Membalas Email

E-mail, electronic mail, alias surat elektronik alias surel adalah bentuk kekinian teknologi. Sekarang bos-bos yang saya lihat di beberapa kesempatan di bandara, kerjanya ya hanya membalas email. Hehehe..

Tapi gini, email dibalas kan tentu ada isinya, itulah kerjanya. Jadi? Email adalah bentuk komunikasi (seharusnya) dua arah dalam bentuk resmi dan tertulis.

Untuk menulis email tentu melihat level, kalau mau kirim ke level top management, tentu mengetiknya harus pakai keringat dingin dulu. Kalau selevel superior, juga kudu hati-hati. Jarang yang salah soal ini meski saya juga pernah dapat email berisi dua kata singkat padat jelas, “SANGAT MENGENASKAN!” Hehehe..

Jadi begini, yang jadi problem adalah ketika kita menulis email untuk orang yang selevel. Saya selalu berprinsip sama, kecuali sama bawahan ya. Sebisa mungkin pakai format baku. Kalau saya:

Dear Penerima,

Bla Bla Bla Bla Bla

Terima kasih

Best Regards,
Pengirim

NAH! Kalau email baik-baik begitu, layaknya dibalas dengan baik juga to ya? Bagaimana? Nggak usah seribet saja, tapi bisa disingkat:

Dear Penerima,

Bla Bla Bla Bla Bla,

Thanks,
Pengirim

atau

Rgds,
Pengirim

Simpel kan?

Dear sebagai pembuka dan Regards/Thanks/sejenisnya sebagai penutup akan membuat email tampak lebih manis dan yang menerima juga lebih enak dan komunikasi pastinya lebih lancar.

Jadi, ini simpel banget kok. Silahkan diterapkan ya.. Hehehe..

Advertisements

One thought on “Membalas Email

  1. Pingback: Etika Mengirim Email (Lagi) | Sebuah Perspektif Sederhana

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s