All posts by ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

Panduan Bagi Perempuan yang Lelakinya Main Fantasy Premier League

Apa itu Fantasy Premier League? Itu klik saja linknya kalau mau mengerti, sama halnya dengan klik OOM ALFA, kalau mau mengenal dan membelinya. Secara garis besar dapat dijelaskan begini:

Seorang pemain Fantasy Premier League wajib memilih 15 orang pemain Premier League beneran, dengan komposisi 11 pemain inti dan 4 cadangan. Kompetisi dalam FPL ini dihitung berdasarkan permainan 11 pemain terpilih itu di Liga Inggris beneran. Jadi, kalau saya memilih Kun Aguero dan lantas Aguero beneran bikin 5 gol, maka saya dapat poin banyak. Sama halnya dengan kalau saya memilih Riyad Mahrez, tapi Mahrez beneran tidak main ya saya nggak dapat poin. Pemberian poin ini berbeda antar posisi pemain. Kalau mau lebih jelas bisa dicek ke sini.

FPL1

Mungkin menjadi aneh bagi para perempuan ketika ada suatu waktu para lelakinya lebih asyik dengan laptop/tablet/smartphone dengan gambar begini:

FPL2

Janganlah merasa aneh, wahai perempuan! Itu adalah tanda-tanda kalau lelakimu main FPL. Kalau kemudian ada kalanya kamu dicueki, selain karena memang cowok itu umumnya romantis dan tidak cuek hanya pada PDKT, ya boleh jadi karena pacar atau suami kamu sedang memikirkan hal yang cukup pelik, semisal memilih memainkan Romelu Lukaku atau Callum Wilson. Jangan lupa tanyakan, apa sih asyiknya main FPL sampai lupa pasangan? Pertanyaan itu dalam kadar setara, sama saja dengan pertanyaan “apa sih lucunya tas Charles and Keith atau sepatu Marie Claire?”.

Selengkapnyah!

Istilah CASN: Sesuai Dengan Peraturan Atau Tidak?

Ada cukup banyak hal yang bikin geli di dunia ini, selain bulu babi dan bulu ayam yang dielus-eluskan di telapak kaki. Demikian juga melihat Chelsea Olivia maupun mantan terindah nikah duluan, itu juga geli. Geli-geli ngilu. Naik OOM ALFA apalagi, geli banget itu, mah. Well, salah satu hal yang bikin geli akhir-akhir ini–setidaknya buat saya–adalah penggunaan istilah CASN.

Munculnya istilah CASN sebenarnya sejalan dengan munculnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Sehingga banyak yang bilang bahwa sekarang nggak ada lagi PNS, nggak ada lagi kenangan, nggak ada lagi mantan, adanya ASN. Ini lucu, karena di dalam UU ASN sendiri, dalam Pasal 6 disebut bahwa:

Pegawai ASN terdiri atas:
a. PNS; dan
b. PPPK.

Upload_1

Jadi, istilah PNS itu sebenarnya masih ada, hanya ditambahkan ruang lingkup besarnya ke dalam ASN bersama dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Maka, menyebut bahwa sekarang istilahnya bukan lagi PNS tapi ASN itu boleh dibilang tidak cocok sama UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Istilah PNS itu masih ada, kok. Masih eksis bahkan di dalam UU yang katanya meniadakan istilah PNS itu.

Selengkapnya!

Bersua Kembali Dengan Merapi

Gunung itu namanya Merapi, disebut-sebut sebagai gunung berapi yang selalu aktif. Dan gunung itulah yang selalu menjadi patokan saya sejak tahun 2001 di Jogja–tentu sebelum hotel-hotel perebut trotoar berdiri di Jogja. Dulu, kalau kesasar, tinggal cari ke sekeliling, adakah Merapi? Jika ada, maka jelas, itu utara. Langkah selanjutnya adalah mudah. Gunung itu pula yang saya lihat pertama kali begitu diguncang bumi pada Mei 2006. Dia ‘hanya’ berasap, karena memang bukan Merapi yang bergejolak.

Merapi pula yang jadi saksi ketika pertama kali saya dipeluk cewek, itu ketika pulang dari Pentingsari. Merapi pun adalah tempat ketika Bang Revo dipakai jadi modus boncengin cewek. Dan yang paling jelas bin terang dari semuanya itu, Merapi adalah saksi ketika gadis idaman tsurhat sama saya tentang cowok idamannya yang bukan saya. Pedihlah mah kalau mau dikenang.

wpid-photogrid_1442937817711.jpgBagaimanapun, Merapi dan Jogja pernah dan akan selalu menjadi bagian dari hidup saya. Maka, ketika sedang tidur-tidur manja di Ciawi dan tetiba saya ingat Jogja, langsunglah saya berencana liburan ke Jogja. Namun boleh jadi saya tetiba ingat Jogja itu adalah bukti sebuah feeling, karena pada akhirnya dalam waktu penantian yang sangat tidak lama saya benar-benar bisa terbang ke Jogja, tempat lahirnya OOM ALFA!

