Aktivitas audit secara normal mengikuti klausul ini, perbedaan dapat terjadi tergantung kondisi spesifik audit.
Pelaksanaan Opening Meeting
Tujuan opening meeting adalah untuk:
– Melakukan konfirmasi persetujuan dengan seluruh pihak terhadap rencana audit
– Pengenalan tim audit
– Pemastian seluruh aktivitas audit yang direncanakan dapat dilaksanakan
Opening meeting hendaknya dilaksanakan dengan manajemen auditee dan jika perlu orang-orang yang bertanggung jawab dengan fungsi dan proses yang diaudit. Selama meeting, peluang untuk bertanya hendaknya disediakan.
Derajat detail hendaknya konsisten dengan fimiliaritas auditee dengan proses audit. Dalam organisasi tertentu, seperti internal audit di organisasi kecil, kpening meeting dapat dengan sederhana mencakup komunikasi audit yang hendak dilaksanakan dan menjelaskan proses audit.
Untuk situasi audit lainnya, meeting dapat dilakukan dengan formal dan catatan kehadiran harus disimpan. Meeting hendaknya dihelat oleh ketua tim audit, dan hal-hal berikut harus dipertimbangkan:
– Pengenalan partisipan, mencakup observer dan pemandu, serta perannya
– Konfirmasi tujuan audit, ruang lingkup, dan kriteria
– Konfirmasi rencana audit dan segala pengaturan lain yang relevan dengan auditee, seperti tanggal dan waktu closing meeting, segala meeting interim antara tim audit dengan manajemen, dan segala perubahan yang terjadi belakangan
– Presentasi metode yang digunakan untuk melaksanakan audit, mencakup pemberitahuan pada auditee bahwa bukti audit akan didasarkan pada sampel dari informasi yang tersedia
– Pengenalan metode untuk mengelola resiko terhadap organisasi yang dimungkinkan terjadi oleh kehadiran tim audit
– Konfirmasi jalur komunikasi formal antara tim audit dan auditee
– Konfirmasi bahasa yang digunakan selama proses audit
– Konfirmasi bahwa selama audit, auditee akan selalu mendapatkan informasi pada progess audit
– Konfirmasi bahwa sumber daya dan fasilitas yang dibutuhkan oleh tim audit tersedia
– Konfirmasi aspek terkait kerahasiaan dan keamanan informasi
– Konfirmasi prosedur kesehatan, keamanan, tanggap darurat dan keamanan untuk tim audit
– Informasi metode pelaporan temuan audit dan pemeringkatannya jika ada
– Informasi tentang kondisi jika audit dihentikan
– Informasi tentang closing meeting
– Informasi tentang kesepakatan temuan selama proses audit
– Informasi tentang segala sistem untuk umpan balik dari auditee pada temuan dan kesimpulan audit, mencakup komplain atau banding.
Pelaksanaan Tinjauan Dokumen Dalam Pelaksanaan Audit
Dokumentasi yang relevan dengan auditee hendaknya ditinjau untuk:
– Mengetahui kesesuaian sistem, sejauh terdokumentasi, dengan kriteria audit
– Mendapatkan informasi untuk mendukung aktivitas audit
Tinjauan dapat dikombinasi dengan aktivitas audit lainnya dan berlangsung selama audit, serta tidak mengganggu efektivitas proses audit.
Jika dokumentasi yang baik tidak bisa disediakan dalam rentang waktu yang diberikan pada rencana audit, ketua tim audit hendaknya menginformasikan kepada auditee dan personel yang mengelola program audit. Tergantung pada tujuan dan ruang lingkup, keputusan hendaknya dibuat apakah audit hendak dilanjutkan atau dihentikan sampai konsen dokumentasi ditangani dengan baik.
Komunikasi Selama Audit
Selama audit, penting untuk membuat pengaturan formal untuk komunikasi dengan tim audit, sebagaimana juga auditee, klien audit, dan juga dengan pihak eksternal, terutama jika persyaratan legal mensyaratkan pelaporan ketidaksesuaian.
Tim audit hendaknya berunding secara periodic untuk pertukaran informasi, penilaian program audit, dan penunjukkan tugas antara anggota tim, jika diperlukan.
Selama audit, ketua tim audit hendaknya melakukan komunikasi periodik selama audit dan segala konsen kepada auditee dan klien audit, jika diperlukan. Bukti yang dikumpulkan selama audit yang dapat memberikan dampak segera dan signifikan kepada auditee hendaknya dilaporkan tanpa jeda kepada auditee dan jika perlu kepada klien audit. Segala konsen tentang isu diluar ruang lingkup audit hendaknya dicatat dan dilaporkan kepada ketua tim, untuk komunikasi kepada klien audit dan auditee.
Jika bukti audit yang tersedia mengindikasikan tujuan audit tidak tercapai, ketua tim audit hendaknya lemaporkan alasan kepada klien audit dan auditee untuk menentukan langkah yang sesuai. Beberapa tindakan hendaknya mencakup rekonfirmasi atau modikasi rencana audit, perubahan tujuan audit atau ruang lingkup audit, atau juga penghentian audit.
Segala kebutuhan perubahan untuk rencana audit yang tampak jelas selama proses audit hendaknya ditinjau dan disetujui oleh orang yang mengelola program audit dan auditee.
Pemberian Peran dan Tanggung Jawab Pemandu dan Observer
Pemandu dan observer (cth: regulator atau pihak lain yang terkait) dapat bergabung dengan tim audit. Mereka hendaknya tidak memberi pengaruh pada pelaksanaan audit. Jika hal ini tidak bisa dijamin, ketua tim audit memiliki hak untuk mencegah observer ambil bagian dalam aktivitas audit terkait.
Bagi observer, segala hak yang berhubungan dengan kesehatan, keamanan, keselamatan, dan kerahasiaan hendaknya dikelola bersama klien audit dan auditee.
Pemandu, yang ditunjuk oleh auditee, hendaknya membantu tim audit dan bertindak sesuai dengan permintaan dari ketua tim audit. Tanggung jawab mereka mencakup:
Membantu auditor untuk mengidentifikasi individu untuk ikut serta dalam interviewa dan konfirmasi waktu
Mengatur akses ke lokasi spesifik
Memastikan peraturan yang terkait dengan prosedur keselamatan dan keamanan lokasi telah diketahui dan dipatuhi oleh anggota tim audit dan observer
Peran dari pemandu juga dapat mencakup:
Menyaksikan audit sebagai pihak auditee
Menyediakan klarifikasi atau membantu dalam pengumpulan informasi
Pengumpulan Dan Verifikasi Informasi
Selama audit, informasi yang sesuai dengan tujuan audit, ruang lingkup dan kriteria, mencakup informasi terkait hubungan fungsi, aktivitas, dan proses hendaknya dikumpulkan dengan tujuan yang sesuai, serta diverifikasi. Hanya informasi yang dapat diverifikasi yang disetujui sebagai bukti audit. Bukti audit menjadi dasar untuk temuan audit yang didokumentasikan. Jika selama pengumpulan bukti, tim audit menjadi sadar akan adanya keadaan atau resiko baru atau berubah, hendaknya dikoordinasikan di dalam tim dengan segera.
Metode pengumpulan informasi mencakup:
– Wawancara
– Observasi
– Peninjauan dokumen, mencakup catatan
Menghasilkan Temuan Audit
Bukti audit hendaknya dievaluasi terhadap kriteria audit dalam upaya mendapatkan temuan audit. Temuan audit dapat mengindikasikan kesesuaian atau ketidaksesuaian dengan kriteria audit. Jika diminta spesifik di dalam rencana audit, temuan audit individual hendaknya mencakup kesesuaian dan praktek yang sudah baik dengan dukungan bukti, peluang perbaikan, dan rekomendasi lain kepada auditee.
