Category Archives: Soal Sesuatu

Sesuatu kata itu selalu ada tentangnya..

Habemus Papam: Paus Fransiskus I

Pagi-pagi, saya buka Twitter dan melihat beberapa orang teman menyebut ‘Habemus Papam‘ di TL mereka. Well, ini kabar baik setelah setidaknya 4 misa saya ikuti tanpa mendoakan Paus, tentunya mengingat Gereja Katolik sedang dalam masa Sede Vacante setelah pengunduran diri Paus Benediktus XVI 28 Februari silam. Meskipun saya ngekek habis melihat ada yang komen di posting saya dan bilang kalau Paus (emeritus) Benediktus XVI pindah agama. Hahahaha..

Setelah asap putih tampak di Kapel Sistina, akhirnya nongollah Bapa Suci yang baru atas nama Kardinal Jorge Mario Bergoglio, kelahiran 1936 dan berumur 76 tahun. Dua tahun lebih muda dibandingkan umur Kardinal Ratzinger ketika ditahbiskan, namun 20 tahun lebih tua dibandingkan umur Kardinal Karol Wojtyla saat menjadi Paus Yohanes Paulus II. Ehm, sebenarnya untuk kasus Beato Yohanes Paulus II, bisa jadi para kardinal juga terpengaruh latar belakang sebelumnya bahwa usia masa kepausan Paus Yohanes Paulus I hanya 33 hari.

Kardinal Bergoglio terpilih menjadi paus ke 266 sepanjang riwayat Gereja Katolik, tentunya tidak dihitung dari Yesus. Ingat, Yesus sama sekali tidak membawa ajaran agama ke dunia, karena Yesus adalah penganut Yahudi yang mengajar di sinagoga-sinagoga dan tempat lainnya.

Uniknya, Kardinal Bergoglio tidak memilih nama yang sudah ada, namun memakai nama yang baru, Fransiskus. Well, itu nama SD saya memang. Nama Fransiskus sendiri ditengarai merujuk pada Santo Fransiskus Asisi. Di dunia Katolik, masih ada Fransiskus yang lain, sebut saja Fransiskus De Sales atau Fransiskus Xaverius.

Mengingat sidang kardinal bertajuk konklaf ini terhitung baru, maka terpilihnya Kardinal Bergoglio termasuk mengejutkan. Iya, posisinya Kardinal Ratzinger dulu cenderung lebih kuat dan masa terpilihnya juga cukup wajar. Kenapa? Kardinal Ratzinger adalah rektornya pada kardinal, jadi adalah cukup wajar ketika para kardinal memilih rektornya sendiri. Adapun Kardinal Bergoglio terpilih pada sidang ke lima. Asap putih tampak pada 7.05 pm dan dua menit kemudian bel di basilika Santo Petrus dibunyikan untuk mengkonfirmasi.

Banyak catatan ‘pertama’ yang ditulis hari ini. Paus Fransiskus I adalah Paus pertama dari Amerika Latin, sepanjang sejarah Katolik. Dan juga adalah Paus dari luar Eropa pertama semenjak ratusan tahun.

Pada 8.12 pm, Kardinal Jean-Louis Tauran, tampil di balkon dan kemudian berkata, “Saya umumkan kabar gembira pada kalian: kita punya Paus baru! Yang Mulia, Kardinal Roma, Bergoglio, yang memilih nama Fransiskus.”

Kabar kabur bilang kalau beliau adalah juara 2 dalam konklaf 2005 silam. Tapi entah kalau soal itu. Di luar itu, Kardinal Bergoglio memilik reputasi bagus dalam pelayanan, terutama di Amerika Latin yang merupakan region terbesar penganut Katolik dunia. *kalo nyari jodoh disana gampang kali ya -__-“*

Ada komen di salah satu portal berita Indonesia yang bilang kalau Kardinal Bergoglio/Paus Fransiskus I ini adalah Jokowi-nya umat Katolik dunia. Dan benar juga, karena dalam karyanya, beliau bahkan disebut mengendarai bis, mengunjungi yang miskin, bahkan hidup di apartemen sederhana dan memasak makanannya sendiri. Di Buenos Aires, dia dikenal sebagai Pastor Jorge.

Well, kalau begini, jadi ingat petinggi-petinggi gereja yang naiknya Harrier, Fortuner, dan malah ada yang minta mobil ketika dipindahkan ke paroki baru. *ehm*

Bagian yang mungkin harus diperhatikan adalah sikap dasar beliau yang pro-life. Hal ini otomatis akan relevan dengan sikapnya terhadap aborsi dan pernikahan sesama jenis. Bahkan pada 2010, Kardinal Bergoglio mengeluarkan protes keras soal legalisasi pernikahan sesama jenis di Argentina dan menyebutnya sebagai ‘cedera serius bagi keluarga’. Bahkan untuk pernikahan sesama jenis beliau cukup keras bilang bahwa adopsi di dalam pernikahan itu ‘merampas pertumbuhan anak yang diinginkan Tuhan diberikan oleh ayah dan ibunya’. Ini mendasar sih, tentu kasuistis untuk orang tua yang membuang anaknya.

Perannya sering memaksa beliau untuk berbicara soal masalah ekonomi, sosial dan politik yang dihadapi negara. Homilinya sering diisi dengan referensi terhadap fakta yang dihadapi dan dibutuhkan untuk memastikan semua orang respek dan peduli.

Jorge Bergoglio sendiri lahir di Buenos Aires, pada 17 Desember. Beliau awalnya adalah lulusan jurusan kimia di Universitas Buenos Aires, yang kemudian masuk Jesuit di seminari Villa Devoto. Jadi beliau nggak lewat seminari menengah.

