50 Cara Sederhana Membangun Landasan Menulis

Disalin dengan tambahan dari xposisi.com

Di era teknologi modern seperti sekarang, seorang penulis diberi keleluasaan untuk mempromosikan bukunya sendiri.Tak hanya penulis self-published, penulis dari major publisher juga diharapkan mempromosikan bukunya melalui social media hanya dalam satu klik.

Menulis adalah seni, begitu juga dengan self-promotion. Dari pertama kali kamu menuliskan kata pertama, kamu juga boleh memikirkan bagaimana caranya men-share tulisanmu. Dan sekali kamu mulai berpikir menulis dan usaha mempromosikannya melibatkan seni, hal luar biasa mulai terjadi. Kamu akan menemukan pembaca.

Buku tidak ditulis dalam semalam. Tulisan terus berkembang dari hari ke hari, mengalami perubahan, penambahan, proses editing, dan lain sebagainya. Sama dengan landasan kita, yang mencakup segala cara agar tulisan kita bisa dibaca orang.

Ada beberapa cara  cepat untuk mengubah landasan menjadi action. Berpikirlah setiap langkah kecil sebagai lompatan besar dalam mendapatkan pembaca, juga kesempatan menyenangkan untuk menyebarluaskan hasil keja kerjamu.

Listen & Learn

1. Mencari Pembaca Setia. Perjelas jenis pembaca yang ingin kamu cari. Tulislah daftar jenis-jenis pembaca yang kamu miliki. Lalu, putuskan kelompok mana yang akan kamu jadikan sebagai pembaca setia tulisanmu.

>>> setidaknya ada 1 pembaca setia Aku dan Alfa 🙂

2. Memulai Penelitian. Google Alerts (google.com/alerts) dapat membantumu eksis di dunia maya. Set up alerts untuk memberitahu namamu, judul buku, artikel, Twitter handle, site URL dan topic lain pop up online. Kamu akan senang melihat alert yang muncul ketika orang lain mempromosikan bukumu.

>>> cuma dapat rating Alexa sama Edelman Level 🙂

3. Membuat Polling. Ketika sedang menulis, dan kamu bingung dengan berbagai pilihan nama tokoh, misalnya, buatlah polling di Facebook atau Twitter dan tanyakan kepada pembaca. Biasanya penulis mendapat jawaban dari hasil polling yang dibuatnya.

>>> lihat di kanan atas blog ini hehehe..

4. Hargai Orang Lain. Dalam social networks, follow dan berteman dengan orang-orang yang kamu kagumi. Jangan mempromosikan bukumu terus menerus, karena timeline akan menjadi seperti iklan mini. Kenali follower-mu dengan baik, dan promosikan bukumu perlahan tapi pasti.

>>> dan saya belum punya buku sendiri.. hehehe..

5. Study the Competition. Klik search engine lalu ketik keywords tetang tema tulisanmu. Lihat link yang muncul. Jangan takut bersaing. Pelajari kompetitormu. Apakah mereka lebih baik dari pada kamu? Tambahkan hal-hal yang kamu pelajari dalam to-do list.

>>> sakjane ngeri 🙂

Create Context

6. Perkenalkan diri. Tulislah data diri singkat agar pembaca tahu. Cantumkan alamat blog, status, judul buku yang sudah diterbitkan, dan kerjasama professional lainnya..

>>> lumayanlah di blog ini..

7. Show Yourself in Action. Kamu pasti banyak memiliki foto tapi banyak yang belum dipublikasikan. Carilah beberapa foto dengan resolusi tinggi. Foto dimana kamu menghadiri acara klub buku, tanda tangan buku dan segala sesuatu yang berhubungan dengan karyamu. Muat foto-foto tersebut di Facebook, Twitter dan blog.

>>> dan itu belum ada huaaaa…

8. Post Ads and Affiliate Links. Ingin mendapatkan uang secara online? Muatlah iklan atau link afiliasi di blogmu.

>>> dan berakhir dengan diblokirnya blog ini 😦

9. Buat Event. Buatlah kegiatan dengan jangka waktu tertentu dan melibatkan keikutsertaan penulis lain. Seperti NaNoWriMo, kamu bisa membuat event serupa, misalnya: November Menulis. Post hasilnya di blog, Facebook dan Twitter.

