Category Archives: Soal Sesuatu

Sesuatu kata itu selalu ada tentangnya..

Perjalanan Pulang dari Kompasiana Blogshop

Sungguh tidak saya sangka bahwa keberangkatan ke Telkomsel Kompasiana Blogshop ini akan memberi banyak pelajaran hidup. Saya sih nggak berharap tulisan ini HL, tapi sungguh, saya merasa perlu membagi hal ini kepada Kompasianer semua. Makanya, alih-alih mengerjakan tugas dari Kang Pepih, saya memilih menulis tentang Perjuangan Pulang Dari Kompasiana Blogshop ini dulu.

1319896755336690749sumber: pribadi

Saya tinggal di Cikarang, sebuah kawasan yang isinya pabrik semua. Maaf agak lebai bin alay. Ketika berangkat untuk ikut Telkomsel Kompasiana Blogshop ini, saya tidak punya firasat apa-apa. Saya masih bisa dapat bus 121A seharga 9000, duduk manis pula.

Singkat cerita, Telkomsel Kompasiana Blogshop yang saya hadiri kelar. Saya mendapat banyak hal. Mulai dari kaos Telkomsel Kompasiana Blogshop, ilmu-ilmu dari Kang Pepih, Mas Iskandarjet, dan Uda Ahmad Fuadi, sampai teman-teman baru yang ternyata gokil-gokil macam Latip pake P, Yonathan, dan Cornelius Ginting.

Jam 5. Langit di Sarinah masih terang. Saya mulai menyebrang ke Sarinah lanjut naik jembatan menuju shelter bus TransJakarta Sarinah. Disitu saya berkumpul dengan banyak Kompasianer. Tolong yang ikut serta kumpul bersama saya bisa komen disini.. hehehe.. 1 bus lewat, 2 bus juga, lama-lama sampai 5. Wah, lama nih, pikir saya. Seorang ibu nyeletuk, “nanti kita booking 1 gerbong Kompasianer semua!”.

Eh bener. Bus ke-6 datang dengan kondisi agak sepi. Maka masuklah semua Kompasianer di halte itu ke dalam bus. Masih lancar posisinya, turun pula satu persatu, mulai dari Halte Setiabudi, Bundaran HI, dan seterusnya. Saya aslinya hendak mencoba turun di Blok M dengan asumsi bisa dapat bus 121 yang masih kosong karena kalau nunggu di Semanggi biasanya penuh. Tapi karena teman Kompasianer Izha Aulia turun di Benhil, maka saya mendadak ikut turun. Mungkin ini yang disebut firasat. Sudah kayak lagu Marsel saja ya. Hehehe…

Saya lantas melalui rute biasa, dari halte Benhil jalan sampai depan Plaza Semanggi, berharap ada bus menuju Cikarang disana. Leadtime menunggu bus Cikarang memang lama. Ibarat kata, kalau mau nunggu bus di Semanggi itu harus sabar, tawakal, dan rajin menabung. Setengah jam berlalu, firasat mulai buruk karena orang yang ada disana sudah saking banyaknya. Bus Bekasi yang biasanya ramai lewat, kali ini tidak.

Perasaan mulai nggak enak.

Saya yang biasa menunggu di bawah tangga, pelan-pelan geser ke arah Semanggi. Perasaan makin tidak enak waktu bus 121 lewat tapi ada tulisan PARIWISATA. Makin galau lagi waktu bus Lippo juga lewat bablas dengan kondisi penuh. Dengar punya dengar, katanya ada sebuah partai yang menyewa habis seluruh bus ke Cikarang.

Seorang bapak mulai tampak galau, demikian pula bapak yang lain.

“Cikarang pak?” tanya saya.

“Iya, Cikarang?” Bapak itu bertanya sama bapak yang lain.

Mulailah sang bapak bercerita kalau info yang dia dapat bus 121 memang tidak jalan karena ada yang sewa. Benar atau tidak saya kurang tahu, itulah info yang saya dapat. Hingga kemudian satu lagi bus Lippo muncul dan bablas, akhirnya ada tindakan. Seorang bapak dengan tas besar bertanya pada bapak yang saya sapa tadi, “Bapak mau nunggu, saya mau ambil mobil dulu di Apartemen, paling 15 menit, gimana?”

Hayukkk pak.. Jerit saya dalam hati.

Jangan salah, si bapak yang saya sapa pertama tadi itu sebenarnya juga punya mobil, cuma ditinggal di parkiran terminal yang ada di Lippo Cikarang.

Akhirnya, kami bertiga dan seorang wanita karier yang juga sudah menanti lama, bersepakat berangkat bersama. Bapak yang punya mobil tadi kembali ke apartemennya. Sejurus kemudian 3 orang ibu nongol. “Pak, saya dari jam 2 nunggu disini, nggak ada bus ke Cikarang?”

What? Saya setengah tidak percaya, jam segitu saya masih dengan Dhisa nyanyi di Telkomsel Kompasiana Blogshop dan ibu ini sudah nunggu bus ke Cikarang?

