Category Archives: Soal Sesuatu

Sesuatu kata itu selalu ada tentangnya..

13 Kriteria Naskah Layak Terbit

Stalking twitter GagasMedia ketemu ini, kalau mau sila lihat sendiri, saya mau mengkompilasi saja versi Christian Simamora (ini abang saya bukan ya?)

1. Tema menarik/baru/sesuai dengan target pembaca
2. Bab awal menarik perhatian pembaca
3. Karakterisasi kuat dan dikembangkan dengan baik
4. Setting cerita (setting tempat, waktu) hidup dan mendukung cerita
5. Plot rapi dan menuruti logika pembaca
6. Konflik dan solusi masuk akal/logis
7. Porsi deskripsi dan narasi diatur baik
8. Dialog tidak bertele-tele, hidup, dan bukan repetisi
9. Gaya penulisan dan pemilihan diksi menarik
10. Ending memuaskan (fokus membentuk keutuhan cerita)
11. Memperhatikan efektivitas kalimat dan ejaan berbahasa
12. Memiliki nilai tambah yang bermanfaat bagi pembaca
13. Tren/update dalam cerita.

Stalking session selesai.. Hehehehehe…

Batak Itu Satu Keluarga

Berawal dan bermula dari mau bikin rancangan plot yang sudah jelas bab 1-nya, tapi terkendala masalah plot lanjutan berikut kejutan yang maunya ada surprise. Hmmm… malah lari ke sejarah BATAK. Hahahaha..

Eh, tapi Batak itu unik loh. Asli. Sejak kapan orang yang tidak saling kenal bisa ‘dianggap’ bersaudara semata-mata karena kesamaan marga? Ehm, ternyata dari sononya, memang sudah begitu. Nggak percaya?

Saya coba kulik-kulik dari sini dan mencoba menerjemahkannya dalam excel. Heleh, kotak lagi 🙂

Jadi Si Raja Batak punya dua anak yakni Raja Tatea Bulan dan Raja Isombaon. Nah, turunan Raja Tatea Bulan adalah sbb:

sumber: reka-reka @ariesadhar

Kalau dari Raja Isombaon, sebagai berikut:

sumber: reka-reka @ariesadhar

Jadi silahkan dicari marga masing-masing. Itu yang kuning itu sebenarnya satu rangkaian tapi bakal jadi rempong kala saya deret ke bawah, puanjanggg.. Kalau mau lebih jelas, silahkan datang ke lapo-lapo terdekat, biasanya ada TAROMBO yang bisa dilihat.

Ini mirip sebuah lagu: aku Batak, kamu juga Batak, kita Batak yang satu keluarga… *nyanyi mode on*

🙂

Ignasius Jonan Dan Semangat Perubahan

29 Juni saya ke Pasar Senen, ini pertama kalinya saya naik sepur sesudah November 2011, kala itu naik Turangga dari Surabaya ke Jogja. Agak kaget karena hendak duduk masuk ke dekat rel, eh nggak boleh. Jadi masalah, karena tiket saya dibawa sama Robert yang hampir bisa dipastikan akan datang mepet. Kalau nggak, bukan Robert namanya. Ya begitulah.

Usut punya usut, ternyata ada yang namanya sistem BOARDING. Ciee, udah kayak naik pesawat aja nih. Jadi udah minim tuh tangis-tangisan di atas kereta laiknya yang sering saya lihat zaman masih mungil dulu. Perubahan yang terjadi sejatinya sangat signifikan. Saya naik Senja Utama dan tidak ada orang ngemper di lantai. Ada sih ada, tapi itu lebih karena hendak terkapar, dia punya tiket dan punya nomor kursi kok. Lha saya ingat banget tiket Cirebon-Jogja saya tahun 2001 itu kelas Bisnis tanpa nomor, jadinya?

NGGAK DUDUK CUYY!!! Perubahan ini beda banget ketika saya naik waktu erupsi Merapi. Itu hampir nggak bisa nafas saking ramainya.

Nah, siapa sosok di balik perubahan itu? Usut punya usut, ternyata Bapak yang satu ini: Ignasius Jonan.

sumber: http://www.hidupkatolik.com

Pak Jonan dilantik jadi Dirut KAI pada 25 Februari 2009, ketika mentri BUMN-nya masih Pak Sofyan Jalil. Latar belakangnya? Akuntansi. Lha?