>>> pengennya sih..

10 Grade Yourself. HubSpot memiliki free graders (grader.com) yang bisa menilai tingkat keefektifan website, blog, Google Alerts, Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Setiap penilaian memakan waktu kurang dari lima menit.

>>> mbuh kie?

Contribute Content

11. Bagi-Bagi Tulisan. Buat pengumuman di social media tentang tulisan yang akan kamu bagikan gratis. Bisa berupa flash fiction, cerpen atau puisi. Cantumkan link-nya.

>>> selalu gratis kalau saya mah, ada yang baca wae syukur 🙂

12. Brainstorm 20 Ide. Kalau kamu tidak menanyakan dirimu sendiri tentang ide baru yang muncul, biasanya setengahnya akan hilang. Lalu, kamu membaca blog orang lain, majalah, atau surat kabar. Biasanya muncul ide untuk menulis. Biasakan menuliskan ide yang muncul di buku bank ide. Berpikirlah setidaknya lima menit untuk satu ide.

>>> setiap hari dibawa tapi tak ditulis heheheuu..

13. Put Your Best Forward. Pastikan follower-mu langsung membaca postinganmu. Beberapa blog memiliki widgets yang langsung menposting tulisan setelah selesai ditulis di blog.

>>> so pasti..

14. Recycle. Luangkan waktu beberapa menit untuk melihat tulisan lamamu di blog. Cari blog orang lain, forum atau website yang tertarik untuk mempublikasikan tulisanmu. Edit kembali tulisan lamamu agar lebih ‘cantik’.

>>> sering juga sih.. 🙂

15. Menulis Review. Pembaca atau follower-mu biasanya ingin tahu buku favoritmu dan alasannya. Buat review singkat tentang buku yang sudah kamu baca dan post di website seperti GoodReads, Amazon.com and Red Room. Untuk karma baik, tulislah review positif untuk penulis favoritmu.

>>> kadang kadang sekali..

Cultivate Community

16. Prompt a Response. Prompt adalah kata atau tema sugestif yang memicu respon interaktif dari orang lain. Bisa berupa foto, simbol atau kata, atau bisa juga beruba teka-teki.  Biasanya, penulis memberikan kuis buku gratis untuk pembaca. Jawaban benar diundi dan dicari pemenangnya. Coba saja, pembaca pasti suka.

>>> belum punya buku 😦

17. Lima Menit Interaksi. Reply komen yang masuk di blog. Beri ucapan terima kasih kepada pembaca setia blog kamu. Karena mereka menyukai karya kita, beri penghargaan kepada mereka dengan meluangkan sedikit waktu untuk berterima kasih.

>>> langsung secepat kilat..

18. Buat Tawaran Menarik. Kalau kamu sedang mengerjakan proyek buku dan membutuhkan bantuan penulis lain, editor atau first reader, beri kompensasi. Bisa dengan memberi diskon untuk buku, atau namanya tercantum di daftar terima kasih. Buat mereka yang bekereja denganmu bahagia.

>>> tunggu duit dulu..

19. Kerjasama Stategis. Siapa yang ingin kamu jadikan partner? Ramah dan ringan tangan tentu diperlukan dalam kerjasama, tetapi kerjasama yang baik menguntungkan kedua belah pihak. Buat perjanjian tertulis agar lebih jelas dan terlihat formal.

>>> 1 project saja susah.. 🙂

20. Create a Quickie Blogroll. Buat list penulis kesukaanmu. Cari di Google lalu buatlah blogroll. Posisikan blogmu sebagai sumber inspirasi dilihat dari segi kualitas, bukan kuantitas.

>>> maksude??

Be Authentic

21. Be Yourself. Saran yang mengatakan penulis harus bersikap sesuai dengan brand image membuat kita melupakan sikap sebagai orang biasa. Tapi, social media dibuat untuk manusia, bukan robot. Faktanya adalah kamu seorang penulis, orang tua, bankir, public relations, etc. Pembacamu ingin melihat kamu sebagai diri kamu sendiri. Luanghkan lima menit untuk menulis profil yang ‘kamu banget’.