Bapak tadi kembali dengan mobil bagus, Avanza baru! Kami masuk dengan cepat, keburu diklakson yang lain. Eh, tahu-tahu ada satu anak cowok tanggung yang ikut masuk. Ada kisah soal anak ini, nanti saya tambahkan.

Di mobil Avanza itu, kami ber-8, termasuk yang punya mobil. Tujuh orang nebengers sepakat membayar 15 ribu buat tambah-tambah uang bensin dan tol. Bagi kami nggak masalah, yang penting SAMPAI KE CIKARANG! Mulailah cerita macam-macam, mulai dari nunggu jam 2, jam 5, jam 6, bus yang nggak datang-datang, dan lain-lain.

Tidak sampai 1 jam, karena tol lancar jaya, kami sampai di Pintu Tol Cikarang Barat. Saya yang jurusan Jababeka turun di jembatan layang. Si ABG tanggung tadi ikut turun juga. Ucapan terima kasih teramat sangat saya ucapkan pada bapak yang punya mobil Avanza yang bahkan pelat nomornya pun saya tidak sempat hafal.

Selesai? Belum.

Si ABG tadi sayaajak jalan untuk naik angkot ke Jababeka tapi dia berkata, “Saya itu mau ke BEKASI barat mas”.

Saya jantungan.

“Lho, kok naik ini tadi? Memangnya nggak tahu kalau ini ke Cikarang. Masuk Pintu Tol CIKARANG barat?” tanyaku.

“Tahu sih, tapi tadi saya kira nganter ke Lippo dulu lalu balik ke BEKASI barat”.

Saya diamkan saja. Silahkan pergi nak dengan jalanmu sendiri. Dalam hati saya mau bilang, “memangnya ini mobil bapakmu po? Ini masih mending itu bapak berbaik hati mengantar sampai ke Cikarang, mau mbok suruh balik ke Bekasi barat?”

Saya akhirnya sampai ke Jababeka dengan selamat. Jababeka masih seperti saya tinggalkan tadi pagi. Maaf kalau lebai bin alai ya.. hehehe..

Oke, pelajaran yang saya ambil:

1. Bapak yang pertama dari Lippo ke Jakarta meninggalkan mobilnya. Ada itikad baik tidak menggunakan mobil pribadi, seperti himbauan pemerintah untuk memakai angkutan umum. Bapak yang punya mobil tadi juga hendak ke Cikarang naik bus dengan meninggalkan mobilnya. TAPI APA? Mereka mendapatkan kekecewaan! Angkutan umum yang disarankan itu tidak ada, malah katanya disewa oleh partai tertentu. Ini dua orang sudah dikecewakan lho, saya nggak yakin mereka bakal naik angkutan umum lagi dengan pengalaman macam ini. Jujur saya nggak habis pikir dengan keberpihakan kepada rakyat kecil macam saya dan penumpang Avanza tadi. Huh..

2. Ada 8 orang di mobil Avanza itu dan semuanya TIDAK SALING KENAL. Dengan bekal kesamaan tujuan saja, kami berhasil mendapatkan solusi bersama. Apa artinya? Jiwa apatisme di negeri ini ternyata belum sepenuhnya berkuasa. Masih ada kepedulian, masih ada rasa persaudaraan, masih ada gotong royong, masih ada kerjasama, dan semua hal yang diajarkan bapak saya di kelas pendidikan Pancasila, masih ada. Dan saya membuktikan sendiri. Ini aktual, ini asli, ini fakta, dan saya saksinya.

3. Mengomentari ABG labil tadi. Harap kalau ada ramai-ramai, cek dulu. Benarkah mobil ini hendak membawa ke tujuan yang benar? Jangan lantas menganggap mobil yang datang atas nama kebaikan itu dianggap mobil bapaknya sendiri. Kenapa saya lantas agak emosi? Karena di belakang ABG tadi, ada bapak yang hendak ke Cikarang yang terpaksa kami tolak karena mobil sudah full. Ini pelajaran untuk lebih teliti lagi ya.. 😀

Kira-kira begitulah perjuangan saya sampai kembali ke kamar kost tercinta setelah bertualang ke Telkomsel Kompasiana Blogshop hari ini. Sekarang saya mau kerjain tugas dari Kang Pepih dulu karena saya sudah ngimpi punya tablet. Harap maklum karena sebagai Apoteker, saya sudah biasa dengan tablet Paracetamol, Amoxicillin, dan lainnya, jadi mau variasi dengan tablet jenis lain.. hehehe..

Salam Kompasiana Blogshop!

asli dikopi dari Kompasiana saya.

Selamat Jalan Sang Legenda: Tribute To Drs. Mulyono., Apt.

Barusan dapat pesan singkat:

Berita duka: telah meninggal dunia dengan tenang Bapak Drs. Mulyono, Apt pada pukul 17.15 di RS Sardjito Yogyakarta

Sedih.

Saya bukan orang yang cukup dekat dengan beliau, saya hanyalah seorang mahasiswanya, dan beliau tentunya punya ribuan mahasiswa. Tapi saya mengagumi ilmu yang beliau miliki, mengagumi semangat beliau, dan sangat mengagumi jiwa mudanya.

