Category Archives: Berniat Lucu

Belajar menulis lucu :|

4 Alasan Cowok Farmasi Adalah Calon Suami Ideal

Sudah lama ya saya tidak menulis sesuatu yang berguna untuk perkembangan dunia kefarmasian. Di sela-sela polemik SKP yang lumayan meruncing dengan terjadi polarisasi, maka ada baiknya sebagai pemilik ijazah apoteker yang tidak mengurus SKP karena tidak melakukan praktek kefarmasian, saya mencoba menengahi dengan tulisan yang visioner dan membangun. Dari judul ini, kira-kira tampak visioner nggak ya?

TENTU TIDAK!

58199935

Ya, memang. Kontribusi saya bagi dunia kefarmasian paling mentok adalah membuat para apoteker tertawa dan mengenang masa silam, semisal lewat tulisan 97 Fakta Unik Anak Farmasi. Begitu saja, kok. Makanya sekarang saya mau melakukan tinjauan tentang posisi cowok farmasi–yang langka itu–dalam perspektif calon suami karena setelah saya renungkan di taksi dari Salemba ke Palmerah, ternyata ada alasan sahih yang membuat anak farmasi dapat dikategorikan sebagai calon suami yang ideal. Apa saja itu? Ini dia~~!

Selengkapnya!

8 Kelebihan Pekerja Jakarta

Lagi heboh menyoal gaji PNS DKI yang gila-gilaan gedenya. Simpelnya, nggak ngapa-ngapain saja sudah dapat 9 juta, yang penting disiplin terpenuhi. Selamat kepada PNS DKI yang benar memilih langkah menjadi PNS karena kebetulan Gubernurnya peduli, bedakan sama PNS lain (plus karyawan hotel) yang rejekinya malah disunat.

Sebenarnya yang harus digaji tinggi itu bukan saja PNS DKI, tapi seluruh orang yang bekerja di Jakarta yang dalam tulisan ini saya sebut sebagai Pekerja Jakarta. Kenapa begitu? Karena saya adalah penulis buku OOM ALFA. Eh, nggak nyambung ya? Hmmm, setelah dilihat dan direnungkan dengan mantap, ternyata para pekerja Jakarta itu punya setidaknya 8 kelebihan yang bahkan tidak dimilki oleh pekerja-pekerja lain di berbagai kota metropolitan di dunia dan di Mars. Apa sajakah 8 kelebihan itu? Mari kita bahas dengan kepala dingin. *kasih es batu*

1. Pekerja Jakarta Rajin Bangun Pagi

Jakarta adalah sebuah kota yang penghuninya meningkat drastis di hari kerja. Peningkatan itu berasal dari kota-kota semacam Tangerang dan Bogor, serta sebuah tempat semacam Bekasi. Jam kerja di Jakarta adalah jam 8 pagi. Nah, bagaimana caranya para penghuni kota-kota yang jauh itu bisa tiba di Jakarta tepat waktu? Tentu saja, dengan bangun pagi!

Pekerja-Commuter-Jakarta-thejakartapost.com_-490x326

Para Pekerja Jakarta yang berubah di luar kota Jakarta umumnya bangun jam 3 atau 4, selambat-lambatnya 5. Kemudian mereka akan bersiap dengan mantap, dan mulai berangkat pada pukul 4 atau 5, selambatnya 6. Jadi, ketika matahari saja belum bangun, para Pekerja Jakarta sudah rapi dengan pakaian kerja masing-masing, bersiap melakoni hari-hari yang melelahkan dan mengharukan. Well, bagaimanapun bangun pagi adalah sebuah kelebihan, kan? Masalahnya memang, telat berangkat 5 menit, macetnya bisa menyebabkan perjalanan bertambah 30 menit, atau bahkan lebih.

Continue Reading!

