All posts by ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

Kembali Bersama Pelangi

“Bagi yang pernah tinggal di Jogja, setiap titik adalah romantis.”

Rio tersungging membaca sebait kalimat yang tertulis di urutan 123 Fakta Unik Mahasiswa Jogja itu. Sebuah bacaan yang menarik sebelum menaiki penerbangan pagi menuju sebuah kota yang setiap titiknya adalah romantis. Rio sepakat dengan kalimat itu, tentu saja karena dia menghabiskan 7 tahun penuh cerita di Jogja. Kisah yang akan segera disambutnya seiring panggilan boarding yang paralel disertai flight mode untuk ponselnya. Tentu saja Rio tidak dapat membaca ariesadhar.com dari dalam pesawat.

Tidak butuh waktu yang cukup lama untuk mencapai Jogja. Bahkan jika penerbangannya adalah malam hari, waktu menanti terbang karena antrian pesawat justru lebih lama daripada terbang itu sendiri. Untungnya Rio menaiki penerbangan pagi yang masih lancar. Lima puluh menit lamanya waktu sejak roda pesawat beranjak dari landasan Soekarno Hatta hingga kemudian mata Rio bisa menyaksikan Stadion Mandala Krida dari jarak yang tidak jauh.

Mandala Krida
Mandala Krida

Selamat datang, kenangan!

Mbohae!

5 Kebiasaan Unik di Grup WhatsApp

pablo (4)

WhatsApp. Siapa yang kenal istilah itu sekarang? Hampir semua orang punya smartphone, dan aplikasi WhatsApp adalah aplikasi wajib yang terinstall di telepon pintar tersebut. Aplikasi besutan Brian Acton dan Jan Koum ini kemudian menjadi sangat jamak digunakan. Okelah ada Line atau Kakao yang iklannya begitu masif, apalagi soal stikernya, tapi nyatanya WhatsApp tetap menjadi pilihan. Menurut saya, pilihan WhatsApp adalah karena dia menjadi pemain pertama di aplikasi chatting lintas platform. WhatsApp awalnya dibuat untuk iOS, dan kemudian merambah ke Android dan lainnya. Apalagi, pada saat yang sama Blackberry masih asyik dengan ide eksklusivitas BBM. Jadilah, WhatsApp menjadi solusi chatting bagi pemilik BB dan ponsel lainnya.

whatsapp-logos-1024x795

Salah satu fenomena yang kemudian menjadi relevan adalah grup WhatsApp. Sekarang orang-orang sekantor pasti punya grup WhatsApp. Grup WhatsApp juga digunakan oleh rekan-rekan segenerasi. Ada grup WhatsApp yang isinya adalah eks murid TK Pertiwi tahun 1976. Ada grup WhatsApp yang isinya orang-orang yang tumbuh dan besar di Kampung Ngadirejo. Ada grup keluarga besar Ompung Raja. Ada juga grup WhatsApp berisi mantan-mantan seorang gadis yang sama. Bahkan, semacam terlalu over, grup WhatsApp itu menjadi sangat banyak tergantung keperluan. Grup orang kantor berisi level manajer sampai OB, dibuat oleh bos untuk tujuan kemudahan komunikasi. Pada saat yang sama, para level kroco kemudian membuat grup WhatsApp sendiri untuk nge-share guyonan garing hingga gambar PNS Bandung yang ternyata bukan PNS, bahkan juga bukan CPNS.

Mbohae!

65 Tips Lulus Tes CPNS

Berita besar hari-hari ini adalah pembukaan lowongan CPNS. Gawean besar setahun sekali yang melibatkan puluhan ribu warga negara Indonesia yang akan mengisi ribuan formasi Pegawai Negeri Sipil di berbagai tingkatan baik itu Kementerian, Lembaga, hingga Pemerintah Daerah. Menjadi isu ketika Pak Jokowi mau menetapkan efisiensi, sehingga boleh jadi bukaan massal ya tahun ini. Kita nggak tahu ke depannya bagaimana, kan? Cuma memang, dari sisi jumlah orang yang pensiun juga banyak. Setidaknya akan tetap ada bukaan CPNS dalam rangka menutup formasi yang pensiun itu. Hmmm.