Drs. Mulyono, Apt. (sumber: http://www.usd.ac.id)

Pak Mul adalah dosen pendamping untuk kelompok F angkatan 2004, kelompok dimana saya bernaung. Jadilah saya bertemu terus dengan Pak Mul setiap kali KRS. Sebenarnya sebatas itu saja keakraban saya dengan Pak Mul. Beliau mengampu di banyak mata kuliah yang sayangnya kebanyakan saya dapat C, hanya 1 kuliah saya dapat B, Farmakologi-Toksikologi Molekuler. Tapi sesungguhnya saya menikmati kuliah-kuliahnya, terutama Farmakokinetika Dasar. Kuliah ini oleh banyak mahasiswa dianggap mengerikan, sehingga toh saya bersyukur bisa dapat C 🙂

Pak Mul selalu berjiwa muda, itu yang sangat istimewa darinya. Beliau sangat sangat enerjik. Semangat mengajarnya mengalahkan mahasiswa-mahasiswa pemalas macam saya.

Suatu kali saya dapat kesempatan istimewa. Hari Rabu, 14 Februari 2007, saya semester 6 waktu itu. Hari itu bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-70 pas. Beliau datang ke kampus dengan kemeja pink melambangkan Valentine hari itu. Dan beliau juga berbagi sedikit makanan. Dan ketika kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada beliau, yang kemudian dilontarkan kepada kami mahasiswanya adalah soal rasa syukurnya bisa diberi umur lebih, maksudnya dari rata-rata usia harapan hidup.

Pak Mul ini begitu legendarisnya dengan keilmuan yang beliau punya. Saya kadang nggak habis pikir bagaimana seseorang bisa paham farmakologi, farmakoterapi, farmakokinetika, bioanalisis, toksikologi, ilmu-ilmu molekuler, uji klinis, bahkan sampai ke psikologi kesehatan. Dan dari cerita-ceritanya sepanjang kuliah, beliau juga sangat paham dengan ilmu-ilmu kimia, mulai dari analisis sampai medisinal. Pak Mul adalah dosen yang sangat komplet dari sisi keilmuan.

Gosip yang saya dengar, beliau sebenarnya S2 dan S3 di Belanda, namun gelarnya tidak dapat dipakai di Indonesia karena suatu hal. Bagi saya itu jadi nggak penting karena beliau membuktikan dirinya punya ilmu yang seabrek-abrek dalam bidangnya. Kalau sudah mendengar dia kuliah, siapa yang percaya bahwa namanya hanya ada Drs dan Apt? Semua juga yakin pasti lebih. Anda juga kan?

Mungkin saya memang sering terkantuk-kantuk waktu kuliahnya, terutama Bioanalisis karena dihelat siang-siang sesudah makan. Tapi soal cerita-cerita dan perspektifnya mengenai farmasi, banyak yang saya tangkap. Mungkin itu sebabnya saya dapat C, karena menangkap hal lain dalam kuliah alih-alih isi kuliahnya? Saya juga termasuk yang terkesima bahwa beliau juga sangat paham cerita-cerita film dan sinetron dengan detail dan lengkap.

Beliau mungkin lupa-lupa ingat sama saya meskipun saya adalah mahasiswa bimbingannya di kelompok F. Tapi seperti saya bilang tadi, siapa yang bakal ingat kalau sudah punya ribuan mahasiswa. Saya pernah dapat cerita bahwa Pak Mul adalah dosen seorang dosen yang kemudian mendoseni dosen yang lain. Ibarat kata mahasiswanya adalah anak, maka sudah ada 3 generasi. Pak Mul, mahasiswanya, dan mahasiswa dari mahasiswanya itu tadi. Apa nggak luar biasa itu namanya?

Dan satu hal lagi saya peroleh dari Pak Mul menjelang kelulusan saya. Waktu itu hendak meminta kesan-pesan yang akan dimasukkan di buku kenangan angkatan XVI. Kami memang meminta setiap dosen menulis langsung kata-kata yang diinginkan. Dan apa yang beliau tulis?

If you can live forever, what do you live for?

Beliau bercerita sedikit latar belakang dari pernyataan yang ditulis tadi. Dan tentunya sambil bertanya kepada kami yang meminta. Saya sendiri hanya terbengong-bengong, entah dua rekan saya yang lain. Ada benarnya juga, kalau kamu bisa hidup selamanya, lalu hidup kamu buat apa?

Dan Pak Mul sudah membuktikan diri bahwa hidupnya adalah untuk mendidik. Sampai selesai.

Teringat saat terakhir saya bertemu beliau, waktu itu di depan sekretariat farmasi, 17 April 2011. Saya bertanya apakah beliau sehat karena memang saya mendengar beliau sempat masuk rumah sakit. Dan beliau dengan semangat mudanya, menggerakkan tangan dan mengindikasikan bahwa beliau sehat. Meski saya juga sangsi apakah beliau masih betul-betul ingat saya, tapi kami sempat mengobrol soal kesehatannya, dan sedikit soal karier saya. Setidaknya beliau mengerti dimana saya bekerja (kala itu).

