Beberapa waktu yang lalu, Mama Isto jadi narasumber sebuah seminar yang diikuti oleh tenaga kesehatan. Dalam rangka support penuh dan berhubung juga saya tidak kuliah hari itu, maka kami menggunakan momen tersebut untuk staycation di sekitar Kelapa Gading, tempat seminar diadakan.
Seminarnya di Harris Kelapa Gading, sih. Akan tetapi, karena kami tetap harus mempertimbangkan masa depan keluarga, jadi menginapnya tidak di hotel itu. Selain karena saya bosan setahun bisa 3-4 kali menginap di situ untuk acara fullboard, faktor paling krusial adalah nggak ada uang. Jadi kami mlipir sedikit, yang penting masih di Kelapa Gading.
Seminarnya Jumat dan Sabtu, sehingga kami menginap dua malam di hotel yang kamarnya mungil sekali. Saya membawa Isto dari Serpong ke Kelapa Gading cukup dengan sekali naik bis dari Summarecon Mal Serpong ke Mal Kelapa Gading. Kebetulan, anaknya berhasil dibuat lelah hingga sepanjang perjalanan dari Summarecon Gading Serpong ke Summarecon Gading yang di Jakarta Utara bisa berjalan optimal.
Mal Kelapa Gading sudah lama dikenal sebagai mal hits anak Jakarta. Salah satu alternatif yang ciamik untuk nongkrong anti mainstream kiranya dapat ditemukan di MKG ini.
Boogie Doggie Pet Cafe
Namanya Boogie Doggie. Kalau menurut akun Instagramnya sih Boogie Doggie ini terdiri dari pet cafe, salon, spa, dan hotel. Semuanya untuk doggie, yha. Akan tetapi tulisan ini fokus pada bagaimana Isto menikmati permainan dengan anjing di pet cafe-nya.
Boggie Doggie Pet Cafe terletak di Gading Walk Mal Kelapa Gading. Menurut Media Indonesia, kafenya dibuka pada April 2019. Tempatnya tidak luas-luas banget, tapi cukup untuk bermain dengan anjing lucu.
Konsepnya adalah minimum order. Jadi, dengan transaksi sejumlah tertentu–yang saya kok ya lupa, mungkin karena Mama Isto yang bayar–kita dapat bermain dengan anjing selama 2 jam. Kebetulan, Isto tidak dihitung, jadi kami hanya bayar 2 pax saja.
Hal penting untuk diperhatikan adalah ruangannya indoor sehingga kalau memang hendak berkunjung ke kafe ini, pastikan kita bukan orang yang risih dengan bulu anjing termasuk kencingnya. Ya, namanya juga anjing, pipis kan tidak bisa diarahkan ke toilet. Jadi, di kafe ini anjing terbilang sering buang air kecil, meskipun ada juga sebagian yang dikasih popok. Cuma, tenang saja, beberapa petugas dengan sigap dan piawai mengelap pipisnya anjing sehingga kita lupa bahwa tadi ada anjing pipis. Untuk itu pula, barang-barang harus ditaruh di suatu keranjang. Supaya tidak jadi bahan permainan si anjing.
Menurut Media Indonesia ditunjang pengamatan saya, setidaknya ada 15 anjing yang dilepas bebas pada satu sesi. Masih versi media yang sama, total ada 45 anjing dari berbagai ras mulai dari pug, samoyed, alaskan malamute, pomeranian, corgi, hingga golden retriever ada semua. Nah, jadi modelnya shift. Seekor anjing ada periodenya diedarkan di kafe dan jika sudah selesai, dia akan diangkut ke kandang kemudian digantikan dengan yang lain lagi.
Isto ini agak love-hate gitu sama anjing. Dia ngeh dan sering teriak-teriak bahwa anjing itu lucu. Tapi dia belum terlalu berani bercengkrama intim dengan anjing. Lumayanlah, sebagaimana dengan kucing kompleks, dia tidak takut sama sekali dengan dua binatang kaki empat itu. Jadi, lumayan enak buat orangtuanya mengajarkan afeksi pada makhluk hidup lainnya.
Karena dibiarkan lari-lari, jadi ketika kita sedang makan, bisa saja ada anjing ndusel-ndusel kaki kita. Jadi, disiapkan hatinya dan jangan langsung menendang ketika ada gangguan. Bahaya.
Plus, anak juga harus diajari untuk tidak terlalu gemas dengan anjing. Termasuk sampai menggendong dan membawa kemana-mana. Itu cukup Mbah Surip saja yang tak gendong kemana-mana. Untuk itulah pengawasan orangtua menjadi penting, bukannya makan seenaknya terus anak dibiarkan lari berkeliaran nggak karu-karuan.
Kira-kira demikian saja. Beberapa foto Isto dalam post ini tentunya sudah memberi gambaran betapa menariknya main di Boogie Doggie Pet Cafe ini. Cukup direkomendasikan, terutama bagi yang tidak ada halangan atau alergi tertentu.
Bisnis Lancar Jaya Bersama SPOTS [ariesadhar.com] – Lagi libur kuliah, saya butuh inspirasi. Akan tetapi, saya juga lagi kere. Saya butuh inspirasi itu padahal buat bisa nulis opini, sehingga kalau tulisan dimuat, saya bisa dapat sedikit uang supaya tidak kere. Lah, bagaimana saya bisa mencari inspirasi kalau saya lagi kere? Pada akhirnya kepikiran bahwa saya harus jalan-jalan sembari kuliner murah dan biasanya yang murah itu adalah di daerah kampus. Yiha!
Saya kemudian merambah daerah kampus yang berada di tengah pemukiman padat penduduk di Jakarta Barat. Kampus anak tajir, tapi setajir-tajirnya mahasiswa, tentu masih lebih tajir bapaknya. Walhasil, kuliner di sekitar kampus ini harganya ya nggak mahal-mahal amat. Masih bisa buat pegawai kere yang lagi libur kuliah berhenti sejenak mencari inspirasi.
Perhentian saya adalah sebuah warung makan kecil di dalam gang. Warungnya betul-betul hanya selebar kamar kosan karena sebenarnya di bagian atas juga kos-kosan. Sesudah pesan dan kemudian membayar, saya kok mendapati bahwa warung ini menggunakan mesin EDC Gopay yang unik.
Mesin EDC Gopay yang tyda lelah bekerja~
Kelar dari warung itu, saya mlipir lagi ke tempat lain kali ini mau beli buah buat anak saya. Kere-kere begini, saya kalau buat anak mah pasti kasih yang terbaik. Khas sikap orangtua lainnya, tentu saja. Eh, di tempat jual buah pun ada mesin EDC yang sama. Saya lantas jadi kepo dong pada cara menggunakan mesin EDC ini.
SPOTS adalah aplikasi kasir daring alias online yang menggunakan sistem Point of Sales (POS). Sekilas pandang tentu saja mirip dengan mesin EDC dari bank sebagaimana biasa tersedia di berbagai tempat usaha zaman now, ya karena memang SPOTS juga sering disebut sebagai mesin EDC Gopay karena memang powered by Gojek. Iya, aplikasi karya anak bangsa itu juga sampai pada segmen mesin kasir guna mendukung Gopay yang memang sekarang sudah menjadi semacam pos wajib pengeluaran rumah tangga yang merindu cashback.