Selengkapnya!

Tentang Hoax PPA: Perlukah Kita Menyisihkan Secuil Otak di Jempol?

Minggu lalu waktu saya sedang leyeh-leyeh di Hotel Neo, Sarkem, tetiba dapat pesan WA dari Pak Tri, dedengkot pelayanan di Cikarang sono. Pesannya simpel, hendak mengkonfirmasi terhadap sebuah share-share-an berikut ini:

wpid-photogrid_1442934054717.jpgSungguh, ketika membaca gambar itu untuk pertama kali, saya ngakak habis! Tapi lama kelamaan, ketika saya terus bermain di linimasa, saya malah jadi sedih karena gambar kampret itu tersebar kemana-mana dengan pesan untuk berhati-hati. Saya memang ngakak, karena saya mengerti isu itu. Yah, anak farmasi lawas pasti juga tahu kalau konten gambar itu lucu. Cuma memang, nggak semua orang paham.

Selengkapnyah!

Kajian Audit Terhadap Pasangan Yang Diduga Selingkuh

Selingkuh. Hmmm. Lucu juga buat saya, kadang-kadang. Kawin itu ribet, sudahlah ribet, eh pakai selingkuh pula. Lagipula nih, sebagai cowok yang merasakan betapa ribetnya punya pacar cewek, kadang-kadang saya mikir, kalau satu saja susah bagaimana harus menghadapi dua? Ya, begitu, sih. Namun demikian, namanya selingkuh itu tetap ada, pun mendunia.

Nah, melalui posting ini saya hendak mengarahkan para cowok atau cewek yang curiga bahwa pasangannya selingkuh untuk melakukan audit. Audit kan artinya membandingkan kondisi dengan kriteria, jadi dalam maksud ini kondisinya adalah pasangan yang diduga selingkuh dan kriterianya adalah pasangan semestinya tidak selingkuh. Dengan adanya tahapan-tahapan yang sesuai dengan prosedur audit yang baik dan benar maka dimungkinkan hasil yang diperoleh lebih optimal. Output maupun outcome hingga OOM ALFA tercapai! Hore!

Jadi, mari kita mulai dengan bagian besar pertama yakni PERENCANAAN. Dalam tahapan ini ada delapan langkah yang tidak boleh diabaikan.

Penetapan Tujuan dan Ruang Lingkup
Ketika kamu hendak melakukan audit kepada pasangan yang diduga selingkuh, pertama-tama kamu harus menetapkan tujuan yang pasti. Nah, tujuan yang dimaksud itu adalah tujuan kamu dan pasangan. Tentu saja hendak menjadi pasangan nan bahagia dunia akhirat. Maka, tujuan itu jangan diabaikan dalam seluruh rangkaian penugasan. Demikian juga dengan ruang lingkup itu adalah kamu dan dia, jangan melibatkan tetangga apalagi mertuanya Risty Tagor.

Continue reading Kajian Audit Terhadap Pasangan Yang Diduga Selingkuh

Kajian Hubungan Percintaan Berdasarkan Opini Audit

Salut buat kalangan pintar yang tetiba begitu paham opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) milik Pemprov DKI sehingga bisa memaki-maki Ahok di Pesbuk. Padahal, awak yang berkutat di dunia perauditan saja masih pening dalam mencerna opini-opini audit. Diklatnya saja lebih lama dari berangkat jadi Haji. Banyak kalangan pintar–include wartawan bodrek–yang menyebut bahwa opini yang disebut WDP itu adalah indikasi korupsi. Hmmm, patut diingat bahwa korupsi itu mengandung tiga prinsip: melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, dan merugikan keuangan atau perekonomian negara. Kaitannya dengan WDP?

woman-in-suit-with-magnifying-glass-near-calculatorNah, inilah susahnya manusia Indonesia yang terlalu gampang nge-share hoax di Pesbuk. Opini WDP milik Pemprov DKI itu diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas penyajian laporan keuangan. Itu dia makanya di Madura sana dikasih WTP tapi tetap saja ada yang tertangkap korupsi. Sekali lagi, penekanannya beda. Kalaulah disebut ‘kerugian negara’ dalam hasil pemeriksaan BPK, itu baru 1 aspek dari korupsi. Maka, menjadi lucu ketika ada wartawan bodrek yang mengirim surat minta konfirmasi ke sebuah instansi dan mengubah isi laporan ‘kelebihan pembayaran’ menjadi ‘dugaan korupsi’, kemudian di dalam suratnya ada nomor rekening. Heuheu, minta dikirim duit ya?