Ketidaksesuaian dan bukti audit pendukung hendaknya dicatat. Ketidaksesuaian dapat diberi pemeringkatan. Hal itu kemudian ditinjau bersama auditee dalam rangka menemukan kesepahaman bahwa bukti audit akurat dan ketidaksesuaian dipahami. Setiap usaha hendaknya dibuat untuk menyelesaikan segala pendapat divergen terhadap bukti audit atau temuan audit, dan segala poin yang tidak sepaham harus direkam.
Tim audit hendaknya bertemu guna membahas temuan audit pada tahapan yang sesuai selama audit.
Mempersiapkan Kesimpulan Audit
Tim audit hendaknya bertemu sebelum closing meeting guna:
– Meninjau temuan audit, dan segala informasi yang dikumpulkan selama audit, terhadap tujuan audit
– Menyetujui kesimpulan audit, dengan memperhitungkan ketidakpastian yang melekat selama proses audit
– Mempersiapkan rekomendasi, jika dispesifikkan oleh rencana audit
– Diskusi tindak lanjut audit, jika dimungkinkan
Kesimpulan audit dapat membahas isu-isu berikut:
– Ruang lingkup kesesuaian dengan kriteria audit dan kekuatan sistem manajemen, mencakup efektivitas sistem manajemen dalam memenuhi tujuan yang ditetapkan
– Implementasi yang efektif, pemeliharaan dan perbaikan sistem manajemen
– Kapabilitas dari proses tinjauan manajemen untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, dan keefektifan serta perbaikan yang berkelanjutan terhadap sistem manajemen
– Pencapaian tujuan audit, cakupan ruang lingkup audit, dan pemenuhan kriteria audit
– Akar masalah temuan, jika dicakup dalam rencana audit
– Temuan yang sama, yang terjadi di area berbeda guna identifikasi tren
Jika dispesifikkan oleh rencana audit, kesimpulan audit dapat menjadi rekomendasi perbaikan atau aktivitas audit di masa depan.
Pelaksanaan Closing Meeting
Closing meeting difasilitasi oleh ketua tim audit, hendaknya dilaksanakan untuk mempresentasikan temuan audit dan kesimpulan. Partisipan di dalam closing meeting hendaknya mencakup manajemen auditee, dan jika perlu, orang-orang yang bertanggung jawab secara fungsi atau proses yang diaudit, dan juga klien audit atau pihak lainnya. Jika dimungkinkan, ketua tim audit hendaknya memberitahu auditee situasi yang akan terjadi selama audit yang dapat menurunkan kepercayaan diri di dalam kesimpulan audit. Jika didefinsikan dalam sistem manajemen atau persetujuan dengan klien audit, partisipan hendaknya setuju pada rentang waktu yang ditetapkan untuk tindak lanjut temuan audit.
Derajat detail hendaknya konsisten dengan familiaritas auditee pada proses audit. Pada kondisi tertentu, meeting dapat formal dan catatannya disimpan. Di dalam kondisi khusus, misal internal audit, closing meeting bisa jadi tidak cukup formal dan dapat berisi komunikasi perihal temuan audit dan kesimpulan audit.
Jika dibutuhkan, hal-hal berikut hendaknya dijelaskan kepada auditee di dalam closing meeting:
– Memberitahu bahwa bukti audit dikumpulkan berdasarkan sampel terhadap informasi yang tersedia
– Metode pelaporan
– Proses penanganan temuan audit dan konsekuensi yang ditimbulkan
– Presentasi temuan audit dan kesimpulan untuk dapat dimengerti dan disetujui bersama
– Segala aktivitas sesudah audit yang relevan (implementasi CAPA, proses banding, penanganan keluhan audit, dll)
Segala opini berbeda terkait temuan audit hendaknya didisukusikan dan jika mungkin diselesaikan. Jika tidak selesai, hal itu juga harus didokumentasikan. Jika diminta oleh tujuan audit, rekomendasi untuk perbaikan juga dipresentasikan. Perlu ditekankan jika rekomendasi ini tidak mengikat.
Ketua tim audit, dengan konsultasi bersama tim audit, hendaknya menugaskan kepada setiap anggota tim tanggung jawab untuk mengaudit proses, aktivitas, fungsi, atau lokasi yang spesifik. Setiap penugasan hendaknya menyangkut dengan independensi dan kompetensi auditor dan penggunaan sumber daya yang efektif, sesuai dengan peran berbeda dan tanggung jawab auditor, auditors-in-training, dan tenaga ahli.
Briefing tim audit hendaknya dilakukan oleh ketua tim audit untuk memberikan alokasi penogasan dan memutuskan perubahan yang mungkin. Perubahan pada penugasan kerja dapat dilaksanakan dalam proses audit guna memastikan ketercapaian tujuan audit.
PERSIAPAN DOKUMEN KERJA
Anggota tim audit hendaknya mengumpulkan dan meninjau informasi yang relevan dengan penugasan audit dan persiapan dokumen kerja, sesuai kebutuhan, untuk referensi dan untuk mencatat temuan audit. Dokumen yang harus dipersiapkan adalah:
– Ceklist
– Sampling plan untuk audit
– Form untuk mencatat informasi, seperti halnya bukti pendukung, temuan audit, dan catatan rapat
Penggunaan ceklist dan form hendaknya tidak terbatas pada ruang lingkup aktivitas audit, yang dapat mengubah hasil informasi yang diperoleh selama audit.
Dokumen kerja, mencakup catatan yang dihasilkan dari penggunaan, hendaknya disimpan setidaknya sampai penyelesaian audit atau jika disebutkan spesifik dalam rencana audit. Retensi dokumen sesudah penyelesaian audit dideskripsikan dalam 6.6
Dokumen yang rahasia dan mengandung informasi khusus hendaknya disimpan dengan keamanan oleh anggota tim audit.
Dokumentasi yang sesuai untuk sistem manajemen hendaknya ditinjau guna:
– Mendapatkan informasi untuk mempersipkan aktivitas audit dan dokumen kerja yang relevan, seperti proses dan fungsi
– Membuat tinjauan terhadap ruang lingkup sistem dokumentasi untuk mendeteksi kesenjangan yang mungkin terjadi
Dokumentasi hendaknya mencakup, jika mungkin, dokumen dan catatan sistem manajemen, sebagai mana yang terdapat dalam laporan audit sebelumnya. Tinjauan dokumen hendaknya mencakup ukuran, kebiasaan, dan kompleksitas sistem manajemen dan organisasi yang ada pada auditee, serta terkait dengan tujuan dan ruang lingkupnya.
Mempersiapkan Rencana Audit
Ketua tim audit hendaknya mempersiapkan rencana audit berdasarkan informasi yang terdapat dalam program audit dan dokumentasi yang disediakan oleh auditee. Rencana audit hendaknya mempertimbangkan efek dari aktivitas audit terhadap proses auditee dan menyediakan dasar bagi persetujuan antara klien audit, tim audit, dan auditee terkait pelaksanaan audit. Rencana hendaknya memfasilitasi penjadwalan yang efisien dan koordinasi aktivitas audit dalam rangka mencapai tujuan secara efektif.