Lahir pada 21 Juni 1963 di Singapura sudah menjadi profil masa muda Pak Jonan. Ya, dia pasti anak orang kaya. Ayahnya Jusuf Jonan adalah pengusaha, ibunya putri seorang pejabat tinggi Singapura. Sampai umur 10 tahun, hidup di Singapura dan berlanjut ke Surabaya. Ia kemudian kuliah Akuntansi di Universitas Airlangga, Surabaya, setelah sebelumnya sekolah di SMA St. Louis, Surabaya. Pilihan SMA dan namanya sebenarnya sudah menjelaskan latar belakang religi Pak Jonan.

Sebagai anak orang kaya, yang mapan di dunia finansial, terjun di pelayanan publik tentu jadi masalah sendiri. Tapi kemudian, masalah itu dihadapi dengan cara khusus. Beliau berkata, “Saya selalu membawa ini. Saya kalau berdoa itu: Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu. Tapi, ya praktiknya susah. Saya sebagai manusia tidak bisa pasrah 100 persen.”

Apakah benda itu? Sebuah Rosario dan medali bergambar suci 🙂

Lulusan International Relations and Affairs, Fletcher School of Law and Diplomacy dan Harvard Law School, US ini pernah berkarier di PT. Bahana Pembiayaan Usaha Indonesia dan Citi Grup. Jadi benar-benar urusannya tidak ke transportasi. Jonan berhasil mengubah perusahaan rugi Rp. 83,4 M pada 2008 menjadi untung Rp. 153,8 M pada 2009 dan seterusnya di atas Rp. 200 M. Banyak terobosan dilakukan, meski diakui kadang tidak sempurna.

Kalau buat saya sih yang paling OK itu bisa pesan tiket online, kereta cenderung juga lebih bersih. Meski memang yang jualan “akua kua kua, mijon, mijon, mijon, pecel, pijet-pijet” itu masih ada. Tapi overall, numpak sepur itu sudah jauh lebih nyaman. Kenapa sih, berani melakukan perubahan? Ternyata karena secara umum memang tidak punya interest pribadi, jadi perubahan itu mengacu pada aturan yang ada.

Dan yang pasti, iman. Katanya, ”kalau saya tidak punya iman, saya mungkin tidak akan berani. Saya ini manusia kok, bukan robot. Kalau ditanya mengapa masih di sini, saya tidak tahu. Karena Gusti Allah, saya berada di kereta api. Saya percaya kalau yang Maha Kuasa menghendaki saya di sini, saya tetap di sini”.

Dan gairah utamanya kini adalah manfaat. ”Bagi saya, yang penting pekerjaan ini bermanfaat buat banyak orang”.

Nah, cuma seperti yang pernah disentil Pak Dahlan Iskan, Bapak Jonan ini perokok berat. Jadi sesuai doa pak DIS, mari kita doakan Pak Jonan berhenti merokok juga. Hehehe..

Sumber: Suara Karya OnlineKompas.comHidup Katolik

Cerita Liburan: A330

Dimulai dari hidup yang semakin galau, tiba-tiba saya menjadi sangat intuitif dan kurang berpikir. Tapi entah kenapa, kadang intuitif itu ada gunanya. Dan tanggal 8 Agustus saya memilih untuk MUDIK karena baru ngeh kalau liburannya lumayan lama. Dasar nekat, di tanggal segitu penerbangan sudah pada habis. Jadilah, saya ambil flight tanggal 17 Agustus 2012 yang tersisa: Batavia Air Jam 10.20 dari Jakarta ke Padang. Harganya? Sejujurnya ini one flight termahal yang pernah saya lakoni karena saya harus membayar sekitar 1.420.000, sekadar perbandingan, rekor saya Palembang-Jogja PP adalah Rp. 1.100.000 untuk 4 kali naik pesawat. Tapi daripada saya mati gila di sepinya Cikarang, mending saya pulang, menikmati rumah yang pastinya akan indah.

Dan berangkatlah saya.

