sedang sakit, kita harus bisa dapat uang banyak demi mengobati penyakit itu. Padahal cari uang kan harus kerja, lha bagaimana bisa kerja kalau lagi sakit?

Pentingnya Asuransi Penyakit Kritis

Demikian pentingnya asuransi penyakit kritis, terutama untuk orangtua muda. Bukan apa-apa, sih, dengan adanya asuransi kesehatan apalagi yang merupakan asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia, kita bisa agak santai sedikit kalau amit-amit kena penyakit kritis. Setidaknya ada bala bantuan pendanaan ketika memang dibutuhkan. Asuransi kesehatan terbaik ini bukan berdoa untuk sakit lho, ya, tapi justru mempersiapkan diri dengan baik kalau-kalau ada kemalangan. Daripada pas kemalangan kita nggak punya duit, apa nggak malang kuadrat namanya?

Salah satu produk asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia adalah Mega Comforta, yang merupakan produk Asuransi Jiwa yang akan memberikan manfaat asuransi berupa perlindungan dari meninggal dunia akibat sakit maupun kecelakaan dan terdiagnosa pertama kali salah satu dari 10 penyakit kritis. Mega Comforta merupakan produk dari PFI Mega Life yang sudah dikenal sebagai salah satu asuransi kesehatan terbaik di Indonesia.

Fitur produknya sesuai untuk segmen orangtua milenial karena dimulai dari 18 sampai 59 tahun dengan masa perlindungan maksimal sampai usia 60 tahun. Usia segitu, bagi yang nikahnya telat kayak saya berarti anak sudah umur 30 tahun, diri sendiri sudah bisa pensiun dengan mapan—mestinya. Menuju usia 60 tahun itu yang sebenarnya penting karena untuk biaya hidup saja sudah mahal, belum lagi pendidikan, padahal kesehatan justru yang paling utama.

Premi Mega Comforta

Sebagai asuransi penyakit kritis, premi untuk Mega Comforta terbilang tidak menyulitkan sebagaimana tabel berikut ini. Sekadar perbandingan, kemarin saya dapat report dari sebuah aplikasi ojol bahwa orderan food saya dalam sebulan itu setara bayar paket C tiga bulan untuk usia saya yang sekarang ini. Sebuah bukti kalau order food selama ini masih lebih mahal.

Manfaat Mega Comforta

Setidaknya ada 3 manfaat utama yang bisa diperoleh dari asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia ini, yakni:

  • apabila Tertanggung meninggal dunia bukan karena kecelakaan dalam masa asuransi, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan 100% (seratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.
  • apabila Tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan dalam masa asuransi, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan 500% (lima ratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.
  • apabila Tertanggung terdiagnosa untuk pertama kali salah satu dari 10 sepuluh) penyakit kritis, maka kepada Tertanggung akan dibayarkan 100% (seratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan Plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.

Sekali lagi, mempersiapkan asuransi penyakit kritis ini bukan berharap kita kena penyakit kritis, tetapi sebagaimana prinsip asuransi di Indonesia bahwa yang kita siapkan adalah ketika kita kena apa-apa, setidaknya nggak bikin susah orang-orang tersayang, wabilkhusus pasangan dan anak-(anak), dengan telah menyiapkan pendanaan yang cukup memadai melalui asuransi kesehatan guna menjalani proses terapi yang pastinya tidak mudah itu. Sembari itu, tentu saja kita harus tetap rajin berolahraga dan menjaga tubuh dengan sebaik-baiknya.

asuransi penyakit kritis terbaik di indonesia
Berolahraga tetaplah penting (dokumentasi pribadi)

Demikian sedikit paparan tentang salah satu asuransi kesehatan terbaik ini, untuk informasi lebih lanjut bisa klik link Website PFI Mega Life ini atau kunjungi media sosial PFI Mega Life di Instagram @pfimegalife. Semoga kita sehat selalu supaya bisa jalan-jalan dan makan-makan bersama wisata kuliner. Sik penting maknyus!

