Kajian Hubungan Percintaan Berdasarkan Opini Audit

Salut buat kalangan pintar yang tetiba begitu paham opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) milik Pemprov DKI sehingga bisa memaki-maki Ahok di Pesbuk. Padahal, awak yang berkutat di dunia perauditan saja masih pening dalam mencerna opini-opini audit. Diklatnya saja lebih lama dari berangkat jadi Haji. Banyak kalangan pintar–include wartawan bodrek–yang menyebut bahwa opini yang disebut WDP itu adalah indikasi korupsi. Hmmm, patut diingat bahwa korupsi itu mengandung tiga prinsip: melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, dan merugikan keuangan atau perekonomian negara. Kaitannya dengan WDP?

woman-in-suit-with-magnifying-glass-near-calculatorNah, inilah susahnya manusia Indonesia yang terlalu gampang nge-share hoax di Pesbuk. Opini WDP milik Pemprov DKI itu diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas penyajian laporan keuangan. Itu dia makanya di Madura sana dikasih WTP tapi tetap saja ada yang tertangkap korupsi. Sekali lagi, penekanannya beda. Kalaulah disebut ‘kerugian negara’ dalam hasil pemeriksaan BPK, itu baru 1 aspek dari korupsi. Maka, menjadi lucu ketika ada wartawan bodrek yang mengirim surat minta konfirmasi ke sebuah instansi dan mengubah isi laporan ‘kelebihan pembayaran’ menjadi ‘dugaan korupsi’, kemudian di dalam suratnya ada nomor rekening. Heuheu, minta dikirim duit ya?

Selanjutnya!

Advertisements

[Review] Tulang Rusuk Susu – Indra Widjaya

Setelah dibawa kemana-mana, akhirnya buku “Tulang Rusuk Susu” ini kebaca juga. Fiuh. Ada untungnya juga buku ini saya bawa ke Jogja, karena akhirnya terbaca juga sembari menunggu jodoh bis Pahala Kencana di Terminal Jombor. Saking lamanya menunggu, saya hampir mengganti nama bisnya jadi PHP Kencana.

picture008Memang si Tristan nggak pernah jago kalau disuruh motret, jadinya ya kayak gambar di atas ini deh.

YUK!

Cerita Farmasi: Balada Mengerjakan Tugas

Habis nonton Habibie dan Ainun di TV. Setengah senang karena akhirnya bisa nonton film itu juga. Tapi sedikit mempertanyakan kok secepat itu nongol di TV, padahal film itu kan termasuk film laris. Gegara nonton film itu, saya jadi memikirkan hal-hal yang romantis dalam hidup saya untuk ditulis sebagai cerita farmasi.

Sayangnya…

Apa sih baladanya?

Guna “Teman” Dalam LDR

LDR alias PJJ alias hubungan jarak jauh merupakan salah satu romansa percintaan yang asoy geboy. Yah, asik-asik gimana gitu. Dalam hal kangen-kangenan bakal asyik karena kangennya ditumpuk, lalu dicurahkan pada beberapa hari bersama. Nah, masalahnya, manusia itu hidup 24 jam. Dan dalam sebuah hubungan, ada aja dinamika dalam 24 jam hidup itu. Salah satu yang jamak ada adalah “teman”. Hmmm, dalam terkadang “teman” dari si pacar itu berasal dari jenis kelamin yang sama dengan si pacar. Berikut beberapa kegunaan “teman” dalam hubungan LDR.

Handphone Bebas Air Mata

Kadang kan cewek itu ada dapat masalah yang berat. Dan curhat ke pacar adalah solusi umum. Tapi namanya PJJ, curhatnya paling ya via telepon genggam entah BBM, whatsapp, SMS, telepon, atau Call Me. Kadang sambil curhat itu sambil nangis. Tahu sendiri namanya air mata itu berasal dari kelenjar yang ada di dalam tubuh, selain air juga terkandung bahan lain yang bisa mengotori handphone.

Solusinya? Datanglah “teman” menawarkan bahu dan pelukannya untuk si cewek curhat, plus tangan untuk menghapus air mata itu. Asikkkk.. Dan si cowok? Paling mentok hanya bisa bilang “Sabar ya, sayang…”

*pletakkkk*

Antar Jemput Gratis

Ini juga. Secara si cowok ada jauh banget disana, sementara si cewek tentu kadang butuh orang untuk menemani, misalnya servis laptop atau jenis yang lain yang butuh advice dan bantuan dari golongan cowok. Si cowok paling mentok hanya bisa googling dan kasih beberapa masukan.

Sementara si teman? Dengan senang hati menawarkan diri untuk mengantarkan, menunggui, dan mengantar pulang kembali si cewek ke tempat kediaman.

Si Cowok? Paling cuma bisa nanya “Laptopnya udah beres kan?”