Dimulai dari Damri Cikarang-Bandara, saya turun di terminal 1C. Sepanjang jalan saya menyaksikan betapa Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek menjelma menjadi tempat parkir. Sementara arah Jakarta, menjadi jalan tol yang beneran bebas hambatan. Hanya 1 jam lebih sedikit, sudah sampai ke bandara. Waw!

Saya jarang main-main ke terminal 1C. Rasanya sih baru 1 kali terbang dari sana, ketika balik dari minta tanda tangan Pak Harimat, naik Adam Air. Jadi ketika saya masuk, berasa heran, karena beda dengan 1A dan 1B yang jelas MERAH-nya. Hehehe..

Nah, duduklah saya di ruang tunggu. Persis seperti dugaan, tidak se-kampung terminal 1A dan 1B yang jelas-jelas penumpang pesawat putih merah yang BANYAK SEKALI. Ya, ramlan lah, ramai lancar.

Saya mulai heran ketika melihat isi ruang tunggu ini cukup banyak, namun 1 tujuan. Semakin heran ketika dipanggil suruh boarding, kok BANYAK banget orang di belakang saya. Makin heran lagi karena harus naik bus dulu sebelum menuju pesawat. Dan tambah heran ketika bus itu JAUH banget, memutar sampai ke terminal 1A karena saya lihat pesawat putih merah disana.

Dan saya baru NGEH dengan boarding pass saya: 20K. Saya jelas-jelas minta jendela, yang notabene kalau nggak A ya F, ini kok dapat K? Jangan-jangan ada hubungannya?

Benar saja, saya lantas sampai di terminal CARGO dengan dua buah pesawat Airbus A330 berdiri kokoh disana. Ini pesawat yang biasa dipakai oleh Batavia untuk penerbangan luar negeri, dan dari majalah saya tahu kalau Batavia hanya punya 2.

Saya lalu masuk. Dan sususan kursi yang biasanya 3-3, kini menjelma menjadi 2-4-2. Ya, ini pesawat GEDE BANGET. Akhirnya kesampaian juga merasakan pesawat besar. Makin excited ketika disebutkan ketinggian jelajahnya 40 ribu kali. Biasanya kan 27 ribu sampai 32 ribu kaki.

Well, sejujurnya, saya merasa beruntung. Pantas saja ketika maskapai lain sudah full booked, Batavia masih buka, lha jelas pesawatnya segede gaban begini. Dan mulai nggak menyesal mengeluarkan sejumlah uang yang gede itu untuk satu penerbangan menuju RUMAH dengan pesawat BESAR pertama kali. Sebanyak 60-an kali saya terbang, baru ini pakai pesawat besar. Hore sekali rasanya.

See? Intuitif tidak serta merta keliru kan?

*nantikan cerita liburan saya lainnya di saluran ini.. hehehehe..*

23 Tips “Mengubah” Jalan Cerita

Coba ngutip dari sini, dan agak menerjemahkan biar rada ngerti.

Kadang–dan saya lagi mengalami–fiksi yang dibuat itu rasanya kering. Entah apa lah masalahnya. Dan perlahan, saya menyerah atas outline-outline yang sebenarnya oke sih. *pede jaya dot com*

Nah, ada kisah-kisah yang bisa diselamatkan dengan mengubahnya. Caranya? Katanya writingforward.com sih begini:

Beri karakter TUJUAN YANG LAIN. Sebenarnya kan inti cerita itu adalah tujuan dari si karakter. Ada yang pengen pulang, mencari cinta, sampai menyelamatkan dunia. Nah, tambahkan rahasia, penyesalan, memori buruk atau motif lain yang memungkinkan tokoh melakukan sesuatu itu dengan lebih tajam.

PERDALAM PLOT. Banyak plot sebenarnya sederhana namun bisa dibuat menarik dengan membuat subplot atau plot lebih kaya dengan membuatnya kompleks seperti: tujuan tokoh adalah menyelamatkan seorang gadis, tapi apakah ia akan dapat sesuatu yang lain yang oke, kalau tidak menyelamatkan gadis itu.

Menambahkan KEHIDUPAN DALAM SETTING. Kadang nih, setting cerita itu semacam jadi latar saja. Misal, tempat apa gitu, dimana. Namun dengan memberikan setting tempat perhatian tersendiri, pasti ada kepribadian khusus dari tempat yang bisa dipakai.