Dan kini di usia 74 tahun, beliau pergi. Menghadap Pemilik dan bersatu kembali dengan istri tercinta.

Selamat Jalan Pak Mul!

Tuhan selalu punya jalan yang hebat untuk manusia yang hebat…

 

 

Cikarang Jaya

Hohohohoho…

Kalau di posting perjalanan lainnya saya membahas tempat yang memang layak jadi tempat wisata, sekarang saatnya sekilas mengenai suatu tempat bernama Cikarang.

What?

Mau lihat apa di Cikarang?

Yah, kalau di Palembang saya masih bisa mengajak tamu tetamu untuk melihat ampera, museum, dan makan pempek. Nah kalo di Cikarang?

Begitulah, Cikarang ini tempat yang betul-betul sarana mencari uang.

Kalau melihat peta, Cikarang masuk di kawasan Bekasi. Secara umum dibagi jadi Cikarang Utara (Jababeka dan sekitarnya), Cikarang Selatan (Lippo Cikarang dan sekitarnya), Cikarang Barat (pintu tol Cikarang Barat dan sekitarnya), serta yang pasti satunya lagi.. hehehe..

Di Cikarang ini kita mungkin tidak menemukan landmark tertentu. Yang menguasai disini adalah pabrik dan perumahan. Diperkirakan ada 1 juta manusia yang hidup dan mencari makanan di daerah sini. Akses utama adalah lewat tol yakni Exit Tol Cikarang Barat. Ini yang paling dekat, ada sih Tol Cikarang Utama juga.

Nah, kalau dari Tol Cikarang Barat kita akan dihadapkan dengan jembatan layang. Itu adalah jalan kiri dan kanan. Kiri ke Jababeka, Kanan ke Lippo, dua wilayah besar di Cikarang, selain kalau terus lurus menembus apapun akan sampai ke Delta Mas hehe..

Di Kota Jababeka kita akan disambut oleh tulisan besar warna merah dan jalan beton. Berkendara di jalanan Cikarang berarti harus siap bertemu truk2 besar dan panjang. Namanya juga kawasan industri. Nantinya kita akan sampai di pintu Jababeka II terlebih dahulu, disini ada Plaza Jababeka, President Executive Club, Patung Kuda, Metro Park Condominium, Pecenongan Square, Movieland, dan tentunya kawasan industri Jababeka II. Disini ada Kawan Lama, Alfamart, serta NDC AAM.

Kalau dari pintu II tadi kita lurus, maka ke kiri ada Jababeka I. Disini banyak sekali pabrik besar macam Samsung dan Unilever. Nah, kalau kita teruskan lagi, maka akan sampai ke Cikarang Dry Port (Pelabuhan Kering??) dan kompleks baru lagi namanya Techno Park, ada pabrik AstraZeneca disini. Terus lagi? Ketemu Stasiun Lemahabang. Terus lagi? Karawang. Hahaha…

Nah, di sekitar Lippo lebih banyak lagi. Ada kawasan Delta Silicon, ada EJIP, ada Hyundai. Yah, pokoknya kalau pabrik, disini buanyakkkkk.. Mungkin wisata pabrik paling oke kalau di Cikarang sini… hehehe..

Segitu dulu yah..

Larva

Sekarang yang namanya kartun ini ngirit ya. Sejak kemunculan kartun jenis Shaun The Sheep dan Oscar Oasis mendadak nongol berbagai jenis kartun lainnya. Kali ini saya mau bahas sedikit tentang LARVA.

Larva ini tayang pagi-pagi jelang saya berangkat ke kantor. Penayangannya betul-betul tanpa percakapan dan lagi tokohnya hanya buntelan berlidah. Tapi menurut saya cukup sulit membuat cerita tanpa percakapan dan penonton melihat maknanya. Jadi kalau kita bisa tertawa melihat Larva itu berarti pembuatnya sukses.

Larva bercerita tentang dua ekor belatung yakni merah dan kuning yang hidup di saluran air yang jarang jadi perhatian orang. Kadang-kadang saja ada barang jatuh ke saluran itu macam permen karet, es krim, koin atau cincin.

Larva dirilis tahun 2011 sebagai animasi 3D, jadi ini masih baru benar. Larva diproduksi bersama oleh Studio Animasi Korea Tuba Entertainment bersama Synergy Media. Penulis naskah dan direktur produksi nya adalah Meang Joo-gong, produsernya Ahn Sung-jai, dan pemimpin animasinya Kim Byoung-sun. Jangan lupa bahwa Tuba juga yang memproduksi Vicky and Johnny, Oasis, Me and My Robot, serta Yeti.

Larva merah sedikit lebih antagonis karena cenderung kasar, sedangkan si kuning cenderung bodoh. Konfliknya bermain-main disana. Ada tokoh lain macam kumbang dan kodok.

Begitu dulu review untuk Larva.. hehehe…

Angry Bird

Gara-gara habis install Google Chrome, mendadak main Angry Bird yang bisa offline. Wah, seperti game-game pada umumnya, bikin ketagihan, dan menyebabkan deadline menulis kandas. Astaga.

Dan berhubung page view blog sudah terus menurun, mungkin baik juga kiranya menulis tentang Angry Bird ini.