Menerima Berbagai Pembayaran Dengan Mudah Melalui All in One Device
SPOTS yang sudah digunakan pada lebih dari 15 ribu outlet di seluruh Indonesia ini punya banyak fungsi. Mesin ini bisa mencatat transaksi, ya namanya juga mesin kasir. Selain itu, SPOTS juga dapat melakukan cetak resi tanpa melalui printer eksternal lagi. SPOTS sebagai mesin EDC juga dapat menerima pesanan Gofood. Dan yang paling penting bagi pengusaha adalah SPOTS dapat membuat laporan harian.
Selain melayani Gopay, SPOTS juga mendukung pembayaran menggunakan mesin EDC dengan kartu debit, serta sebentar lagi kartu kredit. Boleh dibilang, SPOTS adalah perangkat pertama yang dapat mengakomodasi 3 jenis pembayaran itu dalam 1 perangkat.
Transaksi pakai BCA yang semakin sedikit isinya~
Jodohnya Gofood dan Gopay, Pesanan dan Pembayaran Jadi Lebih Cepat
Terutama untuk pengusaha makanan dan minuman, SPOTS dapat disebut sebagai jodohnya Gofood. Kenapa?
Melalui mesin EDC Gopay ini, pengusaha bisa mengisi menu dengan manual atau juga cukup impor dari Gofood sekaligus mengatur jumlah porsi, harga per menu berikut fotonya, serta juga kategori menu sesuai kebutuhan. Selain itu, dengan adanya SPOTS, partner Gofood dapat langsung mendapatkan notifikasi real-time apabila ada orderan.
Pastikan Gopay anda ada saldonya….
Makanya ketika saya lagi nongkrong agak kaget ketika driver Gojek datang dan dia hanya menunggu sebentar karena pesanannya sudah disiapkan dari tadi. Ternyata, pesanan langsung otewe ke resto dan sudah bisa digarap sebelum driver sampai ke lokasi. Pesanan model begini juga aman karena sedari awal sudah dinotifikasi tidak mengenal cancel. Kisah tragis order fiktif yang mengorbankan driver jadi bisa hilang dari muka bumi.
Untuk pembayaran via Gopay di mesin EDC Gopay ini tidak lagi pakai scan cetakan, yang lumayan boros kertas itu. Di mesin SPOTS yang layarnya lebar akan muncul kode QR untuk di-scan oleh pembeli dan sesudah itu uangnya masuk ke akun Gopay pengusaha.
Tanpa Printer Tambahan
Di beberapa merchant yang pakai skema kasir online, kita sering menemukan adanya galat yang bikin lama pembayaran karena koneksi dengan printernya kadang putus. Kalau lagi sepi nggak apa-apa, kalau lagi antre dan lapar kan beda lagi. Nah, SPOTS yang layar sentuh ini sudah include printer sehingga tidak perlu beli printer lagi.
Salah satu teman kuliah saya adalah pengusaha. Agak aneh sih ngapain pengusaha restoran kuliah kebijakan publik? Makanya ketika ditanya sama dosen, dia yang paling bikin dahi berkerut sendiri. Teman saya ini sering cerita bahwa pada zaman now pemilik usaha perlu mengandalkan aplikasi untuk memantau perkembangan omset dan transaksi demi transaksi demi meminimalkan kesalahan atau sesuatu yang sengaja diubuat salah.
Nah, SPOTS sebagai mesin EDC GoPay memungkinkan hal itu dengan pengiriman rekap transaksi via email setiap hari kepada pemilik usaha. Jadi, sang pemilik bisa rebahan sambil mengembangkan usaha lain lagi. Kalau sukses semua kebayang dong jumlah lapangan kerja yang bisa dibuka?
Untuk mendaftar SPOTS, cukup membayar Rp490.000,00 saja, sudah include perangkat kasir tanpa tablet atau printer lagi. Nah untuk biaya per hari hanya Rp4.900,00. Semoga semakin banyak UMKM yang semakin sejahtera, dapat mengakses kemudahan dari mesin ini, semakin mudah pula memantau keuangan sehingga lebih baik dalam berstrategi. Pada ujungnya dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas demi kesejahteraan bersama. Amin.
3 Langkah Mendisiplinkan Anak – Ini blog judulnya Bapak Millennial, tapi jarang ngepost tentang parenting. Ya, namanya juga pernah beberapa tahun di birokrasi dan lagi off, mentalitas birokratnya kentara. Jadi, kebanyakan janji, minim aksi. Heuheu. Nah, mumpung lagi off, saya mencoba menulis sedikit tentang parenting. Kali ini tentang langkah-langkah mendisiplinkan anak.
Ehm, tapi apakah Isto sudah cukup disiplin sampai saya berani-beraninya nulis begini? Heuheu, tentu saja belum. Ide utama posting ini saya ambil dari situsweb All Pro Dad, salah satu pijakan saya untuk jadi bapak-bapak pro. Tentunya ditambahkan kisah Isto supaya relate.
Kita sering melihat anak yang tampak ‘nakal’. Khusus bapak-bapak bermuka seram, dapat bonus lagi karena sering jadi antagonis nggak jelas dalam pernyataan, “eh, kamu nakal ya, nanti dimarahin Om itu, lho.”
Padahal Om-nya baik-baik saja. Kan afu, yak.
Isto sendiri tentu masih banyak bolongnya, lha bapaknya juga demikian. Akan tetapi, ada beberapa poin yang menurut saya positif dalam proses tumbuh kembangnya sampai saat itu terkait dengan kedisiplinan.
Berikan batasan dan konsekuensi yang jelas
Sejak dini, Isto selalu ditekankan soal batas-batas. Paling mudah memang bilang, “jangan…” akan tetapi bagi anak seusia dia berkata ‘jangan’ itu cenderung jadi berasa menyuruh, karena setiap benda yang disertai kata ‘jangan’ malah didekati sama dia.
Seorang anak tentu tidak tahu soal benar dan salah, kalau tidak diajari. Jadi, pertama-tama tentu urusan orangtua untuk mengajarinya. Dalam kasus Isto mungkin yang paling enak adalah soal listrik dan kamper di kamar mandi.
Ketika banyak orangtua ketakutan dengan colokan di bawah dan mudah diakses batita, maka saya sudah mulai tenang. Ketika Isto melihat colokan, dia hanya akan stop 1-2 langkah dari colokan, menunjuk colokan itu sembari berkata, “listrik…”
Lha ya gimana, awak tinggal di kontrakan, nggak punya daya upaya untuk mindahin colokan ke atas. Jadi pilihannya ya mengajari anak deh.
Kenapa bisa seperti itu? Ya tentu saja karena sejak dini sudah dikasih tahu bahwa listrik ini berbahaya jika dipegang olehnya. Sejak belum bisa jalan, bahkan. Memang terasa pekok ya ngajari bocah yang belum tahu hal sekompleks colokan listrik, tapi begitu sampai ke usia 1,5 tahun kok ya terasa faedahnya.
