BPK Kawal Harta Negara Dengan Mendorong Akuntabilitas Keuangan Negara

[Blog|Ariesadhar.com]Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) menyelamatkan keuangan negara senilai Rp13,70 Triliun pada Semester I tahun 2017. Jumlah itu berasal dari penyerahan aset/penyetoran ke kas negara, koreksi subsidi, dan koreksi cost recovery. Hal itu disampaikan oleh Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara dalam acara penyerahan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2017 kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10/2017)”.

Demikian kutipan yang saya peroleh dari sini. Bayangkan, dalam 1 semester itu saja, uang yang diselamatkan oleh BPK nilainya sudah setara dengan hal-hal berikut ini:

BPK merupakan sebuah lembaga negara yang memiliki tugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara. BPK merupakan pemeriksa semua asal-usul dan besarnya penerimaan negara yang berasal dari sumber manapun. BPK juga harus mengetahui tempat uang negara tersebut disimpan dan digunakan untuk apa. Keuangan negara sendiri artinya adalah semua hal dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.

BPK merupakan lembaga negara yang ditopang oleh Undang-Undang Dasar, dan dilengkapi dengan Undang-Undang lainnya yang terdiri dari:

Dengan demikian, BPK dapat disebut sebagai lembaga negara dengan dasar hukum paling komplit, sesuatu yang sebanding dengan tugas BPK untuk mengamankan keuangan negara.

Nah, peran BPK sesungguhnya menjadi demikian berbeda ketika ada amandemen UUD 1945 yang terkait dengan BPK. Ada penambahan kata ‘bebas dan mandiri’ yang menjadi sangat penting bagi tugas BPK. Pada pemerintahan yang telah lalu, kiprah dan ruang gerak BPK selaliu dikendalikan sehingga dalam menjalankan tugas dan kewajiban memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara menjadi tidak optimal.

BPK Zaman Old dan Zaman Now

Sebelum reformasi, BPK merupakan lembaga yang kedudukannya di bawah kendali pemerintah. Presiden dapat saja memerintahkan atau melarang BPK melakukan pemeriksaan semata-ata supaya citra pemerintah terangkat atau juga jadinya malah mencegah terungkapnya aneka bentuk korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara. Hal itu tentu berlawanan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan negara sebagai prasyarat penting penegakan good governance.

Pada era Orde Lama, Presiden menjadi Pemeriksa Agung, sedangkan Ketua BPK sebagai Menteri di bawah komando Presiden. Pada masa Orde Baru, saat posisi BPK dipindahkan sebagai lembaga negara di luar pemerintah, terjadi reduksi peran berupa pembatasan objek pemeriksaan, cara ataupun metode pemeriksaan, hingga isi dan nada laporan pemeriksaan. Era baru kebebasan dan kemandirian BPK akhirnya dijabarkan dalam UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara serta UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK.

bpk-kawal-harta-negara-kantor-bpk
Kantor BPK di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Yang pendek itu dikenal dengan Gedung Arsip, yang tinggi lebih dikenal dengan Tower. Di Tower itulah para pimpinan BPK bermarkas. Sumber: jpnn.com

Secara legalitas, baik di era Orde Lama dan Orde Baru, BPK sejatinya sejajar dengan Presiden. Adapun pada prakteknya, BPK berada di bawah kendali pemerintah. Untungnya ada era reformasi, kondisi yang dulu-dulu itu sudah tidak berlaku. Kini BPK benar-benar sejajar dengan Presiden.

BPK yang harus memeriksa pengelolaan keuangan negara yang dijalankan pemerintah dan lembaga-lembagan egara lainnya, tentu butuh kesetaraan dengan Presiden. Kalau BPK di bawah Presiden, ruang gerak BPK untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawa keuangan negara akan menjadi terbatas. Lembaga yang dikendalikan oleh Presiden tentu tidak akan independen saat memeriksa pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden.

Jenis-Jenis Pemeriksaan BPK

Diamanatkan oleh UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, dikenal tiga jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK yakni:

Pemeriksaan Keuangan merupakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini mengenai tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah.

Jadi begini. Setiap tahun, setiap Kementerian, Lembaga, Instansi Pemerintah, dan Pemerintah Daerah harus-wajib-kudu membuat Laporan Keuangan. Jadi pada tahun 2018 awal, yang dibuat adalah Laporan Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2017. Laporan ini dibuat untuk mempertanggungjawabkan semua anggaran yang diperoleh dan telah digunakan oleh K/L/D/I. Sebelum diperiksa oleh BPK, namanya adalah Laporan Keuangan Unaudited.

Berbasis dokumen yang biasa disebut LK itu, BPK melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen yang terkait dengan penggunaan uang. Untuk apa saja uang digunakan, kuitansinya ada atau tidak, penggunaannya sesuai ketentuan atau tidak, ada kelebihan bayar atau tidak, dan lain-lainnya. Dalam pemeriksaan inilah segala yang kita kenal dengan tiket fiktif, perjalanan dinas bodong, kemahalan harga alat tulis kantor, dan segala bau-bau busuk lain soal perilaku koruptif di pemerintahan akan dibongkar oleh pemeriksa BPK.

Nah, hasil pemeriksaan inilah yang kemudian diberikan pernyataan opini yang terdiri dari:

Percaya nggak, wahai pembaca sekalian, bahwa beberapa tahun yang lalu ada instansi pemerintah yang mendapatkan predikat Disclaimer alias TMP bukan karena korupsi, melainkan karena data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang masuk melalui instansi tersebut tidak dapat diyakini kebenarannya. Gambarannya adalah PNBP instansi tersebut 100 Miliar, tetapi yang bisa diyakini bahwa instansi tersebut telah memberikan layanan publik hanya 80 Miliar. Jadilah instansi itu mendapat predikat Disclaimer karena uang berlebih di kas negara.

Kenapa begitu? Setiap yang tercatat di Laporan Keuangan–apalagi di era Laporan Keuangan berbasis akrual–harus jelas posisinya. Kalau suatu PNBP itu dibayarkan masyarakat untuk sebuah jasa, maka ketika jasa pemerintah belum dituntaskan, uang PNBP yang sudah dibayar itu menjadi hutang jasa pemerintah. Ketika 20 Miliar uang yang ada tidak bisa ditelusuri status jasa yang harusnya diberikan pemerintah, pertanyaan lain jadi muncul. Jangan-jangan sebenarnya PNBP-nya hanya 80 Miliar? Atau malah jangan-jangan lebih dari 100 Miliar? Keyakinan pemeriksa–dalam hal ini BPK–adalah kuncinya.

Jadi begitulah, saya suka trenyuh banyak orang yang nggak begitu paham WTP, WDP, TW, hingga TMP tetapi menggunakan sesukanya. Apalagi di zaman pemilihan kepala daerah seperti sekarang, banyak data-data yang ada digunakan begitu saja tanpa dipahami lebih dahulu substansinya.