Dalam ‘karier’-nya di Jesuit, beliau sempat menjabat sebagai Provinsial Jesuit provinsi Argentina di akhir 1970-an. Pada 1980 beliau menjadi guru di sekolah Jesuit. Ya, sederhananya, masak sih sudah jadi Gubernur, sempat ngajar anak sekolahan lagi? Bisa dibilang ini bukti kerendahhatian.

May 1992, beliau ditunjuk sebagai uskup auksilier Buenos Aires. Lima tahun kemudian menjadi uskup co-ajutor, dan pada 28 Februari 1998 menjadi uskup Buenos Aires.

Lebih jelas sila cek ke sumber asli konggregasi yang bersangkutan.

Syukurlah. Keunikan khas Katolik menurut saya memang perihal hierarki ini. Semoga kehadiran Paus Fransiskus I memberi warna yang indah untuk hidup rohani seluruh umat Katolik di dunia.

Amin!

 

 

Swansea City

Berita semalam adalah soal kemenangan tim Swansea City atas Bradford City 5-0 di Piala Liga (Capital One) di tanah britania. Ya, ditunjang oleh permainan yang ‘enak dilihat’ plus mengorbankan kekalahan 5-0 juga dari Liverpool minggu sebelumnya, akhirnya membawa skuad asuhan legenda Denmark Michael Laudrup memperoleh piala mayor pertamanya.

Nah, mari kita kulik sedikit sejarah perjalanan klub berjudul The Swans ini.

Dahulu kala, anak-anak disana (sebelum 1912) bermain sepakbola di bekas tanah perkebunan yang dipakai untuk memberi makan sapi, tempat itu bernama Vetch Field. Tempat itu kemudian dijual oleh Swansea Gas Light Company ke Swansea League. Tahun 1912 dibentuklah klub bernama Swansea Town, utamanya untuk ke ranah rugbi. Sebuah klub sepakbola mengadopsi model seragamnya, Swansea RFU. Lama kemudian tim ini dikenal sebagai Swansea Town sebelum berganti menjadi City pada 1969.

Klub ini masih ke Divisi 2 Southern League dan lalu promosi sebelum Perang Dunia 1. Sebagai hasilnya, mereka menjadi pendiri untuk Divisi 3 ketika Southern League Division dihelat pada 1920. Tim ini sangat kuat pada masanya, dengan memenangi promosi ke Divisi 2 pada 1925 serta finish posisi 6 di musim berikutnya, plus masuk semifinal Piala FA.

Pada musim sesudah Perang Dunia II, nasib berbalik karena klub kemudian menurun lagi untuk kemudian promosi lagi pada 1949. Mereka bertahan di Divisi 2 untuk 16 musim kemudian. Sempat masih semifinal FA juga pada 1964. Pada periode yang sama The Swans juga masuk ke Eropa (1961) lewat kemenangan di Piala FA Wales. Tahun 1965, Swansea degradasi ke divisi 3, lalu 2 tahun kemudian ke divisi 4.

Mereka mulai naik lagi di bawah asuhan John Toshack dengan dua kali promosi (1978-1979) ke divisi 2. Pada 1981 mereka promosi ke divisi 1 dan jadi posisi 6 pada 1982. Hanya saja, penurunan yang terjadi sangat dramatis. Degradasi dua kali (1983-1984) lalu bermasalah pada 1985 hingga terjun ke divisi 4 pada 1986. Program penyelamatan kemudian membuat Swansea kembali ke divisi 3 pada 1988 dan lima tahun kemudian mencapai play-off. Tahun 1996, Swansea degradasi ke divisi 4, lalu promosi di tahun 2000. Selama musim 2001/2002, sempat terjadi masalah soal kebangkrutan dan mendekati degradasi (lagi).

Hawa perubahan terjadi tahun 2005 setelah mereka pindah dari Vetch Field ke stadion baru Liberty Stadium.

Nah, Swansea mulai ternama di bawah asuhan Roberto Martinez yang membawa promosi ke Championship. Karena kemudian ia pindah ke Wigan, skuad kemudian dilatih oleh Paulo Sousa (ex Inter Milan). Setahun kemudian dia pindah ke Leicester dan digantikan oleh Brendan Rodgers. Orang ini yang membawa Swansea melaju ke Premier League dan finish di posisi 11. Rodgers kemudian pindah ke Liverpool bersama Joe Allen, dan lantas digantikan oleh Michael Laudrup.

Orang yang lahir di kota tersebut dikenal sebagai SWANSEA JACKS.

Pada periode awal abad 19, pelaut dari Swansea dikenal handal dengan reputasi gemilang. Nama panggilan Swansea Jacks lahir dari pakaian mereka yang menyediakan proteksi khusus.

Swansea Jack juga merupakan retriever hitam lahir tahun 1930, hidup di North Dock/River Tawe di Swansea bersama pemiliknya William Thomas. Juni 1931 dia menyelamatkan anak laki-laki 12 tahun. Beberapa minggu kemudian, Jack menyelamatkan orang lagi dari dok tersebut. Pada 1936, anjing ini mendapat penghargaan BRAVEST DOG OF THE YEAR. Total jenderal anjing ini menyelamatkan 27 orang. Oktober 1937 anjing ini mati karena makan racun tikus. Pemakaman anjing ini menyedot perhatian banyak orang. Tahun 2000, Swansea Jack mendapat penghargaan DOG OF THE CENTURY oleh NewFound Friends of Bristol.