Pada awal 2009, staf di Rovio (pengembang game ini) mulai melakukan kajian game yang potensial. Salah satu proposal datang dari desainer senior Jaakko Iisalo yang membuat simulasi burung marah tanpa sayap dan kaki yang tampak. Bentuknya waktu itu cuma gambar saja, tapi sudah bikin naksir. Walhasil game-nya dibangun di sekitar karakter si burung marah itu. Layaknya game-game pada umumnya, tentunya perlu musuh. Nah, bertepatan dengan epidemi flu babi, ide babi sebagai musuh akhirnya mencuat.

Insiprasi game ini muncul dari game sejenis Crush The Castle. Biaya pengembangannya mencapai 100.000 Euro. Agak mahal juga, karena nggak mencakup updatenya. Game ini menjadi terkenal sejak nampang di Apple iOS version, dan kemudian muncul juga di Android, dan belakangan di Facebook.

Ada 4 karakter burung utama, yang pertama burung merah yang jadi ikon game ini. Kemampuannya standar. Lalu di level tertentu muncul burung biru kecil yang bisa membelah diri jadi 3 dan spesialisasinya memecahkan es. Lalu ada pula karakter burung segitiga kuning yang spesialis di pembelahan kayu dan bisa menambah kecepatan. Ada lagi burung bom yang bisa meledak. Dan terakhir kali burung bertelur yang bisa menjatuhkan telur.

Sepintas saya main Angry Bird ini mirip game online jaman dahulu kala, Gunbound. Sebenarnya kemiripannya cuma di kurva lengkung yang harus dibuat untuk menembak sih. Tapi entah kenapa malah jadi teringat. Hehehe..

Untuk main offline, pertama kali bisa install Chrome dulu. Lalu di tokonya bisa diunduh Angry Bird yang bisa dimainkan offline. Lumayan seru. Saya masih berkutat di 3-20. Dua level menuju selesai. Doakan saya!

 

Oscar’s Oasis (Again)

Fuihh.. Traffic saya meningkat drastis karena si kadal lucu ini. Makanya saya coba menambahkan informasi lain terkait bagian lain dari blog ini, mengenai Oscar.

Konsep Oscar dikerjakan oleh Ahn Sung-jai, Kyu-Jin Lee, Tae Sik Shin dan Kim Min-u. Sementara eksekusinya oleh Arthur Qwak, Tae Sik Shin, David Garcia, Joeri Christiaen, Frédéric Martin, Fabrice Fouquet, Stéphane Mit, Yoshimichi Tamura, Geoffroy De Crecy, Lionel Allaix, Marco Allard, Dominique Debar, Olivier Derynck. Semuanya tergabung di Team TO, Tuba Entertainment bersama TFI dan Cake Entertainment.

Cerita dasarnya adalah petualangan di gurun tandus yang dilakoni empat binatang aneh. Buck si burung bangkai, Harchi si hyena, dan Popy Fennec, serta Oscar kadal yang mencoba hidup dan melakukan jalannya masing-masing dengan masalahnya sendiri-sendiri, persoalannya karena hidup di gurun yang lebih susah, mereka suka dipertemukan di konflik kepentingan.

Berikut risalah serial Oscar: mengunyah oscar, ayam kejutan, terbang ke udara 1, yang dilarang surga, ras kotak, satu untuk semua, pindahkan, oscar dan bulu, pemenang tiket, Papa, SMP, pelarian terbesar, jagung pemberontak, Zloty, Adrift, mogok!, Jurassic Chicken, zona terlarang, juara cinta, Cuckoo Horn, langit ke 7, konflik bebek, sebuah hari sibuk, Charm peledak, cegukan pasir, apa itu kebahagiaan, hari-hari petelur, pahlawan, tidak gila, serangan kadal, garda tubuh, menyentuh bagian bawah, Oscar raja gurun, jalankan, Pronto Express, masa es, sandwich, scene sehari, rantai makanan, telur kuda, per barel, upah tenaga kerja, telur yang paling indah, sumber masalah, pacar, Kadal-Kadal, lalat, Panas!, sebuah kadal di bulan, pie ayam, piala oasis, rumah indah, posisi ayam, nyanyian kadal, kadal rentang, pemuja blueberry, blues, parasut, dan 3 tetes.

Pada awalnya serial ini berjudul OOOhhhasis Oscar & Co, terdiri dari 7 film pendek 1 menit 30 detik yang launch 26 Maret 2008 di TF1. Ada banyak perubahan dibandingkan dengan serial yang ada sekarang. Popy dulu namanya Panic, Burk dulunya sekarang Buck, dan Harchi berasal dari Archi. Serta ada dua karakter tambahan boogie woogie dan burung pemangsa muda.

Oscar dan Co memulai debut di MIP TV 2010. Disiarkan perdana 29 Agustus 2010 di Canal+. Mulai masuk rating di 2011. Cake Entertainment melakukan penjualan ke luar.

Episode kejutan ayam menjadi bagian dari nominasi di Festival Animasi Annecy untuk kategori Acara TV Favorit.