5 Tips Tak Terduga Dapat Tiket Murah ke Malaysia

Traveling ke Malaysia dengan budget yang murah memang cukup menyenangkan, bukan? Terlebih lagi, kamu bisa pamer ke teman – teman media sosial kalau kamu bisa traveling ke luar negeri. Bahkan, mendapatkan tiket murah ke Malaysia pastinya akan sangat membanggakan. Percaya deh! Siapa yang tidak suka dengan harga diskon, promo atau tiket murah tanpa banyak syarat yang ribet. Terlebih lagi, kalau sudah termasuk gratis kabin atau bagasi dan tidak ada lagi minimum pembelian. Pastinya kalau tidak cepat – cepat di beli akan sangat disayangkan. Kapan lagi bisa jalan – jalan ke luar negeri dengan tiket pesawat murah? 

Apapun alasan kamu untuk pergi ke Malaysia, tiket pesawat terbang murah memang sangat melegakan. Untuk bisa mendapatkannya, kamu bisa mempraktekkan beberapa tips berikut ini. 

Cari alternatif bandara kedatangan lainnya

Buat kamu yang belum mendapatkan tiket murah dari Jakarta ke Kuala Lumpur, kenapa tidak memilih bandara lainnya. Di Malaysia sendiri ada satu lagi bandara Internasional yang cukup terkenal, yakni Penang. Bahkan, banyak juga promo tiket murah dari Indo ke Penang, Malaysia. Lagipula, kamu juga bisa berjalan – jalan terlebih dahulu di Penang yang terkenal akan tempat berobat paling murah. Walaupun begitu, masih banyak tempat wisata yang bisa dinikmati di Penang.

Selain Penang, ada juga bandara Internasional Kuching yang berada di Serawak. Memang bandara ini berada di pulau Malaysia sebelah timur, namun kota Serawak juga tidak kalah menarik dibandingkan kota lainnya di Malaysia. Terlebih lagi, buat kamu yang hanya ingin sekedar travelling. 

Sumber: Pecels

Bandingkan harga sekali pergi dengan pulang pergi

Kebanyakan tiket promo ke Malaysia pastinya include pulang pergi. Namun buat kamu yang masih tidak ada uang, bisa memakai cara yang cukup tricky yang satu ini. Dibandingkan harus beli tiket pesawat pulang pergi, coba beli tiket sekali jalan. Kebanyakan promo ada pada tanggal – tanggal keberangkatan tertentu.

Coba kamu lakukan pemesanan tiket pesawat ke Malaysia sekali pergi saja, tapi dilakukan dua kali dengan pemesanan yang berbeda. Saat ada promo, langsung pesan tiket keberangkatan dari kota tujuan ke Malaysia, dengan harga terendah. Untuk tiket pulang bisa dilakukan di lain hari kalau ada promo lagi, itung – itung kamu juga bisa menabung.  

Dibandingkan dengan menggunakan fitur tiket pulang pergi. Coba deh! Rasakan berapa selisih yang kamu dapatkan dengan cara di atas.

Memilih tanggal keberangkatan yang fleksibel

Tanggal keberangkatan adalah sesuatu yang sangat krusial dan menjadi penentu akan harga tiket pesawat ke Malaysia. Contohnya, kamu ingin menghabiskan liburan lebaran di Malaysia dan memesan tiket menjelang lebaran, pastinya harganya melambung tinggi. Bahkan H-7, harga tiket pesawat akan terus melambung. Namun tidak perlu khawatir, kamu masih bisa mendapatkan tiket murah, asalkan memilih tanggal keberangkatan yang fleksibel. 

Buat kamu yang tidak suka ramai, bisa memilih tanggal setelah lebaran atau hari besar lainnya. Harganya juga jauh lebih murah. Selain itu, jangan pilih penerbangan pada tanggal – tanggal sibuk atau libur panjang. Lebih baik, kalau kamu mengambil cuti beberapa hari untuk menikmati liburan dan mendapatkan tiket penerbangan murah ke Malaysia.

