Category Archives: Soal Sesuatu

Sesuatu kata itu selalu ada tentangnya..

Jalan Alternatif Jababeka-Lippo Cikarang

Judul di atas adalah sebuah keyword yang masuk ke blog saya. Tampaknya ada yang pengen tahu, jadi saya kasih sedikit yang saya tahu.

Pada intinya, jalur utama Jababeka ke Lippo adalah via Jalan Cikarang-Cibarusah. Cuma kalau minggu pagi, suka ada cegatan selektif di jembatan Tegalgede. Kalau hari biasa, muacettttt e rek..

Nah, beberapa jalur yang bisa dilewati adalah via Kalimalang.

Jadi menyusur Kalimalang lewat exit Jababeka II, kita bisa menemukan beberapa jembatan yang melintasi Kalimalang. Ada yang sebelum pintu 11, dari pintu 10. Ada juga yang sesudah pintu 11. Nah, yang sebelum pintu 11 ini akan masuk jalan kampung dan nanti ketemu di Gemalapik, sebelah CTC kira-kira.

Demikian pula dengan belokan pertama sesudah pintu 11. Tembusnya sama.

Nah, ada lagi via jalan berikutnya yang akan tembus ke sekitar Cibiru, Lippo Cikarang. Tembusnya sih di bundaran depan Taman Beverli.

Jalannya?

Ya, namanya juga alternatif. Hehehehe.. Klaskon saya pernah mati gara-gara lewat jalan belum jadi. Penanda kalau kita benar sih gampang, asal sudah lewat jembatan kecil yang melintas di atas jalan tol, itu berarti kita sudah benar, karena sebenarnya Jababeka dan Lippo dibelah oleh Tol Cikampek.

Jalan yang di atas sudah ditutup euy. Jadi sekarang langsung aja lewat Delta Mas melalui jembatan Tegal Danas, lalu jangan ke kiri karena itu ke Delta Mas, tapi ke kanan, nanti akan masuk kawasan Delta Silicon yang baru. Disitu nanti ada pabrik besar macam Kumon dan yang paling kelihatan Hankook. Nanti akan tembus di dekat Elysium. Jalannya cukup enak, maklum baru dan kawasannya juga masih terhitung sepi.

Semoga membantu 🙂

Membeli Liberty Reserve

Liberty Reserve?

Apaan tuh? Semacam patung Liberty?

Nggak kali.. Liberty Reserve adalah salah satu bentuk uang versi dunia maya. Jadi begini, dalam hal mau main-main di Forex misalnya, ataupun hendak investasi di HYIP luar negeri, kita agak susah kalau mau transfer via bank lokal. Salah satu cara yang paling enak adalah memasukkan uang kita ke Forex atau investasi via LR ini.

Nah, LR ini bisa dicek di google. Cara masuknya agak rempong. Sumpah! Tapi wajar karena ini untuk menjamin bahwa entry dilakukan sepenuhnya oleh manusia dan orang yang sama.

Karena, bahkan IP beda saja, dideteksi lain oleh LR. Padahal modemnya bisa jadi sama, tapi kan IP bisa berubah-ubah.

Saya sarankan kalau mau buka LR ini, pakai email tersendiri. Atau, buat file dengan proteksi, simpan data-data LR disana. Karena kalau mau sign in, repot bukan main, dengan data-data dan variasi karakter yang berbeda-beda.

Pertanyaannya, bagaimana caranya kita bisa mengisi duit ke LR?

NAH!

Ada cara mudah dengan cara model membeli pulsa. Iya, beli pulsa. Kita menyetor sejumlah yang yang kita butuh untuk membeli sejumlah dollar/euro guna dimasukkan ke LR.

Ada banyak provider jasa ini, kita bisa menggunakan yang terpercaya. Sila googling saja, kalau mau beli via online.

Tentu ada fee. Jadi kalau beli 14 dollar misal, maka yang masuk ke LR kita paling 13.86 dollar. Namanya juga biaya jasa.

Yak, semoga membantu untuk yang mau investasi di level luar negeri.

Salam!

Investasi

Sekali-sekali mau nulis soal investasi ah.. Setelah tahun-tahun galau yang hanya habis untuk tiket pesawat, dan pada akhirnya tiket-tiket itu lantas tidak berguna.. Upsss..

Bagaimanapun kita itu hidup BUTUH duit. Percaya kan? Kalau kita hidup bukan untuk duit, saya setuju sekali. Tapi bagaimanapun, duit itu diperlukan.