CPNS2

Nah, dalam rangka membantu teman-teman sekalian yang pengen banget jadi abdi negara, maka berikut saya rangkum beberapa tips yang sudah terbukti dan sudah teruji oleh teman-teman saya sehingga mereka bisa lolos jadi Pegawai Negeri Sipil. Apa saja? Ini dia!

1. Pada saat pendaftaran, gunakan foto terbaru, bukan foto bayi, apalagi foto mantan

2. Oh, apalagi pakai foto pacarnya mantan yang lebih cakep dari kamu. It’s a big NO!

3. Selalu update pada informasi yang ada di situs resmi institusi yang diminati karena informasi sangat dinamis

4. Kalau diminta daftar online, daftarlah secara online, jangan datang ke institusi sambil bilang, “dulu Kakek Buyut saya dirjen disini”

5. Atau datang sambil bawa Om-Om pengangguran botak berkumis yang ngaku kenal sama Kepala Dinas. Basi, cuy!

Mbohae!

5 Tanda Ketika Cinta Diam-Diam Ketahuan

CintaDiamDiam

Ah! Salam galau dulu buat para pelaku cinta diam-diam, sebuah tataran mencintai yang paling indah, sekaligus paling pekok. Bentuk mencintai yang paling tulus, sekaligus paling absurd kayak OOM ALFA. Tahapan berharap yang paling sempurna, sekaligus paling pahit. Semacam membeli reksadana cuma untuk ketenangan hati, dan nggak mengharap return. Salam galau saya bukan saja buat pelaku cinta diam-diam yang masih jomblo loh ya. Juga termasuk kepada pelaku cinta diam-diam yang hatinya bukan pada pasangannya. Selamat menikmati!

Nah, soal cinta diam-diam ini memang bagian khas dari riak-riak dunia. Jatuh cinta itu adalah suatu kewajaran bagi anak manusia, bahkan bagi yang sudah punya pacar, sudah menikah, sudah beranak dua, sudah beristri tiga, hingga sudah bercucu empat belas. Masalahnya, kewajaran itu belum tentu ditindaklanjuti. Sebagian dari perasaan cinta itu tidak akan menjelma menjadi apapun. Perasaan cinta itu hanya akan terpendam saja, tidak kemana-mana. Perasaan cinta itu hanya menjadi kabar gembira bagi diri sendiri, berbeda dengan kulit manggis yang kini sudah ada ekstraknya.

Mbohae!

17 Tips Menjadi Komandan Upacara yang Baik

17 Tips Menjadi Komandan Upacara yang Baik

“Kepada Inspektur Upacara, hormaaaaaaaaaaaaaaaatttt graaakkkkk!!!”

sumber: presidenri.go.id
sumber: presidenri.go.id

Tampak keren, kan, kalau bisa ngomong gitu? Kalau dulu waktu saya SD, jabatan komandan alias pemimpin upacara itu hampir selalu dikasih ke ketua kelas, atau anak cowok yang dikasihi sesama cowok, ehm maksudnya anak cowok yang happening, tidak bandel dan kadang-kadang pintar. Sudah jelas bahwa saya nggak masuk kategori itu. Kalau di Istana Negara untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, posisis komandan upacara itu jelas sangat memiliki prestise. Pokoknya, kalau sudah jadi komandan di istana, jabatan bakal mentereng ke depannya. Nah, hal yang mungkin berkebalikan akan terjadi di institusi lainnya selain SD, istana negara, dan yang terkait pemerintahan. Posisi komandan upacara itu akan diberikan kepada:
1. anak yang nggak tega menolak
2. anak yang sudah menolak namun dipaksa
3. anak yang harus mau dan nggak boleh menolak
4. Oom Alfa
5. dan sejenisnya
Seperti waktu upacara di kantor saya yang lama. Kawan-kawan tidak ada yang berkenan menjadi komandan upacara. Jadilah yang muncul sebagai komandan upacara adalah satpam senior. Yah, begitulah.

