#JadiBisa Asyik Pesan Tiket Kereta Api Bersama Traveloka

Salah satu keindahan hidup adalah bercengkerama dengan Istoyama, buah hati saya yang usia begitu muda belia dalam urusan hidup di dunia. Obrolan kami itu begitu cair dengan kode haw-haw-haw yang mungkin sama-sama tidak kami mengerti, tetapi kami selalu mencoba untuk saling memahami.

Termasuk ketika pada suatu malam, sepulang kerja, saya mengisahkan padanya beberapa peristiwa jelang kelahirannya.

“Jadi gini, Nak. Sewaktu kamu masih orok, Bapak dan Mamah memang memutuskan Bandung sebagai tempat kelahiranmu dengan berbagai pertimbangan yang bisa dibaca dalam Cerita Suami Season I. Semua sudah Bapak tulis di posting itu. Konsekuensinya, Bapak kudu siap bolak-balik Jakarta-Bandung tiap pekan. Sebenarnya, nggak bolak-balik juga nggak apa-apa, asalkan rela melepaskan keimutan kamu.”

“Haw-haw-haw…” ujar Istoyama.

Saya lantas menyambung, “Bapak sih, No! Maka, setiap Jumat sore atau malam Bapak sudah harus punya tiket Kereta Api ke Bandung dan sebaliknya saya juga harus punya tiket pulang ke Jakarta untuk Minggu malam atau Senin dini hari. Sebuah keruwetan tersendiri yang bahkan sampai membuat Bapak bikin tabel yang terdiri dari hari dan tanggal, nama kereta, dan kode booking mengingat pada suatu periode Bapak punya 8 tiket perjalanan, alias 4 kali pp yang lumayan bikin bingung saat di depan counter check in. Apalagi, tiketnya bervariasi dari Argo Parahyangan baik biasa, premium, maupun fakultatif, serta satu lagi Serayu.

“Hao-hao. Haw..”

“Untunglah, Nak, dalam era ‘kids zaman now’, semuanya telah dipermudah sebagaimana pipis telah dipermudah dengan urinoir otomatis atau kamu bisa pipis biasa saja dalam lindungan diapers. Parameter kemudahan yang Bapak bilang tadi tampak dalam hal mempersiapkan tiket perjalanan menggunakan layanan tunggal PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini.”

Kepala gundulnya usrek-usrek di kasur, antara haus tapi masih ingin mendengarkan cerita Bapak.

“Ya, sekarang tidak perlu datang ke stasiun dan mengisi form sambil berdesak-desakan di loket stasiun ala generasi 90-an karena PT KAI telah menjalin kemitraan dengan banyak penyedia, salah satunya Traveloka yang pasti semua orang sudah tahu. Blog Bapak saja sudah berulang kali mengulas layanan yang tadinya adalah tempat paling yahud mencari harga tiket dan kini menjelma semakin komplit dengan aneka layanan yang bikin kita #JadiBisa macem-macem. Salah satunya, yha, tiket kereta api.”

Mata Istoyama melotot, melihat ke sekeliling. Sejurus kemudian keluarlah gumoh. Duh.

Sembari mengambil tisu dan mengelap gumohnya, saya berkata, “Traveloka itu sponsor Liga 1 dan partner resmi KAI. Jadi, dipastikan terpercaya dan tiket yang dibeli di Traveloka dipastikan langsung terkoneksi ke database KAI sehingga tiket yang kita dapatkan di email maupun di app adalah tiket beneran, bukan hoax kayak banyak hal di zaman sekarang, Nak.”

“Haw-haw-haw-haw?” Kristo bersuara yang saya terjemahkan sebagai, “Lantas, mengapa kita kudu menggunakan Traveloka, Pak?”