Jumlah dari detail yang disediakan dalam rencana audit hendaknya merefleksikan ruang lingkup dan kompleksitas audit, sebagaiamana efek ketidakpastian dalam pencapaian tujuan audit. Dalam mempersiapkan rencana audit, ketua tim audit hendaknya menaruh perhatian pada aspek-aspek:
– Teknik sampling yang sesuai
– Komposisi tim audit dan kompetensi kolektif
– Resiko terhadap organisasi yang diciptakan oleh audit
Sebagai contoh, resiko organisasi sebagai akibat kehadiran tim audit dapat mempengaruhi kesehatan dan keamanan, lingkungan dan kualitas, serta kehadiran tersebut dapat menjadi ancaman bagi produk, servis, personel, maupun infrastruktur yang ada pada auditee (contoh: kontaminasi fasilitas ruang bersih).
Untuk audit kombinasi, perhatian penuh hendaknya diberikan pada interaksi antara proses operasional dan tujuan yang bersaing serta prioritas dari sistem manajemen yang berbeda.
Ukuran dan muatan rencana audit bisa berbeda, sebagai contoh, antara audit awal dan berikutnya, sebagaimana juga audit internal dan eksternal. Rencana audit hendaknya cukup fleksibel untuk memungkinkan perubahan yang bisa menjadi penting untuk kelangsungan aktivitas audit.
Rencana audit hendaknya mencakup hal-hal sebagai berikut:
Tujuan audit
Ruang lingkup audit, mencakup identifikasi unit organisasi dan fungsional, sebagaimana proses yang diaudit
Kriteria audit dan segala dokumen referensi
Lokasi, tanggal, waktu dan durasi audit yang direncanakan, sesuai proses yang diaudit
Metode audit yang digunakan, mencakup ruang lingkup sampling audit diperlukan untuk mendapatkan bukti audit yang sesuai dan juga rancangan sampling plan, jika diperlukan.
Peran dan tanggung jawab anggota tim audit, sebagaimana pemandu dan observer
Alokasi dari sumber daya yang sesuai untuk area kritis
Rencana audit hendaknya mencakup hal-hal berikut:
Identifikasi perwakilan auditee untuk audit
Bahasa kerja dan pelaporan untuk audit yang dilakukan dengan perbedaan bahasa auditor dan auditee
Topik laporan audit
Penatalaksanaan logistic dan komunikasi, mencakup pengaturan spesifik untuk lokasi yang diaudit
Segala hal spesifik yang diperlukan untuk menanggulangi efek ketidakpastian pencapaian tujuan audit
Hal-hal terkait kerahasiaan dan keamanan informasi
Segala tindak lanjut dari audit sebelumnya
Segala aktivitas untuk audit yang direncanakan
Koordinasi dengan aktivitas audit lainnya, dalam kasus audit bersama
Rencana audit hendaknya ditinjau dan disetujui oleh klien audit, dan hendaknya dipresentasikan pada auditee. Segala keberatan oleh auditee pada rencana audit hendaknya diselesaikan antara ketua tim audit, auditee, dan klien audit.
Bulan Desember lalu saya memulai proyek baru berjudul LOVEFACTURE. Sebuah proyek menulis yang saya buat blognya sendiri, jadi 1 blog isinya ceritanya doang. Dan sampai sekarang baru kelar 17 bab -___-”
Baru 17 bab? Iya, karena saya sadar ‘nafas’ saya yang pendek dalam bercerita, maka saya buat bab yang banyak dulu, untuk kemudian nanti diedit-edit lagi, kalau memang mau diperbaiki. Angka 17 ini bahkan belum setengahnya.
Ini mungkin proyek yang bisa dibilang paling rapi yang saya punya. Baru kali ini saya membuat outline dengan ‘sebegitunya’, semata-mata ingin hasil yang sempurna. Hanya saja, memang, pemilihan cara bercerita saya sungguh menimbulkan kelelahan. Terkadang saya menjadi delusional ketika menulis bab demi bab. Tentu saja karena pilihan sudut pandang yang saya ambil. Saya tahu itu sulit, tapi buat saya ini tantangan besar. Saya harus terus memaksa diri saya untuk push to the limit. HARUS!
Kalau luput agak lama, saya bahkan sampai lupa jalan dan bagaimana bercerita, maka saya kemudian harus baca ulang, juga tulis ulang. Dan saya amat yakin banyak yang belum sempurna dari proyek ini.
Satu hal, saya pernah dengar bahwa tulisan yang baik itu adalah tulisan yang SELESAI. Maka itu pula di blog ini mulai jarang cerpen, karena saya mencoba fokus di LOVEFACTURE dulu. Mohon doa agar proyek ini selesai, lalu bisa diedit, dan jika mungkin bisa menemukan rumahnya. Saya menulis posting ini semata-mata sedang lelah pasca penulis bab ke-17.
Ketika audit dimulai, tanggung jawab untuk pelaksanaan audit tetap pada ketua tim yang telah ditunjuk sampai audit selesai. Untuk memulai audit, tahapan dalam klausul ini hendaknya dipertimbangkan, meskipun tahapan dapat berbeda tergantung auditee, proses, dan kondisi khusus dari audit.
Melaksanakan Hubungan Awal Dengan Auditee
Hubungan awal dengan auditee untuk pelaksanaan audit dapat dilakukan secara formal dan informal serta hendaknya dilaksanakan oleh ketua tim audit. Tujuan hubungan awal ini adalah:
– Membuat komunikasi dengan perwakilan auditee
– Konfirmasi otoritas untuk melaksanakan audit
– Menyediakan informasi terkait tujuan audit, ruang lingkup, metode, komposisi tim audit, mencakup tenaga ahli
– Permintaan akses terhadap dokumen yang sesudai guna kepentingan perencanaan
– Mengetahui persyaratan yang legal dan kontrak serta lainnya yang sesuai dengan aktivitas dan produk auditee
– Konfirmasi persetujuan auditee terkait ruang lingkup penyingkapan serta perlakuan terhadap informasi yang rahasia
– Membuat pengaturan audit termasuk penjadwalannya
– Mengetahui persyaratan spesifik lokasi untuk akses, keamanan, kesehatan, keamanan, dan lainnya
– Persetujuan kehadiran obserber dan kebutuhan pemandu untuk tim audit
– Mengetahui area yang terkait dalam hubungannya dengan audit yang spesifik
Menentukan Kelayakan Audit
Kelayakan audit hendaknya ditentukan untuk menghadirkan kepercayaan yang masuk akal bahwa tujuan audit dapat dicapai. Penetapan ini hendaknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
– Informasi yang cukup dan sesuai untuk perencanaan dan pelaksanaan audit
– Kooperasi yang cukup dari auditee
– Waktu dan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan audit
Jika audit dinyatakan tidak layak, alternative hendaknya diajukan kepada klien audit, dengan persetujuan dengan auditee
Personel yang mengelola program audit hendaknya memantau implementasi dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk:
Evaluasi kesesuaian dengan program audit, jadwal, dan tujuan audit
Evaluasi kinerja anggota tim audit
Evaluasi kemampuan tim audit untuk implementasi rencana audit
Evaluasi umpan balik dari manajemen puncak, auditee, auditor, dan pihak lain yang terkait
Beberapa faktor yang dapat menentukan kebutuhan perubahan program audit adalah:
Temuan audit
Tingkatan yang ditunjukkan dalam efektivitas sistem manajemen
Perubahan pada sistem manajemen yang diacu klien atau auditee
Perubahan terhadap standar, maupun persyaratan legal dan kontrak atau persyaratan lainnya yang dianut oleh organisasi
Perubahan pemasok
PENINJAUAN DAN IMPROVISASI PROGRAM AUDIT
Personel yang mengelola program audit hendaknya melakukan peninjauan terhadap program audit untuk mengecek ketercapaian tujuan. Pelajaran yang diambil dari peninjauan program audit digunakan sebagai masukan dalam perbaikan berkelanjutan terhadap program.