1912/1913 menjadi tim profesional dan menang Welsh Cup, 1913/1914 main di ronde pertama Piala FA, 1920/1921 masuk di divisi 3 selatan dan jadi juara pada 1924/1925.

1925/1926 jadi runner-up Piala FA, sempat mengalahkan Real Madrid pada 1926/1927. Tahun 1935/1936 main di Jumat Agung di Plymouth dan Sabtu Paskah main di Newcastle.
Membukukan 90 gol dan 90 kemasukan pada 1956/1957. Serta kebobolan 99 gol pada 1957/1958.
Ganti nama jadi Swansea City pada 1969/1970. John Toschack mencetak gol perdana pada musim 1970/1971. Pria yang sama jadi pelatih-pemain pada 1977/1978.
1997/1998 diambil alih The Silver Shield dari Doug Sharpe. 1999/2000 jadi juara divisi 3 lalu degradasi lagi.
Musim terparah di dalam dan luar lapangan pada 2001/2002. Ninth Floor ambil alih klub hanya dengan 1 pound. Enam pertandingan kemudian, John Hollins-Alan Curtis dipecat, diganti Colin Addison-Peter Nicholas. Pada Oktober, Mike Lewis ambil alih klub juga dengan 1 pound. Lalu konsorsium lokal ambil alih di Januari.
2006/2007 ekspekatasi tinggi karena gagal promosi di musim sebelumnya. Kenny Jackett resign karena rongrongan suporter, fans, dan media. Kevin Nugent sempat ambil alih sebelum kemudian Roberto Martinez jadi pelatih. Orang ini yang membawa dampak cepat di lima pertandingan pertama, dan total jenderal kalah 2 dari 12 pertandingan. Tapi gagal promosi lagi karena play off.
Ekspektasi tinggi kembali muncul 2007/2008 lewat asuhan Roberto Martinez. Dan menjadi musim terbaik di klub dengan rekor 92 poin, 14 kemenangan away. Gaya main Swansea Way dikenal di sekitar League One. Dan bisa promosi lebih dini. 2008/2009 Swansea gagal lagi, tapi dengan permainan yang oke.
2009/2010 Roberto Martinez pindah ke Wigan bersama asisten Graeme Jones plus juga Jason Scotland dan Jordi Gomez. Ia digantikan oleh Paulo Sousa. Di musim ini Swansea mencapai rekor pertahanan terbaik dengan 24 clean sheet.
2010/2011 Paulo Sousa pindah ke Leicester City dan digantikan oleh Brendan Rodgers. Pada musim ini Swansea didera duka ketika kematian Besian Idrizaj. Nomor punggung 40 kemudian dipensiunkan.
Demikian sekilas soal Swansea City 😀

Pedoman Audit Sistem Manajemen: Penetapan Program Audit

Peran dan Tanggung Jawab Personel yang Mengelola Program Audit

Personel yang mengelola program audit hendaknya:

  1. Menetapkan ruang lingkup program audit
  2. Mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko terhadap program audit
  3. Menetapkan tanggung jawab audit
  4. Menetapkan prosedur untuk program audit
  5. Menentukan sumber daya yang dibutuhkan
  6. Memastikan implementasi dari program audit, mencakup pelaksanaan tujuan audit, ruang lingkup, dan kriteria dari audit individual, menetapkan metode audit, dan menyeleksi tim audit serta melakukan evaluasi auditor
  7. Memastikan catatan program audit yang ada dikelola dan dipelihara
  8. Memonitor, meninjau kembali, dan melakukan perbaikan pada program audit

Personil yang mengelola program audit hendaknya menginformasikan kepada manajemen puncak perihal muatan program audit, dan jika perlu meminta persetujuan

 

Kompetensi Personel yang Mengelola Program Audit

Personel yang mengelola program audit hendaknya memiliki kompetensi yang diperlukan untuk mengelola program audit dan resiko yang berhubungan secara efektif dan efisien, sesuai pengetahuan dan kemampuan pada aspek berikut:

  1. Prinsip, prosedur, dan metode audit
  2. Standar sistem manajemen dan dokumen yang menjadi referensi
  3. Aktivitas, produk, dan proses yang dilakukan auditee
  4. Persyaratan legal atau lainnya yang relevan dengan aktivitas dan produk auditee
  5. Pelanggan, pemasok, dan pihak lain yang terkait dengan auditee, jika dimungkinkan

Personel yang mengelola program audit hendaknya melakukan aktivitas pengembangan profesional yang berkesinambungan untuk mempertahankan pengetahuan dan kekmampuan yang diperlukan guna mengelola program audit.

 

Ruang Lingkup Program Audit

Personel yang mengelola program audit hendaknya menetapkan ruang lingkup program audit, yang bisa sangat tergantng pada ukuran dan kebiasaan dari auditee, sesuai dengan keadaan, fungsi, kompleksitas, dan tingkat kematangan, serta hal-hal yang yang berdampak signifikan pada sistem manajemen yang diaudit.

Pada kasus tertentu, tergantung pada struktur auditee dan aktivitas yang terjadi, program audit dapat saja hanya memuat audit tunggal.