123 Hal Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Berada di Dalam Pesawat Yang Sedang Terbang

1. Membuka sabuk pengaman orang lain yang duduk di sebelah kamu
2. Apalagi kamu nggak kenal sama dia
3. Apalagi kalau di sebelahnya ada suaminya, nanti kamu dipliriki kayak gini:

012414hu2sh-e14205145757664. Mengajak penghuni hot seat untuk bertukar kursi
5. Ngobrol sama kondektur
6. Minta rokok sama kondektur
7. Meminta pilot untuk ngeblong
8. Menyemangati pilot untuk menyalip Rosalia Indah
9. Atau Kramat Djati
10. Menurut ngana, ini Pantura?

Masih 100-an lagi, baca yuk!

4 Omongan Yang Sering Dilontarkan Kepada Anak Farmasi

4 Omongan Yang Sering Dilontarkan Kepada Anak Farmasi

Sudah lama nggak nulis tentang farmasi. Tentunya karena saya sudah hampir 1 tahun tidak bekerja lagi di pabrik farmasi. Saya malah lebih sibuk mengenang, fotokopi dan mengisi TTS. Gimana, dong? Nah, untuk meredakan rindu pembaca farmasi di blog ini, saya mau menulis tentang beberapa kalimat berupa omongan yang sering terlontar kepada anak farmasi. Menurut riset yang dilakukan, bekerjasama dengan A.C.Lontong, hampir 99,4% anak farmasi pernah dan akan menerima omongan-omongan di bawah ini. Penasaran? Penampakan? Ini dia!

1. “Ini obat apa, sih?”

Begitu ketahuan kalau mahasiswa farmasi–semester 1 belum ospek sekalipun–seseorang akan mulai akrab dengan obat dan pertanyaan-pertanyaan terkait, terutama yang menjadi judul poin ini. Seringkali Mamak saya menelepon ketika sedang di rumah orang, “Bang, untuk apa obat ini, nak?”. Disebutkanlah sebuah merk. Mengingat di Indonesia Raya ini ada 200-an pabrik farmasi, masing-masing pabrik punya sekian ratus brand obat, maka ketika suatu merk disebut, apakah itu berarti saya akan mudah menyimpulkan dan menjawab dengan lugas dan tuntas berikut farmakoterapi obat orang lain yang sedang ditanyakan oleh orangtua saya? Ya, kali. Ketika saya menjadi karyawan pabrik yang merupakan market leader untuk obat generik, memang menjadi lebih mudah untuk menjawab. Apalagi saya kan PPIC.

Menjadi MIMS atau ISO berjalan adalah keharusan bagi seseorang yang sudah melekatkan farmasi dan hidup kesehariannya. Sejatinya sudah agak dipermudah ketika ada regulasi untuk mencantumkan kandungan obat dengan ukuran 80% dari font merk obat. Jadi, ketika saya ditanya, maka saya akan nanya balik, “isinya apa?”. Namun, bagi apoteker yang kerjanya mengurusi kotak dan angka di spreadsheet, mengurusi oli mesin cetak, mengurusi event, siapa yang ingat seketika suatu obat Lisinopril berasal dari golongan apa, mekanismenya gimana, tahunya ya obat hipertensi. Apakah dia termasuk golongan Angiotensin Receptor-Blocker (ARB), JKW, JK, Win-HT, dan golongan-golongan lainnya.

2. “Wah, bisa baca tulisan jelek, dong?”

Bisa baca tulisan ini?

bertha-004

Baca selengkapnya, yuk!

Tertangkap Pastor Paroki

Pacaran, pada prinsipnya, adalah sesuatu yang menyenangkan, walaupun kawan-kawan saya bilang bahwa menikah lebih menyenangkan. Apapun, yang jelas keduanya jauh lebih menyenangkan daripada jomlo menahun, berkerak penuh luka dalam kesendirian nan hina, berteman dengan sepi dan kenangan-kenangan yang melintas dalam fragmen-fragmen panjang tiada henti. Ah!

