Kalau di posting perjalanan lainnya saya membahas tempat yang memang layak jadi tempat wisata, sekarang saatnya sekilas mengenai suatu tempat bernama Cikarang.
What?
Mau lihat apa di Cikarang?
Yah, kalau di Palembang saya masih bisa mengajak tamu tetamu untuk melihat ampera, museum, dan makan pempek. Nah kalo di Cikarang?
Begitulah, Cikarang ini tempat yang betul-betul sarana mencari uang.
Kalau melihat peta, Cikarang masuk di kawasan Bekasi. Secara umum dibagi jadi Cikarang Utara (Jababeka dan sekitarnya), Cikarang Selatan (Lippo Cikarang dan sekitarnya), Cikarang Barat (pintu tol Cikarang Barat dan sekitarnya), serta yang pasti satunya lagi.. hehehe..
Di Cikarang ini kita mungkin tidak menemukan landmark tertentu. Yang menguasai disini adalah pabrik dan perumahan. Diperkirakan ada 1 juta manusia yang hidup dan mencari makanan di daerah sini. Akses utama adalah lewat tol yakni Exit Tol Cikarang Barat. Ini yang paling dekat, ada sih Tol Cikarang Utama juga.
Nah, kalau dari Tol Cikarang Barat kita akan dihadapkan dengan jembatan layang. Itu adalah jalan kiri dan kanan. Kiri ke Jababeka, Kanan ke Lippo, dua wilayah besar di Cikarang, selain kalau terus lurus menembus apapun akan sampai ke Delta Mas hehe..
Di Kota Jababeka kita akan disambut oleh tulisan besar warna merah dan jalan beton. Berkendara di jalanan Cikarang berarti harus siap bertemu truk2 besar dan panjang. Namanya juga kawasan industri. Nantinya kita akan sampai di pintu Jababeka II terlebih dahulu, disini ada Plaza Jababeka, President Executive Club, Patung Kuda, Metro Park Condominium, Pecenongan Square, Movieland, dan tentunya kawasan industri Jababeka II. Disini ada Kawan Lama, Alfamart, serta NDC AAM.
Kalau dari pintu II tadi kita lurus, maka ke kiri ada Jababeka I. Disini banyak sekali pabrik besar macam Samsung dan Unilever. Nah, kalau kita teruskan lagi, maka akan sampai ke Cikarang Dry Port (Pelabuhan Kering??) dan kompleks baru lagi namanya Techno Park, ada pabrik AstraZeneca disini. Terus lagi? Ketemu Stasiun Lemahabang. Terus lagi? Karawang. Hahaha…
Nah, di sekitar Lippo lebih banyak lagi. Ada kawasan Delta Silicon, ada EJIP, ada Hyundai. Yah, pokoknya kalau pabrik, disini buanyakkkkk.. Mungkin wisata pabrik paling oke kalau di Cikarang sini… hehehe..
Sekarang yang namanya kartun ini ngirit ya. Sejak kemunculan kartun jenis Shaun The Sheep dan Oscar Oasis mendadak nongol berbagai jenis kartun lainnya. Kali ini saya mau bahas sedikit tentang LARVA.
Larva ini tayang pagi-pagi jelang saya berangkat ke kantor. Penayangannya betul-betul tanpa percakapan dan lagi tokohnya hanya buntelan berlidah. Tapi menurut saya cukup sulit membuat cerita tanpa percakapan dan penonton melihat maknanya. Jadi kalau kita bisa tertawa melihat Larva itu berarti pembuatnya sukses.
Larva bercerita tentang dua ekor belatung yakni merah dan kuning yang hidup di saluran air yang jarang jadi perhatian orang. Kadang-kadang saja ada barang jatuh ke saluran itu macam permen karet, es krim, koin atau cincin.
Larva dirilis tahun 2011 sebagai animasi 3D, jadi ini masih baru benar. Larva diproduksi bersama oleh Studio Animasi Korea Tuba Entertainment bersama Synergy Media. Penulis naskah dan direktur produksi nya adalah Meang Joo-gong, produsernya Ahn Sung-jai, dan pemimpin animasinya Kim Byoung-sun. Jangan lupa bahwa Tuba juga yang memproduksi Vicky and Johnny, Oasis, Me and My Robot, serta Yeti.