Selanjutnya!

[Review] Critical Eleven

Sejak OOM ALFA rilis, udah lama sekali saya tidak baca novel secara utuh, padahal novel juga banyak. Entah mengapa, mungkin karena saya terlalu sibuk mengutuk diri pada terminologi penulis-kurang-laku. Padahal harusnya membaca novel orang lain adalah cara untuk bisa menjadi lebih laku. Untunglah ada kesempatan diklat ini, yang mana daripadanya sesudah jam 5 waktu hanya habis untuk meringkuk manja di atas springbed yang lebih empuk daripada kasur di kosan. Maka, membaca novel adalah penyerta yang menarik, dan pilihan itu jatuh kepada Critical Eleven dari Kak Ika Natassa.

133359_ikanattasa2Sejak direkomendasikan oleh mbak mantan untuk membaca Antologi Rasa, Kak Ika dengan mutlak menjadi referensi bagi saya untuk menulis. Bukan karena tulisannya belaka, namun juga karena latar belakang sebagai seorang profesional yang tetap menulis. Itu cita-cita saya banget, soalnya. Namun, entah kenapa, meski saya punya Twivortiare 2, niat membaca itu tidak ada sama sekali. Mahal, padahal.

Selengkapnya!

[Review] Inside Out

Hari Minggu kala diklat adalah hari penting, tentu saja karena hari Sabtu sudah terenggut keperjakaan untuk pembelajaran. Nah, kebetulan diajak sama anak remah-remah rempeyek untuk nonton di Botani Square, sebuah emol yang sering disingkat… boker.. –“. Maka, sepulang dari misa di Katedral Bogor, segera saya berangkot ke emol paling happening bagi para peserta diklat di bilangan Ciawi tersebut.

Inside Out adalah film yang dituju. Pesona rating IMDb-nya yang sampai 8,6 tentu tiada bisa dilewatkan. Bandingkan dengan Battleship yang pernah direview disini dengan rating 5,9. Pun dengan film sejenis yang tersedia di XXI, Fantastic Four cuma punya rating 3,9! Belum lagi tipenya yang kartun, lumayan untuk menyegarkan otak. Meski jelas akan tiada adegan cium-ciuman, saya tetap turut serta dalam antrean lumayan panjang memperebutkan kursi untuk film ini. Apalagi, rasanya saya nonton terakhir itu bareng Mbak Pacar yang notabene sudah hampir setahun melancong ke London. Beuh.

Woke, mari kita mulai.

Kalau menyaksikan film besutan Pete Docter dan Ronaldo Del Carmen ini jangan keslamur dengan film ‘Lava’ tentang gunung yang kasmaran. Filmnya bukan itu, kok. Mengacu pada pembuatan plot drama tiga babak, bagian dunia tidak sempurna diawali dengan kelahiran Riley Andersen dan munculnya Joy. Pada bagian ini kita akhirnya tahu bahwa maksud dari Inside Out itu adalah adanya personifikasi terhadap suasana hati yang dimiliki manusia. Joy (suara oleh Amy Pochler) muncul dan menjadi pengendali dalam hidup Riley. Sesuai namanya, Joy mewakili perasaan senang. Joy tampak gembira hingga 33 detik kemudian, Riley mulai menangis dan lantas muncul sosok biru-mungil-bantet-tidak-unyu bernama Sadness (suara oleh Phyliss Smith).

wpid-screenshot_2015-08-23-16-48-57_1.jpgPerkenalan demi perkenalan terus dilakukan termasuk pengkondisian latar dari cerita. Selain Joy dan Sadness, tersebutlah Fear, Disgust, dan Anger. Jadi, kelima tokoh tersebut berkuasa menyetir Riley. Ruang kontrol berikut ‘dunia’ yang ada di dalam film ini boleh jadi menggambarkan otak manusia. Setiap peristiwa selalu mengandung satu perasaan dan dalam posisi tertentu akan muncul menjadi ingatan inti. Namanya juga anak-anak, Riley selalu tampak gembira karena Joy memang menguasai ruang kontrol. Joy bahkan sangat mengontrol keberadaan Sadness. Si pembawa sedih itu selalu dilarang macam-macam, termasuk terlibat dalam butiran memori yang dimiliki oleh Riley.