Nah, buat orang-orang yang masuk kategori ketiban duren seperti saya sebutkan di atas, berikut ini saya sampaikan beberapa tips untuk menjadi komandan upacara yang sukses dan ksatria. Tips-tips ini mengacu kepada pengalaman pribadi dan tentu saja pengamatan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Dulu di kantor lama pernah juga jadi petugas upacara, soalnya.

Mbohae!

Tentang Baris Berbaris

SIAAAAAAPPPPP GRAAAAAKKKKKK!!!!

Hari ini bertepatan dengan Hari Pramuka dan entah kenapa semesta sedang hobi main-main bersama kenangan saya. Pekerjaan yang baru saya tekuni beberapa bulan ini memang mendekatkan diri saya lagi dengan upacara, dan tentu berkorelasi langsung dengan baris-berbaris. Ehm, terminologi baris-berbaris ini jangan digunakan pada logika jomblo-menjomblo ya. Nggak masuk soalnya.

Latihan beraroma baris-berbaris beberapa hari belakangan membuat saya melemparkan diri ke sebuah masa yang sudah cukup lama, 14 tahun silam. Sebagai gambaran, anak-anak yang lahir pada masa itu sekarang jadi murid Bapak saya di kelas 9. Pasangan yang menikah pada tahun itu pasti sedang bosan-bosannya menikah sekarang #ups. Luar biasa sekali waktu berjalan.

PhotoGrid_1408026033677

Tersebutlah sebuah lomba bernama LASP3 2000 yang kalau tidak salah memiliki kepanjangan Lomba Antar Satuan Penggalang Penegak Pandega. Maaf kalau keliru, waktu itu saya masih jomblo soalnya, jadi tidak terlalu mengenang. Lomba ini digelar oleh Polres Agam sehingga pesertanya tidak cuma dari Bukittinggi, tapi juga sampai Payakumbuh dan sekitarnya lagi.

Mbohae!

Anakku, Di Mana Kamu?

Saya orang yang percaya pada kebetulan semesta. Saya percaya pada aneka peristiwa bisa jadi merupakan pertanda untuk hal lainnya. Seperti saya kisahkan di buku saya, OOM ALFA, saya membaca soal penyelamatan diri terhadap gempa pada malam sebelum gempa Jogja 2006, pada saat seharusnya saya membaca tentang Farmakognosi Fitokimia. Entah berkorelasi atau tidak, tapi kemarin saya mengalami sebuah peristiwa yang begitu mirip dengan yang saya alami 10 tahun lalu. Sebuah kisah orangtua yang ‘kehilangan’ anaknya.

Memang, kisah ini bukan ‘hilang’ dalam konteks diculik atau sejenisnya. Sepuluh tahun silam, sudah ada handphone dan ‘hilang’ yang saya maksud berkorelasi tentang itu. Dua kisah ketika ada orangtua yang mencari anaknya karena anaknya tidak bisa dihubungi. Kisah 2004, orangtua menelepon anaknya tapi tidak diangkat. Kisah 2014, handphone sang anak mati dan orangtua bingung untuk menghubungi anaknya.

IMG_5220

Sepuluh tahun yang lalu saya sedang nongkrong galau di Lorong Cinta dalam rangka menunggu mantan calon gebetan selesai praktikum. Bukan pengen ngobrol atau apapun, cuma pengen melihat. Melihat sudah merupakan kegembiraan paling pilu dari pelaku cinta diam-diam. #tsahhh

Mbohae!

Selayang Pandang Pangan Olahan

Coba nonton Spongebob di TV lokal Indonesia, kemudian simak iklannya. Ya, iklan di Spongebob memang menjadi satu hal yang membedakan tayangan di TV lokal dengan di TV aslinya. Episode standar Spongebob itu 3 sesi, awal-tengah-akhir. Namun, demi iklan, bagian tengah itu dipotong. Spongebob episode asli di TV lokal itu cuma ada di Lativi. Siapapun yang tahu bahwa pernah ada TV lokal yang mengambil nama pemiliknya itu, mungkin usianya sudah cukup matang.