Larva merah sedikit lebih antagonis karena cenderung kasar, sedangkan si kuning cenderung bodoh. Konfliknya bermain-main disana. Ada tokoh lain macam kumbang dan kodok.
Gara-gara habis install Google Chrome, mendadak main Angry Bird yang bisa offline. Wah, seperti game-game pada umumnya, bikin ketagihan, dan menyebabkan deadline menulis kandas. Astaga.
Dan berhubung page view blog sudah terus menurun, mungkin baik juga kiranya menulis tentang Angry Bird ini.
Pada awal 2009, staf di Rovio (pengembang game ini) mulai melakukan kajian game yang potensial. Salah satu proposal datang dari desainer senior Jaakko Iisalo yang membuat simulasi burung marah tanpa sayap dan kaki yang tampak. Bentuknya waktu itu cuma gambar saja, tapi sudah bikin naksir. Walhasil game-nya dibangun di sekitar karakter si burung marah itu. Layaknya game-game pada umumnya, tentunya perlu musuh. Nah, bertepatan dengan epidemi flu babi, ide babi sebagai musuh akhirnya mencuat.
Insiprasi game ini muncul dari game sejenis Crush The Castle. Biaya pengembangannya mencapai 100.000 Euro. Agak mahal juga, karena nggak mencakup updatenya. Game ini menjadi terkenal sejak nampang di Apple iOS version, dan kemudian muncul juga di Android, dan belakangan di Facebook.
Ada 4 karakter burung utama, yang pertama burung merah yang jadi ikon game ini. Kemampuannya standar. Lalu di level tertentu muncul burung biru kecil yang bisa membelah diri jadi 3 dan spesialisasinya memecahkan es. Lalu ada pula karakter burung segitiga kuning yang spesialis di pembelahan kayu dan bisa menambah kecepatan. Ada lagi burung bom yang bisa meledak. Dan terakhir kali burung bertelur yang bisa menjatuhkan telur.
Sepintas saya main Angry Bird ini mirip game online jaman dahulu kala, Gunbound. Sebenarnya kemiripannya cuma di kurva lengkung yang harus dibuat untuk menembak sih. Tapi entah kenapa malah jadi teringat. Hehehe..
Untuk main offline, pertama kali bisa install Chrome dulu. Lalu di tokonya bisa diunduh Angry Bird yang bisa dimainkan offline. Lumayan seru. Saya masih berkutat di 3-20. Dua level menuju selesai. Doakan saya!
Fuihh.. Traffic saya meningkat drastis karena si kadal lucu ini. Makanya saya coba menambahkan informasi lain terkait bagian lain dari blog ini, mengenai Oscar.
Konsep Oscar dikerjakan oleh Ahn Sung-jai, Kyu-Jin Lee, Tae Sik Shin dan Kim Min-u. Sementara eksekusinya oleh Arthur Qwak, Tae Sik Shin, David Garcia, Joeri Christiaen, Frédéric Martin, Fabrice Fouquet, Stéphane Mit, Yoshimichi Tamura, Geoffroy De Crecy, Lionel Allaix, Marco Allard, Dominique Debar, Olivier Derynck. Semuanya tergabung di Team TO, Tuba Entertainment bersama TFI dan Cake Entertainment.
Cerita dasarnya adalah petualangan di gurun tandus yang dilakoni empat binatang aneh. Buck si burung bangkai, Harchi si hyena, dan Popy Fennec, serta Oscar kadal yang mencoba hidup dan melakukan jalannya masing-masing dengan masalahnya sendiri-sendiri, persoalannya karena hidup di gurun yang lebih susah, mereka suka dipertemukan di konflik kepentingan.