Peninjauan program audit hendaknya mempertimbangkan:
Hasil dan tren dari pemantauan program audit
Kesesuaian dengan prosedur program audit
Kebutuhan dan harapan yang berkembang dari pihak terkait
Catatan program audit
Metode audit baru atau alternative
Efektivitas pengukuran untuk mengetahui resiko yang terkait program audit
Isu kerahasiaan dan keamanan informasi yang terkait program audit
Personel yang mengelola program audit hendaknya meninjau seluruh implementasi program audit, mengidentifikasi area perbaikan, mengubah program jika perlu, dan juga:
Melakukan peninjauan terhadap pengembangan profesional yang berkelanjutan dari auditor (sesuai 7.4, 7.5, dan 7.6)
Melaporkan hasil dari peninjauan program audit kepada manajemen puncak.
Personel yang mengelola program audit hendaknya memastikan bahwa aktivitas berikut diselenggarakan:
Peninjauan kembali dan persetujuan laporan audit, mencakup evaluasi kesesuaian dan kemantapan temuan audit
Peninjauan kembali analisa akar masalah dan efektivitas tindakan koreksi dan tindakan pencegahan
Distribusi laporan audit kepada manajemen puncak dan pihak lain yang relevan
Penetapan keperluan untuk segala tindak lanjut dari audit
PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN CATATAN PROGRAM AUDIT
Personel yang mengelola program audit hendaknya memastikan catatan audit dibuat, dikelola, dan dipelihara untuk mendemonstrasikan implementasi program audit. Proses hendaknya dilakukan untuk memastikan segala kepentingan terkait kerahasiaan dari catatan audit dicapai.
Catatan hendaknya mencakup:
Catatan yang terkait dengan program audit, seperti:
Tujuan dan ruang lingkup program audit yang terdokumentasi
Resiko yang relecan dengan program audit
Peninjauan efektivitas program audit
Catatan yang terkait dengan setiap audit individual, seperti:
Rencana audit dan laporan audit
Laporan ketidaksesuaian
Laporan CAPA
Laporan tindak lanjut audit, jika diperlukan
Catatan yang berhubungan dengan personel audit, yang mencakup:
Evaluasi kompetensi dan kinerja dari anggota tim audit
Seleksi tim audit dan anggota tim
Pemeliharaan dan peningkatan kompetensi
Bentuk dan tingkatan detail dari catatan hendaknya memperlihatkan pencapaian terhadap tujuan program audit.
Personel yang mengelola program audit hendaknya memberikan tanggung jawab untuk melaksanakan audit individual kepada ketua tim audit. Pemberian wewenang ini hendaknya diberikan dalam waktu yang sesuai sebelum tanggal yang ditetapkan untuk memastikan efektivitas perencanaan audit.
Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan audit individual ini, informasi berikut hendaknya disediakan kepada ketua tim:
Tujuan audit
Kriteria audit dan referensi yang sesuai
Ruang lingkup audit, mencakup identifikasi unit organisasi dan fungsional serta proses yang diaudit
Metode dan prosedur audit
Komposisi tim audit
Kontak detail auditee, lokasi, tanggal, dan lama waktu aktivitas audit
Alokasi sumber daya yang sesuai untuk pelaksanaan audit
Informasi yang dibutuhkan untuk evluasi dan identifikasi resiko guna pencapaian tujuan audit.
Pemberian wewenang ini hendaknya juga mencakup hal-hal berikut, jika sesuai:
Bahasa dalam bekerja dan pelaporan yang digunakan di tempat audit, berbeda dengan bahasa yang digunakan auditor atau tidak
Muatan laporan audit dan distribusi yang dimintakan oleh program audit
Hal-hal terkait kerahasiaan dan keamanan informasi, jika dipersyaratkan oleh program audit
Segala persyaratan kesehatan dan keamanan untuk auditor
Segala persyaratan keamanan dan otorisasi tertentu
Segala tindak lanjut, jika diperlukan, misal: dari audit sebelumnya
Koordinasi dengan aktivitas audit yang lain, dalam konteks audit bersama.
Jika audit bersama dilakukan, sangat penting untuk mencapai kesepahaman antara organisasi, sebelum proses audit, untuk menetapkan tanggung jawab spesifik setiap bagian, umumnya dikelola dalam otoritas oleh ketua tim audit yang ditunjuk.
Namanya orang Katolik itu spesial dengan keagamaan yang mirip kenegaraan. Maksudnya, struktur kepemimpinannya jelas, dari umat kroco sampai ke Paus di Vatikan sana. *kapan ya saya ke Vatikan?* NAH! Mari kita lihat sejenak struktur keuskupan di Indonesia yang saya contek dari sini.
Medan Katedral
Paroki Santo Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Asal Medan Katedral
Paroki Santo Paulus Medan Pasar Merah
Paroki Santo Petrus Medan Timur
Paroki Kristus Raja Medan Kota
Paroki Santo Yohanes Penginjil Medan Mandala
Paroki Santo Konrad Medan Martubung
Paroki Santo Yoseph Delitua
Paroki Gembala Yang Baik Lubuk Pakam
Paroki Santo Yoseph Tebing Tinggi
Kuasi Paroki Santa Agatha Batang Kuis
Kuasi Paroki Santa Katarina Tiga Juhar
Medan Hayam Wuruk
Paroki Santo Antonius Medan Hayam Wuruk
Paroki Santo Fransiskus Asisi Medan Padang Bulan
Paroki Santa Maria Ratu Rosari Medan Tanjung Selamat
Paroki Santo Padre Pio dari Pietrelcina Medan Helvetia
Paroki Maria Bunda Pertolongan Abadi Binjai
Paroki Santo Paulus Pangkalan Berandan
Kabanjahe
Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Kabanjahe SPM
Paroki Santo Petrus dan Paulus Kabanjahe SPP
Paroki Santo Fransiskus Asisi Berastagi
Paroki Sang Penebus Bandar Baru
Paroki Santo Fransiskus Asisi Saribudolok
Paroki Santo Yoseph Lawe Desky
Paroki Santo Fransiskus Asisi Tiga Binanga
Kuasi Paroki Santo Damian Lau Baleng
Kuasi Paroki Santa Monika Tiga Nderket
Sidikalang
Paroki Santa Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang
Paroki Santa Maria Bunda Karmel Tiga Lingga
Paroki Santo Dionysius Sumbul
Paroki Santo Petrus dan Paulus Parongil
Kuasi Paroki Santa Lusia Salak
Banda Aceh
Paroki Hati Kudus Yesus Banda Aceh
Pematang Siantar
Paroki Santo Laurentius Brindisi Pematang Siantar I Jalan Sibolga
Paroki Santo Petrus dan Paulus Pematang Siantar II Jalan Asahan
Paroki Santo Fransiskus Asisi Pematang Siantar Jalan Medan
Paroki Santo Yoseph Pematang Siantar III Jalan Bali
Paroki Kristus Raja Pematang Siantar IV Tanah Jawa
Paroki Kristus Raja Pardagangan
Paroki Santo Antonius Padua Tiga Dolok
Paroki Santo Fidelis Parapat
Kuasi Paroki Santo Stefanus Martir Pamatang Raya
Aek Kanopan
Paroki Santo Pius X Aek Kanopan
Paroki Sakraman Maha Kudus Kisaran
Paroki Santo Mikael Tanjung Balai
Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara
Dekanat Nias
Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Telukdalam Luar Kota Nias Selatan
Paroki Hati Kudus Yesus Telukdalam Nias Selatan
Paroki Roh Kudus Lahusa-Gomo
Paroki Santo Fidelis Tello, PP Batu Nias Selatan
Paroki Kristus Raja Gidö
Paroki Santo Petrus dan Paulus Idanögawo
