Tristan

Kok ya mendadak saya ‘jatuh cinta’ dengan nama ini. Gara-garanya kemarin kenalan sama anak yang lucu bin imut. Seperti biasa, ditanya:

“Siapa namanya?”

“Isss.. Tan..”

“Hah? Setan?”

“Tristan.”

Anaknya–ya namanya juga anak-anak–nggak takut sama orang baru. Bisa gaul dengan cepat, dan tentu saja berlarian kesana kemari.

Dan kemudian saya jadi ingat nama striker Real Mallorca–kemudian Deportivo La Coruna–Diego Tristan Herrera. Ketika ada tim yang mendobrak kemapanan, maka saya suka, termasuk Super Depor-nya Tristan yang bisa mengusik El Clasico.

Yah, jadilah nama itu terngiang-ngiang. Dijadiin nama anak bagus kali ya?

Cuma masalahnya, belum ada emaknya ini.

Ternyata nama Tristan ini sangat terkait dengan sebuah kisah romantis bin pahit. *ealah, ujung-ujung e yo galau*

Romansa kisah cinta Tristan dijalin bersama Isolde (sumber lain menyebutkan Isolt). Kisah ini termasuk kisah jadul yang kesohor di kancah kesusasteraan Barat. Kisah Tristan sendiri dianggap didasari oleh mitologi Celtic Pursuit after Diarmand and Grainne, juga The Wooing of Emer. Di Yunani juga ada Theseus and Labyrinth, serta di Persia ada Wis and Ramin.

Karya awal yang menyangkut Tristan ini kira-kira adalah Tristan yang ditulis oleh Thomas (Inggris) dalam Anglo-Norman. Juga ada puisi Le Roman de Tristan yang digarap penyair Norman, serta Tristrant oleh orang Jerman Eilart von Oberg.

Disebutkan bahwa legenda soal Tristan memasukkan referensi legenda Raja Arthur. Jadi, perjalanannya nggak serta merta Tristan ini terkait dengan legenda Raja Arthur yang juga tidak kalah kesohor itu.

Salah satu versinya, seperti dikutip dari sini, bercerita sbb.

Tristan–yang terkadang disebut Tristram–adalah keponakan Raja Mark of Cornwall. Ada yang bilang bahwa Tristan merupakan saingannya Maya Hasan dalam main harpa *oke lupakan kalimat ngawur barusan*

Disebutkan bawa Raja Irlandia mengirim seorang jawara–setaraf Si Pitung–bernama Morholt. Tapi tugasnya Morholt ini untuk menuntuk upeti dari Cornwall. Kelanjutannya adalah duel Tristan vs Morholt. Tristan berhasil membunuh Morholt, tapi dia kenal racun yang ada di pedang Morholt. Suara-suara sekitar bilang bahwa di Irlandia ada seorang putri bernama Isolde yang ahli dalam penyembuhan. *sebut saja apoteker jaman King Arthur*

Tentu saja Tristan menyamar kesana. Gile aje sudah membunuh utusan Irlandia, lalu minta penyembuhan ke Irlandia tanpa menyamar. -___-

Setelah sembuh, Tristan kembali ke Cornwall dan memuji Isolde habis-habisan dan kemudian merekomendasikan Raja Mark untuk menikahi Isolde. Raja Mark setuju dan minta Tristan balik ke Irlandia untuk mendapatkan Isolde, demi sang raja.

Tristan, ketika sampai di Irlandia, mendapati kondisi bahwa Irlandia sedang diteror naga. *tuh kan ketahuan mitologinya*

Dengan kekuatan bulan, Tristan bisa membunuh naga itu. Dan pada saat yang sama, Isolde sadar bahwa Tristan inilah yang membunuh Morholt pamannya.

Catatan: di versi lain, disebutkan bahwa Isolde justru akan dijodohkan dengan Morholt, dan malah ‘senang’ dengan kematian Morholt. Juga di versi lain dibilang bahwa Tristan tidak datang tiba-tiba ke Irlandia, tapi hanyut dibawa perahu, dan ditemukan Isolde yang lagi galau karena disuruh kawin sama Morholt.