>>> cek, about me 🙂

22. Put Passion Into Action. Misalnya kamu menulis cerita fiksi. Apakah sulit untuk membuat outline dan landasan? Tidak. Kerjakan sepenuh hati. Jangan beranggapan tidak ada yang peduli. Anggap saja jutaan orang sepertimu, dan ingin berhubungan denganmu. Tulis pendahuluan singkat tentang mengapa kamu sangat bersemangat menulis tentang topik tersebut. Baca kembali setiap kamu online. Itu akan membantumu untuk fokus.

>>> iki mboh kie..

23. Get Together. Biarkan orang tahu akan kegiatanmu. Misalnya: mengajar, mengikuti workshop menulis, dan lain-lain. Make yourself accessible.

>>> nggak enak sama kantor 🙂

24. Spark Conversations. Banyak orang di luar sana yang tertarik dengan topic yang sedang kamu tulis. Cek Google, Twitter atau forum dimana topikmu sedang ramai dibahas. Aktiflah dalam diskusi. Biasanya penulis mendapat ide tambahan dari interaksi tersebut.

>>> kadang kadang sajo..

25. Share the Journey. Kehidupan seseorang penuh warna dan disisipi dengan lika-liku. Biarkan pembacamu tahu tentang keadaanmu. Update status dengan cerita lucu yang baru kamu alami, atau peristiwa sedih tentang kematian hewan peliharaanmu. Curious fans love to be treated like insiders.

>>> noh, cek Aku dan Alfa 🙂

Synergize Connections

26. Friend and Follow Media Pros. Cari akun penerbit, penulis dan editor lalu follow mereka. Ramahlah pada mereka. Jika namamu mulai dikenal, jangan kaget mereka yang akan mencarimu.

>>> sudah! dan belum dikenal.. hehe..

27. Say Thanks. Dalam waktu lima menit, kamu bisa menuliskan kartu ucapan terima kasih, menempelkan di buku dan membungkusnya dengan rapi. Lakukan dengan rutin, sebagai ucapan terima kasih atau hadiah kuis pembaca.

>>> dibilangin belum punya buku sendiri.. heuheuheu..

28. Articulate Your Allies. Siapa yang mensupport hasil karyamu? Karya siapa yang kamu suka? Sesama penulis biasanya saling membaca dan mereview tulisan masing-masing. Bertemanlah dengan mereka yang suportif sehingga tujuanmu tercapai dengan baik.

>>> yah, sesama saya yang satu itu malah menjauh kie..

29. Sesi Tanya Jawab. Buat daftar pertanyaan tentang topik yang menurutmu menarik. Mintalah orang-orang untuk menjawabnya dalam berbagai format: video chat, email atau wawancara via smart phone.

>>> hemmmm…

30. Shake Things Up. Stop menjadi penganut yes, Sir. Ambil satu topic lalu adu argumentasi dengan teman.

>>> opo maneh ki?

Produce Yourself

31. Capture E-mail Addresses. Gunakan servis newsletter service atau RSS feed service di blogmu sehingga orang-orang bisa mendaftar dan berlangganan blogmu.

>>> sudah kok..

32. Go Multimedia. Munculkan kembali konten lama dengan fresh media. Habiskan lima menit latihan membaca tulisanmu dengan smartphone. Atau hafalkan chapter awal, lalu bacalah sambil direkam tanpa skrip.

>>> hehehehe…

33. Ask for Feedback. Untuk mengetahui karyamu baik atau tidak, kita harus tahu pendapat orang lain. Kirimkan feedback form kepada pembacamu.

>>> segera deh..

34. Outsource Something. Habiskan lima menit untuk memikirkan topi yang sedang dipakai: the creative, the closer, the perpetual student, the accountant, the publicist, etc. Cari kelemahan yang kamu miliki dan mintalah orang lain untuk membantumu mengatasi kelemahan tersebut.

>>> berharap…

35. Share More. Satu kesalahan umum yang sering kita lakukan adalah to make it perfect, yang akan membuat kita memiliki banyak pembaca. Tapi, seringkali malah sebaliknya. Kerja keras untuk memaksimalkan tulisanmu.