Ada Di Kala Sakit

Kali aja ada cewek yang menderita vertigo macam saya, kalau sudah parah, jangan harap bisa nyetir kendaraan sendiri untuk berobat. Tentunya butuh orang yang bisa menemani, mengantarkan dan menunggui, serta merawat si cewek kala sakit. Cowok yang jauh disana hanya akan bisa bertanya, “masih sakit?” atau “udah minum obat?”

Sementara si “teman”? Dengan senang hati akan menawarkan diri, “mau dibawain apa besok?” atau “kalau periksa, ntar aku temenin deh”. Hmmm, jauh lebih dekat dan intim kan?

Pada akhirnya, si cowok hanya bisa bertanya, “udah jadi periksa? sama siapa?” Dan itu akan menjadi sebuah pertanyaan yang (mungkin) sulit untuk dijawab.

Pemberi Faktor Keamanan

Misal si cewek digodain preman kampung atau preman pasar, apalah daya yang bisa dilakukan oleh si cowok yang nun jauh di sana? Bahkan Edward Cullen saja kudu naik Volvo untuk bisa menyelamatkan Bella Swan dari preman. Ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang jaraknya dekat.

Dan datanglah “teman” dengan pengawalan sepanjang waktu sehingga kemudian memberi rasa aman.

Si cowok? Paling mentok nyuruh si cewek untuk hati-hati, atau separah-parahnya minta si cewek untuk nabok si preman. Dalam hal ini tidak ada daya yang bisa diperbuat si cowok, dan percayalah itu salah satu penderitaan terbesar cowok, ketika tidak bisa ada di samping orang terkasihnya saat sulit.

Solusi Yang Paling Dekat

Namanya juga LDR, ada aja kan masalahnya. Kadang itu bikin bete. Nah, biasanya biar nggak bete, perlu katarsis, cerita ke orang lain.

Untuk itu datanglah “teman” yang dengan senang hati bertanya, “kamu ada masalah dengan cowokmu?” Dan akan disambut dengan sukacita dengan berbagai cerita yang didengarkan dengan saksama oleh “teman”.

Dan mungkin pada ujungnya memberi solusi, “udah, putus ajalah”. :p

Nah, hubungan itu komitmen. Jarak adalah pembunuh yang mampu menggugurkan komitmen yang telah dibangun bersama. Apalagi jika kemudian jarak itu diberi tambahan “teman”. Jadi, apapun yang terjadi, jalinlah hubungan pertemanan dengan baik, pun jalinan kasih. Percayalah, diantara sekian “teman” ada yang dengan setia menanti celah kosong di hati cewek-cewek yang LDR.

Fiuhhh.. Untung saya nggak tergolong “teman”… Hahahaha…

*Tulisan ini hanya gojek kere semata, silahkan diambil yang baik-baik saja. Dan bagi yang LDR, percayalah ini hanyalah langkah awal untuk semua persatuan yang tidak terpisahkan, kecuali oleh maut 🙂

7 Kualitas Pria Yang Cocok Dijadikan Kekasih (dari wolipop.com)

Seperti biasa, baca detik.com di pagi hari, dan… sebuah bahan bacaan menarik ketemu! Demi traceability, saya pasang di blog ini. Sumbernya jelas kok, dari wolipop.com dengan link ini.

Begini isinya:

Memiliki sosok kekasih yang sempurna pasti menjadi harapan semua wanita, tapi akan sangat sulit ditemukan karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. Ketika Anda dekat dengan seorang pria dan ingin memutuskan untuk berhubungan serius, jangan hanya melihat dari kesempurnaan fisik. Ada yang lebih penting dari itu seperti sifatnya yang dewasa, berpikiran terbuka dan lainnya. Pelajari dulu sifat-sifat pria berkualitas yang cocok dijadikan kekasih, dilansir dari eHarmony berikut:

1. Dewasa

Menjadi “dewasa” bukan sekedar tidak bertindak seperti anak kecil lagi. Ketika orang berpikiran dewasa secara emosional, mereka cenderung tidak melakukan kembali atau memproyeksikan pengalaman masa lalu ke hubungan mereka saat ini. Pria yang dewasa akan lebih mempercayai dan memberikan Anda kebebasan untuk melakukan sesuatu yang positif, bukannya mengekang karena pengalamannya dimasa lalu misalnya.

Dia cenderung akan melepaskan diri dari masa lalu dan fokus terhadap hubungan yang akan dijalani. Ia juga berpikiran terbuka, bukan hanya mencari seseorang yang bisa menerima segala kekurangan dan kelemahan atau untuk menyelesaikan ketidaklengkapan mereka. Sebaliknya, mereka sedang mencari seseorang untuk berbagi hidup bersama dan menghargai kebebasan masing-masing. Tentu, menjadi dewasa secara emosional membutuhkan proses, Anda juga perlu belajar untuk menjadi seorang yang dewasa sehingga Anda akan memiliki kehidupan percintaan yang solid dan saling menguntungkan.