Berikut risalah serial Oscar: mengunyah oscar, ayam kejutan, terbang ke udara 1, yang dilarang surga, ras kotak, satu untuk semua, pindahkan, oscar dan bulu, pemenang tiket, Papa, SMP, pelarian terbesar, jagung pemberontak, Zloty, Adrift, mogok!, Jurassic Chicken, zona terlarang, juara cinta, Cuckoo Horn, langit ke 7, konflik bebek, sebuah hari sibuk, Charm peledak, cegukan pasir, apa itu kebahagiaan, hari-hari petelur, pahlawan, tidak gila, serangan kadal, garda tubuh, menyentuh bagian bawah, Oscar raja gurun, jalankan, Pronto Express, masa es, sandwich, scene sehari, rantai makanan, telur kuda, per barel, upah tenaga kerja, telur yang paling indah, sumber masalah, pacar, Kadal-Kadal, lalat, Panas!, sebuah kadal di bulan, pie ayam, piala oasis, rumah indah, posisi ayam, nyanyian kadal, kadal rentang, pemuja blueberry, blues, parasut, dan 3 tetes.
Pada awalnya serial ini berjudul OOOhhhasis Oscar & Co, terdiri dari 7 film pendek 1 menit 30 detik yang launch 26 Maret 2008 di TF1. Ada banyak perubahan dibandingkan dengan serial yang ada sekarang. Popy dulu namanya Panic, Burk dulunya sekarang Buck, dan Harchi berasal dari Archi. Serta ada dua karakter tambahan boogie woogie dan burung pemangsa muda.
Oscar dan Co memulai debut di MIP TV 2010. Disiarkan perdana 29 Agustus 2010 di Canal+. Mulai masuk rating di 2011. Cake Entertainment melakukan penjualan ke luar.
Episode kejutan ayam menjadi bagian dari nominasi di Festival Animasi Annecy untuk kategori Acara TV Favorit.
Acara ini sejatinya ditargetkan untuk usia 6-11 tahun dan sudah terjual di Cartoon Network Amerika Latin, MNC Indonesia,Société Radio-Canada di Kanada, Kids’ animation channel 2×2 Channel di Rusia, QTV di Ukraina, YLE si Finlandia, SVT Swedia, S4C Wales, ATV Turki, MBC Timur Tengah dan SFDRS di Swiss.
Ohya, Cake sudah diborong saham mayoritasnya oleh perusahaan Spanyol Zinkia Entertainment. Mempengaruhi? Ya nggak tahu..
Setelah sedikit membahas soal latar belakang Spongebob Squarepants yang diluar dugaan jadi top click di blog saya, maka mari melanjutkan dengan perkenalan tokoh-tokohnya.
Spongebob Squarepants. Merupakan tokoh utama (ya iyalah…). Ia adalah spons laut yang dibentuk mirip dengan spons yang ada di tempat cucian, serta tinggal di rumah berbentuk nanas. Bekerja sebagai koki di The Krusty Krab, serta punya hobi bermain karate dan menangkap ubur-ubur. Spongebob menjadi murid di Puff’s Boating School dan tidak pernah lulus. Sejauh ini Spongebob selalu tampil di setiap episode. Ia digambarkan pekerja keras (ingat soal order 10.000 Kraby Patty?) namun tetap gemar bermain. Ia juga diceritakan punya talenta seni yang bagus (ingat soal patung seni? Atau paduan suara bikini bottom?). Diceritakan juga punya sisi feminin (berperan sebagai istri dalam merawat anak burung). Soal umur, belum pernah disebutkan, tapi ucapan-ucapan bahwa ia masih anak-anak dan masih berupaya dapat SIM, serta baru bekerja, mungkin ia baru lulus SMA.. hehehe.. Dan satu yang penting, pernah lihat serial Spongebob jatuh cinta? Belum kan? Hahahaha…
sumber: wikipedia.org
Patrick Star. Kadang ini tokoh bikin saya emosi sampai ganti chanel tivi. Dikisahkan berwarna merah jambu, malas, kelebihan berat badan, serta tinggal di bawah batu. Dan satu lagi, intelegensi rendah (kecuali di episode salah otak). Umumnya ia tidak bekerja, tapi di beberapa seri, Patrick diceritakan bekerja di beberapa tempat.