“Sederhana saja, Nak. Traveloka menawarkan kemudahan-kemudahan dalam penggunaan baik aplikasi maupun jika pakai laptop. Selain juga layanannya yang sudah dikenal responsif. Salah satu yang menarik adalah kita mudah untuk memasukkan tujuan. Semisal Bapak mengetik ‘Jakarta’ dalam pencarian, maka kita bisa mendapati pilihan stasiun yang tersedia di Jakarta, mulai dari Gambir, Pasar Senen, hingga Jatinegara. Sebaliknya, ketika Bapak mengetik Cimahi, langsung muncul tulisan ‘Bandung’ dengan ‘CMI’ di bawahnya. Bagi yang sering beli tiket seperti Bapak mungkin nama stasiun bukan masalah karena sudah jadi hafalan. Akan tetapi, bagi mahasiswa yang mau interview dari Jogja ke Bandung, misalnya, tentu tidak semudah Bapak. Artinya, kemudahan yang diberikan Traveloka akan sangat membantu dalam pencarian.”

Saya kemudian melanjutkan, “Begitu stasiun awal dan akhir sudah dimasukkan, ada fitur lain yang juga bisa mempermudah yakni filter. Filternya unik dan khas Traveloka karena dapat mengelompokkan keberangkatan ke pagi, siang, atau malam. Ini juga mungkin tidak masalah jika tiada bagi orang-orang yang sudah paham rute. Akan tetapi, merupakan fitur yang sangat ampuh bagi yang sekali-kali jalan.”

“Selain itu, Nak, Traveloka juga menyediakan Passenger QuickPick jika kita menggunakan aplikasi yang dapat dipakai di PlayStore dan AppStore. Beli tiket kereta api itu agak ribet, lho, karena kudu mengisi nama lengkap–dan benar–berikut nomor KTP yang panjang minta ampun itu. Dengan Passenger QuickPick, Bapak tidak perlu lagi mengeluarkan KTP, menaruh di atas meja, mengetikkan nomor KTP, kemudian KTP-nya malah hilang. Kan kasihan.”

“Haaawww….”

“Traveloka juga menyediakan fitur pilih kursi sehingga yang berpasang-pasangan tetap bisa berduaan dan bikin iri hati depan dan belakangnya. Nanti yang semacam ini akan kita gangguin dengan paripurna. Fitur yang ini menurut Bapak juga disajikan dengan responsif dan mudah, terutama bagi perjalanan yang lagi sepi dan bisa eksplorasi gerbong demi gerbong. Oya, untuk tips naik kereta api ke Bandung utamanya kelas ekonomi non premium, jika dari Jakarta ke Bandung pilihlah nomor besar dan sebaliknya dari Bandung ke Jakarta pilih nomor kecil. Niscaya perjalanan kita tidak akan terbalik, Nak. Untuk premium, Bapak belum dapat polanya karena beberapa kali naik beda melulu.”

Istoyama tampak sudah cukup lelah mendengar kisah Bapak. Maklum, dia masih begitu muda belia.

“Nah, mengingat jarak Jakarta-Bandung terbilang dekat dan pekerjaan Bapak memang suka aneh-aneh, jamnya seringkali perjalanan Bapak untuk melihat kamu butuh penyesuaian yang mepet sehingga kadang baru dapat kepastian jam 2-3 siang untuk berharap bisa berangkat jam 6 sore karena langsung dari kantor. Untunglah, Traveloka menyediakan layanan bisa order mepet hingga 3 jam sebelum keberangkatan, sesuatu yang menjadi keistimewaan dari pesan tiket kereta api di Traveloka. Selain itu, Nak, Traveloka juga ada diskon channel dan kode unik yang jatuhnya bukan menambah, tapi mengurangi tagihan. Kan sisanya lumayan buat tambah-tambah beli popok kamu.”

“Haw-haw-haw. Ihik-ihik-ihik. Huwaaaa…..”

Istoyama sudah menangis, setidaknya urusan Bapak sudah kelar karena habis ini akan muncul Mamah dengan ASI-nya. Nggak apa-apa, tugas Bapak ya beginilah, mengajarkan anak agar #JadiBisa mandiri dan tidak netek saja dengan orangtua. Supaya nanti kalau sudah menikah sekalipun, Istoyama bisa hidup di atas kakinya sendiri.

Advertisements

Taktik Baru Liburan Murah di Jogja

Alkisah, bulan depan saya dan keluarga mendapat undangan untuk menghadiri royal wedding di keluarga istri. Perhelatannya di Jogja. Disebut royal wedding karena yang nikah adalah anak pertama dalam generasi ketiga trahnya istri saya. Kepala Suku lah ceritanya. Plus pacarannya mereka sedikit lagi KPR lunas. Royal tenan.