Sederhananya adalah ketika kita memang tidak bisa menahan kata ‘jangan’, maka tambahkanlah bahwa ketika ‘jangan’ itu dilanggar, akan ada sesuatu yang terjadi, sesuatu yang buruk pula. Tanamkan itu berulang-ulang.
Isto mungkin sudah berhasil di listrik dan kamper–kalau yang ini, kami menyebutnya ‘racun’, jadi Isto juga hanya akan berhenti dan bilang ‘racun… racun…’ kadang bahkan sambil nyanyi ala Changcutters. Tapi, ya, masih banyak aspek lain yang terus berusaha saya dan emaknya tanamkan.
Laksanakan konsekuensi, seperih apapun ini
Agak berbeda konteks dengan listrik dan kamper, sih, tapi ini lebih ke sikap. Misal, kemarin saya membelikan Isto batu taman sekarung. Begitu dapat, itu batu dia lempar-lempar. Saya langsung kebayang bahwa dengan kemiskinan yang melanda, kalau kena tivi bisa berabe. Maka, saya langsung menanamkan batasan dan konsekuensi bahwa jika dia melempar satu batu, Papa akan marah dan batunya akan dibuang.
Yha, batu sekarung, kalau dibuang 2 biji juga bisa ambil lagi di karung. Heuheu. Nanti kalau Isto sudah bisa baca postingan ini, semoga dia bisa paham trik pekok ini~
Benar saja, baru diingatkan, dia tetap lempar-lempar batu lagi. Maka, kemudian batu itu saya buang betulan ke tempat sampah. Oya, karena dia juga paham tentang tempat sampah jadi walaupun dia bisa buka tapi nggak menggapai jeroannya.
Ini mungkin perih, tapi dalam upaya pendisiplinan ketegasan itu penting. Ya kadang kasihan juga sih lihat anaknya nangis. Tapi akan lebih kasihan lagi jika di masa depan dia menjadi orang yang tidak paham konsekuensi.
Momen diskusi dan rekonsiliasi
Satu hal yang penting dari sesi bapak galak adalah diskusi sesudah momen itu. Saya kadang juga galak sama Isto, tapi kemudian pasti ada rekonsiliasi. Untuk usia 2,5 tahun wujudnya adalah pelukan. Senang lho dipeluk anak yang habis dimarahi karena bagaimanapun perasaan sebagai bapak juga nggak enak.
Nah, sembari momen itu saya berusaha melakukan diskusi dan muaranya adalah mengulang esensi dari peristiwa sampai pada titik ketika Isto bisa mengulang sendiri konsekuensi jika dia melanggar batas. Kalau perlu momen pengulangan itu diungkit sedikit ketika anak sedang sesi main bebas biasa. Sekadar untuk tahu apakah peristiwa itu masuk ke dalam ingatannya.
Tentu saja dibutuhkan orangtua yang nggak malas dan ini saya akui sulit. Sebagai kaum rebahan, memang lebih mending rebahan daripada mendidik anak. Tapi bagaimanapun anak adalah titipan yang harus dijaga sebaik-baiknya, plus diupayakan bermanfaat setidaknya untuk sesama. Agama dan negara urusan nanti, lah. Dan untuk itu, diperlukan komitmen orangtua untuk memberikan dasar-dasar yang baik, ketika orangtuanya sendiri mungkin dasarnya belum baik.
Post ini aslinya dibuat tahun 2017, tapi baru tayang 2020. Sedih bener nasib #KelilingKAJ saya. Hehe. Memang, sejak punya anak, ada sedikit perubahan arah kebijakan blog ini yang membuat #KelilingKAJ agak terpinggirkan. Namun hati nggak enak juga kalau proyek ini nggak selesai, apalagi sudah sepertiga jalan. Jadi, #KelilingKAJ kali ini akan merambah ke sebuah gereja di Dekenat Tangerang. Namanya Paroki Santa Maria Regina, atau lebih terkenal dengan nama Sanmare. Sedikit kisah, di gereja inilah saya pertama kali melakukan kedok religi kepada perempuan yang kemudian jadi ibu dari anak saya~~
Untuk mencapai Gereja Sanmare ini, bisa melalui Stasiun Pondok Ranji, kemudian jalan sedikit melewati tol, lantas naik angkot D09 sampai Hari-Hari. Atau dari Stasiun Jurangmangu ya tinggal naik ojek online. Gereja ini letaknya di samping Hari-Hari dan persis di seberang Bank Permata. Tepat di pojokan sebelum Taman Jajan, pokoknya. Dan jangan harap akan menemukan arsitektur ala Gereja semacam menara menjulang dengan Salib, karena arsitektur Sanmare memang tidak begitu.
Menurut website Paroki Sanmare, gedungnya dirancang menjadi satu masa bangunan tunggal yang kompak dengan bangunan mencakup berbagai fungsi bangunan seperti tempat ibadah itu sendiri, aula, pastoran hingga parkir. Dan bahwa Gereja Sanmare ini tidak seperti gereja kalau dari luar adalah karena bangunan dibuat dengan arsitektur simpel dan modern dengan bangunan utama ditarik ke bagian belakang untuk menyediakan ruang yang lumayan luas di depan sebagai ruang terbuka hijau.
Asuransi Penyakit Kritis, Kebutuhan Orangtua Milenial – Sebagaimana teman-teman ketahui, saya itu cukup lama bekerja di pabrik obat. Satu hal yang suka bikin saya bimbang kalau bekerja di pabrik obat—apalagi saya seorang perencana produksi—adalah soal sudut pandang dalam melihat obat. Obat dapat dipandang sebagai solusi terhadap penyakit, tapi di sisi lain obat itu harus ada ongkosnya dan itulah yang menyebabkan suatu obat mahal. Kalau waktu itu obat murah, apa ya saya bisa gajian dengan sejahtera? Bimbang, deh. Apalagi kita tahu penetrasi asuransi di Indonesia kala itu belum maksimal, jadi ada kemungkinan banyak yang harus membayar obat mahal pakai uang tabungan.
Obat-Obatan (dokumentasi pribadi)
Faktanya adalah obat itu diperlukan, terutama sekali untuk solusi pada setidaknya 10 penyakit kritis. Seorang teman, seumuran saya, pernah divonis kena kanker limfoma, yang untungnya stadium awal dan dia punya asuransi kesehatan. Kala itu, meski tidak diminta, saya dan beberapa rekan lain melakukan penggalangan dana. Uang yang terkumpul lumayan besar sebenarnya, tapi begitu dicek ke biaya pengobatan baru diketahui bahwa uang segitu hanya setara dengan sekali kemoterapi. Begitulah, di pabrik saya tahu betul kalau obat yang tinggi botolnya tidak lebih dari panjang jari kelingking, harganya bisa setara gaji saya bertahun-tahun.