Squidward Q. Tentacles. Tinggal sebagai tetangga Spongebob dan Patrick di rumah bertipe Kepala di Pulau Paskah. Sangat mencintai seni dan bermimpi jadi artis hebat, sayang nggak kesampaian. Bekerja sebagai kasir di Krusty Krab dan tidak menyukai pekerjaannya.
Captain Eugene Harold Krabs, kepiting yang teramat sangat pokil. Pemilik Krusty Krab yang mempekerjakan Spongebob dan Squidward. Cucu dari Redbeard. Punya anak ikan paus (opo ki jal??) tapi tidak pernah ada informasi soal ibunya si Pearl.
Garold The Snail (Gary), hewan peliharaan Spongebob, dianalogikan sebagai kucing dengan suara meongnya. Nama Garold muncul di episode A Friend for Gary.
Sandy Cheeks. Tupai yang muncul di tengah laut, hidup di Treedome dengan sebuah pohon oak yang besar. Berasal dari Texas dam merupakan seorang scientist.
Sheldon Jared Plankton, merupakan musuh besar Tuan Krab dan pemilik Chum Bucket, terus berusaha mencuri resep rahasia Krabby Patty. Punya istri komputer bernama Karen.
sumber: waduuh.blogspot.com
Mrs. Poppy Puff. Ikan kembung dengan rambut blonde pemilik sekolah menyetir (boating).
Mermaid Man dan Barnacle Boy, dua superhero tua yang hidup di panti jompo, merupakan idolanya Spongebob dan Patrick.
Pearl Krabs, merupakan putri dari Eugene Krabs. Pada episode Whale of a Birthday disebutkan berusia 16 tahun. Tangisannya mengguncang dunia.
Larry Lobster, penyelamat pantai di Goo Lagoon serta penggemar binaraga.
The Flying Dutchman, hantu ternama, hidup di kapal besar dan mencari jiwa-jiwa, punya kekuatan super ala hantu hehehe..
Karen, WIFE (Wired Integrated Females Electroencephalograph), di filmnya disebutkan bahwa Karen tidak pernah setuju menikah dengan Plankton.
Patchy The Pirate dan Potty The Parrot, jarang-jarang keluar, dan merupakan karakter hidup dari serial ini. Patchy sebagai presiden Spongebob Fans Club.
Elain dan Perch Perkins, si reporter-announcer ikan, sering nongol setiap ada adegan televisi.
Harold dan Claire Squarepants, kedua orang tua spongebob, tapi berbentuk bulat, seperti spons laut pada umumnya.
Squilliam Fanyson, rival abadi Squidward, dan lebih sukses hehehe..
Betsy Krabs, ibunya Eugene.
Man Ray dan Dirty Bubble, musuhnya Mermaid Man dan Barnacle Boy.
Dr. Gill Gilliam, dokternya Bikini Bottom. Perkenalannya waktu si Gary kena “serpihan” kayu.
Painty The Pirate, paling pertama nongol di episode Spongebob, itu loh, lukisan yang bisa nyanyi.
Bubble Bass, si pantat besar yang suka makan. Ingat yang menduduki plankton di bioskop?
Stanley S. Squarepants, kepalanya kotak, tapi badannya tidak. Setiap kerja, musibah yang terjadi.
Flatts, ini yang mau menendang bokongnya Spongebob.
Grandma Squarepants, nenek yang memperlakukan Spongebob laiknya balita.
Old Man Jenkins, ikan tua, salah satunya nongol di “The Main Drain”. Termasuk waktu Spongebob dan Patrick mau terbang tapi malah merusak menara pertanian.
Jim The Former Frycook, koki Krusty Krab sebelum Spongebob yang keluar karena tidak bole naik gaji.
Janet-Marty, bintang laut yang oon. Kok bisa ya salah anak?
Nicolas Withers, host House Fancy.
Triton, anaknya Neptunus yang dijemput oleh Spongebob ke pulau terpencilnya.
Nat Peterson, si pembeli Chum yang dibayar oleh Karen.
Masih ada beberapa lagi sih, cuma saya lupa mereka tampil di episode yang mana. Hehehehe..
