Menjadi Saksi Laga-Laga Terakhir Tontowi Ahmad

Daihatsu Indonesia Masters Super 500 bulan Januari silam sungguh menjadi momen menarik di dunia perbulutangkisan Indonesia. Ya, siapa sangka bahwa turnamen itu menjadi salah satu yang terakhir sebelum kemudian badminton mandek sejak All England gara-gara coronavirus.

Lebih bikin nyes lagi karena ternyata turnamen itu adalah laga-laga terakhir seorang legenda bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad. Tepat 18 Mei 2020, Owi–sapaan akrabnya–mengumumkan pensiun.

Gelaran DIM ini menjadi unik karena sebenarnya Owi hanya pemain daftar tunggu, bersama dengan tandem barunya Apriyani Rahayu–rising star ganda putri Indonesia. Bahkan hingga saya sampai di Istora, saya sebagai penonton babak kualifikasi hari pertama tidak menyadari bahwa ada yang berbeda dengan daftar laga-laga dibandingkan sehari sebelumnya.

Yes, ketika laga sudah kesekian pas saya tahu bahwa kurang lebih pukul 1 akan berlaga duet Owi/Apri melawan pasangan Thailand Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran. Tidak semua penonton tahu. Hanya penonton yang ngupdate Tournament Software yang ngeh dan kemudian memposisikan diri di lapangan 2, tempat laga itu akan dilangsungkan.

Mau berlaga di babak kualifikasi sekalipun, Owi tetaplah Owi. Apalagi partnernya adalah Apri, salah satu kesayangan BL. Jadi wajar kalau sambutan untuk mereka hanya bisa disandingi oleh Lee Yong-Dae yang juga berlaga di babak kualifikasi itu.

Owi/Apri tampil prima. Kemenangan dua set langsung berhasil dibukukan dengan 21-16 dan 21-17. Mereka kemudian masuk ke babak utama dan akan berhadapan dengan XD Korea yang termasuk unggulan, Seo Seung-Jae/Chae Yu-Jung.

Besoknya saya datang lagi. Saya juga datang ngepasin jadwalnya Owi/Apri. Eh, sesudah nunggu lama, pertandingan justru berakhir cepat sekali. Pemain Korea ada yang cedera, sepertinya Chae. Sebuah bola out akhirnya mengakhiri laga dengan sangat cepat. Owi/Apri bablas sampai perempat final.

Lawannya kali ini tentu saja lebih berat. Duo pasutri, XD nomor 2 Inggris, Chris dan Gaby Adcock. Pasangan yang baru main 2 hari dilawan dengan pasangan sampai ke ranjang. Owi/Apri baru terlihat keteteran mulai pertengahan laga ke belakang.

Di laga itu, ada istri Owi berserta buah hati mereka. Lokasinya tentu saja di lapak pemain dan keluarga. Kebetulan saya masuk dari pintu yang itu jadi melihat betul bagaimana Owi begitu masuk langsung dadah-dadah sama anak-istri. Anaknya–dengan baby sitter masing-masing–lucu-lucu, gaes.

Pada akhirnya, Owi/Apri kalah 2 set langsung. Penampilan mereka sejauh itu jelas tidak buruk. Mereka punya kelas masing-masing. Banyak BL kemudian berharap banyak pada kelangsungan duet ini.

Apa daya, harapan itu musnah. Owi sudah pensiun sekarang. Siapa yang sangka smash nyangkut terakhir di Court 1 itu menjadi bola terakhir yang dipukul sang legenda di Istora?

Ah, untunglah saya sempat menjadi saksi dari jejak langkah terakhir sang legenda~