8 Kiat Sukses Lolos Seleksi Substansi LGD LPDP

Rekor, Perpanjang SIM di Mal Pelayanan Publik Hanya 16 Menit Saja!

Sesudah lolos seleksi administrasi dan seleksi berbasis komputer maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah seleksi substansi. Dalam seleksi substansi itu sebenarnya ada 3 bagian besar. Akan tetapi, biar postingnya jadi banyak, ya saya pisahkan begini aja. Harap maklum, otak sudah susah dipakai mikir~

Tiga bagian besar yang saya maksud adalah verifikasi berkas, Leaderless Group Discussion (LGD), dan wawancara. Postingan ini khusus membahas LGD. Soalnya, bagian ini yang termasuk paling banyak dicari di Google. Entah kalau di Geevv.

1. Pahami LGD LPDP

Bagian pertama, kita kudu pahami teknis LGD LPDP ini. Dalam seleksi ini, kita akan ditempatkan sekitar 10 orang (plus minus) dalam 1 kelompok diskusi. Topik hanya diberikan sesaat sesudah masuk ruangan, dan boleh baca 5 menit.

Image result for 5 minutes gif

Oya, bonus kertas corat-coret juga, deh. Biasanya, pada soal, diberikan juga peran-peran yang dibutuhkan. Jadi, dalam LGD, kita akan berperan jadi seseorang/sesuatu, misal perwakilan pemerintah, perwakilan pelaku usaha, dll.

Nah, selanjutnya dalam 30 menit diskusi akan berjalan tanpa dibuka oleh 2 panitia merangkap penilai di dalam ruangan. Tinggal kreasi peserta dalam 30 menit yang menjadi koentji~

2. Pahami Konsep Dasar Tes LGD Yang Baik

Saya sudah menghitung bahwa dalam 30 menit itu, waktu ideal untuk ngomong adalah 1,5 menit (saja!). Dengan durasi ini, setiap orang bisa mengutarakan pendapatnya 2 kali dalam 1 sesi LGD. Kalau sudah melenceng, pastilah ada yang dirugikan. Itu pasti.

Kemudian, pastikan peran-peran yang ada di soal itu dibagi rata. Inilah seninya, gimana membagi rata peran itu dengan baik sedangkan kenalan saja belum. Heuheu~

Screenshot_1775

Kemudian, pastikan bahwa jawaban kita tidak menggantung tanpa kesimpulan karena itu akan mempersulit peran lain yang mau nyamber sesudah kita. Jangan juga bikin pendapat yang nyeleneh sehingga common sense orang lain terganggu. Ingat, disini kita bukan debat atas nama cebong kampret, kita hanya ingin lolos beasiswa.

3. Contoh LGD Saya

Waktu saya seleksi, contohnya adalah kasus pemblokiran Tiktok oleh Kementerian Kominfo. Nah, di soal harus dibagi peran antara lain sebagai Kominfo, sebagai guru, sebagai orangtua, sebagai pengusaha, bahkan ada porsi sebagai anak remaja! Jadi memang tricky sekali.

Well, sejujurnya kurang 1, sih perannya. Nggak ada yang jadi Bowo Alpenliebe.

Image result for bowo alpenliebe gif

Dalam LGD saya, peran Kominfo dan peran anak remaja nyaris tidak ada yang dapat karena secara standar memang lebih mudah jadi guru atau orangtua alih-alih peran-peran absurd yang sulit dimengerti.

4. Datang Lebih Awal

Pentingnya datang lebih awal adalah mengenali kasus-kasus yang akan keluar. Saya misalnya, meski dapat di ruang 3, saya nongkrong di ruang 1. Sekadar biar paham atmosfer persaingan.

Selain itu, kita menghindari masalah-masalah yang terjadi ketika kita buru-buru. Siapa tahu malah kesrimpet sarung di parkiran karena lari-lari? Kalau datang duluan kan bisa syantai~

5. Scanning Partner LGD

Secara scanning singkat, kita bisa kenalan alakadar dengan anggota kelompok. Scanning ini penting setidaknya untuk lebih tampak cair ketika sesi LGD, plus memantau orang-orang yang suka ngomong. Kalau ketemu, kita bisa inisiatif memberikan pernyataan agar masing-masing bisa saling berbagi.

Kalau saya kemarin, mencoba mencari kesepakatan dengan 5-7 orang soal durasi bicara yang diinginkan dan 1 orang yang bertugas memulai. Itu saja. Toh memang tidak banyak yang bisa kita lakukan.

6. Banyak Membaca

Nah, sebelum LGD pastikan isi otak kita lumayan ada. At least, kalau hanya untuk berpendapat standar masih bisa. Caranya? Ya mulailah membaca isu-isu aktual. Waktu istri saya kalau tidak salah topiknya subsidi BBM, sementara itu bukan interest dia.

7. Jaga Bicara

Sekali lagi, ini penting. Saya sampai menaruh jam tangan di area yang pas untuk dilirik semata agar bicara saya nggak kebablasan. Soalnya di kelas sebelumnya ada yang ngomong sampai 5 menit sendiri dan itu bikin bete rekan satu grup LGD-nya. Dengan 5 menit itu, dia jelas makan durasi orang lain yang juga pengen dapat beasiswa.

8. Buat Pendapat Yang Make Sense

LGD ini syarat saja dan juga bukan panggung stand up comedy. Lepas LGD kita nggak akan diundang infotainment gara-gara pendapat yang terlalu anti mainstream. Jadi nggak usah aneh-aneh dan malah bikin rekan LGD lain gagal menanggapi yang tentu saja bikin kita zalim pada nasib orang lain.

Sekali lagi, prinsipnya adalah kita mau dapat beasiswa. Jadi, lakukan sebagaimana kita hendak jadi penerima LPDP, bukan kita yang hobi debat atau kita yang pendiam. So, semoga sukses semuwa, yha~

Advertisements

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.