Dulu waktu kecil kenalnya menabung. Ini kan menyisihkan uang, kecenderungannya tidak berharap lebih. Ingat, jangan berharap lebih. Apalagi bank jaman sekarang. Saya pernah, dengan saldo lima juta (jaman kapan itu? Biasanya nggak sampai 1 juta.. hehehe..) hanya dapat bunga seribu seratus sembilan puluh sembilan rupiah. Luar biasa. Ini sih semacam menggantikan celengan saja. Soalnya dulu waktu kecil, saya jadi tersangka maling koin dari celengan di atas kulkas. Nyolong tabungan sendiri. Hehehe.. Sampai celengan berbentuk rumah itu rusak tak berbentuk saking seringnya dibongkar.

Nah, kalau investasi ini semacam berharap ada kenaikan nilai uang dari nilai yang kita punya pada saat ini.

Dalam investasi, ada dua jenis asset yakni finasial dan riil. Nah, berhubung ini investasi, bagaimanapun resiko kehilangan modal itu jadi teman seperjuangan.

Aset riil sesuai namanya, tentulah yang memiliki bentuk. Macam? Yah, emas, rumah, tanah, dan sejenisnya. Berhubung Tuhan tidak lagi menciptakan tanah, maka harga tanah itu hampir pasti naik dari masa ke masa. Sama persis dengan emas. Kecenderungannya naik jauh. Mamak pernah cerita kalau sepertiga gajinya ketika baru kerja bisa beli satu emas (entah satuan apa ini). Ketika sudah beranak 4? Seluruh gajinya baru bisa beli satu emas. Artinya? Kenaikan harga emas melebihi kenaikan gaji.

Aset finansial adalah yang tidak terlihat tapi punya nilai. Inilah yang dipermainkan di Bursa Efek. Jenisnya? Obligasi, saham, atau reksadana.

Obligasi apaan? Ini adalah surat utang. Diterbitkan, bisa oleh pemerintah atau perusahaan tertentu dengan jangka waktu utang lebih dari 1 tahun. Kalau kita beli surat utang ini, kita akan dapat bunga yang dibayar dalam periode tertentu. Temennya obligasi? Hehehe.. Tentulah ketika yang menerbitkan obligasi tidak bisa bayar. Dan ini lebih susah daripada nagih tetangga yang belum bayar 20 ribu lho…

Saham, sering kita dengar kan? Ini semacam bukti kepemilikan terhadap suatu organisasi. Karena milik, jadilah untungnya dibagi, dan inilah yang disebut dividen. Dan harga saham tentunya mengikuti kinerja perusahaan. Resiko? Banyakkkk.. Sering lihat kan di tivi-tivi. Makanya kalau mau investasi ini, jangan ngasal pilih perusahaan. Itulah juga banyak perusahaan menampilkan laporan tahunan di dunia maya dan bisa diakses dengan bebas.

Kalau reksadana adalah tempat penghimpunan dana orang-orang dalam badan hukum tertentu. Ibarat naik angkot deh. Si supir akan membawa uang kita ke asset lainnya dan disimpan di tempat bernama bank Kustodian. Ini jelas solusi praktis buat yang mau investasi, tapi cekak. Macam siapa? Macam saya! Hahaha.. Buat sambilan juga oke karena kita nggak perlu memantau saham perusahaan dari waktu ke waktu untuk kemudian jual dan beli. Kata salah satu bos di kantor saya, reksadana adalah wahana yang pas menyimpan uang kita. Ups, nggak menyimpan ding. Menggunakan uang kita!

Selain reksadana ada juga model yang agak mirip. Ini dia HYIP. Detailnya dibahas terpisah ya. Hehehe.. Intinya sih masukkan uang dan tunggu berkembang.

Sekarang, tinggal pilih. Untuk jangka panjang, properti bisa menguntungkan. Bayangkan, dalam 1-2 tahun, harga rumah yang sama bisa naik hingga 100 juta, tergantung lokasi. Apa nggak ngeri itu? Hehehe..

Jangka menengah, katanya sih obligasi. Ya itu tadi, karena secara periodik memberikan hasil.

Jangka pendek, bagaimanapun tabungan itu perlu. Duit jangan dihabiskan semua. Ini nih penyakit saya sampai-sampai kerja bertahun-tahun nggak punya tabungan. Hiks. Udah gitu investasinya minimalis sekali pula. Haduh.

Nggak apa-apa, kata Ciputra dalam salah satu Tweet-nya, umur 25 itu pas untuk mulai wirausaha. Saya pelesetin dikit, umur 25 itu pas untuk mulai SADAR. Hehehe..

 

Bagaimana Membangun Sistem?

Huahahahaha..

Mari ketawa dulu.