Oke, fokusnya bukan itu. Mari simak iklannya! Segala macam pangan ada, segala makanan dan minuman, dari yang beku sampai cair, dari yang langsung santap hingga yang perlu dimasak terlebih dahulu, dari mantan pertama sampai calon istri kedua. Semuanya berseliweran silih berganti–tidak hanya di tayangan Spongebob–di TV kita. Apalagi yang masih TV tanpa bayar. Ah, jangankan gitu, Emak saya saja yang pakai TV berbayar malah memilih nonton acara tentang terong-terongan. *if you know what i mean*

Padahal, kalau mau tahu, iklan di TV itu hanya segelintir dan benar-benar secuil dari seluruh pangan olahan pabrikan yang beredar di Indonesia. Hanya perusahaan-perusahaan dengan budget maksimal yang berani main di above the line, sisanya milih below the line. Bahkan kadang ada yang nggak pakai line-line-an segala. Nih, tinggal masuk ke website Badan POM di www.pom.go.id lalu masuk ke tab ‘Produk Teregistrasi’ profilnya langsung kelihatan.

1Itu baru 2014 saja loh. Bulan puasa aja baru lewat, 17 Agustus juga belum, tapi jumlah produk yang mendapat persetujuan sejumlah itu. Atau kalau mau lebih seru, cuma masukkan query ‘MD’ di pencarian. Saya menemukan angka 30.655 data hanya untuk MD saja! Kalau mengetik ML, maka yang nongol adalah 28.211 data! Hampir 60 ribu macam pangan yang beredar di Indonesia Raya ini. Sekilas info, MD itu kode nomor yang diberikan untuk pangan yang dihasilkan di dalam negeri (domestik), sedangkan ML itu pangan yang dihasilkan di luar negeri dan kemudian diimpor masuk ke Indonesia. Please note bahwa itu hanya yang terdaftar di Badan POM saja.

Memangnya ada yang lain? Selain OOM ALFA?

Hwaduh!

Tentang Membuang Sampah

Saya baru saja mengakhiri perjalanan yang biasa disebut mudik. Meski saya tidak berlebaran, tapi karena SKB 3 Menteri menitahkan untuk berlibur, maka saya lantas menjadi salah satu manusia yang terlibat dalam pergerakan massa bernama mudik lebaran. Well, sejatinya saya tidak terlalu suka untuk mudik di kala lebaran. Tentu saja bukan karena teror pertanyaan ‘kapan kawin?’ yang melanda kaum-muda-usia-matang-tapi-belum-kawin-kawin kayak saya, melainkan karena kampung halaman saya namanya Bukittinggi.

Bukittinggi adalah kota mini di deretan bukit barisan. Saya sebut mini karena dari rumah saya yang di pinggir kota sampai ke tengah kota itu paling cuma butuh 5-10 menit karena jaraknya paling cuma 4 km. Saking mininya, dalam durasi 30 menit, saya bisa putar-putar Bukittinggi hingga Kantor Pos sebanyak 4 kali, sudah melebihi talak cerai. Bukittinggi menahbiskan dirinya sebagai kota wisata dengan objek andalan bernama Ngarai Sianok, Panorama, Lubang Jepang, Jam Gadang, hingga yang terbaru Great Wall (atau mungkin bisa disebut tembok gadang kalau diterjemahkan secara bebas).

IMG_5199

Nah, kenapa saya malah malas pulang ke rumah ketika saya tahu bahwa kota kelahiran saya itu adalah kota tujuan wisata?

selengkapnya!