Pemeriksaan Kinerja merupakan pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi, serta juga pemeriksaan atas aspek efektivitas nan lazim dilakukan untuk kepentingan manajemen oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

Inti dari pemeriksaan kinerja ini adalah agar kegiatan yang dibiayai dengan keuangan negara maupun daerah diselenggarakan secara ekonomis dan efisien plus memenuhi sasaran secara efektif. Yang dilihat apakah hasil penggunaan anggaran seiring sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai pada saat awal program itu ada, apakah penggunaannya 3E (ekonomis, efisien, dan efektif) atau tidak.

Begitu.

Gampangnya begini, saya berikan ilustrasi yang nyata. BPK pernah menyelenggarakan pemeriksaan kinerja pada BPJS Kesehatan, yang tentu saja menilai kinerja Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara keseluruhan. Nah, dalam pemeriksaan kinerja ini hubungannya banyak lembaga.

Dalam peraturan JKN ada lelang untuk obat-obat dalam Formularium Nasional (Fornas). Fornas garapan bersama Kementerian Kesehatan, BPJS, dan BPOM. Ada syarat bahwa obat agar masuk Fornas harus punya Nomor Izin Edar (NIE) BPOM. Nah, BPK pergi ke BPOM mengecek hal ini.

Kenapa harus dicek? Lha, misalkan suatu obat sudah masuk Fornas, tapi dalam periode itu NIE-nya kedaluwarsa pertanyaan yang muncul adalah bagaimana status stok obat yang sudah ada di Rumah Sakit? Boleh dipakai atau tidak? Kalau boleh, jadinya melanggar aturan BPOM. Kalau nggak, itu obat yang dibeli pakai uang negara bagaimana nasibnya? Yha, pertanyaan-pertanyaan itulah yang mengisi ruang kalbu pemeriksaan kinerja.

Hasil dari pemeriksaan kinerja ini juga tidak sembarangan. Di BPOM misalnya, dilakukan follow up berkali-kali dengan Pemerintah Daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK. BPK sendiri juga turun tangan mengawal follow up tersebut. Jadi nggak sembarangan kasih rekomendasi terus lepas tangan, lho.

bpk-kawal-harta-negara-acara-bpom-bali
Kegiatan FGD Membangun Kemitraan Pengawasan Obat dan Makanan Untuk Melindungi Kesehatan Masyarakat Serta Meningkatkan Daya Saing Produk Obat dan Makanan, sebagai tindak lanjut dari temuan pemeriksaan kinerja BPK di BPOM terutama terkait tindak lanjut hasil pengawasan di daerah. Sumber: metrobali.com

Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu adalah pemeriksaan di luar pemeriksaan keuangan dan kinerja, serta dapat merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk tujuan khusus tertentu sebagai tindak lanjut pemeriksaan yang telah dilakukan karena adanya hal penting yang harus diselesaikan. Misalnya, ada dugaan unsur pidana dalam tindakan keuangan suatu instansi atau juga memeriksa pelaksanaan suatu rekomendasi dari BPK kepada instansi terperiksa.

Webp.net-gifmaker (3)

Mengapa Keuangan Negara Harus Diperiksa?

Ini pertanyaan kunci yang menjadi sebab BPK ada dan eksis di Bendungan Hilir sana–maklum mantan tetangga, kak, dulu pernah tinggal di Jalan Danau Siawan.

Pemeriksaan perlu dilakukan agar tiap pihak yang mengelola uang negara selalu menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya hingga membawa faedah yang sebesar-besarnya untuk rakyat. Bagaimanapun, pihak-pihak yang mengelola uang negara itu harus sadar dan mahfum bahwa mereka tidak dapat memanfaatkan uang yang dipercayakan rakyat kepada mereka itu secara tidak bertanggung jawab.

Kontrol diperlukan karena kalau tidak maka para pengelola itu akan memiliki kepemilikan yang besar pada uang rakyat itu. Ujung-ujungnya adalah memperkaya diri sendiri. Atau ya setidaknya salah urus. Sebagaimana yang kita lihat dalam korupsi sejak Orde Lama, Orde Baru, hingga sampai sekarang juga, sih.

Hulk menghajar Thor dan siapapun yang salah mengurus uang rakyat

Sekarang bayangkan kalau uang yang dipakai memperkaya diri para pengelola keuangan di masa silam itu dipakai bikin MRT seperti di Singapura. Penduduk Jakarta nggak akan kena macet karena pembangunan MRT yang terlambat seperti sekarang. Dahulu kala, banyak proyek pembangunan fiktif. Ada uang yang keluar, barangnya nggak ada. Begitulah faktanya.

Hadirnya BPK diharapkan dapat menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan negara mengingat pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab merupakan prasyarat bagi sehatnya ekonomi dan pembangunan nasional.

Transparansi dan akuntabilitas keuangan negara akan memudahkan pemerintah mengetahui tiap saat kondisi keuangannya sendiri sehinga pada akhirnya dapat melakukan perencanaan pendanaan pembangunan sekaligus memonitor pelaksanaan secara baik. Kita punya pengalaman buruk pada 1997-1998 silam ketika pemerintah tidak memiliki informasi dan kontrol atas posisi keuangan sendiri, yang tersebar di banyak instansi dan BUMN/BUMD, plus rekening individu para pejabat.

Sekarang? Tenang saja, sekadar nitip pengembalian belanja bulan Desember di rekening bendahara buat kemudian bulan Januari disetor ke negara sudah bisa dianggap temuan BPK, lho!

Oke, dari tadi cerita BPK terus lantas pasti banyak yang masih…

Rata-rata orang kita memang suka bingung kalau tidak ada wujudnya. Polisi dianggap nggak ada kalau nggak nangkap maling. Kan gitu. Maka, tanpa berlama-lama lagi, Istoyama siap memaparkan infografisnya yang disarikan dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2017.

Bagaimana BPK Mendorong Akuntabilitas?

Ada begitu banyak definisi tentang akuntabilitas, tetapi inti dari semuanya adalah pertanggungjawaban. Lantas apa sih yang harus didorong oleh BPK untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan negara? Jawabannya, banyak.

Sebagai pemeriksa sekaligus pihak yang bisa mengubah Laporan Keuangan Unaudited tadi menjadi Laporan Keuangan Audited, BPK pasti mampu menelaah soal bagaimana suatu instansi melakukan pencatatan aset tetap maupun aset lancar, bagaimana suatu instansi menggunakan mata anggaran yang benar untuk sebuah transaksi dan kalaupun salah BPK akan bisa duduk bersama instansi dan Kementerian Keuangan untuk membahas jurnal guna memperbaiknya, hingga bagaimana suatu kerugian maupun potensi kerugian negara harus dikembalikan kepada negara melalui cara-cara yang juga baik dan benar.

