Bersua Air Terjun Tunan Karena Penundaan Penerbangan

Apa yang paling bikin bete dalam urusan penerbangan? Pertama-tama adalah ketika sudah ada di lobi hotel, driver sudah tiba, eh dapat SMS kalau penerbangan GA607 dari Manado ke Jakarta ditunda. Kedua, ketika kejadian nomor 1 terjadi pada tanggal merah alias hari libur. Wong penerbangan pagi itu dipilih supaya bisa menghabiskan waktu bersama Istoyama, je. Ini malah habis di jalan.

Akan tetapi, masalah sebaiknya jangan dikutuk, nanti jadi tambah masalah. Alih-alih kembali tidur dengan galau, saya kemudian memilih untuk bergerak. Kebetulan di Kota Manado ada Gereja Katedral dan ada juga ojek online. Maka, sembari googling keliru, saya memilih untuk order Gojek menuju Katedral dengan tarif hanya 6000 rupiah saja.

Saya kemudian tiba di Katedral Manado pada pukul 5.50 dan sudah bacaan pertama. Ini yang saya sebut googling keliru karena ternyata misa dimulai pada 5.40 alih-alih 6.00 sesuai hasil pencarian. Lumayan, kerja kayak gini telah bikin saya dapat merasakan misa di beberapa Katedral di Indonesia, mulai dari Surabaya, Banjarmasin, hingga Atambua. Soal Atambua ini kapan-kapan saya ceritakan.

Nah, kadung sudah di Manado, ada baiknya kita mencari-cari sesuatu yang ada di alam, tapi nggak jauh-jauh dari bandara agar tidak terburu-buru nantinya pada saat jam penerbangan. Tadinya hasil pencarian menyebut Air Terjun Kima Atas. Akan tetapi, Pak Martin, driver kami, justru mengarahkan ke tempat lain sembari bilang, “Kayaknya di dekat sini ada….” Continue reading

Advertisements

Melihat Laut dari Hotel Travello Manado

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya di sini, jelek-jelek begini saya pernah berada di Manado. Memang bukan kali pertama saya menjejakkan kaki ke Sulawesi, karena beberapa bulan sebelumnya sudah pernah ke Kendari, namun Manado tetaplah menjadi destinasi lumayan menarik. Baik itu menarik dari sisi pemandangan alam, maupun pemandangan berupa manusia alias ceweknya cantik-cantik.

Selama dua malam berada di Manado, saya menginap di Hotel Travello. Hotel ini berada di posisi yang lumayan tengah kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman nomor 123. Sebuah nomor yang menjadi alasan saya memilih hotel ini, karena bisa dibaca di bagian lain blog ini bahwa saya itu cinta tiga angka tersebut. Alasan lain? Tentu saja, budget!

TRAVELLO4

Ketika menghubungi Hotel Travello di nomor telepon (0431) 855999, telepon saya diangkat dengan cukup ramah. Eh, kok saya bisa tahu yang ngangkat itu ramah ya? Ya begitulah. Namanya juga hotel, kan harus ramah. Setelah bertelepon ria, saya mendapatkan jumlah kamar yang dibutuhkan, di lantai 8, lantai tertinggi di hotel Travello.

Continue Reading!

Belanja Aksesoris Pria di Lamido Indonesia

Sebagai pemuda harapan bangsa yang punya pacar gadis modis London, saya tentu harus berupaya mengimbangi. Makanya, saya kudu nyari tempat jual beli aksesoris pria yang kece badai merona membelah angkasa raya bersama mempelai berdua seiring dengan senyum bahagia. Selain bertualang dari jembatan penyeberangan ke jembatan penyeberangan lainnya, saya juga beranjak dari toko ke toko lainnya, serta berpindah dari tab online shop satu ke online shop lainnya.