Continue reading [Review] Inside Out

Kajian Good Governance Dalam Berpacaran

Sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan alias diklat, sesuatu yang kalau di pabrik dikenal sebagai training, nggak seru juga kalau tidak berbagi di blog nan berdebu ini. Sama halnya seperti ketika saya menulis tentang kajian manajemen risiko terhadap masyarakat LDR, maka kali ini dalam pelajaran diklat Manajemen Pemerintah Pusat saya menemukan adanya konsep Good Governance. Ternyata, jika dikaji lebih lanjut, Good Governance itu bisa diberikan konteks dalam hubungan saling mengasihi yang disebut sebagai pacaran. Maka, mari kita coba gali pendalaman nilai-nilai Good Governance dalam hubungan berkasih-kasihan itu.

1. Transparansi

Di dalam Good Governance, transparansi dimaknai sebagai adanya kebebasan dan kemudahan untuk memperoleh informasi yang akurat dan memadai. Dalam konteks hubungan berpacaran, transparansi sangat diperlukan. Misalkan, cewek meminta informasi kepada cowoknya dengan bertanya “Sayang, lagi apa?”. Si cowok tentu saja harus memberikan kebebasan dan kemudahan bagi ceweknya untuk mendapatkan informasi, maka dia menjawab, “Lagi nganter Mama nyari batu akik”. Namun patut diingat, informasi yang diberikan harus akurat dan memadai, jangan sampai kemudian si cewek melakukan konfirmasi, “Loh, Sayang, Mama kamu kan sedang belanja cabe sama aku? Kamu nganter siapa? Ayo jawab! Jawab!”. Dalam keadaan ini, si cowok harus meninggalkan TTM-nya di kamar hotel melati dan segera minta maaf kepada ceweknya karena dia telah gagal memberikan informasi yang akurat dan memadai.

bohaeUntuk meningkatkan transparansi, cowok dan cewek dapat bertukar handphone, berikut akses WhatsApp-nya. Maka akan menjadi transparan bagi para cewek bahwa cowoknya ternyata suka menerima gambar mesum di grup WhatsApp khusus lelaki, dan cowok juga secara transparan akan tahu bahwa ceweknya selalu berbagi foto lipstik terbaru sehingga ceweknya lebih paham beda lipstik 50 ribu dengan lipstik 500 ribu alih-alih membedakan temu lawak dan kunyit di dapur.

Selengkapnya!

Insadha: Cerita Ospek Tanpa Kekerasan

Hey! Kamu yang disana menatap lurus bagai peluru
Hey! Singsingkan lengan baju membangun negeri dengan karyamu
Tunjukkan pada dunia bahwa dirimu bisa

Hey! Janganlah engkau raihlah ilmu teruslah maju
Hey! Jadikan hari ini ukiran sejarah bagi hidupmu
Tunjukkan pada dunia bahwa dirimu bisa

Salam Insadha kuucapkan hanya padamu
Salam Insadha kutunjukkan hanya untukmu
Lewati masa ini membangun dunia ini
Bersatu kita dalam Salam Insadha

Lagu yang liriknya tertera di pembuka posting ini pertama kali saya dengarkan bulan Agustus, sebelas tahun silam, via suara emas Mas Kongko yang mirip Duta Sheila on 7. Dan ajaibnya, saya masih hafal, bahkan di beberapa bagian saya masih ingat gerakannya. Bagian ‘Hey!’ dipraktekkan dengan meletakkan kedua telapak tangan di depan bibir layaknya memanggil orang dari jarak jauh. Part ‘membangun negeri’ dilantunkan sambil membentuk segitiga di atas kepala dengan dua tangan, dilanjutkan dengan ‘dengan karyamu’ sambil macak binaragawan dengan pose paling klasik. ‘Salam Insadha’ dinyanyikan sambil melompat kiri kanan sambil dadah-dadah. Bahkan ada bagian kita selalu mahasiswa baru nan jomblo bisa bergandengan tangan dengan siapapun yang ada di sebelah kita. Uhuk!

sumber: debbynataya.wordpress.com
sumber: debbynataya.wordpress.com

Yes, sesudah selamat dari kemungkinan mengalami MOS yang gaib dan tidak berkonsep di SMA karena saya mengalami Inisiasi yang keren, saya terselamatkan lagi dari Ospek dengan sok-sokan pakai topi bertali rafia serta tas dari karung. Orientasi alias pengenalan lingkungan yang saya alami ketika menjadi anak baru di universitas menggunakan pendekatan yang sama sekali berbeda dengan yang digambarkan mengenai Ospek. Kala itu, sebelas tahun silam, saya masuk ke Universitas Sanata Dharma, dan menjadi peserta Inisiasi Sanata Dharma atau yang terkenal dengan nama Insadha.

Selengkapnya tentang Insadha!