Terutama untuk 10 jenis penyakit kritis seperti infarks miokard, penyakit pembuluh darah arteri koroner yang membutuhkan operasi bypass, operasi penggantian katup jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, gagal hati, koma, transplatasi organ tubuh utama, dan luka bakar hebat 20% dari luas permukaan tubuh, pada prinsipnya menyebabkan penderitanya tidak produktif. Ya, entah tidak produktif karena memang tidak sadar, atau tidak produktif karena terjadi penurunan kemampuan dalam beraktivitas.
Bagaimana jika penderita itu adalah orangtua milenial dengan anak yang biaya kebutuhannya sedang banyak-banyaknya? Istri saya adalah seorang farmasis klinis di rumah sakit khusus kanker dan obrolan kami di rumah tidak jarang adalah tentang pasien-pasiennya. Dan faktanya bahwa yang masih muda dengan anak masih kecil seperti anak kami juga tidak jarang terjadi.
Apalagi, untuk kanker, para ahli pun masih terus bereksplorasi perihal penyebabnya. Seringkali kita mendapati bahwa orang-orang yang tidak merokok kena kanker, eh tetangga saya usia 80 tahun rokoknya jalan terus, hidupnya juga jalan terus tanpa kena kanker atau penyakit jantung. Ada juga orang yang makan apapun dan sehat-sehat saja, sementara orang lain yang makannya diatur malah kena kanker. Sejauh ini, penyebab kemunculan kanker yang fix betul itu masih belum diketahui.
Gejalanya juga demikian. Teman saya tadi ngeh kalau kanker ketika batuk tidak sembuh-sembuh. Sempat dikira TBC pula sampai dia bilang di grup WhatsApp, “guys, gue ternyata nggak kena TBC, tapi kena kanker”. Pasien lain lagi kadang malah baru sadar ketika kanker sudah menyebar (metastase) dalam kondisi dia pusing tidak hilang-hilang begitu dicek ternyata sumbernya bukan di kepala melainkan penyebaran dari kanker di tempat lain.
Atau contoh kasus beberapa orang terkenal tiba-tiba mengalami masalah kesehatan seperti stroke maupun serangan jantung yang menyebabkan harus ada tindakan lanjutan seperti operasi. Kalau orang kondang masih mending proteksinya banyak, kalau orang biasa seperti saya?
Berdoa dan berusaha untuk tidak terkena penyakit kritis memang penting, tapi akan jauh lebih penting jika ada persiapan, terutama finansial. Sebab, kita tidak selalu bisa mengandalkan penggalangan dana yang sifatnya temporer. Persiapan finansial ini berarti dalam kondisi sedang sakit, kita harus bisa dapat uang banyak demi mengobati penyakit itu. Padahal cari uang kan harus kerja, lha bagaimana bisa kerja kalau lagi sakit?
Demikian pentingnya asuransi penyakit kritis, terutama untuk orangtua muda. Bukan apa-apa, sih, dengan adanya asuransi kesehatan apalagi yang merupakan asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia, kita bisa agak santai sedikit kalau amit-amit kena penyakit kritis. Setidaknya ada bala bantuan pendanaan ketika memang dibutuhkan. Asuransi kesehatan terbaik ini bukan berdoa untuk sakit lho, ya, tapi justru mempersiapkan diri dengan baik kalau-kalau ada kemalangan. Daripada pas kemalangan kita nggak punya duit, apa nggak malang kuadrat namanya?
Salah satu produk asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia adalah Mega Comforta, yang merupakan produk Asuransi Jiwa yang akan memberikan manfaat asuransi berupa perlindungan dari meninggal dunia akibat sakit maupun kecelakaan dan terdiagnosa pertama kali salah satu dari 10 penyakit kritis. Mega Comforta merupakan produk dari PFI Mega Life yang sudah dikenal sebagai salah satu asuransi kesehatan terbaik di Indonesia.
Fitur produknya sesuai untuk segmen orangtua milenial karena dimulai dari 18 sampai 59 tahun dengan masa perlindungan maksimal sampai usia 60 tahun. Usia segitu, bagi yang nikahnya telat kayak saya berarti anak sudah umur 30 tahun, diri sendiri sudah bisa pensiun dengan mapan—mestinya. Menuju usia 60 tahun itu yang sebenarnya penting karena untuk biaya hidup saja sudah mahal, belum lagi pendidikan, padahal kesehatan justru yang paling utama.
Premi Mega Comforta
Sebagai asuransi penyakit kritis, premi untuk Mega Comforta terbilang tidak menyulitkan sebagaimana tabel berikut ini. Sekadar perbandingan, kemarin saya dapat report dari sebuah aplikasi ojol bahwa orderan food saya dalam sebulan itu setara bayar paket C tiga bulan untuk usia saya yang sekarang ini. Sebuah bukti kalau order food selama ini masih lebih mahal.
Manfaat Mega Comforta
Setidaknya ada 3 manfaat utama yang bisa diperoleh dari asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia ini, yakni:
apabila Tertanggung meninggal dunia bukan karena kecelakaan dalam masa asuransi, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan 100% (seratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.
apabila Tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan dalam masa asuransi, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan 500% (lima ratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.
apabila Tertanggung terdiagnosa untuk pertama kali salah satu dari 10 sepuluh) penyakit kritis, maka kepada Tertanggung akan dibayarkan 100% (seratus persen) Uang Pertanggungan sesuai dengan Plan yang dipilih dan selanjutnya asuransi berakhir.
Sekali lagi, mempersiapkan asuransi penyakit kritis ini bukan berharap kita kena penyakit kritis, tetapi sebagaimana prinsip asuransi di Indonesia bahwa yang kita siapkan adalah ketika kita kena apa-apa, setidaknya nggak bikin susah orang-orang tersayang, wabilkhusus pasangan dan anak-(anak), dengan telah menyiapkan pendanaan yang cukup memadai melalui asuransi kesehatan guna menjalani proses terapi yang pastinya tidak mudah itu. Sembari itu, tentu saja kita harus tetap rajin berolahraga dan menjaga tubuh dengan sebaik-baiknya.
Berolahraga tetaplah penting (dokumentasi pribadi)
Demikian sedikit paparan tentang salah satu asuransi kesehatan terbaik ini, untuk informasi lebih lanjut bisa klik link Website PFI Mega Life ini atau kunjungi media sosial PFI Mega Life di Instagram @pfimegalife. Semoga kita sehat selalu supaya bisa jalan-jalan dan makan-makan bersama wisata kuliner. Sik penting maknyus!
Traveling ke Malaysia dengan budget yang murah memang cukup menyenangkan, bukan? Terlebih lagi, kamu bisa pamer ke teman – teman media sosial kalau kamu bisa traveling ke luar negeri. Bahkan, mendapatkan tiket murah ke Malaysia pastinya akan sangat membanggakan. Percaya deh! Siapa yang tidak suka dengan harga diskon, promo atau tiket murah tanpa banyak syarat yang ribet. Terlebih lagi, kalau sudah termasuk gratis kabin atau bagasi dan tidak ada lagi minimum pembelian. Pastinya kalau tidak cepat – cepat di beli akan sangat disayangkan. Kapan lagi bisa jalan – jalan ke luar negeri dengan tiket pesawat murah?