Sesudah mencari pacar di berbagai arena, akhirnya saya menemukan gadis yang bersedia ditipu dengan sebongkah ongol-ongol dan berkenan menjadi pacar saya. Siapa duga dan siapa sangka, ternyata gadis itu adalah umat dari Mas-nya Bapak saya. Ya, kebetulan beliau memilih jalan menjadi pemuka umat Katolik. Ada beberapa sisi positif dan negatif dari posisi ini. Sisi positifnya, ketika PDKT, rekomendasi dari Pakde sendiri yang adalah pemuka umat tentu adalah nilai plus. Sisi negatifnya? Mengingat proses pengesahan pernikahan dalam agama Katolik adalah via Pastor Paroki, maka bisa jadi saya akan terjebak dalam penyelidikan kanonik nan menyeramkan mengingat Pastor yang menyelidiki itu telah mengenal saya sejak belum dibuat.

Selain itu, mengingat Pakde saya adalah pemuka umat setempat, jadi tempat saya pacaran otomatis juga adalah teritorial beliau. Dan pemuka umat tentunya juga bertugas melindungi umatnya, termasuk dari ancaman keponakannya sendiri. Itulah konteks ketika cerita ini terjadi.

Suatu kali dalam kunjungan ke Cimahi, saya dan pacar misa ke Pratista, sebuah tempat retret milik Ordo Salib Suci (kayaknya), yang terletak di Jalan Kolonel Masturi. Kalau ke Bandung dan sekitarnya, jangan heran sama Jalan Kolonel Masturi karena panjangnya melebihi jalan kenangan. Mungkin hanya kasih ibu yang bisa menyaingi panjangnya, seperti kata pepatah, kasih ibu sepanjang jalan Masturi, kasih ayah sepanjang jalan Riau.

rekoleksi-wil-theresia-2

Continue Reading!

5 Kebijakan Pemerintah yang Dibutuhkan Oleh Pelaku LDR

Selamat jumpa kembali para pelaku LDR! Salam Nggerus! Kali ini sesudah bertapa sambil hidup sederhana di planet bernama Bekasi, saya kembali lagi untuk mewartakan beberapa usulan kepada Pemerintah. Tentu saja sekarang kan sedang marak surat edaran dan aneka kebijakan pemerintah dalam rangka reboisasi, eh, revolusi mental. Kiranya akan lebih baik jika para pelaku LDR juga dilibatkan dalam revolusi ini. Bagaimanapun para pelaku LDR alias para jomlo de facto itu adalah manusia-manusia ngenes tapi super (ingat, bukan super ngenes ya!) yang lebih sering membelai guling daripada pasangannya sendiri.

Nah, setidaknya ada lima kebijakan pemerintah yang perlu diterapkan dalam rangka mendukung kelestarian para pelaku LDR. Oh, plis dicatat sebelunya bahwa hubungan DEPOK MENTENG itu tidak termasuk LDR. Saya jadi ingat salah satu buku tempat tulisan saya pernah bernaung tentang LDR. Ceritanya oke, menarik, menguras air mata dan air keran, hingga kemudian saya mendapati bahwa LDR itu terjadi antara dua tempat yang sama-sama masih JABOTABEK. Luar biasa. Luar biasa ngawur.

Oke, ini dia kebijakan yang diperlukan! Mari disimak! Siapa tahu nanti ketika proses reshuffle dan Pak Presiden punya ide untuk membuat Kementerian Pemberdayaan Jomlo Menahun dan LDR. Saya siap melamar menjadi Inspektur Jenderal kalau ada kementerian ini, siap juga dengan fit and proper test-nya. Tenang saja.