Acara ini sejatinya ditargetkan untuk usia 6-11 tahun dan sudah terjual di Cartoon Network Amerika Latin, MNC Indonesia,Société Radio-Canada di Kanada, Kids’ animation channel 2×2 Channel di Rusia, QTV di Ukraina, YLE si Finlandia, SVT Swedia, S4C  Wales, ATV  Turki, MBC Timur Tengah  dan SFDRS di Swiss.

Ohya, Cake sudah diborong saham mayoritasnya oleh perusahaan Spanyol Zinkia Entertainment. Mempengaruhi? Ya nggak tahu..

 

 

Spongebob Squarepants: Tokoh-Tokohnya

Setelah sedikit membahas soal latar belakang Spongebob Squarepants yang diluar dugaan jadi top click di blog saya, maka mari melanjutkan dengan perkenalan tokoh-tokohnya.

Spongebob Squarepants. Merupakan tokoh utama (ya iyalah…). Ia adalah spons laut yang dibentuk mirip dengan spons yang ada di tempat cucian, serta tinggal di rumah berbentuk nanas. Bekerja sebagai koki di The Krusty Krab, serta punya hobi bermain karate dan menangkap ubur-ubur. Spongebob menjadi murid di Puff’s Boating School dan tidak pernah lulus. Sejauh ini Spongebob selalu tampil di setiap episode. Ia digambarkan pekerja keras (ingat soal order 10.000 Kraby Patty?) namun tetap gemar bermain. Ia juga diceritakan punya talenta seni yang bagus (ingat soal patung seni? Atau paduan suara bikini bottom?). Diceritakan juga punya sisi feminin (berperan sebagai istri dalam merawat anak burung). Soal umur, belum pernah disebutkan, tapi ucapan-ucapan bahwa ia masih anak-anak dan masih berupaya dapat SIM, serta baru bekerja, mungkin ia baru lulus SMA.. hehehe.. Dan satu yang penting, pernah lihat serial Spongebob jatuh cinta? Belum kan? Hahahaha…

sumber: wikipedia.org

Patrick Star. Kadang ini tokoh bikin saya emosi sampai ganti chanel tivi. Dikisahkan berwarna merah jambu, malas, kelebihan berat badan, serta tinggal di bawah batu. Dan satu lagi, intelegensi rendah (kecuali di episode salah otak). Umumnya ia tidak bekerja, tapi di beberapa seri, Patrick diceritakan bekerja di beberapa tempat.

Squidward Q. Tentacles. Tinggal sebagai tetangga Spongebob dan Patrick di rumah bertipe Kepala di Pulau Paskah. Sangat mencintai seni dan bermimpi jadi artis hebat, sayang nggak kesampaian. Bekerja sebagai kasir di Krusty Krab dan tidak menyukai pekerjaannya.

Captain Eugene Harold Krabs, kepiting yang teramat sangat pokil. Pemilik Krusty Krab yang mempekerjakan Spongebob dan Squidward. Cucu dari Redbeard. Punya anak ikan paus (opo ki jal??) tapi tidak pernah ada informasi soal ibunya si Pearl.

Sumber: http://farizprabowo.blogspot.com/

Garold The Snail (Gary), hewan peliharaan Spongebob, dianalogikan sebagai kucing dengan suara meongnya. Nama Garold muncul di episode A Friend for Gary.

Sandy Cheeks. Tupai yang muncul di tengah laut, hidup di Treedome dengan sebuah pohon oak yang besar. Berasal dari Texas dam merupakan seorang scientist.

Sheldon Jared Plankton, merupakan musuh besar Tuan Krab dan pemilik Chum Bucket, terus berusaha mencuri resep rahasia Krabby Patty. Punya istri komputer bernama Karen.

sumber: waduuh.blogspot.com

Mrs. Poppy Puff. Ikan kembung dengan rambut blonde pemilik sekolah menyetir (boating).

Mermaid Man dan Barnacle Boy, dua superhero tua yang hidup di panti jompo, merupakan idolanya Spongebob dan Patrick.

Pearl Krabs, merupakan putri dari Eugene Krabs. Pada episode Whale of a Birthday disebutkan berusia 16 tahun. Tangisannya mengguncang dunia.

Larry Lobster, penyelamat pantai di Goo Lagoon serta penggemar binaraga.

The Flying Dutchman, hantu ternama, hidup di kapal besar dan mencari jiwa-jiwa, punya kekuatan super ala hantu hehehe..

Karen, WIFE (Wired Integrated Females Electroencephalograph), di filmnya disebutkan bahwa Karen tidak pernah setuju menikah dengan Plankton.

Patchy The Pirate dan Potty The Parrot, jarang-jarang keluar, dan merupakan karakter hidup dari serial ini. Patchy sebagai presiden Spongebob Fans Club.

Elain dan Perch Perkins, si reporter-announcer ikan, sering nongol setiap ada adegan televisi.

sumber: http://spongebob.wikia.com/wiki/Perch_Perkins

Harold dan Claire Squarepants, kedua orang tua spongebob, tapi berbentuk bulat, seperti spons laut pada umumnya.