Apapun alasan kamu untuk pergi ke Malaysia, tiket pesawat terbang murah memang sangat melegakan. Untuk bisa mendapatkannya, kamu bisa mempraktekkan beberapa tips berikut ini.
Cari alternatif bandara kedatangan lainnya
Buat kamu yang belum mendapatkan tiket murah dari Jakarta ke Kuala Lumpur, kenapa tidak memilih bandara lainnya. Di Malaysia sendiri ada satu lagi bandara Internasional yang cukup terkenal, yakni Penang. Bahkan, banyak juga promo tiket murah dari Indo ke Penang, Malaysia. Lagipula, kamu juga bisa berjalan – jalan terlebih dahulu di Penang yang terkenal akan tempat berobat paling murah. Walaupun begitu, masih banyak tempat wisata yang bisa dinikmati di Penang.
Selain Penang, ada juga bandara Internasional Kuching yang berada di Serawak. Memang bandara ini berada di pulau Malaysia sebelah timur, namun kota Serawak juga tidak kalah menarik dibandingkan kota lainnya di Malaysia. Terlebih lagi, buat kamu yang hanya ingin sekedar travelling.
Sumber: Pecels
Bandingkan harga sekali pergi dengan pulang pergi
Kebanyakan tiket promo ke Malaysia pastinya include pulang pergi. Namun buat kamu yang masih tidak ada uang, bisa memakai cara yang cukup tricky yang satu ini. Dibandingkan harus beli tiket pesawat pulang pergi, coba beli tiket sekali jalan. Kebanyakan promo ada pada tanggal – tanggal keberangkatan tertentu.
Coba kamu lakukan pemesanan tiket pesawat ke Malaysia sekali pergi saja, tapi dilakukan dua kali dengan pemesanan yang berbeda. Saat ada promo, langsung pesan tiket keberangkatan dari kota tujuan ke Malaysia, dengan harga terendah. Untuk tiket pulang bisa dilakukan di lain hari kalau ada promo lagi, itung – itung kamu juga bisa menabung.
Dibandingkan dengan menggunakan fitur tiket pulang pergi. Coba deh! Rasakan berapa selisih yang kamu dapatkan dengan cara di atas.
Memilih tanggal keberangkatan yang fleksibel
Tanggal keberangkatan adalah sesuatu yang sangat krusial dan menjadi penentu akan harga tiket pesawat ke Malaysia. Contohnya, kamu ingin menghabiskan liburan lebaran di Malaysia dan memesan tiket menjelang lebaran, pastinya harganya melambung tinggi. Bahkan H-7, harga tiket pesawat akan terus melambung. Namun tidak perlu khawatir, kamu masih bisa mendapatkan tiket murah, asalkan memilih tanggal keberangkatan yang fleksibel.
Buat kamu yang tidak suka ramai, bisa memilih tanggal setelah lebaran atau hari besar lainnya. Harganya juga jauh lebih murah. Selain itu, jangan pilih penerbangan pada tanggal – tanggal sibuk atau libur panjang. Lebih baik, kalau kamu mengambil cuti beberapa hari untuk menikmati liburan dan mendapatkan tiket penerbangan murah ke Malaysia.
Jangan lupa langganan email update dari maskapai penerbangan
Agar kamu tidak ketinggalan informasi akan tiket promo dari maskapai penerbangan, jawabannya hanya satu, yakni berlangganan email update dari maskapai penerbangan tersebut. Terlebih lagi, sekarang sudah jamannya gadget, di mana smartphone kamu menjadi platform terbaik mendapatkan updatean tiket promo.
Gunakan kekuatan media sosial
Banyak sekarang akun media sosial yang menawarkan tiket promo pesawat murah. Nah, hal ini pas untuk kamu yang jarang membuka email dan memang tidak suka dengan email spam. Coba follow aja beberapa akun media sosial yang menawarkan tiket – tiket pesawat murah. Bahkan tidak hanya tiket pesawat murah saja, ada banyak informasi unik akan travelling yang bisa kamu dapatkan. Jangan lupa pantengi dan kalau bisa aktifkan notification. Dengan begitu, kamu tidak akan ketinggalan lagi mendapatkan tiket pesawat murah untuk travelling ke Malaysia. Bagaimana menarik, bukan?
Hidup itu kadang aneh-aneh saja. Pertengahan 2011, saya lagi kurang kerjaan main ke Grand Cikarang City sama Pak Agung. Eh, begitu sampai ke GCC, lagi ada penawaran menarik soal rumah. Pada usia 24 tahun itu segalanya lantas terjadi begitu cepat. Desember 2011, saya mulai nyicil KPR sebuah rumah di Cikarang.
Waktu itu, niat suci mulianya–karena ketika itu saya sudah punya pacar yang sama selama bertahun-tahun–rumah itu ya buat tempat tinggal sesudah menikah. Apa daya, sebulan sesudah akad KPR, malah putus. NGOAHAHAHAHA. Asem tenan, og. Eh, ya kalau sekarang sih disyukuri saja. Namanya juga hidup.
Jalan nasib kemudian malah membawa saya pindah kerja ke Jakarta. Kemudian ketemu Mama Isto, lantas ada Isto, dan ya seterusnya sampai sekarang. Cicilan rumah itu tetap jalan tapi pada akhirnya tidak bisa saya huni karena jaraknya ke Jakarta yang terlalu jauh.
Sesudah lewat periode perjanjian untuk tidak ditempati orang lain, rumah itu kini tengah ditempati seorang prodiakon, melalui perantaraan ketua lingkungan yang notabene adalah teman saya sebelah kamar waktu di kos Kedasih dulu. Jadi, rumah itu ada di lingkungan dia. Ya, sudah, daripada jadi sarang ular karena ditinggal ke Jakarta, maka rumah itu sekarang dipakai juga.
Hingga akhirnya, karena keperluan untuk kredit lagi, maka rumah yang itu mau tidak mau harus saya lunasi. Untunglah istri dapat proyek besar dan kemudian saya juga berhasil nabung sedikit-sedikit via Reksadana hingga akhirnya terkumpul sejumlah uang untuk bisa melunasi rumah itu.
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pelunasan KPR melalui Bank Tabungan Negara alias BTN. Semoga dapat membantu.
Perhatikan Bunga
Saya selalu memantau sisa hutang tiap tahun karena harus dilaporkan ke LHKPN-nya KPK. Walhasil, setiap tahun saya sadar bahwa hutang saya nggak berkurang banyak. Ya, bayangkan saja, dari total hutang 70 juta per November 2019 alias sudah 2/3 jalan saya tetap kudu bayar 30 jutaan.
Jadi, memang saya ambil cicilan flat alias bunga anuitas. Nah pada skema ini, dari proporsi flat itu sebagian besar di awal adalah bayar bunga. Jadi dari 800 ribu, itu awal-awal paling 100 ribu saja pokok yang terpotong. Sisanya 700 ribu adalah bunga. Rugi? Ya, iyalah. Tapi namanya miskin, diterima saja.