—> beneran, ini sulit, even usia saya sekarang udah 25 tahun. Saya berusaha keras menerjemahkan definisi dewasa dan tampak menemukannya di penjelasan di atas. Boleh jugaaaaa… Thanks to wolipop dalam rangka memberikan definisi ini.

2. Bersikap Terbuka

Ketika seseorang memiliki pemikiran terbuka, dia terbiasa jujur dalam mengekspresikan perasaan, pikiran, mimpi dan keinginan, yang memungkinkan Anda untuk benar-benar mengenal mereka. Sikap terbuka ini juga merupakan indikasi dari minat mereka dalam pengembangan diri dan berkontribusi untuk menciptakan hubungan asmara yang lebih baik.

—> ini dia, saya sedang mencoba implementasi yang semacam ini. Dan benar deh, ketika sudah terbuka, rasanya lebih enak.

3. Kejujuran dan Integritas

Pasangan yang ideal menyadari pentingnya kejujuran dalam menjalin sebuah hubungan. Kejujuran juga akan membangun rasa saling percaya satu sama lain. Pria yang jujur akan berusaha untuk hidup dengan integritas sehingga tidak ada perbedaan antara perkataan dan tindakannya. Ini berlaku untuk semua tingkat komunikasi, baik verbal dan nonverbal.

—> tidak ada perbedaan perkataan dan tindakan. Kalau bisa begini, laki beneran dah! Hope so! 🙂

4. Menghormati

Pria yang ideal akan menghargai kepentingan satu sama lain terpisah dari kepentingan mereka sendiri. Mereka akan dengan senang hati mendukung Anda. Mereka peka terhadap keinginan dan perasaan pasangan, dan menempatkan diri mereka diposisi orang lain ketika menghadapi suatu masalah. Selain itu, mereka tidak mencoba untuk mengendalikan satu sama lain dengan perilaku mengancam atau manipulatif. Pria yang ideal juga akan menghormati batasan pribadi pasangan mereka, namun tetap dekat secara fisik dan emosional pada saat yang sama.

—> oke, ini bagian yang buruk dari masa lalu saya. Bagian dari ketakutan untuk kehilangan. Hufffttt, tapi sudah kerasa juga sih, kalau nggak ada gunanya. Jadi syarat ini juga oke. Harus diterapkan.

5. Empati

Pasangan yang mampu berempati dan mengerti pasangannya akan membuat hubungan harmonis. Pria yang bisa berempati akan memposisikan dirinya sebagai Anda, sehingga segala perbedaan bisa dihadapi dengan mudah.

—> kalau saya pada posisi itu, maka…. Setidaknya saya sering jadi tempat curcol, semoga dapat membantu aspek ini.

6. Menyayangi

Seorang pria penyayang akan tanggap mengenai segala sesuatu yang terjadi baik secara fisik, emosional dan juga verbal. Pria ini akan menjadi pasangan yang ideal untuk Anda, karema dia mampu menenangkan Anda dengan penuh kehangatan dan kelembutannya.

—> menenangkan dengan kehangatan dan kelembutan, dari posisi jarak jauh? So difficult! Wong dari jarak dekat saja juga susah.. Huhuhu..

7. Rasa Humor

Kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan setiap kelemahan dalam hidup memungkinkan seseorang untuk mempertahankan perspektif yang benar tanpa perlu emosi tinggi ketika berhadapan dengan masalah sensitif yang muncul dalam hubungan. Pasangan yang humoris dan memiliki rasa humor yang baik akan membuat hubungan tidak membosankan dan juga meredakan saat-saat tegang. Menertawakan masalah dan diri sendiri akan membuat hidup terasa lebih mudah. Ditambah, itu adalah salah satu kesenangan terbesar untuk bisa tertawa dengan seseorang yang sangat dekat dengan Anda.

—> sebagai orang yang sedang mencoba terjun di ranah penulisan humor, rasa-rasanya bagian ini perlu ditingkatkan. Benar sekali MENERTAWAKAN MASALAH dan DIRI SENDIRI sebenarnya membuat hidup JAUH TERASA LEBIH MUDAH. Jadi ingat menertawakan saya yang akselerasi TK. Hehehe..

Mencoba menjadi lebih baik, lagi dan lagi. Thanks to wolipop atas konten menarik pagi ini. Waktu workshop dengan BDI, disebutkan kalau copy paste itu boleh, asal bukan untuk tujuan komersial, mencantumkan sumber, dan tidak plek-plek benar. Semoga posting di atas ini sudah memenuhi syarat tersebut.

SEMANGAT!