Empat belas tahun tinggal di Bumi Minang, walaupun nggak asli, bolehlah sedikit berbagi pengetahuan. Kan lumayan, kalau anda-anda belanja dimana-mana, percaya deh, hampir dimanapun ada orang Minang. Saya beli baju di Pasar Baru Bandung, saya lewat di Malioboro, bahkan saya makan di sebuah warung di Nias Selatan, ada aja orang Minang. Mungkin kalau saya ikut program ke Mars, disana sudah ada orang Minang datang duluan.
Bahasa Minang, pada dasarnya, meng-o-kan kata-kata. Itulah ketololan sepanjang hayat. Termasuk presenter banci yang ngakunya orang Padang, semuanya di-o-kan. Saya yang bukan orang Minang saja malu dengernya. Hedeh.
Ketemu pertama, mari menyapa:
saya = ambo, denai (yg dikasarkan menjadi aden)
kamu = awak, ang (bukan avatar loh ini..)
Dia = inyo
Kakak = uni
Abang = uda
Adik = adiak
Jadi, kalau beli sate Padang, pas pulang, coba bilang, “Berapa, Da?” kalau yang jualan laki-laki.
Menyoal beli sate, kalau kita tanya demikian, bisa jadi dia akan jawab dengan bahasa Minang. Jangan bigung, karena bahasa Minang sangat nikmat kalau dipelajari. Ingat aja lagu DoMiKaDo, ciek duo tigo. Ini kali ya yang bikin bahasa Minang itu seolah-olah semua o. Mulai dari 1 ya, ciek, duo, tigo, ampek, limo, anam, tujuah, (sa)lapan, sambilan, sapuluah, sabaleh, duo baleh, tigo baleh. Hmm.. sejak 12, muncul baleh sebagai belas versi Minang. Hati-hati, jangan salah nyebut sebelas jadi ciek baleh, soalnya nanti bikin malu. Begitu sampai 20, jadi puluah, duo puluah, tigo puluah, ampek puluah. Dan, as well as ASEM or BAJIGUR word in Java, be careful to use AMPEK in Minang. Konotasinya jadi agak negatif.
Oya, satu lagi yang saya ingat banget, soalnya pernah malu sama Alm. Uda Haris. Kelapa di Minang adalah Karambia, jangan bilang KALAPO.
Kata-kata standar, ada bara (berapa), a (apa), ko (ini), jo (dengan), indak (tidak), ka (ke). Biar agak asik kedengarannya, banyak digunakan penikmat berupa a dan do. Semisal: iko a (ini), atau indak do (tidak). Kata-kata lain pai (pergi), lalok (tidur), imbau (panggil), jago (bangun), baraja (belajar), tokok (pukul), siko (sini), ketek (kecil), bulek (bulat), berang (marah), kaja (kejar), kajai (karet), gundar (sikat), gadang (gede), saketek (sedikit).
Penggunaan bahasa ini berguna waktu saya nawar jaket di Pasar Baru Bandung, berguna waktu meninggalkan counter di emperan Malioboro karena jadi tahu kalau si penjual mau mark up sekayangnya, dan sangat bermanfaat waktu saya membayar makanan di Nias Selatan. Coba deh, sekali-kali teman-teman terapkan di rumah makan padang, untuk memastikan keaslian rumah makan tersebut. Dan sekali lagi, ini versi saya lho ya, banyak ketidaksempurnaannya.
Unlike most characters in the series, Squidward is generally consideredgrumpy, tactless, sarcastic, and narcissistic. He dislikes many things, including his consistently annoying neighbors Spongebob and Patrick and his job at the Krusty Krab, and is constantly aloof towards the citizens of Bikini Bottom. However, Squidward enjoys abstract art, playing his clarinet (usually quite poorly), modern dance, relaxing, public radio, television programs, and just about anything else that he considers “fancy”. He doesn’t like anyone, except his mom. In Truth or Square, it was revealed that Squidward was a happy and laid back person with a secret garden, but it changes when a pineapple falls over him and his garden, and SpongeBob bought the “house”. The years of irritation with SpongeBob have turned Squidward in the sarcastic and grumpy character that he is now.