Jangan lupa langganan email update dari maskapai penerbangan

Agar kamu tidak ketinggalan informasi akan tiket promo dari maskapai penerbangan, jawabannya hanya satu, yakni berlangganan email update dari maskapai penerbangan tersebut. Terlebih lagi, sekarang sudah jamannya gadget, di mana smartphone kamu menjadi platform terbaik mendapatkan updatean tiket promo.

Gunakan kekuatan media sosial

Banyak sekarang akun media sosial yang menawarkan tiket promo pesawat murah. Nah, hal ini pas untuk kamu yang jarang membuka email dan memang tidak suka dengan email spam. Coba follow aja beberapa akun media sosial yang menawarkan tiket – tiket pesawat murah. Bahkan tidak hanya tiket pesawat murah saja, ada banyak informasi unik akan travelling yang bisa kamu dapatkan. Jangan lupa pantengi dan kalau bisa aktifkan notification. Dengan begitu, kamu tidak akan ketinggalan lagi mendapatkan tiket pesawat murah untuk travelling ke Malaysia. Bagaimana menarik, bukan? 

Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Melunasi KPR BTN

bahagia-bersama-air-asia (1)

Hidup itu kadang aneh-aneh saja. Pertengahan 2011, saya lagi kurang kerjaan main ke Grand Cikarang City sama Pak Agung. Eh, begitu sampai ke GCC, lagi ada penawaran menarik soal rumah. Pada usia 24 tahun itu segalanya lantas terjadi begitu cepat. Desember 2011, saya mulai nyicil KPR sebuah rumah di Cikarang.

Waktu itu, niat suci mulianya–karena ketika itu saya sudah punya pacar yang sama selama bertahun-tahun–rumah itu ya buat tempat tinggal sesudah menikah. Apa daya, sebulan sesudah akad KPR, malah putus. NGOAHAHAHAHA. Asem tenan, og. Eh, ya kalau sekarang sih disyukuri saja. Namanya juga hidup.

Jalan nasib kemudian malah membawa saya pindah kerja ke Jakarta. Kemudian ketemu Mama Isto, lantas ada Isto, dan ya seterusnya sampai sekarang. Cicilan rumah itu tetap jalan tapi pada akhirnya tidak bisa saya huni karena jaraknya ke Jakarta yang terlalu jauh.

Sesudah lewat periode perjanjian untuk tidak ditempati orang lain, rumah itu kini tengah ditempati seorang prodiakon, melalui perantaraan ketua lingkungan yang notabene adalah teman saya sebelah kamar waktu di kos Kedasih dulu. Jadi, rumah itu ada di lingkungan dia. Ya, sudah, daripada jadi sarang ular karena ditinggal ke Jakarta, maka rumah itu sekarang dipakai juga.

Hingga akhirnya, karena keperluan untuk kredit lagi, maka rumah yang itu mau tidak mau harus saya lunasi. Untunglah istri dapat proyek besar dan kemudian saya juga berhasil nabung sedikit-sedikit via Reksadana hingga akhirnya terkumpul sejumlah uang untuk bisa melunasi rumah itu.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pelunasan KPR melalui Bank Tabungan Negara alias BTN. Semoga dapat membantu.

Perhatikan Bunga

Saya selalu memantau sisa hutang tiap tahun karena harus dilaporkan ke LHKPN-nya KPK. Walhasil, setiap tahun saya sadar bahwa hutang saya nggak berkurang banyak. Ya, bayangkan saja, dari total hutang 70 juta per November 2019 alias sudah 2/3 jalan saya tetap kudu bayar 30 jutaan.

Jadi, memang saya ambil cicilan flat alias bunga anuitas. Nah pada skema ini, dari proporsi flat itu sebagian besar di awal adalah bayar bunga. Jadi dari 800 ribu, itu awal-awal paling 100 ribu saja pokok yang terpotong. Sisanya 700 ribu adalah bunga. Rugi? Ya, iyalah. Tapi namanya miskin, diterima saja.