Mungkin tulisan ini patut dan layak ditertawakan. Siapa saya? Berani-beraninya menulis tentang BAGAIMANA MEMBANGUN SISTEM. Haikss.. Kerjaan aja  cuma ngurusin c***** wkwwkwk..

Tapi sempat diskusi dengan rekan apoteker di kantor lama, soal bagaimana memulai membangun sistem. Jadi ini kisahnya sekadar sharing doang.

Dalam membangun sistem itu yang pertama-tama diperlukan adalah pemetaan proses-proses yang ada di suatu organisasi. Misal, saya kasih contoh usaha es mambo di keluarga saya dulu aja. Ada bagian pembelian, ada bagian produksi, ada bagian formulasi es mambo, ada bagian pengembangan bisnis, ada bagian penyimpanan, ada bagian kualitas, dan ada bagian penjualan. Yah, pada umumnya mamak saya semua sih yang ngelakuin, kecuali produksi-packaging.

Kalau sudah dipetakan, maka lanjutannya adalah pembuatan peta dalam gambar, lebih baik begitu. Ini yang kalau di teori dikenal dengan Business Process Mapping (BPM), yang kalau training itu 3 hari 5 juta rupiah. Hehehe..

Sesudah itu, kalau sudah ketemu proses-prosesnya, maka buatlah detail flow per proses. Jadi misal formulasi es mambo itu dimulai dari masukan dilanjutkan dengan trial dilanjutkan lagi dengan evaluasi, hingga pada keputusan es mambo yang enak macam apa. Gitu saja kok. Nggak repot-repot. Kalau es mambo nggak repot, maksudnya gitu.

Nah kalau sudah, cocokkan flow proses alias Standar Operating Procedure (SOP) itu ke BPM. Sesuai? Kalau sudah mari kita lanjut lagi.

Kemudian kita beranjak pada struktur dokumen. Biasanya ada beberapa level. Ujung pertama namanya MANUAL. Hasil mapping dan flow tadi dibahasakan dan disesuaikan dengan standar yang berlaku. Misal kita mau ngacu ke ISO 9001, ya sesuaikanlah manual dengan map dan flow tadi. Sampai di tahap ini maka kita sampai pada jejaring yang makin rumit. Sesekali saya hendak muntah kalau membahas ini. Penyesuaian diperlukan karena sejatinya kita harus berangkat dari MANUAL itu. Cara yang saya paparkan disini semata agar kita nggak buta pada keadaan saja.

Kalau sudah juga, turunkan ke instruksi kerja alias kalau kerennya Working Instruction (WI). Bagaimana membungkus es mambo yang baik, dan sejenisnya.

Dilengkapi pula dengan form, misal kartu stok karet atau kartu stok plastik. Atau juga checklist pembersihan baskom es mambo.

Voila, jadilah sistem sederhana kita.

Untuk memastikan, ada yang namanya proses AUDIT yang bertujuan memverifikasi sistem dengan aktual prosesnya.

Sejatinya ya begini saja. Tapi semakin besar jaringnya, maka semakin pusinglah kepala. Semakin mau muntah juga saya. Hehehehe..

Semoga bisa menjadi informasi yang berguna 🙂

Sudah jadi?

 

Tes Kepribadian

Teman-teman pasti sudah tahu soal tes kepribadian, yang isinya melankolis, sanguin, dan kawan-kawannya.. Nah, ini ada file, yang bisa diunduh dan sedikit bisa memberikan gambaran tentang kepribadian yang dimaksud.

Hehehe..

Monggo cedikot.

TES KEPRIBADIAN

Semoga bisa membantu menggalaukan.. #halah

Beringsut

Sekadar komentar, diksi saya memang agak aneh, mohon dimaklumi.

Kalau di posting sebelumnya ada istilah beringsut, ini dia. Dikutip dari sini.

ing·sut v, ber·ing·sut v bergeser sedikit-sedikit; beralih perlahan-lahan: dia ~ ke kiri dan ke kanan; meng·ing·sut v beringsut; bergeser; meng·ing·sut·kan v menggeserkan (memindahkan) perlahan-lahan: anak itu ~ duduknya ke samping ibunya; ing·sut·an n hasil mengingsut; ~ fase Fis sudut fase antara sinyal masukan dan keluaran pd suatu gejala atau sistem

Mohon dipahami ya.. 😀

Damri Cikarang – Bandara

Untuk akses ke bandara dari Cikarang sebenarnya mudah, tapi khusus penghuni Jababeka II.. hehehe.. Pool bus Damri arah Bandara ada di Plaza Jababeka. Jadi dekat patung kuda. Mungkin boleh tanya si kuda kalau kesasar, dari posisinya, sang kuda melihat terus itu halte. Hehehe..