Faktor lain yang memberi pengaruh pada ruang lingkup program audit mencakup hal-hal berikut:

  1. Tujuan, cakupan, dan durasi setiap audit dan jumlah audit yang akan dilaksanakan, mencakup juga tindak lanjut audit, jika memungkinkan.
  2. Jumlah, kepentingan, kompleksitas, kesesuaian, dan lokasi aktivitas yang diaudit
  3. Faktor-faktor yang memberikan pengaruh pada efektivitas sistem manajemen
  4. Kriteria audit yang sesuai, seperti pengaturan terencana terhadap standar sistem manajemen yang sesuai, peraturan hukum, dan persyaratan kontrak, serta persyaratan lain yang dianut oleh organisasi
  5. Kesimpulan dari audit sebelumnya, internal dan eksternal
  6. Hasil dari review program audit sebelumnya
  7. Bahasa, budaya, dan isu sosial lainnya
  8. Hal-hal yang menjadi perhatian pihak luar, seperti keluhan pelanggan atau ketidaksesuaian dengan persyaratan legal
  9. Perubahan signifikan pada auditee dan operasionalnya
  10. Ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung aktivitas audit, umumnya pada metode audit di tempat terpencil
  11. Kejadian internal dan eksternal, seperti produk gagal, kegagalan keamanan informasi, insiden kesehatan dan keselamatan, tindak kriminal atau insiden lingkungan

 

Identifikasi dan Evaluasi Resiko Program Audit

Terdapat banyak resiko berbeda yang berhubungan dengan penetapan, implenetasi, pemantauan, peninjauan dan perbaikan program audit yang bisa memberikan dampak pada tujuan. Personel yang mengelola program audit hendaknya mempertimbangkan resiko tersebut. Beberapa resiko yang relevan adalah sebagai berikut:

  1. Perencanaan, contoh: kegagalan menetapkan tujuan audit yang relevan dan menetapkan ruang lingkup program audit
  2. Sumber Daya, contoh: tidak cukup waktu yang memungkinkan untuk mengembagkan program audit atau melaksanakan audit
  3. Seleksi Tim Audit, contoh: tim tidak memiliki kompetensi kolektif untuk melaksanakan audit secara efektif
  4. Implementasi, contoh: komunikasi program audit yang tidak efektif
  5. Catatan dan Pengendaliannya, contoh: kegagalan untuk melindungi catatan audit secara baik
  6. Pemantauan, Peninjauan, dan Perbaikan Program Audit, contoh: pemantauan yang tidak efektif dari keluaran program audit

 

Penetapan Prosedur untuk Program Audit

Personel yang mengelola program audit hendaknya menetapkan satu atau lebih prosedur berikut, sejauh diperlukan:

  1. Perencanaan dan penjadwalan audit dengan mempertimbangkan resiko
  2. Pemastian keamanan dan kerahasiaan informasi
  3. Penjaminan kompetensi audit dan ketua tim audit
  4. Seleksi tim audit yang sesuai dan pemberian wewenang serta tanggung jawab
  5. Pelaksanaan audit, mencakup penggunaan metode pengambilan sampel yang sesuai
  6. Pelaksanaan tindak lanjut audit, jika diperlukan
  7. Pelaporan kepada manajemen puncak terkait pencapaian umum dari program audit
  8. Pemeliharaan catatan program audit
  9. Pemantauan dan peninjauan performa dan resiko, serta perbaikan efektivitas dari program audit

 

Identifikasi Sumber Daya Progam Audit

Ketika mengidentifikasi sumber daya untuk program audit, personel yang mengelola program audit hendaknya mempertimbangkan:

  1. Sumber daya finansial yang sesuai untuk pengembangan, implementasi, pengelolaan, dan perbaikan aktivitas audit
  2. Metode audit
  3. Ketersediaan auditor dan ahli teknis yang memiliki kompetensi yang sesuai terkait tujuan umum program audit
  4. Ruang lingkup program audit dan resikonya
  5. Waktu dan biaya perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan audit lainnya
  6. Ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi

(Diterjemahkan dari ISO 19011: 2011)

Pedoman Audit Sistem Manajemen: Penetapan Tujuan Program Audit

Manajemen puncak hendaknya memastikan tujuan program audit ditetapkan untuk mengarahkan rencana dan pelaksanaan audit dan hendaknya pula memastikan program audit diimplementasikan secara efektif. Tujuan program audit hendaknya konsisten dan mendukung tujuan dan kebijakan sistem manajemen.

Tujuan dapat didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan berikut:

  1. Prioritas manajemen
  2. Tujuan komersial atau kepentingan bisnis lainnya
  3. Karakteristik proses, produk, dan proyek serta segala perubahan yang relevan
  4. Persyaratan sistem manajemen
  5. Persyaratan legal dan kontrak, serta persyaratan lainnya yang dianut oleh organisasi
  6. Keperluan untuk evaluasi pemasok
  7. Keperluan dan ekspektasi pihak lain, termasuk pelanggan
  8. Tingkat kinerja auditee, yang direfleksikan dari kejadian kegagalan atau insiden atau keluhan pelanggan
  9. Resiko terhadap auditee
  10. Hasil dari audit sebelumnya
  11. Level kematangan dari sistem manajemen yang diaudit

Contoh tujuan program audit adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memberikan kontribusi terhadap perbaikan sistem manajemen dan kinerjanya
  2. Untuk memenuhi persyaratan eksternal, seperti sertifikasi suatu standar sistem manajemen
  3. Untuk memverifikasi kesesuaian dengan persyaratan kontrak
  4. Untuk mencapai dan mempertahankan kepercayaan terhadap kapabilitas pemasok
  5. Untuk menentukan efektivitas sistem manajemen

Untuk mengevaluasi kesesuaian tujuan sistem manajemen dengan kebijakan sistem manajemen dan tujuan organisasi secara keseluruhan.