>>> berusaha…

Publicize Yourself

36. Hunt and Answer. Jangan lupakan media tradisional. Jawablah permintaan media di Help a Reporter Out (helpareporter.com). Dalam waktu lima menit, kamu akan mendapatkan respon dari setidaknya satu media. Setiap postingan membuat namamu dikenal.

>>> kalau saja ada.. hahaha..

37. Grow Your List. Kemanapun kamu pergi, apapun yang kamu lakukan, bawa kertas/buku dan minta alamat email dari orang yang kamu temui. Siapa tahu, mereka adalah calon pembaca setiamu.

>>> iya ya?

38. Think Ahead. What do you have coming up? Buat daftar event yang akan berlangsung dan publikasikan di blog, newsletter, social media dan e-mail signature. Seringlah membuat update.

>>> maunya sih, kalau sempat..

39. Compartmentalize. Buatlah list email pembaca, teman, rekan kerja, dll. Reorganize your e-mail groupings.

>>> hihihihi…

40. Master the 5-Minute Release. Fokuslah pada satu peristiwa penting dalam waktu dekat. Buat press release dalam lima menit dan kirimkan setidaknya sebulan sekali. Short is good.

>>> nggak ada..

Pay it Forward

41. Round Up Resources. Kumpulkan buku, website dan sumber lain yang berhubungan dengan topic yang sedang kamu tulis. Be helpful to others, and they’ll send people to you.

>>> lha ini contohnya.. hehe..

42. Boost Others. Bantulah rekan penulis atau penulis debut dalam mempromosikan bukunya. Tawarkan juga untuk menulis testimonial.

>>> kalau ada yang minta, dengan rela hati…

43. Offer Your Services. Menurut Gary Vaynerchuk, penulis Crush It!, pertanyaan terbaik yang bisa kamu tanyakan di social media adalah, “What can I do for you?” Ide yagng simple tapi brilian. Lakukan secara berkala.

>>> siapppp…

44. Be a Good Guest. Tanyakan dirimu sendiri pertanyaan sulit dan controversial yang orang lain tidak berani tanyakan (tapi penasaran ingin tahu). Bisa dipost di blog dan dishare kepada pembaca.

>>> apa eaaa…

45. Hit the Highlights. Kamu tidak harus menuliskan semua hal yang dibicarakan dalam event/workshop. Tuliskan intinya dan bagikan di blog.

>>> T_T

Strut your Stuff

46. Count Down to Every Launch. Punya buku yang mau dirilis? Bagikan kegembiraan di social media. Tulislah promo bukumu, misalnya: minggu depan buku A akan rilis. Berikan juga clue tentang isi bukumu agar pembaca penasaran dan tertarik ingin membaca.

>>> nggak punyaaaa…

47. Spiff Up What’s Old. Tawarkan promosi agar orang tertarik membaca karyamu. Misalnya: diskon selama pre-order buku.

>>> maunyyaaaa…

48. Make Merchandise. Dalam mempromosikan bukumu, biasanya ada kuis gratis berhadiah buku. Kerjasama dengan media seperti majalah atau radio. Kamu bisa sekalian mempromosikan karyamu.

>>> kalau adaaaaa…

49. Sustain Yourself. Online secara aktif memerlukan keseimbangan dan kesabaran. Pertegas bagaimana dan dimana kamu ingin mencurahkan energi. Sortir kembali dan buatlah skala prioritas, dimana kamu bisa menulis dengan tenang dan online secara berkala.

>>> hihihihi…

50. Break Out of Your Box. Tanya diri sendiri, “Apa yang akan aku buat jika aku membiarkan diriku menciptakan apapun yang kumau?” Lepaskan label yang melekat, seperti novelis, penulis puisi atau jurnalis. Dalam lima menit, tulislah apa saja sejujurnya, dari lubuk hati terdalam. Kemampuanmu untuk keluar dari kotak bisa menginspirasi orang lain.

>>> siipppp…

Disadur dari: The Writer’s Digest

Advertisements

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s