Percayalah, saya pernah berminggu-minggu pulang malam demi membahas jurnal-jurnal koreksi bersama dengan rekan dari Kementerian Keuangan, teman-teman dari Bagian Keuangan, beserta juga pemeriksa BPK dalam kesempatan tertentu. Semuanya adalah demi pertanggungjawaban uang negara agar baik dan benar. Biar saya nggak malu sama anak-cucu kelak.

Untuk bisa mendorong akuntabilitas ini, BPK tentu mempunyai jurus-jurus yang luar biasa. Jurus pertama adalah akses penuh pada laporan keuangan dan data apapun yang dibutuhkan. Kalau ada auditan yang menyembunyikan data bisa dibawa ke Pak Polisi, lho. Jadi benar-benar harus terbuka. Toh kalau jujur ngapain harus takut? Jurus kedua adalah hubungan yang baik dengan pihak ketiga. Saya pernah berkali-kali ada dalam posisi BPK mengkonfirmasi temuan kepada pihak ketiga, yakni kontraktor maupun pelaksana pekerjaan lainnya, dan nyaris tidak pernah ada marah-marah, ada gontok-gontokan, apalagi bakar-bakaran. Jadi, setiap ke penyedia dipastikan modalnya kuat. Sedangkan, jurus terakhir adalah hubungan yang baik dengan auditan. Ini penting, karena hubungan baik instansi pemerintah dengan BPK menjadi landasan kerja yang baik demi terwujudnya laporan keuangan yang istimewa dan pada akhirnya mewujudkan pengawalan harta negara yang sebenar-benarnya.

Liburan Akhir Tahun di Tengah Kota Jakarta

Apakah hal yang lebih menyebalkan daripada Dora yang bertanya terus menerus padahal jawabannya sudah kelihatan di layar televisi? Yup! Rencana libur yang gagal. Seperti yang saya–dan beberapa teman–alami akhir tahun ini.

Seorang teman yang bekerja di kantor pemerintah tiba-tiba diminta masuk kantor pada 27-28 Desember untuk membuat laporan yang katanya akan diserahkan kepada Presiden Jokowi. Teman yang lain diminta membatalkan cuti yang sebelumnya telah disetujui karena ada pertemuan mendadak. Pertemuan yang menurut terawangan akan batal juga. Kasihan pokoknya. Oh, kasihan dan menyebalkan pada saat yang sama karena sebenarnya kegiatan-kegiatan semacam ini bisa direncanakan jauh-jauh hari. Sejauh harapan untuk balikan dengan mantan.

Namun, apapun yang terjadi, semua harus berjalan. Dan salah satu caranya adalah untuk tetap berlibur akhir tahun meskipun pada akhirnya perencanaan kota-kota seperti Jayapura, Semarang, Bandung, Pangkal Pinang, dan lain-lain itu berubah signifikan menjadi… Jakarta. Deuh.

Nah, lantas apa saja yang harus diperhatikan dan dapat diperbuat dalam rangka liburan akhir tahun di tengah kota Jakarta?

Tur Museum

Jakarta sebagai kota yang terbilang maturitasnya tingkat tinggi, juga dikenal dengan warisan budaya nan tiada duanya. Salah satunya adalah sederet museum yang letaknya tidak saling berjauhan dan bahkan berada di sekitar Jakarta Pusat. Artinya, dalam satu hari saja, kita bisa keliling ke beberapa museum sekaligus menikmati kenangan-kenangan tentang sejarah masa silam kehidupan di Jakarta–yang tambah lama tambah bikin penat itu.

Museum Taman Prasasti (Kompas.com)

Beberapa museum yang dapat dituju antara lain Museum Sejarah Fatahillah, Museum Taman Prasasti, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Kebangkitan Nasional, hingga Museum Sumpah Pemuda dan Museum MH Thamrin. Dua nama yang disebut belakangan bahkan bisa dicapai dengan jalan kaki saja.

Bagaimana? Menarik, bukan?

Tur Mal

Jakarta juga dikenal sebagai kota tempat mal bertumbuh dengan begitu hebat. Mal-mal baru selalu ada dan muncul meski kemacetan di sekitar mal lama sudah begitu padat. Nah, di tengah Jakarta yang mungkin sepi karena musim liburan, sebenarnya kita bisa berkunjung ke beberapa mal penting. Salah duanya adalah Grand Indonesia dan Plaza Indonesia yang depan-depanan serta berdekatan dengan Bundaran Hotel Indonesia. Kata teman saya yang tinggal di Jerman sana, isi Grand Indonesia itu kayaknya satu kota dia di sana. Heuheu.

Kota Kasablanka (Tripadvisor.com)

Selain itu, di tengah Jakarta kita bisa bersua dengan mal-mal unik seperti Kota Kasablanka (Kokas) yang terkenal ngehits, Plaza Senayan yang dikenal dengan jam jogetnya, hingga Mal Taman Anggrek yang punya layar LED berukuran raksasa, mengalahkan ukuran gabungan beberapa lapangan futsal.

Dekat Kantor

Nah, karena ini statusnya adalah disuruh masuk kerja pada saat seharusnya libur, maka penting bagi kita memilih tempat berlibur akhir tahun di tengah kota Jakarta yang dekat dengan kantor. Pemilihan tempat yang dekat dengan Sudirman atau Kuningan dapat menjadi pilihan. Niatnya adalah sepulang kerja tidak perlu ribet lagi naik KRL Commuter Line atau bis atau motor untuk menikmati hidup. Tinggal order yang online-online pada jarak dekat dan kita sudah bisa pura-pura bahagia di tengah kota meski gagal libur ke tempat yang jauh.

Harga Bersaing

Nah, di tengah kota itu apakah berarti harus di hotel nan bagus-bagus dan tinggi-tinggi? Tidak juga! Meski berada di tengah kota, kita bisa kok mendapatkan penginapan dengan harga bersaing. Salah satunya adalah dengan menggunakan RedDoorz. Untuk kepentingan kita yang akan tur museum dan tur mal namun nggak boleh jauh-jauh dari Sudirman dan Kuningan, maka RedDoorz Near Perbanas Jakarta menjadi salah satu opsi yang ciamik untuk dieksekusi.

Saya sendiri adalah pelanggan lama RedDoorz dan sudah berulang kali berhasil menginap di tengah kota Jakarta dengan anggaran yang minimalis tetapi tidur yang maksimal. Saya sudah, bagaimana dengan kamu? Selamat berlibur walaupun nggak jadi boleh cuti, yha. Nikmatilah. Heuheu.

Ingin Untung Besar dari Bitcoin? Ketahui Dulu 5 Hal Ini!

Bitcoin telah menjadi bintang di dunia. Keberadaan cryptocurrency yang satu ini–bersama kripto-kripto yang lain–mulai mengobrak-abrik pasaran di dunia. Posisinya yang belum diregulasi mungkin tidak ubahnya rokok elektrik. Bitcoin dan rokok yang dikenal sebagai vape itu menjadi alternatif dari sekian banyak larangan dan aturan.