Paroki Kristus Gembala Baik Gunungsitoli Luar Kota Paroki Santa Maria Bunda Para Bangsa Konkatedral Gunungsitoli
Paroki Santo Fransiskus Assisi Gunungsitoli Laverna
Paroki Santo Mathias Amandraya
Paroki Santa Maria Ratu Surga Tögizita, Nias Tengah
Paroki Trinitas Sogawunasi, Nias Tengah
Paroki Santo Bonifasius Alasa
Paroki Salib Suci Mandrehe-Sirombu, Nias Barat
Paroki Santa Maria Bintang Kejora Lahewa, Nias Utara
Paroki Santo Fransiskus Assisi Tuhemberua, Nias Utara
Dekanat Tapanuli
Paroki Santa Theresia Lisieux Katedral Sibolga
Paroki Santo Yosef Pandan, Sibolga Paroki Santa Maria Bunda Padangsidempuan, Tapanuli Selatan
Paroki Santo Yohanes Penginjil Pinangsori
Paroki Santo Mikael Tumbajae – Manduamas, Sibolga
Paroki Santo Fransiskus Assisi Pangaribuan, Tapanuli Tengah
Paroki Santo Hilarius Tarutungbolak, Sorkam
Wilayah Sumatera Barat – Kerinci
Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Katedral
Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Baru
Paroki Santa Maria Bunda Yesus Tirtonadi
Paroki Santo Petrus Apostolus Padang Panjang Paroki Santo Petrus Claver Bukittinggi
Paroki Santo Fidelis a Sigmarinda Payakumbuh
Paroki Santa Barbara Sawah Lunto
Paroki Santa Maria Assumpta Kayu Aro Paroki Keluarga Kudus Pasaman
Wilayah Mentawai
Paroki Santa Maria Assumpta Sikakap
Paroki Santo Yoseph Sipora
Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Siberut
Paroki Santa Maria Auxilium Christianorum Sikabaluan
Wilayah Riau
Paroki Santa Maria a Fatima Pekanbaru
Paroki Santo Paulus Pekanbaru
Paroki Santo Yosef Duri
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Dumai
Paroki Santo Petrus dan Paulus Bagansiapi-api
Paroki Santo Ignatius Pasir Pangarayan
Paroki Santa Maria Ratu Rosari Bagan Batu
Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Air Molek
Paroki Hati Kudus Yesus Pangkalan Kerinci
Paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang
Dekanat I (Kota Palembang) Paroki Hati Kudus Palembang Paroki Katedral Santa Maria Palembang Paroki Santo Yosef Palembang Paroki Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) Palembang
Paroki Santa Maria Ratu Rosario Palembang
Paroki Santo Paulus Palembang Plaju
Paroki Santo Stefanus Talang Betutu
Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut
Paroki Santo Petrus Kenten Palembang
Stasi Luar Kota Kayu Agung
Stasi Luar Kota Rantau Alai
Dekanat II
Paroki Sang Penebus Batu Putih
Paroki Santo Petrus dan Paulus Batu Raja
Paroki Trinitas Bangunsari BK 3
Paroki Santa Maria Tak Bernoda Gumawang BK 10
Paroki Santa Maria Assumpta Mojosari BK 9
Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari BK 21
Paroki Kristus Raja Tugumulyo OKI
Dekanat III
Paroki Santo Yohanes Penginjll Bengkulu
Paroki Santo Stefanus Martir Curup
Paroki Santa Theresia Jambi
Paroki Santa Maria Pengantara Lahat
Paroki Penyelenggaraan Ilahi Lubuk Linggau
Paroki Santo Paulus Muara Bungo
Paroki Santo Isidorus Singkut
Paroki Santo Yosef Tanjung Enim
Paroki Santo Mikail Tanjungsakti
Paroki Santa Maria Tugumulyo Musi Rawas
Stasi Jambi Mayang
Stasi Muko-muko
Stasi Kuro Tidur
Kevikepan Bangka Belitung Paroki Katedral Santo Yosep Pangkalpinang
Paroki Santa Bernadeth
Paroki Santa Perawan Maria Pengantara Segala Rahmat Sungailiat
Paroki Santo Fransiskus Xaverius Koba
Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Belinyu
Paroki Santa Perawan Maria Pelindung Para Pelaut Muntok
Paroki Santa Maria Ratu Damai Tanjung Pandan
Kevikepan Kepulauan Riau
Paroki Hati Santa Perawan Maria Yang Tak Bernoda Tanjung Pinang
Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun
Paroki Santo Carolus Borromeus Ujung Beting
Paroki Santo Petrus Lubuk Raja Batam
Paroki Santo Damian De Veuster Bengkong Batam
Paroki Santa Maria Bunda Pembantu Abadi Tembesi Batam
Paroki Kerahiman Ilahi Tiban Batam
Paroki Kristus Raja Tanjungkarang
Paroki Santo Yusup Pringsewu
Paroki Hati Kudus Yesus Metro
Paroki Ratu Damai Teluk Betung
Paroki Santo Pius X Gisting
Paroki Kabar Gembira Kotabumi
Paroki Santo Petrus Kalirejo
Paroki Santo Paulus Kotagajah
Paroki Santa Liduina Bandarjaya
Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton
Paroki Keluarga Kudus Baradatu
Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo
Paroki Santo Andreas Margo Agung
Paroki Santo Yohanes dan Santo Paulus Murnijaya
Paroki Santo Thomas Sribawono
Paroki Santa Perawan Maria Pajar Mataram
Unit Pastoral Santo Andreas Mesuji
Unit Pastoral Santo Theodorus Liwa
Unit Pastoral Santo Kristoforus Bakauheni
Unit Pastoral Santo Yusuf Pekerja Tulangbawang
Unit Pastoral Gregorius Agung Bandarsakti
Dekanat Barat
Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung
Paroki Kristus Raja Serang
Dekanat Selatan
Paroki Hati Maria Tak Bernoda Cicurug
Paroki Santo Fransiskus Cibadak
Paroki Santo Yoseph Sukabumi
Paroki Santo Petrus Cianjur
Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat Cipanas
Dekanat Tengah Paroki Santa Perawan Maria (Katedral BMV) Bogor
Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Sukasari Bogor
Paroki Keluarga Kudus, Cibinong
Paroki Santo Joannes Baptista Parung
Paroki Santo Yakobus Rasul Megamendung Cisarua
Paroki Santo Andreas Sukaraja Ciluar
Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Cileungsi Kota Wisata
Paroki Santa Maria Fatima Sentul City
Dekanat Utara
Paroki Santo Herculanus Depok Jaya
Paroki Santo Markus Depok Timur
Paroki Santo Mateus Depok Tengah
Paroki Santo Paulus Depok Lama
Paroki Santo Matias Cinere Paroki Santo Thomas Kelapa Dua Cimanggis
Dekanat Kacikamegar Paroki Santo Petrus Katedral
Paroki Santa Odilia Cicadas
Paroki Santa Melania
Paroki Salib Suci Kamuning
Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda Garut
Dekanat Palemsuci Paroki Santa Maria Fatima Lembang
Paroki Santo Laurentius Sukajadi Paroki Santo Ignatius Cimahi Paroki Santa Perawan Maria Sapta Kedukaan Pandu
Dekanat Dasamawartoba
Paroki Santo Gabriel Sumber Sari
Paroki Santo Martinus Margahayu
Paroki Santo Michael Waringin
Paroki Santo Paulus Mohammad Toha
Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Buah Batu
Kuasi Santo Fransiskus Xaverius Dayeuhkolot
Dekanat Katabapa
Paroki Kristus Raja Karawang
Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi Pamanukan
Paroki Kristus Sang Penabur Subang
Paroki Salib Suci Purwakarta
Dekanata Tasciciayu Paroki Santo Yusuf Yos Sudarso Cirebon
Paroki Bunda Maria Dukuh Semar Cirebon
Paroki Kristus Raja Cigugur
Paroki Santo Mikael Indramayu
Paroki Hati Kudus Yesus Tasikmalaya
Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta Paroki Santo Franciscus Xaverius Kidul Loji Paroki Kristus Raja Baciro Paroki Keluarga Kudus Banteng
Paroki Santo Yakobus Bantul Paroki Santo Yusuf Bintaran
Paroki Santa Theresia Lisieux Boro
Paroki Santa Maria Assumpta Gamping Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Paroki Santo Albertus Magnus Jetis
Paroki Santo Alfonsus De Liguori Nandan [adm. Sub Jetis]
Paroki Maria Yang Tersuci Dari Kurnia Ilahi Marganingsih Kalasan Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan [adm. Sub Kalasan]
Paroki Santo Petrus Dan Paulus Klepu Paroki Santo Antonius De Padua Kotabaru Paroki Hati Santa Maria Tak Bercela Kumetiran
Paroki Santo Yosef Medari Paroki Santo Petrus & Paulus Minomartani
Paroki Santo Aloysius Gonzaga Mlati
Paroki Santa Maria Tak Bercela Nanggulan Paroki Santa Maria Assumpta Pakem Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung
Paroki Santa Maria Lourdes Promasan Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran
Paroki Santa Theresia Sedayu
Paroki Santo Yohanes Rasul Somohitan
Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates
Paroki Santo Petrus Canisius Wonosari
Paroki Santo Petrus Dan Paulus Kelor [adm. Sub Wonosari]
Paroki Santo Yusuf Bandung [adm. Sub Wonosari]
Kevikepan Semarang
Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Paroki Santo Yusuf Ambarawa
Paroki Santo Thomas Rasul Bedono [adm. Subambarawa]
Paroki Keluarga Kudus Atmodirono
Paroki Santo Mikael Demak [Adm. Subatmodirono]
Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik
Paroki Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus Bongsari
Paroki Santo Yusuf Gedangan
Paroki Santo Stanislaus Girisonta Paroki Santo Athanasius Agung Karangpanas
Paroki Santo Franciscus Xaverius Kebondalem
Paroki Santo Johannes Evangelista Kudus
Paroki Stella Maris Jepara [adm]
Paroki Mater Dei Lampersari
Paroki Santo Yusuf Pati
Paroki Santa Maria La Salette Juwana [adm. Subpati]
Paroki Hati Yesus Mahakudus Purwodadi
Paroki Santo Paulus Miki Salatiga
Paroki Santo Paulus Sendangguwo
Paroki Santo Petrus Gubug [adm. Subsendangguwo]
Paroki Santo Isidorus Sukorejo
Paroki Hati Kudus Tanah Mas
Paroki Kristus Raja Ungaran
Paroki Santo Martinus Weleri
Paroki Santo Antonius Padua Kendal [adm. Subweleri]
Kevikepan Kedu
Paroki Santo Ignatius Magelang
Paroki Santa Maria Fatima Magelang
Paroki Santo Mikael Panca Arga
Paroki Santo Yusuf Pekerja Mertoyudan
Paroki Santo Petrus Borobudur [adm. Sub Mertoyudan]
Paroki Santo Antonius Muntilan
Paroki Santa Theresia Salam
Paroki Santa Maria Lourdes Sumber
Paroki Santo Petrus Dan Paulus Temanggung
Paroki Keluarga Kudus Parakan [adm. Sub Temanggung]
Paroki Santa Maria Dan Yusuf Rawaseneng [adm. Sub Temanggung]
Paroki Santo Kristoforus Tumpang
Kevikepan Surakarta
Paroki Santa Maria Regina Purbowardayan
Paroki Santo Yusuf Baturetno
Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali
Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Simo [adm. Sub Boyolali]
Paroki Santo Ignatius Danan
Paroki Santo Yohanes Rasul Delanggu
Paroki San Inigo Dirjodipuran
Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun
Paroki Santa Theresia Jombor
Paroki Santo Pius X Karanganyar
Paroki Santo Stephanus Jumapolo [adm. Sub Karanganyar]
Paroki Santa Maria Kartasura
Paroki Roh Kudus Kebonarum
Paroki Santa Maria Assumpta Klaten
Paroki Santo Paulus Kleco
Paroki Santa Maria Palur
Paroki Santo Antonius Purbayan
Paroki Santo Petrus Purwosari
Paroki Santa Maria Fatima Sragen
Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo
Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi
Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri
Dekenat Tengah
Paroki Santo Antonius Banjarnegara
Paroki Santa Maria Immaculata Banyumas
Paroki Santo Agustinus Purbalingga
Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto Barat
Paroki Santo Yosef Purwokerto Timur
Dekenat Timur
Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo
Paroki Santa Perawan Maria Purworejo/Kedu
Paroki Santo Stefanus Purwosari Paroki Santo Paulus Wonosobo
Paroki Santo Philipus Kapencar Wonosobo Timur
Dekenat Utara
Paroki Gembala yang Baik Limpung
Paroki Santo Yusup Batang
Paroki Santa Maria Fatima Brebes
Paroki Santo Petrus Pekalongan
Paroki Santo Lukas Pemalang
Paroki Santa Maria Immaculata Slawi
Paroki Hati Kudus Yesus Tegal
Paroki Santo Yosef Mejasem
Paroki Santo Yusup Blitar
Paroki Santa Maria Blitar
Paroki Santo Pius X Blora
Paroki Santo Paulus Bojonegoro
Paroki Santo Willibrordus Cepu
Paroki Santa Maria Jombang
Paroki Santo Vincentius a Paulo Kediri
Paroki Santo Yosef Kediri
Paroki Santo Cornelius Madiun
Paroki Mater Dei Madiun
Paroki Regina Pacis Magetan
Paroki Santo Yoseph Mojokerto
Paroki Santo Paulus Nganjuk
Paroki Santo Yosef Ngawi
Paroki Santo Mateus Pare
Paroki Santa Maria Ponorogo
Paroki Santo Petrus dan Paulus Rembang
Paroki Santa Maria Annunciata Sidoarjo
Paroki Salib Suci Tropodo Sidoarjo
Paroki Redemptor Mundi Dukuh Kupang Surabaya
Paroki Santo Aloysius Gonzaga Darmo Satelit Surabaya
Paroki Gembala yang Baik Jemursari Surabaya Paroki Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya
Paroki Roh Kudus Purimas Rungkut Surabaya
Paroki Santo Yusuf Karangpilang Surabaya
Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Kepanjen Surabaya
Paroki Kristus Raja Ketabang Surabaya
Paroki Santa Maria Tak Bercela Ngagel Surabaya
Paroki Santo Marinus Yohanes Kenjeran Surabaya
Paroki Santo Mikael Perak Surabaya
Paroki Santo Stefanus Tandes Surabaya
Paroki Santo Vincentius a Paulo Sawahan Surabaya
Paroki Santo Yakobus Citraland Surabaya
Paroki Santo Yohanes Pemandi Wonokromo Surabaya
Paroki Sakramen Mahakudus Pagesangan Surabaya
Paroki Santo Petrus Tuban
Paroki Santa Maria Medali Wasiat Tulungagung
Paroki Santo Petrus–Paulus Wling
Dekenat Kota
Paroki Santo Albertus de Trapani Blimbing
Paroki Santo Yohanes Pembaptis Janti
Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Katedral Ijen
Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan
Paroki Ratu Rosari Kesatrian
Paroki Vincentius a Paulo Langsep
Paroki Maria Diangkat ke Surga Celaket
Paroki Santo Andreas Tidar
Dekenat Blambangan
Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi
Paroki Santa Maria Ratu Para Rasul Curahjati
Paroki Kristus Raja Genteng
Dekenat Jember
Paroki Santo Paulus Ambulu
Paroki Santo Yusup Jember
Paroki Bintang Samodera Situbondo
Paroki Santo Yohanes Penginjil Bondowoso
Dekenat Probolinggo
Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo
Paroki Maria Tak Bernoda Tanggul
Paroki Maria Ratu Damai Lumajang
Dekenat Utara Malang