Squidward was introduced in the series premiere of the show, as the cashier of the Krusty Krab restaurant. He has held this position for the entire series, and serves as the co-worker of SpongeBob, who is the establishment’s fry cook. His home is a stone tiki head designed to look like the Moai found on Easter Island. The “eyes” of the tiki head consist of the house’s only windows on the second floor.A running gag is that his house gets destroyed in nearly every episode that it has appeared in. He has sought more prestigious and lucrative careers in the arts but has largely failed, as his archrival, a similarly designed but much more successful octopus named “Squilliam Fancyson,” regularly notes whenever he appears.
Saya nggak perlu menjelaskan panjang lebar, tapi setelah mendapat sebuah SMS dari teman soal mimpinya dan menonton sekilas Spongebob, serta membandingkan dengan buku Your Job Is Not Your Career (Rene S.), kok karakternya pas banget di Squidward?
Coba lihat baris pertama sampul belakang buku Pak Rene, “Jika pergi bekerja membuat Anda ingin terjun ke dalam sumur, maka Anda tidak sendiri“. Si Squidward? Jelas banget. Berulang kali, di berulang episode (kan episodenya diulang-ulang hehehe..) ia menyatakan tidak suka pekerjaannya dan akan keluar setelah menjadi seniman sukses.
Faktanya? Ia tetap kasir di Krusty Krab. Squidward tetap kalah dari Squilliam III Fancyson, kecuali dalam hal Rumah Indah yang kejadiannya karena rumahnya hancur, sehingga malah dianggap klasik. Itu saja.
Hmmm.. Squidward sangat interest di seni, dan ia menanti, sampai ada kesempatan menjadi pekerja seni-entah sampai kapan-sambil tetap bekerja di Krusty Krab.
Well, ada berapa banyak Squidward di dunia kerja saat ini? Seperti kata seseorang kepada saya suatu kali, “persoalannya cuma satu, saya masih butuh uang untuk bisa tetap hidup”.
Sesuai request salah satu pembaca, maka terpaksa saya membahas soal Oscar’s Oasis. Hahaha.. Sebenarnya belum terlalu suka dengan serial ini, mungkin karena waktunya Shaun kurang banyak, eh sudah nongol si Oscar. Tapi nggak apa-apa deh, melengkapi serial informasi yang lain.
Coba perhatikan si Oscar kadal ini, mirip dengan sosok kadal hijau di Bernard Bear nggak? Sebenarnya ya nggak. Yang di Bernard itu hijau, ini coklat. Tapi mungkin bisa jadi pengantar pengenal buat kartun yang baru. Oscar adalah seekor kadal di gurun pasir.
Sejatinya ia tidak bermusuhan, tapi selalu ada problem kepentingan dengan Buck, Harchi, dan Popy. Untuk nama tokoh nggak usah saya perkenalkan, karena selalu diperkenalkan di setiap serial Oscar. Oiya, Oscar juga nggak berjodoh dengan ayam. Hahaha.. Jadi problemnya sebenarnya, Popy Cs mau nangkap ayam, tapi Oscar adalah buruannya Ayam. Jadi itulah yang disebut problem kepentingan. Hehehe..
Kalau dilihat-lihat sebenarnya, kadang, si Oscar sendiri yang cari masalah. Pas lapar, ngambil makanan Popy misalnya. Tapi karena kecil, mungkin dianggaplah ia sebagai karakter yang perlu dikasihani. Simple sekali Oscar ini, secara umum dia cuma mencari air minum, tempat berteduh, dan makanan. Seolah mudah kalau di tempatnya Shaun, tapi kalau di gurun?
Di Eropa, Oscar dikenal sebagai Oscar & Co. Oscar adalah urun rembug dari Tae Sik Shin, Arthur Qwak, Frederic Martin, Joeri Christiaen, Stephane Mit, Fabrice Fouquet, Geoffroy de Crecy, Yoshimichi Tamura, Marco Allard, Lionel Allaix, Olivier Derynck, dan Dominique Debar (mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama dan gelar). Tahun 2008 Oscar’s Oasis dibuat 7 episode @ 90 detik. Jadi singkat sekali, mirip Oo Glies. Nah, baru tahun kemarin muncul episode 7 menitan, ada 78 stok untuk diulang-ulang.