Entah kalau kemudian si solusi itu dilarang dan diatur juga. Bitcoin terbilang menggiurkan karena nilai tukarnya yang gila-gilaan. Bagi yang main Bitcoin dari 5 tahun lalu kala 1 BTC masih beberapa juta saja, hari-hari ini sudah kaya raya karena 1 BTC telah tembus 270 juta per pagi hari pada saat posting ini ditulis. Ketika tulisan ini dibaca, nilai tukar Bitcoin bisa 300 juta, bisa turun jauh ke 200 juta. Siapa tahu? Setidaknya sampai editan kesekian, nilainya sudah jatuh ke 240 juta.

Pemberitaan yang terus meningkat dan profil orang-orang yang menuai keuntungan besar dari Bitcoin bikin banyak orang penasaran. Per 1 November misalnya, member bitcoin.co.id itu masih kepala 5, sekarang sudah 7. Artinya 100.000 orang gabung dalam sebulan. Semua berharap keuntungan dari Bitcoin.

Nah, bagi yang ingin terjun meraup keuntungan sebesar-besarnya dari Bitcoin, berikut 5 hal yang harus diperhatikan sebelum terjun ke Bitcoin pada khususnya dan cryptocurrency pada umumnya.

1. Risiko Tinggi

Pada awal November, 1 BTC masih 90 juta. Per Desember sudah diatas 200 juta. Tampak menguntungkan? Ya, baiklah. Saya kasih tahu juga pada mid November 1 Bitcoin Gold (BTG) nyaris 5 juta. Per hari tulisan ini dibuat? 3 juta koma sekian. Atau ketika tulisan ini dibuat BTC nyaris 300 juta, pas tulisan ini diedit nilainya sudah turun 50 juta ke 250-an juta.

The Merkle

Ya, bermain dengan Bitcoin adalah bermain dengan risiko tinggi. Semacam valas atau saham tapi dengan volatilitas yang lebih tinggi. Ingat selalu, no pain, no gain, high risk, high return. Ya memang begitu. Continue reading Ingin Untung Besar dari Bitcoin? Ketahui Dulu 5 Hal Ini!

Astra Dalam Perspektif Rantai Pasokan

Sumber: astra.co.id

Tahun 2017 ini, rasanya tidak ada rakyat Indonesia yang tidak pernah menggunakan produk yang berkaitan dengan Astra. Bukan apa-apa, Astra kini telah bertumbuh menjadi 212 anak perusahaan dengan produk yang tidak jauh-jauh dari rakyat. Dapat menjadi sedemikian dekat dengan rakyat Indonesia tentu bukan perkara mudah. Semuanya adalah rintisan dan perjalanan selama 60 tahun lamanya. Sebuah usia matang kalau menyoal manusia dan usia lewat beberapa krisis kalau menyoal perusahaan.

Astra dimulai dari sebuah perusahaan dagang pada tahun 1957. Milestones Astra dimulai pada tahun 1969 ketika dipercaya menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia. Setahun kemudian, Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal untuk sepeda motor Honda dan mesin perkantoran Xerox. Pada tahun 1970 tersebut, Indonesia sedang giat-giatnya membangun sesudah pergantian kekuasaan yang menguras tenaga bangsa.

Setahun sesudah dipercaya sebagai distributor, berdirilah PT. Federal Motor dan PT. Toyota Astra Motor (TAM). Keduanya kemudian menjadi payung agen tunggal untuk sepeda motor Honda dan mobil Toyota. Dalam perkembangan berikutnya, Astra juga menjadi distributor tunggal Daihatsu yang dinaungi PT. Daihatsu Indonesia.

Sumber: astra.co.id

Pada tahun 1981, Astra semakin mengemuka kala TAM meluncurkan mobil Kijang, sebuah mahakarya pada zamannya yang lantas menjelma jadi kesayangan banyak orang di Indonesia. Sesudahnya, Astra terus mengembangkan diri hingga pada akhirnya, sebagai disebut di atas bahwa usaha Astra telah mencapai 212 anak perusahaan, 7 segmen usaha, dan 218.773 karyawan.

Dengan usaha yang sedemikian besar, Astra juga terkena dampak resesi tahun 1998. Pada tahun 1999, Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap pertama. Setahun kemudian, restrukturisasi juga dilakukan dalam bisnis sepeda motor dan bisnis BMW. Tidak lama berselang, Astra juga menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap kedua yang diikuti dengan tindakan lain seperti restrukturisasi bisnis Daihatsu, penawaran saham terbatas 1,4 miliar lembar saham, serta divestasi PT. Pramindo Ikat Nusantara dan PT. Sumalindo Lestari Jaya.

Perbaikan dunia politik dan ekonomi Indonesia juga diikuti oleh Astra. Terbukti, pada tahun 2004 yang merupakan tahun politik peralihan pemerintahan dari Megawati Soekarnoputri ke Susilo Bambang Yudhoyono, Astra melakukan percepatan pembayaran restrukturisasi hutang sekaligus mengambil 31,5 persen kepemilikan di Bank Permata. Tidak lama kemudian, Astra juga memasuki bisnis jalan tol dengan akuisisi 34 persen saham PT. Marga Mandala Sakti.

Peningkatan bisnis tentu harus diseimbangkan dengan tanggung jawab sosial perusahaan. Maka pada tahun 2009, Astra Group meluncurkan SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia sebagai payung kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan.

Sumber: astra.co.id

Secara bisnis, Astra telah bertumbuh menjadi perusahaan yang mampu mengintegrasikan konsep supplier dan pelanggan yang berantai secara optimal. Soal begini pernah saya tuliskan dalam beberapa tulisan tentang perencanaan produksi yang juga tayang di blog ini.

Sebagai contoh, Astra mengelola merk mobil Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, Peugeot, dan BMW. Astra juga punya Honda di level Sepeda motor. Untuk mendukung bisnis ini, Astra punya Astra Otoparts. Saya jadi ingat dua mantan teman kos di Cikarang. Riyan di Astra Honda Motor (AHM) dan Mas Santo di Astra Otoparts (AOP). Keduanya adalah orang-orang yang kalau sudah kerja, gila-gilaan.

Nah, ada kendaraannya, tentu harus ada pembelinya. Namun kita tahu bahwa membeli kendaraan bermotor tidak semudah beli cabe di pasar maupun beli Bitcoin. Maka, Astra memiliki perusahaan pembiayaan untuk tiga jenis produknya. Ada Astra Credit Company (ACC) untuk mobil, FIFGROUP untuk sepeda motor, serta Surya Artha Nusantara Finance dan Komatsu Astra Finance untuk alat berat. Di samping itu, Astra juga punya Astra Life dan Asuransi Astra. Ngomong-ngomong, saya pemegang polis Astra Life. Dan preminya menurut saya ringan dan tidak memberatkan kantong di era gaji PNS sudah 3 tahun tidak naik ini.