Paroki Santo Antonius dari Padua Pasuruan
Paroki Santa Theresia Pandaan
Paroki Trinitas Tumpang
Paroki Santa Perawan Maria Tak bernoda Lawang
Paroki Gembala Baik Batu
Dekenat Selatan Malang
Paroki Maria Annunciata Lodalem
Paroki Ratu Damai Purworejo
Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Kepanjen
Dekenat Madura
Paroki Maria dari Fatimah Bangkalan
Paroki Maria Ratu Para Rasul Pamekasan
Paroki Maria Gunung Karmel Sumenep
Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran Banjarmasin
Paroki Bunda Maria Banjarbaru
Paroki Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin
Paroki Santa Perawan Maria Kelayan Banjarmasin
Paroki Santo Vincentius a Paulo Batu Licin Tanah Bumbu
Paroki Santa Theresia Pelaihari Tanah Laut
Paroki Stela Maris Sungai Danau Satui Tanah Bumbu
Paroki Ave Maria Kota Tanjung
Paroki Santo Yusuf Kotabaru
Dekenat Palangka Raya
Paroki Yesus Gembala Baik
Paroki Katedral Santa Maria
Paroki Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun
Paroki Santa Theresia Rungan Manuhing
Paroki Santo Matheus Kuala Kapuas
Paroki Santo Gabriel Pulang Pisau
Dekenat Barito
Paroki Santo Mikael Tamiyang Layang
Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah
Paroki Santo Paulus Buntok
Paroki Santo Yohanes Patas
Paroki Santo Petrus Kanisius Kandui
Paroki Santo Monfort Pir Butong
Paroki Santa Maria Della Salette Muara Teweh
Paroki Santo Clemens Puruk Cahu
Dekenat Kotawaringin Timur
Paroki Santo Yohanes Don Bosco Sampit
Paroki Santo Yosef Freinademetz Katingan
Paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean
Paroki Hati Kudus Yesus Rantau Pulut
Paroki Maria Bunda Karmel Kasongan
Dekenat Kotawaringin Barat
Paroki Santo Paulus Pangkalan Bun
Paroki Santo Petrus Sukamara
Paroki Santo Yosef Kudangan
Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik
21. Keuskupan Sufragan TANJUNG SELOR (sede vacante)
Provinsi Gerejawi MAKASSAR, terdiri dari:
22. Keuskupan Agung MAKASSAR (Mgr. Johannes Liku Ada)
Kevikepan Manado
Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado
Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, Wanea, Manado
Paroki Santo Joseph Pekerja Kleak, Malalayang, Manado
Paroki St. Theresia Malalayang, Manado
Paroki Yesus Gembala Baik Paniki, Mapanget, Manado
Paroki St. Mikael Perkamil, Tikala, Manado Paroki St. Ignatius Manado
Paroki Raja Damai Tikala Baru, Manado
Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting, Manado
Paroki Rike-Wanea, Manado Yesus Gembala Yang Baik
Kevikepan Tonsea
Paroki Stella Maris Bitung
Paroki St. Fransiskus de Sales Kokoleh, Likupang Selatan, Minahasa Utara
Paroki St. Yohanes Penginjil Laikit, Dimembe, Minahasa Utara
Paroki St. Paulus Lembean, Kauditan, Minahasa Utara
Paroki St. Ursula Watutumou, Kalawat, Minahasa Utara
Kevikepan Tomohon
Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon Utara, Tomohon
Paroki St. Yosep Sarongsong, Tomohon
Paroki St. Antonius Padua Taratara, Tomohon Barat, Tomohon
Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon I, Kolongan, Tomohon Tengah, Tomohon
Paroki Roh Kudus Tomohon II
Paroki St. Maria Ratu Damai Tomohon III, Uluindano, Tomohon Selatan, Tomohon
Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Uluindano, Tomohon Selatan, Tomohon
Kevikepan Tondano
Paroki St. Petrus Langowan, Minahasa
Paroki Hati Kudus Sonder, Kiawa
Paroki St. Antonius Padua Tataaran, Tondano Selatan, Minahasa
Paroki St. Rosa de Lima Tondano, Tondano Barat, Minahasa
Kevikepan Stela Maris
Paroki Kebangkitan Kristus Amurang, Minahasa Selatan
Paroki St. Christoforus Gorontalo
Paroki St. Maria Pengantara Kosio, Dumoga Barat, Bolaang Mongondow
Paroki Kristus Raja Kotamobagu
Paroki St. Andreas Pantai Utara, Bolaang Mongondow Utara
Paroki St. Paulus Tompaso Baru, Minahasa Selatan
Paroki Sta. Maria Ratu Rosari Suci Modoinding, Minahasa Selatan
Kevikepan Luwuk Banggai
Paroki Raja Damai Banggai
Paroki St. Maria Bintang Kejora Luwuk
Paroki St. Petrus Nulion, Banggai Kepulauan
Paroki Bunda Hati Kudus Sambiut, Totikum, Banggai Kepulauan
Paroki Kristus Raja Sulubombong, Luwuk
Kevikepan Sulawesi Tengah
Paroki St. Paulus Palu
Paroki St. Theresia Poso
Paroki St. Maria Beteleme, Lembo, Morowali
Paroki Ratu Rosari Suci Tentena
Paroki St. Petrus Tolai, Palu
Paroki Kristus Raja Toli-Toli
Kevikepan Kepulauan Sangihe dan Talaud
Paroki St. Familia Mangaran, Kabaruan, Kepulauan Talaud
Paroki St. Maria Ratu Damai Melonguane, Kepulauan Talaud
Paroki St. Yohanes Rasul Tahuna, Kepulauan Sangihe
Dekenat Bali Barat
Paroki Hati Kudus Yesus Palasari
Paroki Santo Petrus Negara
Paroki Santo Paulus Singaraja
Paroki Santa Maria Immaculata Tabanan
Paroki Santa Maria Ratu Gumbrih
Dekenat Bali Timur
Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka
Paroki Santa Theresia Tangeb
Paroki Roh Kudus Babakan
Paroki Santo Paulus Kulibul Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kuta
Paroki Katedral Roh Kudus Denpasar
Paroki Santo Yoseph Kepundung Denpasar
Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua
Paroki Santo Petrus Monang Maning
Paroki Maria Ratu Rosari Gianyar
Stasi Santo Fransiskus Asisi Amlapura dan Klungkung
Dekenat Nusa Tenggara Barat
Paroki Santa Maria Immaculata Mataram
Paroki Santo Antonius Ampenan
Paroki Santo Yohanes Pemandi Praya
Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar
Paroki Santa Maria Santo Yoseph Dompu
Paroki Santo Yusuf Raba Bima
Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Donggo
Dekenat Waingapu
Paroki Ngallu Sumba Timur
Paroki Nggongi Sumba Timur
Paroki Melolo Sumba Timur
Paroki Wara–Waingapu Sumba Timur
Paroki Kambajawa Sumba Timur
Paroki Lewa Sumba Timur
Dekenat Waikabubak
Paroki Lendi Wacu Sumba Tengah
Paroki Katiku Loku Sumba Tengah
Paroki Waikabubak Sumba Barat
Paroki Tana Malli Sumba Barat
Paroki Wanno Kaza Sumba Barat
Paroki Elopada Sumba Barat Daya
Paroki Palla Sumba Barat Daya
Dekenat Weetebula
Paroki Waimangura Sumba Barat Daya
Paroki Weekombaka Sumba Barat Daya
Paroki Manola Sumba Barat Daya
Paroki Kalembu Weri Sumba Barat Daya
Paroki Waimarama Sumba Barat Daya
Paroki Bondo Kodi Sumba Barat Daya
Paroki Homba Karipit Sumba Barat Daya
Paroki Ande Ate Sumba Barat Daya
Paroki Weetebula Sumba Barat Daya
Paroki Tambolaka Sumba Barat Daya
Kuasi Paroki Kererobbo Sumba Barat Daya
Kuasi Paroki Karuni Sumba Barat Daya
Jadi ada 37 keuskupan di Indonesia, 10 diantaranya keuskupan agung. Dan ternyata di Indonesia ada beberapa Uskup Emeritus yang resign utamanya karena faktor usia. Jadi, yang dilakukan oleh Paus Emeritus Benediktus XVI itu jamak dilakukan di tataran uskup.