Nah, walaupun hidup saya dihabiskan selama 7,5 tahun lebih di Jogja, tapi saya nggak bisa sembarang menginap di Jogja. Pertama, karena kita tidak bisa menginap di dalam kenangan. Itu maya, jadi harus di hotel. Kedua, nggak mungkin juga nginap di kos-kosan mahasiswa. Itu so yesterday sekali. Ketiga, karena untuk pertama kalinya saya akan bawa bayi dalam perjalanan jadi harus dipersiapkan benar-benar. Ketiga, namanya baru punya bayi, banyak pengeluaran. Jadi kudu hemat, beb.

Sebagai makhluk hidup yang makan uang rakyat, saya sebenarnya sudah biasa cari sampingan tiket perjalanan. Carinya ya standar, tiket pesawat sendiri, hotelnya juga sendiri. Untunglah saya sudah tidak sendiri.

Bagian ini sebenarnya sangat memakan waktu dan kuota. Tiket pesawat buka berbagai website–termasuk website resmi maskapai. Hotel juga begitu, cek list hotel di Google, kemudian cari telepon hotel, lantas telepon sendiri berharap dapat government rate. Belum lagi kalau catatan tiket keselip waktu mengurus hotel. Bubrah kabeh.

Hingga akhirnya pencarian saya berujung pada Traveloka yang menyediakan sarana memesan tiket pesawat merangkap hotel sekaligus. Sungguh hemat waktu, dibandingkan klak-klik dan telpan-telpon yang lama itu tadi. Mudah dan saving time. Andalan. Tidak ada beda juga dengan pemesanan yang standar, masih ada menu infant yang memang saya perlukan untuk mendaftarkan Istoyama sebagai pemilik tiket. Kalau luput, masak emak bapaknya berangkat, anaknya ditinggal?

Dan ternyata Acha Septriasa benar kala menyebut berdua lebih baik. Terbukti pasangan tiket pesawat dan hotel ini jatuhnya jadi lebih hemat. Hemat waktu, hemat biaya. Lebih murah daripada pesan terpisah, sungguh hemat beb nan paripurna! Kalau kata Traveloka dalam menu Flight + Hotel itu adalah Better Together. Jadi kapan kamu to get her, mblo?

Pilihan hotel dari Traveloka juga sudah tidak diragukan lagi. Maka, saya juga bisa leluasa cari-cari pilihan di sekitar Malioboro. Tempat yang lebih dekat dengan arena royal wedding kelak. Apalagi, Traveloka sudah dikenal dengan pembayaran yang mudah dan pas banget untuk e-commerce. Kan ada tuh, e-commerce yang pembayarannya ribet sehingga kadang-kadang bikin saya dipliriki orang di ATM karena kelamaan. Dikira mau money laundrying. ATM isi cuma sejuta kok di ATM lama bener.

Nah, sekarang kami tinggal bersiap-siap menggotong barang bawaan Istoyama yang variasi bin pritilannya begitu banyak itu dari Jakarta ke Jogja untuk menghadiri royal wedding itu. Kalau pada mau ikutan dapat hemat beb ya hayuk cari tahu informasi lengkap mengenai Hotel Malioboro di Blog Traveloka yang menggabungkan order tiket dan hotel dalam satu kesempatan. Zaman makin susah, lho, jadi kita butuh piknik yang hemat tapi tetap yahud. Biar nggak edan.

Ergobaby Blog

Sekarang, saya mau packing popok Istoyama dulu ya. Persiapan buat royal wedding. Ciao!

5 Situs Pesan Tiket Pesawat Paling Murah

situs-pesan-tiket-pesawat

Beberapa tahun silam, waktu masih LDR Palembang-Jogja, yang kemudian bubar itu, saya adalah pelanggan setia travel yang berlokasi di Palembang Trade Center (PTC). Setiap periode tertentu bolak balik guna memastikan tiket murah agar bisa pacaran. Capek naik motornya, capek juga cari parkirnya, belum lagi jalan dari parkiran ke lokasi penjualan tiketnya. Lama-lama capek juga.