Guna menunjang bisnis serta mengikuti perkembangan Indonesia yang begitu gila membangun infrastruktur, Astra juga punya Astra Infra. Sekaligus untuk di bidang logistik, Astra memiliki Serasi Autoraya. Patut dicatat bahwa 2 hal ini adalah concern Presiden Jokowi dalam periode kepemimpinannya.

Astra Infra inilah yang kemudian ada di Tol Tangerang Merak, Tol Kunciran-Serpong, Jakarta Outer Ring Road 2, Tol Jombang-Mojokerto, Tol Semarang-Solo, hingga Tol Serpong-Balaraja. Oh, termasuk juga di Tol Cikopo-Palimanan yang panjang dan lurus itu. Astra ada dalam konteks konsesi ya, jadi bedakan soal urusan jual-menjual infrastruktur. Kadang saya sedih di negeri ini banyak orang kurang paham tapi bagian protes hobinya duluan.

Terakhir, Astra juga merambah properti. Dengan 218.773 karyawan pada 212 anak perusahaan dalam 7 segmen usaha, sudah barang tentu Astra butuh gedung, termasuk karyawannya butuh tempat tinggal. Maka penyediaan gedung yang dikelola sendiri dan sebagian diantaranya bisa dialihkan jadi duit, tentu menjadi wujud pengelolaan yang katanya CEO saya dulu zaman di swasta sebagai Good Corporate Governance (GCG).

Dalam perspektif rantai pasokan, mari kita ambil contoh AOP dan AHM. AHM butuh pasokan sparepart yang berkualitas untuk produk yang mumpuni. Dalam konteks ini, AHM sebagai produsen dan masyarakat konsumen. AHM tunduk pada keinginan konsumen untuk produk yang baik.

Sumber: astra.co.id

Balik ke dapur pabrik, AHM kemudian menjadi konsumen untuk produk sparepart yang merupakan bahan baku sepeda motor bikinan AHM. Produsennya? Untuk sebagian adalah AOP. Nah, berada dalam satu naungan Astra meminimalkan gap kualitas yang sering terjadi dalam hubungan pemasok dan pelanggan. Dengan demikian, ada jaminan lebih bahwa bagian ini kualitas tidak terganggu.

Konsep ini adalah ideal dan memang hanya bisa diraih oleh perusahaan yang sudah punya sejarah panjang dan kekuatan modal mumpuni, ditunjang tata kelola perusahaan yang juga baik. Kalau tidak, berada dalam satu wadah justru membuat AOP misalnya permisif memberi barang yang buruk pada AHM. Toh, saudara. Nyatanya, kini kita telah melihat Astra yang sesuai butir kedua Catur Dharma: memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Menjadi seperti Astra adalah cita-cita banyak korporasi. Maka, dalam usia ke-60, Astra tentu harus terus berbenah mempertahankan yang sudah ada dan meningkatkan terus bisnisnya kemana-mana. Namun, jangan lupa bahwa CSR dalam Satu Indonesia juga tidak kalah pentingnya.

Selamat ulang tahun ke-60 untuk Astra. Semoga selalu menginspirasi dalam perjalanan ke depan.

Bersua Air Terjun Tunan Karena Penundaan Penerbangan

Apa yang paling bikin bete dalam urusan penerbangan? Pertama-tama adalah ketika sudah ada di lobi hotel, driver sudah tiba, eh dapat SMS kalau penerbangan GA607 dari Manado ke Jakarta ditunda. Kedua, ketika kejadian nomor 1 terjadi pada tanggal merah alias hari libur. Wong penerbangan pagi itu dipilih supaya bisa menghabiskan waktu bersama Istoyama, je. Ini malah habis di jalan.

Akan tetapi, masalah sebaiknya jangan dikutuk, nanti jadi tambah masalah. Alih-alih kembali tidur dengan galau, saya kemudian memilih untuk bergerak. Kebetulan di Kota Manado ada Gereja Katedral dan ada juga ojek online. Maka, sembari googling keliru, saya memilih untuk order Gojek menuju Katedral dengan tarif hanya 6000 rupiah saja.

Saya kemudian tiba di Katedral Manado pada pukul 5.50 dan sudah bacaan pertama. Ini yang saya sebut googling keliru karena ternyata misa dimulai pada 5.40 alih-alih 6.00 sesuai hasil pencarian. Lumayan, kerja kayak gini telah bikin saya dapat merasakan misa di beberapa Katedral di Indonesia, mulai dari Surabaya, Banjarmasin, hingga Atambua. Soal Atambua ini kapan-kapan saya ceritakan.

Nah, kadung sudah di Manado, ada baiknya kita mencari-cari sesuatu yang ada di alam, tapi nggak jauh-jauh dari bandara agar tidak terburu-buru nantinya pada saat jam penerbangan. Tadinya hasil pencarian menyebut Air Terjun Kima Atas. Akan tetapi, Pak Martin, driver kami, justru mengarahkan ke tempat lain sembari bilang, “Kayaknya di dekat sini ada….” Continue reading Bersua Air Terjun Tunan Karena Penundaan Penerbangan

Pengalaman Periksa Ginjal Pakai BPJS

Kalau mau diingat lagi kok ya bikin tertawa, tapi pada saat itu saya sakitnya beneran. Kalau mau dilupakan, kok ya ada ceritanya…

Jadi begini, beberapa waktu yang lalu saya mendadak sakit. Ginjal saya nyeri minta ampun. Itu posisi masih di kantor dan saya buru-buru ke klinik 24 jam dekat kantor untuk kemudian diberikan Ketoprofen. Masih sakit. Sakit pakai banget. Akhirnya, sama teman kantor saya dilarikan ke UGD RS Carolus.

Di RS Carolus ujung-ujungnya saya tidak dirawat atau dicek lebih lanjut. BUkan apa-apa, sebagai pi in is, saya agak concern soal biaya. Lha wong saya aja bisa keluar UGD dibayarin Paklek-nya Isto.

Singkat cerita, saya kemudian memutuskan untuk periksa ginjal ini berbekal surat dari UGD. Biar jelas saja. Kebetulan sesudah dicek-cek, bisa kok pakai BPJS.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah minta rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Kebetulan dekat dengan kantor. Jadilah pagi-pagi saya ke klinik dan langsung nodong rujukan. Wkwk. Tentunya tetap diperiksa terlebih dahulu, akan tetapi posisinya saya sudah dapat semacam rujukan juga dari UGD RS Carolus jadi memperkuat rujukan dari Faskes pertama tersebut.

Lewat sistem, saya kemudian diarahkan ke RS yang cukup dekat dan ada spesialis urologinya, yakni ke RS PGI Cikini. Kurang lebih jam 9 saya sudah sampai ke RS PGI Cikini untuk mengantri.

Masalahnya kalau pakai BPJS tentu saja, saya terlalu siang. Haha. Posisinya saat itu saya ngantri beberapa puluh nomor dan ruang tunggunya sangat hectic. Bahkan saya sempat tidak dapat duduk. Ya, kita mah anaknya sabar saja sampai kemudian jam 12 siang kurang sedikit akhirnya tiba giliran saya.