*sik bener sik ngendi mboh*

Ujung-ujungnya, Isolde berhasil dibawa oleh Tristan ke negaranya. Nah, nah, nah, jatuh cinta dimulai disini. kabarnya ibunya Isolde (di versi lain disebut bahwa ibu Isolde sudah mati jauh lebih awal), menyiapkan minuman ajaib agar Isolde berbagi ramuan dengan calon suaminya supaya mereka saling mencintai selamanya.

*boleee kakaaa ramuannyaaaa…*

Berikutnya adalah pertanyaan, “piye perasaanmu le?” terhadap Tristan yang harus melihat Isolde (yang dicintai dan mencintainya) harus nikah sama Mark, dan dia harus selalu ada disitu–namanya juga pegawai.

Dalam legenda 1200-an dikisahkan kaitan Tristan dengan legenda King Arthur. Disini pula muncul kontras Raja Mark yang awalnya pria terhormat, lantas digambarkan sebagai raja kejam dan pengecut.

Tristan kemudian meninggalkan negeri asalnya, lalu ke Britania dan menikah disana. Cuma, cinta dalam hatinya tetap untuk Isolde. Suatu kali ada pertempuran dan dikirim kembali ke Cornwall berharap bisa disembuhkan oleh apoteker masa jadul yang bernama Isolde.

Kisah berikutnya adalah Tristan nggak kuat berdiri karena kesakitan, dan bertanya ke istrinya, Isolde mau bantu nyembuhin apa nggak. Dasarnya istrinya cemburu (ah, dasar wanita), dia malah bilang nggak.

Karena galau, Tristan akhirnya meninggal. Tapi kemudian Isolde datang, dan begitu tahu Tristan meninggal, eh dia ikut meninggal juga.

Edisi meninggal dalam kesedihan ini semacam kisah di novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yah. Ckckck.

Begitu tahu kisahnya yang ini, kok jadi ngenes ya? Hehehe.

Cuma poinnya, kelihatan sekali bahwa Tristan ini adalah seorang ksatria, yang bahkan rela mengorbankan perasaannya sendiri. Aslinya sih ngenes, tapi termasuknya mulia kan ya.

Kalau mau informasi tambahan untuk kisah ini, ada webnya loh. Sila klik. Referensinya banyak dan beragam. Sumber yang tadi itu hanya salah satunya saja. Ada juga ulasan film-nya nih, boleh klik.

Yah, sebuah rasa penasaran pada sebuah nama membongkar kisah cinta yang (menurut saya) wagu, tapi tiadalah wagu dalam cinta. *tsahhhh*

Soalnya, kisah cinta berujung sama-sama mati itu nggak cuma Tristan.

Ada Romeo – Juliet (sama-sama mati minum racun)
Cleopatra -Mark Antony (mati karena bunuh diri gegara gosip nggak jelas)
Lancelot – Guinevere (nggak langsung mati sih, cuma keduanya selibat sampai matinya)
Paolo -Francesca (dibunuh sama kakaknya Paolo yang adalah suaminya Franceesca, ya iyalah, lagian selingkuh gitu.. hedeh..)
Thiebe – Pyramus (ini paling konyol, kan mereka janjian di taman, Thiebe ketemu singa yang habis makan, lalu sembunyi tapi selendangnya jatuh dan kebawa singa. Nah si singa ketemu Pyramus. Perpaduan mulut berdarah si singa dan selendang Thiebe bikin Pyramus malah bunuh diri. Lah piye to iki? Giliran Thiebe keluar dari sembunyi, dia liat Pyramus mati dengan pedang di dada, itu pedang dicabut lalu ditusuk sendiri).

Komentar terakhir saya, dasar cinta :p

2 thoughts on “Tristan

  1. Pingback: Cerita Farmasi: Balada Mengerjakan Tugas | Sebuah Perspektif Sederhana

  2. Pingback: Tentang Kebelet Bilang Cinta | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s