Tarif mendasar, kalau nggak salah bulan Desember kemarin 30 apa 35 ribu begitu. Busnya lumayan, karena memberikan tempat untuk tas. Cuma ya sempit sih kalau duduk.

Bus ini berangkat dari jam 04.00, 05.00, 06.00, 07.00, 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00, 16.00, 17.00, 18.00 alias setiap jam dimulai dari jam 4.

Ya nggak tepat-tepat amat sih.. Normalnya, bus akan lewat patung kuda, lalu masuk ke jalan Cikarang-Cibarusah, lalu masuk tol. Jadi, bisa juga nunggu di tepi-tepi jalan itu daripada capek ke Plaza JB. Berharap saja tidak penuh. Bus juga akan masuk di Grand Wisata, putar sekali lalu masuk tol lagi.

Kalau berangkat jam 5, belum sampai jam 7 sudah sampai Bandara. Selainnya, saya nggak pernah naik, jadi mohon maaf lahir batin kalau infonya kurang memadai.

Untuk pulangnya, alias dari Bandara ke Cikarang, tertulis sih ada dari jam 6.00 sampai 21.00

Masalahnya, leadtimenya kadang lama. Dulu pernah nunggu 3 jam. Itu ditambah bus putar-putar cari penumpang 3 kali, baru berangkat. Tapi yang pasti sih ada. Makanya, kalau hendak ke Cikarang usahakan sampai jam siang, sehingga waktu menunggu bisa lama dan pasti ada kendaraan ke Cikarang dengan harga terjangkau.

🙂

Shuttle Bus Lippo Cikarang – Jakarta (PP)

Lippo Cikarang katanya adalah kota terlengkap di timur Jakarta. Iyakah? Hmmmm.. Yah, mungkin lengkap juga sih. Karena Lippo Cikarang adalah kiblat menghibur diri, bagi warga Cikarang. Kalau mau ke Bekasi kadang jauh bin malas, jadi ya sudah ke daerah selatan saja.

Lippo juga punya bus Shuttle ke Blok M yang agak enakan, dengan tarif terkini Rp. 13.000,- yang sesudah BBM naik, tarifnya jadi Rp. 15.000,- Habis BBM naik lagi, kabarnya jadi 22.000, tapi saya belum nyoba lagi.

Bus yang digunakan adalah Bus AO dengan jadwal sebagai berikut:

sumber: blognyarumah.wordpress.com

Lewatnya biasa sih, Senayan dan sekitarnya sampai blok M.

Bus tidak masuk terminal, tapi berhenti di Jalan Palatehan, dekat lapangan. Kalau mau naik dari Palatehan, cek dulu, karena juga ada shuttle bus ke Sentul. Demikian juga yang di terminal Lippo, cek dulu ke Sentul atau ke Blok M. Soalnya itu nyasarnya krusial.

Ada juga shuttle internal dengan jadwal kayaknya antara jam 6-9 kemudian 12-15 dan rasanya ada satu lagi. Shuttle-nya dua jenis, satunya ke arah Lembah Hijau, satunya Cibiru-Cibodas. Jangan tertukar ya. Lumayan juga kalau jalan kaki itu. Soal tarif? Kemaren saya Googling katanya 2500, tapi kok pas bayar malah ditagih 5000. Makanya, saya bingung.

Belajar Bahasa Palembang (versi Sederhana)

Ini mungkin posting paling nekat sejagad ariesadhar.wordpress.com. Lha iya, wong saya itu cuma 2 tahun sekian hari di Palembang kok nekat ngajari bahasa Palembang?

Edan!

Nggak sih. Saya bersyukur diberi karunia agak mudah mempelajari bahasa ketika terjun langsung didalamnya. Setidaknya dalam 1-2 bulan pertama di Palembang, saya sudah bisa menawar harga sepatu di toko olahraga sepanjang sudirman, yang notabene isinya orang keturunan Hindustan semua.. hehehe..

Bahasa Palembang bagi saya adalah pertemuan antara Minang dan Jawa. Kenapa? Mungkin kaitan Sriwijaya juga kali ya. Yang pasti kecenderungan meng-o-kan suasana masih ada. Tapi ingat, itu kecenderungan saja lho. Dan beberapa vocab sangat Jawa sekali.

Beberapa huruf konsonan dari Bahasa Indonesia bisa hilang. Misal ari (hari) atau asil (hasil). Sebenarnya ini terkait ke pengucapan saja sih bahwa H dan A berurutan itu agak tidak terdengar. hehe..