Squilliam Fanyson, rival abadi Squidward, dan lebih sukses hehehe..

Betsy Krabs, ibunya Eugene.

Man Ray dan Dirty Bubble, musuhnya Mermaid Man dan Barnacle Boy.

Dr. Gill Gilliam, dokternya Bikini Bottom. Perkenalannya waktu si Gary kena “serpihan” kayu.

Painty The Pirate, paling pertama nongol di episode Spongebob, itu loh, lukisan yang bisa nyanyi.

Bubble Bass, si pantat besar yang suka makan. Ingat yang menduduki plankton di bioskop?

Stanley S. Squarepants, kepalanya kotak, tapi badannya tidak. Setiap kerja, musibah yang terjadi.

Flatts, ini yang mau menendang bokongnya Spongebob.

Grandma Squarepants, nenek yang memperlakukan Spongebob laiknya balita.

Old Man Jenkins, ikan tua, salah satunya nongol di “The Main Drain”. Termasuk waktu Spongebob dan Patrick mau terbang tapi malah merusak menara pertanian.

Jim The Former Frycook, koki Krusty Krab sebelum Spongebob yang keluar karena tidak bole naik gaji.

Janet-Marty, bintang laut yang oon. Kok bisa ya salah anak?

Nicolas Withers, host House Fancy.

Triton, anaknya Neptunus yang dijemput oleh Spongebob ke pulau terpencilnya.

Nat Peterson, si pembeli Chum yang dibayar oleh Karen.

Masih ada beberapa lagi sih, cuma saya lupa mereka tampil di episode yang mana. Hehehehe..

Belajar Bahasa Minang (Versi ArieSadhar)

Empat belas tahun tinggal di Bumi Minang, walaupun nggak asli, bolehlah sedikit berbagi pengetahuan. Kan lumayan, kalau anda-anda belanja dimana-mana, percaya deh, hampir dimanapun ada orang Minang. Saya beli baju di Pasar Baru Bandung, saya lewat di Malioboro, bahkan saya makan di sebuah warung di Nias Selatan, ada aja orang Minang. Mungkin kalau saya ikut program ke Mars, disana sudah ada orang Minang datang duluan.

download (5)

Bahasa Minang, pada dasarnya, meng-o-kan kata-kata. Itulah ketololan sepanjang hayat. Termasuk presenter banci yang ngakunya orang Padang, semuanya di-o-kan. Saya yang bukan orang Minang saja malu dengernya. Hedeh.

Ketemu pertama, mari menyapa:
saya = ambo, denai (yg dikasarkan menjadi aden)
kamu = awak, ang (bukan avatar loh ini..)
Dia = inyo
Kakak = uni
Abang = uda
Adik = adiak
Jadi, kalau beli sate Padang, pas pulang, coba bilang, “Berapa, Da?” kalau yang jualan laki-laki.

Menyoal beli sate, kalau kita tanya demikian, bisa jadi dia akan jawab dengan bahasa Minang. Jangan bigung, karena bahasa Minang sangat nikmat kalau dipelajari. Ingat aja lagu DoMiKaDo, ciek duo tigo. Ini kali ya yang bikin bahasa Minang itu seolah-olah semua o. Mulai dari 1 ya, ciek, duo, tigo, ampek, limo, anam, tujuah, (sa)lapan, sambilan, sapuluah, sabaleh, duo baleh, tigo baleh. Hmm.. sejak 12, muncul baleh sebagai belas versi Minang. Hati-hati, jangan salah nyebut sebelas jadi ciek baleh, soalnya nanti bikin malu. Begitu sampai 20, jadi puluah, duo puluah, tigo puluah, ampek puluah. Dan, as well as ASEM or BAJIGUR  word in Java, be careful to use AMPEK in Minang. Konotasinya jadi agak negatif.

Oya, satu lagi yang saya ingat banget, soalnya pernah malu sama Alm. Uda Haris. Kelapa di Minang adalah Karambia, jangan bilang KALAPO.

images (13)

Kata-kata standar, ada bara (berapa), a (apa), ko (ini), jo (dengan), indak (tidak), ka (ke). Biar agak asik kedengarannya, banyak digunakan penikmat berupa a dan do. Semisal: iko a (ini), atau indak do (tidak). Kata-kata lain pai (pergi), lalok (tidur), imbau (panggil), jago (bangun), baraja (belajar), tokok (pukul), siko (sini), ketek (kecil), bulek (bulat), berang (marah), kaja (kejar), kajai (karet), gundar (sikat), gadang (gede), saketek (sedikit).

Penggunaan bahasa ini berguna waktu saya nawar jaket di Pasar Baru Bandung, berguna waktu meninggalkan counter di emperan Malioboro karena jadi tahu kalau si penjual mau mark up sekayangnya, dan sangat bermanfaat waktu saya membayar makanan di Nias Selatan. Coba deh, sekali-kali teman-teman terapkan di rumah makan padang, untuk memastikan keaslian rumah makan tersebut. Dan sekali lagi, ini versi saya lho ya, banyak ketidaksempurnaannya.