Yah, segitu doang yang saya tahu tentang Oscar. Dinikmati saja. Hehehe..
Kategori blog ini yang sepi adalah Menjalani Perjalanan. Hmmm.. Diisi ah.. hehehe..
Sekarang saya mau cerita tentang Bumi Sriwijaya, Palembang. Nggak cukup lama saya disana, cuma dua tahun sekian hari. Tapi lumayanlah bisa sedikit berbagi kepada saudara-saudara sekalian yang belum pernah ke Palembang.
Palembang terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Aksesnya banyak, bisa naik bus, bisa naik pesawat, bisa juga naik jetfoil. Saya pernah naik bus dan naik pesawat. Kalau naik bus, turun di terminal Alang-Alang Lebar yang alangkah jauhnya dari kota. Beberapa bus punya pool di Jalan Soekarno Hatta dekat kompleks perumahan Polygon. Jadi lebih enak turun disini, tinggal ngojek dikit, turun di Radial, bisa lanjut angkot ke tempat tujuan. Kalau naik pesawat, turunnya di Bandara SMB II, bandaranya keren, soalnya baru. Nah, tempat ini nggak terlalu jauh dengan terminal. Dan itu berarti, sama-sama jauh dari kota hehe.. Tapi ada taksi, seperti halnya bandara lain, ada yang gelap dan ada yang tidak gelap.
Mau menginap? Ada banyak hotel di Palembang, terutama menjelang Sea Games ini. Di sekitar Mall Palembang Square ada Hotel Aryaduta, ada Hotel Horison. Yang murah ada Hotel Barong. Ke arah bukit, di kiri-kanan jalan banyak hotel murah. Ke arah Sudirman, ada Jayakarta Daira, ada Anugerah. Masuk sedikit ke Mayor Ruslan juga banyak penginapan kecil, termasuk Kos Cece Meytin tercinta.. wkwkwk.. Di Rajawali juga banyak hotel, yang baru ada Grand Zuri disana. Pokoknya banyak pilihan.
Palembang memang menuju metropolis, terlihat dari kemacetannya. Hehehe.. Tapi serius deh, di beberapa titik, macetnya nggak kalah sama ibukota. Terutama jam pulang kerja, di daerah Simpang Charitas, Simpang Patal, atau di Jalan H. Burlian. Kudu sabar dan tawakal disana.
Objek wisata, pastinya jembatan Ampera. Nggak sukar menuju Ampera, cari saja angkot yang tulisannya Ampera. Entah lama atau sebentar pasti nantinya juga lewat Ampera. Jembatan ini masih saja kokoh berdiri dan menjadi penghubung dengan area yang mulai berkembang di Sebrang Ulu. Di daerah Sebrang ini ada Stadion Jakabaring yang kesohor itu, berikut ada bangunan-bangunan yang terkenal karena kasusnya Pak Nazarudin. Lho?? Ada juga Kompleks Pertamina di Plaju, dan ada Stasiun Kereta Kertapati.
Makanan? Nggak usah ditanya. Hahaha.. Pastilah pempek. Tepung bergumul dengan ikan dan dicelup cuko ini bertebaran di Palembang. Ada beberapa jenis pempek, dari kapal selam sampai kulit. Setiap orang punya selera sendiri-sendiri, tapi yang cukup ramai dan besar itu Candy, Noni, Pak Raden, Beringin, Selamat, Viko, dan banyak lainnya. Kalau saya bilang sih, Beringin dan Candy itu disarankan. Tapi kalau untuk pempek kulit, saya saran ke Viko. Pempek kulitnya mantap joss. Hahaha..
Apalagi?
Tempat nongkrong paling sip di Palembang ada di Plaza BKB, bisa lihat muda-muda berpacaran sambil ngelihat sungai. Ada juga Kambang Iwak, yang sebenarnya cuma kolam air besar, tapi bisa disulap jadi tempat refreshing. Ada juga mall, Palembang Square, Palembang Indah Mall, bisa juga ke Palembang Trade Center. Semuanya macet pada masanya. Hahaha..