Salah satu yang kemudian menggunggah hasrat untuk belanja tentu saja adalah Lamido Indonesia. Kenalnya Lamido itu mulai dari beberapa kawan yang nge-like fanspage Lamido di Facebook, terus masuk di newsfeed saya. Sebenarnya informasi teman nge-like Lamido masih lumayan penting daripada informasi bahwa ada mantan yang menikah dan punya anak sementara saya masih belum kawin-kawin. Begitu saya masuk ke lamido.co.id dan bergerak mencari tentang jual beli aksesoris pria guna menemukan benda-benda mungil demi ketampanan pria masa kini, langsung bingung karena semuanya ada. Mulai dari dompet, ikat pinggang, topi, hingga tas ransel  dan cincin batu akik bertebaran dengan tampilan yang menggoda. Kalau pacar saya melihat tanda merah di sudut kiri atas, mungkin dia akan bersemangat menyuruh saya belanja karena ada DISKON disana. Harga barang-barang yang ada disana juga bervariasi mulai 7000 rupiah sampai yang diatas 1 juta rupiah. Jumlah item yang tersedia juga dipastikan melebihi jumlah mantan kamu, lebih dari 1500 item tersebar dari aneka pemilik toko yang memasang lapak di Lamido.

lamido-coid

Begitu ngeklik gambar suatu produk, saya kemudian mendapatkan beberapa informasi penting untuk barang yang hendak dibeli. Kalau melewatkan kursor ke gambar barang, langsung ada kaca pembesarnya, jadi bisa melihat lebih detail. Selain itu, ada juga informasi jumlah stok yang tersedia, berikut juga review terhadap penjual. Jadi, kalau kemudian ragu-ragu, bisa melihat apakah penjual dalam transaksi jual beli aksesoris pria ini reputasinya bagus atau tidak.

Bahwa pada dasarnya toko online itu kadang-kadang semacam pria, sukar dipercaya. Untuk menyikapi itu Lamido juga memberikan tab khusus yang bisa diklik untuk memberikan jawaban pasti, kenapa Lamido terpercaya. Atau kalau bingung cara membeli, disitu juga tinggal klik untuk melihat jawabannya.

Bagian terpenting dari semuanya adalah bahwa Lamido merupakan bagian dari Lazada Group. Jadi ingat, dulu bisa dapat tas yang sudah menemani saya ke Semarang, Kendari, Palembang, Pangkalpinang, Manado, termasuk sampai Bukittinggi dan kota-kota lainnya dengan harga sangat miring dan kualitasnya prima, ya hanya di Lazada. Sebagai orang yang lagi bergelut soal pengadaan barang dan jasa, soal grup ini adalah soal terpercaya atau tidaknya sebuah penyedia.

Nah, sesudah melongok sana-sini, kiranya tahapan selanjutnya adalah membeli beneran. Maka, posting ini saya sudahi dulu. Saya mau ngecek gaji sudah masuk apa belum. Kalau sudah, saya mau buka website Lamido Indonesia sambil pilih-pilih jodoh, eh, barang yang sesuai agar penampilan saya menjadi kekinian. Doakan saya ya!

Dua Malam di Manado

Heyhoh! Kembali lagi dalam edisi perjalanan di blog sepele ariesadhar.com ini! Kembali lagi atas nama pekerjaan, saya kembali naik pesawat. Sesungguhnya, naik pesawat di kala berita tentang proses evakuasi Air Asia QZ8501 sedang kencang-kencangnya, bukan hal yang mudah. Apalagi kali ini perjalanannya kembali menuju timur. Timur Prado…, eh, ya ke timur aja, gitu. Untungnya lagi, kali ini pekerjaannya tidak selama dan seberat yang dua perjalanan awal yang tentunya bisa dibaca juga liputannya di blog ini.

Jadi, kemana saya kali ini?

manado1

Yup, saya kembali lagi ke Bumi Celebes. Sesudah kemaren ke salah satu kakinya, sekarang saya ke kepalanya. Demi efektivitas perjalanan dan pekerjaan, akhirnya diputuskan bahwa berangkatnya jam 05.30 pagi WIB. Yang mana daripada saya harus sudah ada di bandara Soekarno-Hatta setidak-tidaknya jam 04.30, dan tentu saja saya nggak mungkin nunggu Damri jam segitu. Jadilah saya sok kaya dengan Taksi Blue Bird. Mau bagaimana lagi? Pukul 03.30 saya sudah cabut dari kosan, ditemani rintik hujan dan maling-maling yang sedang dinas.

Lanjutkan bacanya, yuk!