99 Fakta Unik Karyawan Pabrik

Hampir 5 tahun saya jadi karyawan pabrik. Eh, kalau ditambah dengan waktu saya PKL ya pas banget 5 tahun. Itu kalau anak sudah bisa mukulin Bapaknya karena nggak dipinjemin IPad. Nah, dalam lima tahun itu saya mendapat banyak pengalaman yang luar biasa. Terutama karena saya berada di pabrik yang memang sedang berkembang. Saya nggak pernah berada di pabrik yang benar-benar bikin boring.

Waktu masuk pabrik pertama langsung digeber dengan renovasi–yang otomatis bikin flow produksi nggak seimbang. Pas pindah, eh dapat pabrik yang benar-benar baru dan kudu bangun sistem sana sini. Dan perihal kenapa saya meninggalkan dunia pabrik, itu nggak lebih dari upaya memberikan jalan yang lapang bagi seseorang untuk bisa jadi bos. Dan saya menulis ini sambil bernostalgia. Mungkin memang nggak akan pas semuanya karena karakter pabrik kan beda-beda. Tapi semoga ada yang nyantol.

1. Sebagian karyawan pabrik bekerja di kawasan industri

2. Sebagian lagi di pabrik-pabrik yang tidak ada di kawasan industri (ya iyalah!)

3. Pada umumnya, karyawan pabrik gajian di akhir bulan

4. Soalnya kalau gajian awal bulan, itu PNS

5. Kalau sakit setiap bulan, itu PMS

6. Karyawan pabrik biasanya nggak repot dengan pakaian kerja

7. Soalnya sudah dapat seragam dari pabriknya

8. Ada pabrik yang membedakan seragam karyawan tetap dan kontrak

9. Ada pabrik yang membedakan seragam bos dan jongos

10. Karyawan pabrik akrab dengan overall

11. Karyawan pabrik bisa mengenali temannya lewat bentuk mata

12. Dan tinggi badan

13. Soalnya, yang kelihatan cuma itu gegara mulut ketutup masker

14. Kadang malah ketutup semua semuka-mukanya

46077749

15. Sebagian besar karyawan pabrik sedang atau pernah kena shift

16. Sebagian kecil resign dari pabrik karena nggak mau kerja shift

17. Sebagian karyawan pabrik pernah lihat hantu pas shift 3

18. Sebagian karyawan pabrik pernah minta shift 2 atau 3, agar paginya bisa interview

19. Ya, interview di pabrik lain, sih

20. Itu namanya memanfaatkan kerja shift!

21. Kalau lagi interview gini, pasti takut ketahuan

22. Soalnya pergaulan pabrik ya gitu-gitu aja

23. Kecuali pindah dari otomotif ke farmasi

24. Atau food pindah ke metal

25. Bagian paling dicari di pabrik itu ada 3

26. Pertama, Engineering and Maintenance

27. Kalau mesin tiba-tiba down, sementara utang output banyak

28. Atau kalau listrik mati

29. Atau sekadar AC terlalu dingin

30. Kadang-kadang kalau AC di rumah rusak -> sampingan

31. Kedua, General Affairs

Untitled

32. Kalau makanan di kantin nggak enak

33. Oh, dalam hal makanan ini karyawan pabrik nggak repot mikir “hari ini makan dimana?”

34. Atau overall hasil laundry kotor

35. Atau galon di office kosong

36. Ketiga, IT

37. Kalau jaringan bermasalah

38. Kalau nggak ada masalah, orang-orang lupa dengan tiga bagian itu

39. 1000% (iya, seribu persen) karyawan pabrik pasti pernah, sedang, atau akan sebel sama PPIC

40. Ya, bahkan orang PPIC juga sebel sama dirinya sendiri, kok

41. Soalnya, PPIC itu yang ngejar-ngejar produksi buat bikin barang

42. Ngejar-ngejar gudang buat secepat mungkin receipt bahan baku

43. Ngejar-ngejar QC buat periksa dan meluluskan bahan baku

44. Sampai ngejar-ngejar QA buat periksa dan meluluskan produk

45. Ngejar-ngejar kamu juga, deh!

46. Kadang malah ngatur biar lembur segala

47. Lha piye, kuwi tuntutan pekerjaan je!

48. PPIC juga manusia, punya rasa punya hati! Kami juga nggak mau lembur!

49. (ini kok malah curhat?)