Untungnya di era kekinian telah muncul aneka ria situs tempat kita memesan tiket pesawat. Sudahlah menghemat waktu bagi kita alih-alih datang ke loket penjualan tiket, tersedia aneka promo yang kadang-kadang diskonnya nggak masuk akal, sampai 100 ribu rupiah. Lumayan buat ngopi-ngopi di Terminal 3 Ultimate.

Nah, jadi apa saja situs pesan tiket pesawat dengan harga yang murah? Ini dia.

Continue reading

Jalan-Jalan di Pekanbaru? Ini Dia Pilihan Lokasi Untuk Menginap!

Sebagai manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah, jalan-jalan tentunya adalah panggilan jiwa nan tiada perlu dibantahkan. Baik itu jalan-jalan dalam rangka beneran jalan-jalan maupun jalan-jalan dalam rangka perjalan-(jalan)-an dinas.

Nah, salah satu kota yang biasa dijadikan objek jalan-jalan adalah Pekanbaru. Kota ini adalah ibukota dari Provinsi Riau. Dahulu bahkan punya jangkauan begitu luas sebelum lantas Provinsi Kepulauan Riau berdiri dengan Tanjung Pinang sebagai ibukotanya. Namanya juga ibukota, sudah barang tentu Pekanbaru merupakan gerbang masuk ke Riau secara umum, termasuk juga jadi pilihan jalan-jalan hingga perjalan-(jalan)-an dinas ala PNS.

Jalan Jenderal Sudirman

Sama halnya dengan kota-kota lain dI Indonesia, nama Jenderal Sudirman kemudian memegang peranan nan sangat penting dalam urusan jalan. Hampir di setiap kota, nama Jenderal Sudirman adalah jalan protokol, termasuk di Pekanbaru.

Di satu jalan ini saja setidak-tidaknya kita akan menemukan Hotel Pangeran Pekanbaru, The Premiere Hotel Pekanbaru, Grand Central Hotel Pekanbaru, Grand Tjokro Pekanbaru, Furaya Hotel, hingga Drego Hotel.

Aneka hotel dengan kelas yang berbeda-beda dapat diakses dengan mudah melalui jalur ini. Tentunya, bagi yang hendak berdinas di Pekanbaru maupun hendak main-main, pikirkan pula jarak dengan tempat wisata/tempat kerja sebelum kemudian memilih hotel sebagai tempat menginap. Jangankan gegara terkesima Jalan Sudirman malah kemudian jauh dan agak sulit diakses daritempat yang kita tuju.

Jalan Soekarno-Hatta

Jalanan yang mengambil nama proklamator ini juga menyediakan opsi beberapa hotel untuk disinggahi dan diinapi. Setidak-tidaknya kita akan menemukan Grand Suka Hotel maupun Hotel Benteng hingga Swiss-Bel Inn yang berada di Mall SKA Pekanbaru.

Dari sisi akses, terutama dengan Bandara Sultan Syarif Kasim di Pekanbaru, Jalan Soekarno Hatta tiada jauh berbeda dengan Jalan Sudirman, hanya saja dari sisi ketersediaan hotel terbilang lebih sedikit, walau begitu

Jalan Riau

Jikalau berada di Riau tentu baiklah kiranya jika kita melewati Jalan Riau, yang bukan berada di Bandung. Lokasinya bedekatan dengan Sungai Siak, namun juga menyediakan beberapa hotel seperti Novotel, Tangram, dan Hotel Mutiara Merdeka.

Jalan Riau sendiri terbilang lebih jauh dari arah bandara, tentu jika kita bandingkan dengan dua jalan yang telah disebut terlebih dahulu. Walau begitu, daerah yang berlokasi dekat dengan Sungai Siak tentu menjadi hal menarik untuk dieksplorasi.

Kira-kira demikian beberapa masukan mengenai pemilihan lokasi hotel jikalau hendak jalan-jalan aneka keperluan di Pekanbaru dan sekitarnya. Semoga pada berkenan ya, Kak!