(Diterjemahkan dari ISO 19011: 2011)

Pedoman Audit Sistem Manajemen: Pengelolaan Program Audit Secara Umum

Organisasi yang memerlukan audit hendaknya memiliki program audit yang berkontribusi terhadap ketetapan efektifivitas dari sistem manajemen yang dilakukan auditee. Program audit dapat mencakup satu atau lebih standar sistem manajemen, dan dapat dilakukan terpisah atau kombinasi.

Manajemen puncak hendaknya memastikan tujuan program audit tersedia dan terdapat satu atau lebih personil yang kompeten untuk mengelola program audit. Ruang lingkup program audit hendaknya didasarkan pada ukuran dan kebiasaan dari organisasi yang diaudit, serta pada kebiasaan, fungsi, kompleksitas, dan level kematangan sistem manajemen yang diaudit. Prioritas hendaknya diberikan pada alokasi program audit yang membutuhkan sumber daya yang sifatnya signifikan pada sistem manajemen. Hal ini dapat mencakup karakteristik kunci dari kualitas produk atau bahaya terkait kesehatan dan keamanan, atau aspek lingkungan yang signifikan, dan kontrolnya. Konsep ini umumnya dikenal sebagai audit berbasis resiko.Standar internasional tidak memberikan panduan lebih jauh terkait hal ini.

Program audit hendaknya mencakup informasi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengorganisasi dan melaksanakan audit secara efektif dan efisien dalam jangka waktu spesifik, dan juga dapat mencakup hal-hal berikut:

  1. Tujuan program audit dan audit individualnya
  2. Ruang lingkup, jumlah, tipe, durasi, lokasi, dan jadwal audit
  3. Prosedur program audit
  4. Kriteria audit
  5. Metode audit
  6. Seleksi tim audit
  7. Sumber daya yang dibutuhkan, mencakup perjalanan dan akomodasi
  8. Proses untuk penanganan kerahasiaan, keamanan informasi, kesehatan dan keamanan, serta hal ihwal lainnya

Implementasi program audit hendaknya dimonitor dan dinilai untuk memastikan tujuan tercapai. Program audit hendaknya ditinjau kembali dalam rangka mengidentifikasi perbaikan yang mungkin dilakukan.

(Diterjemahkan dari ISO 19011: 2011)

Secuil Kisah Dari Muara Gembong

Membaca berulang-ulang posting tentang Kelas Inspirasi (takut dituntut kayak yang lagi heboh sekarang, padahal ya nggak ngapa-ngapain), malah membuat saya ingat kalau hari Minggu kemarin baru saja melakoni perjalanan absurd ke sebuah tempat bernama Muara Gembong.

Tahu Muara Gembong dimana?

Ah, kalau ingat kisah ikan paus terdampar di Karawang, yang lalu bisa bebas tapi kemudian mati, nah kematian paus itu ada di perairan Muara Gembong ini. Singkatnya Kabupaten Bekasi bagian Utara. Saya juga sempat heran, memangnya Bekasi punya pantai? Ternyata ada, dan di peta ya memang ada. Sebuah tempat yang basah dalam arti fisik (mepet kali Citarum–kalo nggak salah), tapi jelas sangat tidak basah bagi Kabupaten, apalagi dibandingkan KAWASAN INDUSTRI yang BANYAK DUITNYA ITU LOH BRO!

Sekilas soal jauhnya Muara Gembong bisa saksikan peta berikut, sepintas malah lebih dekat sama Tanjung Priok tapi lewat laut.

Sumber: Google Maps
Sumber: Google Maps

Jalurnya sih ambil Pantura Bekasi, sampai Pilar ambil jalan ke utara, lalu ya terus saja sampai jauh akhirnya ke laut. Dan dari daerah Cabangbungin, jangan harap nemu jalan yang OKE. Yang ada jalanan yang bolong-bolong plus persis di sebelah tanggul yang tingginya lebih dari 2 kali tinggi mobil.

Saya bisa sampai ke Muara Gembong ini dalam rangka baksos gereja. Syukur juga saya diajak ke event ini. Selain bisa dapat kenalan baru, saya juga bisa dapat pengalaman baru. Lagipula, saya lumayan suka kegiatan macam ini karena saya bisa merefresh ilmu saya sebagai seorang Apoteker. Sekalian, buat latihan untuk Kelas Inspirasi. Maksud awalnya begitu.

Perjalanan dari Jababeka 2 memakan waktu sekitar 2,5 sampai 3 jam. Untung saya naik mobil yang dibawa sama orang yang rajin jelajah Pantura guna menuju Jogja, Klaten, Bantul dan sekitarnya. Jadi, cukup yakinlah akan selamat sampai tujuan. Kalau naik OOM ALFA? Ucapkan selamat tinggal! Sejak masuk Pilar, jalanannya memang hanya kecil. Jadi ya begitulah keadaannya. Ketika sampai, saya dan tim pelayanan lain kudu menyeberangi sebuah jembatan kayu. Mobil ditinggal di kantor kelurahan (kalau nggak salah). Dari jembatan, kudu jalan lagi beberapa ratus meter sebelum kemudian sampai di sebuah sekolah tempat bakti sosial diselenggarakan.

Poin utama dari baksos kali ini adalah JUMLAH PASIENNYA. Seumur-umur saya ikut baksos, ya baru kali ini dapat pasien lebih dari 500. Kalau nggak salah sampai 560-an. Kaki sudah sampai ngesot-ngesot, ya nggak kelar-kelar juga. Iya, 500-an pasien itu beneran rekor baru dalam hal saya ikutan baksos. Tidak di gempa Jogja, tidak di tempat lainnya. Sungguh saya ingin melambaikan tangan ke kamera hendak menyerah sebelum saya sadar ini baksos, bukan acara televisi soal hantu-hantuan.