Pertemuan Minang-Jawa ada di awak, karena kata ini bisa bermakna anda, bisa juga badan.

Untuk menyapa, ingatlah bahwa KAKAK itu mengacu kepada laki-laki yang lebih tua. Kalau di Jawa itu Mas. Sementara saudara perempuan lebih tua adalah AYUK. Jadi bukan Mas-Mbak tapi Kakak-Ayuk. Jadi jangan emosi dulu buat yang cowok, kalau di jalan dipanggil “Kak”. Kalau paman dan bibi, jadinya Mangcek dan Bicek. Gampang to? Mamang kecik dan Bibi kecik. Hehehehe..
Ada vocab yang bagus di Palembang buat saya yakni Baseng. Ini artinya semacam terserah. Bisa dipakai menangkal gosip. “Kamu mau kawin ya?” “Apo dio o? Baseng be..”. Ya kira-kira demikian. Atau begini, “nak milih yang mano?” “Basenglah..”
Kata lain yang oke adalah Beguyur. Ini bukan berarti diguyur air ya. hehe.. Beguyur bermakna mulai tapi pelan-pelan. Lalu kalau berusaha, namanya berejo.
Lalu kalau ada yang bilang kita BELAGAK, maka senanglah. Jangan malah emosi. BELAGAK ini bukan bermakna banyak lagak, tapi bermakna TAMPAN atau CAKEP. Mantap kan?

Tahu Benteng Kuto Besak? Nah, Besak tentunya bermakna Besar. Pola ini rutin dipakai di Palembang. Besak nean… Kalau kecil? Tentu saja KECIK. hehe..

Kemudian soal jenis kelamin. Janganlah marah kalau dipanggil Betino (buat yang cewek), karena memang panggilannya lanang dan betino untuk laki dan perempuan. Lalu kalau dibilang Budak, ya biasa saja, orang itu artinya adalah anak. Tahu kan kak Ros di Upin-Ipin, “budak ni….”

Waspada pada pengggunaan kata Lolo. Ini sepenuhnya bermakna tolol. Makanya heran dulu ada pemain SFC namanya Lenglolo. Gimana itu ya? Hehehe.. Lebih parah lagi ada yang namanya Buyan. Kalau pernah nonton Liga Champion Asia, seorang kiper SFC lama pernah diteriaki hal ini sama penonton saking seringnya blunder.

Dan pertanyaan standar biasa dimulai dengan Cakmano alias Bagaimana. Standar dong? Cakmano ni? Bagaimana ini?

Mau agak Jawa? Adalah beberapa kata misal Buri atau Dewean. Itu beneran bermakna belakang dan sendirian. Lalu kalau agak mirip ada namanya Galak. Ini kata Palembang pertama yang saya tahu. Galak itu artinya Gelem = Mau. Hehehe.. Masih ada juga Metu alias keluar.

Lalu, yang paling ternama tentu WONG KITO GALO. Artinya? Orang Kita Semua. Galo ini banyak dipakai di pasar. “Beli brapo?” “Galonyo.” “Kapan nak beli?” “Kagek..” Hehehe.. yang ini artinya nanti.

Kalau mau berantem, ada istilah goco alias tonjok. “Goco kagek…” Selevel lebih tinggi adalah tujah alias tusuk pakai pisau. Ya inilah profil Palembang di halaman belakang koran daerah. Pasti ada itu tiap hari. Ngeri euy…

Ada lokasi bernama Kambang Iwak alias kolam ikan. Ngerti kan? Memang sih karena kolamnya butek, jadi tidak kejingokan ikannya. Tapi kalau dimakan LEMAK nian. Nah, lemak itu bermakna sedap, wuenaakkk.. Memang lemak itu bikin sedap ya? hehehe.. Nak Melok idak? Mau ikut tidak. Itulah artinya.
Nah, ini agak riskan. Mau ngenjuk? Upps.. itu artinya memberi. Mau nyingok? itu artinya melihat. Ado pacak? Itu artinya apa bisa?
Kalau orang Palembang nyebut Pucuk akan jadi seolah-olah POCOK. Itu artinya di atas. Pas ngajak, ayo itu jadi Payo. Cak inilah, seperti inilah orang Palembang. Kalau lagi ramai disebut rami. Apalagi kalau lebaran, musimlah SANJO alias bertamu.
Sengsara dipotong menjadi SARO. Lalu tidur itu jadi tiduk. Kalau tabrak jadi tumbur.
Dan jangan kaget kalau di pasar ditanya, “nak beli berapo ikok?” bilang saja sikok, itu artinya satu.
Masih banyak informasi lain soal belajar bahasa Palembang, tapi semoga ini dapat membantu 🙂