1. Area Khusus LDR

Sekarang naik TransJakarta dan naik KRL Commuter Line itu ada pembedaan karena keduanya punya area khusus wanita. Sesungguhnya pemisahan ini terbilang bagus bagi para pelaku LDR sirik karena kebijakannya yang jelas. Misal ada pasangan yang sedang dimabuk asmara naik TJ, lalu sang cewek mau duduk di area khusus wanita, sudah jelas si cowok harus berada setidaknya di dekat pintu. Aturan yang jelas sudah memisahkan dua orang yang sedang berkasih-kasihan. Masalahnya hal itu tidak berlaku kebalikan. Ketika ada pasangan yang berkasih-kasihan di TJ tapi di area bukan khusus wanita, ya mereka boleh peluk-pelukan dan ngobrol hore sambil curi-curi-cium, sementara pelaku LDR puas dengan wassapan sama pasangannya.

Ini sungguh tidak adil! Dan soal mesra-mesraan itu juga terjadi di KRL Commuter Line, kadang pasangan nan dimabuk asrama itu saling menyandarkan kepala, hati, dan masa depan satu sama lain di dalam gerbong kereta. Mereka sama sekali tidak peduli kaum LDR yang sirik, apalagi kaum jomlo menahun yang siap-siap nyemplung Waduk Pluit segera sesudah turun.

kereta-commuter-line

Continue Reading, Mbohae!

Beberapa Cara Menjawab Pertanyaan “Kapan Kawin?”

“BANG, KAPAN KAWIN?”

Siapakah manusia berumur 25 tahun ke atas di dunia ini yang belum pernah mendapatkan pertanyaan di atas? Kalau saja Napoleon belum menikah di umur segitu sudah pasti dia akan dapat pertanyaan serupa, tapi bunyinya begini:

Quand allez-vous vous marier?

Ah, jangankan Napoleon, Masha aja kalau sudah gede, dan nggak nikah-nikah pasti akan mendapat pertanyaan yang sama, cuma tulisannya begini:

Когда вы собираетесь пожениться

gambar-masha-and-the-bear

Yup, pertanyaan “kapan kawin” adalah sebuah terminologi yang menyakitkan bagi banyak kalangan yang sudah berusia cukup untuk menikah, tapi nggak nikah-nikah. Mungkin hanya beberapa orang yang akan tersipu malu dengan pertanyaan ini, itupun hanya seorang pelaku poligami yang mungkin pipinya memerah ketika ditanya, “kapan kawin…

…lagi?”

Selanjutnya, Mbohae!

32 Fakta Tentang Ada Apa Dengan Cinta LINE

Lagi marak iklan yang pasti mahal dari LINE bertajuk Ada Apa Dengan Cinta yang disambungkan dengan kejadian 12 tahun yang lalu. Boleh cek YouTube-nya nih:

 Keren sekali konsepnya, dengan menyasar manusia-manusia yang 12 tahun lalu masih kinyis-kinyis dan belum alay. Nah, sesudah saya lihat-lihat ada beberapa fakta unik terkait iklan video dari LINE ini. Berikut faktanya:

1. Rangga masih suka berpuisi.

2. Puisi Rangga yang membuka video bunyinya begini:
Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu
    Karena cinta, waktu terbagi dua
    Denganmu dan rindu untuk kembali ke masa