Pada posisi kemarin, saya melunasi di pokok sekitar 600-an sehingga bayar bunganya 100-an. Sebenarnya ya terlambat, sih. Tapi lagi-lagi, nggak apa-apa.
Buat yang bunganya anuitas, saran saya kalau ada uang lebih segera lunasi saja daripada nyesel. Kalau lagi ada uang kaget, bisa juga bayar kalau nggak salah 5 kali dan itu bisa mengurangi periode KPR.
Bisa Bayar di BTN Mana Saja
Saya sekarang tinggal di Tangsel, jadi ya daripada jauh-jauh ke Bekasi, saya coba bertanya dulu ke Tangsel bisa pelunasan atau tidak. Untungnya bisa. Tapi harus diperhatikan bahwa untuk pengajuan pelunasan hanya bisa dilakukan tanggal 1-15 bulan berjalan. Kalau diajukan tanggal 17, baru bisa proses bulan depannya.
Nanti kita isi form dulu semacam pernyataan akan bayar di cabang tertentu. Dalam sehari, akan diproses dan hari selanjutnya sudah bisa dibayar. Model pembayarannya adalah pendebetan dari buku tabungan. Jadi, kalau memang dari Reksadana, ya dipindahkan dulu ke BTN.
Catatan Khusus di BTN Tua
Sesudah lunas, saya kemudian ke Bekasi. Awalnya saya pikir tinggal ambil. Eh, ternyata ini kan cabang besar minta ampun, tua pula. KPR sampai ke ujung Babelan sana ya ke Bekasi. Heuheu. Jadi, tidak semudah itu. Pada hari pertama saya mruput Serpong ke Bekasi hanya untuk mendapatkan informasi bahwa dokumen berupa sertifikat bisa diambil dua hari lagi.
Nah, hari ini meskipun mumet saya datang lagi ke Bekasi. Mruput lagi, tapi demi harta kekayaan harus ditempuh karena ada keterangan “kalau diambil tidak pada hari perjanjian bakal lebih lama”.
Oya, beberapa dokumen yang harus dibawa adalah buku tabungan asli, ATM asli, KTP asli, kartu keluarga asli, buku nikah asli (ini agak diskriminatif, lha kan saya nggak punya buku nikah, adanya sertifikat), bukti pembayaran asli juga.
Tidak perlu difotokopi di luar, cukup di koperasi BTN saja, persis di dalam ruangan pengambilan sertipikat. Ya, mahal, sih, tapi saya anaknya mager.
Dan untuk cabang tua ini datanglah pagi karena datang pagi saja sudah dapat nomor 21. Asli, banyak juga yang akhirnya melunasi rumahnya. Saya jadi ikut terharu.
Masih HGB
Patut diingat kita beli rumah dari developer dan PT tidak bisa SHM tanah sehingga ketika dipecah-pecah ke satuan kecil jatuhnya adalah masih HGB. Bisa kok langsung ditingkatkan jadi SHM. Semua syarat sudah diberikan bank, dan koperasi mereka juga bisa membantu mengurusnya. Hanya saja, saya masih terkendala PBB. Berhubung HGB-nya habis 20 tahun lagi, jadi tak bernafas dulu. HGB dulu lah 1-2 tahun ini, nanti baru saya tingkatkan statusnya. Kalau ingat.
Sejujurnya, meski tidak punya keterikatan batin yang cukup kuat dengan rumah itu, tapi rumah itu tetaplah rumah pertama saya. Yang dicicil dengan setengah mati apalagi ketika saya mengalami penurunan income drastis saat keluar dari swasta.
Perjalanan ke luar kota merupakan sebuah hal yang menyenangkan. Namun kadang ya ada juga perjalanan ke luar kota yang jadinya begitu melelahkan. Tentu hal ini sangat dipengaruhi dari jenis kendaraan yang kita pilih untuk menempuh perjalanan jarak jauh dari satu kota ke kota lainnya. Untunglah, kini telah tersedia banyak pilihan untuk kita yang ingin melakukan perjalanan ke luar kota.
Salah satu pilihan tepat bila ingin menempuh perjalanan jauh dari satu kota ke kota lainnya adalah dengan menggunakan jasa shuttle atau travel yang kini sudah banyak tersedia di berbagai kota. Salah satu travel yang banyak menjadi sorotan ialah travel Cititrans yang melayani berbagai rute dalam negeri. Bahkan apabila ngin membeli tiket travel Cititrans Fatmawati, Kita juga akan dengan mudah menemukannya melalui berbagai situs online travel agent. Kira-kira apa saja ya kelebihan dari travel Cititrans dan mengapa kini travel Cititrans banyak menjadi pilihan masyarakat yang akan bepergian ke luar kota?
Kenyamanan yang Ditawarkan
Salah satu penyebab kini Cititrans banyak menjadi pilihan masyarakat ialah kenyamanan yang ditawarkan oleh pengelola travel tersebut. Apabila kita memutuskan untuk naik travel menuju ke kota lain, tentu kitatak perlu capek-capek lagi untuk menyetir ataupun memikirkan jalan mana yang harus dilewati.
Mobil Sangat Nyaman
Berdasarkan pengalaman menggunakan travel Cititrans, salah satu kenyamanan yang paling terasa ialah mobil yang digunakan sangat nyaman dan juga terawat. Poin ini merupakan sebuah nilai tambah yang sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan karena perjalanan ke luar kota yang biasanya memakan waktu berjam-jam tentu membuat kita lelah. Bila kita menggunakan jenis kendaraan di mana kita dapat merasakan kenyamanan, tentu hal ini merupakan sebuah nilai tambah tersendiri.
Kursi Tidak Berdesakkan
Berbeda dengan jenis travel lain yang biasanya membuat penumpang merasa berdesakan, travel Cititrans menawarkan pengalaman yang lain. Apabila menaiki travel Cititrans, kita akan merasakan bahwa travel ini memiliki kursi yang sangat lega dan cocok untuk kita pilih sebagai partner perjalanan. Kita dapat merasakan bahwa kursi satu dan lainnya tidak terlalu berdesakkan dan masih memungkinkan untuk beristirahat selama dalam perjalanan.
AC Dingin
Kenyamanan perjalanan kita biasanya juga ditentukan oleh pendingin ruangan yang terdapat pada mobil yang ditumpangi. Menggunakan travel Cititrans merupakan sebuah keuntungan tersendiri karena kita akan merasakan kenyamanan karena pendingin ruangan yang sangat dingin dan membuat kita tak merasa begitu lelah selama dalam perjalanan.
Beberapa kenyamanan tersebut ditulis berdasarkan pengalaman menggunakan travel Cititrans untuk rute antar kota. Bila kita merasa lelah untuk menyetir mobil sendiri ataupun malas untuk memilih kendaraan umum lain yang biasanya kurang nyaman untuk para penumpang, maka travel Cititrans dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan cerdas untuk kita yang ingin bepergian ke luar kota.
Berbeda dengan travel lain yang hanya memiliki fasilitas yang terbatas, Cititrans selalu berusaha untuk menjadi selangkah lebih maju dengan memberikan berbagai fasilitas lengkap untuk para penumpang. Tentu fasilitas ini diberikan semata-mata untuk menjamin kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan ke luar kota bersama dengan Cititrans.