Asalkan dokumennya lengkap, tidak ada masalah. Saya diarahkan ke dokter spesialis, langsung pula diarahkan untuk USG, dan kebetulan karena saya pasien terakhir ditungguin pula sama dokter spesialisnya terkait hasil USG.

Diagnosisnya tidak perlu saya paparkan di blog ini ya, tapi intinya sih ketika saya selesai tidak keluar duit sepeserpun. Pas melihat tagihan padahal ada beberapa juta yang muncul. Yes, semuanya sudah ditanggung oleh BPJS.

Lost in Bangka (10): Danau Kaolin

LOSTINBANGKA_DANAUKAOLIN

Pasca mengunjungi Pantai Pasir Padi dan Kelenteng Dewi Laut, akhirnya rombongan pengelana tiada tara beranjak ke selatan. Bagian ini penting karena dari kemarin-kemarin kami main ke utara tepatnya ke Sungai Liat. Satu-satunya perjalanan ke selatan ini adalah destinasi pamungkas yang juga merupakan salah satu alasan perjalanan ke Bangka ini digagas.

Danau Kaolin saat kami berkunjung, baru terkenal kurang lebih setahun. Kalau sekarang, berarti sudah 2 tahun. Kalau tahun depan, tiga tahun. Gitu. Angkat nama di akhir 2015, grup FPL Ngalor Ngidul kemudian ramai kala Tintus dalam perjalannya nganvas ke Koba, memposting foto di lokasi yang katanya mirip dengan danau di Islandia. Dengan air nan biru jernih serta hijau jernih begitu, memang menjadi hal paling beda dan jelas menarik siapapun untuk berkunjung. Sejak saat itu, kunjungan ke Bangka yang wajib menyertakan Danau Kaolin sebagai destinasi mulai digagas hingga pada akhirnya terpenuhi pada Oktober 2016 itu.

IMG-20161024-WA0019
Rian Chocho Chiko dan istri

Hey? Oktober 2016? Sekarang November 2017? Ini nulis apa merenung, kok lama bener?

BERISIK! Namanya pegawengeri itu sibuk, kak.

Danau Kaolin ini dikenal sebagai Camoi Aek Biru dan berada di Desa Air Bara, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Pangkal Pinang. Menggunakan mobil dan driver lokal yang terkenal sejak kuliah suka lupa jalan, pada akhirnya kami hanya butuh 1 jam lebih sedikit untuk tiba di lokasi. Dari Pangkal Pinang hingga menuju tikungan terakhir ke lokasi sih mulus-lus-lus.

Continue reading Lost in Bangka (10): Danau Kaolin

Liburan ke Osaka? Jangan Lupa Ke Lokasi Menarik Berikut Ini!

Banyak diantara kita yang tidak mampu berencana berlibur ke Jepang. Katanya, jumlah para wisatawan Indonesia Ke Jepang belakangan ini meningkat seiring dengan banyaknya promo harga pesawat paling murah untuk berlibur ke sana.

Berbicara tentang tempat wisata yang ada, Osaka ternyata juga tidak kalah menarik dan unik dengan kota-kota lainnya di Jepang. Osaka merupakan sebuah kota di wilayah Kansai, Jepang dan merupakan kota dengan jumlah penduduk terbanyak nomor tiga di Jepang setelah Tokyo dan Yokohama. selain itu Osaka juga merupakan kota metropolitan kedua setelah Tokyo.

Klean penasaran dengan tempat-tempat wisata seru di sana? Berikut beberapa tempat wisata seru untuk liburan anda di Osaka, Jepang.

Akuarium Osaka Kaiyukan

kaiyukan.com

Akuarium yang termasuk salah satu dari antara beberapa akuaruim besar di Jepang ini punya koleksi 620 spesies laut yang berasal dari habitat laut Samudra Pasifik. Banyak sekali bukan? Yha, bilang saja banyak.

Akuarium Osaka Kaiyukan ini terletak di desa pelabuhan Tempozan di daerah Teluk Osaka. Akuarium sebesar ini tentu memiliki tampilan yang tiada main-main. Kehidupan bawah laut ditampilkan di dalam 15 tangki akuarium berukuran besar. Masing-masing tangki mempresentasikan bagian-bagian dari Samudra Pasifik. Tangki terbesar yang dimiliki ialah tangki untuk area Pacific Ocean, di mana menampung 5.400 ton air. Tangki ini digunakan untuk menampung habitat ikan paus yang dikenal dengan ukurannya yang luar biasa besar.

Amerikamura

happyjappy.com

Osaka dijuluki sebagai salah satu prefektur di Jepang yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan adalah karena adanya Amerikamura. Tempat wisata yang satu ini hampir menyerupai Chinatown, tetapi bedanya area ini merupakan pusat kebudayaan Amerika yang ada di Osaka.

Di sepanjang jalan, outlet yang nampak mencolok ialah outlet fashion ala Amerika, Fashion barat yang terkenal sederhana dan elegan seakan membuat mata Anda tersihir untuk bisa memasuki setiap outlet yang dilewati.

Di lokasi ini kamu dengan mudah menemukan bar dan klub malam, terdapatnya bar dan klub malam tersebut juga menjadi alasan mengapa Amerikamura disebut sebagai symbol kebebasan ala dunia barat.

Shinsekai

Ingin menikmati suasana pasar di Jepang? Shinsekai bisa jadi pilihan untuk anda. Shinsekai merupakan tempat yang mirip seperti pasar yang berada di kawasan Tsutentaku Tower (Menara Tsuten). Shinsekai ini dibagi menjadi dua wilayah, yaitu utara dan selatan.

japan-guide.com

Bila kamu menyusuri bagian utara Shinsekai kamu kana menjumpai pemandangan bangunan yang mirip dengan Role Model yang ada di Paris.Untuk bagian selatannya, kamu akan disuguhkan pemandangan bak Pulau Coney di New York.

Selain itu, Shinsekai juga merupakan pusat spa, jadi buat kamu yang ingin memanjakan diri dengan spa saat berlibur ke Jepang, bisa mengunjungi lokasi wisata yang satu ini.

Wah, sangat menarik bukan? Ingin segera berlibur kemari? Segera  cek Tiket Lion Air di Reservasi.com, dan dapatkan harga pesawat paling murah untuk penerbangan ke tempat liburan unik di Osaka, Jepang ini.

Kastil Osaka

Kastil Osaka merupakan kastil yang menjadi symbol kejayaan pada era pemerintahan Toyotomi Hideyoshi. Toyotomi Hideyoshi salah seorang sosok penegak sejarah bangsa Jepang yang memilki ketertarikan tinggi terhadap logam emas, terlihat dari sekali alat perang, bangunan, dan furniture yang dibangun dari emas pada masa pemerintahannya.

osaka-info.jp

Hingga akhirnya dia memberi perintah untuk membalut bagian luar kastil Osaka ini dengan emas.