Satu hal sih. Saya suka dengan baksosnya gereja karena stok obatnya lengkap dan tidak sekadarnya. Yeah, kan ada baksos yang alakadar. Yang formulariumnya bahkan tidak diupdate, yang stok obatnya adalah barang-barang mendekati ED, yang poly-nya sudah remuk redam sehingga kalau mau kasih ke pasien kudu dibongkar dulu lalu dimasukin plastic clip biar keliatan tetap oke. Baksos yang begitu sih buat saya nggak niat, dan percayalah itu  terjadi di CSR sebuah perusahaan farmasi. Baksos niat ya kalau sampai bawa obat yang jumlahnya alamakjang begini. Untuk pasien yang jumlahnya amalakjang juga.

Sudah begini, punya tempat permanen untuk beribadah saja nggak boleh. #TANYAKENAPA

Dari daerah pantai yang kemudian sangat dekat dengan aliran sungai ini, saya belajar tentang hidup. Saya belajar bagaimana pelayanan sebenarnya tidak meminta pamrih. Saya juga belajar banyak, karena saya tahu 500 pasien itu sangat biasa di rumah sakit.

Pedoman Audit Sistem Manajemen: Prinsip Audit

Audit terkarakterisasi dengan ketergantungannya pada sejumlah prinsip yang dapat membuat audit efektif dan menjadi alat yang baik dalam rangka mendukung kebijakan dan control manajemen, dengan menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh organisasi untuk improvisasi performa. Ketaatan pada prinsip-prinsip tersebut merupakan persyaratan untuk penyediaan kesimpulan audit yang relevan dan sesuai serta untuk membuat auditor mencapai kesimpulan yang sesuai.

INTEGRITAS, pondasi dari profesionalisme

Auditor dan personel yang mengelola program audit hendaklah melakukan pekerjaannya dengan jujur, rajin, dan penuh tanggung jawab; memantau dan selalu patuh pada segala persyaratan legal yang relevan; memperlihatkan kompetensi ketika melakukan pekerjaannya; melakukan pekerjaannya dengan tata cara yang baik, misalnya tetap berlaku fair dan tidak bias dalam setiap kesepakatan; berlaku sensitive pada setiap pengaruh yang mungkin ada pada setiap pengambilan keputusan ketika audit.

FAIR, kewajiban untuk melakukan pelaporan secara benar dan akurat

Temuan audit, kesimpulan audit, dan laporan audit hendaknya merefleksikan aktivitas audit secara benar dan akurat. Hambatan signifikan yang terjadi selama audit dan tidak dapat diatasi oleh auditor dan auditee juga harus dilaporkan. Komunikasi hendaknya benar, akurat, objektif, tepat waktu, jelas, dan tuntas.

PROFESIONAL, berlaku tekun ketika audit dan dalam melakukan pengambilan keputusan

Auditor hendaknya berlatih untuk memperhatikan kepentingan tugas yang dilaksanakannya dengan memiliki keyakinan untuk itu. Sangat penting untuk bekerja dengan profesional sehingga dapat membuat pertimbangan dan keputusan di dalam semua situasi audit.

KERAHASIAAN, keamanan informasi

Auditor hendaknya bertindak hati-hati dalam penggunaan dan proteksi informasi yang didapatkan selama tugasnya. Informasi audit hendaknya tidak digunakan secara tidak sesuai oleh auditor maupun klien audit, yang dapat merugikan legitimasi auditee. Konsep ini mencakup penanganan yang sesuai terhadap informasi yang sensitif dan rahasia.

INDEPENDEN, basis untuk keadilan audit dan objektivitas kesimpulan audit

Auditor hendaklah independen dari aktivitas yang diaudit jika memungkinkan, dan bertindak sedemikian rupa sehingga bebas dari bias dan konflik kepentingan. Untuk internal audit, auditor hendaknya independen dari fungsi operasi yang diaudit. Auditor juga harus berlaku objektif untuk memastikan temuan audit dan kesimpulan diambil berdasarkan bukti audit. Untuk organisasi yang kecil, bisa jadi sulit untuk auditor internal bisa independen sepenuhnya dari aktivitas yang diaudit, akan tetapi setiap usaha perlu dikerahkan untuk melindungi bias dan mempertahankan objektivitas.

PENDEKATAN BERBASIS BUKTI, metode rasional untuk mencapai kesimpulan audit yang handal dan dapat dipercaya dalam rangka proses audit yang sistematis

Bukti audit harus dapat diverifikasi. Secara umum bukti diperoleh berdasarkan pengambilan sampel terhadap informasi yang tersedia dalam periode audit yang terbatas berikut sumber daya yang terbatas pula. Jumlah yang sesuai untuk proses pengambilan sampel hendaknya dilakukan guna menjamin keyakinan terhadap kesimpulan audit.