Squidward Q. Tentacles

Squidward menurut Wikipedia:

Unlike most characters in the series, Squidward is generally consideredgrumpy, tactless, sarcastic, and narcissistic. He dislikes many things, including his consistently annoying neighbors Spongebob and Patrick and his job at the Krusty Krab, and is constantly aloof towards the citizens of Bikini Bottom. However, Squidward enjoys abstract art, playing his clarinet (usually quite poorly), modern dance, relaxing, public radio, television programs, and just about anything else that he considers “fancy”. He doesn’t like anyone, except his mom. In Truth or Square, it was revealed that Squidward was a happy and laid back person with a secret garden, but it changes when a pineapple falls over him and his garden, and SpongeBob bought the “house”. The years of irritation with SpongeBob have turned Squidward in the sarcastic and grumpy character that he is now.

Squidward was introduced in the series premiere of the show, as the cashier of the Krusty Krab restaurant. He has held this position for the entire series, and serves as the co-worker of SpongeBob, who is the establishment’s fry cook. His home is a stone tiki head designed to look like the Moai found on Easter Island. The “eyes” of the tiki head consist of the house’s only windows on the second floor.A running gag is that his house gets destroyed in nearly every episode that it has appeared in. He has sought more prestigious and lucrative careers in the arts but has largely failed, as his archrival, a similarly designed but much more successful octopus named “Squilliam Fancyson,” regularly notes whenever he appears.

Saya nggak perlu menjelaskan panjang lebar, tapi setelah mendapat sebuah SMS dari teman soal mimpinya dan menonton sekilas Spongebob, serta membandingkan dengan buku Your Job Is Not Your Career (Rene S.), kok karakternya pas banget di Squidward?

Coba lihat baris pertama sampul belakang buku Pak Rene, “Jika pergi bekerja membuat Anda ingin terjun ke dalam sumur, maka Anda tidak sendiri“. Si Squidward? Jelas banget. Berulang kali, di berulang episode (kan episodenya diulang-ulang hehehe..) ia menyatakan tidak suka pekerjaannya dan akan keluar setelah menjadi seniman sukses.

Faktanya? Ia tetap kasir di Krusty Krab. Squidward tetap kalah dari Squilliam III Fancyson, kecuali dalam hal Rumah Indah yang kejadiannya karena rumahnya hancur, sehingga malah dianggap klasik. Itu saja.

Hmmm.. Squidward sangat interest di seni, dan ia menanti, sampai ada kesempatan menjadi pekerja seni-entah sampai kapan-sambil tetap bekerja di Krusty Krab.

Well, ada berapa banyak Squidward di dunia kerja saat ini? Seperti kata seseorang kepada saya suatu kali, “persoalannya cuma satu, saya masih butuh uang untuk bisa tetap hidup”.

Oscar Oasis

Sesuai request salah satu pembaca, maka terpaksa saya membahas soal Oscar’s Oasis. Hahaha.. Sebenarnya belum terlalu suka dengan serial ini, mungkin karena waktunya Shaun kurang banyak, eh sudah nongol si Oscar. Tapi nggak apa-apa deh, melengkapi serial informasi yang lain.

Coba perhatikan si Oscar kadal ini, mirip dengan sosok kadal hijau di Bernard Bear nggak? Sebenarnya ya nggak. Yang di Bernard itu hijau, ini coklat. Tapi mungkin bisa jadi pengantar pengenal buat kartun yang baru. Oscar adalah seekor kadal di gurun pasir.

Sejatinya ia tidak bermusuhan, tapi selalu ada problem kepentingan dengan Buck, Harchi, dan Popy. Untuk nama tokoh nggak usah saya perkenalkan, karena selalu diperkenalkan di setiap serial Oscar. Oiya, Oscar juga nggak berjodoh dengan ayam. Hahaha.. Jadi problemnya sebenarnya, Popy Cs mau nangkap ayam, tapi Oscar adalah buruannya Ayam. Jadi itulah yang disebut problem kepentingan. Hehehe..

Kalau dilihat-lihat sebenarnya, kadang, si Oscar sendiri yang cari masalah. Pas lapar, ngambil makanan Popy misalnya. Tapi karena kecil, mungkin dianggaplah ia sebagai karakter yang perlu dikasihani. Simple sekali Oscar ini, secara umum dia cuma mencari air minum, tempat berteduh, dan makanan. Seolah mudah kalau di tempatnya Shaun, tapi kalau di gurun?

Di Eropa, Oscar dikenal sebagai Oscar & Co. Oscar adalah urun rembug dari Tae Sik Shin, Arthur Qwak, Frederic Martin, Joeri Christiaen, Stephane Mit, Fabrice Fouquet, Geoffroy de Crecy, Yoshimichi Tamura, Marco Allard, Lionel Allaix, Olivier Derynck, dan Dominique Debar (mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama dan gelar). Tahun 2008 Oscar’s Oasis dibuat 7 episode @ 90 detik. Jadi singkat sekali, mirip Oo Glies. Nah, baru tahun kemarin muncul episode 7 menitan, ada 78 stok untuk diulang-ulang.

Yah, segitu doang yang saya tahu tentang Oscar. Dinikmati saja. Hehehe..