MEMBUAT KONEKSI KARAKTER YANG BARU. Hubungan tentu menentukan plot dan konflik. Apa yang terjadi ketika dua karakter yang nyaris tidak kenal satu sama lain, lantas berbagi teman/musuh? Buat hubungan yang menarik antara seluruh karakter dalam cerita.

Buat TWIST. Beberapa plot kadang bisa ditebak dengan mudah. Nah, coba buat pembelokan dari yang normal itu.

REKA ULANG DESKRIPSI. Jangan ceritakan karakter kayak nulis di dinding. Perlihatkan dengan model misalnya, retakan, semut, atau apapun.

PERDALAM DIALOG. Apakah semua karakter berbicara dengan suara yang sama? Beri ekspresi yang berbeda. Ada yang mungkin mengatakan satu kata berulang-ulang di setiap percakapan atau sejenisnya.

DORONG KONFLIK. Terdapat alasan ketika tokoh tidak menjinakkan bom sampai 1 detik sebelum detonasi. Ya kira-kira seperti itu, dorong terus sampai dalam, sampai tampak tidak ada jalan keluar.

PERKUAT TEMA. Identifikasi lalu perkuat tema itu. Misal, jika mau mengisi tema PERJUANGAN, buat kadang tokohnya meneriakkan PERJUANGAN.

Ada karakter yang SIMPEL seperti POLA DASAR. Perkenalkan yang seperti ini, entah di karakter utama atau pendukung.

PIKIRKAN BAHWA KEJADIAN BLOCK itu juga terjadi di cerita lain, dan block itu bisa diatasi.

BERI CERITA MAKNA LEBIH DENGAN SIMBOL. Buat simbolisasi, seperti Mockingjay di Hunger Games. Dan cari objek yang penting yang bisa menjadi simbol seperti pena atau gambar lain.

KISAH DIBALIK KARAKTER. Tokoh pasti punya masa lalu sebelum cerita dimulai. Kalau buntu, ambil cerita dari situ dan buat hubungannya.

TAMBAH TENSI DAN INTRIK. Misal 1 tokoh pengen sesuatu yang dimiliki tokoh lain dan berupaya untuk mendapatkannya. Ya semacam inilah.

PERULANGAN UNTUK MEMPERKUAT. Perulangan sangat kuat untuk simbolisasi.

BUAT KOMPLIKASI KARAKTER. Ya buat karakter yang dalam dan penuh misteri.

MATIKAN KARAKTER PENTING. Sejujurnya saya nggak suka, tapi caranya Dee dalam mematikan Firas di Partikel juga boleh kok ditiru.

Buat PENGALIH PERHATIAN. Ini akan membingungkan pembaca dengan cara yang oke. Terutama di kisah MISTERI.

BIARKAN KARAKTER TERPENGARUH OLEH KEJADIAN YANG TERUNGKAP. Terungkapnya ya satu-satu perlahan-perlahan dan signifikan.

HUBUNGKAN PEMBACA DENGAN IRONI. Misal nih, kantor pemadam kebakaran, mengalami kebakaran. Ya semacam itulah.

MAINKAN  BAHASA dengan diksi yang menawan 🙂

ORANG BAIK -> BERBUAT JAHAT, ORANG JAHAT -> BERBUAT BAIK. Inilah dunia ketika tokoh jadi nyata. Pastilah kejadian.

BUAT VIEW YANG LEBIH LUAS. Jika ada cerita pembunuhan, bisa jadi karakter utama punya ketertarikan pada cinta. Beri pemandangan lain dari cerita, jika buat kisah cinta, kasih juga misteri gitu.
Jadi kira-kira begitu, semoga membantu (saya). Hehehehe…

Cowok Capricorn dan Cewek Virgo

pablo (2)

Yah, namanya program memuaskan orang tua, yang selalu bertanya calon menantu. Bukan kabarnya, tapi ada atau nggak. Hedeh dot com.

Ini sih buat suka-suka saja. Dikutip dari sini.