(diterjemahkan dari ISO 19011: 2011)

Pedoman Audit Sistem Manajemen: Terminologi dan Definisi

Audit adalah proses sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit dipenuhi. Audit internal, seringkali disebut sebagai audit pihak pertama, diselenggarakan oleh organisasi itu sendiri, atau atas nama organisasi, untuk kajian manajemen dan tujuan internal yang lain (contoh: untuk melakukan konfirmasi efektivitas sistem manajemen atau untuk memperoleh informasi guna perbaikan sistem manajemen). Audit internal dapat menjadi dasar pernyataan kesesuaian di dalam organisasi. Di dalam banyak kasus, utamanya di organisasi kecil, independensi dapat memperlihatkan kebebasan dari tanggung jawab terhadap aktivitas yang diaudit atau kebebasan dari bias dan konflik kepentingan.
Audit eksternal mencakup audit pihak kedua dan ketiga. Audit pihak kedua diselenggarakan oleh organisasi terkait kepentingan tertentu seperti pelanggan atau oleh orang lain atas nama pelanggan. Audit pihak ketiga diselenggarakan oleh organisasi audit yang independen, seperti regulator atau badan sertifikasi.
Jika dua atau lebih sistem manajemen dari disiplin yang berbeda (seperti mutu, lingkungan, K3L) diaudit bersamaan, disebut sebagai audit kombinasi.
Jika dua atau lebih organisasi audit bekerjasama melakukan audit pada satu auditee, disebut sebagai audit bersama.

Kriteria Audit merupakan gabungan kebijakan, prosedur atau persyaratan yang digunakan sebagai referensi bukti audit dibandingkan. Jika kriteria audit merupakan persyaratan hukum (termasuk regulasi dan perundang-undangan), terminologi patuh dan tidak patuh sering digunakan dalam temuan audit.

Bukti Audit adalah catatan, pernyataan atau informasi lain yang sesuai terhadap kriteria audit dan dapat diverifikasi. Bukti audit dapat berupa kualitatif dan kuantitatif.

Temuan Audit adalah hasil evaluasi dari bukti audit terhadap kriteria audit. Temuan audit mengindikasikan kesesuaian atau ketidaksesuaian. Temuan audit dapat menjadi identifikasi terhadap peluang perbaikan atau merekam praktek yang sudah baik. Jika kriteria audit diambil dari persyaratan legal, terminologinya adalah compliance dan non-compliance.

Kesimpulan Audit adalah keluaran dari audit, sesudah mempertimbangkan tujuan audit dan semua temuan audit.

Klien Audit merupakan organisasi atau personel yang meminta audit. Dalam konteks internal audit, klien audit dapat merupakan auditee atau personel yang mengelola program audit. Permintaan untuk audit eksternal dapat berasal dari regulator, pihak ketiga yang terikat kontrak atau klien potensial.

Auditee adalah organisasi yang diaudit.

Auditor adalah personel yang melaksanakan audit.

Tim Audit adalah satu atau lebih auditor yang melaksanakan audit, dan jika perlu didukung oleh ahli teknis. Satu auditor di tim audit ditunjuk sebagai ketua tim. Tim audit dapat menyertakan auditor yang sedang dalam pelatihan.

Ahli Teknis adalah personel yang memiliki pengetahuan spesifik atau keahlian dan menyediakannya pada tim audit. Pengetahuan spesifik atau keahlian terkait dengan organisasi, proses atau aktivitas yang akan diaudit atau bahasa dan budaya. Ahli teknis tidak bertindak sebagai auditor di dalam tim audit.

Observer adalah personel yang berada bersama dalam tim audit, tapi tidak melakukan proses audit. Observer tidak merupakan bagian dari tim audit, dan tidak mempengaruhi atau mengganggu proses audit. Observer dapat berasal dari auditee, regulator, atau pihak lain yang terkait dengan audit.

Pemandu merupakan personel yang ditunjuk oleh auditee untuk membantu tim audit.

Program Audit adalah pengaturan perencanaan satu atau lebih audit dalam rentang waktu spesifik dan dibuat untuk tujuan spesifik.

Ruang Lingkup Audit merupakan cakupan dan batas-batas pelaksanaan audit. Ruang lingkup audit umumnya mencakup deskripsi lokasi fisik, unit organisasi, aktivitas, proses, sejauh tercakup dalam periode waktu yang ditentukan.

Rencana Audit adalah deskripsi aktivitas dan pengaturan pelaksanaan audit.

Resiko adalah pengaruh ketidakpastian pada tujuan.

Kompetensi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Kemampuan menyiratkan penerapan yang sesuai terhadap perilaku personel selama proses audit.

Kesesuaian adalah pemenuhan terhadap persyaratan.

Ketidaksesuaian adalah ketidakpemenuhan dari persyaratan.

Sistem Manajemen adalah sistem yang menetapkan kebijakan dan tujuan yang bersama-sama mencapai tujuan tersebut. Sistem manajemen dari sebuah organisasi dapat mencakup sistem manajemen yang berbeda seperti sistem manajemen mutu, sistem manajemen finansial, atau sistem manajemen lingkungan.

(diterjemahkan dari ISO 19011: 2011)

Fa, Semoga Nasibmu Sekarang Lebih Baik

Saya punya sebuah naskah. Iya, naskah-dengan-persyaratan-sepanjang-buku pertama yang bisa saya selesaikan. Yang kedua baru kelar tanggal 2 kemarin, buat ngirim ke lomba novel. Naskah kedua itu sebenarnya ya bukan utuh naskah-dengan-persyaratan-sepanjang-buku sih, karena itu lebih berupa kompilasi posting-posting di blog ini.

Jadi, mari kita bicara sedikit tentang naskah pertama itu.

Ditulis dari mid 2011, dan baru selesai hampir mid 2012. Sebuah waktu yang sangat panjang untuk menulis. Tapi sebuah kebanggaan juga karena ada 1 dari sekian banyak file naskah-dengan-persyaratan-sepanjang-buku yang beneran jadi. Yang berhenti di halaman 5? Ada. Di halaman 10? Ada juga. Di halaman 40? Juga tersedia.