Pada posisi kemarin, saya melunasi di pokok sekitar 600-an sehingga bayar bunganya 100-an. Sebenarnya ya terlambat, sih. Tapi lagi-lagi, nggak apa-apa.

Buat yang bunganya anuitas, saran saya kalau ada uang lebih segera lunasi saja daripada nyesel. Kalau lagi ada uang kaget, bisa juga bayar kalau nggak salah 5 kali dan itu bisa mengurangi periode KPR.

Bisa Bayar di BTN Mana Saja

Saya sekarang tinggal di Tangsel, jadi ya daripada jauh-jauh ke Bekasi, saya coba bertanya dulu ke Tangsel bisa pelunasan atau tidak. Untungnya bisa. Tapi harus diperhatikan bahwa untuk pengajuan pelunasan hanya bisa dilakukan tanggal 1-15 bulan berjalan. Kalau diajukan tanggal 17, baru bisa proses bulan depannya.

Nanti kita isi form dulu semacam pernyataan akan bayar di cabang tertentu. Dalam sehari, akan diproses dan hari selanjutnya sudah bisa dibayar. Model pembayarannya adalah pendebetan dari buku tabungan. Jadi, kalau memang dari Reksadana, ya dipindahkan dulu ke BTN.

Catatan Khusus di BTN Tua

Sesudah lunas, saya kemudian ke Bekasi. Awalnya saya pikir tinggal ambil. Eh, ternyata ini kan cabang besar minta ampun, tua pula. KPR sampai ke ujung Babelan sana ya ke Bekasi. Heuheu. Jadi, tidak semudah itu. Pada hari pertama saya mruput Serpong ke Bekasi hanya untuk mendapatkan informasi bahwa dokumen berupa sertifikat bisa diambil dua hari lagi.

Nah, hari ini meskipun mumet saya datang lagi ke Bekasi. Mruput lagi, tapi demi harta kekayaan harus ditempuh karena ada keterangan “kalau diambil tidak pada hari perjanjian bakal lebih lama”.

Oya, beberapa dokumen yang harus dibawa adalah buku tabungan asli, ATM asli, KTP asli, kartu keluarga asli, buku nikah asli (ini agak diskriminatif, lha kan saya nggak punya buku nikah, adanya sertifikat), bukti pembayaran asli juga.

Tidak perlu difotokopi di luar, cukup di koperasi BTN saja, persis di dalam ruangan pengambilan sertipikat. Ya, mahal, sih, tapi saya anaknya mager.

Dan untuk cabang tua ini datanglah pagi karena datang pagi saja sudah dapat nomor 21. Asli, banyak juga yang akhirnya melunasi rumahnya. Saya jadi ikut terharu.

Masih HGB

Patut diingat kita beli rumah dari developer dan PT tidak bisa SHM tanah sehingga ketika dipecah-pecah ke satuan kecil jatuhnya adalah masih HGB. Bisa kok langsung ditingkatkan jadi SHM. Semua syarat sudah diberikan bank, dan koperasi mereka juga bisa membantu mengurusnya. Hanya saja, saya masih terkendala PBB. Berhubung HGB-nya habis 20 tahun lagi, jadi tak bernafas dulu. HGB dulu lah 1-2 tahun ini, nanti baru saya tingkatkan statusnya. Kalau ingat.

Sejujurnya, meski tidak punya keterikatan batin yang cukup kuat dengan rumah itu, tapi rumah itu tetaplah rumah pertama saya. Yang dicicil dengan setengah mati apalagi ketika saya mengalami penurunan income drastis saat keluar dari swasta.

Sekarang, kita bersiap nyicil lagi. Semoga kali ini benar-benar dihuni. Takutnya, keburu pindah ke rumah susun di Penajam Paser Utara. Heuheuheu.