Kajian Lirik Lagu ‘Dekat Di Hati’ RAN Menurut Jenis-Jenis LDR

Jadi ceritanya dua minggu yang lalu saya dan kawan-kawan karaokean di Ekalokasari Plaza alias Elos, tepatnya di salah satu karaokean keluarga yang kurang terkenal namanya, apalagi jika dibandingkan dengan Inul Vista, Happy Puppy, Nav, dan Diva. Tapi nggak apa-apa, karaokean terkenal tidak menyediakan karaoke 2 jam bonus 1 jam.

Nah, salah satu lagu yang dinyanyikan ketika itu adalah ‘Dekat Di Hati’ dari RAN. Kenapa bisa ada? Karena saya yang milih. Kenapa saya pilih? Karena nada dasarnya pas. Kalau saya pilih lagunya Aerosmith, sesudah karaoke saya bisa masuk RSUD Ciawi karena salah urat. Pas lagu itu diputar, eh, ada kawan saya yang LDR Jakarta-Ambon mendadak gundah gulana. Lagu ‘Dekat Di Hati’ ini memang sedang dinobatkan sebagai lagunya anak LDR.

sumber: youtube.com

sumber: youtube.com

Berhubung saya juga lagi LDR Jakarta-London, saya juga lumayan sering menyanyikan lagu ini entah sambil pipis, sambil kerja, sambil menggalau melihat awan di pesawat kalau lagi dinas, hingga sambil nunggu gaji naik. Sesudah ditelaah ternyata lagu ‘Dekat Di Hati’ ini tidak sepenuhnya relevan dengan seluruh jenis LDR. Ah, kok bisa? Bisa saja, makanya saya mau membuktikan dengan melakukan kajian terhadap potongan lirik lagu ‘Dekat Di Hati’ dari RAN ini yang disesuaikan terhadap 5 Jenis hubungan jarak jauh alias LDR.

Mari mulai!

Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari, kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi.

Bagian pertama ini mentah loh kalau mengacu pada LDR Jakarta-London alias LDR Beda Benua. Jadi, anggaplah telepon saya berbunyi jam 5 pagi, maka di London jam 11 malam. Gimana bisa pacar saya cerita kalau ‘semalam’ ketemu dengan saya di dalam mimpi, wong dia kan belum bobo?

Walau demikian, part perdana lagu ini sangat pas untuk pelaku LDR Beda Pulau, LDR Beta Kota Satu Pulau, dan LDR Jabodetabek (atau setara) Tapi Gayanya Kayak Beda Planet. Kenapa pas? Karena sama-sama pagi hari.

Bagian ini terbilang fifty-fifty untuk pelaku LDR Beda Rumah Ibadah karena kalau dibilang bertemu dalam mimpi, bisa jadi itu terjadi. Misalnya, mimpi beribadah bareng. #uhuk

Entah mengapa aku merasakan hadirmu disini, tawa candamu menghibur saat ‘ku sendiri.

Untuk bagian pertama ini mutlak relevan dengan seluruh kategori LDR di dalam tulisan ini, namun bagian keduanya tidak semudah itu. Loh, kenapa? Coba ditanya ke pasangan LDR Beda Benua yang nggak setiap hari bisa bertawacanda secara langsung, lebih banyak bertawacanda via WhatsApp atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

Oh, sebagai prasyarat, kalimat di atas berlaku untuk pasangan yang setia. Kalau tidak setia, memangnya yakin tawa canda via telepon itu bisa menghibur? Mending juga ke Mangga Besar. Ya toh? Atau kalau lagi sendirian di rumah ibadah, hemmm, gimana yah, jadi nggak enak.

Aku disini dan kau disana, hanya berjumpa via suara.

LDR Beda Benua dapat menggunakan LINE Call atau panggilan Skype irit tanpa gambar untuk sekadar bertukar suara. Sementara yang LDR Beda Pulau dan LDR Beda Kota Satu Pulau dapat menggunakan panggilan telepon yang pasti sudah sangat dikenali paket-paketnya. Pernah saya tulis di 85 Fakta Unik LDR bahwa pelaku LDR pasti paham paket-paket telepon semacam itu.