Nah, karena saya ini NIAT dan kebetulan baru dapat bonus, saya bertekad memperlakukan naskah pertama ini dengan maksimal. Jadi, sudah saya putuskan untuk mengirimkannya ke penerbit yang oke (tidak sembarangan), punya rekam jejak bagus untuk genre naskah itu. Dan saya juga lantas memperlakukan naskah itu dengan optimal dalam hal mencetak.

Iya, saya BELI PRINTER, khusus buat ngeprint naskah doang. Kenapa sih? Entah, mungkin banyak yang menilai jelek. Tapi saya hanya hendak menghargai karya pertama saya yang beneran jadi. Saya juga jilid dengan spiral plus buat cover dengan mencetak di kertas foto ukuran A4.

Saya hendak bikin dia eksklusif. Itu saja.

Dan untuk menggenapi perlakuan istimewa saya pada naskah itu, maka saya meluangkan 1 hari cuti di 26 April 2012 untuk mengantarkan langsung naskah itu ke penerbitnya. Cerita itu ada di bagian lain blog ini, sila cek.

Dan, bagian yang harus dicamkan dalam hal pengiriman naskah buku oleh pemula adalah:

JUST WRITE, SEND, AND FORGET IT

Itu menurut saya lho. Karena kalau kita ingat-ingat terus, nggak akan muncul karya-karya lainnya ntar. Contohlah saya, sejak naskah pertama itu, belum ada lagi naskah yang oke. Memang ada sebagian yang sudah outline, tapi kemudian pupus lagi-pupus lagi.

Dan memang naskah itu saya lupakan, sampai kemudian saya dapat telepon dari editor dan bilang ‘tertarik’ untuk naskah itu. Okesip. Lalu? Tunggu kabar selanjutnya.

Ada hal yang menarik dari nasib naskah saya ini. Secara langsung, editor bilang kalau naskah saya ‘cukup menarik’. Tapi tidak serta merta itu langsung akan diterbitkan. Dan uniknya lagi, tidak pula ditolak 🙂

Saya sempat mentions di Twitter dan karena telat lihat mentions, jadi obrolan saya dengan admin Twitter-nya kandas. Lalu, saya email-lah ke redaksi soal naskah itu. Bukan apa-apa sih, kali kalau penerbit itu mau ISO 9001 (anggap begitu), naskah saya bisa jadi temuan. Kenapa? Karena di-state waktu X bulan untuk disposisi naskah, sementara naskah saya sudah lebih dari X bulan itu. Saya sih cuma nggak mau memperibet masalah.. Hehehe.. Kalau emang nggak diterima, silahkan, saya rela hati dan sadar diri. *kira-kira itu konten email saya ke redaksi*

Tapi di lubuk hati terdalam saya sangat ingin naskah saya diterbitkan disana. Itu dia makanya saya bahkan nggak pernah mengirim naskah yang sama ke penerbit lain. Saya bukan penulis yang butuh-duit-banget, karena toh saya punya pekerjaan yang lumayan. Saya adalah penulis yang menulis karena saya cinta menulis. Dan lagipula, ini naskah pertama saya. Masalah sejenis ini pastilah terjadi untuk setiap awalan. Bahkan saya termasuk beruntung, sampai umurnya yang hampir 10 bulan ini, naskah itu tidak ditolak.

Dan kemarin saya dapat SMS lagi dari penerbit, dengan note yang sama dengan telepon berbulan-bulan silam.

Saya tidak hendak berharap lebih, karena semakin hari saya semakin sadar bahwa berharap lebih sejatinya hanya akan berujung derita. Jadi saya hanya berharap, semoga kali ini nasib naskah itu lebih baik.

Oiya, naskah itu sebagian ada di blog ini, di tag ceritaalfa. Dan saya menamakan naskah itu dengan ‘alfa’, nama tokoh di naskah saya 🙂

Cara Memasang Video Youtube di Blog WordPress

Oke! Hari ini habis utik-utik upil sampai kemudian bisa memasang video Youtube di blog berbasis WordPress semacam ariesadhar.com ini.

Nah, caranya sederhana juga ternyata.

Pertama sekali buka Youtube dan cari video yang mau dipasang di postingan blog. Nah, alamat di youtube kan ada formatnya. Saya ambil contoh yang ini:

http:// www. youtube. com/ watch?v= MsGDuj5tnKE

Bagian sesudah “v=” adalah kode spesifik untuk video Youtube yang kita mau.

Kemudian masuk ke ‘add new post’ seperti biasa, tapi di bagian postingnya pilih tipe ‘TEXT’ jangan yang ‘VISUAL’. Sesudah masuk ke kotak tempat menulis kosong, masukkan kode berikut:

< p >< iframe width=420 height=315 src=http://www.youtube.com/embed/MsGDuj5tnKE  frameborder=0 allowfullscreen >< /iframe >< /p >

Kode yang saya blog itu bisa diganti-ganti sesuai alamat yang diinginkan oleh teman-teman semua. Oya, itu spasi-spasi di dekat tanda ‘<‘ dan ‘>’ silahkan dirapatkan ke karakter terdekat dulu ya.

Sesudah itu, bisa balik ke menu ‘Visual’ lalu mengisi posting lanjutannya. Lalu angka width dan height itu bisa diganti-ganti sesuka yang mau.

Jadi setelah dicoba, maka hasilnya begini:

Silahkan ditonton kalau mau. Karena ini blog saya, jadi suka-suka saya kan milih contoh? Hehehe.. Tapi cara simpelnya sih, copy aja link Youtube itu di postingan, kadang mau nongol kok.

Demikian! Semoga berkenan! 😀