3. Rangga minum minuman keras barenga kawan-kawannya

4. Canon adalah merk kameranya Rangga

5. Bosnya Rangga–atau tukang ngatur perjalanan dinasnya kali ya–namanya Emily

6. Rangga punya kipas angin di rumahnya di New York

7. Rangga bisa buka LINE padahal nggak ada paket data dan WIFI

8. Di HP Rangga cuma ada indikator sinyal sama baterai

9. Ada teman SMA Rangga yang namanya Khairul

10. Komputernya Cinta Apple cuy!

11. Cinta mungkin kurang gaul karena hanya kenal 1 orang yang namanya Rangga

12. Ladya Cheryl, si Alya, tetap jadi yang paling manis!

13. Dan tetap jadi yang satu-satunya ada di kala galau

14. Cinta adalah cewek pada umumnya, yang sudah baca pesan tapi lama beudh balasnya

15. Rangga adalah tipe cowok yang nggak suka meneror perempuan, sungguh kawinable

16. Kemungkinan besar sekali, Rangga nggak mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

17. Rangga, Cinta, dan Pak Jokowi sama-sama pakai baju putih

18. “Semua orang bisa mulai dari awal,” kata Alya. Uwuwuwuw~~~

19. Terjadi hujan di Jakarta pada tanggal 18 malam

20. Rangga dan Cinta masih sama-sama punya buku AKU, bukan OOM ALFA

21. Rangga akan duduk di seat nomor 10B

22. Boarding Pass Rangga nggak ada merk pesawatnya

23. Kemungkinan besar Rangga tidak terbang melalui terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

24. Soalnya nggak ada orang boboan manis yang makan 3-4 kursi panjang di sebelah-sebelah Rangga

25. Rangga sudah boarding, tapi duduknya bukan di ruang tunggu pintu tertentu

26. Soalnya Cinta masih bisa masuk, tuh!

27. Terus bagasinya Rangga juga masih dibawa.

28. Bagasi belum masuk kok sudah punya boarding pass, sih, Ga?

29. Perhatikan pesawat di adegan Rangga ketemu Cinta, jalannya sepelan langkah kaki

30. Rangga nggak menjawab pertanyaan Cinta soal purnama

31. Puisi di akhir cerita berbunyi begini:
Detik tidak pernah melangkah mundur
      tapi kertas putih itu selalu ada
      Waktu tidak pernah berjalan mundur
      dan hari tidak pernah terulang
      Tetapi imaji selalu menawarkan cerita yang baru
      untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab.

32. Pasangan LDR beda benua itu memang enaknya pakai Free Call Line!

LOVE, LIVE, LINE.

59 Fakta Tentang Wisuda Universitas Sanata Dharma

Hari ketika tulisan ini dibuat adalah harinya wisuda di Universitas Sanata Dharma. Sebagai alumni dari Universitas yang namanya diabadikan oleh Bapak saya sebagai nama anak pertamanya ini, tentu saya punya segudang memori tentang almamater tercinta. Sebagian memori itu sudah saya tuangkan di postingan berjudul 77 Fakta Unik Mahasiswa Sanata Dharma, dan kali ini yang saya bawakan adalah 59 Fakta Tentang Wisuda Universitas Sanata Dharma. Yuk, disimak!

wisuda-usd_1204

1. Mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang mengikuti wisuda adalah yang sudah yudisium (lah cetho!).

2. Tidak semua mahasiswa yang yudisium pada periode tertentu akan mengikuti wisuda. Sebagian tidak wisuda karena alasan biaya.

3. Wisuda di Universitas Sanata Dharma umumnya diselenggarakan di Kampus Mrican. Pernah juga di Paingan, sih.

4. Cuma kayaknya kalau di Kota Baru belum pernah. Kayaknya lho ya.

5. Jika dihelat di Mrican, maka wisuda diselenggarakan di area Realino dengan titik fokus wisuda ada di panggung Realino.