Untuk pelaku LDR Jabodetabek (atau setara) Tapi Gayanya Kayak Beda Planet, saya nggak mau ikut-ikut. Apa susahnya naik Commuter Line, naik TransJakarta, dan sejenisnya untuk ketemu. Kenapa saya sebel banget sama kategori LDR yang ini? Bukan apa-apa, dulu toh saya pernah melakoni Cikarang-Bintaro dan seminggu bisa ketemu sampai 2 kali kok. Tapi ada loh yang menulis di buku tentang LDR Jakarta Barat dan Depok, sudah gitu diterbitkan pula. Saya bingung. Nah, untuk LDR Beda Rumah Ibadah terminologi ‘aku disini dan kau disana’ itu sebenarnya lebih kepada ‘aku ibadah disini, kamu ibadah disana ya’.

Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa.

Ini mah nggak usah dibahas lagi ya. Lima kategori LDR tentu sudah memenuhi part ini semua. Kalau saya kaji lagi, bikin repot. Namanya kekasih ya pasti pengen berjumpa, toh?

Meski kau kini jauh disana, kita memandang langit yang sama.

NAH INI! SAYA MAU PROTES UNTUK BAGIAN INI! Jadi untuk LDR Beda Benua, sebagai contoh Jakarta-London, itu beda zona waktu pula. Saya bangun jam 6 pagi, langitnya biru. Pacar saya jam 12 malam, langitnya hitam. Bagaimana ceritanya kami bisa bilang sama?

Untuk yang LDR Beda Pulau, LDR Beda Kota Satu Pulau, maupun LDR Jabodetabek (atau setara) Tapi Gayanya Kayak Beda Planet bagian lirik yang ini bisa diterapkan. Bisa dipakai juga sebuah rayuan. “kamu lihat deh bulannya”. Jawaban standar dari pertanyaan ini adalah, “Kenapa?”, yang kemudian akan dijawab, “Wah, kita melihat bulan yang sama, berarti kita jodoh.”

Untuk yang LDR Beda Rumah Ibadah, mungkin jauhnya nggak jauh-jauh banget kali ya. Mungkin kita memandang pemuka umat yang berbeda, liriknya lebih tepat begitu.

Jauh di mata namun dekat di hati.

Untuk pelaku LDR Beda Benua, LDR Beda Pulau, dan LDR Beda Kota Satu Pulau saya tentu sepakat kalimat dari lirik di atas sangat sesuai. Namun kesesuaiannya bisa dikaji kembali untuk konteks LDR Jabodetabek (atau setara) Tapi Gayanya Kayak Beda Planet, soalnya itu nggak jauh-jauh benar. Apalah artinya Kalideres-Pejompongan kalau dibandingkan Pontianak ke Busan? Terhitung remah-remah juga bukan. Namun dalam aspek dekat di hatinya, tentu saja pas.

Nah, untuk LDR Beda Rumah Ibadah, hatinya sih dekat, cuma ya itu tadi, rumah ibadahnya yang jauh. Jadi mungkin pemaknaan lirik lagu dari RAN ini kira-kira sampai disana. Berikutnya? Emangnya saya pikirkan?

Demikian kiranya kajian dan telaah yang dilakukan terhadap lagu RAN yang ‘Dekat Di Hati’ oleh saya sendiri. Terserah pembaca semua, mau menganggap hubungan itu semacam apa. Saya sih cuma berdoa agar para pejuang LDR segera didekatkan, yang PNS segera dimutasikan, yang swasta segera cari pekerjaan lainnya. Kalau sudah dekat, biar kita bisa memetakan secara jelas mana sih makhluk yang jomlo. Bukan apa-apa, kasihan saja hidup mereka. Sendirian.

Salam LDR!

4 thoughts on “Kajian Lirik Lagu ‘Dekat Di Hati’ RAN Menurut Jenis-Jenis LDR

  1. Pingback: (Mencoba) Menelaah SKP Apoteker | ariesadhar.com

  2. maap Pak, itu ada yg typo hahahaaha~
    untung aku enggak ikut karokean jadi yg Jakarta-Ambon pasti bukan saya🙂

    Like

  3. Pingback: Kajian Manajemen Risiko Terhadap LDR | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s