Personel yang mengelola program audit hendaknya mengimplementasikan program audit dengan cara sebagai berikut:
Menginformasikan bagian yang terkait dalam program audit kepada pihak yang relevan dan menginformasikan perkembangannya secara berkala
Mendefinisikan tujuan, ruang lingkup, dan kriteria dari setiap audit individual
Mengkoordinasikan dan menjadwalkan audit serta aktivitas lain yang terkait dengan program audit
Memastikan seleksi tim audit dilakukan berdasarkan kompetensi yang sesuai
Menyediakan sumber daya yang sesuai pada tim audit
Memastikan pelaksanaan audit dilakukan sesuai dengan program audit dan dalam rentang waktu yang disetujui
Memastikan aktivitas audit terdokumentasi dan dikelola serta dipelihara dengan baik
Mendefinisikan Tujuan, Ruang Lingkup, dan Kriteria Setiap Audit Individual
Setiap audit individual hendaknya didasarkan pada tujuan, ruang lingkup, dan kriteria audit yang terdokumentasi. Hal ini hendaknya ditetapkan oleh personel yang mengelola program audit dan konsisten dengan tujuan program audit secara umum.
Tujuan audit merupakan hal yang harus dijawab secara tuntas oleh audit individual dan dapat mencakup:
Penentuan ruang lingkup kesesuaian pada sistem manajemen yang diaudit, atau bagian dari itu, dengan kriteria audit
Penentuan ruang lingkup kesesuaian aktivitas, proses, dan produk dengan persyaratan serta prosedur dari sistem manajemen
Evaluasi kapabilitas sistem manajemen untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan legal dan kontrak serta persyaratan lain yang dianut oleh organisasi
Evaluasi efektivitas sistem manajemen terhadap tujuan yang spesifik
Identifikasi area perbaikan potensial pada sistem manajemen
Ruang lingkup audit hendaknya konsisten dengan program audit dan tujuan audit. Hal ini mencakup faktor seperti lokasi fisik, unit organisasi, aktivitas dan proses yang diaudit, sejalan dengan periode waktu yang tercakup oleh audit.
Kriteria audit digunakan sebagai referensi guna menetapkan kesesuaian dan dapat mencakup kebijakan, prosedur, standar, persyaratan legal, persyaratan sistem manajemen, persyaratan kontrak, kode etik tertentu atau pengaturan perencanaan lain yang sesuai.
Dalam kejadian setiap perubahan pada tujuan, ruang lingkup, dan kriteria audit, program audit hendaknya dimodifikasi jika perlu.
Jika dua atau lebih sistem manajemen dari disiplin yang berbeda diaudit bersama dalam audit kombinasi, sangat penting untuk memastikan tujuan, ruang lingkup, dan kriteria audit konsisten dengan tujuan dari program audit yang relevan.
Pemilihan Metode Audit
Personel yang mengelola program audit hendaknya menyeleksi dan menetapkan metode yang efektif untuk pelaksanaan audit, disesuaikan dengan tujuan, ruang lingkup, dan kriteria yang ditetapkan.
Jika dua atau lebih organisasi audit melakukan audit bersama pada auditee yang sama, personel yang mengelola program audit yang berbeda hendaknya setuju pada metode audit dan mempertimbangkan implikasi untuk sumber daya dan perencanaan audit. Jika auditee menggunakan dua atau lebih sistem manajemen pada disipilin yang berbeda, audit kombinasi perlu dimasukkan ke dalam program audit.
Pemilihan Anggota Tim Audit
Personel yang mengelola program audit hendaknya menunjuk anggota tim audit, mencakup ketua tim dan tenaga ahli yang dibutuhkan untuk audit yang spesifik.
Tim audit hendaknya diseleksi, sesuai kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan audit individual dalam ruang lingkup yang ditetapkan. Jika hanya terdapat 1 orang auditor, ia hendaknya tampil dalam kapasitas sebagai ketua tim.
Dalam memutuskan ukuran dan komposisi tim audit untuk audit yang speisifik, pertimbangan hendaknya diberikan pada hal-hal berikut:
Kompetensi umum tim audit yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan audit dengan memperhitungkan ruang lingkup dan kriteria audit
Kompleksitas audit dan jika audit dilakukan secara kombinasi atau bersama-sama
Metode audit yang digunakan
Persyaratan kontrak dan legal serta lainnya yang dianut oleh organisasi
Keperluan untuk memastikan independensi anggota tim audit dari aktivitas yang diaudit dan untuk menghindari konflik atau kepentingan tertentu
Kemampuan anggota tim audit untuk berinteraksi secara efektif dengan perwakilan auditee dan untuk bekerja bersama
Bahasa yang digunakan saat audit, serta karakteristik sosial dan budaya auditee. Isu ini terkait dengan kemampuan auditor sendiri, atau melalui dukungan tenaga ahli.
Untuk memastikan kompetensi umum tim audit, tahapan yang harus dilakukan adalah:
Identifikasi pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan audit
Seleksi tim audit sesuai pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan tersebut
Jika, semua kompetensi yang dibutuhkan tidak dimiliki oleh auditor di dalam tim audit, tenaga ahli dengan kompetensi tambahan hendaknya diikutsertakan di dalam tim. Tenaga ahli hendaknya bertugas di bawah arahan dari auditor namun tidak bertindak sebagai auditor.
Auditor dalam pelatihan dapat diikutsertakan di dalam tim audit, namun partisipasinya dibawah arahan dari auditor.
Penyesuaian ukuran dan komposisi tim audit perlu dilakukan selama audit, sebagai contoh jika konflik kepentingan atau isu kompetensi terjadi. Jika situasi tersebut terjadi, hendaknya didiskusikan dengan pihak yang terkait (ketua tim audit, personel yang mengelola program audit, klien audit, atau auditee) sebelum segala penyesuaian dibuat.