Dotonbori

Ke Osaka rasanya tak lengkap jika belum ke Dotonbori. Area ikonik yang tak pernah sepi pengunjung ini menyajikan pemandangan pertokoan dengan berbagai jenis souvenir, aksesoris, dan pernak-pernik dan juga berbaur dengan restoran yang banyak menjual makanan khas Osaka, seperti takoyaki, okonomiyaki, dan ramen. Adapun Keindahan sungai Dotonbori-Gawa terlihat dengan jelas dari lokasi ini.

osakastation.com

Selain itu, tempat wisata yang satu ini juga dikenal dengan adanya symbol Glico Running Man dan kepiting Kani Doraku. Penduduk Dontobori berhasil memadukan kehidupan sehari-hari mereka tanpa mengurangi nilai pariwisata dari lokasi ini.

Namba Park

Namba merupakan kawasan yang terletak di stasiun Namba, selatan kota Osaka. Lokasi ini cukup terkenal seantero Osaka. Namba memiliki berbagai macam tempat hiburan dan tempat perbelanjaan yang sangat lengkap. Sehingga tak heran jika banyak yang berkunjung ke namba ini untuk menikmati segala fasilitas dan melakukan melakukan banyak hal seperti berbelanja, berlibur, wisata kuliner.

inhabitat.com

Demikian penjelasan tentang berbagai tempat wisata di Osaka Jepang. Tertarik untuk melihat langsung sekaligus merasakan pengalaman liburan seru disini? Segera  cek harga pesawat paling murah. Salah satu yang bisa jadi pilihan anda adalah Tiket Lion Air di Reservasi.com dan dapatkan tiketnya untuk berkunjung ke tempat-tempat liburan unik di Osaka, Jepang ini.

Festival Belanja Online Kembali Lagi!

Festival Belanja Online yang dinanti-nantikan kini kembali lagi. Festival e-commerce yang diselenggarakan secara tahunan ini telah berdiri–nyaingi Nyonya Meneer berdiri lama-lama–sejak 2014 atas dasar kerjasama para pegiat di industri e-commerce Indonesia. Kita ketahui bersama bahwa belanja online memang telah menjadi kebiasaan yang semakin sulit untuk dipisahkan dari keseharian kita yang katanya kaum milenial ini. Sekarang beli apa-apa lebih mudah pakai online, setidak-tidaknya tidak pakai biaya parkir dan tidak juga kehujanan. Adanya Festival Belanja Online ini tentu bukan sembarangan. Tujuan mulianya adalah untuk melakukan edukasi kepada konsumen di Indonesia untuk melakukan belanja online mengingat belanja online itu mudah, aman, dan juga nyaman. Maka jangan heran kalau makin tahun, peminatnya makin banyak dan omset makin menjulang juga. Namanya festival, pada setiap penyelenggaraannya, Festival Belanja Online jor-joran memberikan benefit. Tidak hanya sekadar diskon, karena diskon adalah pendamping festival. Diskon murah meriah telah berkali-kali diberikan untuk jutaan produk terbaik. Selan itu, ada aktivitas mantap yang juga melibatkan 100 peserta e-commerce yang notabene terbaik di Indonesia. Misalnya? Itu lho, flash sale pada hari dan jam yan ditentukan. Belum lagi bagi-bagi e-voucher yang pastinya gratis plus bejibun penawaran yang menarik lain yang diberikan oleh seluruh partner. Festival Belanja Online ini akan mulai diadakan pada tanggal 23 hingga 30 November 2017 dan mulai launch pada 11.11.17 tanggal cantik yang makin lama makin identik dengan urusan belanja online dari tahun ke tahun.

pixabay.com

Salah satu merchant yang akan bergabung dengan Festival Belanja Online 2017 adalah Vivere Collection. Vivere didirikan oleh Dedy Rochimat pada tahun 2003 dan merupakan brand gaya hidup yang menawarkan koleksi interior untuk rumah secara luas, dengan andalan desain kontemporer yang menghasilkan gaya universal yang pasti membawa keindahan dalam hidup. Vivere sendiri memiliki kompetensi dasar dalam home furnishing dan aksesorinya. Pada tahun 2005, Vivere berekspansi menjadi Vivere Working dan kemudian muncul Vivere Kitchen. Nah, semakin meluas, Vivere juga mempunyai Graha Vivere dan telah punya 10 toko yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Surabaya, dan Bali. Walau ada toko fisiknya, Vivere tidak ketinggalan memeriahkan Festival Belanja Online 2017.

Selain itu, ada juga Flower Advisor: Bridging The Distance. Heu, jadi ingat waktu ngirim kembang pas istri kuliah di Inggris sana. Flower Advisor telah menjadi solusi bagi kalangan yang ingin romantis tapi sibuk dan tidak ada waktu cari kembang. Bukan hanya di Indonesia, Flower Advisor telah ada juga di Australia, Malaysia, Filipina, India, Singapura, Hongkong, United Kingdom, dan Amerika Serikat. Nah, jadi bagi yang LDR–aku disini dan kau disana hanya berjumpa via suara dan bla-bla-bla itulah–utamanya yang lintas benua, Flower Advisor adalah solusi menarik, terlebih dalam Festival Belanja Online 2017 kali ini. Kapan lagi beli kembang lintas benua? Kapan lagi bikin surprise buat kekasih di seberang benua sana dengan kembang yang dipastikan kesegarannya? Ya hanya bersama Festival Belanja Online ini, dong.

Jadi, tunggu apalagi? Segera simak ke situsweb resmi Festival Belanja Online untuk mendapatkan informasi-informasi menarik perihal akan ada apa saja pada Festival Belanja Online edisi 2017 kali ini. Siapa tahu, ada barang yang memang ingin sekali kita cari dan peroleh dan sulit untuk mendapatkannya di toko fisik, belanja online bertabur diskon di Festival Belanja Online akan menjadi solusi nan HQQ.

#JadiBisa Asyik Pesan Tiket Kereta Api Bersama Traveloka

Salah satu keindahan hidup adalah bercengkerama dengan Istoyama, buah hati saya yang usia begitu muda belia dalam urusan hidup di dunia. Obrolan kami itu begitu cair dengan kode haw-haw-haw yang mungkin sama-sama tidak kami mengerti, tetapi kami selalu mencoba untuk saling memahami.

Termasuk ketika pada suatu malam, sepulang kerja, saya mengisahkan padanya beberapa peristiwa jelang kelahirannya.

“Jadi gini, Nak. Sewaktu kamu masih orok, Bapak dan Mamah memang memutuskan Bandung sebagai tempat kelahiranmu dengan berbagai pertimbangan yang bisa dibaca dalam Cerita Suami Season I. Semua sudah Bapak tulis di posting itu. Konsekuensinya, Bapak kudu siap bolak-balik Jakarta-Bandung tiap pekan. Sebenarnya, nggak bolak-balik juga nggak apa-apa, asalkan rela melepaskan keimutan kamu.”