50. Karyawan pabrik itu keder kalau owner pengen masuk line produksi

51. Semuanya dibersihin, pokoknya

52. Hati juga dibersihin dari kenangan #eh

dont-panic-its-only-sleeve-manufacturing

53. Umumnya, karyawan pabrik kudu digrepe-grepe satpam kalau mau pulang

54. Mencegah kalau bawa pulang produk

55. Karyawan pabrik itu akrab sama loker

56. Terutama sebagai tempat ganti baju sebelum masuk ke lini produksi

57. Selain itu bisa juga digunakan sebagai tempat bobok siang

58. Atau sekadar nonton Liga Champions kalau lagi shift 3

59. Dan Piala Dunia, tentu saja

60. Selalu ada staf pabrik yang sepeda motornya Grand

61. Sementara bawahannya pakai Ninja

62. #pukpukstafkere

63. Keluar masuk pabrik itu nggak mudah, harus ijin sana-sini

64. Karyawan pabrik yang cewek umumnya nggak pakai make up

65. Dan juga nggak pakai perhiasan

66. Lah, wong di GMP itu pakai make up dan perhiasan dilarang kok

67. Kalau pakai malah bisa dihajar inspektur Quality

68. Terus kalau hang out pas pulang kerja galau ngelihat karyawan bank cantik-cantik

69. Gaji karyawan pabrik itu tetap dan nggak banyak plus-plusnya

70. Paling mentok plus lembur

71. Soalnya jarang dinas luar

72. Jarang entertain klien juga

73. Kliennya mesin, nggak butuh ditraktir

74. Kecuali manajer yah, on bill soalnya

75. Tugas pelulusan produk ada di tangan Quality Assurance (atau yang setara)

76. Jadi kalau ada produk yang nggak oke di pasaran, tersangkanya jelas kan?

77. *ditabok rame-rame sama orang quality*

78. Bagian penting bagi orang Quality adalah Validasi

79. Tapi untuk bagian lain, Validasi itu tidak disukai gegara memperlama proses

80. Masalahnya, statement “produk tervalidasi” itu sering jadi andalan untuk promosi

81. Karyawan pabrik kalau mau nimbang berat badan nyari label kalibrasi terlebih dahulu

images

82. Selalu ada sesi marketing kunjungan ngelihat pabrik

83. Sering terjadi, sudah jualan bertahun-tahun tapi dia belum lihat proses bikin produknya

84. Dan terjadi juga karyawan pabrik yang emoh menggunakan produk sendiri -> beneran ada lho

85. Padahal umumnya sih karyawan pabrik dapat produk gratisan

86. Buku OOM ALFA ditulis saat penulisnya masih kerja di pabrik

87. Kalau pengen beli bukunya, kontak ariesadhar at gmail dot com yah! #promopenting2014

88. Karyawan pabrik akan selalu terkait dengan cost reduction

89. Soalnya beban promosi sering ngaruh ke reduksi biaya produksi

90. Selalu ada orang produksi yang sebel sama orang finance

91. Dan sebaliknya

92. Hampir semua benda yang kita gunakan adalah buatan pabrik

93. Mulai sepeda motor sampai tepung bumbu

94. Mulai kopi instan sampai bis AKAP

95. Jadi, jangan sekali-kali memandang sebelah mata para karyawan pabrik

96. Bagi sebagian orang, menjadi karyawan tetap adalah mimpi sederhana yang sulit dicapai

97. Bagi sebagian staf, status karyawan tetap berarti mudah loncat ke pabrik lain

98. Karena nggak ada lagi penalti terkait status kontrak

99. Orang yang pernah kerja di pabrik, pasti akan memahami makna keteraturan

Yup! Sekian sajah deretan fakta yang relevan dengan kondisi karyawan pabrik. Semoga dari 99 ada sebagian kecil yang sesuai, walau satu sekalipun.

Salam gebukin PPIC!