Charger Untuk Setiap Seat
Charger kini telah menjadi seperti kebutuhan pokok untuk sebagian besar kalangan. Katanya kebutuhan pokok manusia zaman now ada 4 yakni sandang, pangan, papan, dan colokan. Demi menjamin kebutuhan dan kenyamanan para penumpang, Cititrans telah membekali seluruh seat pada armadanya dengan charger USB yang dapat digunakan oleh penumpang. Cara ini juga sangat diapresiasi oleh para penumpang yang merasa sangat terbantu dengan fasilitas ini.
Jadwal Sangat Fleksibel
Kenyamanan lain yang akan diperoleh oleh para penumpang ialah jadwal travel Cititrans yang sangat fleksibel sehingga sangat memungkinkan bagi para penumpang untuk memilih jadwal sesuai kebutuhan tanpa takut membuang waktu sekedar untuk menunggu travel datang.
Seluruh kenyamanan dan fasilitas tersebut juga diimbangi dengan harga terjangkau yang ditawarkan oleh pihak penyedia travel Cititrans. Untuk rute perjalanan ke luar kota, dijamin seluruh penumpang akan mendapatkan harga terbaik dan tingkat pelayanan terbaik yang akan dirasakan oleh seluruh penumpang. Agar kita tak lelah ketika bepergian keluar kota, pastikan bahwa kita memilih travel Cititrans sebagai partner perjalanan kita.
Saya ini memang agak ndeso. Bagaimana tidak, ketika istri saya sudah naik pesawat ke luar negeri pada masa remajanya di ITB karena mengikuti kompetisi paduan suara di Eropa, saya ya begini-begini saja. Punya paspor saja baru umur 28 tahun! Kalau ketahuan Rhenald Kasali, saya mungkin bisa dianggap korban disrupsi.
Ya, namanya manusia, rejekinya memang masing-masing. Untuk menaikkan kelas, maka pada usia yang baru 2,5 tahun kurang, anak lanang semata wayang sudah kami bikinkan paspor. Keren, kan? Emaknya punya paspor jelang umur 20, bapaknya jelang umur 30, anaknya baru lepas 2 tahun. Heuheu.
Eh, tapi jelek-jelek begini, saya bukannya nggak pernah memanfaatkan paspor itu. Cuma, agak lucu saja ketika saya sebenarnya sudah pernah pergi ke 2 negara namun tidak melalui jalur udara. Sesuatu yang sebenarnya juga jarang-jarang terjadi, kan?
Pertama dan kedua kali saya ke luar negeri itu adalah ke Singapura, via Batam. Jadi ya jalurnya laut. Balik hari pula. Pergi pagi buta, pulang menjelang petang. Negara kedua malah lebih absurd lagi karena terjadi ketika saya sedang tugas di Atambua. Jadi, saya ke Timor Lester-nya dengan…
…jalan kaki. Malah kelakuan teman-teman bikin saya sempat membuat rekor: menutup pagar batas negara yang memang sudah seharusnya tutup pada pukul 17.00 WITA.
Kesempatan untuk ke luar negeri pakai pesawat akhirnya datang beberapa waktu yang lalu. Kebetulan, teman dekat istri ketika kuliah di Inggris melangsungkan pernikahan. Lokasinya? Di HONG KONG. Jadi, kami kondangan ke Hong Kong, gaes. Kurang pura-pura kaya apa lagi itu? Saya selama ini cuma kondangan Jakarta-Jogja, Jakarta-Palembang, atau Jakarta-Surabaya sebenarnya juga takjub kok pada akhirnya malah kondangan ke Hong Kong.
Akan tetapi, bagaimana mungkin seorang PNS jelata bisa kondangan ke luar negeri dengan gaji yang segitu-gitu aja? Untunglah, saya kemudian ingat pada AirAsia!
Sumber: Annual Report 2018
Ketika lagi kesusahan tapi harus pergi, saya selalu kembali mengingat masa-masa silam ketika untuk bisa mudik itu susah sekali ongkosnya. Kalau sekarang, ongkos masih bisa dijangkau tapi cutinya yang terbatas. Jadi, seumur-umur saya naik pesawat, penerbangan ke-6, 7, dan 12 itu menggunakan AirAsia.
Ketiga perjalanan itu masing-masing terjadi pada tahun 2006, 2007, dan 2008. Saya ingat sekali bahwa pada tahun 2006 dan 2007 itu, AirAsia adalah opsi terbaik dari sisi finansial dan kenyamanan. Maka, ketika harus balik ke Jogja dari praktek lapangan di Depok, pilihannya juga AirAsia.
Ini fotonya. Ya, kira-kira 20-30 kilogram yang lalu.
Sumber: Kenangan Kala Kurang Gizi
Melalui situsweb AirAsia atau juga dengan mengunduh serta install aplikasi AirAsia pada gawai, banyak pilihan tiket penerbangan bisa diperoleh. Apalagi tujuannya ke Hong Kong. Pasti ada.
Kebetulan, istri sudah beberapa kali dinas baik ke Kuala Lumpur maupun ke Filipina, seringnya ya pakai AirAsia juga. Kalau istri saya sudah merekomendasikan, apalah saya yang patokan kenyamanannya adalah bis malam ini.
Bahkan kalau gabung dengan AirAsia BIG Loyality dan jadi member AirAsia BIG bisa dapat informasi promo lebih awal lagi. Poin juga diperoleh ketika kita beli tiket AirAsia, menginap di Tune Hotel, atau juga ketika booking hotel di AirAsia GO. Kumpulan poinnya bisa ditukar dengan tiket AirAsia lagi, voucher hotel di AirAsia GO, hingga aneka merchandise AirAsia lainnya.
Salah satu yang istimewa dari situsweb AirAsia adalah informasi tanggal dan harga dalam satu interface. Selain itu, informasi yang tidak kalah penting adalah ini:
Tiket sudah dibeli dan kami kemudian bersiap. Persiapan paling penting tentu meninggalkan Isto. Ya, bukannya mau bulan madu, tapi menurut kami membawa bocah belum 2 tahun ke luar negeri itu bukanlah ide yang menarik. Baru jalan ke Jam Gadang saja sempat muntah, beberapa bulan sebelumnya. Walhasil, dengan segala hormat dan maaf, si bayi kami titip ke Eyangnya.
Penerbangan yang kami ambil adalah malam hari. Jadi, pagi sampai sorenya masih kerja dulu. Dengan kelelahan pasca bergelantungan di KRL dan lantas di kantor kena semprot bos orang lain, sampai di rumah hitungannya sudah lemash. Tapi kan sekali tiket dibeli, pantang pulang. Apalagi, ini adalah kesempatan perdana saya pergi ke luar negeri naik pesawat terbang setelah sebelumnya hanya naik kapal dan…
…jalan kaki. Duh.