Capri dan Virgo punya hubungan yang baik dengan banyak berbagi dan memuji diantara mereka. Pasangan ini santai dan stabil. Keduanya menaruh perhatian pada akar hubungan yang kuat. Cowok Capri sangat ambisius dan keras kepala, dalam hal meraih mimpinya. Ia adalah pekerja keras dengan tekad keras dan kesabaran tinggi. Hal itu sangat penting bagi cowok Capri dalam rangka menggapai level lebih tinggi secara sosial dan finansial. Ia sering menaruh perhatian pada apa yang dipikirkan orang tentang dia. Cowok Capri juga sangat protektif pada orang-orang tersayang dan tentunya loyal. Gadisnya cowok Capri akan mendapatkan semua cinta dan perhatian jika ia mendedikasikan diri untuk si cowok dan keluarganya.

Cewek Virgo itu feminin dan intelek. Pada semua aspek, dia butuh struktur yang jelas dan efisiensi. Cewek Virgo adalah ibu dan istri yang baik. Jika ia mencintai pria, maka itu dilakukan dengan loyal dan memberikan cinta sepenuhnya.

Cowok Capri meyakini bahwa cewek Virgo dapat masuk ke keluarganya degan baik.  Cewek Virgo akan membantu sekali dengan support dan nasehat-nasehatnya.  Cowok Capri sangat stabil dan membuat cewek Virgo nyaman dengan hubungan yang ada. Ia adalah penantang dunia yang akan membuat gadisnya bangga. Cowok Capri sangat kritis pada diri sendiri dan disiplin kalau tahu dia salah, dan ini butuh apresiasi dan feedback. Inilah yang didapatkan dari cewek Virgo. Mereka punya pemenuha yang sama untuk cinta. Ya kadang-kadang muncul sikap egois, tapi selalu dimaafkan. *baik bener yak…*

Terdapat pengertian yang tidak terucapkan antara keduanya sejak awal. Kejujuran Virgo membawa Capri masuk ke dalam harmoni yang asyik. Dengan kesamaan itu, Capri melindungi gadisnya dengan emosional mendalam. Cintanya tanpa harapan tinggi.

They don’t love to be loved; they love to love.

* * *

Yah ini cuma mengutip. Sambil ngiler. Hedeh.

Menghemat Pengeluaran Skripsi

Percayalah bahwa pengeluaran skripsi itu paling mendasar dalam pengeluaran kelulusan. Berikut sedikit tips yang saya terapkan dalam rangka cost reduction di skripsi.

1. Pembimbing pasti bolak balik minta naskah. Nah, diskusikan dulu. Ada pembimbing yang bisa softcopy, itu kan sangat membantu dalam proses mengirit. Atau kalau memang harus hardcopy, diskusikan juga, mau nggak pembimbing menerima print di kertas bekas. Nah, dalam hal kertas bekas, selalu coret halaman yang tidak terpakai, dan print dalam posisi terbalik agar tidak sulit dan membingungkan.

2. Setiap revisi, usahakan tidak mengubah susunan halaman. Pasti bisa, kecuali revisinya mendasar. Jadi kalaupun disuruh revisi, yang dicetak ulang hanya halaman yang direvisi saja, tidak semua.

3. Untuk perbanyakan, JANGAN PRINT SENDIRI SEMUA. Ini sungguh boros. Boros tinta printer pasti, boros kertas iya, boros tenaga nungguin juga. Kalau mau, pilih fotokopian berkualitas print. Harganya biasanya dua kali lipat fotokopi biasa, tapi hasilnya oke. Dan kita hanya perlu nunggu barang 30 menit, alih-alih nge-print, tinta habis, beli dulu, nge-print lagi, kertas habis, beli dulu, dan seterusnya. Kalaupun hanya dicetak, ya yang berwarna saja to.

4. Teliti itu pangkal hemat. Banyak kasus, salah print membuat harus print ulang, padahal hanya perkara typo. Sebisa mungkin telitilah sebelum mencetak.

5. Kerjakan sendiri skripsi itu! Bahwa skripsi adalah satu-satunya mahakarya seoang mahasiswa, kalau dikerjakan sendiri. Kalau kita paham skripsi kita sendiri, niscaya kesalahan akan lebih minim. Banyak kasus copy paste membuat kita bingung sendiri dan akhirnya revisi. Ini juga cost loh.