6. Wisudawan/wati duduk di kursi lipat yang diletakkan di atas jalan konblok.

7. Orangtua dan pengantar duduk di kursi lipat yang diletakkan di lapangan bola.

8. Iya, sudah dandan pakai sanggul sasak dan kebaya duduknya tetap di lapangan bola.

9. Diperlukan tenda yang cukup banyak untuk menutup area wisuda yang sebagian merupakan lapangan bola.

10. Berdebu dong? Wong julukan’e wae Santiago Berdebu!

11. Oya, penulis buku OOM ALFA, diwisuda di Realino, lho! #infopenting2014

12. Tenang, sebentar lagi semuanya akan tinggal kenangan karena bakal ada auditorium!

13. Toga yang dipakai untuk wisuda adalah toga minjem punya kampus.

14. Proses ngepas dilakukan sekitar sepekan sebelum wisuda.

15. Sehabis wisuda, toga harus dikembalikan. Kalau samir-nya boleh dimiliki.

16. Sebagian besar program studi menggelar acara pelepasan wisudawan/wati dalam rentang 1-3 hari sebelum wisuda.

1381569_10200283850573616_905168050_n

17. Kecuali: Farmasi. Pernah menggelar pelepasan wisuda beberapa minggu sesudah acara wisuda.

18. Sebagian mahasiswa sudah pernah mengikuti acara pelepasan sebelumnya, mendampingi mantan pacar.

19. Maklum, dapatnya kakak kelas.

20. Selalu ada alumni yang sudah pernah pakai toga yang datang pada saat acara wisuda.

21. Ya itu tadi, pacarnya kan adek kelas.

22. Selalu terjadi, sudah dibela-belain datang pas wisuda, ujungnya nggak jadi kawin juga.

23. Pada saat masuk area Realino, calon wisudawan/wati sudah disambut fotografer yang walau nggak kenal udah main foto aja.

24. Wisudawati umumnya sudah bangun sejak jam 3 pagi untuk antre salon.

25. Wisudawan ada yang baru bangun jam 7 pagi.

26. Prosesi wisuda dimulai dengan arak-arakan senat dan wisudawan yang durasinya bisa lebih dari 30 menit, diiringi musik nan keren dari UKM Karawitan.

27. Panggung Realino akan dihuni oleh rektor dan seluruh senat, UKM Karawitan, dan UKM PSM Cantus Firmus

28. Lulusan terbaik masing-masing fakultas punya tempatnya sendiri di bagian depan. Mereka dipindahkan talinya oleh Rektor. Bersama orangtua masing-masing pula! Namanya juga ‘dengan pujian’!

29. Sementara lulusan ‘dengan kasihan’ sedang sibuk kipas-kipas pakai buku wisuda.

30. Prosesi wisuda dilakukan oleh Dekan Fakultas dan Kepala Program Studi.

31. Dekan memindahkan tali, salaman. Kaprodi memberikan map, salaman. Kelar.

32. Dekan yang paling pegel banyak memindahkan tali dalam acara wisuda Universitas Sanata Dharma adalah dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

33. Ada dua jalur yang digunakan untuk pemanggilan wisudawan/wati, kiri dan kanan panggung. Dua jalur ini dipanggil bergantian.

34. Kalau kamu pas cum laude, saat dipanggil ada tambahan, “predikat kelulusan Dengan Pujian”.

35. Selalu ada anggota senat yang terkantuk-kantuk ketika sesi memindahkan tali ini.

36. Kadang ada wisudawan/wati yang diberi tepuk tangan ketika namanya dipanggil.

37. Biasanya langsung diikuti ucapan, “huuuu…..” dari pemirsa lain. #pengalamannyata

38. Begitu selesai, wisudawan/wisudawati kipas-kipas lagi sambil mainan HP dan update status.

39. Kantong kemeja para wisudawan umumnya jadi penitipan HP milik wisudawati.

40. Sesudah prosesi wisuda ada lagu ‘Bagimu Negeri’ yang diikuti dengan sambutan dari rektor, wakil alumni, wakil orangtua, hingga wakil wisudawan.

41. Pernah terjadi: orangtua maju sambutan sebagai wakil orangtua, anaknya maju sebagai wakil wisudawan.

42. Pernah terjadi: 1 orang maju sambutan sebagai wakil wisudawan, bertahun-tahun kemudian maju sambutan sebagai wakil alumni.

43. Sambutan-sambutan akan diselingi oleh lagu dari PSM Cantus Firmus

44. Biasanya, setiap lagu didahului oleh narasi ciamik yang sejak tahun 2008-an sampai 2013 dibuat oleh seseorang bernama Cicilia.

45. Pernah ada yang pakai toga, terus habis wisuda naik ke panggung, main keyboard, mengiringi lagu dari PSM Cantus Firmus. Namanya Danang, lagunya ‘Your Love’.