Hmmm.. Segitu dulu deh.. Sebenarnya masih banyak info-info lainnya.. Nanti lagi ya 🙂
Hobi baru saya adalah nonton Shaun The Sheep. Ini juga lucu, karena perbandingan mikir dan ketawanya imbang. Dan tidak terlalu mengeksploitasi penderitaan layaknya Bernard Bear ahihihihi..
Shaun The Seep asli Inggris yang diproduksi oleh Aardman Animations, pertama kali tayang di CBBC Maret 2007. Sekarang sedang rehat, dengan tersedia 80 episode hasil dari penayangan 2 musim, untuk diulang-ulang hehehe..
Modelnya ada komedi situasi dengan latar belakang pertanian. Shaun harus menyelesaikan problem-problem yang ada sepanjang episode, dan banyak berinteraksi dengan Bitzer, si anjing penjaga. Semuanya sambil menghindari petani pemilik lahan. Ingat episode saat ada kol jatuh dan kemudian menjadi sarana permainan sepakbola? Itu episode pertama. Lalu ingat juga episode domba-domba tidak mau mandi, maunya pakai air panas? Kalau itu episode kedua.
Setiap penayangan sangat identik dengan dagelan klasik yang sunyi. Tidak ada dialog, bahkan oleh karakter manusianya. Suara domba, anjing, atau lenguhan manusia yang banyak terdengar. Ini juga keunikannya, menyampaikan pesarn nyaris tanpa kata-kata. Mirip dengan kelakuan Mr. Bean kan ya.
Shaun pertama kali nongol sebagai cameo di Wallace & Gromit, sebagai domba termuda, dengan karakter yang mirip dengan yang nongol sekarang.
Sekarang mari kita kenalan dengan tokoh-tokohnya:
Shaun: protagonis utama, dan merupakan pemimpin kawanan
Bitzer: anjing penjaga domba, yang nyaris selalu menderita
Shirley: mesin makan, sangat besar, saking besarnya sering harus dipindahkan dengan didorong atau memakai alat berat
Timmy: sepupunya Shaun yang masih bayi. Jadi bintang utama waktu episode dia hilang
Ibunya Timmy: diberi tampilan ibu-ibu dengan perangkat khusus di kepala, semacam roll gitu. Karena Timmy adalah sepupunya Shaun, jadi ibunya Timmy adalah tantenya Shaun. Nggak penting ya?
Kawanan Domba: ini domba-domba lainnya, tidak bernama memang, karena nyaris mirip semuanya
Petani: menjalankan pertanian didampingi Bitzer, dan banyak menjadi objek penderita di beberapa serial
Kawanan Babi: ini antagonisnya, suka usil pada kawanan domba, dan bahkan pada Bitzer
Pidsley: kucing, masih minor di musim pertama, tapi jadi utama di musim kedua, iri terhadap kedekatan petani dengan Bitzer dan tidak suka domba
Ibu Ayam: muncul di beberapa seri sebagai tokoh utama, kadang-kadang sebagai cameo
Bayi Ayam: jadi utama saat menetas di dekat Shaun, dan menganggap Shaun ibunya. Juga tampil sebagai cameo di seri lain
Bebek: korban saat makan kol besar, lalu saat membeku di air dingin
Burung: muncul beberapa kali, termasuk untuk suara telepon pas seri pencurian air panas
Pizza Delivery Boy: muncul sebagai cameo juga di beberapa seri, tetapi utamanya waktu jualan Pizza
Supir Bus: beberapa seri memakai bus sebagai transprotasinya
Keluarga Alien: pasti pada ingat seri waktu kawanan Shaun diusili alien.
Inilah mereka. Berhubung Shaun The Sheep ini sunyi dari kata-kata, agaknya informasi di atas cukup membantu mengenal lebih dekat Shaun The Sheep. Ohya, Shaun tayang di lebih dari 70 negara di dunia loh. Luar biasa.