Kami agak santai karena sudah check in melalui aplikasi AirAsia. Pengalaman sehari-hari memang bikin saya cenderung lebih suka check in di aplikasi karena kita tidak tahu seperti apa wujud manusia yang bergabung bersama kita di antrean nanti. Toh, nggak bawa bagasi dan nggak harus print boarding pass yang bagus untuk dipertanggungjawabkan ke kantor juga.
Satu hal yang keren bagi saya dari AirAsia adalah efektivitas proses boardingnya. Jadi, antrian untuk boarding sudah dipersiapkan dan bahkan penumpang sudah bisa mengantri ketika pesawatnya bahkan masih di sekitar Kepulauan Seribu! Padahal, prosedurnya kan sesudah penumpang turun dan sebelum penumpang berikutnya boarding, harus ada pembersihan.
Saya sendiri karena sering kerja lewat bandara, jadi agak paham dengan urusan ini. Makanya, ketika saya pantau via Flight Radar bahwa pesawatnya masih di langit, saya santai saja beli minum. Eh, begitu balik antriannya sudah panjang.
Ketika pesawat kemudian merapat ke Terminal 3, tidak butuh waktu lama untuk penumpang berikutnya bisa masuk. Saya penasaran, dong, pada kebersihan pesawatnya. Begitu saya cek, ternyata bersih sebagaimana mestinya. Tampaknya penerbangan ini akan benar-benar membahagiakan.
Tengah malam, pesawat mendarat dengan mulus di Kuala Lumpur, kota transit AirAsia selain Don Mueang. Saya sih memang mencari KL karena kota ini kan rumahnya AirAsia. Jadi, sekalian mau lihat-lihat.
Begitu masuk ke gedung terminal, saya langsung terharu. Akhirnya saya bisa naik pesawat ke luar negeri. Sebuah achievement yang sebenarnya mudah dicapai banyak orang, bahkan cenderung biasa saja, tapi ya untuk saya yang pertama ini tentu istimewa.
Suasana di KL
Bandara transit di KL terbilang memiliki penataan ruang yang efektif. Crowded-nya paling ketika di depan toilet saja. Ya, namanya juga penumpang transit pasti yang dicari adalah toilet.
Guna menghadapi perjalanan yang lebih jauh–dari KL ke HK–maka saya dan istri sudah menyiapkan diri dengan order makan di dalam pesawat. Lumayan, harganya ya tyda mahal-mahal amat.
Kenapa harus pre-book? Karena harga di langit punya kemungkinan berbeda tergantung kode penerbangan. Sebagai gambaran saya ambil dari situsweb AirAsia sendiri bahwa untuk kode QZ harga menu yang disebut sebagai Santan ini hanya Rp36.900. Masih lebih mahal konsumsi rapat bagi PNS tingkat pusat yang Rp47.000,- pada tahun 2019. Atau ya setara order makanan pakai ojek online plus ongkos kirimnya. Kalau ngirim ke langit kan nggak mungkin semurah itu, dong?
Perjalanan ke Hong Kong kami tempuh juga dengan bahagia. Begitu langit sudah terang, kami mendapati bahwa dalam beberapa saat lagi akan segera sampai di Hong Kong. Gaes, bayangkan perasaan saya yang jarang dolan ini begitu menjejakkan kaki pada negara di luar Asia Tenggara. Terharu juga. Ya, ndeso memang. Tapi akibat perjalanan ini, saya sudah meniatkan diri untuk lebih sering cari uang demi bisa dolan ke luar negeri dan untuk itulah Isto kami buatkan paspor. Supaya nggak kena disrupsi, gitu.
Yes, kami akhirnya sampai di Hong Kong. Bersiap menghadapi ketidaktahuan atas lokasi penginapan dan aneka perkara lain. Tapi yang penting kan dihadapi berdua. Tsah.
Baru sampai dan pastinya belum mandi
AirAsia di Indonesia sendiri semakin menarik karena per 2019 juga menyediakan penerbangan ke Sorong, Lombok, dan Labuan Bajo. Dan, serius, tarif Jakarta ke tiga destinasi tersebut sungguh sangat kompetitif–menurut saya. Jadi, Labuan Bajo yang tadinya terasa jauh bisa mulai ada perubahan untuk sedikit lebih dekat. Minimal, dekat di kantong.
Oh, iya, sesudah penerbangan ke Hong Kong itu tadi, dua pekan kemudian tanpa dipaksa saya naik AirAsia lagi. Kali ini, ketika pulang dinas di Denpasar, hendak menuju Solo terlebih dahulu. Pegawai kayak saya memang suka begitu nasibnya. Sudah punya agenda cuti bagus-bagus, eh, di tengah-tengah dikasih kegiatan wajib ikut. Jadi, ya sudah dari kegiatan di Denpasar saya akhirnya bablas ke Solo untuk jadi bapak baptis dari keponakan saya, Gabriel.
Sampai saat ini, saya sudah terbang 6 kali dengan AirAsia dan itu berkaitan dengan 6 bandara yang berbeda-beda yakni di Jakarta, Padang, KL, Hong Kong, Denpasar, dan Solo.
AirAsia pada tahun 2018 secara total mengoperasikan 24 armada pesawat dan telah mengangkut 5,2 juta penumpang alias naik 13 persen dari tahun sebelumnya. Tingkat keterisian juga meningkat pada setiap periodenya. Soalnya, saya sebagai penumpang juga ngeri lho kalau pesawat kosong. Takut nggak ada lagi rutenya. Heuheu.
Pada 17 Juli, AirAsia meraih Juara Dunia kesepuluh kalinya di Skytrax dan sebulan kemudian AirAsia Indonesia menuntaskan audit keselamatan operasional IATA. Dua poin ini juga menunjang kepercayaan saya sebagai calon pelanggan pada kinerja AirAsia. Penumpang kalau nggak percaya sama maskapai ya bisa berabe, kan?
Demikianlah kiranya saya terbantu untuk Bahagia Bersama AirAsia. Setidaknya, diawali dengan bantuan AirAsia, saya bisa berfoto di tempat yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya ini…
Lomba blog masih ada dan masih banyak. Setelah kemarin-kemarin kalah, tentu tidak ada salahnya mencoba lagi pada ajang-ajang lainnya. Yuk!
Lomba Blog Cheria Holiday #9
Tema: Nge-Blog tentang Australia
Deadline: 2 Desember 2019
Hadiah:
Wisata Halal Singapore-Melaka-Singapore dengan kapal pesiar (termasuk tiket pesawat) dan uang saku untuk 3 finalis terbaik.
10 HP Xiaomi Redmi Note 6 Pro untuk 10 kontestan favorit.
Tema: Cerita pengalaman bahagia bersama AirAsia
Deadline: 16 Desember 2019
Hadiah:
Juara 1: 10 Juta Rupiah
Juara 2: 8 Juta Rupiah
Juara 3: 5 Juta Rupiah
Juara 4: 4 Juta Rupiah
Juara 5: 3 Juta Rupiah
20 Pengirim Pertama @ 300 Ribu Rupiah
Most Engaging Blog:
Peringkat 1: 5 Juta Rupiah
Peringkat 2: 3 Juta Rupiah
Peringkat 3: 1 Juta Rupiah