6. Korbankan diri sendiri! Hmmm.. gini, waktu berangkat ujian, saya membawa sebuah copy skripsi saya sendiri dalam wujud cetakan di kertas bekas, two page per sheet. Tipe cetak? Fast draft. Hehehe.. Ini juga bagian pengiritan, toh ini skripsi kita sendiri, jadi tenang saja, harusnya kita paham.

Konsep go green mungkin belum berlaku di jaman saya skripsi, tapi dengan semakin berkurangnya hutan tentu go green semakin digalakkan. Berhematlah kertas dalam skripsi 🙂

Membalas Email

E-mail, electronic mail, alias surat elektronik alias surel adalah bentuk kekinian teknologi. Sekarang bos-bos yang saya lihat di beberapa kesempatan di bandara, kerjanya ya hanya membalas email. Hehehe..

Tapi gini, email dibalas kan tentu ada isinya, itulah kerjanya. Jadi? Email adalah bentuk komunikasi (seharusnya) dua arah dalam bentuk resmi dan tertulis.

Untuk menulis email tentu melihat level, kalau mau kirim ke level top management, tentu mengetiknya harus pakai keringat dingin dulu. Kalau selevel superior, juga kudu hati-hati. Jarang yang salah soal ini meski saya juga pernah dapat email berisi dua kata singkat padat jelas, “SANGAT MENGENASKAN!” Hehehe..

Jadi begini, yang jadi problem adalah ketika kita menulis email untuk orang yang selevel. Saya selalu berprinsip sama, kecuali sama bawahan ya. Sebisa mungkin pakai format baku. Kalau saya:

Dear Penerima,

Bla Bla Bla Bla Bla

Terima kasih

Best Regards,
Pengirim

NAH! Kalau email baik-baik begitu, layaknya dibalas dengan baik juga to ya? Bagaimana? Nggak usah seribet saja, tapi bisa disingkat:

Dear Penerima,

Bla Bla Bla Bla Bla,

Thanks,
Pengirim

atau

Rgds,
Pengirim

Simpel kan?

Dear sebagai pembuka dan Regards/Thanks/sejenisnya sebagai penutup akan membuat email tampak lebih manis dan yang menerima juga lebih enak dan komunikasi pastinya lebih lancar.

Jadi, ini simpel banget kok. Silahkan diterapkan ya.. Hehehe..

34 Tips Menulis Baik

1. Perhatikan tanda baca!
2. Ikut di NaNoWriMo, dengan tantangan novel 50 ribu kata/bulan.
3. Jangan mengedit draft pertama sebelum semua kelar.
4. Menulis minimal 30 menit per hari.
5. Mempelajari aturan menulis baik dan pelajari cara membantahnya.
6. Membawa sebagian buku ke penulis favorit, meminta pendapat.
7. Jadilah pembaca yang baik terlebih dahulu.
8. Selalu baca dan ulas yang sudah tertulis.
9. Terima kritik.
10. Gunakan kata-kata baru.
11. Baca hasil tulisan sambil bersuara 🙂
12. Hindari bagian-bagian yang tidak perlu.
13. Bekerja seolah ada deadline.
14. Dapatkan ide baru kala menulis sesuatu, kembangkan di tulisan lain.
15. Menulis setiap hari.
16. Sebisa mungkin hilangkan kata kerja berlebihan.
17. Edit 1-2 hari setelah tulisan jadi.
18. Ekspresikan pandangan dengan diksi yang sesuai.
19. Baca karya penulis besar.
20. Jika satu kata bermakna sama dengan 3, ganti dengan 1.
21. Adaptasi penulis lain.
22. Alih-alih menambah keterangan pembicaraan, gunakan saja aksi atau kata percakapan untuk memuat keterangan itu.
23. Menulis sering untuk menyelesaikan jadwal yang realistis.
24. Fokus dan berpikir positif.
25. Gunakan kalimat penulis lain sebagai model dan sesuaikan.
26. Hindari kalimat panjang.
27. Pelajari perbedaan “Me, Myself, and I”
28. Jika proyek panjang, suruh editor diam, dan menulislah.
29. Hati-hati dengan ekspresi yang tidak perlu.
30. Cari kesalahan penulisan.
31. Baca tips, ikut grup penulisan, cari pelatih.
32. Tulis draft pertama spontan.
33. Buat plot.
34. Edit, edit, edit.

Dikutip dari dailywritingtips.com