46. Atau jadi solis, nyanyi Lagu Rindu dari Kerispatih. Namanya Danang juga.

47. Atau jadi dirigennya sekalian. Kalau ini namanya Lani.

48. Menjelang acara berakhir ada sesi menyanyikan lagu Hymne Sanata Dharma.

49. Sesudah wisuda biasanya langsung riweuh mencari teman-teman untuk foto-foto dan perpisahan.

50. Momen perpisahan ketika wisuda tidak terlalu dirasakan oleh anak farmasi, karena sebagian besar (sekali) dari mereka akan bertemu lagi Senin depan di kelas dalam kuliah profesi apoteker.

51. Salah satu wisuda paling terkenal sepanjang hikayat Universitas Sanata Dharma adalah November 2010.

52. Jumat pagi terjadi erupsi besar Merapi, Jumat siang sempat digosipkan batal, Sabtu pagi wisuda tetap berjalan di bawah naungan abu vulkanik. Dan syukurlah berjalan lancar.

53. Selalu ada stand foto di belakang area orangtua sebagai opsi untuk foto-foto.

54. Selalu ada mahasiswa dari seksi DDU atau Danus yang dagang bunga ketika wisuda.

55. Bagi sebagian besar wisudawan (kecuali mayoritas Farmasi), wisuda adalah kali terakhir mereka datang ke kampus.

56. Selalu ada pengumuman macam di Ragunan sesudah acara wisuda selesai: “kepada Tukirin dari Magelang, ditunggu keluarganya di panggung!”. Padahal yang dipanggil lagi asyik foto-foto.

57. Selalu ada wisudawan/wati dan keluarga yang bertemu kembali di studio foto elit yang tersebar di seantero Jogja.

58. Selalu ada wisudawan/wati dari keluarga yang bertemu lagi di rumah makan mahal yang berada di berbagai tempat di Jogja.

59. Walau berdebu, seluruh alumni yang pernah wisuda dalam panji-panji Universitas Sanata Dharma pasti mengenangnya dengan bahagia karena sejatinya wisuda hanyalah sebuah langkah dalam kehidupan.

Selamat kepada para wisudawan/wati yang dipindah talinya hari ini! Percayalah, rasanya biasa saja kok. Heu.

7 Superhero Yang Tidak Bisa Hidup di Jakarta

Anggap saja ini lanjutan postingan tentang superhero yang kemaren. Sudah kira-kira enam bulan saya menjadi penghuni Jakarta. Finally, sesudah bertahun-tahun batal jadi anak Jakarta gegara aneka hal. Pertama, pabrik farmasi Soho menelepon saya pada hari ke-3 saya bekerja di pabrik farmasi lainnya. Kedua, saya nggak jadi masuk Kalbe karena beberapa alasan yang kurang signifikan. Sekarang jadi juga, deh. Nah, karena sekarang sudah jadi penduduk Jakarta, saya kemudian berimajinasi tentang superhero. Ternyata ada beberapa superhero yang walau dipaksakan seperti apapun nggak akan bisa hidup, tinggal, dan berkeluarga di Jakarta.

Kura-Kura Ninja

Kita tahu bahwa Michaelangelo dan kawan-kawan adalah kura-kura yang tinggal di saluran air di bawah jalanan kota. Kita juga tahu bahwa dia diajar oleh guru yang merupakan tikus hasil mutasi. Baik guru dan murid sama-sama hasil mutasi, dan mereka bermutasi ukuran juga. Jadi besar. Nah, sekarang coba dicek di Jakarta itu yang gorong-gorongnya bakal muat untuk tempat hidup seorang Donatello sebesar ini?

teenage-mutant-ninja-turtles-25th-anniversary-collection-20090810015115137

Sementara kita tahu sendiri bahwa ukuran gorong-gorong di Jakarta kira-kira begini:

Selengkapnya, Mbohae!