“Haw-haw-haw…” ujar Istoyama.

Saya lantas menyambung, “Bapak sih, No! Maka, setiap Jumat sore atau malam Bapak sudah harus punya tiket Kereta Api ke Bandung dan sebaliknya saya juga harus punya tiket pulang ke Jakarta untuk Minggu malam atau Senin dini hari. Sebuah keruwetan tersendiri yang bahkan sampai membuat Bapak bikin tabel yang terdiri dari hari dan tanggal, nama kereta, dan kode booking mengingat pada suatu periode Bapak punya 8 tiket perjalanan, alias 4 kali pp yang lumayan bikin bingung saat di depan counter check in. Apalagi, tiketnya bervariasi dari Argo Parahyangan baik biasa, premium, maupun fakultatif, serta satu lagi Serayu.

“Hao-hao. Haw..”

“Untunglah, Nak, dalam era ‘kids zaman now’, semuanya telah dipermudah sebagaimana pipis telah dipermudah dengan urinoir otomatis atau kamu bisa pipis biasa saja dalam lindungan diapers. Parameter kemudahan yang Bapak bilang tadi tampak dalam hal mempersiapkan tiket perjalanan menggunakan layanan tunggal PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini.”

Kepala gundulnya usrek-usrek di kasur, antara haus tapi masih ingin mendengarkan cerita Bapak.

“Ya, sekarang tidak perlu datang ke stasiun dan mengisi form sambil berdesak-desakan di loket stasiun ala generasi 90-an karena PT KAI telah menjalin kemitraan dengan banyak penyedia, salah satunya Traveloka yang pasti semua orang sudah tahu. Blog Bapak saja sudah berulang kali mengulas layanan yang tadinya adalah tempat paling yahud mencari harga tiket dan kini menjelma semakin komplit dengan aneka layanan yang bikin kita #JadiBisa macem-macem. Salah satunya, yha, tiket kereta api.”

Mata Istoyama melotot, melihat ke sekeliling. Sejurus kemudian keluarlah gumoh. Duh.

Sembari mengambil tisu dan mengelap gumohnya, saya berkata, “Traveloka itu sponsor Liga 1 dan partner resmi KAI. Jadi, dipastikan terpercaya dan tiket yang dibeli di Traveloka dipastikan langsung terkoneksi ke database KAI sehingga tiket yang kita dapatkan di email maupun di app adalah tiket beneran, bukan hoax kayak banyak hal di zaman sekarang, Nak.”

“Haw-haw-haw-haw?” Istoyama bersuara yang saya terjemahkan sebagai, “Lantas, mengapa kita kudu menggunakan Traveloka, Pak?”

“Sederhana saja, Nak. Traveloka menawarkan kemudahan-kemudahan dalam penggunaan baik aplikasi maupun jika pakai laptop. Selain juga layanannya yang sudah dikenal responsif. Salah satu yang menarik adalah kita mudah untuk memasukkan tujuan. Semisal Bapak mengetik ‘Jakarta’ dalam pencarian, maka kita bisa mendapati pilihan stasiun yang tersedia di Jakarta, mulai dari Gambir, Pasar Senen, hingga Jatinegara. Sebaliknya, ketika Bapak mengetik Cimahi, langsung muncul tulisan ‘Bandung’ dengan ‘CMI’ di bawahnya. Bagi yang sering beli tiket seperti Bapak mungkin nama stasiun bukan masalah karena sudah jadi hafalan. Akan tetapi, bagi mahasiswa yang mau interview dari Jogja ke Bandung, misalnya, tentu tidak semudah Bapak. Artinya, kemudahan yang diberikan Traveloka akan sangat membantu dalam pencarian.”

Saya kemudian melanjutkan, “Begitu stasiun awal dan akhir sudah dimasukkan, ada fitur lain yang juga bisa mempermudah yakni filter. Filternya unik dan khas Traveloka karena dapat mengelompokkan keberangkatan ke pagi, siang, atau malam. Ini juga mungkin tidak masalah jika tiada bagi orang-orang yang sudah paham rute. Akan tetapi, merupakan fitur yang sangat ampuh bagi yang sekali-kali jalan.”

“Selain itu, Nak, Traveloka juga menyediakan Passenger QuickPick jika kita menggunakan aplikasi yang dapat dipakai di PlayStore dan AppStore. Beli tiket kereta api itu agak ribet, lho, karena kudu mengisi nama lengkap–dan benar–berikut nomor KTP yang panjang minta ampun itu. Dengan Passenger QuickPick, Bapak tidak perlu lagi mengeluarkan KTP, menaruh di atas meja, mengetikkan nomor KTP, kemudian KTP-nya malah hilang. Kan kasihan.”

“Haaawww….”

“Traveloka juga menyediakan fitur pilih kursi sehingga yang berpasang-pasangan tetap bisa berduaan dan bikin iri hati depan dan belakangnya. Nanti yang semacam ini akan kita gangguin dengan paripurna. Fitur yang ini menurut Bapak juga disajikan dengan responsif dan mudah, terutama bagi perjalanan yang lagi sepi dan bisa eksplorasi gerbong demi gerbong. Oya, untuk tips naik kereta api ke Bandung utamanya kelas ekonomi non premium, jika dari Jakarta ke Bandung pilihlah nomor besar dan sebaliknya dari Bandung ke Jakarta pilih nomor kecil. Niscaya perjalanan kita tidak akan terbalik, Nak. Untuk premium, Bapak belum dapat polanya karena beberapa kali naik beda melulu.”

Istoyama tampak sudah cukup lelah mendengar kisah Bapak. Maklum, dia masih begitu muda belia.

“Nah, mengingat jarak Jakarta-Bandung terbilang dekat dan pekerjaan Bapak memang suka aneh-aneh, jamnya seringkali perjalanan Bapak untuk melihat kamu butuh penyesuaian yang mepet sehingga kadang baru dapat kepastian jam 2-3 siang untuk berharap bisa berangkat jam 6 sore karena langsung dari kantor. Untunglah, Traveloka menyediakan layanan bisa order mepet hingga 3 jam sebelum keberangkatan, sesuatu yang menjadi keistimewaan dari pesan tiket kereta api di Traveloka. Selain itu, Nak, Traveloka juga ada diskon channel dan kode unik yang jatuhnya bukan menambah, tapi mengurangi tagihan. Kan sisanya lumayan buat tambah-tambah beli popok kamu.”

“Haw-haw-haw. Ihik-ihik-ihik. Huwaaaa…..”

Sumber: @ariesadhar

Istoyama sudah menangis, setidaknya urusan Bapak sudah kelar karena habis ini akan muncul Mamah dengan ASI-nya. Nggak apa-apa, tugas Bapak ya beginilah, mengajarkan anak agar #JadiBisa mandiri dan tidak netek saja dengan orangtua. Supaya nanti kalau sudah menikah sekalipun, Istoyama bisa hidup di atas kakinya sendiri.

Bapak Millennial